Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com - Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jayanti Putri Permatasari, meraih Juara II pada ajang English Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Sabtu 6 Mei 2017 kemarin. Jayanti Putri berhasil masuk babak final bersama enam mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Awalnya ia tidak berharap dan menyangka bahwa esei yang ia tulis masuk babak final. Selain itu, ia satu-satunya wakil dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

"Sayakan wakil UNU satu-satunya, dan harus melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, mungkin se-Indonesia. Jadinya saya tidak berharap menang," kata Putri kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa, (9/5).

ArrahmahMedia.Com

Eseinya berjudul Reflecting Cirebon Local Wisdom Through "Memitu" Tradition, ternyata berhasil menarik perhatian juri saat presentasi. Judul tersebut menjelaskan tentang keunikan proses upacara adat dengan pelbagai macam alasan dan filosofinya.

Selain itu, esei itu juga berisi strategi pelestarian upacara itu dengan sistem LLT (love, learn and teach). Artinya, generasi muda harus mencintai kemudian mempelajari dan mengajarkan berbagai hal mengenai Memitu.

ArrahmahMedia.Com

Memitu merupakan upacara adat menyambut kedatangan bayi yang akan dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hadits ArrahmahMedia.Com

Selasa, 20 Februari 2018

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang

Bandarlampung, ArrahmahMedia.Com. Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, Prof Aom Karomani mengatakan bahwa rencana pemberlakuan sekolah 5 hari perlu di kaji ulang. Kajian itu tidak hanya dilihat dari sisi Peraturan Pemerintah maupun Undang-Undang ASN. Namun menurutnya perlu kajian dari banyak aspek terkait.

"Ya bukan hanya, mesti dikaji dari sisi UU ASN tapi dari sisi UU lain tentang sistem pendidikan Nasional misalnya. Belum lagi harus ditelaah dari sisi historis dan sosiologis masyarakat. Bagaimana dampak kebijakan tersebut pada institusi madrasah," katanya, Rabu (14/6).

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang

Bagaimanapun menurutnya penerapan sistem 5 hari sekolah perlu dikaji ulang lagi dan pemerintah harus memperhatikan masukan dari berbagai pihak agar tidak terjadi gejolak dimasyarakat.

"Apalagi ada info yang mengatakan pelajaran agama akan dihilangkan, jika sistem ini nantinya diberlakukan. Ini sudah tidak benar lagi," tegasnya.

Sekedar diketahui, setelah mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan akan mengkaji ulang kebijakan sekolah 5 hari (Senin-Jumat) dengan sistem 8 jam belajar sehari pada tahun ajaran baru, Juli 2017.

ArrahmahMedia.Com

Pernyataan ini disampaikan Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah dipanggil Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/6) sebagaimana dilansir beberpa media.

Kebijakan yang sudah diwujudkan dalam bentuk Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2017 tertanggal 12 Juni 2017 akan dibenahi termasuk Petunjuk Teknis (Juknis) yang belum dibuat.

ArrahmahMedia.Com

"Pasti akan kita benahi toh. Inikan juknis (petunjuk teknis) juga belum di susun," katanya.

Muhajir mengatakan bahwa sebetulnya kebijakan sekolah 5 hari dibuat untuk meringankan beban kerja para guru. Ia menilai upaya ini sejalan Peraturan Pemerintah No.53/2010 tentang Disiplin PNS. (Muhammad Faizin /Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Warta ArrahmahMedia.Com

Senin, 12 Februari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

ArrahmahMedia.Com

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tokoh, Warta ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU

Lombok Tengah, ArrahmahMedia.Com

Guyuran hujan di pagi hari mewarnai Pawai Hari Lahir Ke-91 Nahdlatul Ulama di Bincingah Adi Guna Alun-Alun Tastura Praya Lombok Tengah, Rabu (1/2). Ribuan santri yang mengkuti pawai tersebut tidak menyerah dan tetap bertahan meskipun hujan mendera di tengah-tengahnya.

Bupati Lombok Tengah TGH Suhaili Fadil Tohir mengajak agar warga NU senantiasai istiqamah dalam memperjuangkan nilai-nilai ke-NU-an. "Kita sebagai warga Nahdliyin harus tetap istiqamah," seru Mustasyar PCNU Lombok Tengah ini.

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU

Dia pun berpesan kepada santri agar mengikuti acara sampai akhir. Karena di pengujung acara pawai akan ada pengumuman bagi peserta terbaik dan mendapat hadiah berupa uang pembinaan senilai 10 juta serta ratusan hadiah menarik lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, Ketua PWNU NTB TGH. A. Taqiuddin Mansur mengingatkan bahwa NU di Lombok Tengah menjadi contoh bagi NU di Nusa Tenggara Barat. "Oleh karena itu, mari kita tetap jaga agar Lombok Tengah menjadi ikon bagi NU di Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain bupati, segenap kepala dinas termasuk kepala departemen agama Lombok Tengah juga tampak hadir. Turut serta dalam pawai kali ini ribuan santri perwakilan setiap pesantren dan madrasah di bawah naungan LP Maarif Lombok Tengah. (Samsul Hadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

ArrahmahMedia.Com

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

ArrahmahMedia.Com

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Aswaja, Warta ArrahmahMedia.Com

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Bandung, ArrahmahMedia.Com - H Eman Suryaman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyatakan bahwa teror bom seperti ini sudah biasa terjadi. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan yang dimaklumi. Sebab menurut Eman Suryaman, aksi terorisme itu bukan saja merugikan nyawa manusia, melainkan juga merugikan perekonomian, lingkungan dan beban psikologis yang berat bagi keluarga korban, termasuk merusak sendi-sendi bangunan sosial-kemasyarakatan.

“Pemerintah dalam hal ini harus segera bertindak untuk lebih waspada. Baru saja kami kemarin (Rabu, 13 Januari 2016) berkoordinasi dengan kepolisian Kapolda Jawa Barat di Bandung membicarakan potensi-potensi gerakan radikal di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Tiba-tiba hari ini aksi terorisme sudah terjadi. Kami menyayangkan hal tersebut, turut berduka pada keluarga korban, dan menyerukan kepada kepolisian, militer dan organisasi sosial kemasyarakatan untuk segera merapatkan barisan guna menanggulangi teorisme,” katanya dalam release yang dikirimkan ke ArrahmahMedia.Com.

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya, terorisme ini bisa merajalela jika tidak dicegah secara bersama-sama. Sebagai problem masyarakat, problem semua ajaran agama, terorisme harus ditanggulangi sebelum terus melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang. Memerosotkan sendi-sendi kebangsaan dan sendi-sendi kenegaraan.

Khusus untuk Wilayah Jawa Barat, PWNU menghimbau agar pihak kepolisian lebih tanggap, lebih cermat dan lebih serius menanggulangi aksi-aksi teror ini. “Pak Gubernur Jawa Barat saya harapkan lebih serius memimpin penanggulangan aksi teror ini. Sebab jika tidak, Jawa Barat bisa menjadi ajang permainan-permainan politik garis ekstrem yang akan merusak sosial-politik di Jawa Barat.”

ArrahmahMedia.Com

Dinilainya selama ini Jawa Barat sangat lapang bagi masuknya paham ekstremis Islam dan sampai pada faktanya Jawa Barat menjadi provinsi yang intoleran.?

ArrahmahMedia.Com

“Pak Gubernur Ahmad Heryawan pasti memperhatikan hal tersebut dan yang lebih penting lagi adalah melakukan tindakan yang cepat dan tanggap. Jangan lambat karena dari PWNU Jawa Barat dan PBNU juga mendapatkan banyak informasi gerakan-gerakan Islam radikal alumni Timur-tengah yang berafiliasi ke ISIS mulai kembali ke tanah Air,” imbuhnya.

Yang lebih mengerikan lagi, banyak alumni Timur-Tengah yang berasal dari Jawa Barat dan sudah kembali ke Jawa Barat, dan juga sebagian lagi yang bukan berasal dari Jawa Barat juga beroperasi di Jawa Barat.?

“Data-data di PBNU terus mengalami perkembangan, dan kami berharap dari pihak pemerintah, intelijen, kepolisian dan LSM bisa memberikan masukan-masukan kepada PBNU atau PWNU di seluruh Indonesia. Terlepas apakah tindakan bom tersebut terkait dengan ISIS atau tidak, yang jelas, alumni-alumni Timur Tengah yang sekarang sudah menjadi bagian dari kelompok ekstremis itu akan sangat membahayakan bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepada internal pengurus Nahdlatul Ulama se Jawa Barat ia mengharapkan mereka untuk segera konsolidasi internal di masing-masing kepengurusan dari tingkat Pengurus Cabang hingga tingkat ranting. Selain koordinasi dengan sesama pengurus internal, juga harus segera menjalin hubungan dengan organisasi lain, seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan organisasi-organisasi lintas agama.?

Hal tersebut harus dilakukan karena masalah terorisme ini bukan semata masalah politik, melainkan sebuah bencana yang kapan saja di mana saja bisa menimpa masyarakat.

“Semoga Allah Swt melindungi kita semua. Dan bangsa ini bisa selamat dari bencana terorisme. Tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan apalagi bunuh diri, terlebih membunuh nyawa yang tidak berdosa.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Sumenep, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meneguhkan wasiat salah seorang pendiri yang juga mustasyar pertama NU, KH Raden Asnawi Kudus.

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Demikian ditegaskan Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen pada pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Kota di Masjid Raudlatur Rahman, Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Sumenep, Selasa (5/1) malam. Pelantikan ini juga dikemas dengan tasyakuran Maulid Nabi.

"Bercerminlah pada kaca benggala, wajahmu bagus atau tidak. Ketika kamu melihat ada orang salah, kamu menyalahkan (dan) menjelekkan. (seharusnya) kamu malu mengaku jempolan, (padahal) mengajimu kurang fasih dan amburadul," kata M Muhri Zaen menirukan wasiat KH Raden Asnawi Kudus.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Sumenep Hanto Sudarto menyatakan sangat berterima kasih kepada PC GP Ansor Sumenep. Menurutnya, wasiat KH Raden Asnawi Kudus menjadi cambuk baginya untuk selalu berbenah diri sebelum membenahi orang lain.

"Wasiat tersebut bisa dianalogikan supaya kita tidak seperti lilin, menerangi sekitar tapi dirinya terbakar," terangnya. (Hairul Anam/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Ulama, Warta ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock