Selasa, 08 Agustus 2017

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) mengingatkan kepada rakyat Indonesia akan pentingnya menjunjung dan menjaga keutuhan bangsa dan negara. Hal ini mengingat kerap kali ditemukan orang atau kelompok orang yang terus berupaya memecah belah bangsa dan menganggu stabilitas negara dengan tindakan teror.

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara

Ironisnya, sentimen SARA sering dihembuskan sebagai pemicu efektif terhadap kekacauan yang selama ini terjadi. Lain daripada itu, membawa-bawa agama dalam kepentingan politik juga menambah daftar kegagalpahaman sebagian kelompok dalam memaknai dasar negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan segala penguatnya.

“Pada masa sekarang ini, sudah tidak ada khalifah. Tidak ada negara Islam. Semuanya negara nasional,” tegas Mbah Maimoen seperti dilansir Majalah Nahdlatul Ulama AULA edisi November 2016.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini menjelaskan, kalau dulu pada saat musim haji semua memakai bendera Islam, sekarang tidak. Mereka membawa bendera nasional, yakni bendera negara masing-masing.?

“Misalnya di Amerika, tidak pakai simbol keislaman Amerika, yang ada simbol negara Amerika. Begitu juga dengan jemaah haji Indonesia, yang mereka bawa adalah bendera merah putih,” terang kiai yang kini telah berusia 88 tahun itu.

ArrahmahMedia.Com

Pada era sekarang, menurut Mbah Maimoen, kalau bangsa dan negaranya tidak dijunjung, maka akan runtuh. Kebesaran Indonesia harus diiringi dan disesuaikan dengan ruh-ruh kebaikan agama yang mewarnai tradisi dan budaya sebagai identitas bangsa.

“Saat ini, kita harus menjunjung bangsa ini. Nabi Muhammad sendiri menjunjung bangsa Arab, karena Nabi berbangsa Arab sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bangsa-bangsa lain,” tutur Ulama kelahiran Rembang, 28 Oktober 1928 ini.

Menurut Mbah Maimoen, Tanah Air adalah pusat mempersatukan bangsa sekaligus kebesaran Islam. Ulama-ulama terdahulu sangat menjunjung tinggi bangsa ini. Sebelum NU berdiri, terlebih dahulu ulama pesantren mendirikan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Syubbanul Wathan (Pemuda Cinta Tanah Air), Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Perdagangan).

ArrahmahMedia.Com

“Kenapa perdagangan? Karena itu akan menjadi pusat ekonomi. Dulu Nabi mengubah Bangsa Arab menjadi kebangkitan perdagangan, bukan negara pertanian atau negara industri,” tandas Mbah Maimoen. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Arrahmah Media ArrahmahCom.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock