Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mustolih Siroj mengungkapkan ada banyak perspektif dan undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi. Sayangnya, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui hal tersebut.

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

“Kalau filantropi mengarah pada keagamaan khususnya Muslim diatur oleh UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Itu juga ada turunannya, karena ada PP Nomor 14 Tahun 2014. Karena leading sector-nya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), maka ada peraturan-peraturan Baznas,” kata Mustolih kepada ArrahmahMedia.Com seusai mengisi acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) di Saung Cendol Huis, Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad (26/2).

Ia melanjutkan, filantropi untuk non-Muslim diatur UU Nomor 9 Tahun 1961 beserta turunannya tentang pengumpulan uang dan barang. Demikian juga untuk wakaf, kebencanaan, penanganan fakir miskin, juga ada undang-undang dan regulasinya.

ArrahmahMedia.Com

Karena itu, katanya, undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi sebenarnya sangat kuat. Kuatnya undang-undang yang mengatur filantropi perlu diketahui masyarakat, karena lembaga filantropi melakukan pengumpulan donasi publik.

ArrahmahMedia.Com

“Ini juga untuk melindungi donatur agar lebih tenang dalam penyaluran dananya,” tegasnya.

Mustolih menambahkan, lembaga filantropi juga dituntut untuk semakin kredibel dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Infomasi Publik. Apabila lembaga filantropi semakin kredibel dan transparan, masyarakat akan semakin percaya.

“Tulang punggung dan pilar utama penyelenggaraan filantropi itu trust, kepercayaan. Kalau tidak punya itu ya tidak profesional. Karena ketika masyarakat tidak percaya apa gunanya ada lembaga-lembaga itu?” lanjut Mustolih.

Terkait dengan hal itu, ia menilai NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) sudah mulai bergerak menjadi lembaga yang kredibel dan transparan, dan menyesuaikan diri dengan undang-udang filantropi yang berlaku.

“NU Care-LAZISNU yang diberi izin Kemenag, salah satu pertimbangannya adalah transparansi dalam laporan keuangan, lalu penerima manfaat dan spektrumnya seperti apa. Kalau lembaga ZIS tidak transparan dalam audit juga tidak akan dipercaya, dan itu membahayakan mereka sendiri,” ungkapnya.

Ia mendorong NU Care LAZISNU juga memperkuat kepercayaan masyarakat dengan mengaplikasikan UU nomor 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.

Masyarakat berhak mengetahui pengelolaan zakat, keuangannya seperti apa, pengelolaan SDM seperti apa, lalu audit keuangan, pembagian antara asnaf yang 8, juga menjadi hal yang nantinya menjadi penilaian dan kepercayaan publik.

“NU kan umatnya banyak. Tidak ada alasan untuk tidak transapran dalam pelaporan LAZISNU. Langkah penyempurnaan laporan, misalnya bagaimana annual report yang lengkap dan komperhansif setiap tahun agar dinilai masyarakat,” pungkas Mustolih. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Respon Sejumlah Jamaah Terkait Ceramah Maulid Kiai Said

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid dan Halaman Gedung PBNU dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta, (3/12) malam. Masyarakat berdatangan sejak maghrib. Tak kurang dari dua ribu jamaah diperkirakan menjadi saksi dan terlibat langsung dalam acara ini.

Respon Sejumlah Jamaah Terkait Ceramah Maulid Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Respon Sejumlah Jamaah Terkait Ceramah Maulid Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Respon Sejumlah Jamaah Terkait Ceramah Maulid Kiai Said

Sebelum menyimak ceramah, jamaah dihibur dengan penampilan grup hadrah Ashabul Kahfi, yang membawakan sejumlah lagu-lagu salawatan. Riwayat Nabi Muhammad pun tak lupa dibacakan. Hati jamaah yang hadir dan terus berdatangan, melebur dalam salawat, ditandai dengan khusuknya mereka mendengarkan salawat dan pembacaan riwayat Nabi, bahkan sesekali mulut mereka ikut menyuarakan salawat dan riwayat tersebut.

Antusiasme jamaah juga terjadi saat Ketum PBNU, KH Said Aqil Sirodj menyampaikan ceramah. Mereka duduk rapi dan tenang menyimak taushiyah kiai asal Cirebon tersebut.?

(Baca: Penduduk Yatsrib Lapang Dada kepada Pendatang)

Seusai acara, ArrahmahMedia.Com berkesempatan mewawancarai sejumlah jamaah. Khorimah (38) mengatakan dengan mengikuti acara tersebut hatinya lebih terbuka oleh isi ceramah Kiai Said.

ArrahmahMedia.Com

“Materi ceramahnya sangat bagus. Yang menarik adalah tentang Islam Nusantara. Perhatian Kiai Said ke rakyat sangat luas. Tidak hanya keagamaan, tapi juga kebangsaan,” kata Khorimah.

Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Khairun (48) menilai ceramah tersebut sangat baik. “Ceramah Kiai Said tidak mengandung muatan politik, jadi bisa mendidik dari generasi muda sampai lansia,” kata Khairun yang mengatakan ia dan jamaah di lingkungannya sering mengikuti pengajian di PBNU.

(Baca: Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said)

Adapun Tarik Majid, mahasiswa Semester 1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan pengajian dalam rangka peringatan maulid Nabi termasuk acara yang sagat positif.

ArrahmahMedia.Com

“Peringatan Maulid Nabi harus selalu dijaga, mengingat ini merupakan hal yang sangat penting. Apalagi di dalamanya disampaikan nilai-nilai bagaimana menjaga keutuhan NKRI,” kata mahasiwa Jurusan Tarbiyah itu.

Bagi Tarik, sebagai anak muda, peringatan Maulid Nabi dan ceramah Kiai Said merupakan sebuah motivasi yang harus dilaksanakan generasi muda, karena kita saat ini sedang berada pada zaman penuh provokasi.

“Kita gerenarasi muda jangan mudah terbawa pada ajaran yang macam-macam, dan ? harus tetap menjaga NKRI,” kata anak muda asal Tegal Jawa Tengah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional ArrahmahMedia.Com

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Bandung, ArrahmahMedia.Com - H Eman Suryaman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyatakan bahwa teror bom seperti ini sudah biasa terjadi. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan yang dimaklumi. Sebab menurut Eman Suryaman, aksi terorisme itu bukan saja merugikan nyawa manusia, melainkan juga merugikan perekonomian, lingkungan dan beban psikologis yang berat bagi keluarga korban, termasuk merusak sendi-sendi bangunan sosial-kemasyarakatan.

“Pemerintah dalam hal ini harus segera bertindak untuk lebih waspada. Baru saja kami kemarin (Rabu, 13 Januari 2016) berkoordinasi dengan kepolisian Kapolda Jawa Barat di Bandung membicarakan potensi-potensi gerakan radikal di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Tiba-tiba hari ini aksi terorisme sudah terjadi. Kami menyayangkan hal tersebut, turut berduka pada keluarga korban, dan menyerukan kepada kepolisian, militer dan organisasi sosial kemasyarakatan untuk segera merapatkan barisan guna menanggulangi teorisme,” katanya dalam release yang dikirimkan ke ArrahmahMedia.Com.

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya, terorisme ini bisa merajalela jika tidak dicegah secara bersama-sama. Sebagai problem masyarakat, problem semua ajaran agama, terorisme harus ditanggulangi sebelum terus melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang. Memerosotkan sendi-sendi kebangsaan dan sendi-sendi kenegaraan.

Khusus untuk Wilayah Jawa Barat, PWNU menghimbau agar pihak kepolisian lebih tanggap, lebih cermat dan lebih serius menanggulangi aksi-aksi teror ini. “Pak Gubernur Jawa Barat saya harapkan lebih serius memimpin penanggulangan aksi teror ini. Sebab jika tidak, Jawa Barat bisa menjadi ajang permainan-permainan politik garis ekstrem yang akan merusak sosial-politik di Jawa Barat.”

ArrahmahMedia.Com

Dinilainya selama ini Jawa Barat sangat lapang bagi masuknya paham ekstremis Islam dan sampai pada faktanya Jawa Barat menjadi provinsi yang intoleran.?

ArrahmahMedia.Com

“Pak Gubernur Ahmad Heryawan pasti memperhatikan hal tersebut dan yang lebih penting lagi adalah melakukan tindakan yang cepat dan tanggap. Jangan lambat karena dari PWNU Jawa Barat dan PBNU juga mendapatkan banyak informasi gerakan-gerakan Islam radikal alumni Timur-tengah yang berafiliasi ke ISIS mulai kembali ke tanah Air,” imbuhnya.

Yang lebih mengerikan lagi, banyak alumni Timur-Tengah yang berasal dari Jawa Barat dan sudah kembali ke Jawa Barat, dan juga sebagian lagi yang bukan berasal dari Jawa Barat juga beroperasi di Jawa Barat.?

“Data-data di PBNU terus mengalami perkembangan, dan kami berharap dari pihak pemerintah, intelijen, kepolisian dan LSM bisa memberikan masukan-masukan kepada PBNU atau PWNU di seluruh Indonesia. Terlepas apakah tindakan bom tersebut terkait dengan ISIS atau tidak, yang jelas, alumni-alumni Timur Tengah yang sekarang sudah menjadi bagian dari kelompok ekstremis itu akan sangat membahayakan bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepada internal pengurus Nahdlatul Ulama se Jawa Barat ia mengharapkan mereka untuk segera konsolidasi internal di masing-masing kepengurusan dari tingkat Pengurus Cabang hingga tingkat ranting. Selain koordinasi dengan sesama pengurus internal, juga harus segera menjalin hubungan dengan organisasi lain, seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan organisasi-organisasi lintas agama.?

Hal tersebut harus dilakukan karena masalah terorisme ini bukan semata masalah politik, melainkan sebuah bencana yang kapan saja di mana saja bisa menimpa masyarakat.

“Semoga Allah Swt melindungi kita semua. Dan bangsa ini bisa selamat dari bencana terorisme. Tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan apalagi bunuh diri, terlebih membunuh nyawa yang tidak berdosa.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Usai membuka Muktamar Jamiyah Thoriqoh Annahdiyah (JATMAN) Pekalongan, Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Tegal, Senin (15/1) siang ini.

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal

Dari rilis agenda yang diperoleh ArrahmahMedia.Com, diperkirakan pukul 13.30 WIB helikopter RI-1 tiba di Stadion GOR Trisanja Slawi disambut Bupati Tegal dan istri, Kapolres, Dandim dan Danbrig Dewa Ratna yang juga beserta istri dan sejumlah pejabat lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin mengatakan, sesampainya di Slawi rombongan Presiden akan menuju warung Sate Batibul “Bang Awi” Adiwerna untuk makan siang dan berdialog bersama 30 orang perwakilan nelayan Kabupaten Tegal yang terdiri dari 15 org dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan 15 orang dari Serikat Nelayan Indonesia (SNI).

"Daru Warung Sate Batibul Presiden menuju Lapangan Dukuhsalam Kecamatan Slawi untuk menyerahkan 5.500 sertipikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau publik lebih mengenalnya dengan PRONA," ujarnya

Menurut Zaenal, dari keseluruhan penerima sertipikat tanah tersebut, 3.000 orang berasal dari Kab.Tegal, 1.000 orang dari Brebes, 1.000 orang dari Pemalang, dan 500 orang dari Kota Tegal. 

ArrahmahMedia.Com

Adapun mobilisasi peserta penerima sertipikat dikoordinir langsung oleh Kementerian ATR/BPN dgn menggunakan armada 100 bus dimana parkirnya akan diarahkan di Terminal Dukuhsalam.

"Setibanya di Lapangan Dukuhsalam, RI-1 akan disambut Tari Topeng Endel (durasi 5 menit) yang akan dibawakan oleh 6 orang siswi sebagai tari selamat datang di Kabupaten Tegal," imbuhnya.

Selanjutnya dari Lapangan Dukuhsalam, Jokowi akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Banjar Patroman Provinsi Jawa Barat melalui rute Jl. Raya Slawi-Balapulang-Margasari menuju arah Purwokerto-Cilacap.

ArrahmahMedia.Com

Direncanakan pula, Jokowi akan meninjau hasil fisik pembangunan dari pendanaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Syariah, Internasional, Budaya ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Tanjungpinang, ArrahmahMedia.Com. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, menegaskan warga NU harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, namun tidak mengubah pemahaman organisasi yang didirikan pada 1925 itu.

"Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun," kata dia, saat memberi kata sambutan pada pengukuhan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang 2014-2019, di Tanjungpinang, Jumat.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Dia mengatakan NU terancam pengaruh negatif sehingga warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yaitu ajaran Islam. 

ArrahmahMedia.Com

"NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak," katanya.

Muzadi yang juga angggota Dewan Pertimbangan Presiden mengatakan warga NU harus dapat menggunakan teknologi tinggi tapi tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

ArrahmahMedia.Com

"Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju," ujarnya. Dia mengemukakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan memberi kritikan yang konstruktif.

Contohnya, NU mendukung UU Antikorupsi yang sejalan dengan ajaran Islam. "Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik," katanya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam.

"Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Internasional, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Haji Abu Bakar Aceh

Cendekiawan terkenal dari Aceh, dan juga penulis buku-buku keagamaan, filsafat dan kebudayaan. Di antaranya telah menghasilkan karya magnum opus berjudul Sedjarah H.H.A. Wachid Hasjim dan Karangan Tersiar, terdiri dari 975 halaman, terbit pada tahun 1957, khusus untuk memperingati empat tahun wafatnya Kiai Wahid Hasyim.?

Lahir dengan nama Abu Bakar pada 18 April 1909 di Peureumeu, Kabupaten Aceh Barat, dari pasangan ulama. Ayahnya adalah Teungku Haji Syekh Abdurahman. Ibunya bernama Teungku Hajjah Naim. Wafat pada 18 Desember 1979 di Jakarta, dan dimakamkan di Pemakaman Karet Jakarta.?

Haji Abu Bakar Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Abu Bakar Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Abu Bakar Aceh

Tambahan “Aceh” di belakang namanya merupakan pemberian Presiden Sukarno yang kagum akan keluasan ilmu putra Aceh ini. “Ensiklopedia Berjalan” adalah sebutan teman-temannya tentang hakikat ilmu pengetahuannya.

Sejak kecil belajar di beberapa dayah terkenal di Aceh. Di antaranya di dayah Teungku Haji Abdussalam Meuraxa, dan pada dayah Manyang Tuanku Raja Keumala di Peulanggahan di Kutaraja (Banda Aceh). Juga belajar di Volkschool di Meulaboh, dan di Kweekschool Islamiyah di Sumatera Barat. Kemudian pindah ke Yogyakarta, dan Jakarta. Menguasai sejumlah bahasa asing, seperti Jepang, Belanda, Inggris, Arab, dan sebagian Perancis dan Jerman.?

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Di masa-masa mudanya aktif di sjeumlah ormas dan partai. Pada 1923 aktif di Sarekat Islam di Aceh Barat, pada 1924 di Muhammadiyah, dan di Partai Masyumi sejak 1946. Di masa kepemimpinan Menteri Agama KH. Wahid Hasyim, Abu Bakar Aceh bekerja di Departemen Agama, membantu menteri dalam urusan penataan pelayanan haji.?

Selanjutnya, dipercaya oleh Kiai Wachid memimpin jamaah haji ke Mekah pada 1953. Karena keluasan ilmu dan kacakapannya dalam tulis-menulis, ia dipercaya mengomandani bidang publikasi Departemen Agama, sebelum kemudian menjadi staf ahli Menteri Agama.?

Setelah Pemilu 1955, ia yang dikenal tawadlu dan tidak suka menonjolkan diri itu masuk menjadi anggota Konstituante mewakili Partai NU.

Setelah Kiai Wahid wafat pada 18 April 1953, Abu Bakar Aceh langsung mengambil inisiatif untuk menulis biografi dan pemikiran Kiai Wahid, sebagai penghormatan kepada tokoh NU itu. Empat tahun kemudian, buku itu terbit di Jakarta (kini sudah dicetak ulang pada 2011 oleh Panitia 1 Abad KH Wahid Hasyim).

Pengalamannya dalam menulis buku tentang Kiai Wahid ini dimulai pada waktu Menteri Agama KH Masjkur, pengganti Kiai Wahid, menggelar acara peringatan setahun wafatnya Kiai Wahid dengan menyerahkan lukisan tentang Kiai Wahid kepada Nyonya Solehah, sang isteri dan juga ibu Abdurrahman Wahid. Kemudian dibentuklah panitia peringatan, yang salah satunya berbentuk penerbitan biografi beliau. Dan Abu Bakar, selaku Kepala bagian Penerbitan Kementerian Agama, ditunjuk sebagai penulis.

Abu Bakar dikenal tekun menggarap penulisan biografi tersebut. Ia bekerja siang dan malam, menghubungi para keluarag Kiai Wahid, hingga mengumpulkan foto-foto dan tulisan-tulisan yang pernah dimuat media. Salah seorang yang dihubungi untuk memperkaya bahan-bahan tersebut Kiai Abdul Karim Hasyim (dikenal Akarhanaf), adik Kiai Wahid.?

Setelah setahun mengumpulkan semuanya, ia mulai menulis, hingga menjadi buku seperti sekarang. Buku ini menunjukkan keluasan dan kedalaman pengetahuan Abu Bakar tentang pesantren dan dunia ulama.?

Kedekatan dan keakrabannya dengan kalangan reformis-modernis selama di Yogyakarta, tidak menghalanginya juga untuk membangun suasana harmonis dengan komunitas pesantren. Dalam sejumlah tulisannya, Abu Bakar menunjukkan kekagumannya dan bahkan menimba banyak dari tradisi keilmuan pesantren.?

Dalam satu tulisannya, “Kebangkitan Dunia Baru Islam di Indonesia”, untuk satu bab buku terjemahan Stoddard, Dunia Baru Islam (1966), ia menunjukkan kontribusi masing-masing, yang reformis-modernis-tradisi maupun Kaum Tua-Kaum Muda, bagi kemerdekaan Indonesia. Semua tulisan diarahkan pada pendekatan rekonsiliasi, titik temu dan pencarian sintesa-sintesa baru bagi kemajuan dan pengumpulan kekuatan bangsa ini. Isi tulisan macam ini tidak kita temukan pada sejumlah sarjana Indonesia didikan Amerika, Eropa maupun Australia, yang selalu mencari titik lemah pada komunitas pesantren, pengumpulan titik kelemahan bangsa ini, serta penonjolan titik-titik tengkar di antara berbagai komponen bangsa ini.?

Beberapa karya Abu Bakar Aceh lainnya: Sejarah Al-Quran, Tekhnik Khutbah, Sejarah Ka’bah, Perjuangan Wanita Islam, Kemerdekaan Beragama, Sejarah Mesjid, Pengantara Sejarah Sufi dan Tasawuf, Pengantar Ilmu Tharikat, Perbandingan Mazhab Ahlussunnah Waljamaah.?

Selain itu juga menerjemahkan beberapa karya para penulis Eropa dan orientalis tentang sejarah Aceh ke dalam bahasa Indonesia. Menulis dalam bahasa Aceh buku pelajaran untuk sekolah-sekolah Aceh masa kolonial, seperti Meutia dan Lhee Saboh Nang, dan juga membantu penyusunan kamus Aceh, Groot Atjehsch Woordenboek, yang dibuat oleh Husein Djajadiningrat. (Ahmad Baso)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Internasional ArrahmahMedia.Com

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com. Akibat dengan pengendapan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah Pusat seluruh warga Indonesia merasakannya diantaranya pegawai negeri yang harus puasa gaji.

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah

Dengan adanya pengendapan itu warga Tasikmalaya, Jawa Barat dihadapkan lagi dengan pernyataan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Senin (29/8), ia menyatakan untuk menutupi pengendapan ini akan menjual Aset Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya.

Pernyataan itu mendapatkan kecaman dan berbagai perspektif dari berbagai kalangan di Kabupaten Tasikmalaya baik di dunia nyata dan dunia Maya, tak terkecuali dari Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya, Fikri Nursamsi saat ditemui ArrahmahMedia.Com di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Raya Timur No.505 Badak Paeh Singaparna, Tasikmalaya.

Ia menuturkan bahwa Masalah kegalauan di kabupaten Tasikmalaya terkait pengendapan DAU yang dilakukan oleh pemeritah pusat yang tadinya untuk belanja langsung dan tidak langsung, salah satunya untuk gaji PNS dan tunjangangannya itu menimbulkan permasalahan di daerah.

Terkait perkataan Bupati Tasikmalaya yang rencananya akan menjual aset Kota Tasikmalaya dia mengatakan, itu pemikiran buntu yang tidak boleh dilakukan pemerintah daerah demi terpenuhinya memberi gaji dan tunjangan untuk PNS.

ArrahmahMedia.Com

“Kami berharap pemerintah jangan mengkambinghitamkan gaji PNS untuk menjual aset, kami takut ada faktor lain dalam penjualan aset ini,” ujar Nursamsi.

Jika memang pemerintah kesulitan menghadapi situasi ini, banyak ada cara lain yang bisa dilakukan, misal pemotongan tunjangan dan perjalanan dinas untk 3 bulan. Itu bisa mengurangi beban pemerintah daerah dan memperkecil pinjaman ke Bank BJB.?

“Adapun terkait gaji dan tujangang PNS, seharusnya pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terbuka berapa yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, biar masyarakat tau berapa yang harus dipinjamkan ke Bank BJB,” tutupnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Internasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock