Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes

Bumiayu, ArrahmahMedia.Com. Ratusan Nahdliyin dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bumiayu, sepakat mendukung upaya pemekaran wilayah Kabupaten Brebes. Dukungan ini dilakukan sebagai langkah moral menyusul dukungan yang mengalir dari enam kecamatan di wilayah Selatan Brebes. Deklarasi dukungan pemekaran, dilakukan Kamis (24/1) kemarin di gedung MWC NU setempat.

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes

Deklarasi dibacakan Ketua MWC NU Bumiayu, H Taufik Tohari SH bersama jajaran pengurus MWC dan Pengurus Ranting se-Kecamatan Bumiayu. "Kami semua warga Nahdliyin sepakat dan mendukung penuh pemekaran serta siap memperjuangkannya," ujar Taufik.

Menurutnya, NU dukung pemekaran Kabupaten Brebes karena besarnya manfaat yang akan dirasakannya nanti dan juga mengingat kesulitan warga Brebes bagian selatan selama ini karena luasnya wilayah dan jauh dari ibu kota kabupaten.

ArrahmahMedia.Com

"Ini demi kepentingan masyarakat banyak dan peningkatan kesejahteraan warga," ujarnya.

Dikatakan, perjuangan pemekaran harus dilakukan meski akan menemui banyak kendala. Karenanya, semua pihak bisa memahami hal itu termasuk jika ada pro dan kontra.?

ArrahmahMedia.Com

"Perjuangan tentu ada hambatan, tapi yang penting kita tetap jaga kebersamaan dan kesatuan demi kepentingan masyarakat banyak," ucap Taufik.

Untuk kelancaran perjuangan pemekaran, Taufik mengajak semua pihak bisa menanggalkan kepentingan golongan. Para pejuang pemekaran juga harus bisa merangkul semua golongan dan lapisan masyarakat.?

"Semua pihak harus satukan langkah dan rapatkan barisan untuk wujudkan pemekaran," tegas Taufik.

Sebelum deklarasi sempat dilakukan pemaparan tentang pemekaran Kabupaten Brebes yang disampaikan oleh Ketua Presedium Pemekaran, drg Rozikin. Menurut dia, tujuan pemekaran diantaranya untuk dekatkan pelayanan, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan dan juga menekan terjadinya KKN.

"Pemekaran akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, karena pelayana akan lebih cepat, mudah dan pembangunan lebih merata," katanya.

Diungkapkan, gerakan pemekaran merupakan gerakan resmi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan gerakan makar. Pemekaran didukung lebih dari 70 persen Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Brebes bagian selatan dan usulannya sudah sampai ke DPRD Brebes.

"DPRD sudah menerima usulan dan segera membentuk panitia khusus (Pansus)," tutur Rozikin.

Pemekaran wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan meliputi Kecamatan Salem, Kecamatan Bantarkawung, Kecamatan Paguyangan, Kecamatan Sirampog, Kecamatan Tonjong dan Kecamatan Bumiayu.

Wakil ketua DPRD Brebes, drh HM Agus Sutrisno yang hadir dalam kegiatan sore itu mengatakan, pada Senin (28/1) akan ada jawaban tentang usulan pemekaran oleh Bupati kepada DPRD Brebes dan pada hari Selasa (29/1) dilakukan pembentukan Pansus Pemekaran.

"Sehingga pada bulan April mendatang usulan pemekaran dijadwalkan sudah disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah," katanya.

Kegiatan sosialisasi dan deklarasi pemekaran diikuti ratusan peserta. Antara lain jajaran Pengurus MWC Kecamatan Bumiayu, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Bumiayu, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC GP Ansor dan PAC IPNU-IPPNU. Hadir juga para pengurus Presedium Pemekaran dan tokoh masyarakat.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

ArrahmahMedia.Com

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

ArrahmahMedia.Com

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Aswaja, Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

ArrahmahMedia.Com

 

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

ArrahmahMedia.Com

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Aswaja, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Tuban,ArrahmahMedia.Com. Banyak generasi muda yang mulai melupakan makanan khas Nusantara. Satu demi satu sejumlah menu andalan daerah akhirnya hilang dari peredaran. Berganti dengan makanan cepat saji yang sebenarnya kurang baik bagi kesehatan.

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Kondisi ini mengundang keprihatinan. "Padahal makanan tradisional sebagai makanan khas daerah merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyang yang perlu dikenal, dilestarikan serta dikembangkan," kata? Hj Khoiriyah (29/9). Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU? Widang Tuban Jawa Timur ini bahkan menandaskan bahwa makanan tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kesehatan, akan tetapi memiliki fungsi sosial budaya yang dapat dijual dan dipromosikan untuk keperluan peningkatan devisa negara dari sektor non migas.

Akan tetapi di era globalisasi, makanan tradisional muncul berdampingan dengan makanan modern produk negara lain dan bahkan hampir tergusur. "Berbagai faktor yang dapat menyebabkan lunturnya kecintaan akan makanan tradisional antara lain kurangnya pengenalan dan pengetahuan tentang makanan tradisional, adanya perubahan gaya hidup, perkembangan ekonomi, dan gencarnya promosi," tandas alumnus Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Sadar dengan keadaan ini nampaknya perlu dilakukan langkah-langkah sebagai upaya yang tidak sekedar melestarikan, tapi mempromosikan secara lebih gencar dengan harapan agar makanan tradisional nantinya tetap digemari masyarakat. Bahkan bila dikelola dengan baik tidak hanya member kebanggaan bagi masyarakat lokal hingga manca negara.

Apalagi Kabupaten Tuban yang terletak di pesisir pantai utara memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pariwisata. "Sumber daya alam yang tersedia sangat mendukung kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya di sektor kuliner" kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan ini. Tuban yang memiliki menu kuliner beragam, dapat dikembangkan dengan baik tentunya apabila didukung kemampuan masyarakat yang memadai, lanjutnya.

ArrahmahMedia.Com

Sehingga pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya dengan memberikan keterampilan sebagai modal membuka sebuah usaha sesuai dengan potensi yang ada. "Hal inilah yang menggerakkan kami menyelenggarakan kegiatan ini," tandasnya.

Karenanya, semenjak Ahad hingga Senin (28-29/9) dilangsungkan pelatihan tata boga. Kegiatan yang berlangsung di kantor PAC Fatayat NU Widang Tuban ini diikuti sejumlah utusan dari pengurus ranting dan pengusaha kuliner setempat.

Kegiatan yang mengambil tema kreasi aneka masakan tradisional Nusantara ini tidak semata memberikan teori bagi peserta, juga langsung melakukan praktik bagaimana mempersiapkan menu hingga penyajian yang sesuai dengan standar layanan.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai masakan tradisional yang ada di Tuban. Demikian juga yang tidak kalah penting adalah melestarikan budaya tradisional bangsa melalui kuliner.

"Dari pelatihan intensif ini diharapkan akan mampu meningkatkan keterampilan di bidang kuliner dengan sumber daya lokal yang ada," katanya. Yang juga tidak dilupakan selama kegiatan peserta selalu didorong serta dimotivasi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui keterampilan di sektor kuliner.

Karena para peserta adalah utusan dari sejumlah kepengurusan ranting maupun masyarakat yang memiliki usaha kuliner, maka diharapkan mereka juga bisa menularkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada komunitas setempat. "Agar pengetahuan dan pelatihan ini bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih luas," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nusantara, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Minggu, 07 Januari 2018

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Purworejo, ArrahmahMedia.Com. Barangsiapa yang ingin ditinggakan derajatnya, hendaknya memperbanyak membaca shalawat. Demikian pesan yang disampaikan KH Achmad Chalwani dalam acara "An-Nawawi Bershalawat" di komplek PP An-Nawawi Berjan, Purworejo, Ahad (13/5) malam.

Dalam kitab Madza Fi Syaban, kata Kiai Chalwani, disebutkan bahwa bulan Syaban adalah bulan shalawat. "Hal ini karena ayat Al-Quran yang berkaitan dengan shalawat diturunkan oleh Allah pada bulan Syaban, yaitu: innallaha wamalaikatahu yushalluna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alahi wasallimu tasliema," terangnya.

"Ketika Allah perintah kita shalat, Allah sendiri tidak shalat. Ketika Allah perintah zakat, Allah tidak zakat, karena zakat untuk menyucikan, sedangkan Allah dzat yang paling suci. Ketika Allah perintah puasa, Allah tidak puasa, karena puasa itu benteng, sedangkan Allah lah benteng atau pelingdung itu sendiri. Ketika Allah perintah haji sowan baitullah, Allah tidak haji karena Allah lahtuan rumah. Akan tetapi ketika Allah perintah kita bershalawat, sebelum malaikat dan manusia bershalwatat, Allah sudah bershalwat, memberikan rahmat tadzim kepada Nabi Muhammad saw," terangnya di tengah ribuan hadirin.

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Bahkan dalam berfirman terkait shalawat ini, lanjut Kiai Chalwani, Allah menggunakan "inna" dan dengan fiil mudzari, yushalluna. Dalam ilmu gramatika Arab, kata inna digunakan ketika orang belum percaya atau masih ragu. Ini artinya shalawat bukan hanya diwajibkan, tetapi sangat diwajibkan. Sedangkan fiil mudlari berupa yushalluna, berarti Allah senantiasa bershalawat, tak pernah berhenti bershalawat, hari ini, esok dan seterusnya.

"Adapun shalawat yang paling tua adalah Shalallah ala Muhammad. Maka, shalawat ini merupakan ummu shalawat, induk dari shalawat," terangnya.

Lebih lanjut mantan DPD RI Jateng ini menerangkan, ketika Nabi Adam hendak menikah dengan Hawa. "Allah meciptakan Hawa kemudian langsung memakaikan pakaian terturup, memakai jilbab. Meski Hawa telah memakai jilbab, Nabi Adam tetap mengamati. Mohon maaf untuk para ibu, ini memang naluri lelaki, meski sudah tertutup, lelaki tetap mengamati," terangnya, disambut riuh hadirin.

ArrahmahMedia.Com

Kemudian, lanjut Kiai Chalwani, Adam ingin memegang tangan Hawa dan ditegur oleh Allah, "Belum boleh memegang sebelum menikah. Kemudian Adam konsultasi kepada penasehat hukumnya, malaikat Jibril. Jibril melamarkan dan diterima Hawa dengan syarat, yaitu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Nabi Adam belum bisa membaca shalawat, kemudian Jibril bilang: qul shalallah ala Muhammad. Menikahlan Nabi Adam dengan dewi Hawa dengan "mas kawin" shalawat."

Acara An-Nawawi Bershalawat merupakan salah satu rangkaian Akhirussanah Pondok Pesantren An-Nawawi. Disela-sela bershalawat, Kiai Chalwani menyisipkan ceramah dengan berbagai tema. Tampak hadir beberapa tokoh ulama dan dewan asatidz pesantren tersebut. (Ahmad Naufa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Doa, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Jumat, 05 Januari 2018

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU periode 2010-2015 Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk tutup usia di Jakarta, Selasa malam (10/10). 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya, dan keluarga besarnya diberi keikhlasan dan ketabahan menerimanya. Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terlambat, cacat permanen atau bahkan meninggal dunia dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. 

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama LKNU menghimbau kepada seluruh warga NU yang memiliki balita (usia 0-59 Bulan), untuk mendatangi POS Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN) terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016 agar mendapatkan imunisasi Polio secara gratis. 

"Vaksinasi polio dapat melindung balita dari penyakit yang mengakibatkan cacat fisik atau mental yang sulit disembuhkan," ungkap Hisyam Said Budairy, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU.

Indonesia pada tanggal 27 Maret 2014 menerima sertifikat bebas polio dari organisasi kesehatan dunia, WHO. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain pemantauan yang ketat, dan tidak ditemukannya kasus baru polio yang disebabkan virus polio asli dari negara tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

ArrahmahMedia.Com

Untuk turut mewujudkan dunia bebas polio pada 2020, direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi mengatakan pemerintah menargetkan minimal 95 persen anak di bawah 5 tahun (0–59 bulan) di seluruh Indonesia mendapat imunisasi polio melalui PIN Polio 2016. 

"Kegiatan imunisasi akan berlangsung pada 8–15 Maret 2016. PIN Polio ini bertujuan memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio," ungkapnya.

Berkaitan dengan beredarnya gambar bungkus vaksin polio di media sosial yang bertuliskan "pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi," Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan memastikan PIN Polio 2016 menggunakan vaksin tetes "Oral Polio Vaccine" produksi PT.Biofarma, dan tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.

Pada tahun 2011 lalu, PBNU melalui Lembaga Kesehatan dan Lembaga Bahtsul Masail telah melakukan kajian terhadap vaksin polio produksi Biofarma. Hasil kajian tersebut dikeluarkan dalam keputusan yang menyatakan bahwa Vaksin tetes OPV (Oral Polio Vaksin) yang diproduksi oleh PT.Biofarma hukumnya boleh digunakan untuk imunisasi. Red: Mukafi Niam

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, Sholawat, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock