Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Subang, ArrahmahMedia.Com. Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar audiensi bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang Beny Rudiono di kantornya.

"Ya intinya kita silaturahmi, selain itu ada beberapa poin yang kita dorongkan untuk kemajukan Kabupaten Subang," ujar Ketua PC PMII Kabupaten Subang Abdul Nasir, Kamis (5/2/2015).

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Pihaknya juga menyoroti soal kondisi Subang yang merupakan daerah rawan bencana alam seperti longsor, banjir, angin puting beliung, dan banjir rob. "Maka kami sepakat meminta Pemda Subang untuk segera membentuk Badan Penangulanan Bencana Daerah atau BPBD," kata Nasir.

ArrahmahMedia.Com

Subang merupakan daerah yang cukup luas, yakni terdiri dari 30 kecamatan, 225 desa/ kelurahan, juga  memiliki sekitar 1,5 Juta penduduk. Menurutnya, banyak warga, khusunya di wilayah Pantura, mengeluhkan terkait jauhnya pelayanan kesehatan.

ArrahmahMedia.Com

"Untuk itu, kami meminta kepada Pemda Subang, disampaikan kepada ketua DPRD Subang, untuk segera membentuk rumah sakit umum, khususnya di wilayah pantura, dan adanya damkar (pemadam kebakaran) di setiap kecamatan minimal satu mobil damkar di setiap kecamatan atau di tiga zona Subang, hal itu seiring dengan seringnya peristiwa kebarakaran di wilayah Subang," ujarnya.

Aspirasi  lain yang disampaikan kepada ketua DPRD Subang, tambah Nasir, adalah mendorong DPRD Subang segera menyusun peraturan daerah (Perda) tentang minuman keras (Miras). "Itu kami sampaikan, supaya miras  di Subang tidak beredar seenaknya, sebab miras lah yang menyebabkan moralitas bangsa atau Subang ini akan rusak," paparnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Beny Rudiono, mengapersiasi atas aspirasi yang di sampaikan sahabat-sahbat PMII Kabupaten Subang. "Saya bangga dengan kehadiran mahasiswa ke rungan saya, dengan menyampaikan aspirasi untuk kemajuan Kabupaten Subang," katanya.

Menanggapi beberapa poin yang disampaikan oleh sahabat-sahabat PMII, Beny, berjanji bahwa masukan yang konsturkif itu, akan ia tindaklanjuti semaksimal mungkin. "Bahkan untuk Perda miras dalam waktu dekat akan segera diterbitkan, begitupun dengan BPBD, betul karena Subang rawan bencana kami sudah meminta kepada Bupati  tahun ini atau 2015 Subang harus sudah memiliki BPBD," pungkasnya. (Zenal Mutaqin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 23 Februari 2018

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla hadir bersama di tengah kerumunan massa 2 Desember untuk melaksanakan shalat Jumat bersama di silang Monas, Jumat (2/12).

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Usai shalat Jumat, Jokowi memberikan orasinya kepada ratusan ribu massa aksi super damai 2 Desember. Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan apresiasinya atas aksi yang telah berjalan dengan tertib dan damai.

“Terima kasih telah melaksanakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa,” ujar Jokowi disambut teriakan takbir oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Dalam menyampaikan orasi singkat tersebut, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, dan sejumlah tokoh lain.

Sebelumnya, Jokowi dan JK berjalan dari Istana Negara menuju Monas dengan menenteng payung sendiri di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Dia sampai di tengah kerumunan massa tepat ketika kumandang adzan dilantunkan. Massa seketika itu langsung berdiri. Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat. Bahkan ketika dilakukan doa qunut, tak sedikit dari mereka yang terlihat menangis tersedu-sedu.

Lapangan Monas putih dipenuhi para peserta aksi. Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Monas juga menggelar sajadah hingga Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, Bundaran Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. (Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 16 Februari 2018

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta agar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyiapkan kader untuk menduduki posisi sebagai ketua umum periode 2016-2021 dalam kongres yang akan berlangsung pada akhir November ini.

“Seharusnya Ibu Khofifah sendiri yang tidak mau dicalonkan lagi. Silahkan disiapkan kadernya, siapa yang kira-kira layak untuk melanjutkan kepemimpinan di Muslimat NU,” kata Kiai Said.?

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Berdasarkan AD/ART NU, ada batasan masa jabatan yang sudah diatur agar proses kaderisasi berjalan dengan baik. Berikut bunyi Anggaran Dasar NU hasil muktamar ke-33 tahun 2015 pasal 16 ayat 3 yang mengatus soal pembatasan masa jabatan. “Masa Khidmat Ketua Umum Pengurus Badan Otonom adalah 2 (dua) periode, kecuali Ketua Umum Pengurus Badan Otonom yang berbasis usia adalah 1 (satu) periode”.

“Bu Khofifah tokoh Muslimat, tokoh NU, perempuan pinter, cerdas, enerjik, kita akui. Hanya sebagai ketua Muslimat, tolong AD/ART diperhatikan,” jelasnya.?

Ia menagaskan, Khofifah, sekalipun nantinya tidak menjabat sebagai ketua umum Muslimat lagi, akan tetapi menjadi idola bagi kalangan Muslimat NU mengingat kontribusinya yang sangat besar pada masa kepemimpinannya selama tiga periode atau 15 tahun. (Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Kyai, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Selasa, 13 Februari 2018

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus harian PBNU dan pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) Nahdllatul Ulama  memberangkatkan sedikitnya 40 bus pada siang ini di halaman Kantor PBNU, Jakarta, Ahad (12/7) siang. Paket mudik bareng PBNU yang didukung PT Bank Mandiri dan juga Pegadaian Syariah ini, akan mengantarkan para pemudik ke pelbagai tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

“Selain itu, kita juga menyiapkan 33 posko mudik di sejumlah titik di perlintasan baik pantura maupun jalur selatan,” kata Ketua PP LTM PBNU KH Abdul Mannan Ghani saat sambutan pelepasan.

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU

Ia menyatakan terima kasih kepada pihak yang mendukung terselenggaranya paket mudik bareng ini.

ArrahmahMedia.Com

Sementara di hadapan pengurus harian PBNU, LTM PBNU, dan utusan Pegadaian Syariah, Direksi PT Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan LTM PBNU sejak 2012 perihal pemberangkatan para pemudik.

ArrahmahMedia.Com

“Secara kultural, berlebaran bersama keluarga menjadi ibadah tersendiri,” kata Kartiko Wirjoatmodjo.

Menurut Kartiko, bus ini akan mengantar pemudik ke pelbagai tujuan hinggga Banyuwangi dan juga Madura. Ia berharap para pemudik sampai dengan selamat di kampung halaman masing-masing.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) dalam sambutannya mengingatkan para pemudik untuk meluruskan niat mudik. “Jangan sampai niat pamer perhiasan atau pamer batu akik di kalangan keluarga maupun tetangga. Kita harus niatkan silatul arham,” kata Kang Said.

Ia juga mendoakan keselamatan pihak Bank Mandiri. “Semoga apa yang semua kita lakukan dihitung pahala oleh Allah. Di akhirat kelak, bus-bus ini akan mengantarkan direksi dan karyawan Mandiri melewati shiratal mustaqim,” kata Kang Said diaminkan sedikitnya 2000 pemudik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Tiga Macam Puasa Muharram

Puasa muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan setelah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini merujuk kepada hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Macam Puasa Muharram

Rasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Hadis ini menjelaskan bahwa puasa Muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Karenanya, disunahkan melakukannya bagi yang mampu. Hadis di atas tidak secara spesifik kapan waktu puasa yang dianjurkan, apakah setiap hari atau pada hari tertentu saja di bulan Muharram.

ArrahmahMedia.Com

Terkait hal ini, Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi) menyebutkan:

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Tiga tawaran ini setidaknya menjadi opsi yang baik dalam mengamalkan puasa sunah di bulan Muharram. Kalaupun tidak begitu, bisa saja puasa Senin-Kamis atau puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh) di bulan Muharram bagi mereka yang terbiasa mengamalkannya di bulan lain. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Nahdlatul, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

ArrahmahMedia.Com

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

ArrahmahMedia.Com

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Nahdlatul Ulama ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,ArrahmahMedia.Com

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

ArrahmahMedia.Com

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Ubudiyah, Amalan ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock