Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh

Banda Aceh, ArrahmahMedia.Com. Warga minta kepada pihak Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah (WH) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) agar sosialisasi seputar salat Jumat lebih diperketat kembali, karena masih banyak umat Islam, khususnya laki-laki tidak melaksanakan ibadah wajib tersebut.

Lia, seorang warga Lamgugop di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan, seharusnya pihak Dinas Syariat Islam dan WH Aceh lebih memperketat sosialisasi salat Jumat, karena selama ini lebih banyak sosialisasi untuk perempuan saja, baik masalah baju ketat maupun pacaran, sementara untuk laki-laki, khususnya salat Jumat sangat minim.

"Mereka lebih memperhatikan masalah khalwat dan minuman keras, padahal kita semua tahu bahwa hukum salat Jumat bagi laki-laki adalah wajib. Saya berharap agar Dinas Syariat Islam dan WH lebih memperhatikan hal itu," katanya.

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh melalui Kabag Humasnya, Wirzaini Usman mengatakan, semua pihak harus bertanggung jawab dalam hal ini, misalnya pihak keluarga harus menjaga anaknya ketika waktu salat tiba dan ini bukan semata-mata tugas WH saja akan tetapi kewajiban bersama demi penegakan Syariat Islam.

Ia juga menyebutkan, selama ini pihaknya bukan menyepelekan masalah salat Jumat, akan tetapi perbuatan maksiat yang menjurus kepada zina atau pakaian ketat lebih banyak bahayanya daripada orang-orang yang tidak salat.

ArrahmahMedia.Com

Disebutkan, orang-orang yang tidak shalat tidak ada pengaruhnya bagi orang lain, akan tetapi jika ada seorang wanita yang memakai pakaian ketat maka akan menimbulkan fitnah dan bisa menimbulkan dosa bagi orang lain dan khususnya laki-laki dan dari itulah timbul perzinaan dan bisa jadi pemerkosaan.

"Sejauh ini pihak kami juga telah melakukan sosialisasi setiap Jumat dengan cara mengimbau masyarakat, khususnya laki-laki agar melaksanakan salat Jumat ketika sampai waktunya yaitu dengan patroli rutin yang disebut siaran keliling Jumat," katanya.

"Kalau seandainya ada masyarakat yang kedapatan meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut maka kita juga akan memberikan sanksi berupa cambuk atau dipenjara selama enam bulan. Untuk ke depan kita akan meningkatkan sosialisasi dan WH, khususnya personil perempuan akan bekerja sama dengan Polwan Poltabes untuk turun ke lapangan mengatasi masalah ini," ujarnya. (ant/ndi)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Quote, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Rabu, 21 Februari 2018

"Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI"

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di Jakarta, Selasa (26/9) menegaskan, permasalahan sampah menarik dibahas daripada politik.

Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI"

"Ngurusi sampah lebih bermanfaat daripada ngurusi Pilkada DKI. Siapa pun yang jadi biarkan saja, sampah ini harus ada yang mengurus," ujar alumni Pesantren Lirboyo lagi.

Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdalatul Ulama (PP LPBINU) menggelar Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020, di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

"Saya mengapresiasi upaya LPBI NU yang menyelenggarakan gerakan peduli lingkungan bersih seperti ini," kata Kiai Said lagi.

ArrahmahMedia.Com

Apresiasi senada juga disampaikan Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih. Bahkan, pihaknya berencana menjalin kerja sama lebih intensif dengan LPBINU.?

Bekerja sama dengan NU, kata Kiai Said, biasanya menghasilkan hal positif. Contohnya pelaksanaan program KB pada masa Orde Baru yang sempat tersendat akhirnya cukup sukses setelah para kiai bersuara melalui forum kajian kitab kuning Bahtsul Masail.?

"Jadi Insyaallah, setiap kerja sama dengan NU juga tidak ada tendensi politik. Tapi murni untuk kebaikan," pungkas Kiai Said.

ArrahmahMedia.Com





Kali ini LPBINU mengampanyekan Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 melalui pemberdayaan sampah plastik bernama ecobrick, yakni program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dipadati sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain.? (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hikmah, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Jumat, 16 Februari 2018

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mustolih Siroj mengungkapkan ada banyak perspektif dan undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi. Sayangnya, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui hal tersebut.

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

“Kalau filantropi mengarah pada keagamaan khususnya Muslim diatur oleh UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Itu juga ada turunannya, karena ada PP Nomor 14 Tahun 2014. Karena leading sector-nya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), maka ada peraturan-peraturan Baznas,” kata Mustolih kepada ArrahmahMedia.Com seusai mengisi acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) di Saung Cendol Huis, Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad (26/2).

Ia melanjutkan, filantropi untuk non-Muslim diatur UU Nomor 9 Tahun 1961 beserta turunannya tentang pengumpulan uang dan barang. Demikian juga untuk wakaf, kebencanaan, penanganan fakir miskin, juga ada undang-undang dan regulasinya.

ArrahmahMedia.Com

Karena itu, katanya, undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi sebenarnya sangat kuat. Kuatnya undang-undang yang mengatur filantropi perlu diketahui masyarakat, karena lembaga filantropi melakukan pengumpulan donasi publik.

ArrahmahMedia.Com

“Ini juga untuk melindungi donatur agar lebih tenang dalam penyaluran dananya,” tegasnya.

Mustolih menambahkan, lembaga filantropi juga dituntut untuk semakin kredibel dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Infomasi Publik. Apabila lembaga filantropi semakin kredibel dan transparan, masyarakat akan semakin percaya.

“Tulang punggung dan pilar utama penyelenggaraan filantropi itu trust, kepercayaan. Kalau tidak punya itu ya tidak profesional. Karena ketika masyarakat tidak percaya apa gunanya ada lembaga-lembaga itu?” lanjut Mustolih.

Terkait dengan hal itu, ia menilai NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) sudah mulai bergerak menjadi lembaga yang kredibel dan transparan, dan menyesuaikan diri dengan undang-udang filantropi yang berlaku.

“NU Care-LAZISNU yang diberi izin Kemenag, salah satu pertimbangannya adalah transparansi dalam laporan keuangan, lalu penerima manfaat dan spektrumnya seperti apa. Kalau lembaga ZIS tidak transparan dalam audit juga tidak akan dipercaya, dan itu membahayakan mereka sendiri,” ungkapnya.

Ia mendorong NU Care LAZISNU juga memperkuat kepercayaan masyarakat dengan mengaplikasikan UU nomor 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.

Masyarakat berhak mengetahui pengelolaan zakat, keuangannya seperti apa, pengelolaan SDM seperti apa, lalu audit keuangan, pembagian antara asnaf yang 8, juga menjadi hal yang nantinya menjadi penilaian dan kepercayaan publik.

“NU kan umatnya banyak. Tidak ada alasan untuk tidak transapran dalam pelaporan LAZISNU. Langkah penyempurnaan laporan, misalnya bagaimana annual report yang lengkap dan komperhansif setiap tahun agar dinilai masyarakat,” pungkas Mustolih. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Februari 2018

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Nama lengkapnya adalah KH Muhammad Masruri Abdul Mughni. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog, yang lebih dikenal Al Hikmah Bumiayu.? Masyarakat memanggilnya Abah Yai Masruri Mughni. Lahir di Desa Benda pada 23 Juli 1943, putra pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan H Abdul Mughni dan Hj Maryam, Abah adalah cucu KH Kholil bin Mahalli, salah satu muassis (pendiri) Pesantren Al Hikmah.

Abah hidup di lingkungan pesantren yang didirikan oleh sang kakek. Sehingga sejak kecil ia mulai belajar agama langsung di bawah asuhan kakek yang dibantu KH. Suhaemi bin Abdul Mughni (keponakan KH. Kholil) di pesantren tersebut hingga usia 13 tahun. Ketika menginjak usia 14 tahun, tepatnya pada tahun 1957 ia mulai mondok di Pesantren Tasik Agung Rembang, di bawah asuhan KH Sayuti dan KH Bisri Mushtofa. Ia belajar di pesantren tersebut hanya sekitar dua tahun, yakni sampai tahun 1959.

Setelah itu ia hijrah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, yang saat itu salah satu pengasuhnya adalah KH. Wahab Hasbullah tokoh penggerak Nahdlatul Ulama pada saat itu. Selain nyantri, ia juga aktif tabarukan atau mengaji di beberapa pesantren di Indonesia, seperti belajar pada Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang.

Sejak muda, Abah dikenal telah memiliki jiwa kepemimpinan dan selalu dituakan oleh orang- orang di sekitarnya. Di pesantren Tambak Beras dalam usia yang relatif muda, ia telah didaulat oleh para masyakikh untuk menjadi qori’ (pembaca kitab kuning untuk santri).

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Menurut KH Mukhlas Hasyim, seorang guru penulis, pada saat itu Abah sebetulnya masih punya cita-cita ingin sekali melanjutkan nyantri di Pesantren di daerah Pacitan Jawa Timur dan Pesantren di daerah Magelang Jawa Timur. Hanya saja ketika itu, ia diminta kakeknya untuk segera pulang membantu mengajar di Pesantren Al Hikmah, karena pada saat itu sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya keinginan tersebut tidak terlaksana, karena pada tahun tersebut juga, yakni tahun 1965 dalam usia 22 tahun ia dinikahkan dengan Adzkyah binti KH Kholil yang waktu itu masih berusia 18 tahun. Dan sejak saat itulah rutinitasnya adalah mengajar.

Figur Murobbi Sejati

ArrahmahMedia.Com

Sejak pulang dari nyantri di Tambak Beras Jombang, setiap hari Abah harus berjalan kaki cukup jauh untuk mengajar, karena pada saat itu letak asrama dan kelas untuk mengaji sekitar 2 km. Kadang dalam satu hari ia harus pulang pergi beberapa kali untuk mengajar. Sampai pada akhirnya ada wali santri yang datang khusus ke ndalem menitipkan putri-putri mereka untuk belajar atau nyantri di ndalem, karena saat itu ia belum memiliki kamar atau asrama untuk santri. Atas saran dari guru di Tambak Beras Jombang akhirnya ia mendirikan Asrama Pesantren Putri yang sekarang dikenal dengan Pesantren Al Hikmah 2.

Dengan adanya santri yang tinggal di rumahnya, aktifitas mengajar Abah bertambah. Di samping di asrama lama yakni di komplek Masjid Jami’ desa Benda – yang sekarang Al Hikmah 1 – serta di ndalem. Namun setelah mulai agak sepuh dan sibuk dengan amanah umat yang diberikan kepada Abah seperti di Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi lainnya, pengajian dilaksanakan di ndalem dan masjid An Nur Komplek Putri.

ArrahmahMedia.Com

Dengan segudang kesibukan, Abah selalu istiqomah mengaji, walaupun dalam waktu yang cukup singkat. Ketika tidak ada kesibukan keluar, dari pagi sampai malam aktifitasnya diisi dengan kegiatan mengajar berbagai fan ilmu seperti tafsir, hadist, tasawuf, faraidl, mawaris, dan fan ilmu lainnya. Aktifitas tiap harinya ditutup dengan mengajar kitab tasawuf Ihya Ulumudin untuk santri senior sampai tengah malam. Dalam setiap pengajian, tak pernah terbersit sedikit pun kesan capek dan lelah dari seorang Abah. Meski baru sepulang dari bepergian sekalipun, Abah selalu terlihat bersemangat dalam membacakan kitab yang diajarkannya.

Dalam kesehariannya, Abah adalah seorang murabbi (pendidik) yang alim, murah senyum, pembawaanya luwes, memiliki tanggung jawab tinggi, dekat dengan semua orang dan penuh dengan keteladanan. Bagi Abah Yai, transformasi ilmu tak hanya sebatas teoritikal belaka, tapi setiap ilmu mesti diajarkan lewat keteladanan nyata. Para santri tiap hari menjadi saksi, bagaimana keteladanan sosok Abah dalam setiap sendi kehidupan. Abah selalu berupaya memberikan teladan pertama dalam setiap hal, besar ataupun kecil.

Abah adalah seorang yang tak pernah lelah berjuang untuk umat. Setiap detik waktu, ia gunakan untuk berjuang di jalan Allah. Di tengah padatnya jadwal, sebagai Rais Syuriah NU Jawa Tengah, pengurus Majelis Ulama Indonesia, Ketua MUI Brebes, dan ketua dewan pengawas Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT), Abah selalu mengedepankan keistiqomahan dalam mendidik para santrinya.

Abah seakan ingin memberikan teladan langsung bagi para santrinya tentang arti dan makna hidup yang sebenarrnya. Seperti yang sering disampaikan di depan ribuan para santrinya ”Innal Hayata ’Aqidatun Wajihadun”. Makna hidup adalah aqidah dan perjuangan. Aqidah Islam yang benar dan mesti diperjuangkan sepanjang hayat dengan mengisi kehidupan untuk mencari ridha Allah Subhanu Wata’ala semata.

Dalam tataran sosial kemasyarakatan, Abah adalah seorang yang memiliki pembawaan luwes, hangat, dan mampu dekat dengan semua orang. Setiap tamu yang datang di ndalem, jika Abah tidak sedang bepergian pasti ditemui. Abah menyambut para tamu dengan ramah dan penuh kehangatan pukul berapapun juga. Abah selalu berusaha bungahake (membuat senang) tamunya. Abah pun tak segan untuk mengajak setiap tamuanya bersantap bersama di meja makan, jika si tamu kebetulan datang di waktu Abah daharan (makan).

Dalam rangka mengawal keberadaan para alumni, setiap alumni yang sowan ke ndalem, termasuk penulis sering ditanya. Pertanyaan yang pertama disampaikan oleh Abah pasti “Dimana kamu sekarang? Mengajar dimana?” Bagi sebagian orang, pertanyaan ini mungkin sepele. Tapi, ibarat saripati, pertanyaan itu merupakan saripati kehidupan seorang Abah Kiai. Pertanyaan itu menunjukkan betapa ia tak menomorsatukan kesuksesan materi santrinya, ia justru mendorong santrinya untuk pertama-tama melakukan perubahan sosial dengan melakukan sesuatu yang paling mungkin dan paling dekat, yakni mengajar.

Sikap seperti inilah yang sejatinya dimiliki oleh para Kiai, ustadz, guru, dan para pengajar atau pendidik lainnya. Sehingga kalau penulis bisa istilahkan sosok Abah Yai Masruri adalah seorang figur murobbi atau pendidik sejati, yakni figur yang betul-betul mengabdikan hidup dan segala sesuatunya untuk ilmu, santri, dan umat. Sebagai salah satu contoh lagi karena keinginannya yang tinggi untuk terus mengembangkan pesantren, ia tidak pernah mengambil segala bentuk honor yang didapat. Semua dikumpulkan untuk dipergunakan pembangunan Pondok Pesantren. Subhanallah.

Sang Murabbi Sejati dipanggil ke haribaan Allah Swt, Ahad pagi 20 Nopember 2011 di Arab Saudi dalam usia 68 tahun. Setelah dishalati di Masjid Nabawi selepas shalat shubuh, atas permintaan Abah sendiri jenazah disemayamkan di komplek pemakaman Baqi’ di dekat masjid Nabawi bersama istri, para sahabat Rasulullah dan para masyayikh.

?

Ismail Ridlwan

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang dan muqim di Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Nahdlatul, Pendidikan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Tiga Macam Puasa Muharram

Puasa muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan setelah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini merujuk kepada hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Macam Puasa Muharram

Rasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Hadis ini menjelaskan bahwa puasa Muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Karenanya, disunahkan melakukannya bagi yang mampu. Hadis di atas tidak secara spesifik kapan waktu puasa yang dianjurkan, apakah setiap hari atau pada hari tertentu saja di bulan Muharram.

ArrahmahMedia.Com

Terkait hal ini, Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi) menyebutkan:

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Tiga tawaran ini setidaknya menjadi opsi yang baik dalam mengamalkan puasa sunah di bulan Muharram. Kalaupun tidak begitu, bisa saja puasa Senin-Kamis atau puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh) di bulan Muharram bagi mereka yang terbiasa mengamalkannya di bulan lain. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Nahdlatul, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Bekasi, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menginisiasi pertemuan antar organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan setempat, untuk membahas terkait penolakan terhadap wacana Full Day School (FDS) di Gedung NU Centre El-Said, Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/7).

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar penolakan atas Permendikbud No 23 tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Kebijakan Menteri Muhadjir Effendy itu dinilai akan menggerus pelajaran agama bagi pelajar di Indonesia. Selain itu, berpotensi mengancam eksistensi madrasah diniyah dalam hal penguatan keagamaan.

Sekretaris PCNU Kota Bekasi Ayi Nurdin mengatakan, modal awal dari pertemuan itu adalah adanya kesepakatan bersama untuk menolak FDS. Kemudian penolakan itu akan dilalui dengan proses lobi kepada organisasi atau lembaga setempat agar bersama-sama melakukan aksi damai. Minimal, lanjut Ayi, aksi dilakukan di depan kantor pemegang kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan.

"Kita perlu membentuk tim untuk turun aksi dengan dialog terlebih dulu. Kemudian tim melakukan perumusan langkah. Dialog menjadi langkah awal. Berbagai langkah harus cepat, karena ada desakan yang kuat untuk FDS ini segera direalisasikan. Kalau tim sudah siap, kita persiapkan untuk aksi di tingkatan lokal," kata Ayi.

ArrahmahMedia.Com

Dia juga mengatakan agar masing-masing organisasi dan lembaga yang memiliki kepentingan menolak FDS untuk mengumpulkan tanda tangan atau membuat petisi. Kalau perlu, lanjutnya, menyodorkan sebuah lembaran pernyataan sikap kepada Wali Kota Bekasi untuk ditandatangani. Sehingga gelombang penolakan kian besar karena mendapat persetujuan dari pimpinan daerah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru NU (Pergunu) Kota Bekasi Heri Kuswara menyarankan agar jangan hanya melakukan penolakan, tapi juga harus memiliki solusi. Dalam hal ini, ada model baru yang mesti diusulkan ke pemerintah terkait penguatan pendidikan karakter. Sehingga substansi dengan implementasi jam sekolah menjadi tidak nyambung.?

Karena menurutnya, penguatan pendidikan karakter itu tidak ada hubungannya dengan kuantitas jam pelajaran, melainkan didapat dari keteladanan guru yang diberikan kepada murid.

"Jadi, selain unjuk rasa, kita juga harus unjuk gagasan. Kita harus memberikan formula baru. Misal, dengan tidak 5 hari. Atau mungkin 5 hari tapi tidak 8 jam, tapi 6 hari. Jadi, sekalipun FDS berjalan, tetap dibutuhkan adanya kolaborasi dengan madrasah diniyah," ucap pria asal Garut itu.

Selain itu, Ketua PC IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo akan mengumpulkan pernyataan sikap penolakan dari murid madrasah diniyah atau lembaga pendidikan di bawah naungan Pergunu dan Maarif NU. Hal itu dilakukan dengan tujuan mempertahankan pendidikan karakter yang sudah berlangsung sejak lama di madrasah diniyah.

ArrahmahMedia.Com

Akhir-akhir ini, IPNU Kota Bekasi giat mengadakan diskusi internal membahas FDS dan melakukan kajian sebelum turun aksi sebagai bentuk pengimplementasian dari instruksi yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Jadi, selain mendapat intstruksi langsung dari PBNU, kami juga memohon izin ke PCNU setempat terlebih dulu. Kalau diizinkan turun, IPNU Kota Bekasi akan turun langsung," kata Tyo, sapaan akrab mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yayasan Pembinaan Ilmu Administrasi Modern Indonesia (STIA YPIAMI) Jakarta.

Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa organisasi dan lembaga keagamaan Kota Bekasi. Diantaranya, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Forum Komunikasi Pendidikan al-Quran (FKPQ).

Rencananya sebelum melaksanakan aksi damai pada 25 Agustus 2017, akan dilakukan audiensi kepada pihak terkait. Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Nahdlatul, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, ArrahmahMedia.Com. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

ArrahmahMedia.Com

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

ArrahmahMedia.Com

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock