Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta agar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyiapkan kader untuk menduduki posisi sebagai ketua umum periode 2016-2021 dalam kongres yang akan berlangsung pada akhir November ini.

“Seharusnya Ibu Khofifah sendiri yang tidak mau dicalonkan lagi. Silahkan disiapkan kadernya, siapa yang kira-kira layak untuk melanjutkan kepemimpinan di Muslimat NU,” kata Kiai Said.?

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Berdasarkan AD/ART NU, ada batasan masa jabatan yang sudah diatur agar proses kaderisasi berjalan dengan baik. Berikut bunyi Anggaran Dasar NU hasil muktamar ke-33 tahun 2015 pasal 16 ayat 3 yang mengatus soal pembatasan masa jabatan. “Masa Khidmat Ketua Umum Pengurus Badan Otonom adalah 2 (dua) periode, kecuali Ketua Umum Pengurus Badan Otonom yang berbasis usia adalah 1 (satu) periode”.

“Bu Khofifah tokoh Muslimat, tokoh NU, perempuan pinter, cerdas, enerjik, kita akui. Hanya sebagai ketua Muslimat, tolong AD/ART diperhatikan,” jelasnya.?

Ia menagaskan, Khofifah, sekalipun nantinya tidak menjabat sebagai ketua umum Muslimat lagi, akan tetapi menjadi idola bagi kalangan Muslimat NU mengingat kontribusinya yang sangat besar pada masa kepemimpinannya selama tiga periode atau 15 tahun. (Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Kyai, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Bandung, ArrahmahMedia.Com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat berharap pemerintah mengambil langkah pencegahan melalui kurikulum berkaitan dengan propaganda Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya pendidikan cukup efektif dalam menangkal fenomena LGBT ini baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat secara luas.

Demikian disampaikan Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung Nomor 09 Bandung, Kamis (25/02).

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Lebih lanjut H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunuu Jawa Barat berharap pemerintah memasukkan masalah serius ini ke dalam kurikulum nasional untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBT kepada siswa.

“Dengan demikian diharapkan pelajar dan mahasiswa bisa memahami dengan betul bahwa LGBT bukan merupakan perilaku yang normal melainkan perilaku yang menyimpang bahkan bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia,” tutur H Saepuloh

ArrahmahMedia.Com

Ia mengimbau guru-guru yang tergabung dalam Pergunu untuk terlibat aktif mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran.

ArrahmahMedia.Com

Jika ada indikasi penyimpangan terutama ke arah LGBT, peserta didik ini harus segera didampingi dengan memberikan layanan konseling yang berkesinambungan. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, AlaNu, Tegal ArrahmahMedia.Com

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Shalat dhuha termasuk salah satu dari shalat sunah yang dianjurkan. Terdapat banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits yang menegaskan keutamaan shalat dhuha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?..

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Artinya, “Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT, ‘Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.’ Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’”

ArrahmahMedia.Com

Wasiat Nabi tersebut tidak hanya khusus bagi Abu Hurairah, tetapi berlaku untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW karena di dalam hadits lain disebutkan shalat dhuha memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Di antara hikmah shalat dhuha ialah sebagai berikut.

Ampunan Dosa

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Tidak Dianggap Orang Lalai

Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dhuha sebagai Sedekah

Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).

Selain tiga hikmah di atas, masih banyak hikmah shalat dhuha yang disebutkan dalam hadits Nabi. Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal raka’at shalat dhuha adalah dua raka’at dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan raka’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Tegal, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia

Ini catatan perjalanan Ustadz Fauzi Palestin yang beberapa hari lalu melakukan perjalanan ke Malaysia. Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini diundang komunitas masyarakat Indonesia yang berada di negeri Jiran tersebut. Bagaimana seru dan kekhasan yang dirasakan selama kegiatan maulid? Berikut uraiannya.

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa bulan Rabiul awal merupakan bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Mayoritas umat Islam merayakannya sebagai ekspresi bahagia dan syukur yang tak terhingga atas lahirnya Nabi yang mulia, tak terkecuali penduduk Indonesia yang berada di Malaysia bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi warga Negara Malaysia.

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia

Berdasarkan safari dakwah yang saya lakukan di beberapa tempat, seperti di kota Kemuning, Damansara, Sungai Buloh dan sebagainya, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya:

Pertama, saya melihat warga Indonesia di negeri Jiran ini dalam merayakan maulid Nabi sangat antusias bahkan bisa dikatakan sebagai pelopor dzikra maulidir rasul. Hal ini bisa dilihat dari kekompakan dalam pelaksanaan maulid. Kalau di daerah perkotaan sebagian besar penyelenggaranya adalah orang Bawean Gresik yang sudah menjadi warga di sana.

Adapun di daerah perumahan yang masih dalam proses pembangunan, banyak digagas orang Madura. Dalam sebulan, orang Madura bisa menyelenggarakan dua bahkan tiga kali acara pengajian dalam rangka maulidir rasul.

ArrahmahMedia.Com

Kedua, orang Indonesia di Malaysia tidak sekedar menyelenggarakan seremonial yang hanya diikuti mereka yang berasal dari Indonesia, tapi juga ikut bergabung orang Melayu selaku penduduk asli. Mereka seakan dipersatukan, dan terlibat aktif dalam menyukseskan acara dan tentu saja bergabung dalam satu majlis.

Kala itu saya menceritakan betapa dahsyat ulama Indonesia hingga reputasinya yang mendunia. Ada  Syaikh Ihsan Jampes yang menyarahi kitab Minhajul Abidin menjadi Sirajut Thalibin, demikian pula Imam An-Nawawi al-Banteni yang juga mengarang kitab Al-Arbain Nawawi. Kala itu saya tidak lupa mengenalkan kewalian Syaichona Cholil Bangkalan yang dikenal umat Islam di Nusantara bahkan dunia.

Saat di Kota Damansara selepas pengajian, ternyata ada orang Melayu berkeinginan menguliahkan putranya yang sekarang sedang menghafal al-Quran di Indonesia. Yang bersangkutan sempat mencatat nomor hape saya.

Ketiga, teknis pelaksanaan maulid, demikian pula budaya yang digunakan layaknya di Indonesia, Sebagaimana di tanah air, dalam peringatan maulidir rasul yang dibaca adalah qasidah maulid al-Barzanji yang dikarang Sayyid Jakfar bin Abdul Karim. 

ArrahmahMedia.Com

Bahkan shalawat khas Indonesia seperti pembacaan Shalawat Badar karya Kiai Ali Mansur juga dikumandangkan. Dan lagu yang digunakan pun sesuai pola khas di Tanah Air yang disertai musik tradisional compang, yakni sejenis marawis.

Keempat, tidak kalah menarik pula, model berkat atau makanan untuk dibawa pulang yang mereka buat sangat unik dan bervariasi. Kalau orang Madura menggunakan buah sebagai menu pokoknya, mayoritas warga Bawean memanfaatkan aneka ragam jajan dan minuman, bahkan di dalamnya disertakan sarung, sajadah, termasuk sabun mandi. 

Menurut informasi yang saya dapat, untuk membuat satu buah berkat saja dibutuhkan biaya 500 ringgit. Dan waktu yang dibutuhkan untuk membungkus menjadi layak diberikan sampai seminggu lamanya. Itu dilakukan agar berkat terlihat menarik dan menyenangkan para tamu undangan.

Karena didesain sedemikian rupa dan ukurannya lumayan besar, untuk membawa berkat ke rumah harus memakai mobil khusus, termasuk petugas sampai dua hingga tiga orang. Berkat itupun diberikan kepada setiap undangan.

Walau berkat bukan menjadi tujuan, besarnya ukuran menjadi bukti rasa cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, saat diberikan kesempatan memberikan mauidhah, saya katakana bahwa bila dikalkulasi, dana yang dikeluarkan untuk maulid tidaklah melebihi dari biaya para pecandu rokok dalam setahun. Dan para undanganpun yakni jamaah yang hadir tertawa renyah.

Kelima, khusus di Kota Kemuning Taman Wijaya, yang membuat maulid terasa berbeda adalah karena kekompakan anak muda. Saat ceramah, mereka berada di shaf paling depan. Tak hanya itu, secara khusus juga membuat berkat jumbo dengan varian isi yang sangat beragam.

Ketika saya bertanya kepada salah seorang pemuda terkait iuran yang dibutuhkan untuk membuat berkat jumbo tersebut, ternyata masing-masing dikenakan biaya 10 ringgit.

Melihat kekompakan anak-anak muda ini, saya mengurai kisah seorang pemuda di zaman Harun Al-Rasyid yang mendapatkan kenikmatan di alam kubur karena memuluskan bulan Rabiul Awal. Cerita tersebut sebagaimana ditulis Sayyid Satha dalam kitab Ianatul Thalibin.

Segala kisah ini menjadi catatan penting bahwa tradisi Indonesia bisa menjadi kegiatan keagamaan yang membahana di Malaysia. Semoga mereka tidak lupa akan tanah leluhur, terlebih dalam upaya menjaga hubungan antara kedua negara. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Sholawat, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Lombok Barat ArrahmahMedia.Com. Intruktur Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor turun daerah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpinan pusat. Seperti halnya dilakukan oleh 5 (lima) orang instruktur di daerah NTB dalam rangka mengisi PKD PC GP Ansor Lombok Utara dan PKL Ansor NTB di tempat sama, yaitu pesantren Nurul Yaqin Kec. Pemenang Lombok Utara.

"Kami instruktur nasional berlima turun ke daerah-daerah termasuk ke NTB saat ini," kata M. Luthfi Thomafi ketua Divisi keagamaan PP Ansor Pusat kepada ArrahmahMedia.Com Jumat malam (21/05) di pesantren Darul Quran. 

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Masih kata Gus Lutfi sapaan akrabnya, Ansor sebagai organisasi kader maka yang perlu dilakukan dan ditingkatkan ialah kaderisasi di semua tingkatan.

"PKD dan PKL adalah merupakan kegiatan Ansor secara nasional karena itu Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Wilayah wajib menyelenggarakan kegiatan tersebut," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

"Kalau itu tidak dilakukan maka setatusnya (SK) bisa dicabut oleh Pimpinan Pusat," ancamnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Gus Lutfi, setidaknya 3 (tiga) tujuan dalam kaderisasi ini pertama, meneguhkan komitmen dalam menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah ala NU. Kedua, meneguhkan komimen kepada NKRI, dan ketiga, menguatkan kaderisasi.

Hadir instruktur Nasional di Antarnya M. Luthfi Thomafi, Faesal Attamimi, M. Aziz Hakim, M. Hakam Aqso, Rahmat Hidayat Pulungan, dan Rizqon Syah. (hadi/mukafi niam)   

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Sejarah, Tegal ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyatakan, peringatan haul ulama memiliki makna penting. Bukan hanya sekadar bertujuan mendoakan, melainkan mampu menjadi mauidhah atau nasehat bagi umat Islam.

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

KH Sya’roni menyampaiakan hal itu pada tahlil dalam rangka peringatan haul ke 56 KHR Asnawi di Komplek Makam Menara Kudus, Jumat sore (25/4).

Diterangkan, Nabi Muhammad mengkategorikan mauidhah dua macam, yakni mauidhah annatiq (yang bisa berbicara) seperi Al-Qur’an dan mauidhah ashshomid (diam ) melalui? kematian sebagaimana halnya acara 7 hari, 40, 100, 1000 hari hingga haul wafatnya seseorang.

ArrahmahMedia.Com

“Jadi kita acara haul ini penting sekali sebagai peringatan untuk kita semua. Bahkan, bila ada umat Islam yang sudah tidak mempan diberi nasehat melalui Al Qur’an dan kematian, maka sudah tidak ada cara lain untuk dinasihati lagi,” tandasnya.

Peringatan haul, terang KH Sya’roni, adalah mempunyai tujuan mendoakan almarhum dan memperingati haul terhadap orang alim akan memberi kemanfaatan dan keberkahan bagi umat Islam yang memperingatinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kita berziarah ke makam Mbah Asnawi ini, jangan hanya sekadar mendoaakan saja. Kita harus? niat menharap keberkahan dari Allah dengan harapan diberi kemudahan rizki, umur panjang, bisa syukur nikmat Allah dan mati husnul khotimah ”katanya

Ulama kharismatik ini menuturkan KHR Asnawi merupakan sosok pendiri NU yang lengkap kealimannya dan mapan dalam perjuangannya. Semasa hayatnya, KHR Asnawi mengajarkan ilmu kepada santrinya? yang sebagian besar kiai-kiai besar Kudus seperti KH Arwani Amin.

“Mbah Asnawi juga meninggalkan shodaqoh jariyah berupa Madrasah Qudsiyyah dan pesantren Raudhotuth Thalibin. Karena sosok lengkap beliau ini ibaratnya seperti Kiai Raden Mas Ngabehi,” tandas Mbah Sya’roni mengenangnya.

Peringatan haul ke 56 KHR Asnawi ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Diawali acara tahtimul Qur’an di pondok dan makam KHR Asnawi, kemudian dilanjutkan tahlil yang Jumat kemarin dihadiri ratusan santri dan kiai.

Diantara kiai tersebut? adalah Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi, KH Aniq Muhammadun (Pati), Wakil Rois PCNU KH Ahmadi Abdul Fatah, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani, KH Noor Halim Ma’ruf, KH Sanusi Yasin dan KH Mujib Sholeh.

Usai tahlil bersama di komplek Makam KHR Asnawi itu, peringatan haul dilanjutkan dengan pengajian umum bersama KH Abdul Qoyyum Mansur (Lasem) dan Habib Umar Muthohar (Semarang). Pengajian dihadiri ribuan masyarakat yang memenuhi halaman pondok pesantren Raudhotuth Thalibin Bendan Kudus. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Kediri, ArrahmahMedia.Com. Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Kediri, dipenuhi politisi dan kental nuasa politik. Dari para tokoh yang hadir, khususnya PKB benar-benar turun gunung. Mulai dari Ketua Umum DPP PKB hingga ranting tumplek-blek. 

Acara yang berlangsung kemarin pagi (8/1) di Masjid An-Nur Pare Kediri misalanya, selain Muhaimin, ikut juga Sekejennya, Imam Nahrowi, Imam Anshori juga tampak duduk di panggung kehormatan. 

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Bersama Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Suriyah PBNU KH Khafabih Mahrus Ali, H Syaifulloh Yusuf(Gus Ipul), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alalloh, Ketua DPW PKB Jatim, H Halim Iskandar dan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Semua tokoh  yang hadir turut memberikan sambutan, termasuk Muhaminin. Ia menyampaikan proses politik terkait dengan Pilgub Jatim. Menurutnya, saat ini sedang digodok dua tokoh Jatim yang akan maju sebagai Bacagub Jatim, yakni Gus Ipul dan Hj Khofifah. 

ArrahmahMedia.Com

“Kemarin pertemuan sudah kita lakukan. Dan dimediatori oleh Ketua PBNU," ungkap Muhaimin saat memberi sambutan pada acara itu.

Ketika itu, lanjut Muhaimin, belum ada keputusan final komposisi cagub dan wacabub, masih sebatas silaturrahim. “Pertemuan belum sampai pada final penempatan komposisi. Namun, masih  sebatas silaturahim," katanya. 

“Baru minggu depan pertemuan mungkin sudah mengarah ke komposisi. Teknisnya mungkin keduanya akan saya sediakan kamar. Kemudian ada rembukan. Kalau tidak clear biar keduanya sut saja. Siapa yang menang dan yang kalah biar legawa. Sehingga komposisi bisa ditentukan," tambahnya.

Sementara itu, Kiai Said Aqil pada kesempatan itu banyak mengupas makna jihad sesuai ajaran Ahlussunah wal Jamaah, serta amaliyah NU yang harus dilakukan oleh warga NU. Dan tentu saja, ia juga menyinggung soal suksesi kepemimpinan di Jawa Timur, dengan kelakar khas seorang mubalig. 

“Yang kami hormati Bapak Gubernur Jawa Timur Tahun 2013-2018, yakni Gus Ipul," ujar Kang Said itu disambut ger oleh ribuan warga NU yang hadir pada kesempatan itu. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock