Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Januari 2018

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) diminta waspada atas munculnya kelompok-kelompok yang membawa paham keagamaan baru yang marak belakangan ini. Pasalnya, tidak sedikit dari kelompok tersebut mengaku menganut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), akan tetapi dalam praktek keagamaannya sama sekali tidak mencerminkan paham yang dikenal moderat tersebut.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH Nuril Huda saat membuka acara Silaturrahim Pimpinan Majelis Taklim di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaku Berpaham Aswaja, Tapi Praktek Tak Sesuai

Acara bertajuk “Optimalisasi Peran Majelis Taklim dalam Memantapkan Paham Ahlussunnah Wal Jama’ah” itu digelar hasil kerja sama PP LDNU dengan PP Muslimat NU. Hadir sebagai narasumber tokoh muslimah yang juga Presiden Asosiasi Perempuan Muslim (WML) Amerika Serikat Tiye Multazim, Kepala Biro Perencanaan Departemen Agama Drs Ahmad Junaidi MBA dan Ketua PP Muslimat NU Mahfudloh Ali Ubaid.

Menurut Kiai Nuril, demikian panggilan akrabnya, kelompok-kelompok tersebut berkarakter mudah sekali menganggap bid’ah (mengada-ada), sesat, bahkan kafir terhadap nahdliyyin yang ritual keagamaannya dianggap berbeda. Padahal ritual keagamaan tersebut telah menjadi tradisi nahdliyyin yang selama ini.

“Ada yang ngaku Jama’ah Salafiyah, tetapi prakteknya keluar dari apa yang diajarkan oleh ulama-ulama salaf. Ulama-ulama salaf itu kan sangat menghargai perbedaan madzhab dalam bidang ubudiyah. Tapi golongan ini tidak mengakui (perbedaan madzhab) itu, sehingga mudah sekali mem-bid’ah-kan bahkan mengkafirkan orang lain,” terang Kiai Nuril kepada para pimpinan majelis taklim.

ArrahmahMedia.Com

Oleh karena itu, lanjut Kiai Nuril, NU harus segera dilakukan upaya peneguhan kembali pemahaman sekaligus implementasi dari paham Aswaja di masyarakat. Hal itu, katanya, sangat penting agar kelompok-kelompok tersebut tidak mengusik kelestarian pemikiran dan budaya yang dikembangkan nahdliyyin melalui ajaran Aswaja.

Dalam kesempatan itu, Kiai Nuril juga mengungkapkan, kelompok-kelompok yang mengaku berpaham Aswaja itu tidak hanya berupaya mengganti tradisi keagamaan nahdliyyin. Masjid-masjid yang didirikan dan selama ini dikelola serta takmir masjidnya diisi oleh nahdliyyin mulai diambilalih dengan alasan syarat dengan ajaran bid’ah.

“Kita harus membentengi simbol-simbol NU, seperti masjid-masjid serta tradisi keagamaan NU dari upaya kelompok-kelompok lain yang mau menggeser dan menggantinya,” ungkap Kiai Nuril.

Oleh karenanya, imbuh Kiai Nuril, acara tersebut diharapkan dapat menjadi media perekat dan komunikasi antar-majelis taklim yang berbasis pemikiran dan kultur NU. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Budaya, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar kuliah umum, Kamis (7/9) di Gedung Serba Guna Pegadaian Pusat Jakarta bertajuk Mendialogkan dan Meneguhkan Relasi Agama dan Budaya di Nusantara. Tahun 2017 ini, Bupati Kabupaten Purwakarta H Dedi Mulyadi didaulat sebagai pengisi kuliah umum.

Berpakaian serba putih dibalut peci hitam, Dedi Mulyadi memberikan salam dengan menyatukan kedua tangnnya kepada 500 mahasiswa UNU Indonesia beserta civitas akademika yang hadir memadati ruang acara.

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Kang Dedi, sapaanya langsung menuju panggung utama didampingi Rektor UNU Indonesia (Unusia) Prof HM. Maksum Machfoedz dan Wakil Rektor III UNU Indonesia KH Mujib Qulyubi.

Sebelum orasi Dedi, Rektor Maksum memberikan sambutannya kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan, kehadiran UNU Indonesia makin memperkuat eksistensi keindonesiaan karena di Unusia tidak hanya memperkuat keilmuan akademik tetapi juga kebangsaan, kebudayaan, dan cinta tanah air.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum PBNU ini juga memotivasi para mahasiswa dengan meneriakkan slogan-slogan cinta tanah air di antaranya NU, NKRI harga mati, dan Pancasila jaya.

ArrahmahMedia.Com

Ruh kebangsaan ini, menurut Maksum, yang nantinya makin memberikan karakter kuat bagi para mahasiswa untuk mengisi setiap dispilin ilmu yang menjadi bidangnya masing-masing.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyoroti kuatnya tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang menurutnya harus dikenali dan dipahami sebagai penguat peradaban Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Dedi yang juga menggelontorkan beasiswa kepada 20 orang pemuda di Purwarkarta untuk kuliah dan belajar Kebudayaan Islam Nusantara di Pascasarjana UNU Indonesia ini menerangkan pentingnya kajian akademik peradaban Nusantara agar bangsa Indonesia maju dengan tetap pada identitas kebangsaannya.

“Ilmu dan peradaban Nusantara itu luas dan kaya, jangan sampai kita terus-terusan bergantung pada produk bangsa luar. Menurut saya inilah pentingnya keberadaan UNU Indonesia,” ucap Dedi.

Pria yang menjadikan seni, tradisi, dan budaya lokal sebagai pondasi tata kelola pemerintahannya di Purwakarta ini mengungkapkan, bangsa Indonesia wajib belajar berbagai kekayaan tradisi dan budaya Nusantara agar bangsa dan negara ini maju dengan tidak meninggalkan ruh kebangsaannya.

“Belajarlah seni Nusantara, tradisi pengobatan orang-orang Nusantara, arsitektur Nusantara, dan berbagai keilmuan ulama-ulama Nusantara. Jika tak dipelajari, tidak akan ada yang namanya kejayaan Indonesia,” tegas Kang Dedi.

Dedi juga membawakan orasinya dengan diselingi sejumlah humor sehingga ratusan mahasiswa terlihat santai tetapi tetap fokus menyimak pemaparan dirinya. 

Usai memaparkan orasinya, Dedi Mulyadi mendapat cinderamata dari UNU Indonesia berupa lukisan dirinya. Lukisan berasal dari goresan pensil yang terlihat indah dan rapi tersebut merupakan karya dari salah seorang alumnus kampus yang dahulu bernama STAINU Jakarta ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Budaya, Kyai ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Purwrejo, NU online

Menggunakan momentum Masa Kesetian Anggota dan Kemah Pelajar, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menggelar deklarasi memerangi narkoba. Deklarasi tersebut diikuti oleh sekitar 250 pelajar NU se-Kecamatan Bener.

Ketua PC IPNU Kecamatan Bener Muhammad Shofiyudin mengatakan, deklarasi tersebut merupakan sebuah komitmen awal IPNU-IPPNU di tingkatan pelajar untuk melawan narkoba. “Pelajar NU jangan sampai pasif terhadap pelbagai persoalan di kalangan pelajar, harus menjadi yang terdepan,” ungkapnya.

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Setelah deklarasi yang berlangsung Sabtu (1/10) di Aula SMK Ma’arif NU Bener itu, diselenggarakan Seminar Anti Narkoba yang diisi oleh Kapolsek Bener AKP Kitfirul Aziz. “Kita kumpulkan semua perwakilan pelajar se-Kecamatan Bener baik dari sekolah negeri maupun swasta untuk bersama-sama menyatukan barisan,” imbuhnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut AKP Kitfirul Aziz, NU beserta banom-banomnya telah terbukti dalam berperan aktif dalam membangun masyarakat.

“Badan otonom NU selalu terlibat dalam membangun spiritual dan sosial masyarakat, termasuk narkoba. Maka saya harapkan, rekan-rekan dari IPNU-IPPNU meneruskan semangat positif tersebut,” pungkasnya. (Ahmad Nasuhan/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Budaya, Hikmah, Sholawat ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Usai membuka Muktamar Jamiyah Thoriqoh Annahdiyah (JATMAN) Pekalongan, Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Tegal, Senin (15/1) siang ini.

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Buka Muktamar XII JATMAN Pekalongan, Presiden Bertolak ke Tegal

Dari rilis agenda yang diperoleh ArrahmahMedia.Com, diperkirakan pukul 13.30 WIB helikopter RI-1 tiba di Stadion GOR Trisanja Slawi disambut Bupati Tegal dan istri, Kapolres, Dandim dan Danbrig Dewa Ratna yang juga beserta istri dan sejumlah pejabat lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Kabupaten Tegal, Zaenal Arifin mengatakan, sesampainya di Slawi rombongan Presiden akan menuju warung Sate Batibul “Bang Awi” Adiwerna untuk makan siang dan berdialog bersama 30 orang perwakilan nelayan Kabupaten Tegal yang terdiri dari 15 org dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan 15 orang dari Serikat Nelayan Indonesia (SNI).

"Daru Warung Sate Batibul Presiden menuju Lapangan Dukuhsalam Kecamatan Slawi untuk menyerahkan 5.500 sertipikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau publik lebih mengenalnya dengan PRONA," ujarnya

Menurut Zaenal, dari keseluruhan penerima sertipikat tanah tersebut, 3.000 orang berasal dari Kab.Tegal, 1.000 orang dari Brebes, 1.000 orang dari Pemalang, dan 500 orang dari Kota Tegal. 

ArrahmahMedia.Com

Adapun mobilisasi peserta penerima sertipikat dikoordinir langsung oleh Kementerian ATR/BPN dgn menggunakan armada 100 bus dimana parkirnya akan diarahkan di Terminal Dukuhsalam.

"Setibanya di Lapangan Dukuhsalam, RI-1 akan disambut Tari Topeng Endel (durasi 5 menit) yang akan dibawakan oleh 6 orang siswi sebagai tari selamat datang di Kabupaten Tegal," imbuhnya.

Selanjutnya dari Lapangan Dukuhsalam, Jokowi akan melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Banjar Patroman Provinsi Jawa Barat melalui rute Jl. Raya Slawi-Balapulang-Margasari menuju arah Purwokerto-Cilacap.

ArrahmahMedia.Com

Direncanakan pula, Jokowi akan meninjau hasil fisik pembangunan dari pendanaan Dana Desa (DD) di Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Syariah, Internasional, Budaya ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Forum Madin Jateng Susun Bahan Ajar Fiqih

Boyolali, ArrahmahMedia.Com. Perwakilan Madrasah Diniyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop penyusunan bahan ajar mata pelajaran Fiqih Diniyah Taklimiyah Tingkat Ula, di Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Forum Madin Jateng Susun Bahan Ajar Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Madin Jateng Susun Bahan Ajar Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Madin Jateng Susun Bahan Ajar Fiqih

Kegiatan untuk angkatan pertama ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu (21-23/4). Salah satu peserta dari Boyolali, Choirudin Ahmad mengatakan penyusunan bahan ajar ini perlu bagi Madin.

“Selama ini bahan ajar masih didasarkan pada kebijakan madin di masing-masing daerah,” ujar pengurus madrasah diniyah pesantren Miftahul Huda Cepogo itu.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, adanya penyamaan bahan ajar ini dapat meningkatkan mutu pelajaran di madin, khususnya di daerah yang minim pesantren. Selanjutnya, dari penyeragaman ini juga dapat diadakan ujian bersama. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Budaya, News ArrahmahMedia.Com

Jumat, 12 Januari 2018

Katib Aam Mantu, Kang Said Datang Duluan

Yogyakarta, ArrahmahMedia.Com. Katib Aam PBNU KH Malik Madani merayakan pesta pernikahan anaknya, Ahmad Yasir Fahmi dengan Dhini Suryandari, Sabtu ini, 4 Desember. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj datang ke kondangan Jum’at kemarin.



Katib Aam Mantu, Kang Said Datang Duluan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam Mantu, Kang Said Datang Duluan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam Mantu, Kang Said Datang Duluan

Kang Said menuturkan, dirinya tak dapat datang hari ini karena ada acara NU di Mamuju Sulawesi Barat dan Polewali Mandar sehingga biar kedua acara tersebut bisa dihadiri, ia datang terlebih dahulu ke Yogyakarta.

Wajah cerah tampak jelas terlihat dalam keluarga KH Malik Madani. Resepsi pernikahan telah dilakukan pada Ahad, 21 November 2010 di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. KH Mustofa Bisri bertindak memberikan khutbah nikah dan KH Sahal Mahfudz memberikan doa pernikahan. Dini Suryandari merupakan putri dari salah seorang pejabat di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

ArrahmahMedia.Com

Ia menuturkan, putranya yang kini berusia 28 tahun ini merupakan seorang konsultan dalam bidang teknologi informasi di Erricson. Ia telah ditempatkan di sejumlah negera seperti Oman, Meksiko, Rusia, Ghana.

“Sebenarnya, mau berangkat ke Turki, terus kecantol gadis dari Semarang itu,” katanya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Budaya ArrahmahMedia.Com

Selasa, 09 Januari 2018

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional

Magelang, ArrahmahMedia.Com. Perjuangan bangsa Indonesia menghadirkan kembali kejayaannya di bidang olahraga masih harus melalui jalan panjang dan penuh tantangan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi pada puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional, di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (9/9).

Namun menurutnya justru dengan momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) 2017 yang mengangkat tema “Olahraga Menyatukan Kita’’ akan menjadi langkah strategis mewujudkan tantangan itu dengan sinergi dan kerjasama dari semua pihak.

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan HAORNAS 2017, Momentum Mengembalikan Kejayaan Prestasi Olahraga Nasional

“Momentum Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) adalah momen sangat penting dimana kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengorbanan serta perjuangan seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun kemajuan olahraga dari tingkat daerah hingga pusat, mulai dari atlet, pelatih, manajer, pemilik klub, pimpinan cabang olahraga, para pembuat kebijakan, kampus-kampus dan sekolah olahraga, media dan juga masyarakat yang mencintai olahraga,” ujar Menpora.

Menpora mengatakan dengan semangat olahraga yang mempersatukan ini, banyak kegiatan-kegiatan keolahragaan diarahkan untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, dan penyatuan kembali semangat kebangsaan dan solidaritas di antara sesama warga masyarakat.

“Tidak hanya tentang persatuan, olahraga juga mengajarkan kita banyak hal tentang makna kejujuran, sportivitas, keadilan dan juga kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa. Ketika semua bersatu dan berjuang untuk olahraga, maka serentak kita akan berkata inilah Indonesia, Indonesia Raya…!!! maka disitulah kebanggaan kita hadir dari olahraga,” tegas Menpora lagi.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, semangat perayaan Hari Olahraga Nasional kali ini sedikit berbeda dari biasanya, karena dilakukan kurang lebih satu tahun jelang perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

“Asian Games dan Asian Paragames 2018 harus menjadi momentum kebangkitan kembali kejayaan olahraga Indonesia. Keduanya harus meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, yakni meninggalkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, lebih maju dan lebih modern, dan hal lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah mewariskan masyarakat Indonesia yang gemar berolahraga.” jelas Imam.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa masyarakat yang gemar dan mencintai olahraga adalah dasar dari lahirnya prestasi olahraga, “Kita ingin membidik prestasi dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan olahraga, Prestasi adalah sebuah proses panjang melahirkan dan menemukan atlet-atlet elit dari ribuan bahkan jutaan anak-anak Indonesia yang turun ke lapangan olahraga, yang berlari dan terus berlari, bergerak terus berolahraga, menempa dirinya dengan disiplin dan latihan keras untuk menjadi juara,’’ jelas Cak Imam, sapaan akrabnya di kalangan anak-anak muda dan para atlet.

ArrahmahMedia.Com

Gerakan #Ayo Olahraga Untuk Hadirkan Prestasi Olahraga

Di Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mencanangkan Gerakan Ayo Olahraga. Gerakan Ayo Olahraga ini sudah berjalan sejak awal bulan Mei lalu dengan menggulirkan 3 program unggulan utama yaitu: Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar (U-12, U-14, U-16 dan Liga Mahasiswa).

Kegiatan Gowes Pesona Nusantara telah melintasi 81 titik Kabupaten/Kota dari 90 Kabupaten/Kota, sementara itu Gala Desa telah berjalan dengan melibatkan 816 desa, 136 kabupaten/kota di 34 Provinsi. Untuk Liga Sepakbola Pelajar di berbagai level dan jenjang usia telah melibatkan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia.

Semangat dari ratusan ribu masyarakat yang telah tersentuh oleh program ini diharapkan dapat terus meningkatkan kegemaran masyarakat berolahraga. 

Secara khusus Program Gowes Pesona Nusantara diarahkan untuk melahirkan sebuah konsensus bersama dari seluruh daerah di Indonesia untuk melahirkan Hari Bersepeda Nasional. Sementara pada kegiatan lainnya yakni Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar bertujuan untuk menjadikan kedua ajang tersebut sebagai wadah pencarian bibit-bibit olahragawan handal dan penuh potensi dari seluruh pelosok nusantara.

Gerakan Ayo Olahraga ini sejatinya juga bisa dikatakan menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang  bertujuan melibatkan seluruh komponen bangsa untuk hidup sehat dengan berolahraga, hidup aktif dan produktif dengan berolahraga secara rutin dan teratur apapun jenis olahraganya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Kajian Sunnah, Budaya ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock