Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap para pelajar, mahasiswa, dan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman agar mengikuti arahan Kedutaan Besar RI (KBRI) setempat dan Tim Evakuasi WNI untuk kembali ke Tanah Air.

"Berjihadlah di Tanah Air membangun peradaban, bukan di negeri orang dengan menumpahkan darah," serunya dalam siaran pers yang diterima ArrahmahMedia.Com, Ahad.

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang

Menurut Lukman, situasi keamanan di Yaman kian tak menentu, bahkan makin mencemaskan akibat konflik bersenjata yang terus memanas. Pemerintah RI bertanggungjawab atas keselamatan jiwa setiap WNI. Kewajiban negara menyelamatkan jiwa warga negara. Karenanya, WNI yang ada di Yaman diminta lebih utamakan keselamatan diri.

ArrahmahMedia.Com

WNI, lanjut Menag, tidak perlu ikut-ikutan berperang dengan niat jihad membela salah satu kelompok yang bertikai. Peperangan itu lebih karena perkara politik berebut pengaruh dan kuasa. Masih banyak medan jihad di Tanah Air yang lebih substansial yang lebih dibutuhkan bagi kemaslahatan sesama.

ArrahmahMedia.Com

"Berjihad bukan di negeri orang, apalagi dengan cara kekerasan menumpahkan darah. Berjihadlah di Tanah Air dengan membangun peradaban demi wujudkan kesejahteraan bagi sesama," tuturnya lagi. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Selasa, 20 Februari 2018

Presiden Palestina Tegaskan Masjid al-Aqsa agar Kembali ke Status Quo

Ramallah, ArrahmahMedia.Com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Selasa (25/7) menegaskan bahwa situasi di Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur agar dikembalikan ke status quo sebelum 14 Juli 2017.

"Takkan ada perubahan dalam posisi Palestina," kata Abbas dalam pertemuan darurat di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu pagi.

Presiden Palestina Tegaskan Masjid al-Aqsa agar Kembali ke Status Quo (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Palestina Tegaskan Masjid al-Aqsa agar Kembali ke Status Quo (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Palestina Tegaskan Masjid al-Aqsa agar Kembali ke Status Quo



(Baca: Situasi Masjid al-Aqsa Memanas, PBB Keluarkan Kecaman)


ArrahmahMedia.Com

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat senior dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Partai Fatah dan unit keamanan Palestina, demikian laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

"Semua tindakan yang dilakukan terhadap Masjid Al-Aqsha setelah 14 Juli mesti dibatalkan dan diakhiri," kata Abbas.

Ia menambahkan, "Situasi di Jerusalem harus kembali normal, lalu kami akan melanjutkan hubungan antara kami dan Israel."

ArrahmahMedia.Com

Abbas menyatakan rakyat Jerusalem telah bangkit sebagai kesatuan untuk menolak semua tindakan yang dilakukan oleh penguasa Yahudi dan Palestina akan mendukung mereka.

"Apa yang telah kami putuskan ialah membekukan kerja sama keamanan (dengan Israel) dan ini masih sah, untuk membela kesucian kami juga masih sah. Kami ingin mempelajari apa yang terjadi dari hari itu sampai sekarang, untuk melihat apa yang bisa kami lakukan," ia menambahkan.

Pada 14 Juli, tiga pria Arab-Israel yang bersenjata menembak hinggga tewas dua polisi Israel, kemudian pasukan polisi balas-menembak pria bersenjata itu dan menewaskan mereka. Serangan tersebut terjadi di halaman Masjid Al-Aqsha.

Setelah serangan itu, penguasa Israel menutup masjid tersebut dan belakangan memasang pintu elektronik serta kamera di pintu masuk masjid itu.

Tindakan tersebut memancing protes oleh umat Muslim, yang menolak memasuki masjid itu melalui gerbang tersebut. (Antara/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Fragmen ArrahmahMedia.Com

Minggu, 18 Februari 2018

Terbukti Makar, Muskercab NU Jombang Rekomendasikan HTI Dibubarkan

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Salah satu keputusan Sidang Pleno Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama (Muskercab NU) Kabupaten Jombang adalah merekomendasikan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia agar membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Alasan yang dikemukakan oleh peserta Muskercab karena HTI telah jelas-jelas tidak mengakui Pancasila dan NKRI. Sikap HTI tersebut dinilai sebagai perbuatan makar terhadap negara.

Keputusan sidang Pleno yang dibacakan KH Junaidi Hidayat tersebut selanjutnya disahkan sebagai keputusan Muskercab PCNU Jombang secara resmi oleh Pimpinan Sidang, KH Dr. Isrofil Amar.

Terbukti Makar, Muskercab NU Jombang Rekomendasikan HTI Dibubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbukti Makar, Muskercab NU Jombang Rekomendasikan HTI Dibubarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbukti Makar, Muskercab NU Jombang Rekomendasikan HTI Dibubarkan

PCNU Jombang juga merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Jombang untuk melarang seluruh aktifitas HTI. (Ma/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, AlaNu, Pesantren ArrahmahMedia.Com

Senin, 12 Februari 2018

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak

Sumenep, ArrahmahMedia.Com - Roh organisasi sekelas Nahdlatul Ulama (NU) ialah memaksimalkan fungsi pengabdian dan pemberdayaan terhadap masyarakat. Itulah yang dicerminkan oleh para pendiri dan ulama NU sekaligus pejuang negeri ini. Karenanya sangat tepat kalau LKNU Sumenep membuka layanan cuma-cuma operasi katarak.

Demikian ditegaskan Ketua NU Sumenep KH Pandji Taufik saat sambutan aksi sosial operasi gratis di aula lantai II PCNU Sumenep di Jalan Trunojoyo, Sumenep, Sabtu (16/4).

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak

Menurut Kiai Pandji, sejauh ini NU Sumenep berikhtiar mewujudkan misi pengabdian dan pemberdayaan di atas. Karenanya, program operasi katarak secara gratis merupakan salah satu wujud dari misi tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Ketua LKNU Sumenep Taufikurrahman menyatakan, kegiatan tersebut menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dan RSUD Moh Anwar Sumenep.

Kepala Dinkes Sumenep dr Fathoni dan Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep dr Fitril Akbar tampak hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 160 penderita katarak dioperasi dalam aksi sosial ini.

ArrahmahMedia.Com

"Operasi katarak ini sudah 4 kali dilakukan oleh LKNU Sumenep. Ini khidmah NU kepada warganya. Inilah gerakan konkret yang dilakukan NU kepada warganya," tegas Wakil Sekretaris PCNU Sumenep M Muhri Zaen.

Sebelum aksi ini digelar, beberapa pekan sebelumnya panitia menyebar pamplet dan informasi melalui jejaring sosial. Dalam pengumuman ini disebutkan, warga yang hendak mengikuti operasi katarak harus terlebih dahulu mendaftar kepada panitia. Mereka cukup menyerahkan fotokopi selembar kartu tanda penduduk.

"Ada yang mendaftar langsung pada hari H. Kami tetap melayani mereka," tandas Ketua GP Ansor Sumenep Muhri itu. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Bandung, ArrahmahMedia.Com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat berharap pemerintah mengambil langkah pencegahan melalui kurikulum berkaitan dengan propaganda Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya pendidikan cukup efektif dalam menangkal fenomena LGBT ini baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat secara luas.

Demikian disampaikan Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung Nomor 09 Bandung, Kamis (25/02).

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Lebih lanjut H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunuu Jawa Barat berharap pemerintah memasukkan masalah serius ini ke dalam kurikulum nasional untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBT kepada siswa.

“Dengan demikian diharapkan pelajar dan mahasiswa bisa memahami dengan betul bahwa LGBT bukan merupakan perilaku yang normal melainkan perilaku yang menyimpang bahkan bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia,” tutur H Saepuloh

ArrahmahMedia.Com

Ia mengimbau guru-guru yang tergabung dalam Pergunu untuk terlibat aktif mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran.

ArrahmahMedia.Com

Jika ada indikasi penyimpangan terutama ke arah LGBT, peserta didik ini harus segera didampingi dengan memberikan layanan konseling yang berkesinambungan. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, AlaNu, Tegal ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Baitul Hikmah yang bertempat di Kampung Haurkuning Desa Mandalagun, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya ini menerima santri baru sebanyak 880 yang terdiri atas 550 santri putra dan 330 santri putri, Rabu (20/7). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah di pengujung penerimaan santri baru pada Senin (25/7).

Ketika disowani alumni, Pimpinan Pesantren Baitul Hikmah KH Busyrol Karim akhir pekan menuturkan, dari tahun ke tahun sejak kepergian pendiri pesantren tahun 2013 secara kuantitas santri pondok ini terus meningkat.

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

“Ini tidak lepas dari peran alumni yang telah mendakwahkan dan mendukung keberlangsungan pondok tercinta ini, dan kami meminta doanya supaya bisa terus berjuang mengemban amanah mengurus pondok ini,” kata Kiai Busyrol Karim di kediaman pendiri pesantren almarhum KH Saepudin Zuhri.

ArrahmahMedia.Com

Untuk menanggapi membludaknya santri pada tahun ini, para pengurus khususnya diharapkan lebih cekatan mengatasi problem-problem santri baru sehingga para santri tetap betah mondok di pesantren ini. Pengurus juga harus serius dalam mendidik dan membimbing para santri khususnya santri baru.

Putra sulung pendiri Pesantren Haurkuning ini melanjutkan, santri baru ibarat bayi yang tidak tahu menahu tentang baik dan buruk di pesantren. Untuk itu santri lama diharapkan membimbing santri baru terhadap hal-hal yang positif di pondok ini.

ArrahmahMedia.Com

Ia meminta para kepala kamar memberikan penyuluhan untuk santri baru di kamar masing-masing.

Pesantren yang didirikan KH Saepudin Zuhri pada 18 Agustus 1964 ini membuka pendidikan formal tingkat menengah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pihak pesantren mewajibkan para murid di sekolah menengah itu untuk mukim.

Pesantren yang berada di Puncak Haur ini dikenal sebagai pesantren yang mendalami ilmu nahwu dan sharaf secara mendalam dan melahirkan santri yang cerdas dan disiplin. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Minggu, 28 Januari 2018

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) diminta waspada atas munculnya kelompok-kelompok yang membawa paham keagamaan baru yang marak belakangan ini. Pasalnya, tidak sedikit dari kelompok tersebut mengaku menganut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), akan tetapi dalam praktek keagamaannya sama sekali tidak mencerminkan paham yang dikenal moderat tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH Nuril Huda saat membuka acara Silaturrahim Pimpinan Majelis Taklim di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Acara bertajuk “Optimalisasi Peran Majelis Taklim dalam Memantapkan Paham Ahlussunnah Wal Jama’ah” itu digelar hasil kerja sama PP LDNU dengan PP Muslimat NU. Hadir sebagai narasumber tokoh muslimah yang juga Presiden Asosiasi Perempuan Muslim (WML) Amerika Serikat Tiye Multazim, Kepala Biro Perencanaan Departemen Agama Drs Ahmad Junaidi MBA dan Ketua PP Muslimat NU Mahfudloh Ali Ubaid.

Menurut Kiai Nuril, demikian panggilan akrabnya, kelompok-kelompok tersebut berkarakter mudah sekali menganggap bid’ah (mengada-ada), sesat, bahkan kafir terhadap nahdliyyin yang ritual keagamaannya dianggap berbeda. Padahal ritual keagamaan tersebut telah menjadi tradisi nahdliyyin yang selama ini.

“Ada yang ngaku Jama’ah Salafiyah, tetapi prakteknya keluar dari apa yang diajarkan oleh ulama-ulama salaf. Ulama-ulama salaf itu kan sangat menghargai perbedaan madzhab dalam bidang ubudiyah. Tapi golongan ini tidak mengakui (perbedaan madzhab) itu, sehingga mudah sekali mem-bid’ah-kan bahkan mengkafirkan orang lain,” terang Kiai Nuril kepada para pimpinan majelis taklim.

ArrahmahMedia.Com

Oleh karena itu, lanjut Kiai Nuril, NU harus segera dilakukan upaya peneguhan kembali pemahaman sekaligus implementasi dari paham Aswaja di masyarakat. Hal itu, katanya, sangat penting agar kelompok-kelompok tersebut tidak mengusik kelestarian pemikiran dan budaya yang dikembangkan nahdliyyin melalui ajaran Aswaja.

Dalam kesempatan itu, Kiai Nuril juga mengungkapkan, kelompok-kelompok yang mengaku berpaham Aswaja itu tidak hanya berupaya mengganti tradisi keagamaan nahdliyyin. Masjid-masjid yang didirikan dan selama ini dikelola serta takmir masjidnya diisi oleh nahdliyyin mulai diambilalih dengan alasan syarat dengan ajaran bid’ah.

“Kita harus membentengi simbol-simbol NU, seperti masjid-masjid serta tradisi keagamaan NU dari upaya kelompok-kelompok lain yang mau menggeser dan menggantinya,” ungkap Kiai Nuril.

Oleh karenanya, imbuh Kiai Nuril, acara tersebut diharapkan dapat menjadi media perekat dan komunikasi antar-majelis taklim yang berbasis pemikiran dan kultur NU. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Budaya, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock