Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

ArrahmahMedia.Com

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

ArrahmahMedia.Com

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Senin, 12 Februari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

ArrahmahMedia.Com

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tokoh, Warta ArrahmahMedia.Com

Minggu, 11 Februari 2018

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapatkan kunjungan dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri Singapura. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambutnya langsung di ruangannya, di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).

Pada pertemuan tersebut, Kiai Said didampingi Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU H Robikin Emhas, H Eman Suryaman, H Sulton Fatoni, H Hanief Saha Ghafur; Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra; Wakil Sekjen PBNU H Masduki Baedowi, H Ulil Abshar, Isfah Abidal Azis, dan pengurus lainnya. 

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU

Sementara rombongan dari Kementerian Dalam Negeri Singapura yang berkunjung ialah Parliamentary Secretary, Ministry of Home Affairs and Ministry of Health Amrin Amin, Ambassador of Singapore to Indonesia Anil Nayar, Deputy Chief of Mission, Embassy of Singapura Jonathan Han, First Secretary (Political) Embassy of Singapore Cai Xihao, Assistant Director Singapore Civil Defence Force Tan Jee Piau, dan Senior Manager Ministry of Home Affairs Kristen Samivelu.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menyampaikan banyak hal, termasuk tentang keragaman di Indonesia. Kiai Said mengatakan, di Indonesia terdapat banyak bahasa, etnik, agama, bahkan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan Perti. 

ArrahmahMedia.Com

Namun begitu, Kiai Said menyayangkan banyak warga Singapura tidak mengerti tentang keberagaman di Indonesia. Padahal, kata Kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut, Singapura merupakan negara tetangga yang sangat dekat.

“Kadang orang Singapura yang tetangga dekat tidak ngerti, kalau orang jauh laik ya tidak ngerti,” katanya prihatin. 

Menurut Kia Said, ketidakmengertiannya karena hubungan budaya antara Indonesia dengan Singapura kurang kuat.



ArrahmahMedia.Com



Menanggapi hal itu, perwakilan dari Singapura Parlimentary Secretary Ministry of Home Affairs and Ministry of Health Amrin Amin berharap, ke depan hubungan dengan NU bisa diperkuat.

“Saya rasa mungkin boleh kita pergiatkan lagi,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Quote ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Februari 2018

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Nama lengkapnya adalah KH Muhammad Masruri Abdul Mughni. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog, yang lebih dikenal Al Hikmah Bumiayu.? Masyarakat memanggilnya Abah Yai Masruri Mughni. Lahir di Desa Benda pada 23 Juli 1943, putra pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan H Abdul Mughni dan Hj Maryam, Abah adalah cucu KH Kholil bin Mahalli, salah satu muassis (pendiri) Pesantren Al Hikmah.

Abah hidup di lingkungan pesantren yang didirikan oleh sang kakek. Sehingga sejak kecil ia mulai belajar agama langsung di bawah asuhan kakek yang dibantu KH. Suhaemi bin Abdul Mughni (keponakan KH. Kholil) di pesantren tersebut hingga usia 13 tahun. Ketika menginjak usia 14 tahun, tepatnya pada tahun 1957 ia mulai mondok di Pesantren Tasik Agung Rembang, di bawah asuhan KH Sayuti dan KH Bisri Mushtofa. Ia belajar di pesantren tersebut hanya sekitar dua tahun, yakni sampai tahun 1959.

Setelah itu ia hijrah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, yang saat itu salah satu pengasuhnya adalah KH. Wahab Hasbullah tokoh penggerak Nahdlatul Ulama pada saat itu. Selain nyantri, ia juga aktif tabarukan atau mengaji di beberapa pesantren di Indonesia, seperti belajar pada Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang.

Sejak muda, Abah dikenal telah memiliki jiwa kepemimpinan dan selalu dituakan oleh orang- orang di sekitarnya. Di pesantren Tambak Beras dalam usia yang relatif muda, ia telah didaulat oleh para masyakikh untuk menjadi qori’ (pembaca kitab kuning untuk santri).

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Menurut KH Mukhlas Hasyim, seorang guru penulis, pada saat itu Abah sebetulnya masih punya cita-cita ingin sekali melanjutkan nyantri di Pesantren di daerah Pacitan Jawa Timur dan Pesantren di daerah Magelang Jawa Timur. Hanya saja ketika itu, ia diminta kakeknya untuk segera pulang membantu mengajar di Pesantren Al Hikmah, karena pada saat itu sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya keinginan tersebut tidak terlaksana, karena pada tahun tersebut juga, yakni tahun 1965 dalam usia 22 tahun ia dinikahkan dengan Adzkyah binti KH Kholil yang waktu itu masih berusia 18 tahun. Dan sejak saat itulah rutinitasnya adalah mengajar.

Figur Murobbi Sejati

ArrahmahMedia.Com

Sejak pulang dari nyantri di Tambak Beras Jombang, setiap hari Abah harus berjalan kaki cukup jauh untuk mengajar, karena pada saat itu letak asrama dan kelas untuk mengaji sekitar 2 km. Kadang dalam satu hari ia harus pulang pergi beberapa kali untuk mengajar. Sampai pada akhirnya ada wali santri yang datang khusus ke ndalem menitipkan putri-putri mereka untuk belajar atau nyantri di ndalem, karena saat itu ia belum memiliki kamar atau asrama untuk santri. Atas saran dari guru di Tambak Beras Jombang akhirnya ia mendirikan Asrama Pesantren Putri yang sekarang dikenal dengan Pesantren Al Hikmah 2.

Dengan adanya santri yang tinggal di rumahnya, aktifitas mengajar Abah bertambah. Di samping di asrama lama yakni di komplek Masjid Jami’ desa Benda – yang sekarang Al Hikmah 1 – serta di ndalem. Namun setelah mulai agak sepuh dan sibuk dengan amanah umat yang diberikan kepada Abah seperti di Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi lainnya, pengajian dilaksanakan di ndalem dan masjid An Nur Komplek Putri.

ArrahmahMedia.Com

Dengan segudang kesibukan, Abah selalu istiqomah mengaji, walaupun dalam waktu yang cukup singkat. Ketika tidak ada kesibukan keluar, dari pagi sampai malam aktifitasnya diisi dengan kegiatan mengajar berbagai fan ilmu seperti tafsir, hadist, tasawuf, faraidl, mawaris, dan fan ilmu lainnya. Aktifitas tiap harinya ditutup dengan mengajar kitab tasawuf Ihya Ulumudin untuk santri senior sampai tengah malam. Dalam setiap pengajian, tak pernah terbersit sedikit pun kesan capek dan lelah dari seorang Abah. Meski baru sepulang dari bepergian sekalipun, Abah selalu terlihat bersemangat dalam membacakan kitab yang diajarkannya.

Dalam kesehariannya, Abah adalah seorang murabbi (pendidik) yang alim, murah senyum, pembawaanya luwes, memiliki tanggung jawab tinggi, dekat dengan semua orang dan penuh dengan keteladanan. Bagi Abah Yai, transformasi ilmu tak hanya sebatas teoritikal belaka, tapi setiap ilmu mesti diajarkan lewat keteladanan nyata. Para santri tiap hari menjadi saksi, bagaimana keteladanan sosok Abah dalam setiap sendi kehidupan. Abah selalu berupaya memberikan teladan pertama dalam setiap hal, besar ataupun kecil.

Abah adalah seorang yang tak pernah lelah berjuang untuk umat. Setiap detik waktu, ia gunakan untuk berjuang di jalan Allah. Di tengah padatnya jadwal, sebagai Rais Syuriah NU Jawa Tengah, pengurus Majelis Ulama Indonesia, Ketua MUI Brebes, dan ketua dewan pengawas Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT), Abah selalu mengedepankan keistiqomahan dalam mendidik para santrinya.

Abah seakan ingin memberikan teladan langsung bagi para santrinya tentang arti dan makna hidup yang sebenarrnya. Seperti yang sering disampaikan di depan ribuan para santrinya ”Innal Hayata ’Aqidatun Wajihadun”. Makna hidup adalah aqidah dan perjuangan. Aqidah Islam yang benar dan mesti diperjuangkan sepanjang hayat dengan mengisi kehidupan untuk mencari ridha Allah Subhanu Wata’ala semata.

Dalam tataran sosial kemasyarakatan, Abah adalah seorang yang memiliki pembawaan luwes, hangat, dan mampu dekat dengan semua orang. Setiap tamu yang datang di ndalem, jika Abah tidak sedang bepergian pasti ditemui. Abah menyambut para tamu dengan ramah dan penuh kehangatan pukul berapapun juga. Abah selalu berusaha bungahake (membuat senang) tamunya. Abah pun tak segan untuk mengajak setiap tamuanya bersantap bersama di meja makan, jika si tamu kebetulan datang di waktu Abah daharan (makan).

Dalam rangka mengawal keberadaan para alumni, setiap alumni yang sowan ke ndalem, termasuk penulis sering ditanya. Pertanyaan yang pertama disampaikan oleh Abah pasti “Dimana kamu sekarang? Mengajar dimana?” Bagi sebagian orang, pertanyaan ini mungkin sepele. Tapi, ibarat saripati, pertanyaan itu merupakan saripati kehidupan seorang Abah Kiai. Pertanyaan itu menunjukkan betapa ia tak menomorsatukan kesuksesan materi santrinya, ia justru mendorong santrinya untuk pertama-tama melakukan perubahan sosial dengan melakukan sesuatu yang paling mungkin dan paling dekat, yakni mengajar.

Sikap seperti inilah yang sejatinya dimiliki oleh para Kiai, ustadz, guru, dan para pengajar atau pendidik lainnya. Sehingga kalau penulis bisa istilahkan sosok Abah Yai Masruri adalah seorang figur murobbi atau pendidik sejati, yakni figur yang betul-betul mengabdikan hidup dan segala sesuatunya untuk ilmu, santri, dan umat. Sebagai salah satu contoh lagi karena keinginannya yang tinggi untuk terus mengembangkan pesantren, ia tidak pernah mengambil segala bentuk honor yang didapat. Semua dikumpulkan untuk dipergunakan pembangunan Pondok Pesantren. Subhanallah.

Sang Murabbi Sejati dipanggil ke haribaan Allah Swt, Ahad pagi 20 Nopember 2011 di Arab Saudi dalam usia 68 tahun. Setelah dishalati di Masjid Nabawi selepas shalat shubuh, atas permintaan Abah sendiri jenazah disemayamkan di komplek pemakaman Baqi’ di dekat masjid Nabawi bersama istri, para sahabat Rasulullah dan para masyayikh.

?

Ismail Ridlwan

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang dan muqim di Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Nahdlatul, Pendidikan ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968

Boyolali, ArrahmahMedia.Com -

KH Habib Ihsanudin dikenal sebagai ulama sepuh di daerahnya. Ketika ArrahmahMedia.Com berkunjung ke kediamannya beberapa waktu yang lalu, Ketua PCNU Boyolali 1980-an tersebut, menyambut kami dengan ramah.

Setelah berbincang sejenak, sejurus kemudian ia masuk ke dalam. Rupanya ia mengambil sebuah buku. Ia pun mulai membuka beberapa lembar. Lalu berhenti pada satu halaman. Ia memperlihatkan foto hitam putih; seorang pemuda yang berbadan tegap dan berseragam lengkap dengan baret.

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968

“Foto ini ketika saya masih aktif di Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU pada tahun 1965,” terang KH Habib Ihsanudin.

Kiai Habib yang kini mengasuh sebuah pesantren di daerah Doglo, Boyolali, Jawa Tengah, mengenang kala itu, ia didapuk sebagai Komandan CBP IPNU Boyolali.

CBP merupakan salah satu badan semi-otonom IPNU, yang dibentuk bersamaan dengan lahirnya “Doktrin Pekalongan” yang ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25-31 Oktober 1964.

ArrahmahMedia.Com

Pada 1965, Habib Ihsanudin muda, mengikuti latihan yang dipusatkan di Cebongan, Yogyakarta. Selama sepuluh hari, ia bersama kader CBP lainnya ditempa jasmani dan rohaninya agar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

“Saya masih ingat salah satu pelatihnya yakni Pak Katamso, Danrem DIY (yang kemudian menjadi salah satu Pahlawan Revolusi,-red),” ungkapnya.

Pada tahun 1966, ia terpilih menjadi Ketua PC IPNU Kabupaten Boyolali hingga tahun 1968. Organisasi itu menjadi pintu awal pengabdiannya di NU. Setelah itu, ia sempat mengemban amanah sebagai Ketua PC GP Ansor Boyolali (1968-1973). Kemudian menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali (1977-1985).

Bahkan hingga kini, di sela kesibukannya mengasuh para santri, dirinya masih ikut mengabdi bersama NU sebagai Mustasyar NU Boyolali.

ArrahmahMedia.Com

Ia memiliki harapan khusus untuk para generasi muda NU di masa kini. “Saya pribadi, memiliki cita-cita seperti KH Idham Chalid, yang diibaratkan seperti sedang menulis buku yang isinya 1000 lembar, bahkan lebih. Anda halaman 1 sampai 100, anak Anda 101 sampai 200, dan seterusnya. ini gambaran supaya ada regenerasi, ada yang meneruskan perjuangan ini,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Lomba ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting

Brebes, ArrahmahMedia.Com - Eva Trisnawati dari Desa Kluwut kembali menerima amanah menggerakkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bulakamba Kabupaten Brebes masa khidmah periode 2016-2021. Eva dipilih dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Fatayat NU di Madrasah TPQ Muslimat NU Kluwut, Bulakamba, Kamis (4/2).

Eva terpilih dalam persidangan yang dipimpin Ketua Fatayat NU Brebes Mukminah. Eva pada periode ini bertekad mengembangkan Fatayat lebih maju lagi terutama dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting

Kalau program yang dilaksanakan pada periode sebelumnya adalah program Baitul Mal wat Tamil (BMT), kini ia akan mengembangkannya hingga ke tingkat ranting (desa). Koperasi simpan pinjam ini, menurut Eva, sangat menolong para anggotanya yang membutuhkan permodalan dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Fatayat beranggotakan ibu-ibu muda yang masih sangat produktif, jadi ketika menggiatkan UMKM pun, banyak yang sukses,” kata Eva.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, dirinya juga akan lebih meningkatkan kualitas wanita dalam berbagai bidang. Ia bermaksud melakukan peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan wanita dalam bidang ekonomi, sosial, kesehatan, dan pendidikan.

ArrahmahMedia.Com

“Kami pun tak segan-segan membantu pemerintah kabupaten Brebes dalam hal pemberdayaan wanita seperti Keluarga Berencana maupun Taman Pendidikan Al-Quran,” terangnya.

Terkait dengan banyaknya keluarga muda yang tergiur dengan ajakan ke berbagai aliran, Eva menegaskan Fatayat akan lebih mengintensifkan pengajian rutin.

“Pengajian rutin seperti jamiyahan Raboan, Kamisan, Jumatan maupun Kliwonan meski kelihatannya sepele tetapi mampu menepis berbagai ajakan aliran-aliran di luar Aswaja NU seperti Gafatar, ISIS dan sebentuknya,” kata Eva.

Konferancab Fatayat NU Kecamatan Bulakamba antara lain menetapkan program kerja lima tahun ke depan, laporan pertanggungjawaban pengurus, dan pemilihan pengurus baru. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Kairo, ArrahmahMedia.Com. Dengan impian untuk meraih kemenangan bagi Swiss, sekelompok pemain Muslim di skuad Swiss menantang euroskeptisisme dan sentimen anti imigran di negara dimana menara masjid dilarang akibat berkobarnya emosi anti Muslim beberapa tahun lalu.

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Setelah pelarangan menara masjid pada 2009 dan burqa pada 2013, sebuah referendum anti imigran disahkan pada Februari 2014 yang menetapkan ketentuan kuota imigrasi.

Setelah pelarangan, disamping fakta bahwa 22.3% orang Swiss berasal dari keturunan imigran, seluruh mata kini menatap tim sepakbola Swiss yang berasal dari berbagai macam latar belakang budaya.

ArrahmahMedia.Com

Skuad Swiss pada Piala Dunia 2014 ini terdiri dari berbagai macam latar belakang, seperti dari keturunan Albania, Macedonia, Bosnia, Cape Verde, dan Pantai Gading.

ArrahmahMedia.Com

Tim yang kebanyakan merupakan pemain Muslim dari Albania, menurut ranking yang dipublikasikan FIFA sebelum penyelenggaraan Piala Dunia ini, berada pada posisi kelima terbaik, diatas kekuatan sepakbola tradisional seperti Itali, Perancis, dan Belanda.

Berikut gambaran singkat para pemain Muslim di tim Swiss.

Xherdan Shaqiri 

Berusia 22 tahun, Xherdan Shaqiri merupakan keturunan Albania yang lahir di Yugoslavia, dia merupakan gelandang di Bayern Munich pada Bundesliga Jerman.

Setelah mampu menerobos tim utama Basel, gelandang kiri ini menarik banyak perhatian atas kecepatannya dalam mengolah bola.

Shaqiri memenangkan Piala Liga Champion 2012–13 bersama Bayern, sekaligus Bundesliga dan DFB Pokal, yang membuatnya menjadi satu dari pemain Bayern Munich yang memenangkan treble.

Shaqiri merupakan man of the match dalam laga pembukaan antara Swiss dan Ekuador.

Philippe Senderos

Ia dilahirkan pada Februari 1985 di Jenewa, dan menjadi pemain Arsenal serta memenangkan piala FA Cup pada 2005 sebelum pindah ke Valencia CF.

Bek berusia 29 tahun ini memeluk Islam pada 2012, ketika ia mengucapkan shahadat di sebuah Islamic center di Manchester.

Pencapaian kemenangan yang mengesankan terjadi pada kejuaraan Eropa U-17 pada 2002, sementara pertandingan internasionalnya dimulai pada 2005 antara Swiss dan Perancis.

Dengan 53 pertandingan internasional dan lima gol internasional, pria dengan tinggi 190-cm ini menjadi salah satu pemain kunci pada PD 2014.

Admir Mehmedi

Dilahirkan pada Maret 1991 di Macedonia, pemain keturunan Albania ini menghabiskan karir mudanya di kesebelasan Winthertu. Ia bermain untuk Swiss dalam kejuaraan Eropa U-21 pada, pemain depan ini membuat debut internasional pada tahun yang sama.

Haris Seferovic

Ia merupakan striker Real Sociedad, yang dilahirkan pada Februari 1992, memulai karir sepakbola 15 tahun lalu pada usia 7 tahun.

Ia dianggap sebagai salah satu pemain Swiss paling berbakat sehingga keturunan Bosnia ini dipilih membela Swiss. Ia mulai bermain dalam pertandingan internasional pada Februari 2013 antara Yunani dan Swiss.

Gol yang diciptakan pada menit ke 92 dalam pertandingan antara Swiss dan Ekuador menjadi kemenangan pertama negaranya dalam perebutan piala paling akbar sepak bola kali ini.

Gokhan Inler

Ia merupakan gelandang Swiss yang dilahirkan di Olten Swiss pada Juni 1984 dan telah bergabung dengan kesebelasan Aarau pada 2005. Ia mulai bermain dalam skala internasional pada September 2006 antara Swiss dan Venezuela.

Inler, merupakan keturunan Turki, menjadi kapten Swiss ketika melawan Spanyol pada Piala Dunia 2010 dan memberi kemenangan untuk negaranya 1–0. Kini, ia kembali ditunjuk menjadi kapten untuk Piala Dunia 2014.

Valon Behrami

Gelandang berusia 29 tahun ini dilahirkan di Kosovo, mulai menemukan gairah bermain bola pada usia 13 tahun.

Pemain dengan tinggi 184-cm ini telah menjadi bagian dari tim Piala Dunia Swiss sejak PD 2006 di Jerman, Afrika Selatan (2010) dan UEFA EURO 2008.

 Blerim Dzemaili

Dilahirkan pada April 1986 di bekas Yugoslavia, Dzemaili telah menandatangani kontrak profesional pertama pada 2003 dengan FC Zurich.

Ia telah masuk daftar pemain Swiss dalam Piala Dunia 2006, tetapi saat itu tidak dapat bermain. Pemain dengan tinggi 179-cm ini telah mengikuti pertandingan internasional sebanyak 34 kali. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Lomba ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock