Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pra-Munas di Manado Angkat NU dan Kebhinekaan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai salah satu miniatur keberhasilan dari pelaksanaan toleransi kehidupan beragama dengan latar belakang budaya yang beragam. Saudara-saudara kita dari pemeluk Nasrani yang mayoritas punya sikap toleran dan empati yang tinggi terhadap masyarakat Muslim yang minoritas, dan begitu pula sebaliknya, masyarakat Muslim tahu duduk soal dirinya: bagaimana bertindak dan berprilaku sebagai masyarakat yang minoritas.

Karena saling mengerti dan saling berempati inilah, masyarakat di Sulut ini hidup dalam suasana damai. Tak terjadi gejolak seperti di tempat-tempat lain. Gambaran positif inilah yang, antara lain, menjadi latar belakang Pra-Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU 2017) ini dilaksanakan di Kota Manado. Artinya, PBNU ingin menyerap nilai-nilai positif dari kehidupan masyarakat Sulut untuk dijadikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat majemuk secara nasional. Karena itu pula PBNU sengaja mengambil tema, NU dan Kebhinekaan.



Pra-Munas di Manado Angkat NU dan Kebhinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Manado Angkat NU dan Kebhinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Manado Angkat NU dan Kebhinekaan



Kegiatan Pra-Munas Konbes di Manadao diisi dengan seminar yang akan dibuka oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey di Hotel Aryaduta Manado, Sabtu 11 November. Seminar menghadirkan dua pembicara utama, yaitu: KH. Said Agil Siroj (Ketua Umum PBNU) serta Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

ArrahmahMedia.Com





Seminar juga akan menerima masukan KH. Yahya Cholil Staquf (Katib Aam Syuriyah PBNU), serta Pendeta AWB Sumakul (Ketua Sinode Gereja Injili Minahasa), dan Yong Ohoitimur (Rektor Universitas Delasale).

ArrahmahMedia.Com

Kegiatan tersebut rencananya diikuti para utusan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia Timur yang meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, NTT, Bali, Gorontalo, Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sultra, di samping Ormas dan FKUB se-Provinsi Sulut sendiri. Khusus untuk Sulut Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU juga melibatkan para utusan dari PCNU, Badan Otonom dan Lembaga NU se-Provinsi Sulut.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas yang juga Ketua Panitia Pusat Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Manado merupakan kegiatan yang keempat.

Sebelumnya telah berlangsung di Zona Indonesia Tengah di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada 20 Oktober 2017. Kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU kedua di Zona Indonesia Barat berlangsung di Lampung 3-4 November 2017.





"Manado sengaja dipilih, karena daerah ini dikenal sebagai miniatur keragaman di Indonesia," kata Robikin, Jumat (10/11).

Ditegaskan pula bahwa, keragaman atau kebhinekaan adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.





"Itu adalah karunia Tuhan yang harus kita pelihara. Jangan sebaliknya, kebhinekaan dirusak dan dijadikan alat mendestruksi harmoni sosial dan kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuh Robikin.

Amin Lasena, Ketua Panitia Lokal Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Manado menyatakan, ada dua hal hingga acara kegiatan ini terselenggara di Manado. Pertama, katanya, ini adalah bentuk kepercayaan PBNU pada PWNU Sulut. Kedua, tambah Amin Lasena, karena huhungan baik NU dengan para pimpinan di Sulut.

"PWNU dan Gubernur punya visi yang sama untuk terus mempertahankan Sulut sebagai miniatur kebhinekaan. Karena itu kami mendukung sepenuhnya kepemimpinan Gubernur," ujar Amin.

Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Timur di Manado ini secara bersamaan juga berlangsung di Jawa Barat, tepatnya Purwakarta, sebagai rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama ketiga, yang secara khusus membahas Bahtsul Masail. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com

Selasa, 13 Februari 2018

PMII Bojonegoro Gelar Pentas Seni Bersama Anak Terminal

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, mengadakan pentas seni, Selasa (6/5/2014) malam. Kegiatan yang digelar di Terminal Rajekwesi Bojonegoro itu menutup peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-54.

Acara pentas seni itu dimeriahkan oleh sejumlah seniman dan musikalisasi di Bojonegoro, seperti penggemar Iwans Fals (Oi), Teather Giri, musik akustik anak-anak terminal dan group sholawat dari PMII Bojonegoro.

PMII Bojonegoro Gelar Pentas Seni Bersama Anak Terminal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bojonegoro Gelar Pentas Seni Bersama Anak Terminal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bojonegoro Gelar Pentas Seni Bersama Anak Terminal

Ketua panitia, Ahmad Syahid mengatakan, jika PMII tidak sekedar bisa mengkritisi pemerintah melalui demo dan melakukan pengkaderan kepada anggota. Namun, PMII juga bisa berbaur dengan siapa pun.

ArrahmahMedia.Com

"Malam ini luar biasa, mulai dari anak jalanan, anak terminal dan mahasiswa berkumpul dan belajar bersama," tandasnya.

Ketua PMII Bojonegoro, Ahmad Muhajirin mengungkapkan, dalam rangkaian Harlah PMII ke-54 tersebut pihaknya sudah menggelar banyak acara diantaranya, sarasehan dan temu alumni PMII se-Bojonegoro. Serta Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) Nasional, Tahtimul Quran bin Nadhar, PMII Bersholawat dan pentas seni.

ArrahmahMedia.Com

"Mudah-mudahan acara demi acara yang sudah berlangsung dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat semuanya," ujarnya.

Ahmad Syahid menambahkan, sebetulnya acara penutupan ini akan dilakukan pada 26 April 2014. "Tetapi karena kita ditahan polisi saat melakukan aksi demo, maka kita undur malam ini," pungkasnya. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme

Oleh Guntur Pribadi



Terlalu dangkal bila agama dipandang sebagai pemantik dari kekerasan. Apalagi memosisikan agama sebagai pembenar dari tindakan radikalisme dan terorisme, tentu adalah perspektif yang sempit. Agama yang seharusnya sebagai jalan keluar dari permasalahan tidaklah tepat disebut-sebut sebagai biang dari munculnya ekstremisme.

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme

Namun, jika pada kenyataannya dalam banyak kasus, agama dianggap sebagai pemantik lahirnya kekerasan, maka ini sesungguhnya bukanlah bersumber pada agamanya. Melainkan, lebih tepatnya adalah merupakan tindakan pelaku yang mengatasnamakan agama.

Agama yang keberadannya menjadi sumber utama kedamaian, keadilan, dan kebahagiaan bagi pemeluknya, adalah tidak relevan kemudian dikorelasikan sebagai lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme.

ArrahmahMedia.Com

Namun, memang tidaklah mudah pula membantah, bila ada anggapan bahwa pemahaman agama yang keliru dan jauh dari makna tujuan agama yang damai, kemudian dipandang sebagai faktor lahirnya tindakan intoleransi yang merupakan benih dari radikalisme dan ekstremisme.

Agama yang hakikinya mengajarkan kebaikan, kejujuran, kesantunan dalam hubungan manusia antara manusia dan manusia dengan lingkungan, yang terjadi justru dimaknai dalam interpertasi dan realisasi yang menyimpang. Akibatnya, tujuan utama manusia memeluk agama mengalami disorientasi: jauh dari tujuan beragama yang bermakna pada keselamatan, kemaslahatan, dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Padahal, jika dipahami dari tujuan utama setiap manusia beragama, maka tindakan kekerasan dan kerusakan, sesungguhnya bukanlah ajaran agama. Sebab, setiap agama, bila sungguh-sungguh direnungkan dengan akal sehat dan rasa kemanusiaan, agama tidaklah memerintahkan kepada pemeluknya untuk merusak, membunuh, menebar kebencian, apalagi melakukan tindakan radikalisme.

Nalar agama yang substansinya berisi nilai-nilai kebajikan dan kedamaian tidaklah relevan kemudian maknanya dibajak dalam wujud aksi radikalisme dan ekstremisme yang belakangan ini menjadi ancaman serius hampir di setiap negara-negara dunia. Justru yang terjadi adalah paradoks ketika simbol-simbol agama itu sendiri dipaksakan sebagai dalil pemantik dari aksi terorisme.

Memaksakan dalil-dalil agama dalam konteks penghalalan darah terhadap seseorang yang berbeda aliran dan ideologi juga tidaklah bisa dibenarkan begitu saja. Sebab, bila diimani nilai-nilai agama dengan nalar kasih sayang, maka tindakan teror, radikalisme, dan ekstremisme terhadap perbedaan, adalah merupakan aksi yang kontradiktif dengan tujuan hakiki agama itu sendiri yakni sebagai motivasi menebarkan kedamaian ke seluruh umat dunia.

Sekalipun hingga hari ini tidak ada penjelasan yang memuaskan akal sehat kita mengenai spirit terorisme yang terjadi, sebagai manusia yang memiliki keimanan dalam beragama tentunya kita menolak bila semangat agama dipandang dan dijadikan sebagai pemantik tindakan-tindakan destruktif.

Bila ingin disebutkan, maka aksi teror yang menyeret simbol-simbol agama secara serampangan adalah tindakan manusia yang dapat dikatakan tidaklah beragama dan juga tidak manusiawi. Mendasarkan agama sebagai motivasi dan spirit atas aksi terorisme lebih tepatnya adalah sebagai tindakan yang kehilangan akal.

Dalam Islam sendiri misalnya, seperti kita tahu, di antara tujuan hakiki agama itu sendiri dihadirkan kepada umat sebagai pembawa semangat rahmatan lil ‘alamin (kasih sayang Tuhan untuk semua manusia) (Q.S. Al-Anbiya: 107). Konsep “kasih sayang Tuhan untuk seluruh manusia” ini tidaklah terbatas. Akan tetapi, melingkupi seluruh umat di dunia.

Islam juga mengajarkan betapa pentingnya memelihara kehidupan seorang manusia yang dipandang sama halnya memelihara kehidupan manusia seluruhnya (Q.S. Al-Maidah: 32). Tak itu saja, aksi menimbulkan kebinasaan (mudarat) terhadap diri sendiri merupakan tindakan yang sangat dilarang dalam Islam (Q.S. Al-Baqarah: 195).

Berangkat dari risalah rahmatan lil ‘alamin dan pentingnya memelihara kehidupan manusia, maka sangatlah bertentangan kemudian tindakan radikalisme dan ekstremisme dilekatkan pada ajaran dan simbol-simbol agama. Sebab sangat jelas, kehadiran agama tidaklah membawa kehancuran pada manusia, melainkan menebarkan kedamaian dan kasih sayang sebagai amanah dari Tuhan.

Merespon aksi terorisme dan radikalisme yang belakangan ini mengalami penetrasinya akibat spirit dan motivasi kepentingan individu atau kelompok tertentu, maka penting kemudian menempatkan pemahaman bahwa tindakan ekstremisme yang muncul adalah sebagai akibat adanya gejala fanatik yang kehilangan akal sehat dan rasa kemanusiaan.

Dalam upaya membendung menjalarnya pemikiran dan gerakan radikal lebih luas di negeri ini, maka penting kemudian peran agama meresponnya terhadap penyimpangan-penyimpangan aksi teror yang terjadi belakangan ini. Peran tokoh dan institusi agama dalam hal adalah sangatlah strategis, terutama dalam memberikan pencerahan terhadap makna dan tema-tema agama dalam konteks kemanusiaan, kasih sayang, dan kedamaian, melalui jalur pendidikan dan gerakan dakwah.

Selain itu pula, peran pesantren sebagai agen perubahan dan pemberdayaan sosial juga tak kalah strategis dalam menekan gejala pemikiran dan gerakan intoleransi terhadap keberagaman dan perbedaan di tengah-tengah umat. Keberadaan pesantren sebagai pranata pendidikan yang dikenal memiliki kosentrasi pada pengajaran agama, sangat efektif dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama yang santun, moderat, toleransi, dan damai.

Segala upaya dalam membendung dan menekan penyebaran pemikiran serta gerakan intoleransi tersebut tentunya akan lebih memiliki kekuatan yang lebih luas lagi dengan melibatkan peran elemen masyarakat. Keberadaan elemen masyarakat akan menjadi kekuatan tersendiri, terutama dalam membangun opini positif terhadap keberagaman dan perbedaan.

Kita tahu, belakangan ini, kekuatan opini masyarakat telah memiliki posisinya dalam menggalang gerakan sosial. Karena itulah, memberdayakan partisipasi elemen sipil dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan NKRI adalah hal yang hendaknya terus digalang melalui jalur-jalur pendidikan, dakwah, dan advokasi.

Kita tentu percaya, bahwa Tuhan menurunkan agama adalah untuk manusia. Dan manusialah yang sesungguhnya memerlukan agama sebagai media dalam mencapai kedamaian dan kebahagiaan kehidupan yang tidak saja di dunia, tapi juga di kehidupan yang diimani kelak. Karena itu, tindakan destruktif dengan alasan agama, tentunya tidaklah dapat diterima, baik itu oleh nalar manusia maupun nalar ajaran agama itu sendiri.

Penulis adalah pegiat Lembaga Bantuan Hukum dan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Cyber Crime Meningkat, KPAI Desak Literasi Media Sosial Ditingkatkan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Maraknya efek negatif di dunia maya membutuhkan keseriusan semua pihak untuk meningkatkan literasi media sosial. Dalam catatan akhir tahun 2016, KPAI mencatat kemeningkatan kasus kejahatan berbasis siber (cyber crime) mencapai 414 kasus. Angka tersebut menduduki kedudukan ketiga dalam kasus yg diadukan ke KPAI, setelah kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan kasus keluarga dan pengasuhan alternatif. ? KPAI menegaskan ada potensi kerentanan anak dalam mengakses internet tanpa pengawasan orang tua.

Cyber Crime Meningkat, KPAI Desak Literasi Media Sosial Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cyber Crime Meningkat, KPAI Desak Literasi Media Sosial Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cyber Crime Meningkat, KPAI Desak Literasi Media Sosial Ditingkatkan

“Penting membangun kesadaran masyarakat untuk menggerakkan literasi media dan penggunaan media siberkata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh saat menyampaikan ekspos akhir tahun 2016 di Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (22/12).?

Ditambahkannya, orang tua diharapkan mengimbangi dengan membangun kesadaran anak dalam menggunakan telepon pintar/? Dengan adanya kesadaran anak, maka akses berbahaya di dunia siber bisa dihindarkan.

“Ketika IT menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita maka harus ada pengimbangan dengan literasi pemanfaatan IT secara bijak. KPAI juga mendorong Kominfo untuk memastikan daya jangkau dan kapasitas dalam memblock dan menutup situs yang tidak ramah anak, baik konten kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, maupun terorisme,” tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Niam juga mendesak adanya pendekatan penindakan hukum untuk terapi kejut kepada pihak yang menjadikan sosial media tidak layak bagi anak.?

“Terlebih melakukan kejahatan yang menjadikan anak sebagai korban, contohnya kasus LGBT anak di Bogor yang mengagetkan kita semua. Perlu dilakukan pemberatan hukuman agar pelaku jera dan orang lain berpikir seribu kali untuk tindak mencontoh,” jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Sholawat, Ahlussunnah, Kyai ArrahmahMedia.Com

Selasa, 30 Januari 2018

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU

Bantul, ArrahmahMedia.Com. Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Palti Panjaitan memiliki kesan mendalam tentang sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Bagi Palti, Ketua PBNU 1984-1999 ini banyak memberi pelajaran dalam sikap keberagamaannya.

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Palti Panjaitan: Saya Termasuk Pendeta NU

"Saya salah seorang pengagum Gus Dur. Saking kagumnya, semakin banyak buku-buku tentangnya. Istri saya sampai bilang, bapak pendeta atau ustadz? Saya pendeta ustadz. Saya termasuk pendeta NU," tutur Palti sedikit bercanda.

Ia menyampaikan hal itu saat dialog seputar kasus intoleransi dengan peserta Kelas Menulis Santri Yogyakarta, Kamis (22/01), di Lembaga Kajian Keislaman (LKiS) Jalan, Sorowajan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

ArrahmahMedia.Com

Palti mengungkapkan, ketika membaca buku-buku tentang Gus Dur atau keislaman, ia semakin kuat imannya. "Jadi bukan mengurangi keimanan saat saya membaca buku-buku Islami. Dulu saya tertutup, tapi saat mengalami proses akhirnya mengalami perkembangan," ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia tidak mau menghakimi orang lain. Ketika suatu ketika ada keturunan memilih pindah agama lantaran menemukan kebenaran pada agama tersebut, maka hal itu tidak menjadi permasalahan baginya.? "Agama yang saya anut ini warisan. Ketika saya cari atau berproses, dan kebenaran misalnya ada di Islam, dan saya pindah ke Islam, maka tidak menjadi persoalan," ujarnya.

Agama baginya adalah sebuah kendaraan. Topangan baginya menuju tujuan. Namun, ini juga sering ditentang oleh beberapa temannya. Ia bahagia sekali ketika membuka diri.

"Saya harap teman-teman juga mau yakin, bahwa Allah yang kita sembah masing-masing ini, tidak menginginkan adanya kekerasan. Marilah kita menularkan budaya damai," tandasnya. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Sumber foto: www.daserste.de

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dalam tahun pertama periode kepengurusannya 2014-2017 konsentrasi menangani perihal kemandirian NU. Hal itu diungkapkan Ketua PC ISNU Bojonegoro Yogi Prana Izza pada acara Musyawarah Kerja (Musker) ISNU Bojonegoro di aula MAN 1 Bojonegoro, Ahad (6/4).

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Pertama, ISNU Bojonegoro Fokus Kemandirian Ekonomi

"ISNU melihat, NU belum mempunyai kemandirian dalam semua aspek. Makanya dalam tahun pertama ini ISNU akan fokus dalam kemandirian NU, target tahun ini kemandirian ekonomi," ujar dosen STAI Sunan Giri Bojonegoro itu kepada ArrahmahMedia.Com.

Kemandirian tersebut ditunjukkan ISNU dalam semua aspek, karena dalam melaksanakan kegiatan ISNU tidak pernah minta sumbangan kemana-mana. Rencananya, dalam waktu dekat ini PC ISNU Bojonegoro akan mendirikan badan usaha.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Yogi, dalam AD/ART, ISNU berperan membantu dan mendukung penuh NU, termasuk bersinergi dengan NU. ISNU bisa berkiprah dalam hal sumbangsih pemikiran. Pola kritikan ISNU disertai dengan tindakan, tidak hanya berbicara.

ArrahmahMedia.Com

Dosen lulusan Mesir itu menuturkan, sebelum pelaksanaan Musker pihaknya menggelar dialog interaktif bertemakan “Potensi dan Tantangan Bojonegoro Menuju 2014” dengan narasumber tokoh intelektual NU yang juga anggota ISNU Bojonegoro, yakni Imroatul Azizah dan Mudzar Fahman. Serta dipandu moderator Alfi Mufidah.

"Diharapkan sebelum raker (Musker, red) dilaksanakan, para anggota ISNU dengan diadakan dialog interaktif ini mampu membuka wacana penyusunan program kerja masing-masing komisi," terangnya.

Ditambahkan, di ISNU ada lima komisi, yakni komisi yang menangani kesehatan dan sosial; komisi pendidikan, penelitian, organisasi, dan seni; komisi ekonomi, industri, pertanian, perikanan dan kehutanan; komisi organisasi SDM, hukum dan HAM; komisi dakwah, komunikasi, informasi dan pemberdayaan perempuan. (Muhammad Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta

Pondok Pesantren Waria Al-Fattah Yogyakarta berdiri dan diresmikan wakil ketua DPRD kota Yogyakarta pada 8 Juli 2008. Pesantren yang saat ini berlokasi di daerah Jagalan Kotagede Yogyakarta diawali oleh salah seorang waria bernama Maryani yang rutin mengikuti pengajian mujahadah al-Fattah di bawah bimbingan KH Hamroeli Harun di Desa Pathuk mulai tahun 1997.

Berawal dari kegelisahannya akan stigma negatif yang selalu dialamatkan kepadanya dan teman-temannya sesama waria, ia mulai mengadakan pengajian di rumahnya sebagai pembuktian bahwa mereka juga bagian dari masyarakat yang eksistensinya ingin diakui. Puncaknya, pada tahun 2008 Maryani mendirikan sebuah pondok pesantren sebagai tempat belajar agama bagi para waria setelah mendapatkan restu dari KH. Hamroeli yang sekaligus menjadi pembina atau pengasuh pondok pesantren waria ini.

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta

Dua tahun setelah berdiri, KH. Hamroeli berhenti mengajar dikarenakan beberapa alasan. Namun, kegiatan belajar mengajar ilmu agama tetap berlangsung karena sebagian ustadz tidak ikut berhenti. Pada tahun 2014, Maryani meninggal dunia. Pesantren ini tetap dikehendaki keberadaannya sehingga diputuskan untuk meneruskan perjuangan yang telah dibangun oleh Maryani. Terpilih lah Shinta Ratri sebagai ketua pondok baru yang lalu memindahkan lokasi pondok yang awalnya di daerah Notoyudan ke daerah Kotagede. KH. Abdul Muhaimin, pengasuh pondok pesantren Nurul Ummahat yang sekaligus koordinator FPUB (Forum Persatuan Umat Beragama), diminta untuk menjadi pembina dan pengasuh baru pondok pesantren waria ini.

Secara garis besar, kegiatan di pondok pesantren ini ada dua macam: kegiatan mingguan dan tahunan. Awalnya kegiatan berlangsung setiap hari Senin dan Kamis—karena itu pesantren ini disebut juga dengan Pesantren Senin Kamis. Namun setelah lokasinya pindah, kegiatan kemudian hanya dilakukan seminggu sekali, yaitu pada hari Ahad. Bentuk kegiatan mingguan ini berupa shalat berjama’ah, mengaji Al-Qur’an, dzikir, diskusi dan lain sebagainya. Kegiatan dimulai pada sore menjelang maghrib hingga setelah sholat Isya’. Adapun kegiatan tahunan yang telah dilakukan, yaitu ziarah kubur, bakti sosial, kegiatan bulan Ramadhan, syawalan, dan hari raya kurban.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, saat ini jumlah santri di pesantren ini ada sekitar 30 orang. Mereka tinggal di kediaman masing-masing dan akan berkumpul di pondok sesuai dengan jadwal kegiatan pesantren yang telah ditentukan. Para santri memiliki berbagai macam profesi, mulai dari berdagang, ngamen, pengrajin, hingga ada juga yang menjadi pekerja seks komersial (PSK). Akan tetapi, mereka tetap memiliki kemauan untuk belajar agama dan beribadah sehingga kehadiran pondok pesantren ini membuat mereka merasa diterima dan mendapatkan tempat untuk belajar.

ArrahmahMedia.Com

Idris Ahmad Rifai dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pesantren ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para waria. Salah satu santri yang bernama Yeti, misalnya, mengungkapkan rasa syukurnya dengan hadirnya pesantren ini karena ia merasa mendapatkan tempat untuk beribadah dan mempelajari agama. Tanpa pesantren ini, ia dan teman-teman warianya merasa kesulitan untuk beribadah di tempat ibadah umum karena pasti akan ditolak.

Yuni Shara, salah seorang santri lainnya mengutarakan hal senada. Ia menilai bahwa kehadiran pesantren waria ini bisa mengakomodir kebutuhan para waria akan ilmu agama serta bisa menjadi ajang untuk saling bersilaturrahim.

Waria memang sering dipandang sebelah mata dan diperlakukan tidak manusiawi. Secara sederhana, waria dipahami sebagai manusia yang lahir dalam fisik laki-laki, namun memiliki kecendrungan dan kepribadian wanita sehingga mereka berpenampilan dan berperilaku layaknya wanita. Kelainan ini adakalanya sebab faktor lingkungan dan adakalanya juga bawaan lahir.

Tak sedikit yang menganggap waria sebagai makhluk rendahan bahkan terkadang dianggap lebih buruk dari sampah yang menjijikkan. Padahal, seburuk apapun para waria dalam pandangan sosial, mereka tetaplah manusia. Manusia yang selalu diperjuangkan oleh nabi harkat dan martabatnya. Toh, walaupun seseorang melakukan kesalahan, itu tidak bisa menjadi legitimasi untuk merendahkannya. Justru karena memiliki dua sisi baik dan buruk itu yang membuat seseorang disebut manusia. Tanpa keburukan, manusia tak akan pernah menjadi lebih baik dari malaikat dan kehilangan keutamaan sebagai ciptaan terbaik tuhan. Inilah salah satu alasan yang menginspirasi berdirinya pesantren yang cukup unik di Yogyakarta, yaitu Pondok Pesantren Waria Senin Kamis al-Fattah Yogyakarta.

Muhammad Itsbatul Haq, Alumni PP. Annuqayah Sumenep

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Santri ArrahmahMedia.Com

Minggu, 14 Januari 2018

Kiai Maruf: Islam Bersatu Bela Palestina

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Maruf Amin mengatakan, saat ini umat Islam sangat tersakiti keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Kiai Maruf: Islam Bersatu Bela Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Islam Bersatu Bela Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Islam Bersatu Bela Palestina

"Hari ini kita benar-benar tersakiti dengan ucapan Donald Trump," kata Kiai Maruf dalam Aksi Bela Palestina di Area Monas Jakarta, Ahad (17/12).

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menyerukan kepada dunia agar Trump mencabut keputusan sepihaknya tersebut. Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yerusalem adalah ibukota Palestina, bukan Israel.

"Islam bersatu bela Palestina. Indonesia bersatu bela Palestina," ujar Kiai Maruf.

Sampai hari ini, imbuh Kiai Maruf, Donald Trump tidak bergeming dan menghiraukan berbagai penolakan atas keputusannya itu. Apakah Donald Trump tidak mendengar atau sudah tidak bisa mendengar berbagai penolakan keputusannya itu di berbagai belahan dunia.

ArrahmahMedia.Com

"Jangan-jangan Donald Trump sudah summun, bukmun, umyun (tuli, buta, dan bisu)," ucapnya disambut riuh peserta aksi.

Ia menyerukan untuk memboikot Amerika Serikat apabila Donald  tidak lekas mencabut keputusannya tersebut.

"Kalau Donald Trump tidak mau mencabut (keputusannya), boikot Amerika," seru Kiai Maruf.

Kiai Maruf menambahkan, bangsa dan umat Islam Indonesia wajib mendukung Palestina agar mendapatkan hak-haknya sebagaimana bangsa lainnya. Sejak dulu, Indonesia selalu menentang segala bentuk penjajahan dan memelopori kemerdekaan bangsa-bangsa yang terjajah.

ArrahmahMedia.Com

"Kita bebaskan Palestina," tukasnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Kyai ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II

Kediri,? ArrahmahMedia.Com. Kesebelasan Pondok Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung optimis bisa lolos sampai ke babak final Liga Santri Nasional (LSN) Region II Jatim di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Modal melibas kesebelasan Pesantren Al-Mahrusiyah 5-0 itulah yang dijadikan semangat Dwiki Fauzi Anjasmara dkk dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

“Tekat kami bisa lolos sampai ke Final dan bisa jadi juara di region II ini,’’ ungkap Dwiki, kapten DaTa, Jumat (26/8).

Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal Kemenangan Besar, DaTa Optimis Lolos Final Region Jatim II

Menghadapi Pondok Pesantren ? Pomusda Nganjuk, ? Sabtu (27/8) sore, Dwiki Fauzi Anjasamara dkk, sudah mempersiapkan beberapa strategi. Salah satunya sudah pernah dipakai ? saat menghadapi tim Al- Mahrusiyah. Dengan pola 4-4-2, ia sejak menit awal akan terus ? tampil menyerang.

“Insyaalloh dengan pola itu kami pada babak awal akan bisa mencuri poin dulu,’’ ujar Dwiki Fauzi.

Strategi itu, lanjut Dwiki masih bisa dipergunakan ketika kontra dengan Tim Pomosda Nganjuk.”Teman-teman sudah sedikit mengerti dengan pola dan strategi permainan calon lawan.Karena kami pernah melihat saat mereka lawan Ponpes Semanding lalu,’’ katanya.

ArrahmahMedia.Com

Strategi sudah disiapkan untuk menghadapi tim dari Kota ? Angin Nganjuk itu. “Kami sudah punya strategi untuk menghadapi mereka. Dengan agresif dulu menyerang. Nampaknya ini sangat efektif untuk bisa cepat meraih poin,” lanjutnya.?

“Cuma kita lihat nanti pola permainan lawan. Kalau mereka main cepat akan kami imbangi, seperti permainan kita sebelumnya. Seperti saat melawan Pesantren al-Mahrusiyah kemarin,’’ tambahanya.

Pada babak perempat final besok sore, timnya akan bermain pada sesi terakhir setelah tiga kesebelasan lainnya bermain. Sehingga, masih banyak waktu untuk persiapan. “Kita main terakhir sekitar pukuln 16.00, sehingga kita bisa persiapan lebih lama,’’ tambahnya.

Pertandingan pertama yang akan tampil pada jam 7.30 pagi adalah Ponpes An-Nur 2 Turen Malang yang berhadapan dengan Pondok Pesantren Denanyar Perak Jombang. ?

ArrahmahMedia.Com

Disusul kemudian pertandingan antara Ponpes Darussalam Sumbersari Kencong Kediri. Mereka akan berhadapan dengan Ponpes Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, pukul 09.10 Wib.

Kemudian pertandingan ? akan dilanjutkan pada pukul 14.00 Wib yang mempertemukan Ponpes Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri menghadapi Ponpes Ar-Riyadh Ringinagung Keling Kediri.

Kemudian pada pertaningan terakhir pada pukul 15.40 akan berhadapan ? Ponpes Darut Taibin Tulungagung. Pada kesempatan itu ? DaTa akan menghadapi tim Pesantren Pomosda dari Kota Angin Nganjuk. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Tokoh, Kyai ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

MWCNU Sumbergempol Nikahkan Yatim Piatu

Tulungagung,ArrahmahMedia.Com. Panti Asuhan Hikmatul Hayat milik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, menikahkan anak asuhnya, Krisnawati, di panti asuhan tersebut pada Jumat (29/1).

MWCNU Sumbergempol Nikahkan Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Sumbergempol Nikahkan Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Sumbergempol Nikahkan Yatim Piatu

Krisnawati (21) adalah seorang anak yatim piatu yang pernah diasuh di panti tersebut. Ia yatim piatu sejak usia 6 tahun. Sempat diasuh neneknya, tapi telah meninggal dunia juga. Kini, ia telah menamatkan pendidikannya di Pondok Pesantren MHM Sunan Pandanaran Ngunut, Tulungagung.

Krisnawati disunting pria bernama Fathul Munir, seorang bergelar M.Pd.I, alumni IAI Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur. Ia disunting dengan mas kawin seperangkat alat shalat, Al-Quran dan sejumlah uang.

ArrahmahMedia.Com

Ia menikah dengan wali hakim karena tak ada sanak saudara yang dimiliki. Sementara saksi pernikahan adalah Ketua Panti Hikmatul Hayat dan Ketua MWCNU.

Ketua MWCNU Sumbergempol H Khoirul Huda mengatakan, tugas NU tidak hanya mengasuh, mendidik tapi sampai menikahkan, layaknya orang tua sendiri. “Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah,” katanya.

Menurut Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tulungagung tersebut, panti tersebut baru pertama kali menikahkan anak asuhnya. Anak-anak lain, ketika sudah menemukan jodohnya akan dinikahkan panti juga. ”Panti asuhan juga mengkhitankan anak panti dengan acara walimatul khitan,” tambahnya.

ArrahmahMedia.Com

Pernikahan dihadiri seluruh jajaran pengurus MWCNU dan panti serta kepala desa dan perangkatnya. Hadir pula pada kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Tulungagung KH Makrus Maryani dan Kasatkornas Banser Ir. H.Alfa Isnaeni M.Si. (Yoyok Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 30 Desember 2017

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, ArrahmahMedia.Com



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

ArrahmahMedia.Com

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Santri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Solo, ArrahmahMedia.Com. Menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar Polresta Surakarta juga tak mau ketinggalan. Mereka juga bershalawat.

Jajaran Polresta solo mengadakan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan bersama Jama’ah Muji Rosul (Jamuro) di halaman Mapolresta Solo, Kamis (17/1) malam. Kegiatan tersebut mengambil tema meneladani akhlak Rasulullah dalam pelaksanaan tugas Polri guna mewujudkan pelayanan prima anti-KKN dan antikekerasan.

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjimain. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk bisa bekerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Solo.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, tadi malam (18/1) pengajian Jamuro berlanjut di halaman Masjid Tegal Sari Laweyan Surakarta. Seperti biasa, di akhir acara KH Abdul Karim memberikan penjelasan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam kitab maulid al-Barzanjiy.

ArrahmahMedia.Com

“Nabi Muhammad sejak kecil beliau sudah yatim piatu. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya yakni Abdul Muthalib yang tak berselang kemudian juga wafat. Setelah itu beliau diasuh oleh paman beliau Abu Thalib,” terang Gus Karim.

Acara pengajian semalam dihadiri ribuan jamaah. Kegiatan gelar maulud 12 hari Jamuro ini akan digelar sampai tanggal Rabu malam (23/1) pekan depan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Baanar Pamekasan Keliling Pesantren

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com - Santriwan-santriwati berkumpul di auditorium Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (3/3). Mereka mengikuti sosialisasi bahaya narkoba yang digagas oleh Pengurus Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan.

Acara ini merupakan program pembuka program Goes to Pesantren Baanar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan. Baanar Pamekasan bergerilya ke pesantren-pesantren guna mengimbangi gerakan bandar narkoba yang terus menyasar Kabupaten Pamekasan untuk dijadikan lumbung peredaran narkoba.

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Baanar Pamekasan Keliling Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Bahaya Narkoba, Baanar Pamekasan Keliling Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Baanar Pamekasan Keliling Pesantren

"Ini merupakan salah satu ikhtiar kolektif untuk membentengi para pemuda dan pemudi di lingkungan pesantren dari bahaya laten narkoba. Kita optimistis pesantren masih bersih dari barang haram tersebut. Tetapi, tentu mencegah lebih baik daripada mengobati," tegas Kepala Baanar Pamekasan Ra Hassan Al-Mandury.

Baanar menghadirkan pemateri antara lain Ketua GP Ansor Pamekasan H Fathorrahman, Direktur Ghana Pamekasan A Fajar, Ketua PCNU Pamekasan KHR Taufik Hasyim, dan dari pengurus Baanar. Mereka memaparkan bahaya narkoba, faktor-faktor yang membuat pemuda mengonsumsinya, ciri-cirinya, dan strategi jitu memeranginya.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Narkoba dapat membuat rusak fisik dan mental penggunanya. Hindari barang haram tersebut dimulai dari diri sendiri dan keluarga," tegas Ra Hasan.

Pada pertemuan selanjutnya, Baanar Pamekasan akan menggulirkan program yang sama di Pesantren Miftahul Qulub, Larangan, Pamekasan yang direncanakan pada Selasa (7/3) mendatang. Setelah itu, berlanjut ke Pesantren Bata-Bata, Taman Sari, dan ragam pesantren lainnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

PBNU Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk Rais ‘Aam

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. PBNU mendirikan Shalat Ghaib untuk Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh di masjid An-Nadlah, lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, selepas shalat Jumat (24/1). Para pengurus harian di lembaga, lajnah dan banom NU turut serta.

PBNU Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk Rais ‘Aam (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk Rais ‘Aam (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk Rais ‘Aam

Selepas Shalat Jumat, PBNU juga menggelar tahlilan sesuai intruksi tertulis PBNU.“Sehubungan dengan wafatnya Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, yang wafat pada hai Jumat, 22 Rabi’ul Awwal 1435 H/24 Januari 2014M, PBNU mengintruksikan PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlilan untuk almarhum.”

PBNU mengharapkan intruksi itu diteruskan sampai ke tingkat kepengurusan MWC, Ranting, dan Anak Ranting.  

ArrahmahMedia.Com

Menurut Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNU) Ulil Abshar Hadrawi, nanti malam juga akan mengadakan tahlilan di gedung PBNU. “Mari kita tahlilan untuk pemimpin tertinggi di NU ini,” kata santri Kiai  Sahal ini.

KH Sahal Mahfudh yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut, wafat di kediamannya, Pati, Jawa tengah, Jumat dini  hari (24/1) sekitar pukul 01.05. (Abdullah Alawi)  

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomudin (Gus Ishom) melalui pernyataan tertulisnya, Senin (31/10), mengklarifikasi pernyataannya yang dijadikan pengantar Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur yang diterbitkan Relawan Nusantara (RelaNU).

Gus Ishom itu menegaskan, pernyataan dalam buku yang dimaksud merupakan ceramahnya pada Hari Santri yang kemudian ditranskrip dan dijadikan pengantar buku saku itu tanpa seizinnya.

Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ishom Klarifikasi Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur

"Dan bukan saya yang menyusunnya. Saya bukan pendukung Ahok, tapi pendukung bersatunya Muslim dan non-Muslim menuju kemaslahatan bersama sebagai bangsa. Fitnah sudah bertebaran. Lakukanlah tabayyun agar terhindar dari fitnah dan menzalimi siapa pun. Mohon bantu doa, negara dalam kondisi gawat," kata Gus Ishom.

Sebagaimana diketahui, pengantar buku saku itu merupakan ringkasan taushiyah yang disampaikan oleh Gus Ishom dalam acara Peringatan Hari Santri, Jumat 21 Oktober 2016 oleh RelaNU di Wisma Antara, Jakarta.

ArrahmahMedia.Com

Taushiyah ini kemudian dutranskrip, lalu dijadikan pengantar Buku 7 Dalil Umat Islam DKI dalam Memilih Gubernur, tepatnya halaman 1-5 buku saku tersebut. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Kyai ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar silaturahim dan buka puasa bersama dengan para ulama, umara, dan pengusaha. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Shangri-la Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Ketua PWNU DKI Jakarta, H Saefullah mengatakan kepengurusan PWNU Jakarta belum genap satu semester sejak pelantikan. Namun telah membuat berbagai trobasan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Bank Muamalat dan CMNP yang membagikan takjil di 18 pintu tol, serta memfasilitasi taushiyah di beberapa masjid. Kedua kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan ini.

Pria yang menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta ini menambahkan jalinan kerja sama PWNU Jakarta dengan dunia usaha penting dilakukan untuk memberi kemanfaatan bagi umat. Hal ini untuk membuktikan bahwa NU bisa menjadi payung masyarakat di Kota Jakarta, sekaligus? menyebarkan ajaran NU yang sejak awal menjunjung tinggi? ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, Ketua PWNU Jakarta Beberkan Program Ramadhan

Arya dan Stefani dari Bank Muamalat mengungkapkan kerja sama Bank Muamalat dengan PWNU DKI Jakarta semakin erat. Kerja sama tersebut menunjukkan NU sangat concern dengan ekonomi kerakyatan. Saat ini kerja sama yang dijalin adalah pendirian gerai Muamalat sebagai loket layanan pembayaran sejumlah transaksi keuangan.?

Baca:? PWNU DKI Jakarta Jalin Kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia

Sementara itu, Jajang Hasan Basri mewakili Kapolda DKI Jakarta menegaskan, silaturahim ini sangat penting untuk mengenalkan pengurus baru. Kerja sama di lapangan juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengatasi persoalan buruk sangka dan proxy war. Selain itu, juga perlu untuk saling mengingatkan.

ArrahmahMedia.Com

Ia menambahkan, ? PWNU DKI Jakarta dan Kepolisian mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di DKI Jakarta. Jajang mengutip Surat Al Maidah ayat 32 yang menyebutkan waman ahyaa haa faka annamaa ahyannasajamiian (Barang siapa yang mampu melindungi seseorang, maka sama saja telah melindungi orang banyak). (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Sudah menjadi kesepakatan para pelajar Nahdlatu Ulama (NU) kecamatan Gebog bahwa setiap malam purnama adalah ajang silaturrahim sekaligus menggemakan shalawat nabi. Agenda yang terangkum dalam acara “Padang Bulan” ini telah genap mencapai putaran kesepuluh.

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu

Kali ini Padang Bulan diadakan di Masjid Baitul Hidayah Dukuh Krajan Desa Menawan Rabu (4/2) malam, dan berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 200 pelajar dari berbagai desa sekecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah.

Agenda rutin Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) ini mengambil tema simpel, “Menawan Bershalawat”, sebagai tanda sekaligus harapan agar masyarakat Desa Menawan dapat kembali aktif menggeluti ke-NU-an, terutama kalangan pemudanya.

ArrahmahMedia.Com

Pasalnya, organisasi IPNU-IPPNU di desa yang berada di lereng Rahtawu itu baru saja merangkak kembali pasca mandek beberapa periode sebelumnya. Kerja sama PAC bersama Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU yang juga melibatkan kehadiran para sepuh NU setempat malam tadi diharapkan dapat memperkokoh semangat dan perjuangan.

Antusiasme masyarakat terbukti dengan penuhnya masjid sejak sehabis Maghrib. Masyarakat umum, pengurus Banom NU, hingga pihak pemerintah desa pun, hadir dalam majelis ini.

ArrahmahMedia.Com

“Antusias teman-teman Menawan semalam luar biasa. Sejak ba’da Maghrib mesjid sudah dipenuhi banyak anggota dan warga sekitar. Kami tidak menyana ternyata bisa sesemangat ini. Mungkin ini karena setelah sekian lama kegiatan IPNU-IPPNU redup di masyarakat,” papar Firi Amelia Rosmaya Mahmudah, Sekretaris PAC IPPNU Kecamatan Gebog.

Ia mengatakan, dukungan luar biasa juga pihaknya peroleh dari pengurus ranting NU dan badan otonomnya, bahkan pihak pemerintah desa.  Menurut Amelia, suksesi Padang Bulan bertajuk “Menawan Bershalawat” ini digadang sebagai awal dari bersinarnya kembali organisasi IPNU-IPPNU ranting Menawan.

“Terimakasih kepada PAC Kecamatan Gebog, Rekan dan Rekanita dari ranting lain, juga para pengurus Pimpinan Cabang Kudus yang tiba-tiba menyempatkan diri khusus untuk ikut serta hadir dalam acara. Desa Menawan, ranting dengan pemimpin serta kepengurusan baru, diharapkan dapat membawa semangat dan perubahan yang baru juga,” tutur Amelia dengan optimis penuh harap.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama ArrahmahMedia.Com

Kamis, 07 Desember 2017

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

Makassar, ArrahmahMedia.Com. Segenap petinggi Rektorat Universitas Islam Makassar menziarahi sejumlah makam pendiri kampus bersangkutan. Dipimpin Rektor UIM Andi Majdah M Zain, rombongan menziarahi makam H Kalla ayah H Jusuf Kalla, Anregurutta Muhiddin Zain, Kiai Busairi, dan istri Kiai Sanusi Baco.

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-14, Rektorat UIM Ziarahi Makam Pendiri Kampus

“Dalam harlah ke-14 UIM, kita ini ingin mengenang para pendiri dengan ziarah ini,” kata Andi Majdah M Zain.

Selain menziarahi pendiri UIM, Andi Majdah M Zain beserta rombongan bersilaturahmi dengan anak-anak yatim di panti Al-Kautsar dan Nahdiyat, Jumat (6/6).

ArrahmahMedia.Com

Tradisi ziarah kubur dan silaturahmi dengan anak yatim ini sengaja dilakukan tiap tahunnya sebagai bentuk syukur atas harlah UIM setiap tahunnya. Setiap tahun, UIM memberikan beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang berminat melanjutkan pendidikan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com PonPes, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

ArrahmahMedia.Com

Pada hari ini kaum Muslimin merayakan Hari Idul Adha dengan melaksanakan shalat id karena telah sampai pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. Shalat Idul Adha adalah peristiwa besar yang setiap tahun umat Islam sedunia melaksanakannya dan setelah itu menyembelih hewan-hewan kurban sebagai sunnah muakkadah. Setiap kali merayakan Idul Adha, kita tidak bisa lepas dari membicarakan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bapak - anak ini menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam banyak hal, seperti dalam ketaatan dan kepasrahan diri kepada Allah SWT, kesabaran dan keikhlasan beribadah, serta dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Nabi Ibrahim AS adalah seorang ayah sekaligus seorang hamba Allah yang lurus, berhati lembut, lagi penyantun. Beliau seorang Nabi dengan teladan kepemimpinan yang mencerahkan. Sedangkan sang anak, Nabi Ismail AS, adalah seorang anak yang sabar dan berbakti kepada kedua orang tua; dan tentunya juga taat kepada Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Nabi Ibrahim AS menikah dengan Siti Sarah sudah cukup lama–bertahun-tahun—namun belum dikaruinai seorang anak pun. Beliau telah lama mengidamkan hadirnya seorang anak. Kemudian oleh Siti Sarah, Nabi Ibrahim dipersilakan untuk menikah lagi dengan Siti Hajar yang tak lain adalah seorang pembatu bagi keluarga Ibrahim. Dan akhirnya beliau mendapatkan seorang anak hasil pernikahannya dengan Siti Hajar dan diberinya nama Ismail. Beliau merasa senang dan tenang bersama sang buah hati. Beliau melihat Ismail menikmati masa kanak-kanaknya dan menemani kehidupannya dengan tentram dan damai. Tetapi kemudian, Ibrahim bermimpi dalam tidurnya. Beliau menyembelih anak satu-satunya itu. Ibrahim pun menyadari bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Kita bisa membayangkan betapa Nabi Ibrahim tengah diuji Allah SWT. Anak satu-satunya yang telah lama beliau nantikan kehadirannya hingga usia beliau hampir 100 tahun, pada akhirnya harus dikorbankan atas perintah Allah dengan cara disembelihnya sendiri. Bagaimanakah sikap Nabi Ibrahim menghadapi perintah tersebut? Nabi Ibrahim adalah seorang rasul. Maka beliau tidak ragu-ragu dalam memahami dan menerima perintrah tersebut. Tidak ada kekacauan dalam pikiran beliau sehingga beliau tidak melakukan protes atau mencoba bertanya kepada Allah untuk meminta klarifikasi. Misalnya dengan bertanya, ”Kenapa ya Allah, harus saya sembelih anak tunggal saya ini?”

Tidak ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Yang ada pada Nabi Ibrahim AS adalah penerimaan total, keridhaan yang mendalam, ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Itulah sebabnya Nabi Ibahim AS mendapat berbagai macam gelar seperti: ulul azmi (orang yang sangat sabar), khalilullah (kekasih Allah), hanifan muslima (orang yang lurus yang berserah diri kepada Allah SWT), abul anbiya (bapak para nabi), dan sebagainya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Kisah bagaimana Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT bisa kita simak sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat, ayat 102:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu”.

Ayat tersebut merupakan perintah dari Allah SWT agar Nabi Ibrahim menyembelih Ismail yang belum cukup dewasa atau masih anak-anak karena baru berusia kurang dari 14 tahun. Maka Nabi Ibrahim sebagai orang tua bertanya kepada Ismail bagaimana pendapatnya tentang perintah tersebut sebagaimana dikisahkan dalam bagian ayat berikutnya:

? ? ?

Artinya: “Maka pikirkan, apa pendapatmu tentang perintah itu”.

Pertanyaan Nabi Ibrahim kepada Ismail ini sebenarnya mengandung pelajaran berharga bahwa seorang ayah atau orang tua tidak ada jeleknya, bahkan sangat bagus, memberikan hak bertanya atau mengemukakan pendapat bagi anak-anaknya berkaitan dengan masa depan mereka. Apalagi menyangkut soal hidup dan mati. Dengan kata lain, ini sesungguhnya pelajaran tentang demokrasi atau musyawarah dimana dialog untuk mencapai persepsi yang sama diperlukan untuk meraih tujuan baik yang akan dicapai bersama. Dengan cara seperti ini tentu keikhlasan untuk menerima sebuah keputusan bisa dicapai dengan baik secara bersama pula. Maka tidak mengherankan ketika memberikan jawaban kepada Ibrahim , Ismail menjawab dengan jawaban yang sangat bagus, penuh kesabaran dan keikhlasan sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Dengan ketaatan kepada Allah SWT yang luar biasa sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Ismail, maka Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim sebagaimana termaktub dalam Surat As-Shaffat, ayat 104 -105 sebagai berikut:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu; sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik”.

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah hanya menghendaki ketundukan dan penyerahan diri Nabi Ibrahim AS, sehingga tiada lagi tersisa dalam diri beliau kecuali ketaatan kepada Allah. Nabi Ibrahim meyakini tidak ada perintah yang lebih berharga dan lebih tinggi daripada perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan segalanya, termasuk yang paling berharga, yakni Ismail dengan pengorbanan yang penuh keridhaan, ketenangan, kedamaian, dan keyakinan akan kebenaran. Maka, Allah kemudian menebus putra itu, Ismail–dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Dengan peristiwa inilah, kemudian dimulailah sunnah berkurban pada shalat Idul Adha hingga sekarang. Disembelihnya hewan-hewan kurban menjadi pengingat kita atas kejadian besar tersebut. Peristiwa itu akan terus menyibak tabiat keimanan yang kita genggam supaya kita lebih paham mengenai bagaimana kita berserah diri seutuhnya kepada Allah SWT; bagaimana kita taat kepada Allah dengan ketaatan yang penuh keridhaan. Semua itu agar kita makin mengerti, bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan. Pun tidak ingin menganiaya dengan ujian. Melainkan, Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total. Namun demikian, Allah mengingatkan kita dalam Surat Al Hajj ayat 37:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Shalat Idul Adha berlangsung pada bulan Dzulhijjah karena dalam bulan ini dilaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Mungkin, sayup-sayup terdengar oleh kita kalimat talbiyah yang dikumandangkan mereka yang sedang menunaikan ibadah haji melauli berbagai media. Mereka berseru:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya setiap getaran pujian adalah bagi-Mu. Sejatinya, setiap tetes kenikmatan berasal dari-Mu. Sebenar-benarnya, Engkaulah Raja dan Penguasa kami, tiada sekutu bagi-Mu.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Semoga saudara-saudara kita umat Islam sedunia yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci akan menjadi haji yang mabrur. Dan bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji, semoga Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah ini ketika saatnya telah tiba. Amin ya rabbal alamin...

? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ? ? ?

Khutbah II

? ? (3×) ? ? (4×) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Habib, Kyai ArrahmahMedia.Com

Kamis, 30 November 2017

50 Pelajar Purworejo Ikuti Diklatama IPNU-IPPNU

Purworejo, ArrahmahMedia.Com. Sekitar  50 pelajar Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama), Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri yang digelar IPNU dan IPPNU. Kegiatan berlangsung di Komplek SD Islam Terpadu Desa Majir, Kecamatan Kutoarjo, pada Jumat-Ahad (10-12/5) lalu.

50 Pelajar Purworejo Ikuti Diklatama IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Pelajar Purworejo Ikuti Diklatama IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Pelajar Purworejo Ikuti Diklatama IPNU-IPPNU

Para pelajar tersebut merupakan delegasi dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Ketua PC NU Kabupaten Purworejo, K. Ali Subhan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan tersebut, karena merupakan salah satu gerbang pengkaderan kader-kader NU, “Melalui kegiatan ini kader IPNU-IPPNU harus bertambah nasionalis, cinta lingkungan, dan memiliki kepekaan sosial tinggi,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Komandan Pendidikan Diklatama, Jumadhi menuturkan, kegiatan ini merupakan yang kedua kali. Panitia menyiapakan beberapa materi, yaitu PBB, SAR, Strategi Mapping, Bela Diri, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Manajemen Perjalanan, Pelestarian Alam dan Kelestarian Lingkungan, Basic Ropes dan Medical First Responder Basic.

Jumadhi menambahkan, untuk memaksimalkan penyampaian materi, diundang pemateri berpengalaman, seperti Kodim 0708, Polres Purworejo, Dinas Perhutani, PMI, SAR, Pagar Nusa, Banser, “Agar benar-benar terbentuk CBP dan KPP yang disiplin, tangguh dan bermental,” tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Di akhir Diklatama bertema “Membentuk Kader yang Berkarakter Kebangsaan, Peduli Lingkungan dan Berjiwa Sosial”, diisi Out Bond yang rekreatif dan edukatif  untuk para peserta.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Purworejo, Ahmad Naufa mengatakan, tindak lanjut dari Diklatama, akan dibentuk Dewan Komando Cabang (DKC) CBP dan KPP. Mereka akan melakukan kegiatan bersama IPNU dan IPPNU Purworejo atau dengan  pemerintah, “Misalnya dalam kegiatan relawan SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo,” katanya.

Ahmad berpendapat, sebagai calon penerus generasi bangsa, kader-kader IPNU harus memiliki wawasan luas tentang kebangsaan dan jangan sampai tergerus berbagai penyimpangan yang bersifat patologis yang dapat merusak moral dan ideologi para pemuda.

Hadir pada pembukaan Diklatama dua badan semiotonom IPNU dan IPPNU tersebut, Ketua MWC NU Kecamatan Kutoarjo, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo, dan Perangkat Desa Majir, Karang Taruna Desa Majir.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Isnainissholiah

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock