Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

ArrahmahMedia.Com

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Hikmah, Hadits ArrahmahMedia.Com

Rabu, 21 Februari 2018

"Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI"

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di Jakarta, Selasa (26/9) menegaskan, permasalahan sampah menarik dibahas daripada politik.

Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ngurus Sampah Lebih Manfaat daripada Ngurus Pilkada DKI"

"Ngurusi sampah lebih bermanfaat daripada ngurusi Pilkada DKI. Siapa pun yang jadi biarkan saja, sampah ini harus ada yang mengurus," ujar alumni Pesantren Lirboyo lagi.

Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdalatul Ulama (PP LPBINU) menggelar Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020, di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

"Saya mengapresiasi upaya LPBI NU yang menyelenggarakan gerakan peduli lingkungan bersih seperti ini," kata Kiai Said lagi.

ArrahmahMedia.Com

Apresiasi senada juga disampaikan Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tuti Hendrawati Mintarsih. Bahkan, pihaknya berencana menjalin kerja sama lebih intensif dengan LPBINU.?

Bekerja sama dengan NU, kata Kiai Said, biasanya menghasilkan hal positif. Contohnya pelaksanaan program KB pada masa Orde Baru yang sempat tersendat akhirnya cukup sukses setelah para kiai bersuara melalui forum kajian kitab kuning Bahtsul Masail.?

"Jadi Insyaallah, setiap kerja sama dengan NU juga tidak ada tendensi politik. Tapi murni untuk kebaikan," pungkas Kiai Said.

ArrahmahMedia.Com





Kali ini LPBINU mengampanyekan Gerakan Nusantara Bebas Sampah 2020 melalui pemberdayaan sampah plastik bernama ecobrick, yakni program daur ulang sampah plastik berupa bekas botol minuman mineral untuk menjadi semacam “batu bata”. Kumpulan botol yang dipadati sampah-sampah plastik ini lantas dibentuk dan dimanfaatkan menjadi sejumlah barang, seperti furnitur, pagar taman, dinding, panggung, dan lain-lain.

Pemberdayaan sampah plastik lewat metode ecobrick merupakan kelanjutan dari program LPBINU sebelumnya, Gerakan Ubah Sampah Jadi Berkah, yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai macam benda kerajinan, seperti lukisan, tas, ornamen, pot bunga, dan lain-lain.? (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hikmah, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 17 Februari 2018

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Katakan yang benar meskipun itu pahit. Sabda Rasulullah SAW ini menjiwai ketegaran Asiyah, istri Fir’aun, sejak ribuan tahun silam ketika suaminya yang angkuh itu memaksannya menanggalkan kebenaran.

Dalam ‘Uqudul Lujjain, Syekh Nawawi al-Bantani menceritakan hikayat awal keimanan Asiyah dari kesuksesan Nabi Musa AS mengalahkan tukang sihir suruhan Fir’aun. Penguasa otoriter yang mendaku dirinya sebagai Tuhan ini menantang Nabi Musa adu kebenaran dengan saling “unjuk kebolehan”.

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Asiyah yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya jatuh cinta pada ajaran Nabi Musa. Mukjizat telah terbentang, dan kebatilan terbukti gugur di hadapan kebenaran tauhid. Istri Fir’aun ini pun mantab menyatakan beriman.

ArrahmahMedia.Com

Fir’aun betul-betul tidak terima dengan keputusan istrinya. Ia mengikat kedua tangan dan kaki Asiyah pada empat buah tiang. Tubuhnya dipaksa menatap sengatan matahari. Fir’aun dan pengikutnya lantas meninggalkan Asiyah begitu saja bak bangkai kadal yang terkapar di atas pasir.

Penderitaan perempuan malang ini belum berakhir. Karena beberapa saat kemudian, Fir’aun memerintahkan anak buahnya melemparinya dengan batu besar. Dalam perih, Asiyah berutur, “Wahai Tuhanku, dirikanlah rumah untukku di sisimu di dalam surga.”

ArrahmahMedia.Com

Seketika itu ia melihat sebuah rumah yang terbuat dari marmer putih. Lalu nyawanya dicabut, sebelum tubuhnya ditimpa batu besar hingga ia tidak merasakan sakit.

Fir’aun dalam kisah ini memperlihatkan kezaliman yang tiada batas. Ia tak segan-segan  menyiksa, bahkan membunuh, setiap orang yang berseberangan dengan dirinya, tak terkecuali istrinya sendiri.

Perilaku Fir’aun ini juga menandai  adanya struktur kekuasaan yang hegemonik dalam kehidupan bernegara sehingga akses kritik atau berpendapat secara bebas menjadi buntu. Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Fir’aun sedang memamerkan dominasi laki-laki atas perempuan yang menjadi faktor ketidakharmonisan dan kekerasan dalam sebuah keluarga.

Sebaliknya, Asiyah mengajarkan kepada kita semua tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan berat. Siksaan hebat dari Fir’aun tak menggoyangkan pilihannya terhadap ajaran tauhid. Berkat ketabahan dan keteguhannya menggenggam prinsip ini, Asiyah justru mendapat perlindungan dan kemuliaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Hikmah, Cerita ArrahmahMedia.Com

Kamis, 15 Februari 2018

Peristiwa Tsunami Bikin Romo Benny Akui Kewalian Gus Dur

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Tidak sedikit umat Islam yang menganggap kalau KH Abdurrahman Wahid sebagai wali. Manusia yang punya kemampuan spiritualitas di atas rata-rata, supranatural atau dalam bahasa pesantren populer dengan istilah khoriqul adah

Peristiwa Tsunami Bikin Romo Benny Akui Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Peristiwa Tsunami Bikin Romo Benny Akui Kewalian Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Peristiwa Tsunami Bikin Romo Benny Akui Kewalian Gus Dur

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang merupakan guru besar ilmu tasawuf pun tak kalah menyakini terhadap kewalian kiai yang populer disapa Gus Dur tersebut. 

Namun, kehebatan Gus Dur dalam membaca peristiwa yang belum terjadi, tidak hanya diyakini dan diakui oleh umat Islam. Pasalnya, Antonius Benny Susetyo atau yang akrab disapa Romo Benny juga mengakui kemampuan spiritualitas Gus Dur. 

Saat ditemui ArrahmahMedia.Com usai mengisi Seminar Kebangsaan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (14 /12), pria yang juga menjadi pastur ini mengatakan bahwa Gus Dur mampu membaca tanda-tanda zaman. 

Di antara yang Romo Benny ungkap, ialah tentang peristiwa tsunami yang terjadi di Provinsi Aceh. Sebuah peristiwa yang pernah mengguncang provinsi yang mempunyai julukan Serambi Mekkah dengan memakan ratusan ribu korban jiwa. 

ArrahmahMedia.Com

Menurut Romo Benny, sebelum terjadinya bencana tsunami, Gus Dur mengaku resah dan tidak bisa tidur. Keresahan itu pun disampaikan ke Romo Benny yang berisi sebuah mimpi tentang terjadinya bencana besar, namun tidak diketahui lokasi pastinya. 

ArrahmahMedia.Com

"Pulang dua hari, meletus Aceh. Itu waktu peristiwa Aceh. Artinya Gus Dur mempunyai kemampuan daya spiritual yang luar biasa," katanya bersemangat. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Hikmah, Kiai ArrahmahMedia.Com

Senin, 05 Februari 2018

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo

Tulisannya sering muncul di kolom berbagai surat kabar. Temanya begitu menyejukkan, tentang Islam Rahmatan lil Alamin, tentang keadilan. Para pembaca menjadi ikut tercerahkan dan membuat orang menjadi tertarik akan konsep Islam yang damai.

Pada Rabu sore (19/6), wartawan NU Online, Ajie Najmuddin, berkunjung ke rumahnya, di Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo. Saat ditemui, Pak Dian, begitu dia biasa dipanggil, baru selesai mengatur kursi yang akan digunakan untuk acara akhirussanah RA Al-Muayyad Windan, esoknya. Ditemani suguhan lotis dan segelas teh hangat, mereka memulai pembicaraan.

Tulisan anda di media massa, banyak yang bertemakan gagasan Islam yang damai, apa tujuannya?

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo

Saya hanya ingin menggambarkan sedikit tentang nilai-nilai yang saya dapatkan di pesantren. Tentang nilai kebenaran, keluhuran, persaudaraan dan sebagainya. Semuanya saya dapatkan dari para guru saya di pesantren.

Mengenai nilai-nilai di pesantren, bisa sedikit anda jabarkan?

Tentang kebenaran. Kebenaran ini bisa diartikan, yakni kesesuaian dengan 6 hal ini; norma, hukum, ilmu, fakta, realita, dan perikatan.

ArrahmahMedia.Com

Kesesuaian perikatan, maksudnya?

Sebagai orang indonesia, kita semestinya juga menyesuaikan diri dengan menerima Pancasila dan UUD, karena itu merupakan sebuah perjanjian atau ikatan dari para pendiri bangsa.

Selain nilai-nilai di pesantren yang anda sebutkan, anda juga menyebut sekilas tentang guru. Siapa guru yang paling menginspirasi anda?

ArrahmahMedia.Com

Alm. Kiai Umar Abdul Mannan (Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Solo, wafat tahun 1980,-red). Beliau adalah sosok yang menginspirasi. Saya ceritakan salah satu kisah beliau, pernah suatu ketika beliau mendapat kiriman surat bertinta hitam. Diperlihatkannya surat tersebut kepada saya, isinya begitu keras dan kasar bahasanya.

Beliau bertanya, “Saya harus bagaimana?”.

Akhirnya beliau justru sowan ke sang pengirim surat. Meminta klarifikasi atas surat tersebut. dan tidak ada lagi konflik setelahnya. Inilah salah satu teladan keluhuran dari beliau.

Saat ini anda juga dikenal sebagai pemilik sebuah radio, apa motivasi anda mendirikannya?

Saya bukan pemilik, hanya mengelola. Tujuannya untuk mengembangkan sapaan kepada publik Solo Raya. Juga untuk memperkuat warga Nahdliyyin melalui media massa.

Selain itu, saya selalu memegang 3 hal ini, pun dalam mendirikan radio ini. Tiga hal yakni, untuk meraih prestasi vertikal (dapat juga dimaknai mendekat ke Tuhan), kita harus bertindak baik pula ke horizontal (sesama makhluk).

Kedua, bertindaklah inklusif jangan eksklusif. Radio ini bisa berkembang dengan bagus, karena kita merangkul semua. Bahkan pendengar kita mayoritas anak muda. Tapi di sisi lain, kita sisipi dengan siraman rohani.

Ketiga, apabila terjadi konflik senior-yunior, maka senior mesti melakukan afirmasi kepada yunior. Juga dalam setiap hal, mesti ada sinergitas dan kolaborasi antara keduanya.

 

*

M. Dian Nafi’ lahir di Sragen pada 4 April 1964. Ia adalah anak ketiga dari delapanbersaudara. Ayahnya, Kiai Haji Ahmad Djisam Abdul Mannan, merintis Pesantren An-Najah, Gondang, Sragen, Jawa Tengah, yang kini diasuh kakak iparnya. Sementara kakeknya, Kiai Haji Abdul Mannan, adalah pendiri Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta, salah satu pesantren Al-Quran yang terkenal di Solo.

Pertemuannya dengan beberapa tokoh rekonsiliasi kemudian membawanya bergabung dalam Tim Independen Rekonsiliasi Ambon (TIRA), Tim Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Konflik (TPMPK) Maluku Utara, dan lembaga-lembaga lainnya seperti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjahmada, Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian (PSPP) Yogyakarta, Pusat Pemberdayaan untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian (PPRP) Jakarta, Crisis Centre Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Common Ground Indonesia, dansebagainya. Pertemuan dan pendidikan yang diikuti di luar negeri adalah Disaster Management Training di Africa University Zimbabwe, Education in Religion for Communitiy Consultation di Agia Napa, Siprus (2001), Asia Africa People Forum di Kolombo (2003), Indonesia Pesantren Program di Amherst, Massachusetts, USA (2003), dan Summer Peace Building Institute di Harrisonburg, Virginia, USA (2005).

Saat ini, ia mengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Sukoharjo, yang merupakan pengembangan dari Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, Surakarta. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, PonPes, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Dompu, ArrahmahMedia.Com. Setelah jauh sebelumnya ? 31 region memastikan wakilnya di seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN), akhirnya Ahad (16/10) malam, region NTB III yang meliputi Bima, Dompu juga telah selesai melangsungkan laga final yang berlangsung di Lapangan Pantapaju, Dompu.

Pada laga final LSN Region NTB III ini mempertemukan Pesantren Ar-Rizki melawan Pesantren Al-Kautsar. Sejak peliut panjang berbunyi yang menjadi tanda dimulainya laga final, kedua tim saling menampilkan permainan terbaiknya.

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Setelah menampilkan permainan yang terbaik dari masing-masing tim, jelang beberapa menit babak pertama tepatnya menit 10 Rahman gelandang serang Ar-Rizki dengan nomor punggung 10 berhasil merobek gawang Al-Kautsar, sehingga merubah skor menjadi 1-0.

Detik-detik babak pertama akan berakhir menit ke-30 Rahman kembali menyumbangkan gol yang kedua, dengan demikian skor berubah menjadi 2-0, hingga babak pertama selesai tim Al-Kautsar belum berhasil mengejar ketertinggal 2 gol.

Masuk babak kedua, skuad Al-Kautsar mencoba menyusun serangan guna mengejar ketertinggalan gol, beruntung usaha yang dibangun oleh skuad Al-Kautsar berhasil menciptakan gol melalui kaki kanan Irfan pada menit 40, ? memperkecil ketertinggalan skor menjadi 1-2.

ArrahmahMedia.Com

Tapi tak diduga sebelum mengakhiri babak kedua yang sekaligus menjadi tanda selesainya laga final LSN Regional NTB III, skuad Ar-Rizki Kasman nomor punggung 7 berhasil menambah koleksi gol yang ketiga, sekaligus menjadi gol penutup laga final tersebut.

Dengan demikian Ar-Rizki tampil sebagai juara LSN Regional NTB III dengan skor 3-1, dan berhak mewakili NTB III pada ? seri nasional yang akan berlangsung pada tanggal 22 Oktober di Yogyakarta.

ArrahmahMedia.Com

Dengan hasil laga final tersebut Rahmat Ismail Koordinator Regional NTB III merasa puas dan bersyukur atas suksesnya final LSN Regional NTB III meski cukup dekat waktu pelaksanaannya denga seri nasional.

"Saya sangat puas dengan laga final yang sangat luar biasa ini, juga saya sampaikan terimaksih banyak kepada semua pihak yang telah bekerja sama mensukseskan LSN Region NTB II ini", ungkapnya.

Hadir dalam acara penutupan LSN regional NTB III, Kadispora mewakili Bupati Dompu, Wakil Ketua DPRD Dompu, Ketua Fraksi PKB DPRD Dompu, ? dan tokoh agama berpengaruh KH. Asikin Ahmad. (Red: Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Olahraga, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Bekasi, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menginisiasi pertemuan antar organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan setempat, untuk membahas terkait penolakan terhadap wacana Full Day School (FDS) di Gedung NU Centre El-Said, Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/7).

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar penolakan atas Permendikbud No 23 tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Kebijakan Menteri Muhadjir Effendy itu dinilai akan menggerus pelajaran agama bagi pelajar di Indonesia. Selain itu, berpotensi mengancam eksistensi madrasah diniyah dalam hal penguatan keagamaan.

Sekretaris PCNU Kota Bekasi Ayi Nurdin mengatakan, modal awal dari pertemuan itu adalah adanya kesepakatan bersama untuk menolak FDS. Kemudian penolakan itu akan dilalui dengan proses lobi kepada organisasi atau lembaga setempat agar bersama-sama melakukan aksi damai. Minimal, lanjut Ayi, aksi dilakukan di depan kantor pemegang kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan.

"Kita perlu membentuk tim untuk turun aksi dengan dialog terlebih dulu. Kemudian tim melakukan perumusan langkah. Dialog menjadi langkah awal. Berbagai langkah harus cepat, karena ada desakan yang kuat untuk FDS ini segera direalisasikan. Kalau tim sudah siap, kita persiapkan untuk aksi di tingkatan lokal," kata Ayi.

ArrahmahMedia.Com

Dia juga mengatakan agar masing-masing organisasi dan lembaga yang memiliki kepentingan menolak FDS untuk mengumpulkan tanda tangan atau membuat petisi. Kalau perlu, lanjutnya, menyodorkan sebuah lembaran pernyataan sikap kepada Wali Kota Bekasi untuk ditandatangani. Sehingga gelombang penolakan kian besar karena mendapat persetujuan dari pimpinan daerah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru NU (Pergunu) Kota Bekasi Heri Kuswara menyarankan agar jangan hanya melakukan penolakan, tapi juga harus memiliki solusi. Dalam hal ini, ada model baru yang mesti diusulkan ke pemerintah terkait penguatan pendidikan karakter. Sehingga substansi dengan implementasi jam sekolah menjadi tidak nyambung.?

Karena menurutnya, penguatan pendidikan karakter itu tidak ada hubungannya dengan kuantitas jam pelajaran, melainkan didapat dari keteladanan guru yang diberikan kepada murid.

"Jadi, selain unjuk rasa, kita juga harus unjuk gagasan. Kita harus memberikan formula baru. Misal, dengan tidak 5 hari. Atau mungkin 5 hari tapi tidak 8 jam, tapi 6 hari. Jadi, sekalipun FDS berjalan, tetap dibutuhkan adanya kolaborasi dengan madrasah diniyah," ucap pria asal Garut itu.

Selain itu, Ketua PC IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo akan mengumpulkan pernyataan sikap penolakan dari murid madrasah diniyah atau lembaga pendidikan di bawah naungan Pergunu dan Maarif NU. Hal itu dilakukan dengan tujuan mempertahankan pendidikan karakter yang sudah berlangsung sejak lama di madrasah diniyah.

ArrahmahMedia.Com

Akhir-akhir ini, IPNU Kota Bekasi giat mengadakan diskusi internal membahas FDS dan melakukan kajian sebelum turun aksi sebagai bentuk pengimplementasian dari instruksi yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Jadi, selain mendapat intstruksi langsung dari PBNU, kami juga memohon izin ke PCNU setempat terlebih dulu. Kalau diizinkan turun, IPNU Kota Bekasi akan turun langsung," kata Tyo, sapaan akrab mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yayasan Pembinaan Ilmu Administrasi Modern Indonesia (STIA YPIAMI) Jakarta.

Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa organisasi dan lembaga keagamaan Kota Bekasi. Diantaranya, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Forum Komunikasi Pendidikan al-Quran (FKPQ).

Rencananya sebelum melaksanakan aksi damai pada 25 Agustus 2017, akan dilakukan audiensi kepada pihak terkait. Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Nahdlatul, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock