Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, ArrahmahMedia.Com



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

ArrahmahMedia.Com

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

ArrahmahMedia.Com

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 10 Februari 2018

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di Jepang. Program ini merupakan diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Pertemuan antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Tampak hadir Menaker Hanif Dhakiri, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid, dan pengurus harian PP Pagar Nusa.

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Hanif menyampaikan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar keterampilan praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung dua tahun, yang ditambah dengan program intensif tiga tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerja sama ini dengan detil. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader Pagar Nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Tetapi, kami juga mengenalkan seni bela diri pencak silat khas Nusantara. Lebih dari tiga juta kader kami akan ada proses seleksi khusus untuk kerja sama ini," kata Nabil Haroen.

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencananya, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 100 pemuda dari negara-negara anggota dan mitra ASEAN akan mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang Jawa Timur, Oktober mendatang. Ditunjuknya kota yang memiliki ratusan pondok pesantren ini sebagai tuan rumah, karena kekuatan toleransi antar umat beragama yang terbangun dengan baik.

“Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman,” kata Isman Pasha, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Sosial Kementerian Luar Negeri usai peresmian Taman ASEAN yang terletak di Jl Wahid Hasyim, Jumat (2/6).

Jombang yang memiliki ratusan pesantren ini, diakatakan Isman bisa menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat Internasional sebagai pengejewantahan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tuan rumah AYIC 2017, ? pihaknya sudah meyiapkan berbagai langkah. “Sejak ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa bulan lalu sudah kami siapkan untuk pelaksanaan Oktober nanti,” kata Bupati Nyono kepada awak media usai acara.

Ia pun berharap kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA) Jombang ini bisa terlaksana dengan lancar. Meski kegiatan yang mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin dan Harmony Diversity” ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Bupati Nyono juga berjanji akan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Jombang nantinya. Baik potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama. “Kita tahu tokoh bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga lahir dan ada di Jombang. Maka untuk memperkenalkan kekuatan toleransi yang digagas para tokoh dari Jombang itu sudah tepat untuk pemuda ASEAN,” bebernya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, mengawali kegiatan AYIC di Jombang, dilakukan pengibaran 10 bendera negara anggota dan 1 bendera ASEAN di Jl Wahid Hasyim dan juga peresmian Taman ASEAN tepatnya di selatan sisi selatan Ringin Contong Kabupaten Jombang. “Pengibaran bendera dan peluncuran taman ASEAN ini rangkaian persiapan acara untuk Oktober nanti. Semoga bisa lancar, persiapan terus kami lakukan,” tandas Nyono.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pahlawan, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, ArrahmahMedia.Com. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

ArrahmahMedia.Com

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

ArrahmahMedia.Com

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Nasional ArrahmahMedia.Com

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2009 mendatang. Hanya saja, katanya, ia akan maju jika diperintahkan lima orang kiai sepuh.

"Saya siap jika diperintahkan oleh orang-orang tua. Ada lima orang, tapi saya tidak mau menyebut nama," kata Gus Dur kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/9) kemarin.

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nyatakan Siap Jadi Capres

Ia mengatakan, salah seorang dari lima kiai sepuh, yang disebutnya berusia antara 75-93 tahun, telah memintanya maju, namun ia menunggu perintah dari kiai yang lain.

ArrahmahMedia.Com

Gus Dur sendiri menyatakan siap jadi presiden karena memiliki konsep-konsep untuk mengatasi kesulitan atau krisis yang dialami bangsa Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Ditanya apakah sudah berkonsultasi dengan DPP PKB terkait kesiapannya maju sebagai capres, Gus Dur menyatakan belum.

Namun, lanjut Gus Dur, karena ia adalah Ketua Umum Dewan Syura PKB, maka

pernyataannya bisa juga dianggap sebagai pernyataan PKB. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Fragmen ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

Solo, ArrahmahMedia.Com. Ratusan masjid yang tersebar di sebelas kelurahan se-Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, diimbau untuk ikut mewaspadai praktik politisasi masjid. Hal ini dilakukan, mengingat pada momentum pilpres, rawan terjadi kampanye capres pada saat dilaksanakan khutbah atau ceramah.

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Jitu Cegah Politisasi Masjid

“Ramadhan merupakan bulan yang sangat rawan dijadikan ajang politisasi. Jangan sampai bulan penuh hikmah ini dinodai dengan politik,” tutur Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Laweyan, Arif Nuryanto, Sabtu (28/6).

Melalui imbauan ke sejumlah masjid tersebut, pihaknya berharap pengurus masjid untuk jeli dalam mencari khotib dan penceramah yang akan mengisi sejumlah kegiatan keagamaan.

ArrahmahMedia.Com

“Agar tidak kecolongan, kalau perlu takmir masjid boleh menanyakan terlebih dulu isi materi ceramah atau khotbah sebelum naik ke mimbar masjid,” terang Arif.

ArrahmahMedia.Com

Arif menyarankan, jika kedapatan isi ceramah berbau kampanye, takmir bisa langsung menganti khotib atau penceramah.

Selain itu, dalam imbauan yang berentuk surat edaran itu juga disebutkan melarang pihak masjid menerima sumbangan atau apapun yang berbau kampanye. Semisal, ajakan buka bersama yang berujung kampanye.

“Ini sesuai dengan aturan KPU, yang disebutkan adanya larangan untuk berkampanye di tempat ibadah,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebuah kampus teologi di Amerika serikat Hartford Seminary berpendapat, ekstremisme dan sikat anti-toleransi bisa lahir dari penganut ajaran agama mana pun. Hal ini pula yang terjadi di Amerika Serikat.

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

"Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya," terang Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell saat berkunjung ke DPD RI bersama Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Senin (17/10).

Heidi menambahkan, paham ekstrem yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. "Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengampanyekan Islamophobia," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad yang menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat mengaku merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS.

ArrahmahMedia.Com

"Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia," ucapnya di Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). "Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia," jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

"Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada," kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. "Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses," lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. "Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat," jelas Farouk. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Urgensi Ilmu Nahwu dalam Penurunan Wacana Publik Keislaman

PENGANTAR REDAKSI: ArrahmahMedia.Com akan memuat pemikiran-pemikiran tentang ilmu nahwu yang dikupas oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman, Syafiq Hasyim. Tulisan yang direncanakan bersambung ini akan dimuat setiap hari Senin. Selamat membaca.

Nahwu, biasa dikenal oleh kalangan santri sebagai bagian ilmu alat, adalah ilmu yang sangat fundamental untuk dikuasai jika kita ingin mempelajari Islam dari literatur-literatur yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantarnya, baik klasik maupun modern.

Urgensi Ilmu Nahwu dalam Penurunan Wacana Publik Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Urgensi Ilmu Nahwu dalam Penurunan Wacana Publik Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Urgensi Ilmu Nahwu dalam Penurunan Wacana Publik Keislaman

Dikatakan sebagai alat karena kegunaan ilmu adalah sebagai perangkat membaca, memahami dan memaknai dari bahasa nativenya, bahasa Arab, ke dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing lainnya. Kalangan antropolog menyebutkan jika penguasaan bahasa asli adalah hal sangat penting dalam memperkuat kredibilitas sebuah hasil ilmu atau hasil riset. Mereka memasukkan masalah ini sebagai bagian dari the politics of nativeness. Dengan kata lain, ilmu Nahwu adalah was?’il menuju pengetahuan yang mendekati kepada kebenaran. Kenapa saya sebut sebagai “mendekati kebenaran,” karena kebenaran Nahwiyyah adalah kebenaran pengetahuan yang bersifat aturan kebahasaan, sementara masih ada jenis kebenaran lain yang didapatkan oleh ilmu atau cara lain juga.

ArrahmahMedia.Com

Namun, jika kita beri peringkat, kebenaran yang dihasilkan oleh Nahwu adalah kebenaran yang sangat tinggi derajatnya karena dengan ilmu ini pemaknaan pertama atas sumber-sumber Islam –al-Qur’an dan Sunnah—bisa didapatkan. Meskipun sekolah-sekolah Islam juga mengajarkan

Nahwu, namun ilmu ini diajarkan secara lebih mendalam di dalam lingkungan pesantren. Itupun masing-masing pesantren melakukannya secara berbeda-beda pula. Pesantren-pesantren tradisional (salaf) biasanya mengajarkan kitab-kitab Nahwu yang tingkatannya lebih rumit dan sulit dibandingkan dengan pesantren-pesantren modern (khalaf). Kitab-kitab nahwu yang diajarkan di pesantren tradisional misalnya mulai dari al-Jur?miyyah, Imri?, lalu Alfiyyah Ibn M?lik. Sementara pesantren modern biasanya mengajarkan kitab-kitab seperti Nahwu al-W?i?, J?mi?u al-Dur?s f? al-Lughat al-?Arabiyya, dan lain-lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Dengan kata lain, referensi-referensi Nahwu yang diajarkan di pesantren salaf –biasanya dimiliki dan diasuh oleh kyai-kyai Nahdlatul Ulama-- biasanya adalah kitab-kitab lama (klasik), sementara pesantren khalaf lebih memilih kitab-kitab Nahwa baru, atau yang terkini.

Tapi baik belajar dengan kitab lama maupun baru sejatinya yang paling penting di sini adalah kemauan untuk belajar dan berusaha menguasai ilmu ini. Jika tidak menguasai seluruhnnya, sebagianlah yang perlu dikuasasi. Meskipun ilmu Nahwu sangat penting, banyak dari kalangan kita yang sudah mendedikasikan hidupnya menjadi santri, ustadz, pendakwah dan lain sebagainya, tidak memiliki pemahaman yang cukup akan ilmu ini.

Hal yang paling menyedihkan banyak pengajar Islam publik kita, di Mushalla dan TV-TV, yang awam dengan teori-teori Nahwu. Untuk berdakwah memang tidak diwajibkan untuk menguasai Nahwu, namun dalam dakwah diwajibkan untuk menyampaikan kebenaran meskipun pahit. Menyampaikan kebenaran dengan benar adalah jika sang penyampai mengerti alatnya. Perlu diingat di sini bahwa tidak semua orang yang bisa membaca aksara Arab seperti membaca al-Qur’an menguasai ilmu ini. Mampu dan tidaknya penguasaan ilmu Nahwu ini bisa dilihat dari bagaimana dia atau mereka mampu membaca dan memaknai kitab-kitab yang dalam bahasa keseharian kaum santri disebut kitab kuning.

***

Harus diakui bahwa ilmu Nahwu memang merupakan cabang yang susah selain ilmu-ilmu lain yang sejenis seperti ?araf, Balaghah, dan Mantiq. Untuk tahu ilmu ini, butuh kejelian, hafalan yang kuat, dan analisa yang mendalam. Masih ingat bahwa kita –saya dan teman-teman—di madrasah dulu sering menghindari dan berkeluh kesah tentang betapa sulitnya memahami apalagi menerapkan ilmu Nahwu untuk membaca kitab-kitab berbahasa Arab. Ada yang hafal di luar kepala teori-teori Nahwu, namun untuk menerapkan terkadang masih sulit. Bahkan ada yang bisa menghafal kitab Nahwu Alfiyah Ibn M?lik secara sungsang (dari belakang ke depan) namun tetap saja terkadang masih memiliki kesulitan untuk menggunakannya dalam membaca teks Arab terutama yang klasik.

Sebagaimana perlu diketahui bahwa menghafal sungsang adalah salah satu cara pamer kebolehan dalam mempelajari ilmu Nahwu. Namun, belajar Nahwu tidak cukup dengan menghafal, tapi harus memahami. Kalau boleh melakukan kritik, kelemahan pembelajaran Nahwu di pesantren adalah penitikberatannya pada model hafalan, bukan pemahaman. Meskipun tujuan pertama dalam penghafalan adalah untuk menuju pemahaman, namun seringkali karena terlalu banyak “load” menghafalnya sehingga aspek memahinya terkurangi bahkan terabaikan.

Hal ini terutama terjadi pada pesantren-pesantren yang sudah mengadopsi banyak mata pelajaran di dalam sistem kurikulum mereka. Namun kesulitan menguasai ilmu Nahwu tersebut sangat sepadan dengan fungsi dan manfaat ilmu ini sendiri dimana tanpa penguasaan atasnya hampir mustahil seseorang bisa memahami al-Qur’an, Sunnah dan sumber-sumber Islam secara keseluruhan dan mendalam. Penguasaan teori-teori rumit dalam kitab-kitab Nahwu yang diajarkan di pesantren tradisional memiliki garis sejajar dengan penguasaan masalah-masalah agama yang tercantum di dalam kitab Suci dan Sunnah Nabi serta peninggalan ulama-ulama masa lalu.

Kita tahu bahwa struktur gramatik bahasa Arab yang dipakai oleh al-Qur’an tidak akan cukup dibaca dengan kitab-kitab Nahwu yang simpel seperti al-Jur?miyyah ataupun Nahw al-W?i?. Penguasaan Nahwu juga menjadi parameter kadar keulamaan seseorang. Karenanya, jangankan ketahuan membaca kitab-kitab terjemahan, karena ini tindakan pemalas, seorang santri atau bahkan ustadz kredibilitasnya bisa runtuh gara-gara hanya salah membaca harakat (tanda baca) di akhir kata (i?rab) misalnya bagaimana misalnya membaca isim alam (nama-nama benda/alam) seperti kata Ibr?him atau isim taf?l (bentuk lebih atau paling) setelah huruf jer il? (huruf yang bisa menyebabkan bacaan kasrah pada Isim) dan kasus-kasus lain.

Hal seperti ini cukup bisa dipahami karena memang memahami al-Qur’an dan Sunnah Nabi harus dilakukan bukan dengan cara main-main (hawa nafsu), tanpa ilmu, namun harus secara ilmiah. Salah satu cara yang ilmiah itu adalah jika pemahaman akan sumber-sumber utama Islam tersebut didasarkan pada tradisi keilmuan (tur?th) yang mapan yang sudah dibangun secara panjang oleh kalangan ulama masa lalu.

***

Selain ilmu Nahwu, kedudukan ilmu lain juga penting dalam mengkaji Islam, namun jika seseorang ingin menjadikan atau mengaku dirinya sebagai ahli atau ?alim dalam Islam, mau tidak mau harus mau belajar, mengenal dan menguasai ilmu Nahwu supaya pemahamannya tidak separuh-separuh dan juga tidak sesat menyesatkan. Pemahaman teks-teks agama tanpa ilmu-ilmu yang memadai bisa menjerumuskan dirinya sendiri dan juga orang lain. Bahkan menafsirkan hal-hal penting dalam Islam seperti syariah, fiqih, akidah, dengan modal bahasa Arab yang pas-pasan atau apalagi modal terjemahan dan ilmu rungon (mendengarkan) bisa menyebabkan seseorang tersebut, meskipun itu ustadz atau pun pendakwah, jatuh pada sikap liberalisme (asal-asalan) pada satu sisi dan sikap fanatisme yang berlebihan pada sisi lainnya.

Hal yang menyedihkan, dalam konteks public sphere kita, adalah kenyataan dimana tidak hanya orang awam, namun ustadz, pendakwah, dan juga para aktivis Islam masa kini tidak tahu sama sekali apalagi memahami ilmu ini. Pengetahuan Islam mereka lebih banyak tergantung pada buku-buku terjemahan yang kualitas pengalihbahasaannya seringkali sangat rendah daripada pada sumber Islam yang asli yang berbahasa Arab. Fenomena yang lebih aneh lagi yang akhir-akhir ini menggejala adalah jika ada orang yang berusaha menjelaskan Qur’an atau wacana keagamaan Islam lainnya lewat pendekatan Nahwiyyah atau keilmuan lain yang memang sangat memungkinkan terciptanya tafsir-tafsir yang berbeda-beda, mereka atau aktivis-aktivis Islam yang masih awam tersebut sering menganggap penjelasan yang njelimet, rumit dan penuh perdebatan dari pelbagai analisis kebahasaan Nahwiyyah tersebut sebagai bentuk pemahamanan liberalisme Islam.

Padahal yang terjadi adalah mereka tidak mampu atau tidak memiliki alat untuk bisa sampai pada penjelasan-penjelasan Nahwiyyah tersebut. Gejala beragama cepet saji dan ingin simplenya saja ini sudah barang tentu sangat menyedihkan untuk masa depan pengembangan Islam sebagai ilmu. Islam itu bisa bertahan, jika agama ini tidak hanya ditopang oleh praktik keagamaan umatnya, namun juga oleh argumentasi yang rasional. Bahkan bisa dikatakan, tantangan Islam terbesar pada abad ini dan mendatang adalah kemampuan umatnya untuk menyediakan argument bahwa agama ini memang ?li? li kulli zam?n wa mak?n.

Berargumen dengan Nahwu adalah salah satu upaya untuk mempertahankan keislaman. Apa yang ingin saya tekan di sini adalah secara umum, fenomena pemahaman keagamaan yang instans dan simplistik tersebut itu terkait erat dengan krisis akan tingkat pengetahuan masyarakat Islam awam dan juga aktivis-aktivisnya secara khusus atas ilmu Nahwu pada satu sisi dan juga penurunan kualitas pewacanaan Islam di ruang publik secara umum pada sisi yang lainnya. Lihat saja bagaimana media kita yang cenderung simplistik dalam dalam menyajikan program agama dengan dalih apa saja misalnya “pemurnian.”

Padahal apa yang terjadi adalah mereka lebih senang mencari penceramah agama di TV-TV mereka yang berorientasi budaya cepat saji untuk memenuhi rasa dahaga atau lapar sementara yang menghinggapi kalangan sebagaian kalangan Muslim, terutama kalangan kota. Agama hanya dibicarakan pada sisi kepentingan peningkatan “piety,” tapi melupakan sisi keilmuan.

Hasil dari model pewacanaan keagamaan Islam yang demikian adalah keluaran masyarakat yang suka menyederhanakan dan memposisikan agama laksana obat gosok (panacea). Mereka ini tidak tahu atau pura-pura tidak tahyu bahwa di dalam wacana agama ada juga ada perdebatan-perdebatan yang rumit dan sekaligus scientific yang perlu diketahui oleh masyarakat kebanyakan karena perdebatan inilah yang menjadi bagian penting dalam argumentasi agama.

Dengan mengetahui perdebatan-perdebatan Nahwiyyah, proses demokratisasi pemahaman agama juga akan terjadi di dalam masyarakat. Karenanya, apa yang bisa kita lakukan pada tradisi keagamaan Islam yang terlanju demikian seperti ini tidak ada kata lain kecuali melakukan perubahan. Intinya, jika ingin mendalam dalam penguasaan Islam, maka alatnya harus cukup dan ilmu Nahwu menduduki posisi utama dalam masalah ini. Salam.

SYAFIQ HASYIM, Rais Syuriah PCINU Jerman, Meraih Gelar Dr. Phil dari BGSMCS, FU, Berlin.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com News, Jadwal Kajian, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Kebakaran hutan yang berujung banjir asap masih terjadi sampai sekarang. Bahkan bencana asap ini sudah pada batas tak terkendali, berstatus darurat dan bahkan mematikan. Nihayatul Wafiroh, anggota DPR RI, mengaku prihatin dan meminta pemerintah bertindak maksimal.

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Selasa (20/10) malam, ia mengaku menerima pesan pendek dari kawannya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pesan pendek tersebut bertuliskan, "Bu Nihayah, malam ini di Palangkaraya indeks pencemaran udara mencapai angka 3780. Angka 350 saja sudah ambang batas tidak sehat, gimana angka di atas 3000? Tolong desak pemerintah, evakuasi saudara-saudara kami. Mati orang kalau pemerintah tidak gerak cepat malam ini. Urgent. Bantu kami."

Nihayah membaca pesan pendek tersebut sembari matanya berkaca-kaca. "Saya minta pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan negara untuk menyelesaikan masalah asap," kata Nihayatul Wafiroh, dalam rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com, Rabu (21/10).

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nihayah juga meminta agar pemerintah mengratiskan seluruh pengobatan dan melakukan evakuasi secara cepat, sebelum rakyat Indonesia ini mati gara-gara menghirup asap.

Gubernur pun harus segera menetapkan keadaan darurat bila hasil pemantauan pollutant standards index mencapai 300 atau lebih, sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

ArrahmahMedia.Com

"Ini adalah bencana serius. Tidak waktunya tuding sana, tuding sini, menyalahkan sana, menyalahkan sini. Kini saatnya pemerintah mencurahkan perhatiannya ke persoalan ini dan segera bergerak, segera bertindak. Kalau kita bisa mengerahkan ribuan polisi untuk mengamankan pertandingan sepak bola, tentu kita bisa melakukan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah asap," tegasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah ArrahmahMedia.Com

Senin, 08 Januari 2018

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan

Bandung, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan para kader muda NU untuk mensosialisasikan pemahaman yang benar mengenai ajaran ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) baik dalam tataran pemikiran keagamaan maupun implementasi sosialnya.

Saat memberikan taushiyah pada Rapat kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Cigondewah, Bandung, Kamis (30/8) malam, Kiai Hasyim berpesan agar pengertian pengenai Aswaja tidak diselewengkan. “Aswaja harus diselamatkan,” katanya.

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Aswaja Harus Diselamatkan

“Saya sudah mengkoordinaskan kepada seluruh jajaran kepengurusan syuriah NU untuk menerbitkan kembali dan menyebarkan kembali buku-buku Aswaja yang berisi penjelasan tentang dasar-dasar hukum dari ubudiyah warga NU yang selama sering dibid’ahkan,” kata Kiai Hasyim.

Ditambahkan, keragaman budaya telah dikukuhkan keberadaanya di dalam kitab suci Al-Qur’an, Surat Al-Hujurat  (49) ayat 13, yang berkisah mengenai bangsa-bangsa dan suku-suku manusia yang diciptakan untuk saling mengenal. Ayat ini sekaligus menjadi dasar dari nasionalisme.

“Kita ini berfikir dobel, menerapkan ajaran syariat Islam sekaligus mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi kemudian dianggap kurang Islam,” katanya tersenyum.

Di hadapan delegasi Pimpinan Wilayah IPPNU dan ratusan warga masyarakat sekitar Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Kiai Hasyim mengingatkan kembali adanya bahaya masuknya ideologi politik transnasional, baik dari Timur Tengah maupun dari Barat yang mengacaukan format ketatanegaraan Republik Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Ideologi politik transnasional dengan leluasa masuk dan berkembang di Indonesia sejak dimulainya era reformasi. “Jadi kalau masa Orde Baru kita kegerahan karena semua akses ditutup, sekarang kita malah masuk angin karena semua ideologi dari luar masuk,” katanya.(nam)



ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 06 Januari 2018

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Gorontalo, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Gorontalo dan Banser menyambangi korban banjir di Kabupaten Gorontalo, Senin (31/10). Aksi Sosial itu dipimpin Sekretaris Wilayah PWNU Gorontalo Arianto Mopangga.

Pada kesempatan itu keluarga besar NU Gorontalo menyerahakan beras sejumlah 2 ton, pakaian layak pakai, serta makanan cepat saji (mie instant). Sumbangan diterima beberapa Kepala Desa yaitu desa Motoduto, Boliyohuto, Totopo, Juria, dan Bilato di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Arianto mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo menenggelamkan ratusan rumah dari ribuan warga mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian semua elemen masyarakat, termasuk Nahdlatul Ulama Gorontalo.

ArrahmahMedia.Com

Selain ikut perihatin dengan musibah yang melanda, dan? memberikan bantuan NU dan Banom turut melihat langsung area terjadinya bencana tersebut dan berbincang dengan warga yang menjadi korban,

ArrahmahMedia.Com

“Kami turut merasakan dan memberikan semangat agar tetap tegar dalam menghadapi musibah. Serta terus sabar dan istiqomah menerima segala bentuk musibah yang terjadi,” ungkap Ariyanto kepada puluhan korban banjir.

Sementara itu para korban berterima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memberikan bantuan baik moril maupun materil.

Hal senada juga diungkapkan Satkorwil Banser gorontalo Risan Pakaya. “Musibah ini tentu tidak diminta oleh kita manusia, namun apalah daya telah terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah membantu sebisa mungkin kepada korban dan ikut terlibat dalam membenahi lokasi kediaman masyarakat,” pungkasnya. (Djemy Radji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Untuk mempersiapkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjsama Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) LSN 2017 di Hotel Peninsula Jakarta, 14-16 Juni 2017.?

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017

Dengan Bimtek ini, perhelatan liga sepakbola antarsantri tahun ketiga diharapkan berlangsung lancar dan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Bimtek LSN 2017 dihadiri oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta dan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahadian. Dalam sambutannya Isnanta menyambut baik pelaksanaan Bimtek Liga Santri Nusantara dan akan menjadi tolak ukur kesuksesan pelaksanaan berikutnya.

Isnanta mengatakan, LSN yang merupakan kompetisi usia muda dilaksanakan berdasarkan pada Undang-undang ? Nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) yang di dalamnya disebutkan bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama.?

Di antaranya; untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olaharaga.

ArrahmahMedia.Com

"Sesuai bidang Deputi Pembudayaan Olahraga bahwa Liga Santri tidak hanya di harapkan juaranya tapi bagaimana pembudayaan olahraga dapat digelorakan di pondok pondok pesantren seluruh Indonesia," ungkapnya.

Isnanta mengatakan Liga Santri Nusantara dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat.?

"Saya melihat pelaksaan Liga Nusantara 2016 sudah cukup baik, ini bisa dilihat dari pemberitaannya yang cukup massif bahkan bisa siaran langsung di Telivisi ternama, bahka semua dokumennya dapat di lihat di youtube," katanya.

Namun demikian pelaksanaan Liga Santri 2017 ini dapat ditingkatkan kepada pengelolaannya pasca kompetisi berlangsung. "Seriuskan kita dapat mendampingi pesantren-pesantren untuk terus berlatih walaupun belum LSN bergulis, jangan-jangan santri-santri berlatih saat LSN akan digulirkan," pungkasnya.

ArrahmahMedia.Com

Sepak bola santri bibit potensial

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) selaku sebagai panitia pelaksana, KH Abdul Ghoffar Rozin mengatakan, sepak bola merupakan olahraga milik seluruh masyarakat Indonesia yang dimainkan oleh seluruh kalangan.?

Termasuk munculnya Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan entitas yang tak dapat dipasahkan antara sepakbola dan pesantren. Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin ini, LSN dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat.

"Selain itu, LSN merupakan salah satu cara pemerintah untuk memastikan bahwa segenap komponen anak bangsa melihat dan menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan. ? Dari proses pembentukan mental, pembentukan karakter dan watak. Kalau dalam bahasa pesantren adalah membentuk generasi berakhlaqul karimah, kuat secara spiritual, hebat dari sisi intelektual, kreatif dari sisi keterampilan," terang pria asal Pati, Jawa Tengah ini.

Gus Rozin menganggap perlu untuk kembali melendingkan Liga Santri Nusantara 2017, sebagai wadah untuk pengaktualisasian diri dalam pengembangan potensi santri di bidang sepak bola. "LSN 2017 sebagaimana tujuan tahun sebelumnya adalah media pencarian bibit sepakbola usia muda di kalangan pondok pesantren" ungkapnya saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Peninsula Slipi Jakarta Utara.

Lebih lanjut Gus Rozin mengatakan LSN menjadi instrumen efektif dalam menggelorakan dan pemasalan olahraga di pondok pesantren melalui Ayo Olahraga serta menjadi media konsolidasi pondok pesantren melalui gerakan Ayo Mondok.

Liga Santri Nusantara 2017 mempunya penekanan khusus untuk perbakaikan tahun sebelumnya diantaranya adalah perbaikan tata kelola pelaksanaan kegiatan. Jadi pihaknya meminta kepada semua panitia nasional, Koordinator Region dan Panpel untuk menjadikan pelaksaan ini sebagai amanah untuk kita pegang.

Mesih menurut Gus Rozin LSN tahun ini akan didorong mempuat sisi profesional dan sisi bisnis kompetisi sehingga jika suatu saat nanti LSN tidak lagi dibiayai Negara, maka Liga Santri tetap akan bisa digulirkan. "Penting juga ke depan Liga Santri menjadi agenda resmi pembinaan organisasi induk sepakbola PSSI," harapnya disambut tepuk tangan peserta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Habib ArrahmahMedia.Com

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Menurut Imam Haromain, syariat itu ada yang manshusoh (ditetapkan dalam Al Qur’an dan hadist) dan ada yang ijtihadi. Namun demikian, kebanyakan syariat itu adalah hasil ijtihad dari pada ulama. Hal itu disebabkan karena nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad yang terbatas, sementara peristiwa baru terjadi terus menerus. 

Hal itu disampaikan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pembukaan dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 yang diselenggarakan atas kerjasama Hidmat Muslimat NU dengan LD PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (29/5). 

Kiai Ma’ruf menambahkan, persoalan-persoalan yang bersifat kontemporer seperti masalah muamalah, politik, sosial, dan budaya membutuhkan jawaban. Maka dari itu, para ulama terdahulu juga sudah banyak yang melakukan ijtihad untuk menjawab persoalan yang ada maupun untuk mengantisipasi permasalahan yang akan datang.

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

“Apalagi di dalam masalah muamalah, politik, budaya, sosial,” kata Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menceritakan, saat diminta untuk mengisi sebuah seminar tentang Air Susu Ibu, ia mencari referensi di kitab-kitab kuning. “Saya buka kitab, ternyata ulama terdahulu sudah membahas itu. Ada di (kitab) I’anatuttholibin, Al Bajuri. Alliba (ASI) bahasa sekarangnya adalah kolustrum dan itu sudah dibahas ulama seratus tahun yang lalu,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengungkapkan, keterangan tentang ASI di dalam kitab kuning tersebut membuat para dokter yang hadir heran karena ternyata ulama terdahulu sudah membahas tentang itu. 

Liba itu susu yang keluar pada waktu melahirkan. Liba harus diminum, kalau tidak diminum lemah anaknya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus) 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Santri, Lomba ArrahmahMedia.Com

Minggu, 24 Desember 2017

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober

Bandar Lampung, ArrahmahMedia.Com - Pengiriman naskah? lomba artikel hari santri nasional yang digelar oleh Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) NU Lampung masih ditunggu hingga 16 Oktober mendatang. Pengumuman pemenang akan dilansir pada website PWNU Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016.

"Kami masih menunggu artikel yang dikirimkan oleh peserta lomba. Sudah banyak yang konfirmasi, di antaranya menanyakan batas akhir pengiriman naskah," kata Rudi Santoso, salah seorang panitia lomba artikel LTN NU Lampung.

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN NU Lampung Tunggu Naskah Lomba Artikel hingga 16 Oktober

Rudi menjelaskan, naskah dikirim cukup melalui email ke alamat email lombaartikelsantri@gmail.com. Peserta bisa memilih tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yaitu Peran Santri Dalam Membumikan Islam di Nusantara Dulu dan Sekarang, Pondok Pesantren Sebagai? Kancah Pengembangan Pendidikan, dan Santri Dalam Politik dan Pembangunan di Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Akademisi IAIN Raden Intan Lampung ini memaparkan, lomba ini terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kategori mahasiswa, santri, dan pelajar dengan hadiah berupa uang Rp 1 juta rupiah, paket buku, dan sertifikat untuk juara pertama. Sementara untuk juara kedua dan ketiga akan mendapat uang senilai Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu, berikut paket buku dan sertifikat.

ArrahmahMedia.Com

Kategori kedua, untuk umum seperti akademisi, jurnalis, dan sebagainya. Adapun hadiah uang senilai Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga.

Sama seperti kategori pertama, untuk kategori umum ini juga akan mendapat paket buku dan sertifikat. "Naskah para pemenang masing-masing kategori, dan naskah 10 besar, akan kami terbitkan menjadi buku," kata Rudi.

Ketentuan lomba, tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan, naskah minimal 1500 kata untuk mahasiswa/santri/pelajar/ dan minimal 3000 kata untuk umum. Peserta melampirkan riwayat hidup dan fotokopi KTP. Khusus mahasiswa/santri/pelajar/melampirkan identitas diri berupa kartu tanda mahasiswa/kartu tanda pelajar/santri, surat keterangan dari pesantren.

Dewan juri untuk lomba ini adalah Ketua MUI Lampung Dr KH Khairuddin Tahmid, Dosen FH Universitas Lampung? Dr Rudi, dan Ila Fadilasari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Doa, Humor Islam, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Kupang, ArrahmahMedia.Com. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- XXII  tingkat Provinsi NTT di Asrama Haji Kupang, Jumat (21/6) hari ini.

Seleksi STQ berlangsung selama tiga, guna mencari bakat bagi cabang Tilawah Qori dan Qoriah dan cabang Hifzil Quran baik dewasa maupun maupun golongan anak kanak-kanak dari setiap kabupaten Kota se-NTT. 

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Demikian dikatakan Ketua LPTQ Provinsi NTT Drs. Jamal Ahmad, MM kepada media dalam jumpa pers di Asrama Haji Kupang (20/6). Seleksi STQ tingkat propinsi berlangsung selama tiga hari, guna mencari bakat Qori dan Qoriah, Hafizh Quran dan hafizh lima juz akan mencari duta MTQ tingkat Nasional  di Bangka Belitung pada tahun ini, katanya.

ArrahmahMedia.Com

Semua Peserta masing-masing dari kabupaten Kota se-NTT. Peserta ikut STQ masing-masing cabang lomba sesuai dengan jenis mata lomba. lomba STQ diseleksi berdasarkan masing-masing tingkatan, mulai dari Cabang Lomba Tilawah Golongan Dewasa(Qori dan Qoriah), Cabang Tilawah Golongan  anak-anak (Qori dan Qoriaah) dan Cabang Hafizh Quran Golongan satu dan tilawah lima juz (Hafizh dan Hafizah).

ArrahmahMedia.Com

Seleksi STQ tingkat Propinsi, juga bekerjasama dengan Kementrian agama Propinsi NTT. Kerjasama ini, dalam rangka meningkat  dan mewujudkan umat muslim yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dan menfasilitasi umat Islam untuk menjadi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam aspek kehidupan, kata Ketua LPTQ juga Ketua PWNU NTT itu. 

Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama Provinsi NTT, Drs. Samsul Maaril, mengatakan kegiatan STQ kerjasama Kementerian Agama dengan LPTQ NTT bertujuan sama-sama mencari  duta Propinsi yang berprestasi, berkualitas untuk mengikuti MTQ atau STQ tingkat Nasional. Sehingga bisa meningkat masyarakat yang agamis dari aspek kehidupan umat. Agar bisa mengamalkan ajaran islam yang baik dan benar.  

Kegiatan ini, bekerjsama dengan Kementrian agama dengan LPTQ NTT. Semoga  pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan Qiri dan Qoriah yang bisa membawa nama baik NTT ditingkat Nasional. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Tingkat Propinsi NTT  H. Mandar Langi Pua Upa, menambahkan persiapan panitia pelaksana STQ sudah mencapai delapan puluh persen pada H-1 menjelang hari hal kegiatan.

Sedangkan peserta dari 21 Kabupaten Kota sudah masuk, hanya beberapa kabupaten yang belum melaporkan kepada panitia, katanya. Beberapa kabupaten yang belum masuk tersebut, panitia telah mendapat informasi bahwa jadwal keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten besok besok baru bisa berangkat dari daerah masing-masing. 

Menurut Mandar, kegiatan Seleksi STQ Tingkat Provinsi dengan Tema, Dengan STQ Tingkat Provinsi Tahun 2013 Kita Ciptakan Masyarakat Yang agamais menuju kesejahateraan umat kondusif, harmonis dan bermartabat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Kyai, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Ribuan Santri Hadiri Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel

Makassar, ArrahmahMedia.Com. Ribuan santri dari sejumlah Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur’an di Sulawesi Selatan berkumpul di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Ahad (16/12). Mereka menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an ang disampaikan beberapa qari’ dan qariah nasional maupun internasional.

Ribuan Santri Hadiri Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Hadiri Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Hadiri Haflah Tilawah Al-Qur’an NU Sulsel

Tampak hadir pula ribuan kader dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Selatan, Pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Pengurus GP Ansor Sulsel, dan beberapa aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an ang disampaikan beberapa qari’ dan qariah nasional maupun internasional antara lain Hasan Basri, Qari’ terbaik Internasional di Mekah tahun 1982 silam yang sekarang menjadi imam masjid Al Markaz.

ArrahmahMedia.Com

Pagelaran dengan menyimak lantunan Al-Qur’an tersebut juga dihadiri mantan menteri Agama RI yang juga sbagai qari’ Internasional Prof Dr Said Agil Husin Al Munawwar, yang juga salah satu pengisi acara. 

Hasan Basri melagukan Qur’an bersama beberapa Qari’ lainnya, yakni Muhammmad Ali, Qari’ terbaik Internasional di Libya tahun 1996, Fadhlan Zainuddin Qari terbaik Internasional di Iran 1999, H. Fachruddin Sarumpaet, Qari’ terbaik Internasional di Mesir tahun 2003. Ada juga satu qariah yang menjadi terbaik di Indonesia tahun 2012, yakni Annisaul Malicha, dan Qari’ Sulsel Dr. Mustamin Arsyad.

ArrahmahMedia.Com

Pagelaran yang juga disebut haflah tilawah tersebut, diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan. Ribuan santri yang hadir datang dari Pesantren Nahdlatul Ulum asuhan AG. HM. Sanusi BAco, Lc, Pesantren Ilmu Alqur’an Almusawwirah Tallo binaan KH Syawir Dahlan, Pesantren Annahdlah UP binaan AG. H. Muh. Harisah AS, Pesantren Hasyim Asy’ari Makassar, DDI AD Mangkoso Barru, Pesantren As’adiyah Sengkang, Pesantren Amin Syam Barru, serta sejumlah pesantren lainnya.

“Kita semua sering mendengarkan nyanyian dari berbagi event ada Indonesian Idol dan Dangdut mendadak, tetapi kami dari NU coba menawarkan dan mendengarkan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dari para jawara tilawah Internasional maupun nasional. Namanya sima’an,”jelas Ketua Panitia Ust. Maskur Yusuf Ketua Jam’iyyatul qurra wal huffazh NAhdlatul Ulama Sulawesi Selatan.

Disisi lain harapan dari terselenggaranya acara ini adalah mendorong semangat para santri untuk menjadi penghafal qur’an dan qari’ yang terampil dan hebat dalam melantunkan ayat Alqur’an. Selain dihadiri para santri, PWNU juga mengundang warga NU se-Sulawesi Selatan, serta sejumlah masyarkat lainnya, agar bisa menarik mereka mendaftarkan anaknya bersekolah di pondok pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Jadwal Kajian, IMNU ArrahmahMedia.Com

Jumat, 15 Desember 2017

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com. Hujan deras yang mengguyur kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Ahad (9/10) malam membuat sejumlah wilayah di Sidoarjo banjir. Akibatnya, banyak sejumlah sekolah yang harus meliburkan siswanya lantaran kondisi sekolah tersebut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Seperti yang terjadi di salah satu sekolah Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs ? NU) Wali Songo Sidoarjo, Jalan Raden Patah Sidoarjo. Pihak sekolah sengaja meliburkan siswanya karena akses jalan menuju sekolah banjir. Bahkan, kondisi air di dalam sekolah mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter.

Salah satu guru MTs NU Wali Songo Sidoarjo, M Sobirin menyatakan, pihak sekolah sengaja meliburkan siswa karena kondisi sekolah saat ini sedang terendam banjir. Ia masih belum mengetahui sampai kapan sekolah akan diliburkan.

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

"Kalau nanti sore tidak hujan lagi dan airnya sudah surut, kemungkinan besok sudah masuk seperti biasa. Namun, kalau nanti hujan ya tidak tahu lagi, Mas," kata Sobirin kepada ArrahmahMedia.Com, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, selain di Jalan Raden Patah, akses jalan menuju sekolah (MTs NU Wali Songo) juga banjir di antaranya Jalan Malik Ibrahim, Jalan Pasar Ikan Lama, Jalan Kartini, Jalan Jasem, dan sekitarnya sehingga pihak sekolah meliburkan siswanya karena akses jalan terendam banjir.

ArrahmahMedia.Com

Sobirin berharap, pemerintah mau memperhatikan saluran air atau drainase yang ada di sekitar sekolah. Pasalnya, saluran air di sekitar sekolah dimungkinkan dangkal lantaran tidak pernah dikeruk. Padahal, saluran itu sudah ada beberapa tahun yang lalu yang seharusnya dibersihkan salurannya.

"Semoga Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan agar sekolah kami bisa ditinggikan bangunannya. Sehingga ketika hujan lebat tidak banjir lagi," harap Sobirin.

ArrahmahMedia.Com

Perlu diketahui bahwa banjir saat ini juga melanda kawasan pasar Sono, Sidokepung, Sukorejo, Pagerwojo Kecamatan Buruduran, Sidoarjo kota, Kelurahan Sidokare dan beberapa kawasan lainnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ulama, Lomba, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Temanggung, ArrahmahMedia.Com

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menggelar dua agenda kaderisasi sekaligus. Agenda pertama kaderisasi untuk pengurus GP Ansor melalui pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) diikuti 54 peserta.

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Kedua untuk anggota Banser melalui Diklatsar ke XII diikuti 135 peserta, yang kebanyakan dari wilayah Kecamatan Pringsurat serta ditambah beberapa peserta dari kecamatan lain.

Dua kaderisasi tersebut berlangsung di Mirikerep Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November.

ArrahmahMedia.Com

Ketua GP Ansor Temanggung Sukron Wahid mengatakan, Diklatsar dan PKD tersebut digelar untuk membangun komitmen kader dalam berorganisasi, memberikan pendidikan dan pelatihan dasar tentang organisasi GP Ansor, Banser, dan NU.

Juga, kata dia, menyiapkan kader yang tangguh, militan, berdedikasi terhadap organisasi. Serta kader yang siap membela agama, ulama, bangsa dan negara.

ArrahmahMedia.Com

“Kaderisasai menjadi sarana pembekalan keorganisasian juga untuk menyiapkan calon pimpinan di GP Ansor ke depan,” pungkasnya. (Slamet Jafar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Senin, 13 November 2017

Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU: Refleksi Kongres GP Ansor

Oleh H Imam Maruf*

"Didik dan bimbinglah kaum muda. Karena mereka pewaris masa depan. Dalam sebuah perjuangan, kedudukan kaum muda sangatlah penting. Mereka akan mengarungi hidup di masa yang akan datang, saat mana kita yang tua-tua sudah tidak ada lagi." (KH Hasyim Asy’ari)

Kelahiran dan perjuangan Gerakan Pemuda Ansor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita Nahdlatul Ulama untuk berkhidmat kepada perjuangan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah.

Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU: Refleksi Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU: Refleksi Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Merayakan Optimisme Kolektif Pemuda NU: Refleksi Kongres GP Ansor

Gerakan Pemuda Ansor memiliki posisi penting dalam NU sejak awal kelahirannya, tidak hanya berperan sebagai anak “mbarep” NU yang dinamis dan militan, tetapi juga sekaligus sebagai ujung tombak bagi perjuangan NU dan wadah persemaian kader-kader pemuda NU di semua sektor kehidupan keagamaan, berbangsa dan bernegara di negeri ini.

ArrahmahMedia.Com

Menghadapi tugas berat baik yang dihadapi oleh NU dan negara serta bangsa ini, tentu diperlukan sebuah organisasi yang solid, sehingga bisa berjalan secara efektik. GP Ansor NU yang lahir 1934 telah berkembang luas yang memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air. Dan memainkan peran di seluruh level perjuangan. Karena itu GP Ansor sebagai organisasi yang besar perlu terus dikonsolidasi, ditata ulang manajemen kepemimpinannya, agar mampu merespon secara cepat dan masif mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi.

Merangkai masa depan 

ArrahmahMedia.Com

Setiap zaman akan menghadirkan persoalan dan tantangan yang berbeda. Dan untuk itu, GP Ansor harus selalu siap dengan situasi zaman seperti apapun. Ikhtiar untuk memperbaiki diri secara kelembagaan dan penguatan SDM kader, juga berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, terus dilaksanakan oleh GP Ansor secara berkelanjutan. Terlihat dari implementasi agenda program strategis Pimpinan Pusat GP Ansor masa khidmat 2011-2016 yang masih berhubungan erat dengan agenda sebelumnya yang difokuskan pada tiga hal mendasar yaitu:  Revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, dan pemberdayaan potensi kader. Revitalisasi nilai dan tradisi aplikasi misinya berupa menginternalisasi nilai ahlussunnah wal jamaah (aswaja) dan sifatur rasul sebagai pilihan GP Ansor. 

Sedangkan untuk visi kedua, penguatan sistem kaderisasi terimplementasi dalam bentuk misi membangun disiplin organisasi dan kaderisasi berbasis profesi serta jenjang kaderisasi yang selektif. Dan ketiga adalah pemberdayaan potensi kader yang praktiknya adalah bagaimana Ansor baik itu kadernya maupun organisasinya menjadi sentrum lalu lintas informasi dan peluang usaha antar-kader dengan para pemangku kepentingan.

Sistem akreditasi organisasi yang didasarkan kepada 5 program pokok, meliputi Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, Amal Usaha Produktif, Kaderisasi, Pengembangan Banser, Struktur Kepengurusan untuk Mengetahui kelayakan dan kinerja organisasi dengan mengacu pada indikator-indikator yang telah ditentukan serta mempertanggungjawabkan kegiatan organisasi sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pemuda Ansor, perlu terus dikembangkan dan diperbaiki.

Sebagai organisasi kader, GP Ansor juga memperhatikan proses regenerasi kepemimpinan di semua tingkatan. Regenerasi kepemimpinan yang berjalan teratur dan terencana, diharapkan dapat melahirkan kader-kader muda NU potensial dan pemimpin bangsa masa depan. Tanpa regenerasi kepemimpinan yang baik akan dapat menyebabkan kondisi kejumudan dan tumpulnya kreatifitas berorganisasi. 

Kongres XV GP Ansor, adalah proses regenerasi kepemimpinan di tubuh GP Ansor, khususnya di tingkat pusat. Sekaligus melakukan respon terhadap tuntutan perubahan yang diharapkan. Membahas masalah yang dihadapi oleh warga GP Ansor, masyarakat dan bangsa pada umumnya. 

Momentum Kongres XV harus menjadi tekad bersama Warga GP Ansor  untuk menghadirkan suasana yang teduh dan berwibawa. Kongres sebagai forum tertinggi, juga diharapkan dapat membangun kembali konsensus nasional di kalangan warga GP Ansor untuk ditetapkan dan dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten pada periode kepengurusan mendatang. 

Ikhtiar memberlakukan sistem keterwakilan berdasarkan musyawarah mufakat secara kelembagaan, kolegial, transparan akan menjadi pembelajaran demokrasi dan merupakan kulminasi dari proses perkaderan yang selama ini dibangun di GP Ansor yang sudah tertata secara terukur, efektif, berkualitas, dan berkelanjutan. sistem musyawarah mufakat di bangun Untuk kepentingan luhur menjaga marwah organisasi, spirit kebersamaan gerak dan langkah dengan organisasi induknya, Nahdlatul Ulama dan warisan bangsa Indonesia. 

Akhirnya, membangun optimisme kolektif pemuda NU harus menjadi spirit bersama dalam suksesi kepemimpinan organisasi ini atas harapan besar masyarakat Indonesia dan dunia pada keluarga besar GP Ansor. 

* Ketua SC Kongres XV GP Ansor

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Rabu, 18 Oktober 2017

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Mojokerto, ArrahmahMedia.Com. 150 lebih anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari berbagai Satkorcab di Jatim mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).Acara berlangsung di Vila Cemara Sajen Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Rudy Tri Wahid mengatakan Susbalan selain sebagai wahana pendidikan dan latihan Banser (tingkat lanjutan), juga diharapkan dapat ? melahirkan anggota Banser yang memiliki kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dapat memimpin dan menggerakkan organisasi Banser di tingkat kelompok, rayon, cabang dan wilayah.

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Pernyataan mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ngawi ini disampaikan saat sambutan pembukaan acara Susbalan di Vila Cemara Sajen Pacet Mojokerto, Jumat (12/8).

Disamping itu juga diharapkan akan muncul calon-calon pendidik dan pelatih Banser yang dapat bergabung dalam Corp Instruktur Banser, yang pada saatnya tinggal dimantapkan dalam pelatihan pelatih atau sering disebut kursus pelatih (Suspelat).?

“Jadi pentingnya Susbalan ini sebagai pintu masuk mencetak instruktur di masing-masing cabang, rayon, dan kelompok. Tentunya setelah ini harus melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni ikut Suspelat,” ungkap Rudy.

ArrahmahMedia.Com

Ikut hadir mendampingi Rudy Tri Wahid, diantaranya Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H. Umar Usman, beserta para pengurus pimpinan PW GP Ansor Jawa Timur beserta para pimpinan Satkorwil Banser-nya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Tegal, Jadwal Kajian, Quote ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock