Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana?

Oleh Alif Bareizy 



Sepulang dari harlah GP Ansor di Kutai Timur, teman saya mengirim screen capture lewat WhatsApp. Jagat Twitter lagi ramai soal Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Trending topic urutan satu dan dua milik Banser. Tagarnya #BanserJagaNKRI dan #Banserbubarinpengajianlagi.

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana?

Nama Banser memang sedang terkerek dengan berbagai aksinya. Awal mulanya, dari catatan saya, ketika Banser membubarkan pengajian Khalid Basalamah di Sidoarjo. Diikuti dengan penghalauan acara-acara HTI di banyak kota.

Ketika saya masuk ke tempat ngopi favorit saya, tiba-tiba banyak orang di ruangan yang bilang, "Wah ini, mau bubarin Felix Siauw ya?" Saya cuma bisa nyengir. Tapi belakangan orang itu baru paham, lalu mafhum.

Apa yang dilakukan Banser hanyalah ungkapan spontan atas kegelisahan jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU). Misalnya tentang peristiwa di Sidoarjo waktu itu. Penyebabnya adalah serangan agresif Ustadz Khalid Basalamah terhadap amalan Nahdliyin lewat video di Youtube. Kalangan Nahdliyin resah.

Kejadian di Sidoarjo sebenarnya bukan penolakan pertama oleh kalangan Nahdliyin. Ketika HTI ingin merongrong Pancasila dengan agenda khilafah, tentu saja NU meradang. Sudah sejak zaman baheula, NU menyatakan Pancasila adalah final dan NKRI harga mati.

ArrahmahMedia.Com

Setelah beberapa kasus pembubaran, mulailah ada yang nyeletuk kangen Banser yang dulu. Lha, Banser yang dulu itu, yang mana? Dari dulu, Banser ya begini.

Cuma belakangan sudah tidak bisa diam lagi melihat kondisi sekarang. Mulai dari gereja dibom, anti-nasionalisme, sampai tidak mau menyalatkan jenazah karena beda pilihan politik. Mosok, orang waras harus diam terus?

ArrahmahMedia.Com

Yah, walaupun banyak celotehan miring yang dialamatkan ke Banser, terutama oleh akun-akun anonim di media sosial yang entah siapa itu enggak jelas rupanya. Tapi sebenarnya ya, yang kayak gitu sudah ada sedari tahun kapan, semenjak Banser menjaga gereja, melindungi orang-orang yang ingin khusyuk beribadah.

Banser tidak bisa membayangkan kawan-kawan agama lain beribadah di bawah ancaman teror. Mungkin serupa tapi tak sama dengan kegelisahan muslim Amerika pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Banser mengupayakan tegaknya kebebasan beribadah di bumi pertiwi, karena ingin menyontohkan Islam yang rahmatan lil alamin dengan perbuatan. Bukan cuma ngejeplak seenteng komentar nyinyir. Itu semua demi agama dan kemanusiaan.

Dari kegiatan menjaga gereja pun sudah jatuh korban dari kalangan Banser. Tapi, seperti kata Dian Sastro, jangan kasih kendor. Sahabat Riyanto yang gugur akibat bom di Gereja Eben Haezar pada tahun 2000 menjadi inspirasi. Komentar negatif menjadi pelecut sekaligus evaluasi – kalau memang patut dijadikan bahan renungan.

Lalu, apakah simpati internal NU berkurang pada Banser dengan sikapnya tersebut? Tidak juga, malah tambah sayang. Nyatanya, rekrutmen anggota Banser terakhir di Samarinda melampaui 150 orang. Perlu diketahui, Samarinda bukanlah kantong NU seperti di Jawa.

Kalaupun ada yang kurang sreg dengan sikap Banser, ya perlu tabayun soal ini. Kalau perlu disiapkan dalil naqli dan aqli-nya. Sulit memang, karena saya sendiri mengalami kesulitan menjelaskan hal ini ketika bapak kos komplain soal gawean Banser.

Memang benar, citra Banser bagi kalangan luar NU terkesan sangar. Tapi Banser punya sisi lain yang jarang diketahui oleh kalangan luar NU. Banyak cerita, beberapa di antaranya, amat berkesan. Meski diulang beberapa kali, tetap saja bikin terpingkal sekaligus terenyuh.

Saya mengenal Banser jauh sebelum menjadi fungsionaris Ansor, malah sejak SD. Sebagai Nahdliyin sejak masih dalam rahim, saya bertemu mereka mulai dari pengajian sampai walimah pernikahan. Tugasnya sebagai pengamanan VVIP hingga parkiran.

Meski tampak gagah, tak pernah merasa ada hawa mencekam dari Banser. Justru merasa diayomi, dilindungi. Paling mentok saya plekiken, karena tak tahan asap rokok mereka.

Banser itu tidak dibayar sepeser pun. Jadi kurang pas, kalau ada adegan di film Tanda Tanya besutan Hanung Bramantyo yang tayang beberapa tahun lalu, yang mendeskripsikan Banser sebagai pekerjaan. Jangankan dibayar, sepatu lars saja beli kadang mencicil. Baju lengkap Banser pun seringkali menunggu jatah.

Apakah kegiatan Banser, misalnya pengamanan dan pengawalan, dibayar? Kalaupun ada konsumsi, malah seringnya dapat paling akhir. Tamu didahulukan. Jika yang punya hajat orang berpunya, baru mereka dapat amplopan, tapi itu tak sering.

Bahkan ada cerita, anggota Banser membawa amplop sendiri supaya istrinya tenang, karena biar dianggap bawa uang setelah bertugas. Padahal sih, tidak. Mirip-mirip kisah khalifah Umar bin Khattab bertemu ibu yang memasak batu di air mendidih untuk mengelabui anaknya yang kelaparan.

Lalu, darimana Banser mendapatkan biaya untuk penghidupan sehari-hari? Ada yang tukang panggul, buruh tani, buruh pabrik, guru, ustadz madrasah diniyah, dan lain-lainnya. Tapi ada juga yang dosen, pedagang, bahkan doktor di kalangan Banser – biasanya golongan ini yang menjadi penyumbang rokok dan jajanan.

Bayangkan saja, siang bekerja mencari nafkah, lalu malam melakukan tugasnya sebagai Banser. Bahkan kadang harus izin meninggalkan pekerjaan untuk menghadiri acara di luar kota atau diklat berhari-hari. Mereka rela berpayah-payah, padahal bisa jadi di rumahnya hanya ada beberapa liter beras.

Sampai-sampai ada guyonan dari almaghfurlah KH Hasyim Muzadi bahwa anggota Banser hanya mampu membeli rokok eceran. "Gagah begitu, rokoknya eceran."

Banyak hal lain yang menjadikan NU begitu sayang kepada Banser. Hal-hal di atas sedikit dari bejibun cerita, tak akan cukup 1.000 kata untuk menceritakannya.

Maka, saya mengaminkan doa dari Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, "Semoga amalmu diterima Gusti Allah dan rezekimu lancar, sehingga dapat memondokkan atau menyekolahkan anakmu sampai jadi profesor. Dan, yang jelas semoga rokokmu tidak dibeli dengan harga eceran."  

Penulis adalah alumnus DTD I PC GP Ansor Samarinda. Jajaran Satkorwil Kalimantan Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Fragmen, Cerita ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 17 Februari 2018

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Katakan yang benar meskipun itu pahit. Sabda Rasulullah SAW ini menjiwai ketegaran Asiyah, istri Fir’aun, sejak ribuan tahun silam ketika suaminya yang angkuh itu memaksannya menanggalkan kebenaran.

Dalam ‘Uqudul Lujjain, Syekh Nawawi al-Bantani menceritakan hikayat awal keimanan Asiyah dari kesuksesan Nabi Musa AS mengalahkan tukang sihir suruhan Fir’aun. Penguasa otoriter yang mendaku dirinya sebagai Tuhan ini menantang Nabi Musa adu kebenaran dengan saling “unjuk kebolehan”.

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Asiyah yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya jatuh cinta pada ajaran Nabi Musa. Mukjizat telah terbentang, dan kebatilan terbukti gugur di hadapan kebenaran tauhid. Istri Fir’aun ini pun mantab menyatakan beriman.

ArrahmahMedia.Com

Fir’aun betul-betul tidak terima dengan keputusan istrinya. Ia mengikat kedua tangan dan kaki Asiyah pada empat buah tiang. Tubuhnya dipaksa menatap sengatan matahari. Fir’aun dan pengikutnya lantas meninggalkan Asiyah begitu saja bak bangkai kadal yang terkapar di atas pasir.

Penderitaan perempuan malang ini belum berakhir. Karena beberapa saat kemudian, Fir’aun memerintahkan anak buahnya melemparinya dengan batu besar. Dalam perih, Asiyah berutur, “Wahai Tuhanku, dirikanlah rumah untukku di sisimu di dalam surga.”

ArrahmahMedia.Com

Seketika itu ia melihat sebuah rumah yang terbuat dari marmer putih. Lalu nyawanya dicabut, sebelum tubuhnya ditimpa batu besar hingga ia tidak merasakan sakit.

Fir’aun dalam kisah ini memperlihatkan kezaliman yang tiada batas. Ia tak segan-segan  menyiksa, bahkan membunuh, setiap orang yang berseberangan dengan dirinya, tak terkecuali istrinya sendiri.

Perilaku Fir’aun ini juga menandai  adanya struktur kekuasaan yang hegemonik dalam kehidupan bernegara sehingga akses kritik atau berpendapat secara bebas menjadi buntu. Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Fir’aun sedang memamerkan dominasi laki-laki atas perempuan yang menjadi faktor ketidakharmonisan dan kekerasan dalam sebuah keluarga.

Sebaliknya, Asiyah mengajarkan kepada kita semua tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan berat. Siksaan hebat dari Fir’aun tak menggoyangkan pilihannya terhadap ajaran tauhid. Berkat ketabahan dan keteguhannya menggenggam prinsip ini, Asiyah justru mendapat perlindungan dan kemuliaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Hikmah, Cerita ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Februari 2018

Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com. Kami memohon penjelasan tentang hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW masuk neraka. Kami memohon penjelasan hadits ini. Apakah benar di Hari Kiamat ayah dan ibu Nabi Muhammad saw masuk neraka? Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Hilmi Qosim Mubah)

Jawaban

Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman di mana pun berada. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Sebelum berbicara lebih jauh kita terlebih dahulu menyebutkan hadits riwayat Imam Muslim yang menunjukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk penduduk neraka kelak di akhirat.

ArrahmahMedia.Com

Kita setidaknya menemukan dua hadits yang diriwayatkan di dalam kitab Jamuis Shahih Muslim terkait masalah ini. Hadits pertama diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik. Hadits kedua diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah RA.

Hadits riwayat Anas bin Malik RA menceritakan sebagai berikut.

ArrahmahMedia.Com

? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya, "Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?’ Nabi Muhammad SAW menjawab, ‘Di neraka.’ Ketika orang itu berpaling untuk pergi, Nabi Muhammad SAW memanggilnya lalu berkata, ‘Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka,’” (HR Muslim).

Sementara hadits riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, "Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya. Di sana Beliau SAW menangis sehingga para sahabat di sekitarnya turut menangis. Rasulullah SAW mengatakan, ‘Kepada Allah Aku sudah meminta izin untuk memintakan ampun bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu Aku meminta kepada-Nya agar Aku diizinkan menziarahi makam ibuku, alhamdulillah Dia mengizinkanku," (HR Muslim).

Secara harfiah pemahaman yang kita dapati dari keterangan dua hadits di atas menujukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk ke dalam penghuni neraka. Tetapi sebenarnya ulama baik dari kalangan ahli hadits maupun kalangan ahli kalam berbeda pendapat perihal ini. Di antara ulama yang memaknai hadits ini secara harfiah adalah Imam An-Nawawi. Dalam kitab Syarah Muslim yang ditulisnya menunjukkan secara jelas posisinya seperti keterangan berikut ini.

? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pengertian hadits ‘Seorang lelaki bertanya, ‘Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?’ dan seterusnya, menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan kufur bertempat di neraka. Kedekatan kerabat muslim tidak akan memberikan manfaat bagi mereka yang mati dalam keadaan kafir. Hadits ini juga menunjukkan bahwa mereka yang meninggal dunia di masa fatrah (masa kosong kehadiran rasul) dalam keadaan musyrik yakni menyembah berhala sebagaimana kondisi masyarakat Arab ketika itu, tergolong ahli neraka. Kondisi fatrah ini bukan berarti dakwah belum sampai kepada mereka. Karena sungguh dakwah Nabi Ibrahim AS, dan para nabi lainnya telah sampai kepada mereka. Sedangkan ungkapan ‘Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka’ merupakan ungkapan solidaritas dan empati Rasulullah SAW yang sama-sama terkena musibah seperti yang dialami sahabatnya perihal nasib orang tua keduanya. Ungkapan Rasulullah SAW ‘Ketika orang itu berpaling untuk pergi’ bermakna beranjak meninggalkan Rasulullah SAW.” (lihat Imam An-Nawawi, Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, Dar Ihyait Turats Al-Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1392 H).

Sementara ulama lain menilai hadits ini telah dimansukh (direvisi) oleh riwayat Sayidatina Aisyah RA. Dengan demikian kedua orang tua Rasulullah SAW terbebas sebagai penghuni neraka seperti keterangan hadits yang telah dimansukh. Salah satu ulama yang mengambil posisi ini adalah Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam karyanya Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya dan seterusnya. Menurut Imam An-Nawawi, ‘Hadits ini terdapat pada riwayat Abul Ala bin Mahan penduduk Maghrib, tetapi tidak terdapat pada riwayat orang-orang desa kami dari riwayat Abdul Ghafir Al-Farisi. Namun demikian hadits ini terdapat di kebanyakan ushul pada akhir Bab Jenazah dan disimpan. Tetapi terkadang ditulis di dalam catatan tambahan. Hadits ini diiwayatkan Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah.’ Hemat saya jelas, Ibnu Syahin menyebutkan di dalam kitab Nasikh dan Mansukh bahwa hadits ini dan hadits yang semakna dengannya telah dimansukh oleh hadits yang menerangkan bahwa Allah menghidupkan kembali ibu Rasulullah sehingga ia beriman kepada anaknya, lalu Allah mewafatkannya kembali. Ini terjadi pada Haji Wada’. Perihal masalah ini saya telah menulis tujuh kitab,” (Lihat Abdurrahman bin Abu Bakar, Abul Fadhl, Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj).

Kalangan ahli kalam juga membicarakan perihal ahli fatrah. Menurut kalangan Muktazilah dan sebagian ulama Maturidiyah, orang-orang ahli fatrah yang wafat dalam keadaan musyrik termasuk penghuni neraka. Karena bagi mereka, manusia tanpa diutus seorang rasul sekalipun semestinya memilih tauhid melalui daya akal yang dianugerahkan Allah kepadanya.

Sementara kalangan Asy-ari menempatkan ahli fatrah sebagai kalangan yang terbebas dari tuntutan tauhid karena tidak ada rasul yang membimbing mereka. Berikut ini perbedaan pendapat yang bisa kami himpun.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ulama berbeda pendapat perihal ahli fatrah. Apakah kehadiran rasul yang mana saja sekalipun Nabi Adam AS yang jauh sekali dianggap cukup bahwa dakwah telah sampai (bagi masyarakat musyrik Mekkah) atau mengharuskan rasul secara khusus yang berdakwah kepada kaum tertentu? Menurut kami, yang shahih adalah pendapat kedua. Atas dasar itu, ahli fatrah selamat dari siksa neraka meskipun mereka mengubah dan mengganti keyakinan mereka, lalu menyembah berhala. Kalau ahli fatrah itu terbebas dari siksa neraka, tentu kita yakin bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari neraka karena keduanya termasuk ahli fatrah. Bahkan keduanya termasuk pemeluk Islam berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menghidupkan keduanya setelah Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul sehingga keduanya berkesempatan mengucapkan dua kalimat syahadat. Riwayat hadits ini shahih menurut sebagian ahli hakikat. Syekh Jalaluddin As-Suyuthi menulis sejumlah kitab terkait keselamatan kedua orang tua Rasulullah SAW di akhirat. Semoga Allah membalas kebaikan Syekh Jalaluddin atas karyanya,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Al-Baijuri ala Matnis Sanusiyyah, Dar Ihya’il Kutub Al-Arabiyyah, Indonesia, Halaman 14).

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam karyanya Nuruz Zhalam Syarah Aqidatil Awam menegaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Syekh Ibrahim Al-Baijuri mengatakan, ‘Yang benar adalah bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghidupkan kembali kedua orang tua Rasulullah SAW sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. Sebuah riwayat hadits dari Urwah dari Sayidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasululah SAW memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kedua orang tuanya sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. As-Suhaili berkata bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk mengistimewakan karunia-Nya dan melimpahkan nikmat-Nya kepada kekasih-Nya Rasulullah SAW sesuai kehendak-Nya,” (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Syarah Nuruzh Zhalam ala Aqidatil Awam, Karya Toha Putra, Semarang, Tanpa Tahun, Halaman 27).

Dari dua pandangan ulama di atas, Penulis lebih cenderung pada pendapat yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk kalangan muslim dan golongan orang-orang yang beriman. Karena sah menurut akal (ja’iz aqli) bahwa Allah SWT mengabulkan permintaan Rasulullah SAW memandang pangkat kekasih-Nya yang begitu agung dan mulia itu di sisi-Nya dan begitu luasnya kemurahan Allah itu sendiri. Wallahu a’lam bis shawab.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan pendapat dalam masalah ini menyebabkan kita saling menyalahkan satu sama lain atau bahkan meremehkan ulama besar yang berbeda pendapat dengan kita. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Kajian Sunnah, Quote ArrahmahMedia.Com

Senin, 05 Februari 2018

Khairul Anam Diharapkan Mampu Pimpin IPNU

Palembang, ArrahmahMedia.Com. Kongres XVII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengamanatkan Khairul Anam HS dari Sulawesi sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU untuk masa bakti 2012-2015.

Khairul Anam Diharapkan Mampu Pimpin IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Khairul Anam Diharapkan Mampu Pimpin IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Khairul Anam Diharapkan Mampu Pimpin IPNU

"Rekan Anam diharapkan dapat memimpin IPNU dengan benar. Pemimpin artinya mengemban amanat, perjuang, dan menjunjung tinggi cita-cita bersama. IPNU organisasi pelajar, dia diserahi amanat berat," ujar aktivis IPNU dari Sumatera Utara yang tidak mau disebutkan namanya.

Pemilihan dilangsungkan di Gedung Serbaguna Asrama Haji Palembang, jalan Kolonel H. Barlian Km.9 Palembang, Selasa (4/12) pagi. Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta kongres, berakhir pada 12.30 siang.

ArrahmahMedia.Com

“Perolehan suara didominasi oleh Khoirul Anam dengan skor 281 suara. Sementara pesaing tunggalnya, Abdurrahman Fauz memperoleh suarasebanyak 127,” kata Saiful Adilin, utusan IPNU Jakarta kepada ArrahmahMedia.Com di bawah tenda pemilihan PP IPPNU, Selasa (4/12) siang.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Saiful, dua nama tersebut lolos dalam putaran pertama. Sebelumnya, tiga nama lain sempat mengemuka seperti Idris, Murodi, dan Nahdi. Namun tiga nama terakhir gugur pada putaran pertama.

“Dari semua suara yang mendukung dua nama tersebut, tiga suara dinyatakan rusak oleh ketua presidium sidang penghitungan,” tambah Saiful.

Usai penghitungan pemilihan, Ketua Umum PP IPNU keluar dari Gedung Asrama Haji dengan disambut jabat tangan oleh sejumlah peserta kongres XVII IPNU yang hadir. Sementara itu, Ketua Presidium sidang mengumumkan tim formatur yang akan membentuk jajaran kepengurusan baru PP IPNU. 

 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Kajian, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Rembang, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XX di Gedung Haji Kompleks Islamic Center, akhir pekan ini, Ahad (12/4).



Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Ketua Panitia Konfercab GP Ansor Rembang Abdul Rosyid menjelaskan, forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang itu akan berlangsung kurang dari 24 jam.

"Konfercab kali ini akan digelar secara singkat, tidak seperti biasanya. Kali ini hanya satu hari sudah selesai dan GP Ansor Rembang sudah mempunyai Ketua Cabang yang baru,” ujar Abdul Rosyid.

Panitia juga telah mengundang pimpinan anak cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang. "Memang sedikit terlambat (pelaksanaannya), tetapi saya pastikan akan dihadiri PAC (Pimpinan Anak Cabang) dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang,” tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Ada isu yang berkembang bahwa terdapat dua nama kader yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Cerita ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno

Oleh A. Ginanjar Sya’ban

Kitab berjudul “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini bernilai keramat. Kitab ini diterbitkan di Kairo pada tahun 1959 oleh al-Dâr al-‘Arabiyyah li al-‘Ulûm, dengan tebal 68 halaman. Saya mendapatkan salinan kitab ini dari perpustakaan Biblioteka Alexandria, Mesir.

Apa istimewanya kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini?

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno

Kitab ini merupakan terjemahan dari buku berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang berasal dari pidato Presiden Republik Indonesia Soekarno pada hari kemerdekaan RI yang ke-14 (17 Agustus 1959).

Dalam pidatonya, Soekarno mengulas berbagai persoalan pokok dan program umum Revolusi Indonesia yang bersifat menyeluruh. Pemikiran pidato ini kemudian menjadi Garis Besar Haluan Negara pada pemerintahan Soekarno.

Pidato ini kemudian dikenal dengan sebutan “Manifesto Politik Republik Indonesia”, setelah sebelumnya Presiden Soekarno mencangkan sistem demokrasi terpimpin dalam mengatur pemerintahan. Berdasarkan Tap MPRS No. I/MPRSI1960, pidato itu kemudian ditetapkan sebagai garis-garis besar haluan negara RI dan pedoman resmi dalam perjuangan penyelesaian revolusi.

ArrahmahMedia.Com

Di kancah perpolitikan dunia Arab pada masa itu, kitab ini punya pengaruh yang sangat besar. Kitab ini berisi tentang pandangan-pandangan revolusioner Soekarno yang saat itu ditahbiskan sebagai pemimpin Asia-Afrika, penggagas “Gerakan Non-Blok”, sekaligus pengilham kemerdekaan negara-negara dunia ketiga.

Terlebih lagi Mesir, yang saat itu baru menjalani 7 (tujuh) tahun masa revolusi (Juli 1952) yang dipimpin oleh Gamal Abdel Nasser. Tokoh revolusioner Nasser yang saat itu menjadi presiden Mesir dan dijuluki “Za’îm al-‘Âlam al-‘Arabî” (Pemimpin Dunia Arab) menyatakan dirinya sebagai murid gerakan revolusi Soekarno.?

ArrahmahMedia.Com

Antara Nasser dan Soekarno terjalin hubungan persahabatan yang sangat erat. Dihitung dari tahun 1959, Presiden Soekarno sebelumnya sudah mengunjungi Mesir sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada 1955 dan 1958.

Keberadaan kitab ini menjadi saksi bisu jika pada masa itu Indonesia yang belum genap 17 tahun masa kemerdekaan sudah memiliki pengaruh yang besar di kancah dunia Arab, menjadi “guru” bagi para pemimpin negara-negara Arab yang saat itu baru merdeka dari penjajahan Inggris dan Prancis.

Lebih dari itu, Indonesia bahkan sudah mampu “mengekspor” ideologi, gagasan, dan kebijakan nasionalnya.

Dalam halaman terakhir kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ”, misalnya, dibuatkan glossary tentang falsafah kerakyatan dan kenegaraan Indonesia, seperti Pancasila (al-Mabâdi al-Khamsah) yang dalam bahasa Arab diterjemahkan butir-butirnya dengan; (1) al-Îmân billâh, (2) al-Insâniyyah, (3) al-Qaumiyyah al-Indûnisiyyah, (4) Siyâdah al-Sya’b, dan (5) al-‘Adâlah al-Ijtimâ’iyyah. Pancasila adalah ideologi hasil ijtihad para pediri bangsa-negara Indonesia yang memanifestasikan perpaduan nilai-nilai luhur keagamaan dan nasionalisme.

Selain Pancasila, tertulis juga tentang “al-Ta’addud fî al-Wihdah” (Bhinneka Tunggal Ika). Dijelaskan disana, bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?), yakni “bahwasannya Indonesia meskipun terdiri dari berbagai wilayah dan bangsa yang berbeda-beda, namun bersatu dalam kesatuan yang teguh”.

Terdapat juga falsafah hidup khas Nusantara yang diulas di glossary kitab ini, yaitu “al-Ta’âwun al-Musytarak” atau Gotong Royong.

Keberadaan kitab ini sezaman dengan kitab-kitab karangan ulama Nusantara yang ditulis dan diterbitkan di Timur Tengah pada saat itu, seperti Syaikh ‘Abd al-Qâdir al-Mandailî, Syaikh ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb al-Minangkabâwî al-Makkî, Syaikh Muhammad Yâsîn ibn ‘Îsâ al-Fâdânî, Syaikh Marzûqî al-Batâwî, Syaikh Ihsân ibn Dahlân al-Jamfasî al-Kedîrî, dan lain-lain.

Di tahun yang sama dengan terbitnya kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini (1959), seorang ulama besar Nusantara, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), diundang untuk datang ke Universitas Al-Azhar Kairo untuk menerima gelar doktor honoris causa (duktûrah al-syaraf).

?

Penulis adalah Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Meme Islam, Cerita ArrahmahMedia.Com

Selasa, 02 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. NU Care-LAZISNU menggelar Nonton Bareng Film Naura & Genk Juara bersama Anak Yatim, Sabtu (25/11) di Bioskop XXI Pondok Indah Mall 1 Jakarta Selatan. 

Kegiatan yang bekerjasama dengan Kitacomm, sebuah perusahaan publik relation, melibatkan sedikitnya 135 anak yatim.

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

 

Henna Lestari, penyelenggara kegiatan mengungkapkan melalui kegiatan ini pihaknya ingin membuat anak-anak yatim melalui film yang disaksikan mereka. 

Dihubungi terpisah, Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, menonton Film Naura & Genk Juara, pihaknya tidak sekadar ingin memberi hiburan, namun juga edukasi.

“Soal cinta kepada sesama manusia, alam semesta dan kejujuran,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Naura & Genk Juara menceritakan hubungan pertemanan antara Naura, Okky, dan Bimo. Mereka mewakili sekolah dalam mengikuti kompetisi sains yang berlokasi di Situ Gunung. 

Di sana, ketiganya bertemu dengan Kipli, seorang ranger cilik yang memiliki misi menggagalkan Trio Licik, sindikat perdagangan hewan liar. 

ArrahmahMedia.Com

Film ini disutradarai Eugene Panji yang acap memproduksi film pendek dan karyanya pernah menyabetpiala citra untuk kategori film pendek.





Film Naura & Genk Juara tayang di bioskop sejak 16 November 2017. Film sempat menuai kontroversi dan dituduh melecehkan agama Islam karena terdapat adegan para penjahat mengucapkan istighfar dan doa-doa yang biasa diucapkan umat Islam. Selain itu juga terdapat karakter penjahat dengan penampilan berjenggot.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi meminta masyarakat menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi terkait isu film. Dia meminta masyarakat tak terprovokasi melakukan tindakan negatif.

Wakil Sekjretaris Jendral PBNU itu mengungkapkan, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut Lembaga Sensor Film sudah mengundang para ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan dan menilai film tersebut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Internasional, Cerita ArrahmahMedia.Com

Rabu, 20 Desember 2017

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

ArrahmahMedia.Com

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

ArrahmahMedia.Com

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Cerita ArrahmahMedia.Com

Kader NU Mesti Berkiprah di Berbagai Bidang Kehidupan

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Pada era 90-an pelajar NU yang memiliki kemampuan di berbagai bidang memang tidak banyak. Bisa dihitung dengan tangan. Tetapi saat ini hukumnya “wajib” kader NU menguasai berbagai bidang. Misalnya hukum tata negara, arsitek, hukum Islam dan sebagainya.

Kader NU Mesti Berkiprah di Berbagai Bidang Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Mesti Berkiprah di Berbagai Bidang Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Mesti Berkiprah di Berbagai Bidang Kehidupan

“Kader NU dari Jepara kedepan tidak hanya lahir pengusaha mebel tetapi semua bidang ada. Ketika ruang kompetisi dimulai apa pun peluang itu harus dari warga NU,” kata Ahmad Muqowam, anggota DPD RI dalam Seminar Nasional ‘Memperkuat Sistem Demokrasi Pancasila’ di aula LP Ma’arif NU Jepara, Ahad (08/11).

Menurut Ketua Umum PB IKA PMII ini, produk pendidikan kader NU di berbagai bidang ini tidak langsung terasa manfaatnya sekarang. Namun ia meyakini, 10 hingga 20 tahun mendatang baru terasa. Sehingga, ia mengajak kepada seluruh kader NU untuk menyiapkan sumber daya manusia dan konsolidasi untuk masa depan.

ArrahmahMedia.Com

Lelaki kelahiran Salatiga, 1 Desember 1960 itu mulai prihatin karena NU mulai disusupi oleh kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan cita-cita para founding fathers.

ArrahmahMedia.Com

“IPNU-IPPNU misalnya, yang bagi saya masih orisinil dan tidak disusupi oleh kelompok/aliran lain. Semoga kita mampu mempertahankannya,” tegas Muqowam.

Keprihatinan-keprihatinan yang ia ungkapkan tentu beralasan. Misalnya DPD di tempat ia bekerja saat ini, 3 anggota lain bukan dari NU. Alhasil, kader NU kedepan mau tidak mau juga harus ikut dalam percaturan politik. Sehingga pemikiran NU mewarnai kehidupan politik di Indonesia.

Dalam kegiatan hasil kerjasama PC IPNU-IPPNU Jepara dengan DPD RI hadir sebagai pemateri Subarkah, dosen Universitas Muria Kudus (UMK) dengan materi “Pembangunan Hukum dan Demokrasi Pancasila”. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, ArrahmahMedia.Com - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

ArrahmahMedia.Com

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

ArrahmahMedia.Com

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, IMNU ArrahmahMedia.Com

Minggu, 17 Desember 2017

IPNU-IPPNU Sidoarjo Terima Bantuan Mobil Operasional

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Sidoarjo mendapatkan bantuan mobil operasional organisasi, Suzuki APV dari Pemprov Jawa Timur melalui Hj Anik Maslachah.

Menurut Ketua IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif mengatakan, mobil tersebut akan digunakan untuk operasional organisasi seperti menghadiri acara, mendatangi undangan sekaligus melaksanakan tugas PC IPNU-IPPNU Sidoarjo.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Terima Bantuan Mobil Operasional (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Terima Bantuan Mobil Operasional (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Terima Bantuan Mobil Operasional

"Mobil itu diberikan oleh Hj Anik karena beliau merupakan pembina IPNU-IPPNU Sidoarjo dan sekaligus anggota DPRD provinsi Jawa Timur dari fraksi PKB," terang Syaikhul saat ditemui ArrahmahMedia.Com di Kantor IPNU-IPPNU Perum Griya Karya Magersari A-6 Sidoarjo, Rabu (21/10).

ArrahmahMedia.Com

Syaikhul menjelaskan, mobil tersebut sudah datang di kantor IPNU-IPPNU sejak seminggu yang lalu dan diserahkan secara langsung oleh Hj Anik Maslachah. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim dan Hj Anik Maslachah atas pemberian/bantuan berupa mobil operasional organisasi itu.

Senada juga diucapkan oleh Ketua IPPNU Sidoarjo Nuryanti Afidah, dirinya juga berharap semoga mobil tersebut dapat digunakan dengan baik serta mampu membangkitkan semangat kinerja IPNU-IPPNU Sidoarjo kedepannya.

ArrahmahMedia.Com

"Kami berharap dengan adanya mobil ini dapat membantu kinerja pengurus dalam melaksanakan tugas keorganisasian dan bisa bermanfaat bagi PC IPNU-IPPNU Sidoarjo kedepannya," harap Afidah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Cerita ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

Jombang, ArrahmahMedia.Com - Ibu Sumarni asal Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tak menduga fotonya akan viral dan menjadi pembicaraan orang banyak. Ia berfoto dengan dua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang sembari megang bendera HTI. Akibatnya, sebagian publik? menganggap Ibu Sumarni telah masuk di lingkungan mereka.

Mendengar namanya tercermar, ibu yang sebetulnya aktif di forum-forum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setempat ini akhirnya meminta kepada Ketua MWCNU dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno untuk merehabilitasi namanya.

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

"Saya mohon kepada Ketua MWCNU Mojowarno dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno, agar nama saya direhabilitasi. Saya bukanlah pengikut HTI dan sampai mati saya akan tetap berkiprah dan berjuang di Nahdlatul Ulama di bawah panji Muslimat NU," ujarnya, Sabtu (27/5).

ArrahmahMedia.Com

Ia kemudian bercerita terkait awal mula fotonya mulai viral tepatnya di facebook (fb) dengan nama akun Muslimah Jombang Bersyariah yang diposting pada 21 April 2017 lalu pada pukul 22:00. Akun fb itu juga terdapat 12 like, dua komentar dan 6 kali dibagikan.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengungkapkan foto itu bermula dari kedatangan dua orang perempuan yang tidak ia kenal di rumahnya. Sebagai tuan rumah dia tidak segan-segan untuk mempersilakan keduanya masuk.

"Setelah dialog singkat seputar kegiatan sehari-hari, lalu salah satu di antaranya mengambil gambar dengan terlebih meminta aktivis Muslimah HTI ini memegang bendera HTI. Hasil foto tersebut? lalu diupload di media sosial, dan diklaim oleh kedua perempuan tersebut bahwa saya ini adalah pengikut HTI,” ujar dia.

Padahal, lanjutnya, sejak kecil dirinya merasa telah dibesarkan di lingkungan NU Mojowarno dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan MWCNU dan Muslimat NU setempat.

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, bahwa saya bukan pengikut HTI. Sejak kecil saya dididik dan diasuh dalam keluarga NU, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan NU terutama di Muslimat NU," tutur Ibu Sumarni. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Hikmah, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

Ponorogo, ArrahmahMedia.Com. Rangkaian kegiatan pasar rakyat PBNU untuk etape ke-47 akan diselenggarakan di Ponorogo. PBNU akan menunjuk PCNU sebagai panitia lokal, dalam hal ini PCNU Ponorogo yang melimpahkan kepanitiaan kepada PC GP Ansor Ponorogo.

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ponorogo Tangani Pasar Rakyat PBNU

Menurut Fatchul Aziz, MA ketua PCNU Ponorogo, GP Ansor telah berkali-kali menangani event-event massif dengan dukungan sponsor baik tingkat nasional dan lokal. Sebut saja kegiatan jalan sehat sarungan bareng Gus Ipul tahun lalu.

“Kami percaya PC GP Ansor akan lebih pas jika menangani kegiatan massif semacam pasar rakyat ini,” kata Aziz, panggilan pria yang juga sedang menjabat sebagai Ketua KPUD Ponorogo ini.

ArrahmahMedia.Com

Pasar rakyat sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Pebruari 2013 di lapangan Seblabur Kelurahan Setono. Pasar rakyat ini akan mengenalkan produk-produk milik NU hasil kerjasama dengan beberapa produsen nasiona.l

ArrahmahMedia.Com

Selain itu salah satu sponsor rokok Apache dalam rangka promo produknya juga akan menggelar hiburan musik yang menampilkan artis nasional. Direncanakan akan tampil penyanyi KDI dan Opick. Pihak PBNU juga memberi ruang kepada banom NU untuk ikut menggelar stand.

Menurut Idam Mustofa Ketua PC GP Ansor Ponorogo (Pjs.) yang bertindak sebagai Ketua Panitia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pemda Ponorogo untuk ikut melibatkan UMKM di bawah binaan Satker terkait untuk ikut menggelar stand.

“Bapak Bupat telah menyetujui Satker terkait dengan UMKM untuk ikut mendukung pasar rakyat ini. Beliau juga akan memfasilitasi penampilan reyog Ponorogo binaan Dinas Pariwisata Pemkab untuk tampil memeriahkan acara pembukaan. Kami sedang berusaha untuk dapat menghadirkan Gus Ipul untuk hadir di Ponorogo guna membuka pasar rakyat,” kata pria berkacamata ini.

Selama dua hari penuh, pasar rakyat akan diisi dengan pelatihan kewirausahaan dan broadcasting, penjualan sembako murah, pameran produk PBNU dan UMKM serta banom NU, aneka game dan pertunjukan musik persembahan rokok Apache.

Pada acara pembukaan akan digelar parade budaya dan drumband sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma’arif Ponorogo. Selain itu, PC IPNU-IPPNU Ponorogo juga akan memanfaatkan momentum ini untuk menggelar pelantikan bersama.

Masih pada rangkaian pasar rakyat, PC Muslimat NU akan menggelar perpotoan Kartanu bagi anggotanya sekaligus belanja paket sembako. Jadilah pasar rakyat ini bak ajang pesta warga NU.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rheza Aswaja

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Lakpesdam NU Kota Bogor Perkuat Kader Muda NU

Bogor, ArrahmahMedia.Com - Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor mengadakan pelatihan pengembangan sumberdaya manusia di Kantor PCNU Kota Bogor pada Ahad (12/3). Pelatihan ini diikuti sedikitnya 15 orang yang terdiri atas berbagai unsur baik pengurus ranting, MWCNU maupun pengurus banom NU.

Kegiatan yang mendatangkan dua instruktur wilayah, Faridh Almuhayat Uhib Hamdani dan Muhammad Zimamul Adli serta pemateri dari Lakpesdam NU Kota Bogor Ustads Muhammad Ichsan berjalan lancar.

Lakpesdam NU Kota Bogor Perkuat Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kota Bogor Perkuat Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kota Bogor Perkuat Kader Muda NU

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Lakpesdam yang akan rutin dijalankan setiap bulan dengan mendatangkan narasumber yang sesui dengan kebutuhan isu di Kota Bogor,” ujar Anwar Sadat.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, Lakpesdam harus menjadi garda terdepan dalam membangun SDM warga NU agar mampu bersaing di era globalisasi ini.

ArrahmahMedia.Com

Faridh Almuhayat menyampaikan mengenai analisis kawan dan lawan NU dengan harapan dapat menjadi penyemangat bagi warga NU bahwa NU harus mengambil sikap dengan berbagai terpaan isu dan semakin beratnya tantangan baik di internal maupun eksternal. Sehingga warga NU harus melek terhadap kawan dan lawan NU walaupun dalam dakwahnya NU tetap harus menganut prinsip tasamuh, tawazun, tawasuth, dan i’tidal.

Sementara Zimamul Adli menyampaikan tentang Outlook NU 2026 di mana NU menyambut 1 abad-nya dengan berbagai strategi. Maka NU harus menyiapkan diri untuk menuju masa keemasan NU sebagaimana yang dicita-citakan pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Muhammad Ichsan menyampaikan tentang Aswaja NU. Berbagai prinsip agama yang dijalankan oleh warga NU sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama harus menjadi karakter warga NU di manapun berada. Tidak malu dalam ber-NU menjadi bagian penting dalam memajukan organisasi NU.

Faridh Almuhayat menambahkan dengan harapan dari kegiatan pengembangan SDM warga NU ini adalah menjadikan NU sebagai jamaah dan NU sebagai jamiiah kuat dan terus berinovasi dalam menjalankan amanah pendiri NU. “Maka, tidak perlu malu menjadi warga NU Kota Bogor, sebab kita sudah punya modal yaitu jamaah yang sangat banyak.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 14 November 2017

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

Waykanan, ArrahmahMedia.Com. Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda mendukung Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) yang ditangani Yayasan Mata Air dan GP Ansor lokal. Karenanya, Kiai Huda turun di sejumlah pesantren dan madrasah aliyah di daerah setempat.

"Gambaran mengenai BPUN sudah jelas dan maslahat bagi generasi muda NU sehingga wajib bagi kami untuk turun tangan membantu anaknya (GP Ansor) mempromosikan program pendidikan ini," ujar Kiai Huda di Blambangan Umpu, Jumat (30/10).

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Waykanan Promosikan BPUN di Sejumlah Madrasah

Sebagai program, BPUN Mata Air memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, pernguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.

ArrahmahMedia.Com

Didampingi Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Kiai Huda turun antara lain di MA Raudlatul Mutaallimin di kecamatan Kasui, Waykanan.

ArrahmahMedia.Com

Kiai Huda menyerahkan video pelaksanaan Sanlat BPUN, baik di Waykanan 2015 dan dari Yayasan Mata Air. (Disisi SF/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Cerita ArrahmahMedia.Com

Rabu, 08 November 2017

NU Kotagajah Bersholawat

Kotagajah, ArrahmahMedia.Com. Bertempat di halaman Musholla Nurul Falah dusun Gajah Timur III, Kotagajah Timur, kecamatan Kotagajah, kabupaten Lampung Tengah, Ahad lalu, (23/6) bertepatan 14 Sya’ban 1434 H di selenggarakan Gebyar Shalawat Al Barzanji ke X.

NU Kotagajah Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kotagajah Bersholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kotagajah Bersholawat

Aan Yudhi Hana, selaku ketua Forum Silaturahmi Grup Hadroh se-Kecamatan Kotagajah-Lampung Tengah kepada ArrahmahMedia.Com setempat mengatakan, Gebyar Shalawat Al Barzanji se-Kecamatan Kotagajah ini adalah putaran ke X. Kegiatan ini dilaksanakan tiga bulan sekali dan pada bulan Juni ini bertempat di Musholla Nurul Falah.

Alhamdulillah, gebyar shalawat al Barzanji mendapat respon yang cukup banyak dari masyarakat di kecamatan Kotagajah – Lampung Tengah. Bahkan di luar kabupaten Lampung Tengah-pun ikut berpartisipasi,” ujar Aan Yudhi Hana yang juga pengurus PAC GP Ansor Kotagajah-Lampung Tengah.

ArrahmahMedia.Com

“Bahkan masyarakat yang menjadi tuan rumah Gebyar Shalawat Al Barzanji rela urunan (iuran) untuk bersama-sama membawa nasi bungkus. Dan setiap rumah diharapkan membawa sepuluh nasi bungkus,” ujarnya yang alumni STO Metro – Lampung itu.

ArrahmahMedia.Com

Forum Gebyar Shalawat Al Barzanji di Kotagajah didirikan sejak tahun 2010, dan hingga hari ini masih terus melestarikan tradisi kebudayaan Nahdlatul Ulama.

“Gebyar Shalawat Al Barzanji se-Kecamatan Kotagajah ini di ikuti 20 kelompok hadrah dan didukung penuh oleh seluruh penuh keluarga besar Nahdlatul Ulama, mulai dari Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU,” tambah Miftakhul Izza selaku Sekretaris PAC GP Ansor Kotagajah – Lampung Tengah.   

Tema yang dibawa dalam Gebyar Sholawat Al Barzanji bulan ini adalah “Menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1434 H dengan Memperbanyak Sholawat dan Kepedulian Sosial”.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Akhmad Syarief Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Berita, Quote, Cerita ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 14 Oktober 2017

Harga Semobako Melambung, Muslimat NU Kalisat Gelar Pasar Murah

Jember, ArrahmahMedia.Com - Menjawab kegelisahan masyarakat terkait melambungnya harga sembako menjelang lebaran, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kalisat Kabupaten Jember menggelar pasar murah selama dua hari terakhir ini. Hari pertama pasar murah, Sabtu (17/6) diadakan di halaman masjid Al-Barokah. Sedangkan hari berikutnya, pasar murah digelar di Pesantren Miftahul Ulum, Ledokombo.

Menurut Ketua? Muslimat NU Kalisat Nyai Hj Nurul Kamila Rosyidi, pasar murah ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan sembako dengan harga yang miring. Seperti biasa, sejak awal Ramadhan harga sembako naik, dan terus menanjak hingga menjelang lebaran. Sementara pemasukan masyarakat tetap, tidak ada perubahan.

Harga Semobako Melambung, Muslimat NU Kalisat Gelar Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harga Semobako Melambung, Muslimat NU Kalisat Gelar Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Harga Semobako Melambung, Muslimat NU Kalisat Gelar Pasar Murah

"Jadi kebutuhan bertambah, harga sembako juga meningkat. Sementara di sisi lain, pemasukan masyarakat malah berkurang," jelasnya kepada ArrahmahMedia.Com di sela-sela pasar murah, Ahad (18/6).

ArrahmahMedia.Com

Di tengah kerisauan masyarakat terkait tetek -bengek sembako, Muslimat NU harus hadir untuk memberikan jalan keluar. "Kita harus berbuat sesuatu," tambahnya.

ArrahmahMedia.Com

Dari pantauan ArrahmahMedia.Com di lapangan, satu paket yang berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 2 bungkus minyak (1 liter), dan 5 bungkus mie goreng hanya dijual Rp 80 ribu. Dalam waktu yang tidak lama, sebanyak 500 paket yang disediakan panitia ludes terjual. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Kajian, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 05 September 2017

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman

Tanggamus,ArrahmahMedia.Com. Tokoh adat Lampung dari Pekon (Kampung) Gunung Tiga, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Buya Sayuti Ibrahim dan tokoh adat Sunda, Suhadi AR berkenan berbagi tumpeng keberagaman yang diberikan Kasat Binmas Polres Tanggamus, AKP Djoko Sarianto pada Festival Bhinneka Tunggal Ika, Jumat (20/11).

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman

"Ini simbol bahwa kita Indonesia, beragam tapi bukan persoalan," ujar Ajengan Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Sabtu (21/11).

Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung, Teater Jabal memperingati Hari Toleransi Internasional. Kegiatan antara lain memutar film dan mendiskusikan film "Bulan Sabit di Kampung Naga" karya sutradara M. Iskandar Tri Gunawan, didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) dan Hipsi Lampung, IPNU, Yayasan Nurul Falah dan LP Maarif NU Tanggamus, serta Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, dan Alumni BPUN Waykanan.

ArrahmahMedia.Com

"Mari kita kawal keberagaman yang indah ini bersama-sama," kata Fatchurrochman lagi.

ArrahmahMedia.Com

Selain tokoh adat, tokoh agama KH Junaedi AR, Bc. Hk, Pengasuh YPIPP Nurul Falah Kabupaten Tanggamus, dan Romo Yosef Wiyoto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu juga berkenan saling menyuapi nasi tumpeng keberagaman.

"Bhinneka Tunggal Ika membuat kita nyaman. Membuat suasana aman dan nyaman ialah tugas kita," ujar AKP Djoko. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Halaqoh, IMNU ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 September 2017

Sosok Rais Aam NU Menjadi Rujukan Nahdliyin

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Sosok Rais Aam sebagai pemimpin tertinggi NU menjadi rujukan bagi warga Nahdliyin. Karena itu, yang layak menjadi Rais Aam PBNU adalah kiai sangat berpengaruh bagi organisasi dan warganya.

Sosok Rais Aam NU Menjadi Rujukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosok Rais Aam NU Menjadi Rujukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosok Rais Aam NU Menjadi Rujukan Nahdliyin

Hal tersebut disampaikan Hj Faiqoh Mansyur di sela-sela bedah buku karya Prof Ronald Lukens-Bull yang dihelat di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jalan Proklamasi No 51 Jakarta, Kamis (25/6) petang.

“Keulamaaan itu tentu konsekuensi amaliah dan keteladanannya akan menjadi rujukan bagi umat Nahdliyin,” ujar keponakan KH MA Sahal Mahfudh ini.

ArrahmahMedia.Com

Tetapi yang lebih penting dari itu, tambah Faiqoh, Rais Aam harus independen karena mengayomi seluruh warga Nahdliyin dan umat Islam seluruhnya di Indonesia, bahkan di dunia internasional.

“Bahkan bukan hanya Islam, tetapi percaturan Islam dengan dunia lain sangat memerlukan ulama yang independen. Dengan independensi itu, dia memiliki prinsip yang lebih jelas lagi dan bisa dimaknai tertib oleh warganya karena tidak serong ke sana ke sini,” tandas peneliti senior di Puslitbang Penda ini.

ArrahmahMedia.Com

Ditanya tentang sosok kiai NU yang independen seperti apa kategorinya, putri KH Manshur Lasem ini mengatakan, NU yang independen itu yang bisa berinteraksi di dalam pemikiran, perilaku, amaliah maupun profesionalisme orang itu tanpa tendensi apapun.

“Tetapi kalau tidak independen, maka seseorang atau pihak lain harus memenuhi kepentingannya terhadap apa yang dia implementasikan. Jadi, harus ada porsinya. Itu,” tegasnya.

Namun, bagi Faiqoh, hal tersebut merupakan pilihan ideal. Artinya, siapapun yang jadi tidak menjadi masalah. “Kita tidak usah terlalu kaku dalam hal ini. Karena warga NU juga memang berpolitik kok. Dan itu dibebaskan. Banyak juga yang jadi wakil negara atau duta besar di berbagai belahan dunia yang membawa martabat negara kita juga,” ujarnya diplomatis.

Menurut Faiqoh, kini saatnya NU go internasional. “Jadi, kini makin diperlukan adanya percaturan NU dengan komunitas dunia yang telah mengglobal dan luar biasa ini. Jika bisa, itu sangat dihargai. Yang jelas, sebagai Rais Aam harus melindungi semua,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Cerita ArrahmahMedia.Com

Jumat, 11 Agustus 2017

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah lebih banyak mengandung mudarat dibandingkan maslahat. Kebijakan lima hari sekolah terbukti membuat energi masyarakat tersedot dan sibuk dengan perdebatan dan kegaduhan dalam menyikapinya.

Hal itu disampiakan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini sesaat setalah megomentari hasil survei yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Dalam rilis survey indicator Majalah Tempo tersebut, dari 6889 responden sebanyak 4.827 (69 persen) responden menyatakan bahwa kebijakan full day school dalam bentuk lima hari sekolah tidak tepat dilakukan.

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Lima Hari Sekolah Harus Dibatalkan

“Fungsi pemerintah itu mengambil kebijakan dalam banyak hal yang basisnya adalah kemslahatan dan aspirasi dari masyarakat. Khusus soal masalah pendidikan ini, kan kondisi sudah tertata dengan baik, jangan malah membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan kagaduhan,” papar Helmy.

Lebih jauh, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengatakan bahwa kebijakan soal lima hari sekolah bukan ditolak oleh kalangan masyarakat pesantren saja, banyak kalangan di luar pesantren yang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.?

“Akan ada banyak perubahan mendasar jika kebijakan ini dipaksakan. Sebabnya Tanya masyarakat yang terdampak sangat luas. Kebijakan itu harus semaksimal mungkin menghindari mudarat. Dan full day school ini terbukti lebih banyak melahirkan mudarat. Maka sikap PBNU tegas, kebijakan full day school harus dibatalkan,” tegas Helmy. (Fariz Alniezar/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Cerita, Anti Hoax, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock