Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Way Kanan, ArrahmahMedia.Com. Penistaan agama sejatinya tidak saja dalam bentuk pernyataan, namun juga melalui perilaku dan itu sering luput dari perhatian. Salah satu contoh ialah abai terhadap persoalan lingkungan hidup. ? Itu salah satu bentuk penistaan agama dan kitab suci. Termasuk sikap anarkis, bengis, dan kesewenang-wenangan.

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Hal ini disampaikan oleh penggiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Lampung, Gatot Arifianto, di Bandar Lampung, Ahad (30/10).

"Tapi tenang saja, tidak akan ada yang mendemo. Jadi lanjutkan saja penistaan itu terus menerus dengan membuang sampah sembarangan," sindir penggiat Gusdurian Lampung itu.

The Pew Forum on Religion & Public Life pada 2010 mencatat Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim tertinggi. Dari 205 juta penduduk Indonesia, dilaporkan sedikitnya 88,1 persen beragama Islam. Jumlah tersebut mencapai 12,7 persen dari populasi muslim dunia.

ArrahmahMedia.Com

"Fakta tersebut tentu membanggakan. Tapi sekaligus mencengangkan," kata Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung itu pula.

Pada 2015, lanjutnya, Jambeck mencatat Indonesia menempati peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut, mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Sebelum itu, Guinness Book, pada 2008 mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia atau menghancurkan luas hutan setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Termasuk kejahatan lingkungan melalui kesewenang-wenangan mengubah tata ruang tanpa mempertimbangkan karakteristik ekologi seperti reklamasi berdampak buruk di sejumlah daerah.Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia bahkan diibaratkan sebagaimana kanker memasuki stadium IV.

"Fakta-fakta tersebut patut direnungkan setiap individu muslim negeri ini sebagai bahan untuk menggugat diri masing-masing. Benarkah kita (umat Islam) sama sekali tidak pernah menistakan agama dan Al Quran? Sudahkah kita bijak mengelola sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing?" ujar dia lagi.

ArrahmahMedia.Com

Padahal, perilaku-perilaku mengabaikan kebersihan juga jelas-jelas bertentangan dengan sejumlah ayat suci Al Quran, seperti ? Al-Maidah ayat 6 dan Al-Taubah ayat 108.

Ia menduga, masyarakat muslim Indonesia yang kurang kerjaan mencuci plastik bekas bungkus sayuran dan memanfaatkannya sebagai ecobricks seperti Russell Maier dari Kanada untuk mengurangi pencemaran tanah hingga pembakaran yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker, ? tidak sampai 10 persen.

"Berapa juga dari kita memanfaatkan popok bekas dengan bijak? Nyamankah dengan bungkus snack dalam mobil dan angkutan atau justru kita bergegas membuangnya lewat jendela serampung disantap? Kenapa juga pembalakan liar masih berlangsung? Seberapa kontinu majelis-majelis atau pengajian-pengajian menyampaikan persoalan lingkungan hidup yang jelas berhubungan dengan masa depan manusia?" ujar Gatot lagi.

Jika tidak ada pengabaian dan pengingkaran terhadap QS Al-Rum [30]: 41: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," beragam persoalan lingkungan hidup tidak akan terjadi di Indonesia.

"Benarkah masyarakat muslim Indonesia mempercayai ayat tersebut? Jika percaya, selokan dan sungai-sungai terjaga bersih, jalan-jalan bebas sampah, terumbu karang tidak dirusak, hutan-hutan tidak dijarah adalah niscaya. Tapi adakah itu terjadi? Pengajaran Islam seolah masih sangat bertumpu pada fiqh yang sangat kurang berorientasi pada lingkungan. Serta, pemimpin-pemimpin agama telah gagal menjadi tauladan dalam hal ini," kata dia lagi.

Gatot menambahkan, demontrasi ialah sah dan sesuai undang-undang kebebasan berserikat serta menyatakan pendapat. Dugaan penistaan agama dilakukan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah meminta maaf sebaiknya dirampungkan secara hukum.

"Masih banyak persoalan bangsa perlu diselesaikan dan membutuhkan energi besar, seperti ilegal logging, fishing, mining hingga korupsi yang bertentangan dengan QS Al-Muminun [23] : 94 yang artinya: Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim. Kenapa persoalan-persoalan tersebut, bahkan sampah yang setiap hari di depan mata tidak pernah disikapi serius dan gaduh seperti ribuan orang mengeroyok satu orang?" ujarnya. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com - Ratusan anggota Fatayat NU Kanor menghadiri peringatan Harlah Ke-66 Fatayat NU di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Ahad (24/4). Mereka secara bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 24 kali. Usai itu antarranting Fatayat NU se-Kecamatan Kanor menyuguhkan terbaik hiasan tumpengnya.

Para kader Fatayat dari berbagai desa di Kanor berdatangan. Mereka rata-rata diwakili 15 hingga 20 orang. Panitia membatasi peserta yang hadir. Jika semua kader datang, bisa dipastikan lokasi acara tidak memadai.

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

"Kegiatan pagi sampai siang hari sangat padat dimulai dari seremonial. Setelah itu pembinaan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro dan ditutup lomba tumpeng," kata Sekretaris Fatayat NU Kanor Muslikah.

ArrahmahMedia.Com

Perempuan yang juga guru PAUD asal Desa Tejo ini menegaskan, setiap ranting akan bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sehingga total ada 24 khataman dari 26 desa di Kanor.

"Semangat kader di tingkatan ranting juga bagus. Kami sangat bangga, karena di tengah terik matahari mereka terus semangat," jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu pula, para pengurus Fatayat dari ranging juga mengikut lomba tumpeng. Dari penilaian juri, ranting Fatayat Desa Nglarangan keluar sebagai Juara 1 dan Desa Sarangan memperoleh Juara 2. Untuk Juara 3 dimenangkan ranting Desa Kedungarum, Harapan 1 Desa Bungur, Harapan 2 Desa Palembon dan Harapan 3 diraih ranting Desa Kedungprimpen.

Muslikah menambahkan, jika yang ikut lomba tumpeng hampir semua ranting se Kecamatan Kanor yang jumlahnya mencapai 24, dari 26 desa yang ada. Kriteria yang dinilai adalah jenis makanan sehat, desain dan kreatifitas, serta dana yang dikeluarkan untuk pembuatannya.

"Tim penilai langsung dari pengurus cabang Fatayat NU Bojonegoro. Jadi, kegiatan ini sangat profesional dan sajian peserta sangat bagus-bagus," sambungnya.

Ketua Fatayat NU Bojonegoro Hj Ifa Khoiria Ningrum menyatakan bangga atas kreativitas kader-kader Fatayat di Kanor terutama saat lomba tumpeng berlangsung. Sebab, Fatayat juga harus menjadi penopang keluarga yang berbudaya.

"Harus lebih ditingkatkan kembali kreativitasnya sehingga ke depan bertambah baik," harapnya.

Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro itu juga mengimbau seluruh kader untuk terus menjaga moral serta melestarikan budaya baik budaya lokal, regional hingga kelas nasional. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Baitul Hikmah yang bertempat di Kampung Haurkuning Desa Mandalagun, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya ini menerima santri baru sebanyak 880 yang terdiri atas 550 santri putra dan 330 santri putri, Rabu (20/7). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah di pengujung penerimaan santri baru pada Senin (25/7).

Ketika disowani alumni, Pimpinan Pesantren Baitul Hikmah KH Busyrol Karim akhir pekan menuturkan, dari tahun ke tahun sejak kepergian pendiri pesantren tahun 2013 secara kuantitas santri pondok ini terus meningkat.

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

“Ini tidak lepas dari peran alumni yang telah mendakwahkan dan mendukung keberlangsungan pondok tercinta ini, dan kami meminta doanya supaya bisa terus berjuang mengemban amanah mengurus pondok ini,” kata Kiai Busyrol Karim di kediaman pendiri pesantren almarhum KH Saepudin Zuhri.

ArrahmahMedia.Com

Untuk menanggapi membludaknya santri pada tahun ini, para pengurus khususnya diharapkan lebih cekatan mengatasi problem-problem santri baru sehingga para santri tetap betah mondok di pesantren ini. Pengurus juga harus serius dalam mendidik dan membimbing para santri khususnya santri baru.

Putra sulung pendiri Pesantren Haurkuning ini melanjutkan, santri baru ibarat bayi yang tidak tahu menahu tentang baik dan buruk di pesantren. Untuk itu santri lama diharapkan membimbing santri baru terhadap hal-hal yang positif di pondok ini.

ArrahmahMedia.Com

Ia meminta para kepala kamar memberikan penyuluhan untuk santri baru di kamar masing-masing.

Pesantren yang didirikan KH Saepudin Zuhri pada 18 Agustus 1964 ini membuka pendidikan formal tingkat menengah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pihak pesantren mewajibkan para murid di sekolah menengah itu untuk mukim.

Pesantren yang berada di Puncak Haur ini dikenal sebagai pesantren yang mendalami ilmu nahwu dan sharaf secara mendalam dan melahirkan santri yang cerdas dan disiplin. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

ArrahmahMedia.Com

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

ArrahmahMedia.Com

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Nasional ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tampaknnya bisa berbangga hati. Sebab selain disiplin, tertib pengantrean, tertib adminstrasi juga karena ribuan warga Nahdliyin antusias mendatangi pemotretan pembuatan Kartanu yang digelar di masing-masing Ranting NU.

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

“Alhamdulillah warga Nahdliyin sangat antusias mendatangi lokasi pemotretan Kartanu yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap Ranting NU. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU sangat mendukung program Kartanu ini dan memahami manfaat yang diperolehnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending A. Zuhri Muslim disela-sela pemotretan Kartanu di Desa Sebaung, Jum’at (8/3).

Menurut Zuhri, pada dasarnya pembuatan Kartanu ini targetnya bukan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk yang benar-benar warga NU. Sebab buat apa banyak yang buat tetapi didalamnya ada penyusup yang bukan warga NU yang ikut membuat Kartanu.

ArrahmahMedia.Com

“Untuk itu jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah meminta kepada seluruh pengurus ranting yang tahu persis kondisi warganya siapa saja yang bisa direkomendasikan membuat Kartanu. Jadi dalam pembuatan Kartanu ini NU jangan sampai salah sasaran,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’. Menurutnya, Kartanu ini sejatinya untuk data base warga NU, tetapi bukan berarti ketika suatu daerah yang membuat Kartanu hanya ratusan kemudian dikira warga NU nya hanya ratusan. Padahal ada yang pengurus rantingnya yang tidak membuat kemudian dikira ranting tersebut tidak memiliki warga NU.

“Bagi warga NU yang tidak membuat Kartanu kami juga tetap menganggap dan mengakui sebagai warga NU tetapi belum memiliki kesadaran untuk membuat Kartanu. Oleh karena itu bagi semua warga NU silahkan berpartisipasi untuk turut membuat Kartanu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembuatan Kartanu di wilayah MWCNU Gending digelar selama empat hari mulai Kamis (7/3) hingga Ahad (10/3). Demi mensukseskan program Kartanu ini, pengurus MWCNU Gending bersama PAC GP Ansor Gending telah melakukan sosialisasi Kartanu di 13 Ranting se Wilayah Kecamatan Gending. Sosialisasi dilakukan dengan cara mendatangi tempat-tempat pertemuan, arisan, sarwaan, paguyuban, dan lain-lain selama seminggu sebelum pelaksanaan Kartanu.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

Depok, ArrahmahMedia.Com. Kunjungan tiga hari Sri Paus Fransiscus ke Turki, sejak Jumat (28/11) hari ini hingga Ahad (30/11), disinyalir hendak mempengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Mutaali,? MA, MIP, menyatakan kedatangan Sri Paus Fransiskus bertujuan mempengaruhi Presiden Erdogan agar tidak mengintervensi konflik Palestina-Israel.

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

"Sri Paus Fransiskus ingin agar Turki menjaga sikap netralnya dan tidak melakukan intervensi dalam konflik Palestina-Israel. Termasuk konflik internal faksi Fatah dan Hamas," tutur Mutaali di kampus UI Depok, Kamis (4/12) malam.

ArrahmahMedia.Com

Kompensasinya, lanjut Mutaali, ialah dukungan Paus Fransisus agar Turki bisa bergabung dalam Uni Eropa. Secara simbolis, kedatangan Sri Paus Fransiskus menyiratkan dukungan itu.

Jadi, ungkapnya, Sri Paus Fransiskus hendak meminta maaf secara tersirat kepada Presiden Erdogan.

ArrahmahMedia.Com

Pasalnya, pendahulu Paus Fransiskus, Paus Benediktus, pernah menyatakan Turki mustahil bergabung dalam Uni Eropa karena berpenduduk mayoritas Muslim, meskipun menganut sekulerisme.

"Turki berbeda dengan Uni Eropa, mereka Muslim dan Uni Eropa Kristen. Jadi, Turki mustahil bergabung dengan Uni Eropa," ujar Mutaali menirukan pernyataan Paus Benediktus ketika itu.

Menurutnya, Sri Paus Fransiskus memandang penting peran turki dalam geopolitik Timur Tengah karena Turki memiliki dua kartu truf di pentas politik internasional.

Pertama, Turki merupakan anggota "North Atlantic Treaty Organization (NATO)" jauh sebelum berupaya menjadi anggota Uni Eropa. Jadi, Turki merupakan negara sekuler berpenduduk mayoritas Muslim.

Kedua, Turki merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-20 di dunia. Itu sebabnya Turki masuk menjadi anggota G-20 bersama dua negara Muslim lainnya, Indonesia dan Saudi Arabia.

Jika Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-10 terbesar di dunia, jelas Mutaali, maka Saudi Arabia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dengan kondisi ini, Turki berperan penting dalam geopolitik Timur Tengah.

Faktor pendukung lainnya, paparnya, Iran tidak bisa diharapkan untuk bekerjasama dengan "Barat" karena tidak adanya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan ideologi kultural yang berbeda dengan negara-negara Timur Tengah lainnya.

"Jadi, Turki sebagai negara tetangga Iran sangat diharapkan oleh Sri Paus Fransiskus untuk menjaga netralitas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina, termasuk konflik internal faksi Hamas dan Fatah," papar Mutaali.

Mutaali pun menilai Turki merupakan negara yang cukup lihai dan fleksibel dalam pentas politik internasional. Khususnya, dalam menjaga keseimbangan antara negara "Barat" dan Timur (Islam).

Apalagi, tambahnya, relasi diplomatik antara Vatikan dan Turki sudah dimulai sejak Turki masih berbentuk Kekhalifahan Usmani. Jadi, umurnya sudah ribuan tahun. (Muhammad Ibrahim Hamdani/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Senin, 15 Januari 2018

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

Sumenep, ArrahmahMedia.Com - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kabupaten Sumenep berlangsung sukses di area 1 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (22/1). Itu meliputi BMTNU Manding, Batuputih, Rubaru, Gapura, Batang Batang, dan Dungkek.

RAT dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq, Pengurus MWCNU, Pengurus BMTNU, GP Ansor, sesepuh NU, masyaikh dari ragam pesantren, dan warga nahdliyin.

?

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

"Inilah wujud nyata BMT NU dalam menggerakkan dan meningkatkan ekonomi warganya (Nahdlatut Tujjar)," tegas Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq.

Diterangkan, BMTNU Jawa Timur mulanya berdiri di Kabupaten Sumenep. Modal awal yang terkumpul hanya Rp400 ribu pada tahun 2004.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Sekarang asetnya sudah mencapai Rp120 miliar lebih. Alhamdulillah, ini tidak lepas dari peran semua pihak. Mulai dari pengurus hingga anggota BMTNU sendiri," terang mantan Ketua Yayasan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut.

Selain omzetnya yang besar, BMTNU kini juga mempunyai puluhan cabang yang tersebar di Provinsi Jawa Timur. Ini prestasi luar biasa di tengah lesunya geliat perekonomian nasional.

"Kita sudah punya 32 cabang BMTNU yang menyebar di Jawa Timur. Sebut saja di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Jombang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock