Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com. Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan KH Taufiq Hasyim hadir pada Tabligh Maulid Akbar dan Gema Shalawat di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (3/12).

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan

Pada pidato di acara yang digelar SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan tersebut, Kiai Taufiq menyampaikan tiga pesan penting kepada hadirin.

Pesan pertama berupa dorongan kepada SMP-SMA Maarif 1 untuk terus berada pada jalur kemajuan.?

Kiai Taufiq memberi apresiasi positif atas perkembangan lembaga tersebut yang tergolong pesat dan menjadi percontohan di Kota Gerbang Salam.

"Kedua, ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) harus kita terus pupuk. Islam yang mengedepankan maslahat, meski melekat dalam setiap sendi kehidupan kita," tegas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Pegantenan, Pamekasan tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Terakhir, Kiai Taufiq mengetengahkan pesan perlunya menjaga NKRI. Di negeri ini, kebebasan menjalankan ajaran agama Islam tidak dikekang. Spirit kebangsaan dan keagamaan melebur dan mengarah pada harmoni.

ArrahmahMedia.Com

"Kita mesti terus kedepankan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Itu sudah dicontohkan oleh para kiai dan para pejuang kemerdekaan di negeri tercinta ini," tegasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sunnah, Kajian Islam, PonPes ArrahmahMedia.Com

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Malang, ArrahmahMedia.Com

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung Aula MA Khairuddin, Jalan Murcoyo 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung Ahad (31/1) ini dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Gondanglegi, kepala MA Khairuddin, para pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Gondanglegi dan para pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Gondanglegi.

“Kegiatan ini merupakan program kerja awal di tahun ini di bidang Departemen Litbang dan Media IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmah 2015-2017,” kata ketua pelaksana, Muhammad Fathoni.

ArrahmahMedia.Com

IPNU-IPPNU Gondanglegi menggelar kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas pelajar-pelajar NU dalam mengasah bakat dalam penulisan berita, karya ilmiah, artikel dan lain-lain.

ArrahmahMedia.Com

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema "Mencetak Kader-Kader Jurnalis yang Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah" ini dirangkai dengan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka hari lahir (harlah) ke-90 NU yang jatuh pada 31 Januari 2016.

Ketua PAC IPNU Gondanglegi HasanuddinKhozin mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Semoga pelajar NU Gondanglegi ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi agama bangsa dan negara,” tuturnya.

Hasan menambahkan, untuk program kegiatan IPNU-IPPNU Gondanglegi selanjutnya adalah makesta akbar yang akan dilaksanakan di Desa Ganjaran dan diikuti semua pimpinan ranting se-Kecamatan Gondanglegi. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Sunnah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

Solo, ArrahmahMedia.Com. Ratusan masjid yang tersebar di sebelas kelurahan se-Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, diimbau untuk ikut mewaspadai praktik politisasi masjid. Hal ini dilakukan, mengingat pada momentum pilpres, rawan terjadi kampanye capres pada saat dilaksanakan khutbah atau ceramah.

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

“Ramadhan merupakan bulan yang sangat rawan dijadikan ajang politisasi. Jangan sampai bulan penuh hikmah ini dinodai dengan politik,” tutur Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Laweyan, Arif Nuryanto, Sabtu (28/6).

Melalui imbauan ke sejumlah masjid tersebut, pihaknya berharap pengurus masjid untuk jeli dalam mencari khotib dan penceramah yang akan mengisi sejumlah kegiatan keagamaan.

ArrahmahMedia.Com

“Agar tidak kecolongan, kalau perlu takmir masjid boleh menanyakan terlebih dulu isi materi ceramah atau khotbah sebelum naik ke mimbar masjid,” terang Arif.

ArrahmahMedia.Com

Arif menyarankan, jika kedapatan isi ceramah berbau kampanye, takmir bisa langsung menganti khotib atau penceramah.

Selain itu, dalam imbauan yang berentuk surat edaran itu juga disebutkan melarang pihak masjid menerima sumbangan atau apapun yang berbau kampanye. Semisal, ajakan buka bersama yang berujung kampanye.

“Ini sesuai dengan aturan KPU, yang disebutkan adanya larangan untuk berkampanye di tempat ibadah,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Saran NU Terkait Skandal "Panama Papers"

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Beberapa waktu ini publik dikejutkan dengan pemberitaan tentang adanya sejumlah tokoh nasional dan ratusan perusahaan yang masuk dalam daftar Panama Papers. Panama Papers yang berisi kumpulan 11, 5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh Mossack Fonseca,? perusahaan? penyedia jasa asal Panama. Dokumen tersebut berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan para direkturnya.?

Mossack Fonseca sebagai penyedia jasa pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri, dan manajemen aset. Perusahaan ini juga ? membantu klien membentuk perusahaan dalam yurisdikasi bebas pajak (offershore). Dengan demikian perusahaan yang menjadi klien Mossack Fonseca berupaya menghindari pembayaran pajak.?

Saran NU Terkait Skandal Panama Papers (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran NU Terkait Skandal Panama Papers (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran NU Terkait Skandal "Panama Papers"

Di Indonesia, pajak adalah hal penting sebagai wujud keadilan sosial. Selain itu pajak juga berfungsi sebagai anggaran atau penerimaan (budgetair). Pajak merupakan salah satu sumber dana yang digunakan pemerintah dan bermanfaat untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran. Penerimaan negara dari sektor perpajakan dimasukkan ke dalam komponen penerimaan dalam negeri pada APBN.

Lantas bagaimana bila ada atau bahkan banyak perusahaan besar yang tidak membayar pajak? Tentu akan sangat merugikan negara.

Dihubungi ArrahmahMedia.Com pada Rabu (6/4), pengamat ekonomi yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Berly? Martawardaya, mengatakan, rekening offshore (perusahaan bebas pajak) dan shell company (perusahaan cangkang) belum tentu ilegal dan melanggar hukum. "Jadi untuk memastikan apakah sebuah perusahaan atau seseorang terlibat atau masuk dalam Panama Papers atau tidak, harus dimulai dengan asas praduga tak bersalah," ujarnya. Pemerintah hendaknya meminta perusahaan atau nama yang terkait, untuk melaporkan transaksi yang dilakukan.

ArrahmahMedia.Com





Selain itu juga membuat surat ke pemerintah Panama, meminta detail transaksi dan data keuangan. Apabila ada pajak terutang yang belum dibayar harus dibayarkan, termasuk dendanya bila ada. "Kalau ada yang illegal, dalam hal ini pencucian uang, misalnya, sudah tentu perlu diajukan ke pengadilan,"? lanjut Berly.

ArrahmahMedia.Com

Dia menambahkan untuk mengetahui sebuah perusahaan atau nama seseorang termasuk dalam Panama Papers atau tidak, ? ada tiga kemungkinan. Pertama, ? legal dan beres pajak, ini tidak masalah. Kedua, legal dan belum beres pajaknya, harus diminta agar melunasi dan sanksi jika ada. Ketiga, perusahaan ilegal, harus dikenai sanksi dan tuntutan ke pengadilan.

Ditanya bagaimana kaitannya dengan gini ratio, Berly mengatakan bila perusahaan melakukan pengecilan kekayaan pada saat survei atau pelaporan pajak, maka gini ratio yang sebenarnya mustinya sedikit akan naik.?

Panama Papers barangkali hanyalah salah satu cara penghindaran masyarakat atau perusahaan dari kewajiban membayar pajak. Upaya-upaya penghindaran dari kewajiban membayar pajak sangat mungkin dilakukan dengan jalan lain. Oleh karena itu, pria kelahiran Jakarta, 6 Juli 1976 yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) ini menyarankan, apa yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia adalah mewajibkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bagi lulusan Diploma atau Sarjana, dan sanksi yang tegas bagi mereka yang tidak membayar pajak. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sunnah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mendaraskan renungannya dalam memperingati momen Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (31/1). Ia mengingatkan sejumlah pesan kiai dan gurunya yang selama ini dijadikan pijakan dirinya sebagai Nahdliyin.

“Sahabat, hari ini 91 tahun NU. Ini sebagian renungan saya. Saya terlahir dari rahim NU. Saya tumbuh kembang dan dibesarkan dalam tradisi dan pemikiran NU,” ujar Khofifah mengawali kalimat renungannya.

Menteri Sosial RI ini mengungkapkan, dirinya berikhtiar untuk berjuang dan melayani masyarakat dan membangun bangsa ini melalui metode dan pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang diajarkan guru-gurunya yang sebagian besar adalah tokoh NU yang juga tokoh bangsa seperti Gus Dur.

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

“Saya diajarkan oleh Kiai Muchith Muzadi untuk menempatkan NU seperti mobil plat hitam. Bukan mobil plat kuning yang bisa disewa siapa saja dan bisa ditumpangi serta berhenti dimana saja,” tutur perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Bukan juga mobil plat merah, kata Khofifah, amanah para gurunya ia sering posting di sejumlah kanal media sosial sejak dirinya memakai smartphone sampai saat ini. “Sebagai pengingat saya dalam melayari kehidupan,” ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, Hari ini NU berkembang pesat. Kader NU sukses di area akademik, NU telah memiliki banyak perguruan tinggi atas nama NU. Saat ini NU juga memiliki banyak rumah sakit, dan kader NU banyak yang sukses di medan politik.?

Yang lebih spektakuler bagi bangsa Indonesia, imbuh Khofifah, NU telah mendidik anak bangsa dengan sikap moderasi, toleran, dan keseimbangan terutama melalui pendidikan di berbagai pesantren yang sebagian di antaranya sudah berusia lebih satu abad.

“Di bidang ekonomi agaknya NU masih harus terus bekerja keras. Saya bangga dan bersyukur terlahir dan tumbuh kembang di jamiyah NU. Semoga berkah dan maslahah,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Selasa, 09 Januari 2018

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Aqil Siroj mengemukakan, mengapa umat Islam harus lebih menghormati Nabi Muhammad SAW karena hal itu merupakan perintah Allah SWT dan Allah juga sangat menghormati Nabi SAW. 

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat

Demikian dijelaskan KH Mustofa Aqil di hadapan warga Nahdliyin saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Amal Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pekan lalu.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon itu, dalam Al-Quran Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan pada para malaikat juga pada orang yang beriman untuk melakukan itu.

"Tidak satu pun dalam Al-Quran, Allah memanggil Nabi SAW dengan menyebutkan namanya, tetapi selalu memakai pangkatnya. Seperti yaa ayyuhannabi, yaa ayyuharrasul," terangnya.

Hal itu, lanjutnya, menunjukan penghormatan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. "Sementara kepada Nabi yang lain tidak demikian," pungkasnya. (Hasan/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Sunnah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Selasa, 02 Januari 2018

Pameran “Matja” NU, Menyatunya Hati Pecinta Keindahan

Yogyakarta,ArrahmahMedia.Com. Pameran “Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara yang berlangsung 27-30 Juli Jogjakarta Nasional Museum (JNM) diikuti 50 perupa. Mereka berlatar belakang gaya, organisasi, latar belakang yang berbeda dan tentu saja menampilkan buah karya yang beragam.

Menurut D Zawawi Imron, pada pembukaan pameran di halaman JNM Senin malam (27/7), mereka disatukan oleh hati yang sama-sama mencintai keindahan dan mereka berkeyakinan bahwa hidup itu sangat indah. “Tuhan maha indah dan sangat mencintai keindahan,” kata penyair berjuluk Celurit Emas tersebut. ?

Pameran “Matja” NU, Menyatunya Hati Pecinta Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran “Matja” NU, Menyatunya Hati Pecinta Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran “Matja” NU, Menyatunya Hati Pecinta Keindahan

Ia menukil dalil yang diucapkan seorang filosof Lebanon yang mengatakan, barangsiapa dalam dirinya tidak mempunyai rasa keindahan, ia tidak bisa melihat hukum semesta itu sesuatu yang indah. Padahal dalam diri manusia diberi onderdil, piranti, untuk melihat keindahan. ”Itu penting dan harus diberi hak untuk hidup,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Jika akal kita harus digunakana untuk berpikir, lanjut dia, maka kalbu kita, intuisi kita, harus diberi hak juga untuk untuk menikmati keindahan yang diberikan Tuhan di dunia ini.

Dalam tradisi pesantren, kata dia, keindahan itu dibagi dua. Ada keindahan mata kepala, ada keindahan mata batin. Orang pesantren diajarkan untuk tidak hanya melihat keindahan mata kepala saja, tapi jugamata batin.

ArrahmahMedia.Com

“Keindahan subtansial bukan sekadar mawar merah yang tersiram embun di pagi hari, tapi mungkin juga seperti kata Luthfi Al-Manfaluti, seekor katak yang melompat di selokan kotor pun adalah keindahan bagi seorang yang melihat dengan mata batinnya, bahwa pada lompatan katak itu, ada kekuasaan Tuhan yang maha indah,” jelasnya.

Sementara sumber keindahan itu tidak keluar dari hati yang biasa, melainkan hati yang bersih dan jernih, hati yang bisa rumongso, yang tidak punya waktu untuk membenci, bermusuhan, memfitnah kepada orang lain.

Hati yang seperti itu merupakan sumber energi positif yang bisa melahirkan keindahan kedamaian sehingga dunia dalam keadaan indah. Jika semua tiap orang memiliki hati semacam itu, satu aku akan berdamai dengan aku yang lain. Kemudian aku yang lain itu berdamai pula dengan aku, aku, aku yang lain.

“Yang terbentuk kemudian adalah kita, yang seperti kata Sutardji Calzoum Bachri: yang tertusuk padamu, berdarah padaku,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sunnah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock