Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes

Bumiayu, ArrahmahMedia.Com. Ratusan Nahdliyin dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bumiayu, sepakat mendukung upaya pemekaran wilayah Kabupaten Brebes. Dukungan ini dilakukan sebagai langkah moral menyusul dukungan yang mengalir dari enam kecamatan di wilayah Selatan Brebes. Deklarasi dukungan pemekaran, dilakukan Kamis (24/1) kemarin di gedung MWC NU setempat.

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Bumiayu, Dukung Pemekaran Brebes

Deklarasi dibacakan Ketua MWC NU Bumiayu, H Taufik Tohari SH bersama jajaran pengurus MWC dan Pengurus Ranting se-Kecamatan Bumiayu. "Kami semua warga Nahdliyin sepakat dan mendukung penuh pemekaran serta siap memperjuangkannya," ujar Taufik.

Menurutnya, NU dukung pemekaran Kabupaten Brebes karena besarnya manfaat yang akan dirasakannya nanti dan juga mengingat kesulitan warga Brebes bagian selatan selama ini karena luasnya wilayah dan jauh dari ibu kota kabupaten.

ArrahmahMedia.Com

"Ini demi kepentingan masyarakat banyak dan peningkatan kesejahteraan warga," ujarnya.

Dikatakan, perjuangan pemekaran harus dilakukan meski akan menemui banyak kendala. Karenanya, semua pihak bisa memahami hal itu termasuk jika ada pro dan kontra.?

ArrahmahMedia.Com

"Perjuangan tentu ada hambatan, tapi yang penting kita tetap jaga kebersamaan dan kesatuan demi kepentingan masyarakat banyak," ucap Taufik.

Untuk kelancaran perjuangan pemekaran, Taufik mengajak semua pihak bisa menanggalkan kepentingan golongan. Para pejuang pemekaran juga harus bisa merangkul semua golongan dan lapisan masyarakat.?

"Semua pihak harus satukan langkah dan rapatkan barisan untuk wujudkan pemekaran," tegas Taufik.

Sebelum deklarasi sempat dilakukan pemaparan tentang pemekaran Kabupaten Brebes yang disampaikan oleh Ketua Presedium Pemekaran, drg Rozikin. Menurut dia, tujuan pemekaran diantaranya untuk dekatkan pelayanan, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan dan juga menekan terjadinya KKN.

"Pemekaran akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, karena pelayana akan lebih cepat, mudah dan pembangunan lebih merata," katanya.

Diungkapkan, gerakan pemekaran merupakan gerakan resmi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan gerakan makar. Pemekaran didukung lebih dari 70 persen Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Brebes bagian selatan dan usulannya sudah sampai ke DPRD Brebes.

"DPRD sudah menerima usulan dan segera membentuk panitia khusus (Pansus)," tutur Rozikin.

Pemekaran wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan meliputi Kecamatan Salem, Kecamatan Bantarkawung, Kecamatan Paguyangan, Kecamatan Sirampog, Kecamatan Tonjong dan Kecamatan Bumiayu.

Wakil ketua DPRD Brebes, drh HM Agus Sutrisno yang hadir dalam kegiatan sore itu mengatakan, pada Senin (28/1) akan ada jawaban tentang usulan pemekaran oleh Bupati kepada DPRD Brebes dan pada hari Selasa (29/1) dilakukan pembentukan Pansus Pemekaran.

"Sehingga pada bulan April mendatang usulan pemekaran dijadwalkan sudah disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah," katanya.

Kegiatan sosialisasi dan deklarasi pemekaran diikuti ratusan peserta. Antara lain jajaran Pengurus MWC Kecamatan Bumiayu, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Bumiayu, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC GP Ansor dan PAC IPNU-IPPNU. Hadir juga para pengurus Presedium Pemekaran dan tokoh masyarakat.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

ArrahmahMedia.Com

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

ArrahmahMedia.Com

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Aswaja, Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

ArrahmahMedia.Com

 

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

ArrahmahMedia.Com

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Aswaja, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Tuban,ArrahmahMedia.Com. Banyak generasi muda yang mulai melupakan makanan khas Nusantara. Satu demi satu sejumlah menu andalan daerah akhirnya hilang dari peredaran. Berganti dengan makanan cepat saji yang sebenarnya kurang baik bagi kesehatan.

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Kondisi ini mengundang keprihatinan. "Padahal makanan tradisional sebagai makanan khas daerah merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyang yang perlu dikenal, dilestarikan serta dikembangkan," kata? Hj Khoiriyah (29/9). Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU? Widang Tuban Jawa Timur ini bahkan menandaskan bahwa makanan tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kesehatan, akan tetapi memiliki fungsi sosial budaya yang dapat dijual dan dipromosikan untuk keperluan peningkatan devisa negara dari sektor non migas.

Akan tetapi di era globalisasi, makanan tradisional muncul berdampingan dengan makanan modern produk negara lain dan bahkan hampir tergusur. "Berbagai faktor yang dapat menyebabkan lunturnya kecintaan akan makanan tradisional antara lain kurangnya pengenalan dan pengetahuan tentang makanan tradisional, adanya perubahan gaya hidup, perkembangan ekonomi, dan gencarnya promosi," tandas alumnus Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Sadar dengan keadaan ini nampaknya perlu dilakukan langkah-langkah sebagai upaya yang tidak sekedar melestarikan, tapi mempromosikan secara lebih gencar dengan harapan agar makanan tradisional nantinya tetap digemari masyarakat. Bahkan bila dikelola dengan baik tidak hanya member kebanggaan bagi masyarakat lokal hingga manca negara.

Apalagi Kabupaten Tuban yang terletak di pesisir pantai utara memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pariwisata. "Sumber daya alam yang tersedia sangat mendukung kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya di sektor kuliner" kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan ini. Tuban yang memiliki menu kuliner beragam, dapat dikembangkan dengan baik tentunya apabila didukung kemampuan masyarakat yang memadai, lanjutnya.

ArrahmahMedia.Com

Sehingga pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya dengan memberikan keterampilan sebagai modal membuka sebuah usaha sesuai dengan potensi yang ada. "Hal inilah yang menggerakkan kami menyelenggarakan kegiatan ini," tandasnya.

Karenanya, semenjak Ahad hingga Senin (28-29/9) dilangsungkan pelatihan tata boga. Kegiatan yang berlangsung di kantor PAC Fatayat NU Widang Tuban ini diikuti sejumlah utusan dari pengurus ranting dan pengusaha kuliner setempat.

Kegiatan yang mengambil tema kreasi aneka masakan tradisional Nusantara ini tidak semata memberikan teori bagi peserta, juga langsung melakukan praktik bagaimana mempersiapkan menu hingga penyajian yang sesuai dengan standar layanan.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai masakan tradisional yang ada di Tuban. Demikian juga yang tidak kalah penting adalah melestarikan budaya tradisional bangsa melalui kuliner.

"Dari pelatihan intensif ini diharapkan akan mampu meningkatkan keterampilan di bidang kuliner dengan sumber daya lokal yang ada," katanya. Yang juga tidak dilupakan selama kegiatan peserta selalu didorong serta dimotivasi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui keterampilan di sektor kuliner.

Karena para peserta adalah utusan dari sejumlah kepengurusan ranting maupun masyarakat yang memiliki usaha kuliner, maka diharapkan mereka juga bisa menularkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada komunitas setempat. "Agar pengetahuan dan pelatihan ini bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih luas," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nusantara, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Minggu, 07 Januari 2018

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Purworejo, ArrahmahMedia.Com. Barangsiapa yang ingin ditinggakan derajatnya, hendaknya memperbanyak membaca shalawat. Demikian pesan yang disampaikan KH Achmad Chalwani dalam acara "An-Nawawi Bershalawat" di komplek PP An-Nawawi Berjan, Purworejo, Ahad (13/5) malam.

Dalam kitab Madza Fi Syaban, kata Kiai Chalwani, disebutkan bahwa bulan Syaban adalah bulan shalawat. "Hal ini karena ayat Al-Quran yang berkaitan dengan shalawat diturunkan oleh Allah pada bulan Syaban, yaitu: innallaha wamalaikatahu yushalluna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alahi wasallimu tasliema," terangnya.

"Ketika Allah perintah kita shalat, Allah sendiri tidak shalat. Ketika Allah perintah zakat, Allah tidak zakat, karena zakat untuk menyucikan, sedangkan Allah dzat yang paling suci. Ketika Allah perintah puasa, Allah tidak puasa, karena puasa itu benteng, sedangkan Allah lah benteng atau pelingdung itu sendiri. Ketika Allah perintah haji sowan baitullah, Allah tidak haji karena Allah lahtuan rumah. Akan tetapi ketika Allah perintah kita bershalawat, sebelum malaikat dan manusia bershalwatat, Allah sudah bershalwat, memberikan rahmat tadzim kepada Nabi Muhammad saw," terangnya di tengah ribuan hadirin.

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Bahkan dalam berfirman terkait shalawat ini, lanjut Kiai Chalwani, Allah menggunakan "inna" dan dengan fiil mudzari, yushalluna. Dalam ilmu gramatika Arab, kata inna digunakan ketika orang belum percaya atau masih ragu. Ini artinya shalawat bukan hanya diwajibkan, tetapi sangat diwajibkan. Sedangkan fiil mudlari berupa yushalluna, berarti Allah senantiasa bershalawat, tak pernah berhenti bershalawat, hari ini, esok dan seterusnya.

"Adapun shalawat yang paling tua adalah Shalallah ala Muhammad. Maka, shalawat ini merupakan ummu shalawat, induk dari shalawat," terangnya.

Lebih lanjut mantan DPD RI Jateng ini menerangkan, ketika Nabi Adam hendak menikah dengan Hawa. "Allah meciptakan Hawa kemudian langsung memakaikan pakaian terturup, memakai jilbab. Meski Hawa telah memakai jilbab, Nabi Adam tetap mengamati. Mohon maaf untuk para ibu, ini memang naluri lelaki, meski sudah tertutup, lelaki tetap mengamati," terangnya, disambut riuh hadirin.

ArrahmahMedia.Com

Kemudian, lanjut Kiai Chalwani, Adam ingin memegang tangan Hawa dan ditegur oleh Allah, "Belum boleh memegang sebelum menikah. Kemudian Adam konsultasi kepada penasehat hukumnya, malaikat Jibril. Jibril melamarkan dan diterima Hawa dengan syarat, yaitu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Nabi Adam belum bisa membaca shalawat, kemudian Jibril bilang: qul shalallah ala Muhammad. Menikahlan Nabi Adam dengan dewi Hawa dengan "mas kawin" shalawat."

Acara An-Nawawi Bershalawat merupakan salah satu rangkaian Akhirussanah Pondok Pesantren An-Nawawi. Disela-sela bershalawat, Kiai Chalwani menyisipkan ceramah dengan berbagai tema. Tampak hadir beberapa tokoh ulama dan dewan asatidz pesantren tersebut. (Ahmad Naufa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Doa, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Jumat, 05 Januari 2018

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com 

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU periode 2010-2015 Dr. dr. Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk tutup usia di Jakarta, Selasa malam (10/10). 

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya, dan keluarga besarnya diberi keikhlasan dan ketabahan menerimanya. Amin. (Red: Abdullah Alawi)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU 2010-2015 Tutup Usia

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terlambat, cacat permanen atau bahkan meninggal dunia dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. 

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama LKNU menghimbau kepada seluruh warga NU yang memiliki balita (usia 0-59 Bulan), untuk mendatangi POS Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN) terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016 agar mendapatkan imunisasi Polio secara gratis. 

"Vaksinasi polio dapat melindung balita dari penyakit yang mengakibatkan cacat fisik atau mental yang sulit disembuhkan," ungkap Hisyam Said Budairy, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU.

Indonesia pada tanggal 27 Maret 2014 menerima sertifikat bebas polio dari organisasi kesehatan dunia, WHO. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain pemantauan yang ketat, dan tidak ditemukannya kasus baru polio yang disebabkan virus polio asli dari negara tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

ArrahmahMedia.Com

Untuk turut mewujudkan dunia bebas polio pada 2020, direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi mengatakan pemerintah menargetkan minimal 95 persen anak di bawah 5 tahun (0–59 bulan) di seluruh Indonesia mendapat imunisasi polio melalui PIN Polio 2016. 

"Kegiatan imunisasi akan berlangsung pada 8–15 Maret 2016. PIN Polio ini bertujuan memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio," ungkapnya.

Berkaitan dengan beredarnya gambar bungkus vaksin polio di media sosial yang bertuliskan "pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi," Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan memastikan PIN Polio 2016 menggunakan vaksin tetes "Oral Polio Vaccine" produksi PT.Biofarma, dan tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.

Pada tahun 2011 lalu, PBNU melalui Lembaga Kesehatan dan Lembaga Bahtsul Masail telah melakukan kajian terhadap vaksin polio produksi Biofarma. Hasil kajian tersebut dikeluarkan dalam keputusan yang menyatakan bahwa Vaksin tetes OPV (Oral Polio Vaksin) yang diproduksi oleh PT.Biofarma hukumnya boleh digunakan untuk imunisasi. Red: Mukafi Niam

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, Sholawat, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Kamis, 28 Desember 2017

PCNU Solok Siap Sosialisasikan UNU Sumbar

Solok, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (NU) Kabupaten Solok menyambut baik hadirnya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat. Perguruan tinggi ini dapat menampung tamatan SLTA yang berasal dari masyarakat Solok, terutama generasi muda Nahdlatul Ulama ? di kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya.

PCNU Solok Siap Sosialisasikan UNU Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Solok Siap Sosialisasikan UNU Sumbar (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Solok Siap Sosialisasikan UNU Sumbar

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Solok Rusli Intan Sati saat menerima rombongan Rektor UNU Sumatera Barat, Sabtu (22/7) di kediamannya Arosuka, Solok. Rektor UNU Rudi Kusuma didampingi Wakil Rektor ? II ? Nazaruddin dan Wakil Rektor III Arianto.

Menurut Rusli, kehadiran UNU Sumbar memang sudah sejak lama ditunggu-tunggu masyarakat. Dengan sudah adanya UNU ini, maka bertambah alternatif lain bagi lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Sumatera Barat. "Kami akan sosialisasikan keberadaan UNU ke masyarakat Solok dan memfasilitasinya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di UNU," kata Rusli mantan Ketua PW GP Ansor Sumbar ini.

Rusli juga berharap kepada Rektor UNU Sumbar untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Kabupaten Solok yang direkomendasikan oleh PCNU Solok nantinya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, Rektor UNU Sumbar Rudi Kusuma menyebutkan, kedatangannya ke PCNU Solok dalam rangka sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. "Sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri, kita membutuhkan dukungan dari semua pihak. Termasuk dari Pengurus Cabang NU Kabupaten Solok ini," kata Rudi menambahkan.

Dikatakan, UNU Sumbar untuk umat dan mencerdaskan umat dengan meningkatkan sumber daya umat dengan 5 fakultas dan 10 program studi diharapkan mampu menjadi pilihan bagi lulusan SLTA untuk kuliah di UNU Sumbar ini. "Prodi yang ditawarkan masing-masing Ilmu Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi Islam, Agrobisnis, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, Manajemen Sumber Daya Perairan dan Budi Daya Perairan," kata Rudi menambahkan. ?

Untuk itu, kata Rudi, kuliah di UNU Sumbar cukup dengan membayar Rp 1,5 juta sudah dapat kuliah. Sekarang UNU Sumbar bekerja sama dengan Yayasan Tridharma Kosgoro dalam pemakaian fasilitas kampus yang beralamat di jalan Ikhlas VII Andalas Padang.?

Dikatakan Rudi, UNU memberikan kesempatan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi ? dan dari keluarga kurang mampu. Beasiswa berasal dari Yayasan dan Ristek Dikti. Sedangkan beasiswa dari ? PBNU untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana dalam dan luar negeri. Penempatan kerja bagi lulusan UNU Sumbar di badan usaha milik NU dan pihak lain yang sudah menjalinkan kerjasama.

ArrahmahMedia.Com

Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto menambahkan, UNU Sumbar akan mengembangkan kegiatan mahasiswa ke arah wirausaha untuk melahirkan sarjana yang entrepreneur ke depannya. ? "Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang dilakukan PCNU Kabupaten Solok nantinya akan memperluas jangkauan UNU Sumbar ini terhadap calon mahasiswanya," tutur Arianto yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Sumatera Barat ini mengakhiri. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Berbagai situasi dan aktifitas di dalam Masjid hampir senantiasa mencerminkan kondisi masyarakat sekelilingnya. Semangat dan sikap keberagamaan mereka dapat diidentifikasi dari masjidnya.

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Demikian disampaian Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang digelar PCNU Kabupaten Kudus di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) petang.

Kiai Masdar mencontohkan, ketika sejumlah kegiatan yang digelar tidak menyentuh problem sosial yang aktual saat itu maka hal tersebut penanda bahwa masyarakat dan tokoh keagamaannya sedang kekurangan hasrat untuk mengubah keadaan.

ArrahmahMedia.Com

”Khotib jumatnya ngomognya jauh-jauh, tidak ada hubungannya dengan masalah di masyaraktnya. Lalu jamaah yang mendengarkan pada tidur semua. Kira-kira masyaraktnya kita ya seperti itu,” katanya.

Hal serupa juga terjadi saat tokoh-tokoh masjid gemar menyalahkan dan menuding sesat umat Islam lainnya lantaran disusupi kelompok garis keras. ”Itu potret bahwa umat Islam sedang terserang virus galak,” imbuh Kiai Masdar.

ArrahmahMedia.Com

Untuk itu, kiai kelahiran Purwokerto ini mendorong warga NU dari pusat hingga ranting untuk mengelola masjidnya secara benar. Menurut dia, salah satu faktor kelemahan umat Islam Indonesia adalah tidak berfungsinya masjid sebagai wadah gerakan untuk masalah agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

”Kalau ingin merevitalisasi masyarakat titik tolaknya harus dari masjid,” tegasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 12 Desember 2017

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Rabu malam, akhirnya resmi ditutup.

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokalisasi Dolly Akhirnya Resmi Tutup

Acara yang digelar di gedung Islamic Center Surabaya itu dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, Gubernur Jatim Soekarwo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Macmud, Kapolda Jatim, Garnisun, Kapolres Surabaya, anggota DPRD, kepala SKPD Pemkot Surabaya, MUI, LSM, PSK, mucikari dan warga sekitar Dolly.

"Yang harus dipertahankan adalah sesuatu hal positif, kalau tidak positif tidak perlu dipertahankan," kata Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan sambutan di acara Deklarasi Warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan Untuk Alih Fungsi Wisma dan Alih Profesi Wanita Harapan.

ArrahmahMedia.Com

Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait yang sudah berusaha menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara yakni Dolly dan Jarak.

"Sekitar 2-3 tahun, kami bersama dengan pemda optimal untuk mengatasi permasalahan ini," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam acara tersebut dilakukan deklarasi oleh perwakilan warga yang isinya menjadi Kelurahan Putat Jaya jadi bebas prostitusi, siap beralih profesi serta meminta aparat menindak tegas terjadinya prostitusi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh 107 perwakilan warga.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dalam suksesnya acara ini. Ia mengatakan masyarakat dalam bekerja harus bermartabat.

"Ini program kemanusiaan. Maka kami acc apa yang diminta Bu Wali Kota dalam soal Dolly. Pemerintah tak akan membiarkan warga keleleran. Memang dulu penghasilan banyak, namun ditutup memang berkurang," katanya.

Soal PSK akan dikembalikan ke daerah asal, pihaknya sudah koordinasi dengan bupati/wali kota di Jatim. Pihaknya telah menyiapkan APBD Jatim untuk mengentaskan mereka.

Dalam kesempatan itu diberikan bantuan dari kemensos sebesar Rp7 miliar dan, Gubernur Jatim sebesar Rp 1, 5 miliar kepada PSK serta warga terdampak lokalisasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Berita, Nusantara ArrahmahMedia.Com

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga

Brebes, ArrahmahMedia.Com. Ada satu keistimewaan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena dirinya dirindukan Surga. Bukan ia yang merindukan, tetapi justru surga yang merindukannya. Tentunya, keistimewaan ini jangan sampai disia-siakan agar menjadi penduduk surga bersama Rasulullah SAW.

Demikian disampaikan Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi pada kegiatan pembinaan mental bagi PNS dilingkungan Setda Brebes di Mushola Setda, Jumat (26/6).

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga

Selain yang berpuasa di bulan Ramadhan, kata Kiai Rosyidi, ada tiga orang lagi yang dirindukan surga. Yakni orang yang gemar membaca quran, orang yang pandai menjaga lisan dan orang yang suka member makan pada orang yang puasa. “Keempat orang tersebut, sangat dirindukan surge,” tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Untuk itu, lanjutnya, jangan menyia-nyiakan kesempatan Ramadhan dengan berbagai amalan yang mendukung kesuksesan beribadah pada bulan suci ini. “Kapan lagi kalau tidak berjuang dari sekarang, belum tentu tahun depan kita ketemu Ramadhan,” ajak Kiai.

ArrahmahMedia.Com

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes itu juga menjelaskan tentang syarat rukunnya puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, keutamaan atau fadilah puasa, sunah-sunah puasa, hal-hal yang merusak pahala puasa, serta orang-orang yang mendapat dispensasi puasa.

Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Syaeful Islam menjelaskan, kegiatan bimbingan mental (bintal) digelar setiap bulan sekali. Dibulan Ramadhan, selain bintal juga dilakukan berbagai kegiatan islami, antara lain tadarus, kuliah bada dhuhur, dan Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di desa-desa se Kabupaten Brebes. “Semua kegiatan semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai landasan kerja,” terangnya.

Selama bulan Ramadhan, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Brebes Narjo SH dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkompinda) sebanyak 17 kali. Ketujuhbelas masjid yang dijadikan tempat gelar sajadah yakni Masjid Al Furqon desa Salem, masjid Al Barokah Dukuhkaranganyar Negla Losari, masjid Baiturohim Desa Mundu Tanjung, Masjid At Taqwa Dukuh Krajan 3 Desa Negaradaha Bumiayu, masjid Baitul Azis Desa Grinting Bulakamba, Masjid Nurul Huda Bantarkawung, masjid Al Mubarok Desa Larangan, Masjid Al Hikmah 1 Benda Sirampog, Masjid Al Hidayah Desa Tanjung, Pendopo Brebes, masjid Al Istiqomah Desa Cikakak Banjarharjo, masjid Nurul Huda desa Karangsembung Songgom, masjid Baitul Mukhlisin desa Glonggong Wanasari, masjid Nurul Yakin Desa Ciampel Kersana dan masjid Ketanggungan. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Karena terngiang akan cita-citanya menjadi penerbang atau pilot, Siswa MAN 1 Kota Bekasi Ghozy El Fatih (17) mencari informasi apapun tentang pilot. Setelah berselancar kian kemari di dunia maya, Fatih akhirnya menemukan info tentang olimpiade sains penerbangan.

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan

Atas restu Tati Kurniati, sang ibu, anaknya yang kini duduk di kelas XI Jurusan IPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bekasi ini pun langsung mendaftar. “Anak saya cita-citanya jadi pilot. Ikut lomba ini pun dia cari info sendiri di internet, bukan surat resmi ke MAN 1. Mohon doanya semoga berhasil,” ujar Tati kepada ArrahmahMedia.Com.

Tentang cita-cita Fatih menjadi penerbang saat masih balita, lanjut dia, sebenarnya sempat batal lantaran lajang kelahiran Bekasi, 12 Mei 1999 ini takut ketinggian. “Tapi, tahun lalu kok mulai teringat lagi cita-citanya,” ungkap Tati.

Ditanya siapa yang mengenalkan tentang pilot, dengan berkelakar Tati mengatakan, “Ibunya lah.” Adapun ia dan suami, Ahmad Yusuf, sengaja menyekolahkan Fatih di MAN agar memahami ilmu agama.

Olimpiade Sains Penerbangan akan digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDM Hubud) Komplek Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Selasa, 19 April 2016 lusa.

ArrahmahMedia.Com

Sebagaimana dirilis dalam portal PPSDM Hubud, Olimpiade Sains Penerbangan tingkat nasional tahun 2016 ini diselenggarakan PPSDM Hubud Kementerian Perhubungan dalam rangka meningkatkan kecintaan pada budaya iptek bidang penerbangan di lingkungan generasi muda, khususnya siswa SMA/MA/SMK dan sederajat.

ArrahmahMedia.Com

Hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (15/4) petang, terdapat 236 siswa dari berbagai kota di Jawa dan Sumatera terdaftar sebagai peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 13 anak dari madrasah. Selain Fatih (MAN 1 Bekasi), ada enam siswa MAN 1 Bogor, empat siswa MA Daar el-Qolam, dan dua siswa MAN 13 Jakarta. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Aswaja, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Senin, 04 Desember 2017

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

Pati, ArrahmahMedia.Com. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah menggelar peringatan 1000 hari wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh, Jumat (30/9) dengan mengadakan Seminar Nasional bertajuk Fiqh Sosial dalam Konteks Kajian Islam Nusantara.?

Seminar ini menghadirkan Wakil Ketua LBM PBNU KH Abdul Moqsith Ghazali, intelektual muda yang juga santri Mbah Sahal Ulil Abshar Abdalla dan Arief Subhan.

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Jangan Hanya Teoritis, Harus Punya Agenda Praksis

“3 tahun lalu KH MA Sahal Mahfudh wafat, meninggalkan keluarga, santri, warga NU. Namun, sehari penuh saya berada di Kajen, Kiai Sahal seperti masih hidup; orang-orang sowan dan mendiskusikan pemikirannya,” ungkap Kiai Moqsith.

Dia menegaskan, salah satu pemikiran keislaman Kiai Sahal yang masih relevan hingga sekarang adalah fiqih sosialnya. “Melalui fiqih sosial ini, Kiai Sahal hendak menegaskan bahwa fiqih tidak cukup hanya canggih secara teoritis. Fiqih pun harus memiliki agenda praksis,” ujar Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

ArrahmahMedia.Com

Kiai Moqsith juga tidak memungkiri bahwa kini murid-murid Kiai Sahal bertungkus lumus mensistematisasikan pemikiran-pemikiran Kiai Sahal melalui sejumlah riset, diskusi, dan workshop.?

“Di Kajen, ada sejumlah kiai dan nyai muda yang berjuang untuk itu. Di samping Gus Rozin, tentu ada Ning Tutik N. Jannah Bunda Ak-za,Jamal Pati, dan lain-lain,” ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Aswaja, News ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (13/8) siang, kembali menggelar diskusi tentang amandemen Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dengan menghadirkan beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen dan para pakar hukum tata negara. Diskusi ketiga kali ini diadakan di ruang rapat lantai 5 Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, dengan fokus ”Mempertaruhkan Eksistensi Kedaulatan Bangsa.”

Diskusi menghadirkan pengacara kawakan yang juga aktif dalam memelopori amandemen UUD 1954 Adnan Buyung Nasution, tokoh militer Agus Wijojo, pakar hukum tata negara Mahfudz MD dan Setya Arinanto, peneliti senior Daniel Dhakidae, Direktur Institute for Policy Studies Fadli Zon, anggota DPD Laode Ida, dan pakar hukum UGM yang juga ketua PBNU Fajrul Falakh. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nj mewakili tim pelaksana Lakpesdam NU dan Lajnah Talif wan Nasyr (LTN).

Ketua Umum PBNU KH Muzadi saat memberikan pengantar diskusi mengatakan, Nahdlatul Ulama ingin mendapatkan masukan-masukan yang lengkap dari para ”aktor” amandemen dan para pakar hukum tata negara untuk kemudian mengajukan sikap atau semacam rekomendasi penting bagi proses penyempurnaan konstitusi Indonesia.

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Diskusi Ketiga Amandemen UUD 1945

”Kita memang harus jelas betul secara komprehensif dan hati-hati karena amandemen ini pasti sangat mempengaruhi perjalanan bangsa. Bukan berarti PBNU mengambil alih peran partai politik, tapi sebagai warga negara kita tidak bisa lepas dari perubahan itu. PBNU ingin terlibat aktif dalam proses perubahan itu,” katanya.

Pada diskusi pertama, PBNU mengundang beberapa tokoh yang terlibat dalam proses amandemen UUD 1945 antara lain Ryaas Rasyid, Ali Masykur Moesa dan Lukman Hakim Syaifuddin. Diskusi kedua menghadirkan beberapa tokoh yang agak keberatan dengan amandemen antara lain Tri Sutrisno, Tyasno Sudarto, Kwik Kian Gie dan Mudji Sutrisno.

”Semua sudah terekam dengan baik dari para tokoh yang menurut kami kompeten pada bidangnya. Semoga kita bisa mendapatkan kesimpulan yang baik, agar kita bisa memunculkan alternatif-alternatif pemikiran. PBNU tidak dalam kapasitas berbicara tapi mendengarkan,” kata Kiai Hasyim.

ArrahmahMedia.Com

Hasil dari tiga kali diskusi itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu, akan dilanjutkan dengan kunjungan PBNU ke beberapa negara yang pernah mengalami eforia reformasi seperti Uni Soviet dan Cina. Beberapa narasumber pada diskusi itu bahkan menawarkan beberapa alternatif negara lain yang perlu juga diamati karena sistem demokrasinya hampir mirip Indonesia.(nam)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Pimpin Ansor Brebes, Abdul Haris Tekad Hidupkan Ranting

Brebes, ArrahmahMedia.Com. Abdul Haris dari desa Limbangan Kulon didaulat memimpin kepengurusan PAC GP Ansor Brebes untuk periode 2015-2018. Forum konferensi yang berlangsung di MI Al-Falah Kaligangsa Kulon, Brebes, Ahad (13/9), memintanya untuk menghidupkan beberapa ranting Ansor yang belum terbentuk.

Pimpin Ansor Brebes, Abdul Haris Tekad Hidupkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Ansor Brebes, Abdul Haris Tekad Hidupkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Ansor Brebes, Abdul Haris Tekad Hidupkan Ranting

“Amanat ini, akan kami pegang teguh dan kami laksanakan dengan sekuat tenaga, pikiran, dan hati,” tutur Haris. 

Ia meminta bantuan seluruh kader Ansor sekecamatan Brebes agar bisa menggerakkan organisasi dengan baik dan membawa manfaat bagi Ansor dan Nahdliyin di kecamatan Brebes.

ArrahmahMedia.Com

Dalam agenda kepemimpinannya, Haris menyatakan fokus pada kegiatan Rijalul Ansor di setiap ranting, kaderisasi agar terbangun 23 Ranting. Sementara hingga kini baru 17 ranting yang aktif. “Kegiatan ekonomi produktif seperti perdagangan dan pengembangan usaha lainnya juga akan kami giatkan,” tekadnya.

ArrahmahMedia.Com

Konferensi dibuka Rais Syuriyah MWCNU Brebes KH Romli Zawawi. Ia mengharapkan Ansor menjadi pejuang NU di garis terdepan. Untuk itu, di dalam kiprahnya harus diniati berjuang dan beribadah. Juga harus menjaga tradisi NU yang sangat akhir-akhir mendapat tantangan tidak ringan.

Ketua panitia konferensi Nuryanto menjelaskan, kegiatan yang berlangsung dua hari juga dimeriahkan dengan Festival Rebana dan Dai Muda sekabupaten Brebes. Setelah diadakan penjurian yang cukup ketat, juara lomba Dai Muda diraih oleh Syamsul Hadi Athoillah dari dukuh Bugel Pandansari kecamatan Wanasari. Juara 2 direbut Niki Safanatul Maula dari Jatibarang. Juara 3 Hadi Syaputra dari Kaligangsa Kulon, Brebes.

Sedangkan juara 1 Festival Rebana diraih tim hadroh Nida Ansori dari Siasem Wanasari. Juara 2 tim hadroh Arrofah Kaligangsa Kulon Brebes, Juara 3 tim hadroh Nurusyifa dari Kedunguter Brebes. Para juara mendapatkan sejumlah uang pembinaan dan piala dari panitia. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Kajian ArrahmahMedia.Com

Minggu, 26 November 2017

10 Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Mojokrapak Bangkit Kembali

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang? masa khidmat 2014-2015, Rabu (24/6), resmi dilantik.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jombang Abdul Rosyid, Ketua PC IPPNU Jombang Aliyah, serta Ketua Majelis Wakil Cabang NU Tembelang KH Nur Kholis dan Ketua Pengurus Ranting NU Mojokrapak Abah Sulhadi .

10 Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Mojokrapak Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Mojokrapak Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Mojokrapak Bangkit Kembali

Abdul Rosyid mengapresiasi kepada IPNU-IPPNU Desa Mojokrapak yang baru berdiri ini, sekitar 10 tahun vakum, ia berharap pengurus yang baru dilantik mampu mengemban amanah sebaik-baiknya dan menjadikan IPNU-IPPNU sebagai wadah berkumpulnya para pelajar NU untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.

ArrahmahMedia.Com

"Maju dan tidaknya IPNU-IPPNU ke depan tergantung dari komitmen para pengurus yang baru dilantik. Oleh karena itu, marilah bersama-sama bertekad menjalankan roda organisasi ini dengan ikhlas semata-mata untuk memajukan IPNU-IPPNU, khususnya di Desa Mojokrapak? Kecamatan Tembelang,” ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Lebih lanjut, Rosyid? meminta agar pengurus IPNU-IPPNU yang baru dilantik menjalin kerja sama yang baik dengan semua lembaga pendidikan. Hal ini untuk mendukung program dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jombang yang bertekad akan mengembangkan sayap organisasi hingga tingkat komisariat.

“Jadikan amanah ini sebagai sebuah kesempatan untuk turut serta memajukan IPNU-IPPNU sehingga mampu bekerja secara maksimal. Koordinasikan dengan cepat tatkala ada kendala dalam menjalankan tugas di organisasi pelajar NU ini,” jelasnya pria yang akrab disapa Gus Rosyid.

Acara pengukuhan tersebut berlangsung meriah dengan penampilan seni hadrah Al Banjari Al Inayah bersama warga setempat. Sebelum pelantikan, ratusan pemuda? tampak khidmat mengikuti lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW kitab maulid diba’ dengan iringan hadrah al banjari. (Anwar Muhammad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Internasional ArrahmahMedia.Com

Selasa, 21 November 2017

Salah Kaprah Anggapan Sebagian Masyarakat Terkait Aturan Pesantren

Bondowoso, ArrahmahMedia.Com. Tidak sedikit kalangan yang memiliki pandangan bahwa aturan di pesantren demikian ketat dan mengekang. Padahal semua dilakukan untuk menempa santri agar menjadi pribadi yang mumpuni.

"Hal yang masih melekat di benak sebagian masyarakat yakni pesantren memiliki aturan yang demikian ketat," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur KH Muhammad Nur Fauzan, Rabu (12/7).

Salah Kaprah Anggapan Sebagian Masyarakat Terkait  Aturan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Kaprah Anggapan Sebagian Masyarakat Terkait Aturan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Kaprah Anggapan Sebagian Masyarakat Terkait Aturan Pesantren

Menurutnya, lahirnya sejumlah aturan yang mengikat santri tersebut malah dipersepsikan sebagai bentuk pengekangan oleh sebagian masyarakat. Namun, tidak sedikit pula orang tua dan masyarakat yang memahami bahwa pesantren mampu mencetak generasi mandiri dengan segala kebijakannya.

Salah satu yang dilarang di pesantren adalah penggunaan smartphone. "Karena hingga saat ini banyak kalangan yang kurang bisa menggunakannya untuk hal positif," kata alumni Pascasarjana Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang itu.

Jangankan para santri yang usianya masih anak dan remaja, lanjutnya, kalangan dewasa bahkan para orang tua sekalipun tidak sedikit yang justru menjadikan smartphone untuk tujuan negatif.

ArrahmahMedia.Com

Hal yang juga tidak kalah penting adalah pasrah. Kepasrahan orang tua menjadi modal utama agar para santri memiliki perhatian penuh saat belajar. "Saya mohon pasrahkan saja seluruh tempaan diri dan proses belajar santri secara penuh," harapnya.

Menurut Wakil Ketua Badan Amil Zakat Kementerian Agama Bondowoso ini, ketika berada di pesantren maka hal tersebut menjadi tanggungjawab pengasuh dan pengurus. “Kalau sudah pulang dan di rumah, menjadi domain orang tua dan masyarakat untuk turut memantau perkembangan santri yang bersangkutan," urainya.

Sama seperti pesantren kebanyakan, sejumlah santri baru mulai berdatangan untuk mondok. Di samping belajar ilmu agama lewat kajian kitab kuning, pesantren ini juga memiliki lembaga pendidikan formal dari Pendidikan Anak Usia Dini hingga Madrasah Aliyah.?

"Doakan pada saatnya kami bisa mendirikan perguruan tinggi karena memang banyak yang berminat," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja ArrahmahMedia.Com

Jumat, 10 November 2017

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar

Jombang, ArrahmahMedia.Com?

KH Nur Hadi atau kiai biasa dipanggil Mbah Bolong menjelaskan terkait pola dakwah yang baik dan benar. Dalam berdakwah menurutnya, dai (pendakwah) harus bisa menyesuaikan aspek-aspek sosial masyarakat sebagai penerima (objek) dakwah, termasuk kultur atau budaya yang ada di masyarakat.

Hal ini disampaikan dia saat mengisi materi pada kegiatan Pesantren Ramadhan Bahagia 1438 oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jombang di Islamic Center Masjid Baitul Muminin Jombang, Ahad (18/6).

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Bolong Jelaskan Dakwah yang Baik dan Benar

"Cara berdakwah denga baik yaitu pertama memahami sosiologi seseorang yang akan didakwahi, kedua tidak boleh mengejek/menyalahkan orang yang didakwahi dan melihat situasi dan kondisi orang yang di dakwahi," katanya.

Pola berdakwah di atas, tambah kiai asal Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang ini selaras dengan cara dakwah yang diterapkan Nabi Muhammad SAW padai masa hidupnya. "Konsep dakwah Rasulullah yaitu dengan memahami sosiologi masyarakat itu. Kemudian tiga modal dalam berdakwah yang perlu diperhatikan yaitu niat, kemauan dan keinginan," imbuhnya.

Disamping itu, ia menambahkan, prinsip dalam berdakwah tidak harus memaksa penerima dakwahnya, tugas uatama dai tidak lain adalah menyampaikan materi dakwahnya dan berusaha menuntun masyarakat pada jalan yang benar yang diridhai Allah SWT, tanpa harus memaksa mereka. Persoalan masyarakat menerima atau tidak menerima dakwah yang disampaikan dai, hendaknya dikembalikan pada Allah SWT.

ArrahmahMedia.Com

"Untuk rekan dan rekanita IPNU-IPPNU jikalau ada temanmu yang diajak kemudian mau, kamu jangan bangga. Jangan bilang "ini terjadi karena saya". Karena semua itu atas kehendak Allah," jelasnya.

Lebih jauh dia menegaskan, selain pola dakwah di atas penting terus dilakukan, seorang dai juga harus memiliki sifat berani, yakni berani mengungkap hal-hal yang memang benar sesuai ajaran syariat Islam, juga mengungkap hal yang memang bathil menurut syari.

ArrahmahMedia.Com

"Tetap kobarkan semangat dalam dakwah. Karena Rasulullah sebelum diangkat menjadi Rasul, tidak mempunyai musuh. Tetapi setelah menjadi Rasul, banyak kaum yang tidak sependapat dengan beliau, seperti Abu Lahab, Abu Jahal dan kaum Kafir Quraisy," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, News ArrahmahMedia.Com

Rabu, 08 November 2017

Pesantren Region DKI Jakarta Siap Tanding Tingkat Nasional di Solo-Yogyakarta

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Babak penyisihan Liga Santri Nusantara (LSN) Region DKI Jakarta dimulai pada Sabtu, (13/8) di stadion Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Setiap tim akan berkompetisi untuk mengungguli lainnya hingga Sabtu, 27 Agustus 2016. Tim yang lolos akan bertanding pada babak selanjutnya dengan tim pesepak bola dari provinsi lain.

Panitia LSN Region DKI Jakarta menyatakan optimis bahwa tim sepak bola santri dari Jakarta akan siap berlaga pada babak selanjutnya di Solo dan Yogyakarta.

Pesantren Region DKI Jakarta Siap Tanding Tingkat Nasional di Solo-Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Region DKI Jakarta Siap Tanding Tingkat Nasional di Solo-Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Region DKI Jakarta Siap Tanding Tingkat Nasional di Solo-Yogyakarta

“Juara satu di sini akan diambil untuk dilibatkan dalam pertandingan sepak bola santri tingkat nasional di Solo dan Yogyakarta pada September mendatang. Karena pertandingan final LSN rencananya diadakan pada tanggal 22 Oktober tepat pada Hari Santri Nasional,” kata Ketua Panitia LSN Region DKI Jakarta Sumarsono di Jakarta, Sabtu (13/8) siang.

Menurut Sumarsono, babak penyisihan pertandingan LSN Region DKI Jakarta akan berlangsung di stadion Ragunan. Sementara pertandingan final rencananya adakan diadakan di stadion megah Sumantri Brojonegoro di Kuningan, Jakarta Selatan.

ArrahmahMedia.Com

Sementara Roki, salah seorang pemain tim sepak bola Pesantren Nurul Jalal datang bersama 18 pemain dan suporternya dari Tanjung Priok, Jakarta Utara.

ArrahmahMedia.Com

“Kami dating ke sini untuk silaturahmi dengan pesantren lain. Kiai kami hadir. Kami datang dengan dua metromini,” kata Roki. Sementara puluhan santriwati Pesantren Nurul Jalal meneriakan yel-yel dan menabuh drum. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Berita, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Rabu, 01 November 2017

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com - Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung KH Munawir mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang kedudukan mahram bagi perempuan yang melaksanakan ibadah haji.

Menurut Imam SyafiI, perempuan boleh melakukan perjalanan jauh apabila bersama denagn perempuan muslimah, merdeka dan dapat di percaya.

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah

"Sedangkan menurut Wabah Zuhaili dalam Fiqhul Islam, perempuan boleh menunaikan ibadah haji sendirian, kalau dalam keadaan aman, tidak menimbulkan fitnah dan dapat menjaga dirinya," tambahnya.

Sementara Imam Abu Hanifah menegaskan, perempuan tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali ada suami atau mahram bersamanya.

ArrahmahMedia.Com

Maka dari kedua pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mahram bukan merupakan syarat mutlak, melainkan syarat yang diperlukan dalam perjalanan yang tidak terjamin keamanannya, baik dari kejahatan maupun fitnah lainya.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan untuk masalah perempuan berhaji saat iddah, lanjut Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung ini, berdasarkan dalil syara secara tegas melarang perempuan yang dalam masa idah untuk keluar rumah.

"Namun sebagian ulama salaf ada yang memperbolehkan juga perempuan yang dalam masa iddah menunaikan ibadah haji, hal ini berdasarkan hadist nabi yang menjelaskan bahwa Aisyah RA dan Umi Kalsum berangkat ke Mekkah untuk melaksanan umrah," terangnya.

Walaupun perempuan yang masih dalam masa iddah diperbolehkan menjalankan ibadah haji dan umrah tetapi perempuan tersebut diwajibkan untuk ihdad atau melaksanakan aturan-aturan di masa iddah seperti tidak boleh berhias dan lain-lain.

Beberapa hal terkait fiqih ini menjadi salah satu bahasan pada Mudzakarah Nasional Perhajian Indonesia tahun 2017 yang ia ikuti. Kegiatan yang bertema Masail Waqiyah dan Fiqh Haji Wanita ini dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta Jumat (28/4) di Jakarta dan berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 April 2017. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Amalan ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock