Sabtu, 16 Desember 2017

Peran Pendidikan di Keluarga di Mata Ki Hadjar Dewantara

Jombang, ArrahmahMedia.Com - Tidak banyak yang mengetahui bahwa Ki Hadjar Dewantara memiliki pandangan cemerlang terkait masalah pendidikan dalam keluarga. Dalam seminar hukum keluarga yang berlangsung di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, sejumlah gagasan Ki Hajar yang jarang diketahui banyak mengemuka.

"Keluarga bagi Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang utama," kata salah seorang narasumber seminar Chafid Wahyudi, Ahad (24/4).

Peran Pendidikan di Keluarga di Mata Ki Hadjar Dewantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Pendidikan di Keluarga di Mata Ki Hadjar Dewantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Pendidikan di Keluarga di Mata Ki Hadjar Dewantara

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan bahwa alam keluarga adalah tempat terbaik untuk melakukan pendidikan, tidak terkecuali pendidikan sosial, lanjutnya.

ArrahmahMedia.Com

Pengurus Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) NU Kota Surabaya ini memaparkan sejumlah kritik yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara terhadap institusi pendidikan termasuk kampus yang semata hanya memandang peserta didik tidak ubahnya sebagai hubungan bisnis.

ArrahmahMedia.Com

"Sistem pendidikan kita terjebak pada komersialisasi," kata dia.

Secara lebih detail, Chafid menjelaskan pandangan Ki Hadjar Dewantara terkait keluarga. "Pertama, orang tua dalam pendidikan keluarga berperan sebagai guru atau penuntun, pengajar dan pemimpin pekerjaan atau pemberi contoh," terangnya.

Tiga peran ini merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari orang tua saat berada di rumah, lanjutnya.

Sedangkan yang kedua, dalam alam keluarga, anak saling mendidik. "Semakin keluarga itu besar, maka proses pendidikan semakin besar," kata pegiat literasi ini. Hal ini juga berlaku kebalikannya. "Semakin kecil keluarganya, maka proses pendidikan akan semakin kecil," ungkapnya.

"Ketiga, anak-anak berkesempatan mendidik dirinya sendiri," katanya. Lebih jelas, Chafid mengemukakan dalam alam keluarga mereka tidak berbeda kedudukannya seperti orang hidup di masyarakat. "Beragam kejadian, sering kali memaksa anak-anak mendidik diri mereka sendiri," lanjutnya.

Ketika keluarga absen dalam pendidikan, maka keberadaan lembaga pendidikan formal hanya mengeksploitasi intelektualitas serta menjadi materialistis. Kalau hal ini terus menerus dilanjutkan, sistem pendidikan hanya akan menghasilkan produk-produk keras di fisik namun rapuh di jiwa. "Pada gilirannya membentuk sikap individualistik sehingga tidak ramah terhadap alam," pungkasnya.

Seminar hukum keluarga ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Akhwal as-Syakhsiyyah Fakultas Ilmu Agama Islam Unipdu. Di samping Chafid Wahyudi, tampil pula Hasan Ikhwani dari ITS. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Arrahmah Media ArrahmahCom.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock