Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, ArrahmahMedia.Com



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

ArrahmahMedia.Com

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

ArrahmahMedia.Com

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 10 Februari 2018

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di Jepang. Program ini merupakan diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Pertemuan antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Tampak hadir Menaker Hanif Dhakiri, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid, dan pengurus harian PP Pagar Nusa.

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Hanif menyampaikan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar keterampilan praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung dua tahun, yang ditambah dengan program intensif tiga tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerja sama ini dengan detil. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader Pagar Nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Tetapi, kami juga mengenalkan seni bela diri pencak silat khas Nusantara. Lebih dari tiga juta kader kami akan ada proses seleksi khusus untuk kerja sama ini," kata Nabil Haroen.

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencananya, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 100 pemuda dari negara-negara anggota dan mitra ASEAN akan mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang Jawa Timur, Oktober mendatang. Ditunjuknya kota yang memiliki ratusan pondok pesantren ini sebagai tuan rumah, karena kekuatan toleransi antar umat beragama yang terbangun dengan baik.

“Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman,” kata Isman Pasha, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Sosial Kementerian Luar Negeri usai peresmian Taman ASEAN yang terletak di Jl Wahid Hasyim, Jumat (2/6).

Jombang yang memiliki ratusan pesantren ini, diakatakan Isman bisa menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat Internasional sebagai pengejewantahan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tuan rumah AYIC 2017, ? pihaknya sudah meyiapkan berbagai langkah. “Sejak ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa bulan lalu sudah kami siapkan untuk pelaksanaan Oktober nanti,” kata Bupati Nyono kepada awak media usai acara.

Ia pun berharap kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA) Jombang ini bisa terlaksana dengan lancar. Meski kegiatan yang mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin dan Harmony Diversity” ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Bupati Nyono juga berjanji akan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Jombang nantinya. Baik potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama. “Kita tahu tokoh bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga lahir dan ada di Jombang. Maka untuk memperkenalkan kekuatan toleransi yang digagas para tokoh dari Jombang itu sudah tepat untuk pemuda ASEAN,” bebernya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, mengawali kegiatan AYIC di Jombang, dilakukan pengibaran 10 bendera negara anggota dan 1 bendera ASEAN di Jl Wahid Hasyim dan juga peresmian Taman ASEAN tepatnya di selatan sisi selatan Ringin Contong Kabupaten Jombang. “Pengibaran bendera dan peluncuran taman ASEAN ini rangkaian persiapan acara untuk Oktober nanti. Semoga bisa lancar, persiapan terus kami lakukan,” tandas Nyono.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pahlawan, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, ArrahmahMedia.Com. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

ArrahmahMedia.Com

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

ArrahmahMedia.Com

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Nasional ArrahmahMedia.Com

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2009 mendatang. Hanya saja, katanya, ia akan maju jika diperintahkan lima orang kiai sepuh.

"Saya siap jika diperintahkan oleh orang-orang tua. Ada lima orang, tapi saya tidak mau menyebut nama," kata Gus Dur kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/9) kemarin.

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

Ia mengatakan, salah seorang dari lima kiai sepuh, yang disebutnya berusia antara 75-93 tahun, telah memintanya maju, namun ia menunggu perintah dari kiai yang lain.

ArrahmahMedia.Com

Gus Dur sendiri menyatakan siap jadi presiden karena memiliki konsep-konsep untuk mengatasi kesulitan atau krisis yang dialami bangsa Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Ditanya apakah sudah berkonsultasi dengan DPP PKB terkait kesiapannya maju sebagai capres, Gus Dur menyatakan belum.

Namun, lanjut Gus Dur, karena ia adalah Ketua Umum Dewan Syura PKB, maka

pernyataannya bisa juga dianggap sebagai pernyataan PKB. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Fragmen ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

Solo, ArrahmahMedia.Com. Ratusan masjid yang tersebar di sebelas kelurahan se-Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, diimbau untuk ikut mewaspadai praktik politisasi masjid. Hal ini dilakukan, mengingat pada momentum pilpres, rawan terjadi kampanye capres pada saat dilaksanakan khutbah atau ceramah.

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

“Ramadhan merupakan bulan yang sangat rawan dijadikan ajang politisasi. Jangan sampai bulan penuh hikmah ini dinodai dengan politik,” tutur Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Laweyan, Arif Nuryanto, Sabtu (28/6).

Melalui imbauan ke sejumlah masjid tersebut, pihaknya berharap pengurus masjid untuk jeli dalam mencari khotib dan penceramah yang akan mengisi sejumlah kegiatan keagamaan.

ArrahmahMedia.Com

“Agar tidak kecolongan, kalau perlu takmir masjid boleh menanyakan terlebih dulu isi materi ceramah atau khotbah sebelum naik ke mimbar masjid,” terang Arif.

ArrahmahMedia.Com

Arif menyarankan, jika kedapatan isi ceramah berbau kampanye, takmir bisa langsung menganti khotib atau penceramah.

Selain itu, dalam imbauan yang berentuk surat edaran itu juga disebutkan melarang pihak masjid menerima sumbangan atau apapun yang berbau kampanye. Semisal, ajakan buka bersama yang berujung kampanye.

“Ini sesuai dengan aturan KPU, yang disebutkan adanya larangan untuk berkampanye di tempat ibadah,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebuah kampus teologi di Amerika serikat Hartford Seminary berpendapat, ekstremisme dan sikat anti-toleransi bisa lahir dari penganut ajaran agama mana pun. Hal ini pula yang terjadi di Amerika Serikat.

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

"Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya," terang Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell saat berkunjung ke DPD RI bersama Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Senin (17/10).

Heidi menambahkan, paham ekstrem yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. "Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengampanyekan Islamophobia," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad yang menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat mengaku merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS.

ArrahmahMedia.Com

"Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia," ucapnya di Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). "Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia," jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

"Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada," kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. "Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses," lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. "Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat," jelas Farouk. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock