Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar.

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

ArrahmahMedia.Com

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan kali ini kami berusaha untuk menjawab pertanyaan kedua tentang menshalati orang yang meninggal karena bunuh diri. Apakah ia tetap harus dishalati? Tentunya untuk menjawab pertanyaan ini kami akan merujuk pada penjelasan yang telah disodorkan para ulama.

Dalam kasus orang yang mati karena bunuh diri ternyata para ulama berselisih pendapat. Tetapi, menurut pendapat mayoritas ulama, jenazah tetap dishalati. Berbeda dengan mayoritas ulama adalah Umar bin Abdul Aziz yang memandang bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, seorang imam tidak perlu menshalatinya tetapi yang menshalati adalah selainnya. Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal ini mungkin bisa dipahami bahwa tokoh masyarakat atau kiainya tidak perlu ikut menshalati, tetapi cukup jamaah atau masyarakat yang lain yang menshalatinya.

Salah satu argumen teologi yang bisa digunakan untuk mendukung pendapat mereka adalah riwayat Jabir bin Samurah yang menyatakan ada seorang laki-laki yang melakukan tindakan bunuh diri kemudian meninggal dan Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Ishaq bin Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu adalah bentuk peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama berbeda pendapat mengenai penshalatan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri. Menurut pendapat mayoritas ulama, ia tetap dishalati. Sedang Umar bin Abdul Aziz tidak berpendapat untuk menshalatinya. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai. Imam Ahmad bin Hanbal berpandapat, imam tidak perlu ikut menshalatinya, sedang yang menshalatinya adalah selain imam. Mereka berhujjah dengan riwayat dari Jabir bin Samurah yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki yang mati karena bunuh diri kemudian Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu pada dasarnya merupakan peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.”

Berpijak atas penjelasan ini, setidaknya dapat ditarik sebuah simpulan bahwa jenazah orang yang mati karena bunuh diri sepanjang dia adalah seorang Muslim, tetap dishalati. Sebab, dosa besar perbuatan bunuh diri tidak dengan sertamerta menyebabkan ia keluar dari Islam, sepanjang ia tidak menganggap bahwa tidakan bunuh diri adalah halal.

Adapun sikap dan pandangan Umar bin Abdul Azin dan Al-Awzai adalah cenderung tidak menshalati orang yang mati karena bunuh diri. Kecenderungan ini mesti dibaca sebagai sikap pemakruhan bagi dirinya. Inilah yang kami pahami dari keterangan yang kemukakan Ibnu Bathal dalam kitab Syarhu Shahihil Bukhari-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para fuqaha` dan ulama dari kalangan Ahlusunnah sepakat bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak keluar dari Islam, ia tetap dishalati, dan wajib menanggung dosa akibat perbuatannya sebagaimana dikemukakan Imam Malik, dimakamkan di pemakaman orang-orang Muslim. Hanya Umar bin Abdul Aziz dan Al-Awzai yang menganggap makruh penshalatan jenazah orang yang meninggal karena bunuh diri di mana keduanya memakruhkan khusus untuk dirinya sendiri,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl, Maktab Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz III, halaman 349).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Fragmen, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 10 Februari 2018

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di Jepang. Program ini merupakan diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Pertemuan antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Tampak hadir Menaker Hanif Dhakiri, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid, dan pengurus harian PP Pagar Nusa.

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Hanif menyampaikan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar keterampilan praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung dua tahun, yang ditambah dengan program intensif tiga tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerja sama ini dengan detil. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader Pagar Nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Tetapi, kami juga mengenalkan seni bela diri pencak silat khas Nusantara. Lebih dari tiga juta kader kami akan ada proses seleksi khusus untuk kerja sama ini," kata Nabil Haroen.

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencananya, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Adik kandung KH Abdurrahman Wahiid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid menjelaskan tentang kondisi lingkungan yang membuat kakanya menjadi sosok yang berani dan egaliter. Menurut dia, hal ini tak lepas dari cara mendidik orang tua mereka.

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

"Kami waktu kecil disekolahkan di sekolah yang muridnya kebanyakan beragama Kristen. Makanya kami sekeluarga selalu menghargai perbedaan," ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Gus Sholah menyampaikan hal itu dalam acara bedah buku  “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Menteri Negara Riset dan Teknologi era Gus Dur, AS Hikam, Kamis (26/12). Selain penulis buku, hadir pula sebagai narasumber Pendeta Simon Filantropa Bingki Irawan.

ArrahmahMedia.Com

Bingki Irawan dalam forum itu lebih banyak menceritakan pengalamannya selama dekat dengan Gus Dur. Yakni, ketika dirinya diajak berjunjung ke Tiongkok. Hanya saja waktu itu Bingki dimarahi oleh Gus Dur karena keluar dari acara tanpa pamit.

ArrahmahMedia.Com

Ia juga menceritakan pengalamannya ditangkap oleh Kodam V Brawijaya lantaran menggelar atraksi barongsai. Gus Dur mengecam aksi penangkapan tersebut dan membela warga Tionghoa. "Saat itu zaman orde baru, menggelar kesenian China masih tabu. Bahkan saya dianggap PKI," kenang Bingki.

Sementara itu AS Hikam mengupas tentang bukunya. Buku itu menurut As Hikam mengupas seluruh sosok Gus Dur. Adapula wawancara imajiner dengan mantan Ketua Umum PBNU itu. "Buku ini sangat ringan dan bisa dibaca oleh semua kalangan," pungkas Hikam.

Acara yang diselenggarakan di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang ini juga menampilkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya tari remo dari Jombang, pembacaan puisi, atraksi bambu gila dari Ambon, serta vokal grup dari gereja.

"Acara ini untuk mendandai  empat tahun meninggalnya Gus Dur. Sekaligus untuk menggali pemikiran beliau," ujar Aan Anshori, salah satu panitia. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Quote, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Jakarta,ArrahmahMedia.Com. Kisruh wakil rakyat tak kunjung usai sejak resmi dilantik tanggal 1 Oktober 2014 silam. Klimaksnya, ketika Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menyatakan mosi tidak percaya pada kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan membentuk pimpinan DPR tandingan.

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau wakil rakyat supaya mengusung politik damai dan berkeadilan.

“Masyarakat Indonesia menginginkan politik harmoni, karena itu para wakil rakyat di DPR mesti melepas ego kepartaian dan semua kepentingan kelompok,” tegas KH Said Said Aqil Siroj ketika menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Pleno Munas-Konbes NU di Jakarta, Sabtu (1/11).

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum PBNU ini juga menerangkan, bahwa kisruh yang tak pernah usai ini juga akan mengganggu agenda dan kinerja wakil rakyat sehingga rakyat sendiri yang akan menjadi korban.

Kiai Said juga berharap, kinerja pemerintah untuk mewujudkan program-programnya jangan sampai terganggu. Apalagi kisruh ini sampai menggoyang kedudukan presiden.

ArrahmahMedia.Com

“Kedudukan Presiden tak dapat diganggu, karena sistem kita presidensial bukan parlementer, kecuali terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat mendasar,” pungkasnya. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Hikmah, Makam ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat

Banyuwangi, ArrahmahMedia.Com?

Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Karangrejo mengadakan pengajian "khotmil Quran" sebulan sekali. Bulan ini dilaksanakan di masjid Darul Falah, lingkungan Karang Anom, kelurahan Karangrejo, kabupaten Banyuwangi pada Jumat (2/12) siang.?

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran setiap orang satu juz, dilanjutkan dengan acara tahlil, pencerahan rohani dan program muslimat yang disampaikan ketua.

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat

Menurut Ketua Ranting Muslimat NU karangrejo, Hj. Un Istianah, kegiatan ini penting dilakukan sebagai wadah silaturahmi dan memanjatkan doa bersama.

"Jujur merasa bangga atas kegiatan rutinan ini. Tiap bulan mengalami peningkatan anggota. Awalnya anggota kita berjumlah 90 dan saat ini kehadiran peserta mencapai 110 orang. Ini wadah bagi kita untuk silaturahmi," ungkapnya.

Dia menambahkan, selain wadah silaturahmi di sini juga sebagai peningkatan kualitas dan kuantitas amal sholeh. Selain adanya pembacaan yasin tahlil juga ada siraman rohani setiap bulan.

ArrahmahMedia.Com

Dalam pebutup sambutannya, ia mengajak kepada seluruh jamaah untuk membaca surat Al-Fatihah guna keselamatan saudara dan bangsa.

Salah seorang anggota Muslimat, Saimah, merasa bahagia mengikuti rutinan tiap bulan sekali. Menurut warga Karangrejo, kegiatan tersebut sebagai ranah menambah amal dan ilmu di dalamnya. (M. Sholeh kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Makam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Kebakaran hutan yang berujung banjir asap masih terjadi sampai sekarang. Bahkan bencana asap ini sudah pada batas tak terkendali, berstatus darurat dan bahkan mematikan. Nihayatul Wafiroh, anggota DPR RI, mengaku prihatin dan meminta pemerintah bertindak maksimal.

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Selasa (20/10) malam, ia mengaku menerima pesan pendek dari kawannya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pesan pendek tersebut bertuliskan, "Bu Nihayah, malam ini di Palangkaraya indeks pencemaran udara mencapai angka 3780. Angka 350 saja sudah ambang batas tidak sehat, gimana angka di atas 3000? Tolong desak pemerintah, evakuasi saudara-saudara kami. Mati orang kalau pemerintah tidak gerak cepat malam ini. Urgent. Bantu kami."

Nihayah membaca pesan pendek tersebut sembari matanya berkaca-kaca. "Saya minta pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan negara untuk menyelesaikan masalah asap," kata Nihayatul Wafiroh, dalam rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com, Rabu (21/10).

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nihayah juga meminta agar pemerintah mengratiskan seluruh pengobatan dan melakukan evakuasi secara cepat, sebelum rakyat Indonesia ini mati gara-gara menghirup asap.

Gubernur pun harus segera menetapkan keadaan darurat bila hasil pemantauan pollutant standards index mencapai 300 atau lebih, sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

ArrahmahMedia.Com

"Ini adalah bencana serius. Tidak waktunya tuding sana, tuding sini, menyalahkan sana, menyalahkan sini. Kini saatnya pemerintah mencurahkan perhatiannya ke persoalan ini dan segera bergerak, segera bertindak. Kalau kita bisa mengerahkan ribuan polisi untuk mengamankan pertandingan sepak bola, tentu kita bisa melakukan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah asap," tegasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah ArrahmahMedia.Com

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Pacet, ArrahmahMedia.Com. IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Rakercab yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (14-15/2) di Villa Al-Khusna Pacet, Mojokerto. Selain sebagai forum merencanakan program-program besar terkait perkembangan kaderisasi NU yang ada di Lamongan, dalam kegiatan ini juga menanggapi isu-isu terkait dengan pendidikan diantaranya terkait kasus bocornya soal UN tahun 2014 dan maraknya kasus Penyalahgunaan Narkoba yang ada di kalangan pendidikan baik guru maupun siswa.?

“Kami akan menyampaikan rekomendasi hasil Rakercab ini kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dimana kami menganggap ada yang salah dari manajemen pendidikan yang ada di Pemkab,” ungkap Gunawan Wibisono, Ketua Panitia Rakercab PC IPNU-IPPNU Lamongan.

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan M Muhlisin menjelaskan, bahwa Rakercab ini digunakan sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi ? Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan terkait rekomendasi yang dihasilkan.?

ArrahmahMedia.Com

Dirinya mengungkapkan, bahwa rekomendasi ini akan segera disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lamongan. ? PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan juga akan mendorong Dinas Pendidikan Lamongan agar segera memperbaiki manajemen pendidikan yang ada di Lamongan.

ArrahmahMedia.Com

“Serta mendorong Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamongan ? dan Satreskoba Polres Lamongan agar terus ? proaktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Acara raker ini dibuka oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan serta Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur dan ditutup oleh Pengurus PC GP Ansor Lamongan. (Slamet/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Makam, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock