Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla hadir bersama di tengah kerumunan massa 2 Desember untuk melaksanakan shalat Jumat bersama di silang Monas, Jumat (2/12).

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Usai shalat Jumat, Jokowi memberikan orasinya kepada ratusan ribu massa aksi super damai 2 Desember. Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan apresiasinya atas aksi yang telah berjalan dengan tertib dan damai.

“Terima kasih telah melaksanakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa,” ujar Jokowi disambut teriakan takbir oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Dalam menyampaikan orasi singkat tersebut, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, dan sejumlah tokoh lain.

Sebelumnya, Jokowi dan JK berjalan dari Istana Negara menuju Monas dengan menenteng payung sendiri di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Dia sampai di tengah kerumunan massa tepat ketika kumandang adzan dilantunkan. Massa seketika itu langsung berdiri. Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat. Bahkan ketika dilakukan doa qunut, tak sedikit dari mereka yang terlihat menangis tersedu-sedu.

Lapangan Monas putih dipenuhi para peserta aksi. Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Monas juga menggelar sajadah hingga Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, Bundaran Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. (Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 100 pemuda dari negara-negara anggota dan mitra ASEAN akan mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang Jawa Timur, Oktober mendatang. Ditunjuknya kota yang memiliki ratusan pondok pesantren ini sebagai tuan rumah, karena kekuatan toleransi antar umat beragama yang terbangun dengan baik.

“Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman,” kata Isman Pasha, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Sosial Kementerian Luar Negeri usai peresmian Taman ASEAN yang terletak di Jl Wahid Hasyim, Jumat (2/6).

Jombang yang memiliki ratusan pesantren ini, diakatakan Isman bisa menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat Internasional sebagai pengejewantahan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tuan rumah AYIC 2017, ? pihaknya sudah meyiapkan berbagai langkah. “Sejak ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa bulan lalu sudah kami siapkan untuk pelaksanaan Oktober nanti,” kata Bupati Nyono kepada awak media usai acara.

Ia pun berharap kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA) Jombang ini bisa terlaksana dengan lancar. Meski kegiatan yang mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin dan Harmony Diversity” ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Bupati Nyono juga berjanji akan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Jombang nantinya. Baik potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama. “Kita tahu tokoh bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga lahir dan ada di Jombang. Maka untuk memperkenalkan kekuatan toleransi yang digagas para tokoh dari Jombang itu sudah tepat untuk pemuda ASEAN,” bebernya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, mengawali kegiatan AYIC di Jombang, dilakukan pengibaran 10 bendera negara anggota dan 1 bendera ASEAN di Jl Wahid Hasyim dan juga peresmian Taman ASEAN tepatnya di selatan sisi selatan Ringin Contong Kabupaten Jombang. “Pengibaran bendera dan peluncuran taman ASEAN ini rangkaian persiapan acara untuk Oktober nanti. Semoga bisa lancar, persiapan terus kami lakukan,” tandas Nyono.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pahlawan, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Malang, ArrahmahMedia.Com

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung Aula MA Khairuddin, Jalan Murcoyo 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung Ahad (31/1) ini dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Gondanglegi, kepala MA Khairuddin, para pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Gondanglegi dan para pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Gondanglegi.

“Kegiatan ini merupakan program kerja awal di tahun ini di bidang Departemen Litbang dan Media IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmah 2015-2017,” kata ketua pelaksana, Muhammad Fathoni.

ArrahmahMedia.Com

IPNU-IPPNU Gondanglegi menggelar kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas pelajar-pelajar NU dalam mengasah bakat dalam penulisan berita, karya ilmiah, artikel dan lain-lain.

ArrahmahMedia.Com

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema "Mencetak Kader-Kader Jurnalis yang Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah" ini dirangkai dengan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka hari lahir (harlah) ke-90 NU yang jatuh pada 31 Januari 2016.

Ketua PAC IPNU Gondanglegi HasanuddinKhozin mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Semoga pelajar NU Gondanglegi ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi agama bangsa dan negara,” tuturnya.

Hasan menambahkan, untuk program kegiatan IPNU-IPPNU Gondanglegi selanjutnya adalah makesta akbar yang akan dilaksanakan di Desa Ganjaran dan diikuti semua pimpinan ranting se-Kecamatan Gondanglegi. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Sunnah ArrahmahMedia.Com

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Rombongan dari Papua yang tergabung dalam Forum Lintas Agama menyambangi Kantor PBNU Kramat Raya, Jum’at (14/8) sore. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj di kantornya lantai 3.

Dalam kunjungan rombongan yang terdiri dari sekitar 15 orang tersebut, mereka mengungkapkan berbagai persoalan yang terjadi di tanah Papua, terutama terkait dengan kesejahteraan, keadilan, dan kerukunan umat beragama menyusul insiden yang menurut mereka terparah selama 52 tahun, yakni insiden di Kabupaten Tolikara pada momen Idul Fitri Juli 2015 lalu.

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU

Imam Masjid Tolikara, KH Ali Mukhtar yang ikut mendampingi rombongan mengungkapkan, bahwa yang dibakar bukanlah masjid, tetapi ruko yang menyambar hingga ke masjid.?

ArrahmahMedia.Com

“Meski minoritas, hubungan kita sangat baik. Rumah saya yang menempel dengan masjid juga sempat diselamatkan oleh Ketua Adat setempat. Namun dia mendapat lemparan batu sehingga rumah saya pun akhirnya terbakar,” ungkapnya.

Rombongan yang terdiri dari perwakilan dari muslim Papua, Kristen Papua, Katolik Papua, dan masyarakat adat ini menyampaikan persoalan-persoalan yang sesungguhnya terjadi di tanah Papua.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Suku dari mereka yang tidak terkonfirmasi namanya mengungkapkan, bahwa kerukunan antar-umat beragama di Papua sangatlah kuat. Karena pada dasarnya masyarakat Papua adalah masyarakat yang sangat menghargai adat dan budaya. “Karena menurut kami, adat dan budaya itu tidak terlepas dari agama,” ujarnya.

Mereka menuturkan, bangsa Papua tidak ada perpecahan. Yang membuat semuanya kacau itu karena orang-orang di luar Papua. “Setiap ada konflik, kita cukup menyelesaikannya dengan pembicaraan secara kekeluargaan, selesai, karena orang Papua semuanya bersaudara,” terangnya.

Papua damai, tambahnya, tetapi orang-orang di luar sana melalui media yang ada hantam sana-sini sehingga persoalannya jadi tidak jelas dan itu sangat merugikan bangsa Papua. “Jadi jelas, yang mengacaukan Papua itu orang-orang Non-Papua, seperti orang Kristen dari luar yang masuk ke tanah Papua, mereka menguasai Gereja dan mengajarkan paham radikal di Gereja tersebut,” ungkapnya.?

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mendengarkan dengan seksama penuturan mereka mengatakan, kekerasan atas nama apapun bisa terjadi di mana saja. “Tapi di Indonesia, kita bersyukur selalu bisa melokalisirnya sehingga tidak meluas secara nasional seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang sekali terjadi konflik langsung meluas dan bertahan selama bertahun-tahun,” ujar Kang Said.

Kiai yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketum PBNU ini menuturkan, Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri jika ada seorang Muslim yang menyakiti dan membunuh Non-Muslim, maka Kata Nabi Muslim tersebut berhadapa dengan saya.

“Gus Dur sendiri yang mendapat gelar sebagai Bapak Papua oleh masyarakat Papua selalu menekankan, bahwa tidak boleh ada perpecahan dan permusuhan hanya karena alasan berbeda agama, suku, ras, pendapat maupun partai politik. Yang menjadi musuh kita bersama adalah mereka yang melanggar hukum,” tandas Kang Said. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Sholawat, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

Boyolali, ArrahmahMedia.Com 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Korea Selatan melalui perwakilannya di Indonesia memberikan bantuan kepada Madrasah Diniyah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Assyafi’iyah (LP3SA) di Desa Karangpakel, Sumberagung Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/3).

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

“Bantuan itu diperuntukan untuk honor para asatidz yang berjumlah 20 orang di ponpes tersebut, yang tiap bulan hanya mendapatkan honor dibawah 100 ribu. Kondisi yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan agama,” ujar ‘Awan PCINU Korsel H Imam Sibaweh melalui rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Madrasah Diniyah yang mempunyai 200-an santri ini, lanjutnya, merupakan aset Desa Karangpakel yang kurang mendapat perhatian dari pemda dan masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya jalinan kerjasama dengan PCINU Korsel bisa menjadi donatur tetap untuk mengurus manajemen lembaga pendidikan ponpes tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Bantuan diserahkan langsung oleh Ustadz Sukirno yang merupakan Rais Syuriah PCINU Korsel kepada Ketua LP3SA Muhammad Agus Luqman SPdI.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Sambutannya, Ketua LP3SA mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU Korsel yang telah menjadi donatur untuk membiayai para asatidz. “Kami berharap kerja sama dengan LAZISNU Korsel bisa berkelanjutan,” harapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Doa, IMNU ArrahmahMedia.Com

Senin, 22 Januari 2018

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Pengurus radio swasta maupun komunitas yang selama ini sudah eksis menyapa pendengar di wilayah Jawa Tengah, berkumpul di Radio Fast FM Magelang Ahad (30/11). Mereka membahas berbagai hal termasuk menjajaki kemungkinan untuk membentuk wadah sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi.

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Pertemuan yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah disambut sangat antusias oleh media radio maupun televisi yang selama ini telah eksis bersiaran secara santun beraqidah aswaja. Sedikitnya 34 pimpinan radio dari 37 undangan, hadir dalam pertemuan ini.

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni menyambut gembira atas kerelaan insan media radio dan televisi yang selama ini membantu NU menyiarkan ajaran aswaja. Karena, hingga kini PWNU Jawa Tengah belum mampu mendirikan media siaran radio maupun televisi seperti di NU Jawa Timur.

ArrahmahMedia.Com

"Mewakili jajaran PWNU Jawa Tengah, saya menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada insan radio yang dengan secara tulus membantu menyiarkan ajaran aswaja," ucap Arja yang juga pengajar UIN Walisongo Semarang.

ArrahmahMedia.Com

Mantan Anggota Komisioner KPID Jawa Tengah H Najahan Musyafa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini tidak kurang dari 37 radio yang terdiri dari 27 radio swasta dan 10 radio komunitas aktif bersiaran menyapa masyarakat Jawa Tengah.

Potensi besar ini, menurut Najahan, sudah seharusnya berhimpun dalam satu wadah untuk saling bersinergi baik dalam program, iklan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).?

Pertemuan ini kemudian menyepakati sejumlah poin antara lain menyetujui pembentukan wadah jaringan radio aswaja, menugaskan tim formatur untuk menyusun pengurus dan membuat program. Mereka juga akan mengadakan pertemuan rutin di tempat masing-masing secara bergantian untuk saling mengenal radio anggota.

Hadir dalam pertemuan perdana Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah H Dian Nafi yang juga pemilik Radio Gesma FM Solo, pendiri radio Soutunna FM Purworejo KH Khalwani Nawawi, pemilik radio Fastabiq (Fast FM) Magelang KH Yusuf Chudlori dan anggota komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Surat al-Ikhlas disebut sepertiga al-Quran, karena di dalam surat ke-112 ini berbicara mengenai tauhid dan adab bertauhid. Surat yang menggambarkan peradaban manusia dan bangunan kemanusiaan ini juga layak diteliti sekaligus ditulis menjadi tesis atau disertasi.

Demikian penjelasan pengasuh kajian Tasawuf Dr KH Lukman Hakim di hadapan para santri Pesantren Ciganjur dan puluhan jamaah pengajian Ramadhan di Masjid Al-Munawwaroh Jalan Warung Sila No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7), malam.

Untuk Ramadhan kali ini, Pesantren Ciganjur asuhan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaji kitab Tasawuf berjudul al-Qashdu al-Mujarrad fi Marifati al-Ismi al-Mufrad karya Syeikh Ahmad ibn Athaillah al-Sakandari.

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

“Mahasiswa saya kira bisa bikin tesis atau disertasi surat Al-Ikhlas ini. Sebab isinya tentang bangunan kemanusiaan. Bahkan, kalau mau lebih teliti membacanya, akan ditemukan isu-isu kekinian. Kriminologi ada juga di situ,” ungkap Kiai Lukman.

Kiai pegiat tarekat ini juga menjelaskan, di antara keistimewaan isim mufrad Allah, bahwa di dalamnya ada banyak hal yang sangat luar biasa. “Ada rahasia hikmah pengetahuan yang sangat luhur dan agung. Ketika Allah disebut, Dia sudah huwa dulu,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Qulhuwallahu Ahad, lanjut Kiai Lukman, mengandung sastra yang sangat tinggi. “Ketinggiannya sungguh tiada tara. Ini menggambarkan bahwa ketika seseorang masuk wilayah struktur yang dipahamkan, adalah soal tauhid,” tuturnya.

Dalam semacam pemikiran filosofis, lanjut Kiai Lukman, ketika seseorang diperintah kepada hal yg di luar kemampuannya, pasti akan termangu-mangu. “Setelah tahu, ternyata Allah yaa.. Allah lalu jawab, iya. Aku nggak usah kamu cari. Lha wong Aku nggak ke mana-mana. Di situ seseorang terikat betul dalam sebuah fitrah,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Ibaratnya, tambah Kiai Lukman, manusia masuk dalam makna yang belum terkontaminasi yang lain. “Ini baru qulhuwallahu ahad, tapi dahsyatnya bukan main. Mulai alamul ghuyub hingga alam al-dzahir,” katanya.

Di wilayah ahad inilah puncak perjalanan Tauhid. Ahad itu sebagai petunjuk tunggal, itu berarti sendiri. “Berarti ya nggak ada siapa-siapa. Allah ya maha sendiri dalam apa saja. Dalam menyelesaikan persoalan hamba-Nya. Nggak ada temennya. Karena itu, Dia itu menjadi segala-galanya. Dia satu-satunya.,” ujar Kiai Lukman.

Kemudian dilanjutkan Allahu al-Shamad, tempat bergantung. Karena Dia-lah yang satu-satunya. Sayangnya, hati manusia mengingkarinya. “Hati kita saja yang nggak mau bergantung. Gitu lho.. Padahal darah yang ngalir ini saja bergantung kepada Allah,” tandasnya.

Menurut pengasuh majalah Cahaya Sufi ini, hati manusia gagal mempraktikkan ahadiyah-nya Allah. “Ya, kita gagal. Kalau Allah tempat bergantungnya makhluk, maka tak ada yang lain,” tegas Kiai Lukman.

Kiai Lukman berencana, untuk pengajian Ramadhan 1437 H akan membaca kitab tentang Gramatika Spiritual (Nahwul Qulub). “Tahun depan kita ngaji kitab yang lain ini. Kalau ngaji Nahwu, tapi maknanya tasawuf semua, pasti seru yaa,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Kiai, Nasional ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock