Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar.

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

ArrahmahMedia.Com

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan kali ini kami berusaha untuk menjawab pertanyaan kedua tentang menshalati orang yang meninggal karena bunuh diri. Apakah ia tetap harus dishalati? Tentunya untuk menjawab pertanyaan ini kami akan merujuk pada penjelasan yang telah disodorkan para ulama.

Dalam kasus orang yang mati karena bunuh diri ternyata para ulama berselisih pendapat. Tetapi, menurut pendapat mayoritas ulama, jenazah tetap dishalati. Berbeda dengan mayoritas ulama adalah Umar bin Abdul Aziz yang memandang bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, seorang imam tidak perlu menshalatinya tetapi yang menshalati adalah selainnya. Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal ini mungkin bisa dipahami bahwa tokoh masyarakat atau kiainya tidak perlu ikut menshalati, tetapi cukup jamaah atau masyarakat yang lain yang menshalatinya.

Salah satu argumen teologi yang bisa digunakan untuk mendukung pendapat mereka adalah riwayat Jabir bin Samurah yang menyatakan ada seorang laki-laki yang melakukan tindakan bunuh diri kemudian meninggal dan Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Ishaq bin Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu adalah bentuk peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama berbeda pendapat mengenai penshalatan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri. Menurut pendapat mayoritas ulama, ia tetap dishalati. Sedang Umar bin Abdul Aziz tidak berpendapat untuk menshalatinya. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai. Imam Ahmad bin Hanbal berpandapat, imam tidak perlu ikut menshalatinya, sedang yang menshalatinya adalah selain imam. Mereka berhujjah dengan riwayat dari Jabir bin Samurah yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki yang mati karena bunuh diri kemudian Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu pada dasarnya merupakan peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.”

Berpijak atas penjelasan ini, setidaknya dapat ditarik sebuah simpulan bahwa jenazah orang yang mati karena bunuh diri sepanjang dia adalah seorang Muslim, tetap dishalati. Sebab, dosa besar perbuatan bunuh diri tidak dengan sertamerta menyebabkan ia keluar dari Islam, sepanjang ia tidak menganggap bahwa tidakan bunuh diri adalah halal.

Adapun sikap dan pandangan Umar bin Abdul Azin dan Al-Awzai adalah cenderung tidak menshalati orang yang mati karena bunuh diri. Kecenderungan ini mesti dibaca sebagai sikap pemakruhan bagi dirinya. Inilah yang kami pahami dari keterangan yang kemukakan Ibnu Bathal dalam kitab Syarhu Shahihil Bukhari-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para fuqaha` dan ulama dari kalangan Ahlusunnah sepakat bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak keluar dari Islam, ia tetap dishalati, dan wajib menanggung dosa akibat perbuatannya sebagaimana dikemukakan Imam Malik, dimakamkan di pemakaman orang-orang Muslim. Hanya Umar bin Abdul Aziz dan Al-Awzai yang menganggap makruh penshalatan jenazah orang yang meninggal karena bunuh diri di mana keduanya memakruhkan khusus untuk dirinya sendiri,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl, Maktab Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz III, halaman 349).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Fragmen, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Kamis, 22 Februari 2018

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Kabar kiai NU diperiksa Bareskrim Polri hingga terancam bui membuat sejumlah pihak tergerak memberikan dukungan. Apalagi itu melibatkan Ketua PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar dan KH Irfan Soleh, salah satu pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.



Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara

“Kita sepenuhnya siap membela para kiai NU. Jika sampai ada kiai dipenjara karena dakwahnya, para pendekar Pagar Nusa siap menggantikannya dipenjara agar para kiai itu bisa tetap bebas dan meneruskan dakwahnya,” kata KH Ali Maksum (Gus Ali) ketua Ikatan Pencak Silat NU (IPSNU) Pagar Nusa Jombang, di Denanyar, Sabtu (25/5) kemarin.

Lebih dari itu pun pihaknya mengaku siap. “Kalau memang genderang perang yang ditabuh, kita tak akan pernah mundur,” tandasnya. Menurutnya, tidak sekali dua kali para pendekar Pagar Nusa bertaruh nyawa demi membela perjuangan kiai NU. “Tidak usah banyak kata, asal kiai yang memerintah, kita pasti berangkat,” tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Meski demikian, pihaknya meminta agar semua elemen NU tidak terrpovokasi. “MTA itu kecil, jangan sampai kita terprovokasi hingga justru melakukan tindakan yang menodai kebesaran dan keharuman nama NU. Tapi kita tetap tak boleh diam saja,” tandasnya.

Segala kemungkinan, menurutnya harus tetap diantisipasi. “Kita tingkatkan kewaspadaan dan persiapan. Tapi jangan sampai terprovokasi,” ucapnya.

ArrahmahMedia.Com

Karena proses hukum masih berjalan, ia berharap semua elemen NU ikut memantau proses tersebut. “NU juga harus memberikan pendampingan secara hukum kepada para kiai itu. Proses hukum harus dilawan dengan hukum pula. Yang lain-lain itu urusan belakangan, tidak usah khawatir,” paparnya.

Dia menegaskan, dari dulu sikap NU tidak pernah agresif. “Kasarannya kita ini tidak mencari musuh, tapi musuh datang kita hadapi. Ceramah Kiai Marzuki itu dalam rangka membentengi umat karena dalam setiap ceramahnya MTA selalu mengharam-haramkan perilaku keagamaan warga NU. Kalau itu dilaporkan polisi, semua warga NU bisa balik melaporkan MTA ke polisi,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga ArrahmahMedia.Com

Kamis, 15 Februari 2018

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Qurratu Aini mengimbau agar ibu-ibu Muslimat NU mampu meneladani perilaku dan akhlak Nabi Muhammad SAW yang berbudi pekerti yang baik.

Hal tersebut disampaikan Qurratu Aini dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Banyuanyar, Senin (26/12) sore di Kantor MWCNU Kecamatan Banyuanyar.

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja

“Kami mengharapkan agar para orang tua, khususnya ibu-ibu Muslimat NU bisa mendidik putra dan putrinya sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja). Setidaknya mampu meneladani perilaku dan akhlak Rasulullah SAW,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Aini, masa depan anak-anak sebagai calon generasi muda yang akan datang tergantung kepada pola pengasuhan yang dilakukan para orang tuanya. Jika pola asuhnya sesuain dengan tuntunan aqidah Aswaja, maka anak-anak akan memiliki perilaku, akhlak dan budi pekerti yang baik.

“Kalau perilaku dan budi pekerti anak baik, tentunya akan membuat bangga orang tuanya. Tetapi sebaliknya, orang tua akan merasa malu jika anaknya tidak memiliki akhlak yang baik. Apalagi sampai menyimpang dari nilai-nilai agama Islam,” tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Aini menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antara pengurus cabang dengan pengurus anak cabang serta ranting se Kota Kraksaan.

“Ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Nabi Muhammad SAW karena telah mengangkat martabat Muslimat NU ke derajat yang tinggi dan terhormat seperti saat ini,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh ratusan orang terdiri dari unsur pengurus cabang dan perwakilan masing-masing anak cabang serta ranting. Mereka berbaur menjadi satu dengan tujuan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta umat Islam di Indonesia jangan sampai terpecah belah dan berperang sendiri.

Hal itu ditegaskan Gatot ? saat Safari Ramadhan dan buka bersama di Lapangan Markas Brigade Infanteri (Brigif)/4 Dewa Ratna di Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (14/6).

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah

?

Gatot menilai, saat ini ada indikasi benih-benih perpecahan mulai muncul seiring dengan sikap saling menjelek-jelekkan dan menyalahkan satu sama lain.

"Benih-benih ini sudah mulai ada. Mari kita ingatkan teman-teman kita yang suka mencaci dan menjelekkan orang, mengkafirkan orang. Jika kita biarkan ini, negara kita bisa porak poranda," ujar Jenderal bintang empat ini.

ArrahmahMedia.Com

Orang nomor satu di jajaran TNI itu menyebutkan, setiap muslim harus rendah hati. Sifat sombong hanya milik Allah. Dalam konteks kekinian, banyak orang yang cenderung mengklaim bahwa diri dan kelompoknya adalah benar sementara yang lain salah.

Menurutnya, jika umat Islam tidak berpedoman pada nilai-nilai ini (rendah hati dan tidak menyalahkan orang lain-red), maka perang saudara tidak terelakkan. Perang saudara dan hilangnya sikap cinta tanah air inilah yang menjadi salah satu sebab negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah berkecamuk hingga sekarang.

Meski demikian, Jenderal kelahiran Tegal itu menyebut, Jawa Tengah merupakan daerah yang adem ayem. Di saat beberapa daerah lain sedikit bergejolak, Jawa Tengah telah menunjukkan diri bahwa masyarakatnya hidup guyup dan rukun.

ArrahmahMedia.Com

Menurut dia, hal itu tak lepas dari peran ulama yang bersinergi dengan TNI-Polri, serta semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Gatot merencanakan gerakan doa bersama seluruh elemen masyarakat yang akan digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan itu dikhususkan pada khataman Al-Qur’an yang digelar di seluruh markas atau kantor satuan jajaran TNI dari Sabang sampai Merauke.

Adapun buka bersama diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah. Selain itu, juga digelar santunan kepada 1.423 anak yatim.?

Kegiatan tersebut juga diikuti Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Tatang Sulaiman, Kapolda Irjen Condro Kirono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ulama Kharismatik asal Pekalongan Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Habib Tohir Alkaf, Bupati Tegal Enthus Susmono dan tokoh-tokoh lainnya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Anti Hoax, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Dompu, ArrahmahMedia.Com. Setelah jauh sebelumnya ? 31 region memastikan wakilnya di seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN), akhirnya Ahad (16/10) malam, region NTB III yang meliputi Bima, Dompu juga telah selesai melangsungkan laga final yang berlangsung di Lapangan Pantapaju, Dompu.

Pada laga final LSN Region NTB III ini mempertemukan Pesantren Ar-Rizki melawan Pesantren Al-Kautsar. Sejak peliut panjang berbunyi yang menjadi tanda dimulainya laga final, kedua tim saling menampilkan permainan terbaiknya.

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Setelah menampilkan permainan yang terbaik dari masing-masing tim, jelang beberapa menit babak pertama tepatnya menit 10 Rahman gelandang serang Ar-Rizki dengan nomor punggung 10 berhasil merobek gawang Al-Kautsar, sehingga merubah skor menjadi 1-0.

Detik-detik babak pertama akan berakhir menit ke-30 Rahman kembali menyumbangkan gol yang kedua, dengan demikian skor berubah menjadi 2-0, hingga babak pertama selesai tim Al-Kautsar belum berhasil mengejar ketertinggal 2 gol.

Masuk babak kedua, skuad Al-Kautsar mencoba menyusun serangan guna mengejar ketertinggalan gol, beruntung usaha yang dibangun oleh skuad Al-Kautsar berhasil menciptakan gol melalui kaki kanan Irfan pada menit 40, ? memperkecil ketertinggalan skor menjadi 1-2.

ArrahmahMedia.Com

Tapi tak diduga sebelum mengakhiri babak kedua yang sekaligus menjadi tanda selesainya laga final LSN Regional NTB III, skuad Ar-Rizki Kasman nomor punggung 7 berhasil menambah koleksi gol yang ketiga, sekaligus menjadi gol penutup laga final tersebut.

Dengan demikian Ar-Rizki tampil sebagai juara LSN Regional NTB III dengan skor 3-1, dan berhak mewakili NTB III pada ? seri nasional yang akan berlangsung pada tanggal 22 Oktober di Yogyakarta.

ArrahmahMedia.Com

Dengan hasil laga final tersebut Rahmat Ismail Koordinator Regional NTB III merasa puas dan bersyukur atas suksesnya final LSN Regional NTB III meski cukup dekat waktu pelaksanaannya denga seri nasional.

"Saya sangat puas dengan laga final yang sangat luar biasa ini, juga saya sampaikan terimaksih banyak kepada semua pihak yang telah bekerja sama mensukseskan LSN Region NTB II ini", ungkapnya.

Hadir dalam acara penutupan LSN regional NTB III, Kadispora mewakili Bupati Dompu, Wakil Ketua DPRD Dompu, Ketua Fraksi PKB DPRD Dompu, ? dan tokoh agama berpengaruh KH. Asikin Ahmad. (Red: Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Olahraga, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebanyak 1000 peserta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) tahun ajaran 2017-2018 di ruang serbaguna kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (3/10).



Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Para peserta  yang mengikuti  TPA ini telah lulus tahapan pertama yaitu seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan berkas data dan persyaratan lainnya. Gelombang pertama  tes TPA diikuti 600 peserta dan 400 peserta menyusul di gelombang kedua.

Dari 1000 peserta TPA, didominasi lulusan SMA sebanyak 53 persen dan 42 persen lulusan SMK, lulusan pesantren dan SLTTA ke atas masing-masing 1 persen, madrasah Aliyah 3 persen.

Sementara dari segi usia, rata-rata peserta TPA Poltek Ketenagakerjaan berusia kurang dari 21 tahun sebanyak 83 persen dan 15 persen berusia 21-30 tahun. Sebanyak 2 persen berumur lebih dari 30 tahun,

ArrahmahMedia.Com

Menurut Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Retno Pertiwi, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras.

“Para peserta diwajibkan mengikuti seluruh proses penerimaan mahasiswa baru sesuai prosedur yang telah ditentukan. Kita ingin memastikan hanya calon terbaik dan yang memenuhi persyaratan dan sesuai kriteria yang bisa mengikuti perkuliahan di Politeknik Ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Retno mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan dalam rangka  meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan.

ArrahmahMedia.Com

“Sesuai arahan dari Menaker M Hanif Dhakiri, kehadiran Politeknik Ketenagakerjaan Ini merupakan sebuah terobosan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Rencananya, pada tahun ini, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi (prodi) , yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan kuota 90 orang mahasiswa.

Dari 1000 peserta yang mengikuti TPA sebanyak 56 persen berjenis kelamin laki-laki dan 44 persen perempuan. Peminat program diploma (prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebanyak 47 persen, prodi relasi industri (34) dan prodi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebanyak 19 persen.

"Kehadiran Polteknaker dharapkan menjadi  solusi untuk mewarnai pembangunan ketenagakerjaan sehingga akan lebih kondusif dan semakin sejahtera dengan memperhatikan kondisi terhadap angkatan kerja, tingkat pendidikan, pengangguran dan link and match, “kata Retno.

Dari tiga prodi yang dibuka, Retno mengungkapkan tahap seleksi pertama adalah seleksi administrasi dengan melihat kelengkapan berkas. Pada proses ini terdapat pendaftar oline sebanyak 3.552 orang. Namun yang mengirim berkas melalui surat elektronik atau email sebanyak 1.302 peserta, yang akan memperebutkan 90 kursi dari tiga prodi.

 

Ditambahkan Retno, tahap selanjutnya usai TPA adalah test psikotes dan wawancara yang diikuti oleh peserta yang lulus TPA, pada tanggal 6 Oktober nanti di Pusdiklat Kemnaker. Peserta yang dinyatakan lulus psikotest dan wawancara akan diumumkan pada 7 Oktober 2017, mengikuti tes kesehatan dan bebas narkoba pada 9 Oktober 2017 di Pusdiklat Kemnaker. Rencananya Peserta PMB secara final akan diumumkan pada 10 Oktober dan langsung mendaftar ulang pada 11-13 Oktober 2017. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Olahraga, Nasional ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Tiap daerah memiliki kelebihan sumber daya manusia dan alam. Akan tetapi yang belum juga diupayakan secara serius adalah mengoptimalkan potensi yang ada agar benar-benar bermanfaat. 

Usaha serius pemerintah dalam mendampingi para wirausahawan tercermin dengan dikeluarkannya PNPM atau Program Nasional Masyarakat Mandiri. Beberapa daerah  memanfaatkan Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) NU untuk mendampingi sejumlah pemberdayaan usaha bagi kalangan perempuan. Termasuk yang kini tengah diseriusi PW Lakpesdam NU Jawa Timur di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan

Yeni Lutfiana, Project Officer kegiatan ini menandaskan sudah banyak potensi lokal di daerah ini yang dijadikan sandaran hidup warga. Randuagung memiliki hasil bumi yang cukup melimpah khususnya buah pisang. “Kehadiran kami melakukan pendampingan usaha yang selama ini sudah digeluti masyarakat, khususnya perempuan,” katanya pada ArrahmahMedia.Com (5/4).

ArrahmahMedia.Com

Untuk usaha pisang yang digeluti masyarakat, Lakpesdam memberikan sejumlah pengetahuan tentang upaya meningkatkan kualitas dan meminimalisir biaya yang tidak perlu. “Kita berikan kepada mereka teknologi tepat guna yang tentunya juga efisien bagi usaha yang tengah digeluti,” tandas alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Untuk usaha kripik pisang misalnya, telah dipernalkan vacuum frying yakni alat yang berfungsi melakukan pengeringan. “Alat ini bisa membuat kripik pisang lebih bisa bertahan lama dengan tanpa mengurangi tekstur dan rasanya,” katanya.

Bahkan dengan alat yang ada, para perempuan perajin usaha kripik pisang mampu menyimpan komoditasnya hingga dua tahun. “Ini sangat berbeda dengan model konvensional yang sudah ada,” kata mahasiswa Pasca Sarjana Unair Surabaya ini.

Tidak semata dalam hal produksi hingga distribusi yang dilakukan Lakpesdam. “Yang lebih penting adalah kesadaran para perempuan dan warga untuk berhimpun dalam komunitas,” terangnya. Karena dengan menjadi paguyuban atau perkumpulan, maka akan kian banyak ide kreatif yang muncul.

“Yang juga menjadi tujuan utama kami adalah mengangkat taraf hidup masyarakat serta kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan,” kata Yeni, panggilan akrabnya. Karena dengan kemadirian ekonomi, maka diharapkan posisi tawar para perempuan kian tinggi. “Dengan demikian mereka tidak mudah dimarginalkan,” pungkasnya. 

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Syariah, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock