Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi

Jombang,ArrahmahMedia.Com. Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang kembali akan menggelar acara Haul KH Bisri Syansuri yang ke-33 pada Senin malam, 21 Mei 2012 bertempat di kompleks halaman pesantren tersebut.

Puncak acara Haul diagendakan akan dihadiri Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Said Aqil Siradj, beberapa penceramah dan wakil Gubernur Jawa Timur, H. Syaifullah Yusuf. 

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi

Beberapa rangkaian acara haul tahun ini antara lain lomba menghafal nadzam Imrithy, Alfiyah, dan Jauharul Maknun dan juga halaqah pemberdayaan ekonomi pada Kamis (17/05) yang akan mengundang dua menteri, Muhaimin Iskandar dan Helmy Faisal.

ArrahmahMedia.Com

Ditemui ArrahmahMedia.Com pada Ahad (13/05) setelah menerima rombongan panitia olimpiade Aswaja se-Jawa Timur, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif K.H. Abdussalam Shohib menyatakan bahwa memperingati haul Mbah Bisri bermaksud mengenang kembali manaqib (kisah perjuangan kebaikan) nya sebagai tokoh yang dikenal memegang teguh idealisme namun moderat.

ArrahmahMedia.Com

"Mbah Bisri dikenal sebagai tokoh yang memiliki idealisme dalam memegang teguh prinsip politik dan hukum Islam, namun juga moderat," ujar Kiai yang dikenal sebagai aktivis Bahtsul Masail ini.

"Sikap moderat mbah Bisri ditunjukkan antara lain jika ada masyarakat yang menanyakan masalah hukum kepada beliau dan beliau memutuskan hukumnya, sebagai perbandingan beliau juga mempersilahkan masyarakat sowan ke Mbah Wahab untuk mendapatkan hukum alternatif yang dirasa luas."

Ditambahkan cucu pendiri NU ini, bahwa Nahdlatul Ulama hendaknya meneladani pula disiplin organisasi yang kerap dicontohkan Mbah Bisri.

"Beliau ini biasa berbeda pendapat dengan Rais Amm PBNU, KH. Wahab Hasbullah, tapi ketika telah menjadi keputusan organisasi maka beliau taat pada keputusan organisasi itu," ujarnya sembari mecontohkan perbedaan sikap antara Mbah Bisri dan Mbah Wahab dalam masalah DPR Gotong Royong pada 1960 pada zaman Soekarno.

"Disiplin organisasi ini yang semestinya dicontoh para aktivis NU," pungkasnya.

Redaktur     : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Yusuf Muhammad

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU ArrahmahMedia.Com

Minggu, 18 Februari 2018

NU Care LAZISNU Cilacap Gulirkan ‘Gocap’

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Untuk terus memupuk kesadaran beramal warga Nahdliyin di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, NU Care LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) setempat menggulirkan Gocap atau "Gerakan Koin dan Kotak Amal NU Cilacap".

Peluncuran Gocap berlangsung pada Sabtu (28/1), di Kantor Sekretariat PCNU Cilacap. Rais Syuriah PCNU Cilacap KH Su’ada Adzkiyah dan Ketua PCNU Tanfidiyah KH Maslahudin memasukkan uang ke kotak amal NU Care LAZISNU Cilacap sebagai tanda dibukanya program ini.

NU Care LAZISNU Cilacap Gulirkan ‘Gocap’ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care LAZISNU Cilacap Gulirkan ‘Gocap’ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care LAZISNU Cilacap Gulirkan ‘Gocap’

Ketua PCNU Cilacap KH Maslahudin mengungkapkan, Gocap didukung oleh semua warga nahdliyin di Cilacap, baik di tingkat ranting maupun MWC.

ArrahmahMedia.Com

“Kita tunjukkan bahwa kita sebagai warga NU mampu hidup mandiri tanpa menggantungkan kepada orang atau kelompok lain. Dari kita oleh kita untuk kita,” kata KH Maslahudin seperti dituturkan Ketua NU LAZISNU Cilacap, Tunut Widodo kepada ArrahmahMedia.Com, Ahad (29/1).

ArrahmahMedia.Com

Tunut menyebutkan sebanyak 1.030 anggota Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) diterjunkan untuk menyosialisasikan gerakan ini. Pada tahap awal, disebarkan 2500 buah kaleng dan 100 kotak amal. Ditarjetkan dalam semester pertama tahun ini akan mencapai 10.000 kaleng dan 200 kotak amal.

Diharapkan setiap warga yang telah menyetujui untuk menjadi donatur dengan mengambil salah satu kotak atau kaleng Gocap, akan mengisi dana infak senilai Rp.500,- (Limaratus rupiah) setiap hari. Kotak dan kaleng tersebut akan diambil oleh petugas NU Care LAZISNU sebulan sekali.

“Gocap ini akan menjadi gerakan yang masif dalam pengumpulan dana infak dan sedakah dari warga Nahdiyin di Kabupaten Cilacap,” tambah Tunut.

Sebelumnya, NU Care LAZISNU Cilacap juga menggulirkan program Infak Harian Muslim berupa kotak amal yang dititipkan di toko dan warung-warung. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Kajian ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Nur Wakhid Tepilih sebagai Ketua GP Ansor Magetan

Magetan, ArrahmahMedia.Com. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Magetan menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab), Sabtu (15/3). Konfercab dilaksanakan di gedung Pusat Pengkajian Islam (PPI) Jln. Jaksa Agung Suprapto Magetan.

Konfercab dihadiri Ketua GP Ansor Jatim Rudi Tri Wahid serta pengurus GP Ansor Kabupaten Magetan, pengurus anak cabang, ranting dan anak ranting se-Kabupaten Magetan yang berjumlah sekitar 100 orang.

Nur Wakhid Tepilih sebagai Ketua GP Ansor Magetan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nur Wakhid Tepilih sebagai Ketua GP Ansor Magetan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nur Wakhid Tepilih sebagai Ketua GP Ansor Magetan

Dalam sambutannya Rudi mengutarakan bahwa konfercab merupakan giat rutin yang dilaksanakan setiap organisasi dan harus menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi GP Ansor Magetan dan masyarakat umumnya.

ArrahmahMedia.Com

Pada Konfercab tersebut ada 3 kandidat yang muncul pada pemilihan ketua. Setelah dilakukan pemilihan, Nur Wakhid resmi memimpin GP Ansor Magetan periode 2014-2018. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

Boyolali, ArrahmahMedia.Com 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Korea Selatan melalui perwakilannya di Indonesia memberikan bantuan kepada Madrasah Diniyah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Assyafi’iyah (LP3SA) di Desa Karangpakel, Sumberagung Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/3).

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

“Bantuan itu diperuntukan untuk honor para asatidz yang berjumlah 20 orang di ponpes tersebut, yang tiap bulan hanya mendapatkan honor dibawah 100 ribu. Kondisi yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan agama,” ujar ‘Awan PCINU Korsel H Imam Sibaweh melalui rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Madrasah Diniyah yang mempunyai 200-an santri ini, lanjutnya, merupakan aset Desa Karangpakel yang kurang mendapat perhatian dari pemda dan masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya jalinan kerjasama dengan PCINU Korsel bisa menjadi donatur tetap untuk mengurus manajemen lembaga pendidikan ponpes tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Bantuan diserahkan langsung oleh Ustadz Sukirno yang merupakan Rais Syuriah PCINU Korsel kepada Ketua LP3SA Muhammad Agus Luqman SPdI.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Sambutannya, Ketua LP3SA mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU Korsel yang telah menjadi donatur untuk membiayai para asatidz. “Kami berharap kerja sama dengan LAZISNU Korsel bisa berkelanjutan,” harapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Doa, IMNU ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Kodim Lamongan Gandeng Banser Tanam Mangrove

Lamongan, ArrahmahMedia.Com. Sedikitnya 500 personil TNI dan Banser terlibat dalam penanaman mangrove di sepanjang pantai Desa Sidokelar Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Sabtu (26/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Komando Distrik Militer (Kodim 0812) Lamongan dalam rangka peringatan Harlah Ke-75 TNI.

Tujuan ditanamnya bibit pohon mangrove ini, menurut Letkol Jems Andre, untuk mengurangi resiko abrasi pantai. Terutama di wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. 

Kodim Lamongan Gandeng Banser Tanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodim Lamongan Gandeng Banser Tanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodim Lamongan Gandeng Banser Tanam Mangrove

“Kita tahu, Lamongan mempunyai garis pantai yang panjang. Membentang dari Barat, tepatnya di Kecamatan Brondong berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tuban. Hingga ke timur, tepatnya di Kecamatan Paciran yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Gresik,” papar Jems Andre.

ArrahmahMedia.Com

Di sepanjang pantai itu, lanjutnya, berbagai potensi ekonomi bergeliat dengan sangat pesat. Mulai dari sektor perikanan, pariwisata, hingga perdagangan. Karenanya, upaya untuk mengurangi resiko abrasi sangat penting dilakukan. Sehingga pantai tidak hanya diambil manfaatnya saja, tapi kita juga harus turut merawatnya. TNI sebagai penjaga kedaulatan Republik Indonesia merasa berkepentingan untuk melakukan perawatan pantai. “Untuk itulah kami tanam sedikitnya 2000 pohon mangrove di pantai ini,” jelas Letkol Jems.

Dilibatkannya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) oleh TNI dalam berbagai kegiatannya, termasuk dalam penanaman pohon mangrove ini, menurut Letkol Jems Andre, sebagai wujud kemitraan berkelanjutan yang dirajut Kodim 0812 dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lamongan.

ArrahmahMedia.Com

“Kami sengaja melibatkan Banser Lamongan sebagai wujud kerjasama yang baik antara tentara dan organisasi kepemudaan. Apalagi menurut kami, Banser itu mempunyai kesamaan cara pandang dengan kami, terkait negara ini, yakni kesamaan tentang NKRI harga mati. Kerja sama yang baik antara TNI dan Banser ini semoga tetap berlanjut di momen-momen selanjutnya,” ujar Jems Andre.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lamongan, Muhammad Masyhur, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama yang baik antara Kodim 0812 Lamongan dengan GP Ansor Lamongan, terutama Banser.

“Untuk ke sekian kali, kami Ansor dan Banser Kabupaten Lamongan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Kodim Lamongan. Bagi kami, ini bukan sekadar hubungan antara militer negeri (TNI, red) dengan militer swasta (Banser, red). Tapi lebih dari itu, ini adalah perwujudan tekad kami untuk turut berbakti pada umat dan lingkungan. Bakti kami sebagai warga Negara RI,” tegas Masyhur. (Amin Wahyudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com yang baik, saya punya anak kecil usia dua tahun. Ia sering ikut ke masjid. Terkadang ia berlari-lari di depan orang yang sedang shalat. Pertanyaan saya, apa hukumnya membawa anak kecil ke masjid? Terima kasih atas penjelasannya. Assalamu alaikum. wr. wb. (Viali).

Jawaban

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Pendidikan anak melalui keteladanan memang baiknya dibangun sejak dini. Aktivitas ibadah orang tua memang baiknya dilihat agar ditiru anak sejak dini. Terlebih lagi mendekatkan anak-anak ke masjid akan menjadi memori yang patut ditanamkan sedini mungkin.

ArrahmahMedia.Com

Hanya saja para ulama memberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan orang tua. Pertimbangan ini dimaksudkan agar masjid sebagai tempat ibadah tidak terkurangi nilainya. Berikut ini kami kutipkan keterangan Syekh Abu Zakariya Al-Anshari.

ArrahmahMedia.Com

? : ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Anak-anak dilarang...) Walid An-Nasyiri mengeluarkan fatwa bahwa pengajaran anak-anak di masjid adalah hal yang baik. Anak-anak bebas memasuki masjid sejak era Rasulullah SAW hidup hingga kini tanpa dipermasalahkan. Pendapat yang menyatakan makruh atas masuknya anak-anak ke dalam masjid tidak berlaku secara mutlak. Kemakruhan ini berlaku hanya untuk anak-anak yang belum mumayyiz yang belum terbebani ibadah dan hajat terhadapnya. Tetapi pahala pengajaran anak-anak melebihi pengurangan pahala karena hukum makruh anak-anak memasuki masjid,” (Syekh Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudhatit Thalib, Juz 3, halaman 108).

Keterangan di atas membagi anak kecil mejadi dua kategori. Pertama, mumayyiz (anak yang sudah membedakan baik dan buruk, serta telah mengerti bahasa atau aturan). Kedua belum mumayyiz, anak yang belum bisa menimbang baik dan buruk (biasanya anak di bawah usia lima tahun).

Hukum makruh hanya jatuh pada anak kecil yang belum mumayyiz karena dikhawatirkan mencemari masjid lantaran belum mengerti, khawatir mereka membuang kotoran tanpa diduga. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan pembalut anak (pampers) yang rapat. Di samping itu anak-anak yang belum mumayyiz belum bisa menerima peringatan untuk tenang agar tidak mengganggu aktivitas shalat pengunjung lainnya. Ini yang repot. Karenanya ulama menyatakan makruh.

Baiknya memang ada ruangan masjid khusus orang tua yang membawa anak di bawah umur dengan jaminan pembalut yang rapat. Menciptakan “masjid ramah anak” memang membutuhkan kesiapan manajemen, tata ruang, dan kesadaran tinggi seluruh jamaah. Padahal anak di bawah umur juga memiliki hak guna terhadap masjid.

Saran kami, berilah keteladanan shalat untuk anak-anak di rumah atau di masjid bagian belakang agar si anak juga tidak mengganggu jamaah lainnya. Orang tua harus menjamin kesucian masjid dengan memberikan pengamanan anak-anak lewat pembalut yang rapat.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.

(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Doa, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 30 Desember 2017

PMII Desak Pemerintah Rombak Sistem Pendidikan di IPDN

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) menilai, berulangnya kasus kekerasan fisik di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan kesalahan pada sistem pendidikannya. Karenanya, PMII mendesak pemerintah agar melakukan perombakan sistem secara total pada lembaga pendidikan pencetak aparatur pemerintahan tersebut.

“(IPDN, Red) tidak perlu dibubarkan. Tapi rombak secara total sistem pendidikannya, termasuk sistem pendidikan yang melestarikan tradisi kekerasan fisik,” kata Ketua Umum Pengurus Besar PMII Hery Haryanto Azumi dalam konferensi pers bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), di Kafe Bakoel Kopi, Jakarta, Selasa (17/4)

PMII Desak Pemerintah Rombak Sistem Pendidikan di IPDN (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Desak Pemerintah Rombak Sistem Pendidikan di IPDN (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Desak Pemerintah Rombak Sistem Pendidikan di IPDN

Hery menambahkan, PMII bersama sejumlah OKP lainnya, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sependapat tentang tuntutan perombakan total sistem tersebut. Pasalnya, kampus yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN) itu adalah lembaga pendidikan pencetak pelayan masyarakat.

Selain itu, menurut Hery, perombakan sistem itu juga merupakan sebuah upaya melakukan reformasi birokrasi dalam menegakkan hukum dan lembaga pendidikan serupa yang dimiliki instansi pemerintah. “Kita juga tahu, lembaga pendidikan kedinasan tidak saja IPDN. Tapi ada yang lain yang statusnya di bawah departemen. Departeman Pertanian punya, Departeman Perhubungan juga punya,” terangnya.

IPDN lebih terbuka bagi OKP

Dalam kesempatan yang sama, PMII bersama sejumlah OKP lainnya juga meminta agar IPDN lebih membuka diri bagi masuknya OKP, seperti HMI, GMNI, GMKI dan IMM. Mereka menilai, IPDN selama ini menjadi sebuah lembaga pendidikan yang tertutup dengan dunia luar.

ArrahmahMedia.Com

“IPDN ini masih memelihara semangat NKK BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) yang men-depolitisisasi kampus. Di mana mahasiswa harus bersih dan netral dari dunia politik. IPDN seakan menjadi penjara bagi mahasiswanya,” terang Hery.

ArrahmahMedia.Com

Hery menuturkan, sejumlah lembaga pendidikan kedinasan lainnya juga mengalami hal yang sama seperti IPDN. Selain tertutup, kampus semacam IPDN menjadi seakan terpisah dengan kampus lainnya. Sehingga mahasiswanya pun tiada ruang untuk berhubungan dengan mahasiswa lain pada umunya.

“Oleh karenanya, kami juga menuntut agar IPDN menjadi lembaga pendidikan yang lebih terbuka. Beri kesempatan bagi OKP seperti PMII, HMI, GMNI, GMKI dan IMM, untuk masuk ke dalamnya untuk melakukan pengkaderan,” papar Hery. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Sholawat ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock