Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Februari 2018

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, ArrahmahMedia.Com - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

ArrahmahMedia.Com

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

ArrahmahMedia.Com

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Ulama ArrahmahMedia.Com

Jumat, 26 Januari 2018

Yenny Wahid: Kiprah NU Semakin Diakui Masyarakat

Lombok Barat, ArrahmahMedia.Com. Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Zannuba Arifah Chafsoh Rahman atau yang dikenal Yenny Wahid mengungkapkan, kiprah dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) saat ini semakin diakui oleh masyarakat.

Yenny Wahid: Kiprah NU Semakin Diakui Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Kiprah NU Semakin Diakui Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Kiprah NU Semakin Diakui Masyarakat

Hal itu disampaikan oleh Yanny Wahid ketika menyambangi proses Sidang Komisi Rekomendasi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2017 di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Lombok Barat, NTB, Jumat (24/11).

Yenny melihat, antusiasme masyarakat Lombok dalam menyambut Munas dan Konbes ini menunjukkan alasan bahwa kiprah NU semakin diakui.

“Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Munas ini menunjukkan hal yang sama,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Masyarakat, menurut Yenny, tidak memungkiri perjuangan dan jasa NU untuk agama, bangsa, dan negara. Apalagi jika sudah terkait kepentingan umat dan masyarakat banyak.

“Perjuangan NU untuk kemaslahatan umat luar biasa,” ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam perhelatan Munas dan Konbes NU yang berlangsung 23-25 November 2017 ini, masyarakat Lombok juga diingatkan dengan sosok Gus Dur.

Hal ini terlihat di beberapa sudut Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat tempat dimana lima pesantren berada sebagai lokasi Munas, baliho Gus Dur terpampang dengan pesan yang lugas, “Menjadi Gus Dur, Menjadi Indonesia”. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ulama ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 20 Januari 2018

Aspegnu Jalin Kerjasama dengan Garuda Food

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Asosiasi Petani Garam Nusantara (Aspegnu), sebuah asosiasi petani garam Nahdlatul Ulama, akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT Garuda Food. Kesepakatan tersebut akan berlangsung di Pati, Jawa Tengah, pada 24 November nanti.

Aspegnu Jalin Kerjasama dengan Garuda Food (Sumber Gambar : Nu Online)
Aspegnu Jalin Kerjasama dengan Garuda Food (Sumber Gambar : Nu Online)

Aspegnu Jalin Kerjasama dengan Garuda Food

Hal tersebut mengemuka pada konferensi pers yang digelar Komite Garam PBNU di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (22/11). Komite Garam adalah semacam syuriyah dari Aspegnu.

Ketua Komite Garam PBNU Prof. Rokhmin Dakhuri mengatakan, Aspegnu adalah tindak lanjut dari Kongres Garam Rakyat yang digelar di Madura, awal Juli 2012 lalu. Tujuannya adalah mensejahterakan petani garam.

ArrahmahMedia.Com

Pada kesempatan itu, Dian Astriana, perwakilan dari Garuda Food, mengatakan pihaknya membutuhkan 30 ton garam per hari dan 400 ton per tahun. Kebutuhan itu dipenuhi berbagai suplayer yang telah menjadi langganan Garuda Food.

“Pihak kami siap untuk menerima suplai garam dari petani garam yang tergabung di Aspegnu karena sudah lama bekerjasama dengan NU,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Pada pertemuan itu, belum menyebutkan harga, dan jumlah garam yang akan diterima PT Garuda Food. Hal itu akan akan ditentukan pada penandatangan MoU nanti.

Konferensi pers yang dipandu anggota Komite Garam PBNU, Ahmad Solechan, tersebut dihadiri belasan wartawan beragam media. Hadir pula pada salah seorang Ketua PBNU KH Mochammad Maksum Machfoedz dan Sekretaris PP Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama, Mustolihin Majid.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ulama, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul ‘Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) mengadakan khataman Al-Quran 30 juz di pesantren Daarul Yatama Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Mereka memperingati tasyakuran tahun pertama KMNU di UII.

Tasyakuran diisi dengan silaturahmi antara aktivis KMNU UII, UGM, UNY, dan anak yatim dan santri Daarul Yatama, Ahad (8/11) kemarin.

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Tampak hadir Fatchur Rahman, Ahmad Nur Shobah dari MPO KMNU Pusat, dan Koordinator BPH Regional 2 KMNU Muhammad Dliyaudin.

ArrahmahMedia.Com

Peringatan ini diawali dengan ziarah makam KH Mufid Mas’ud selaku pendiri pesantren Sunan Pandanaran.

ArrahmahMedia.Com

Ketua KMNU UII Mazdan Maftukha menyampaikan bahwa lahirnya KMNU merupakan sebuah komunitas yang mengatasnamakan “keluarga”, bukan karena embel-embel Islamnya tapi karena ada “ulama” di situ. KMNU tidak hanya yang berlatar belakang NU, melainkan yang berlatar depan NU juga. Memandang jauh ke depan dengan nama NU, sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk berkancah di dunia yang lebih luas.

Nur Shobah berpesan bahwa tujuan KMNU itu bukan untuk menguasai kampus, tetapi untuk menjalankan tradisi Aswaja.

“Kita membawa nama NU, jadi harus siap tanggung jawab dunia akhirat,” kata Shobah.

Tasyakuran diakhiri dengan makan bersama dan jabat tangan oleh hadirin. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Olahraga, Ulama ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Jubah Hitam dan Miss Jinjing di Sekitar Nabawi

Madinah, ArrahmahMedia.Com

Belanja seringkali menjadi kata pertama yang identik dengan perjalanan/touring/travelling dan pariwisata, termasuk pariwisata religius/ziarah. Belanja dengan berbagai kroniknya menjadi prioritas pembahasan bagi setiap orang yang akan bepergian atau melancong. Terutama bagi kaum hawa, tak perduli latarbelakang sosial, asal daerah maupun ideologi politik dan keagamaan. Belanja telah menjadi satu tarikan nafas dalam setiap langkah para pelancong/peziarah.

Dari sini, tempat-tempat pelancongan berkembang menjadi kawasan perbelanjaan yang terus berbenah dan berlomba memanjakan pengunjung. Dalam hal ini, tak terkecuali adalah kawasan Masjid Nabawi. Hotel-hotel mewah yang mengapit seluruh sisi Masjid Nabawi, selain menyediakan penginapan super mewah juga menawarkan wisata belanja yang memanjakan pengunjung.

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Sumenep, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meneguhkan wasiat salah seorang pendiri yang juga mustasyar pertama NU, KH Raden Asnawi Kudus.

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Demikian ditegaskan Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen pada pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Kota di Masjid Raudlatur Rahman, Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Sumenep, Selasa (5/1) malam. Pelantikan ini juga dikemas dengan tasyakuran Maulid Nabi.

"Bercerminlah pada kaca benggala, wajahmu bagus atau tidak. Ketika kamu melihat ada orang salah, kamu menyalahkan (dan) menjelekkan. (seharusnya) kamu malu mengaku jempolan, (padahal) mengajimu kurang fasih dan amburadul," kata M Muhri Zaen menirukan wasiat KH Raden Asnawi Kudus.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Sumenep Hanto Sudarto menyatakan sangat berterima kasih kepada PC GP Ansor Sumenep. Menurutnya, wasiat KH Raden Asnawi Kudus menjadi cambuk baginya untuk selalu berbenah diri sebelum membenahi orang lain.

"Wasiat tersebut bisa dianalogikan supaya kita tidak seperti lilin, menerangi sekitar tapi dirinya terbakar," terangnya. (Hairul Anam/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Ulama, Warta ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Tasikmlaya, ArrahmahMedia.Com - Pelajar NU Tasikmalaya mengisi masa libur akhir pekan dengan membicarakan tentang peran kaum muda khususnya pelajar dan NKRI serta konsep negara di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (5/03). Mereka juga melakukan pemetaaan gerakan radikal.

Perkumpulan ini langsung dipimpin oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmlaya Aa Fuad Muchlis. Ia sedikit memaparkan materi sebagai pengantar diskusi. Ia menyinggung paham-paham transnasional yang sudah tidak laku di negara asalnya.

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Ia menyebut salah satunya HTI. “Di Yordania tempat kelahirannya sudah tak laku, tetapi mau-maunya kita terima. Para ulama NU telah memutuskan bahwa Pancasila sudah final dan kita rekan-rekanita Pelajar NU sebagai penjaga ulama. Apa yang telah disepakati oleh panutan kita salah satunya adalah NKRI.”

Ajengan yang pernah belajar langsung kepada Rais Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat ini menekankan para kader muda ini untuk terus belajar dan membaca. “Karena itu tugas kita dan ciptakan kaderisasi yang luar biasa di tubuh IPNU-IPPNU. Pelajar NU masa kini adalah NU di masa yang akan datang. Masa depan NU dan masa depan NKRI berada pada pundak kalian,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Keta IPNU Kabupaten Tasikmalaya Alimudin mengatakan, pertemuan ini akan rutin setiap Ahad. “Jika kali ini hanya pelajar NU, minggu selanjutnya seluruh KBNU (Keluarga Besar NU) khususnya anak mudanya yang termasuk banom NU. Mereka akan meramaikan Gedung Kebanggan warga Nahdliyyin Kabupaten Tasikmalaya ini dengan majlis ilmu setiap minggunya.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Ulama, Daerah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock