Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Dano Kecamatan Leles Kabupaten Garut memiliki cara tersendiri dalam memperkuat pemahaman aswaja. Mereka mendukung pawai syiar Aswaja yang diikuti sedikitnya 1500 orang, Kamis (5/5).

Peserta pawai yang datang dari pelbagai daerah ini menempuh rute selama 2 jam perjalanan. Selama perjalanan para peserta mengampanyekan Islam Aswaja sambil bersholawat.

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja

Lomba membuat nasi tumpeng dan membuat jampana menambah kemeriahan pawai syiar Aswaja. Acara ini terselenggara atas kerjasama MUI dan Yayasan Al-Mustofa Tambakbaya Desa Dano. Kendati baru pertama kali digelar, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan kualitas ibadah.

Menurut Katib Syuriyah NU Desa Dano Dadan Ahmad Zaini Dahlan, acara ini ditargetkan dapat memberi pemahaman yang mendalam kepada umat mengenai paham Ahlussunnah wal jama’ah.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

“Hal ini penting dilakukan di tengah kemunculan paham di luar Aswaja yang cenderung berbahaya,” kata Dadan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Berita ArrahmahMedia.Com

Senin, 05 Februari 2018

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Muhammad Irsyad, Siswa SMK Walisongo Pecangaan Jepara berhasil menjuarai Lomba Desain Poster III se-Karisidenan Pati yang diselenggarakan Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (15/3).  

Irsyad berhasil mengalahkan puluhan peserta lain dari sekolah SMA sederajat. Sebagai Juara, bagi siswa kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil itu, prestasi serupa yang pernah diraihnya tidak hanya sekali.

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Putra pasangan Muchlis-Sofi tahun 2013 lalu banyak memboyong gelar Juara. Diantaranya Juara I Lomba Gambar Poster SMA se-Jepara, Lomba Cipta Logo Pekan Kompetisi Penegak II Kwartir Cabang Jepara, Juara II Lomba Poster Survival Kwarcab Jepara, 10 besar Lomba Poster Peranan ICT Se-Jawa Tengah dan 15 besar Lomba Poster anti Rokok Se-Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Siswa kelahiran Jepara, 08 Februari 1997 itu bercerita tentang orang-orang inspiratif di belakangnya. “Saya banyak belajar seni dari bapak saya yang pinter Kaligrafi. Juga dari saudara saya seorang dosen di ISI Yogja. Dari kedua orang itu darah seni saya mengalir hingga saat ini” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Di SMK Walisongo, siswa yang memenangi lomba sejak di bangku MI ini terbilang aktif. Pasalnya, setiap ada lomba ia tidak segan-segan berkonsultasi dengan gurunya, April Pujiastuti. Lewat guru yang pernah meraih gelar Creative Art For Teacher (2010) dan Lomba Guru Seni (2012) tingkat Internasional masukan-masukan dari gurunya itu ditampung dan diaplikasikan di karya-karyanya.

Kepala SMK Walisongo, Sutarwi Samsul Maarif yang diwakili Irbab Aulia Amri, Waka Kesiswaan mengemukakan diraihnya prestasi tersebut merupakan pengalaman untuk menggapai prestasi-prestasi lagi dikemudian hari. “Semoga dengan prestasi ini siswa-siswa yang lain juga termotivasi untuk menjadi juara. Disamping itu prestasi-prestasi di jenjang berikut juga diraih” harapnya.

Irbab juga berkomentar tentang Irsyad. Masih menurutnya, Irsyad adalah siswa yang gemar menggambar dan tidak kenal putus asa. Guru Bahasa Inggris itu juga membenarkan siswa yang tinggal di Desa Tahunan RT.04 RW.04 Kecamatan Tahunan, Jepara itu sering berkonsultasi dengan gurunya. Sehingga hal itu yang semakin menguatkan kualitas karyanya.

M Irsyad memang belum mempunyai angan-angan menjadi pelukis. Namun pengagum pelukis Jepara, Jatmiko itu kelak usai lulus SMK berkeinginan memberikan lapangan pekerjaan utamanya dalamnya dalam desain batik yang sesuai dengan jurusannya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Daerah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 28 Januari 2018

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada ArrahmahMedia.Com, Senin (7/4).

ArrahmahMedia.Com

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebuah kampus teologi di Amerika serikat Hartford Seminary berpendapat, ekstremisme dan sikat anti-toleransi bisa lahir dari penganut ajaran agama mana pun. Hal ini pula yang terjadi di Amerika Serikat.

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

"Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya," terang Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell saat berkunjung ke DPD RI bersama Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Senin (17/10).

Heidi menambahkan, paham ekstrem yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. "Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengampanyekan Islamophobia," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad yang menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat mengaku merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS.

ArrahmahMedia.Com

"Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia," ucapnya di Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). "Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia," jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

"Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada," kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. "Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses," lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. "Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat," jelas Farouk. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul ‘Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) mengadakan khataman Al-Quran 30 juz di pesantren Daarul Yatama Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Mereka memperingati tasyakuran tahun pertama KMNU di UII.

Tasyakuran diisi dengan silaturahmi antara aktivis KMNU UII, UGM, UNY, dan anak yatim dan santri Daarul Yatama, Ahad (8/11) kemarin.

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Tampak hadir Fatchur Rahman, Ahmad Nur Shobah dari MPO KMNU Pusat, dan Koordinator BPH Regional 2 KMNU Muhammad Dliyaudin.

ArrahmahMedia.Com

Peringatan ini diawali dengan ziarah makam KH Mufid Mas’ud selaku pendiri pesantren Sunan Pandanaran.

ArrahmahMedia.Com

Ketua KMNU UII Mazdan Maftukha menyampaikan bahwa lahirnya KMNU merupakan sebuah komunitas yang mengatasnamakan “keluarga”, bukan karena embel-embel Islamnya tapi karena ada “ulama” di situ. KMNU tidak hanya yang berlatar belakang NU, melainkan yang berlatar depan NU juga. Memandang jauh ke depan dengan nama NU, sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk berkancah di dunia yang lebih luas.

Nur Shobah berpesan bahwa tujuan KMNU itu bukan untuk menguasai kampus, tetapi untuk menjalankan tradisi Aswaja.

“Kita membawa nama NU, jadi harus siap tanggung jawab dunia akhirat,” kata Shobah.

Tasyakuran diakhiri dengan makan bersama dan jabat tangan oleh hadirin. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Olahraga, Ulama ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Tasikmlaya, ArrahmahMedia.Com - Pelajar NU Tasikmalaya mengisi masa libur akhir pekan dengan membicarakan tentang peran kaum muda khususnya pelajar dan NKRI serta konsep negara di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (5/03). Mereka juga melakukan pemetaaan gerakan radikal.

Perkumpulan ini langsung dipimpin oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmlaya Aa Fuad Muchlis. Ia sedikit memaparkan materi sebagai pengantar diskusi. Ia menyinggung paham-paham transnasional yang sudah tidak laku di negara asalnya.

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Ia menyebut salah satunya HTI. “Di Yordania tempat kelahirannya sudah tak laku, tetapi mau-maunya kita terima. Para ulama NU telah memutuskan bahwa Pancasila sudah final dan kita rekan-rekanita Pelajar NU sebagai penjaga ulama. Apa yang telah disepakati oleh panutan kita salah satunya adalah NKRI.”

Ajengan yang pernah belajar langsung kepada Rais Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat ini menekankan para kader muda ini untuk terus belajar dan membaca. “Karena itu tugas kita dan ciptakan kaderisasi yang luar biasa di tubuh IPNU-IPPNU. Pelajar NU masa kini adalah NU di masa yang akan datang. Masa depan NU dan masa depan NKRI berada pada pundak kalian,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Keta IPNU Kabupaten Tasikmalaya Alimudin mengatakan, pertemuan ini akan rutin setiap Ahad. “Jika kali ini hanya pelajar NU, minggu selanjutnya seluruh KBNU (Keluarga Besar NU) khususnya anak mudanya yang termasuk banom NU. Mereka akan meramaikan Gedung Kebanggan warga Nahdliyyin Kabupaten Tasikmalaya ini dengan majlis ilmu setiap minggunya.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Ulama, Daerah ArrahmahMedia.Com

Senin, 15 Januari 2018

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

Sumenep, ArrahmahMedia.Com - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kabupaten Sumenep berlangsung sukses di area 1 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (22/1). Itu meliputi BMTNU Manding, Batuputih, Rubaru, Gapura, Batang Batang, dan Dungkek.

RAT dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq, Pengurus MWCNU, Pengurus BMTNU, GP Ansor, sesepuh NU, masyaikh dari ragam pesantren, dan warga nahdliyin.

?

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

"Inilah wujud nyata BMT NU dalam menggerakkan dan meningkatkan ekonomi warganya (Nahdlatut Tujjar)," tegas Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq.

Diterangkan, BMTNU Jawa Timur mulanya berdiri di Kabupaten Sumenep. Modal awal yang terkumpul hanya Rp400 ribu pada tahun 2004.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Sekarang asetnya sudah mencapai Rp120 miliar lebih. Alhamdulillah, ini tidak lepas dari peran semua pihak. Mulai dari pengurus hingga anggota BMTNU sendiri," terang mantan Ketua Yayasan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut.

Selain omzetnya yang besar, BMTNU kini juga mempunyai puluhan cabang yang tersebar di Provinsi Jawa Timur. Ini prestasi luar biasa di tengah lesunya geliat perekonomian nasional.

"Kita sudah punya 32 cabang BMTNU yang menyebar di Jawa Timur. Sebut saja di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Jombang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock