Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

ArrahmahMedia.Com

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

ArrahmahMedia.Com

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Senin, 12 Februari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

ArrahmahMedia.Com

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tokoh, Warta ArrahmahMedia.Com

Minggu, 11 Februari 2018

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapatkan kunjungan dari perwakilan Kementerian Dalam Negeri Singapura. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambutnya langsung di ruangannya, di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/1).

Pada pertemuan tersebut, Kiai Said didampingi Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU H Robikin Emhas, H Eman Suryaman, H Sulton Fatoni, H Hanief Saha Ghafur; Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra; Wakil Sekjen PBNU H Masduki Baedowi, H Ulil Abshar, Isfah Abidal Azis, dan pengurus lainnya. 

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Dalam Negeri Singapura Sambangi PBNU

Sementara rombongan dari Kementerian Dalam Negeri Singapura yang berkunjung ialah Parliamentary Secretary, Ministry of Home Affairs and Ministry of Health Amrin Amin, Ambassador of Singapore to Indonesia Anil Nayar, Deputy Chief of Mission, Embassy of Singapura Jonathan Han, First Secretary (Political) Embassy of Singapore Cai Xihao, Assistant Director Singapore Civil Defence Force Tan Jee Piau, dan Senior Manager Ministry of Home Affairs Kristen Samivelu.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menyampaikan banyak hal, termasuk tentang keragaman di Indonesia. Kiai Said mengatakan, di Indonesia terdapat banyak bahasa, etnik, agama, bahkan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan Perti. 

ArrahmahMedia.Com

Namun begitu, Kiai Said menyayangkan banyak warga Singapura tidak mengerti tentang keberagaman di Indonesia. Padahal, kata Kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut, Singapura merupakan negara tetangga yang sangat dekat.

“Kadang orang Singapura yang tetangga dekat tidak ngerti, kalau orang jauh laik ya tidak ngerti,” katanya prihatin. 

Menurut Kia Said, ketidakmengertiannya karena hubungan budaya antara Indonesia dengan Singapura kurang kuat.



ArrahmahMedia.Com



Menanggapi hal itu, perwakilan dari Singapura Parlimentary Secretary Ministry of Home Affairs and Ministry of Health Amrin Amin berharap, ke depan hubungan dengan NU bisa diperkuat.

“Saya rasa mungkin boleh kita pergiatkan lagi,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Quote ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Februari 2018

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Nama lengkapnya adalah KH Muhammad Masruri Abdul Mughni. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog, yang lebih dikenal Al Hikmah Bumiayu.? Masyarakat memanggilnya Abah Yai Masruri Mughni. Lahir di Desa Benda pada 23 Juli 1943, putra pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan H Abdul Mughni dan Hj Maryam, Abah adalah cucu KH Kholil bin Mahalli, salah satu muassis (pendiri) Pesantren Al Hikmah.

Abah hidup di lingkungan pesantren yang didirikan oleh sang kakek. Sehingga sejak kecil ia mulai belajar agama langsung di bawah asuhan kakek yang dibantu KH. Suhaemi bin Abdul Mughni (keponakan KH. Kholil) di pesantren tersebut hingga usia 13 tahun. Ketika menginjak usia 14 tahun, tepatnya pada tahun 1957 ia mulai mondok di Pesantren Tasik Agung Rembang, di bawah asuhan KH Sayuti dan KH Bisri Mushtofa. Ia belajar di pesantren tersebut hanya sekitar dua tahun, yakni sampai tahun 1959.

Setelah itu ia hijrah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, yang saat itu salah satu pengasuhnya adalah KH. Wahab Hasbullah tokoh penggerak Nahdlatul Ulama pada saat itu. Selain nyantri, ia juga aktif tabarukan atau mengaji di beberapa pesantren di Indonesia, seperti belajar pada Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang.

Sejak muda, Abah dikenal telah memiliki jiwa kepemimpinan dan selalu dituakan oleh orang- orang di sekitarnya. Di pesantren Tambak Beras dalam usia yang relatif muda, ia telah didaulat oleh para masyakikh untuk menjadi qori’ (pembaca kitab kuning untuk santri).

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Menurut KH Mukhlas Hasyim, seorang guru penulis, pada saat itu Abah sebetulnya masih punya cita-cita ingin sekali melanjutkan nyantri di Pesantren di daerah Pacitan Jawa Timur dan Pesantren di daerah Magelang Jawa Timur. Hanya saja ketika itu, ia diminta kakeknya untuk segera pulang membantu mengajar di Pesantren Al Hikmah, karena pada saat itu sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya keinginan tersebut tidak terlaksana, karena pada tahun tersebut juga, yakni tahun 1965 dalam usia 22 tahun ia dinikahkan dengan Adzkyah binti KH Kholil yang waktu itu masih berusia 18 tahun. Dan sejak saat itulah rutinitasnya adalah mengajar.

Figur Murobbi Sejati

ArrahmahMedia.Com

Sejak pulang dari nyantri di Tambak Beras Jombang, setiap hari Abah harus berjalan kaki cukup jauh untuk mengajar, karena pada saat itu letak asrama dan kelas untuk mengaji sekitar 2 km. Kadang dalam satu hari ia harus pulang pergi beberapa kali untuk mengajar. Sampai pada akhirnya ada wali santri yang datang khusus ke ndalem menitipkan putri-putri mereka untuk belajar atau nyantri di ndalem, karena saat itu ia belum memiliki kamar atau asrama untuk santri. Atas saran dari guru di Tambak Beras Jombang akhirnya ia mendirikan Asrama Pesantren Putri yang sekarang dikenal dengan Pesantren Al Hikmah 2.

Dengan adanya santri yang tinggal di rumahnya, aktifitas mengajar Abah bertambah. Di samping di asrama lama yakni di komplek Masjid Jami’ desa Benda – yang sekarang Al Hikmah 1 – serta di ndalem. Namun setelah mulai agak sepuh dan sibuk dengan amanah umat yang diberikan kepada Abah seperti di Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi lainnya, pengajian dilaksanakan di ndalem dan masjid An Nur Komplek Putri.

ArrahmahMedia.Com

Dengan segudang kesibukan, Abah selalu istiqomah mengaji, walaupun dalam waktu yang cukup singkat. Ketika tidak ada kesibukan keluar, dari pagi sampai malam aktifitasnya diisi dengan kegiatan mengajar berbagai fan ilmu seperti tafsir, hadist, tasawuf, faraidl, mawaris, dan fan ilmu lainnya. Aktifitas tiap harinya ditutup dengan mengajar kitab tasawuf Ihya Ulumudin untuk santri senior sampai tengah malam. Dalam setiap pengajian, tak pernah terbersit sedikit pun kesan capek dan lelah dari seorang Abah. Meski baru sepulang dari bepergian sekalipun, Abah selalu terlihat bersemangat dalam membacakan kitab yang diajarkannya.

Dalam kesehariannya, Abah adalah seorang murabbi (pendidik) yang alim, murah senyum, pembawaanya luwes, memiliki tanggung jawab tinggi, dekat dengan semua orang dan penuh dengan keteladanan. Bagi Abah Yai, transformasi ilmu tak hanya sebatas teoritikal belaka, tapi setiap ilmu mesti diajarkan lewat keteladanan nyata. Para santri tiap hari menjadi saksi, bagaimana keteladanan sosok Abah dalam setiap sendi kehidupan. Abah selalu berupaya memberikan teladan pertama dalam setiap hal, besar ataupun kecil.

Abah adalah seorang yang tak pernah lelah berjuang untuk umat. Setiap detik waktu, ia gunakan untuk berjuang di jalan Allah. Di tengah padatnya jadwal, sebagai Rais Syuriah NU Jawa Tengah, pengurus Majelis Ulama Indonesia, Ketua MUI Brebes, dan ketua dewan pengawas Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT), Abah selalu mengedepankan keistiqomahan dalam mendidik para santrinya.

Abah seakan ingin memberikan teladan langsung bagi para santrinya tentang arti dan makna hidup yang sebenarrnya. Seperti yang sering disampaikan di depan ribuan para santrinya ”Innal Hayata ’Aqidatun Wajihadun”. Makna hidup adalah aqidah dan perjuangan. Aqidah Islam yang benar dan mesti diperjuangkan sepanjang hayat dengan mengisi kehidupan untuk mencari ridha Allah Subhanu Wata’ala semata.

Dalam tataran sosial kemasyarakatan, Abah adalah seorang yang memiliki pembawaan luwes, hangat, dan mampu dekat dengan semua orang. Setiap tamu yang datang di ndalem, jika Abah tidak sedang bepergian pasti ditemui. Abah menyambut para tamu dengan ramah dan penuh kehangatan pukul berapapun juga. Abah selalu berusaha bungahake (membuat senang) tamunya. Abah pun tak segan untuk mengajak setiap tamuanya bersantap bersama di meja makan, jika si tamu kebetulan datang di waktu Abah daharan (makan).

Dalam rangka mengawal keberadaan para alumni, setiap alumni yang sowan ke ndalem, termasuk penulis sering ditanya. Pertanyaan yang pertama disampaikan oleh Abah pasti “Dimana kamu sekarang? Mengajar dimana?” Bagi sebagian orang, pertanyaan ini mungkin sepele. Tapi, ibarat saripati, pertanyaan itu merupakan saripati kehidupan seorang Abah Kiai. Pertanyaan itu menunjukkan betapa ia tak menomorsatukan kesuksesan materi santrinya, ia justru mendorong santrinya untuk pertama-tama melakukan perubahan sosial dengan melakukan sesuatu yang paling mungkin dan paling dekat, yakni mengajar.

Sikap seperti inilah yang sejatinya dimiliki oleh para Kiai, ustadz, guru, dan para pengajar atau pendidik lainnya. Sehingga kalau penulis bisa istilahkan sosok Abah Yai Masruri adalah seorang figur murobbi atau pendidik sejati, yakni figur yang betul-betul mengabdikan hidup dan segala sesuatunya untuk ilmu, santri, dan umat. Sebagai salah satu contoh lagi karena keinginannya yang tinggi untuk terus mengembangkan pesantren, ia tidak pernah mengambil segala bentuk honor yang didapat. Semua dikumpulkan untuk dipergunakan pembangunan Pondok Pesantren. Subhanallah.

Sang Murabbi Sejati dipanggil ke haribaan Allah Swt, Ahad pagi 20 Nopember 2011 di Arab Saudi dalam usia 68 tahun. Setelah dishalati di Masjid Nabawi selepas shalat shubuh, atas permintaan Abah sendiri jenazah disemayamkan di komplek pemakaman Baqi’ di dekat masjid Nabawi bersama istri, para sahabat Rasulullah dan para masyayikh.

?

Ismail Ridlwan

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang dan muqim di Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Nahdlatul, Pendidikan ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968

Boyolali, ArrahmahMedia.Com -

KH Habib Ihsanudin dikenal sebagai ulama sepuh di daerahnya. Ketika ArrahmahMedia.Com berkunjung ke kediamannya beberapa waktu yang lalu, Ketua PCNU Boyolali 1980-an tersebut, menyambut kami dengan ramah.

Setelah berbincang sejenak, sejurus kemudian ia masuk ke dalam. Rupanya ia mengambil sebuah buku. Ia pun mulai membuka beberapa lembar. Lalu berhenti pada satu halaman. Ia memperlihatkan foto hitam putih; seorang pemuda yang berbadan tegap dan berseragam lengkap dengan baret.

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kenangan dan Harapan Anggota IPNU Tahun 1968

“Foto ini ketika saya masih aktif di Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU pada tahun 1965,” terang KH Habib Ihsanudin.

Kiai Habib yang kini mengasuh sebuah pesantren di daerah Doglo, Boyolali, Jawa Tengah, mengenang kala itu, ia didapuk sebagai Komandan CBP IPNU Boyolali.

CBP merupakan salah satu badan semi-otonom IPNU, yang dibentuk bersamaan dengan lahirnya “Doktrin Pekalongan” yang ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25-31 Oktober 1964.

ArrahmahMedia.Com

Pada 1965, Habib Ihsanudin muda, mengikuti latihan yang dipusatkan di Cebongan, Yogyakarta. Selama sepuluh hari, ia bersama kader CBP lainnya ditempa jasmani dan rohaninya agar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

“Saya masih ingat salah satu pelatihnya yakni Pak Katamso, Danrem DIY (yang kemudian menjadi salah satu Pahlawan Revolusi,-red),” ungkapnya.

Pada tahun 1966, ia terpilih menjadi Ketua PC IPNU Kabupaten Boyolali hingga tahun 1968. Organisasi itu menjadi pintu awal pengabdiannya di NU. Setelah itu, ia sempat mengemban amanah sebagai Ketua PC GP Ansor Boyolali (1968-1973). Kemudian menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali (1977-1985).

Bahkan hingga kini, di sela kesibukannya mengasuh para santri, dirinya masih ikut mengabdi bersama NU sebagai Mustasyar NU Boyolali.

ArrahmahMedia.Com

Ia memiliki harapan khusus untuk para generasi muda NU di masa kini. “Saya pribadi, memiliki cita-cita seperti KH Idham Chalid, yang diibaratkan seperti sedang menulis buku yang isinya 1000 lembar, bahkan lebih. Anda halaman 1 sampai 100, anak Anda 101 sampai 200, dan seterusnya. ini gambaran supaya ada regenerasi, ada yang meneruskan perjuangan ini,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Lomba ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting

Brebes, ArrahmahMedia.Com - Eva Trisnawati dari Desa Kluwut kembali menerima amanah menggerakkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bulakamba Kabupaten Brebes masa khidmah periode 2016-2021. Eva dipilih dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Fatayat NU di Madrasah TPQ Muslimat NU Kluwut, Bulakamba, Kamis (4/2).

Eva terpilih dalam persidangan yang dipimpin Ketua Fatayat NU Brebes Mukminah. Eva pada periode ini bertekad mengembangkan Fatayat lebih maju lagi terutama dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin Fatayat Bulakamba, Eva Gerakkan Koperasi hingga Ranting

Kalau program yang dilaksanakan pada periode sebelumnya adalah program Baitul Mal wat Tamil (BMT), kini ia akan mengembangkannya hingga ke tingkat ranting (desa). Koperasi simpan pinjam ini, menurut Eva, sangat menolong para anggotanya yang membutuhkan permodalan dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“Fatayat beranggotakan ibu-ibu muda yang masih sangat produktif, jadi ketika menggiatkan UMKM pun, banyak yang sukses,” kata Eva.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, dirinya juga akan lebih meningkatkan kualitas wanita dalam berbagai bidang. Ia bermaksud melakukan peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan wanita dalam bidang ekonomi, sosial, kesehatan, dan pendidikan.

ArrahmahMedia.Com

“Kami pun tak segan-segan membantu pemerintah kabupaten Brebes dalam hal pemberdayaan wanita seperti Keluarga Berencana maupun Taman Pendidikan Al-Quran,” terangnya.

Terkait dengan banyaknya keluarga muda yang tergiur dengan ajakan ke berbagai aliran, Eva menegaskan Fatayat akan lebih mengintensifkan pengajian rutin.

“Pengajian rutin seperti jamiyahan Raboan, Kamisan, Jumatan maupun Kliwonan meski kelihatannya sepele tetapi mampu menepis berbagai ajakan aliran-aliran di luar Aswaja NU seperti Gafatar, ISIS dan sebentuknya,” kata Eva.

Konferancab Fatayat NU Kecamatan Bulakamba antara lain menetapkan program kerja lima tahun ke depan, laporan pertanggungjawaban pengurus, dan pemilihan pengurus baru. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Kairo, ArrahmahMedia.Com. Dengan impian untuk meraih kemenangan bagi Swiss, sekelompok pemain Muslim di skuad Swiss menantang euroskeptisisme dan sentimen anti imigran di negara dimana menara masjid dilarang akibat berkobarnya emosi anti Muslim beberapa tahun lalu.

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Setelah pelarangan menara masjid pada 2009 dan burqa pada 2013, sebuah referendum anti imigran disahkan pada Februari 2014 yang menetapkan ketentuan kuota imigrasi.

Setelah pelarangan, disamping fakta bahwa 22.3% orang Swiss berasal dari keturunan imigran, seluruh mata kini menatap tim sepakbola Swiss yang berasal dari berbagai macam latar belakang budaya.

ArrahmahMedia.Com

Skuad Swiss pada Piala Dunia 2014 ini terdiri dari berbagai macam latar belakang, seperti dari keturunan Albania, Macedonia, Bosnia, Cape Verde, dan Pantai Gading.

ArrahmahMedia.Com

Tim yang kebanyakan merupakan pemain Muslim dari Albania, menurut ranking yang dipublikasikan FIFA sebelum penyelenggaraan Piala Dunia ini, berada pada posisi kelima terbaik, diatas kekuatan sepakbola tradisional seperti Itali, Perancis, dan Belanda.

Berikut gambaran singkat para pemain Muslim di tim Swiss.

Xherdan Shaqiri 

Berusia 22 tahun, Xherdan Shaqiri merupakan keturunan Albania yang lahir di Yugoslavia, dia merupakan gelandang di Bayern Munich pada Bundesliga Jerman.

Setelah mampu menerobos tim utama Basel, gelandang kiri ini menarik banyak perhatian atas kecepatannya dalam mengolah bola.

Shaqiri memenangkan Piala Liga Champion 2012–13 bersama Bayern, sekaligus Bundesliga dan DFB Pokal, yang membuatnya menjadi satu dari pemain Bayern Munich yang memenangkan treble.

Shaqiri merupakan man of the match dalam laga pembukaan antara Swiss dan Ekuador.

Philippe Senderos

Ia dilahirkan pada Februari 1985 di Jenewa, dan menjadi pemain Arsenal serta memenangkan piala FA Cup pada 2005 sebelum pindah ke Valencia CF.

Bek berusia 29 tahun ini memeluk Islam pada 2012, ketika ia mengucapkan shahadat di sebuah Islamic center di Manchester.

Pencapaian kemenangan yang mengesankan terjadi pada kejuaraan Eropa U-17 pada 2002, sementara pertandingan internasionalnya dimulai pada 2005 antara Swiss dan Perancis.

Dengan 53 pertandingan internasional dan lima gol internasional, pria dengan tinggi 190-cm ini menjadi salah satu pemain kunci pada PD 2014.

Admir Mehmedi

Dilahirkan pada Maret 1991 di Macedonia, pemain keturunan Albania ini menghabiskan karir mudanya di kesebelasan Winthertu. Ia bermain untuk Swiss dalam kejuaraan Eropa U-21 pada, pemain depan ini membuat debut internasional pada tahun yang sama.

Haris Seferovic

Ia merupakan striker Real Sociedad, yang dilahirkan pada Februari 1992, memulai karir sepakbola 15 tahun lalu pada usia 7 tahun.

Ia dianggap sebagai salah satu pemain Swiss paling berbakat sehingga keturunan Bosnia ini dipilih membela Swiss. Ia mulai bermain dalam pertandingan internasional pada Februari 2013 antara Yunani dan Swiss.

Gol yang diciptakan pada menit ke 92 dalam pertandingan antara Swiss dan Ekuador menjadi kemenangan pertama negaranya dalam perebutan piala paling akbar sepak bola kali ini.

Gokhan Inler

Ia merupakan gelandang Swiss yang dilahirkan di Olten Swiss pada Juni 1984 dan telah bergabung dengan kesebelasan Aarau pada 2005. Ia mulai bermain dalam skala internasional pada September 2006 antara Swiss dan Venezuela.

Inler, merupakan keturunan Turki, menjadi kapten Swiss ketika melawan Spanyol pada Piala Dunia 2010 dan memberi kemenangan untuk negaranya 1–0. Kini, ia kembali ditunjuk menjadi kapten untuk Piala Dunia 2014.

Valon Behrami

Gelandang berusia 29 tahun ini dilahirkan di Kosovo, mulai menemukan gairah bermain bola pada usia 13 tahun.

Pemain dengan tinggi 184-cm ini telah menjadi bagian dari tim Piala Dunia Swiss sejak PD 2006 di Jerman, Afrika Selatan (2010) dan UEFA EURO 2008.

 Blerim Dzemaili

Dilahirkan pada April 1986 di bekas Yugoslavia, Dzemaili telah menandatangani kontrak profesional pertama pada 2003 dengan FC Zurich.

Ia telah masuk daftar pemain Swiss dalam Piala Dunia 2006, tetapi saat itu tidak dapat bermain. Pemain dengan tinggi 179-cm ini telah mengikuti pertandingan internasional sebanyak 34 kali. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Lomba ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

Tarim, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menggelar pelantikan pengurus baru masa bakti 2015-2016 di Tarim, Yaman. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus baru dan pengurus demisioner, Jumat (5/3) malam waktu setempat.

Rais syuriyah baru PCINU Yaman M Hasan Basri Hayyi mengajak kepada seluruh jajaran pengurus terlantik untuk melaksanakan amanat yang ditugaskan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang besar.

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

“Sebagai pelajar sudah sepatutnya untuk memiliki kesadaran dalam berorganisasi karena NU Yaman ada di tangan kita semua selaku pemuda Nahdliyin,” tutur Hasan Bashri yang pada kesempatan itu memimpin pembacaan sumpah jabatan.

ArrahmahMedia.Com

Dalam sambutannya, ketua baru PCINU M Abdul Rahman Malik mengatakan bahwa PCINU Yaman merupakan wadah dalam melanjutkan estafet perjuangan para pendirinya, terutama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

ArrahmahMedia.Com

“Dengan berorganisasi secara tidak langsung sesorang telah melakukan jihad fisabilillah dengan pemaknaan jihad yang lebih mutakhir, sebab di era modern ini makna jihad telah banyak mengalami perubahan sebab tuntutan keadaan,” ungkapnya.

Usai acara pelantikan, pembahasan program kerja menjadi agenda selanjutnya. Pembentukan program kerja yang dipimpin oleh ketua PCINU menghasilkan beberapa keputusan perihal serangkaian kegiatan yang akan dilaksakan dalam rentan waktu masa periode satu tahun ke depan.

Para undangan yang terdiri dari perwakilan tiap daerah dan organisasi lain juga turut hadir dalam acara tersebut. (M. Rifqon Syauqi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Kyai, Lomba ArrahmahMedia.Com

Jumat, 05 Januari 2018

22 Becak Kiai, 10 Bendera, 2015 Penabuh Rebana di Pacitan

Pacitan, ArrahmahMedia.Com. Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober diperingati secara serentak dan meriah di seluruh penjuru Tanah Air. Di Pacitan, Jawa Timur, ribuan santri mengikuti Kirab Hari Santri Nasional di Komplek Masjid Agung Darul Falah dan Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (22/10) siang.

22 Becak Kiai, 10 Bendera, 2015 Penabuh Rebana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Becak Kiai, 10 Bendera, 2015 Penabuh Rebana di Pacitan (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Becak Kiai, 10 Bendera, 2015 Penabuh Rebana di Pacitan

Ribuan santri dari? seluruh? pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Pacitan turut berpartisipasi dalam kirab ini. Sebanyak 22 Becak Kiai, 10 Bendera merah putih dan 2015 Penabuh Rebana mengiringi ribuan peserta kirab. “Angka tersebut digunakan untuk melambangkan tanggal diresmikanya Hari Santri Nasional yaitu tanggal 22 Oktober 2015,” kata Ketua Panitia Kirab Gus Mu’ad Harits Dimyathi kepada ArrahmahMedia.Com.

Rangkaian kirab digelar khidmah dan sangat meriah, diawali dengan melaksanakan shalat dhuhur secara berjamaah di Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Lalu pembacaan kalimah toyyibah tahlil yang dipimpin oleh KH Abdullah Sadjad, dan diteruskan dengan pembacaan Nadham Asmaul Husna oleh ribuan santri. Selanjutnya acara “Doa Bersama” ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Burhanudin HB.

ArrahmahMedia.Com

Pukul 13.00 WIB bertempat depan gerbang masjid Agung, Kirab secara resmi diberangkatkan oleh Kapolres Pacitan didampingi pengasuh Pondok Tremas KH Hammad Al Alim Harist dan Ketua Panitia Kirab Gus Mu’ad Harits Dimyathi. Ribuan Santri dengan tertib dan penuh semangat melakukan long march menempuh jarak 2 kilometer mengelilingi kota Pacitan.

ArrahmahMedia.Com

Pemberangkatan rombongan kirab diawali oleh pasukan Paskibra Pondok Tremas yang membawa 10 Bendera Merah Putih diikuti Barisan Banser, Disusul dengan barisan marching band dari Pesantren Al Fattah Kikil, Selanjutnya 22 unit Becak yang membawa para kiai dan seterusnya barisan ribuan santri dari 12 Kecamatan di Pacitan.

Aksi Sosial Bagi-bagi Tanaman

Bersamaan dengan itu, aksi sosial dilakukan oleh ribuan peserta kirab. Sambil berjalan mereka membagikan 22 bibit pohon jati, 10 bibit pohon cengkeh dan 2015 bibit pohon sengon kepada masyarakat yang menyaksikan jalanya kirab. Lagi-lagi angka tersebut sebagai kebanggan para santri atas diresmikanya hari santri Nasional tangal 22 Oktober 2015.

Kirab diakhiri dengan kegiatan apel santri di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan sekaligus dilakukan peresmian Hari Santri Nasional oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Pacitan Suko Wiyono.

Apel Peresmian Hari Santri Nasional diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, dilanjutkan pembacaan Ikrar Santri oleh ketua panitia Kirab Gus Mu’ad Harits Dimyathi. Kemudian secara simbolis Sekda Suko Wiyono didampingi para kiai menekan tombol sirine dan penerbangan balon udara sebagai tanda diresmikanya Hari Santri Nasional 22 Oktober 2015.

Tampak hadir peresmian Hari santri nasional di Pendopo Kabupaten Pacitan, Para kiai seperti Pengasuh Pondok Tremas KH? Hammad Al Alim Harits, KH Mu’ad Harits, Pengasuh Pesantren Al Fattah KH Burhanudin HB, KH Umar Syahid Mustasyar PCNU, KH Mahmud Ketua Tanfdziah PCNU, Kapolres Pacitan, Ketua DPRD Roni Wahyono dan? puluhan kiai pengasuh pesantren. Kirab Peringatan hari santri nasional terselenggara atas kerjasama RMI NU, Forum Komunikasi Pesantren Pacitan dan Pemerintah Kabupaten Pacitan. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Doa, Sholawat ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyatakan, peringatan haul ulama memiliki makna penting. Bukan hanya sekadar bertujuan mendoakan, melainkan mampu menjadi mauidhah atau nasehat bagi umat Islam.

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

KH Sya’roni menyampaiakan hal itu pada tahlil dalam rangka peringatan haul ke 56 KHR Asnawi di Komplek Makam Menara Kudus, Jumat sore (25/4).

Diterangkan, Nabi Muhammad mengkategorikan mauidhah dua macam, yakni mauidhah annatiq (yang bisa berbicara) seperi Al-Qur’an dan mauidhah ashshomid (diam ) melalui? kematian sebagaimana halnya acara 7 hari, 40, 100, 1000 hari hingga haul wafatnya seseorang.

ArrahmahMedia.Com

“Jadi kita acara haul ini penting sekali sebagai peringatan untuk kita semua. Bahkan, bila ada umat Islam yang sudah tidak mempan diberi nasehat melalui Al Qur’an dan kematian, maka sudah tidak ada cara lain untuk dinasihati lagi,” tandasnya.

Peringatan haul, terang KH Sya’roni, adalah mempunyai tujuan mendoakan almarhum dan memperingati haul terhadap orang alim akan memberi kemanfaatan dan keberkahan bagi umat Islam yang memperingatinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kita berziarah ke makam Mbah Asnawi ini, jangan hanya sekadar mendoaakan saja. Kita harus? niat menharap keberkahan dari Allah dengan harapan diberi kemudahan rizki, umur panjang, bisa syukur nikmat Allah dan mati husnul khotimah ”katanya

Ulama kharismatik ini menuturkan KHR Asnawi merupakan sosok pendiri NU yang lengkap kealimannya dan mapan dalam perjuangannya. Semasa hayatnya, KHR Asnawi mengajarkan ilmu kepada santrinya? yang sebagian besar kiai-kiai besar Kudus seperti KH Arwani Amin.

“Mbah Asnawi juga meninggalkan shodaqoh jariyah berupa Madrasah Qudsiyyah dan pesantren Raudhotuth Thalibin. Karena sosok lengkap beliau ini ibaratnya seperti Kiai Raden Mas Ngabehi,” tandas Mbah Sya’roni mengenangnya.

Peringatan haul ke 56 KHR Asnawi ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Diawali acara tahtimul Qur’an di pondok dan makam KHR Asnawi, kemudian dilanjutkan tahlil yang Jumat kemarin dihadiri ratusan santri dan kiai.

Diantara kiai tersebut? adalah Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi, KH Aniq Muhammadun (Pati), Wakil Rois PCNU KH Ahmadi Abdul Fatah, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani, KH Noor Halim Ma’ruf, KH Sanusi Yasin dan KH Mujib Sholeh.

Usai tahlil bersama di komplek Makam KHR Asnawi itu, peringatan haul dilanjutkan dengan pengajian umum bersama KH Abdul Qoyyum Mansur (Lasem) dan Habib Umar Muthohar (Semarang). Pengajian dihadiri ribuan masyarakat yang memenuhi halaman pondok pesantren Raudhotuth Thalibin Bendan Kudus. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Seluruh lembaga pendidikan tingkat dasar, menengah pertama, dan menengah atas milik Nahdlatul Ulama di Kudus, Jawa Tengah, secara serentak memperingati hari lahir (harlah) ke-85 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di masing-masing sekolah atau madrasah setempat, Sabtu (20/9).

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif

Menurut Wakil Sekretari LP Maarif NU Kudus Chudlori, harlah LP Maarif? yang jatuh pada 19 September selalu diperingati setiap tahun dengan ragam kegiatan. Namun, tahun ini, kegiatan yang diikuti seluruh dewan guru dan pelajar tingkat MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA NU ini dilaksanakan secara sederhana dengan upacara bendera dan tahlil bersama.

"Biasanya peringatan harlah dilaksanakan tepat hari dan tanggal kelahirannya, namun karena 19 September hari Jumat yang semua madrasah libur sehingga pelaksanaannya diajukan hari Sabtu," terangnya pada ArrahmahMedia.Com, Sabtu (20/9).

ArrahmahMedia.Com

Ia mengatakan peringatan harlah ini bertujuan untuk mengingat sejarah kelahiran Maarif yang menjadi pilar perjuangan NU di bidang pendidikan dan mengenang sekaligus mendoakan para pejuang pendidikan NU dalam mencerdaskan generasi bangsa.

"Makanya, usai upacara bendera diintruksikan melakukan acara tahlil bersama yang diikuti semua siswa dan guru untuk arwah para pejuang Nahdlatul Ulama yang telah mendahului kita," ujar Chudlori.

ArrahmahMedia.Com

Dari pantauan ArrahmahMedia.Com, upacara harlah yang bertema memperkuat ukhuwah pelajar yang berkarakter Ahlussunah wal Jamaah ini berlangsung penuh keserasian nan khidmat. Seperti halnya upacara biasa, rangkaian acaranya berisi pengibaran bendera merah putih, dan Maarif, pembacaan Pancasila dan amanat pembina upacara yang diisi pembacaan sambutan tertulis dari ketua LP Maarif NU Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Menurut Imam Haromain, syariat itu ada yang manshusoh (ditetapkan dalam Al Qur’an dan hadist) dan ada yang ijtihadi. Namun demikian, kebanyakan syariat itu adalah hasil ijtihad dari pada ulama. Hal itu disebabkan karena nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad yang terbatas, sementara peristiwa baru terjadi terus menerus. 

Hal itu disampaikan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pembukaan dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 yang diselenggarakan atas kerjasama Hidmat Muslimat NU dengan LD PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (29/5). 

Kiai Ma’ruf menambahkan, persoalan-persoalan yang bersifat kontemporer seperti masalah muamalah, politik, sosial, dan budaya membutuhkan jawaban. Maka dari itu, para ulama terdahulu juga sudah banyak yang melakukan ijtihad untuk menjawab persoalan yang ada maupun untuk mengantisipasi permasalahan yang akan datang.

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

“Apalagi di dalam masalah muamalah, politik, budaya, sosial,” kata Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menceritakan, saat diminta untuk mengisi sebuah seminar tentang Air Susu Ibu, ia mencari referensi di kitab-kitab kuning. “Saya buka kitab, ternyata ulama terdahulu sudah membahas itu. Ada di (kitab) I’anatuttholibin, Al Bajuri. Alliba (ASI) bahasa sekarangnya adalah kolustrum dan itu sudah dibahas ulama seratus tahun yang lalu,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengungkapkan, keterangan tentang ASI di dalam kitab kuning tersebut membuat para dokter yang hadir heran karena ternyata ulama terdahulu sudah membahas tentang itu. 

Liba itu susu yang keluar pada waktu melahirkan. Liba harus diminum, kalau tidak diminum lemah anaknya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus) 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Santri, Lomba ArrahmahMedia.Com

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat

Bandung, ArrahmahMedia.Com. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatullah mengatakan jika keberadaan media sosial hendaknya dijadikan sebagai wasilah atau perantara untuk mencerdaskan masyarakat, terutama masyarakat dunia maya (Netizen).

"Diakui atau tidak hari ini sudah mulai banyak sekali perkembangan media sosial yang justru menimbulkan keresahan. Untuk itu kita harus bisa menggunakan media sosial tersebut menjadi manfaat untuk masyarakat," ujar Kiai Hasan dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Netizen NU Jawa Barat di Aula Dakwah PWNU, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Kamis (19/1).

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Ketua PWNU di Kopdar Netizen NU Jawa Barat

Dengan perkembangan media sosial tersebut, dirinya berharap kepada warga NU khususnya di Jawa Barat agar bisa melek dan tidak ketinggalan terhadap perkembangan modernisasi tersebut.

"Karena pada prinsipnya, perkembangan modernisasi dengan memanfaatkan media sosial tersebut bisa dijadikan sebagai wahana edukasi dan transformasi ilmu pengetahuan," ujar Pengasuh Pondok Pesantren As-Shidqiyah 3 Cilamaya, Karawang tersebut.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh elemen NU agar tidak mudah terprovokasi dengan perkembangan medsos yang meresahkan dan maraknya pemberitaan hoax.

ArrahmahMedia.Com

"Maraknya pemberitaan hoax, fitnah, caci maki dan ujaran kebencian janganlah kita membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Kita harusnya bisa mencerminkan sebagai kaum terdidik sehingga ketika medsos ada ditangan kita, maka akan menjadi baik," tandasnya.

Untuk mencapai penguasaan media informasi tersebut, saat ini pihaknya telah memiliki website resmi PWNU Jawa Barat sebagai wahana transformasi dan edukasi serta ajang shilaturahmi seluruh warga NU di laman www.nujabar.or.id.

"Ini terbuka untuk seluruh warga NU. Silakan kirim tulisan dan informasi yang bermanfaat untuk dibaca. Adanya website tersebut untuk menambah wawasan dan khazanah keilmuan," pungkasnya.?

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, salah satu Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua LD PBNU KH Maman Imanulhaq, dan sejumlah kader NU di Jawa Barat. (Ade Mahmudin/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Selasa, 26 Desember 2017

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menerima aspirasi masyarakat agar kader NU memimpin wilayah ini dan agar PWNU memilih salah satu dari kader potensial yang ada. Namun PWNU tidak akan mengumumkan satu calon secara terbuka.

Demikian ditegaskan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah di sela-sela pembukaan Pameran Haji dan Umrah 2012 yang digelar Majalah Aula PWNU Jatim, Rabu (5/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur.

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon

KH Mutawakkil mengungkapkan, pihaknya diminta memilih salah satu dari kader potensial NU yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atau Khofifah Indar Parawansa.

ArrahmahMedia.Com

"Tapi, NU tidak akan memilih atau mengumumkan nama calon, karena NU tidak boleh berpolitik praktis. Politik NU adalah politik kebangsaan sesuai dengan Khittah NU 1926. Nama calon akan ditentukan tim yang melibatkan tokoh parpol berbasis Nahdliyyin dan para masyayikh," katanya.

Sementara itu DPW PPP menyatakan akan menunggu sikap PWNU Jatim sebelum memutuskan calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jatim 2013.

ArrahmahMedia.Com

"Kami akan menentukan nama calon dalam Rapim PPP se-Jatim pada pertengahan Januari mendatang, tapi kalau PWNU Jatim sudah bisa mengupayakan satu kader NU sebelum itu, maka kami akan menerimanya," kata Ketua DPW PPP Jatim HM Musyafak Noer.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Habib, Lomba ArrahmahMedia.Com

Jumat, 15 Desember 2017

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com. Hujan deras yang mengguyur kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Ahad (9/10) malam membuat sejumlah wilayah di Sidoarjo banjir. Akibatnya, banyak sejumlah sekolah yang harus meliburkan siswanya lantaran kondisi sekolah tersebut tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Seperti yang terjadi di salah satu sekolah Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama (MTs ? NU) Wali Songo Sidoarjo, Jalan Raden Patah Sidoarjo. Pihak sekolah sengaja meliburkan siswanya karena akses jalan menuju sekolah banjir. Bahkan, kondisi air di dalam sekolah mencapai ketinggian sekitar 50 centimeter.

Salah satu guru MTs NU Wali Songo Sidoarjo, M Sobirin menyatakan, pihak sekolah sengaja meliburkan siswa karena kondisi sekolah saat ini sedang terendam banjir. Ia masih belum mengetahui sampai kapan sekolah akan diliburkan.

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs NU Wali Songo Sidoarjo Terendam Banjir

"Kalau nanti sore tidak hujan lagi dan airnya sudah surut, kemungkinan besok sudah masuk seperti biasa. Namun, kalau nanti hujan ya tidak tahu lagi, Mas," kata Sobirin kepada ArrahmahMedia.Com, Senin (10/10).

Ia menjelaskan, selain di Jalan Raden Patah, akses jalan menuju sekolah (MTs NU Wali Songo) juga banjir di antaranya Jalan Malik Ibrahim, Jalan Pasar Ikan Lama, Jalan Kartini, Jalan Jasem, dan sekitarnya sehingga pihak sekolah meliburkan siswanya karena akses jalan terendam banjir.

ArrahmahMedia.Com

Sobirin berharap, pemerintah mau memperhatikan saluran air atau drainase yang ada di sekitar sekolah. Pasalnya, saluran air di sekitar sekolah dimungkinkan dangkal lantaran tidak pernah dikeruk. Padahal, saluran itu sudah ada beberapa tahun yang lalu yang seharusnya dibersihkan salurannya.

"Semoga Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan agar sekolah kami bisa ditinggikan bangunannya. Sehingga ketika hujan lebat tidak banjir lagi," harap Sobirin.

ArrahmahMedia.Com

Perlu diketahui bahwa banjir saat ini juga melanda kawasan pasar Sono, Sidokepung, Sukorejo, Pagerwojo Kecamatan Buruduran, Sidoarjo kota, Kelurahan Sidokare dan beberapa kawasan lainnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ulama, Lomba, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Kamis, 14 Desember 2017

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari

Sukoharjo, ArrahmahMedia.Com. PC PMII Kabupaten Sukoharjo mengadakan kegiatan bedah kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, Senin (16/10). Sekitar 100 jamaah ikut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di Musholla Wahyu Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Bedah Kitab Karya Hadratussyekh Hasyim Asyari

Dalam sambutannya membuka acara, Ketua PC PMII Kabupaten Sukoharjo Thoha Ulil Albab mengatakan kegiatan bedah kitab ini penting bagi para kader PMII.

“Tujuan dari acara ini tidak lain untuk mengetahui, sekaligus menggali pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Sebagai intelektual muda NU haruslah mengetahui pemikiran pendiri Nahdlatul Ulama,” papar Ulil.

Dengan mempelajari kitab tersebut, lanjut dia, juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader dan masyarakat Nahdliyyin di bidang ke-Aswajaan.

ArrahmahMedia.Com

KH Aminudin Ihsan yang menjadi narasumber, dalam awal penyampaian menceritakan kehidupan dan ketokohan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Diterangkan lahirnnya NU tidak semata-mata hanya menjadi organisasi yang biasa.

“Nahdlatul Ulama’ didirikan bukan sekedar membentuk sebuah organisasi biasa. Akan tetapi, salah satu tujuan utama berdirinya Nahdlatul Ulama ialah mengusir penjajah,” kata dia.

ArrahmahMedia.Com

Lebih lanjut disampaikan Kiai Aminudin, di dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah berpesan agar semangat dalam membangun organisasi. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Ulama, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Kamis, 07 Desember 2017

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Sebagaimana umumnya umat Islam di belahan mana pun, menggenapkan rukan Islam dengan berhaji adalah salah satu cita-cita dalam hidup. Banyak kisah dan jalan orang yang pergi haji. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam sebuah forum di Bandung pada tahun 1990-an, pernah menceritakan seorang ibu yang menabung? sampai 20 tahun, untuk berhaji.

Cita-cita berhaji juga menjadi bagian dari hidup Hj Masykuroh (50 tahun). Sebagaimana diceritakan suaminya, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Hj Masykuroh mulai menabung pada tahun 1999.

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menabung Haji dengan Jalan Kaki Sambil Baca Talbiyah

“Saya pernah berhaji, tapi istri saya belum, waktu itu,” kata Kiai Manan Kamis (8/9).

ArrahmahMedia.Com

Karena tidak cukup uang kontan, Kiai Manan menganjurkan untuk menabung. Istrinya pun melakukan itu.

Kiai Manan menganjurkan untuk menabung di sebuah bank. Jaraknya sekitar 1 km. Ia menganjurkan tiap kali menabung harus ditempuh dengan jalan kaki. Istrinya mengikuti saran tersebut.

ArrahmahMedia.Com

“Dan saya menganjurkan sambil jalan kaki membaca kalimat talbiyah,” katanya.

Bacaan talbiyah tersebut adalah, “Labbaikallaahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbarika, innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulka laa syariika laka”.



Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku dating memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Menurut Kiai Manan, kalimat tersebut dibacakan sejak berangkat dari rumah, di perjalanan, antre di bank, sampai kembali lagi ke rumah. Hal itu terus dilakukan istrinya. Nominal menabungnya tidak tentu, sesuai uang tersedia.

Alhamdulillah pada tahun 2002, Masykuroh akhirnya bisa berhaji. Tadinya dia menduga uang itu hanya cukup untuk sendirian. Tapi ternyata lebih dari cukup.

Menurut pengakuan Kiai Manan, tabungan istrinya itu ternyata cukup untuk berdua. Padahal ia sudah merelakan istrinya pergi sendirian. “Karena istri saya tidak mau sendirian, akhirnya berangkat berdua sehingga saya kembali berhaji,” kenangnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sholawat, Lomba ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 02 Desember 2017

Pengeroposan Tulang dapat Akibatkan Penyusutan Massa Tulang

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com - Pengeroposan tulang, atau penyakit tulang keropos (osteoporosis) adalah suatu kondisi di mana terjadi penurunan massa tulang, sehingga terjadi penyusutan massa tulang. Hal ini biasa terjadi pada usia lanjut di mana asupan kalsium sudah mulai berkurang sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang dan lama kelamaan tulang menjadi keropos. Dari sini daya tahan tulang menjadi kurang.

Karenanya tulang menjadi tidak kuat menahan beban berat, bahkan benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan patah tulang. Rasa nyeri baru dirasakan bila telah terjadi patah tulang.

Pengeroposan Tulang dapat Akibatkan Penyusutan Massa Tulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengeroposan Tulang dapat Akibatkan Penyusutan Massa Tulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengeroposan Tulang dapat Akibatkan Penyusutan Massa Tulang

Demikian disampaikan dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr Atik Yuniani, Sp.PD, Kamis (28/7).

ArrahmahMedia.Com

Menurut dokter Atik, pengeroposan tulang lazimnya terjadi pada usia lanjut. Namun, pada kondisi tertentu tidak hanya pada usia lanjut juga bisa terjadi osteoporosis. Hal itu akibat pemakaian obat golongan kortikosteroid jangka panjang. Di mana kortikosteroid biasa digunakan sebagai obat asma, penyakit lupus, penyakit alergi, bahkan pada penyalahgunaan secara luas dari kortikosteroid sebagai penghilang nyeri di masyarakat.

ArrahmahMedia.Com

"Osteoporosis biasa terjadi terutama pada tulang belakang dan panggul. Sedangkan pengapuran sendi atau osteoartritis adalah suatu? penyakit sendi di mana terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi. Sesuai perjalanan usia, pada orang tua akan terjadi kerusakan pada tulang rawan sendi. Selain faktor usia, ada juga faktor lain yang dapat mempercepat proses kerusakan tersebut, misalnya infeksi, trauma, aktifitas yang tinggi atau berat badan berlebih. Jika terjadi kerusakan, maka tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata, akibatnya terjadi gesekan antara tulang dengan tulang sehingga menimbulkan nyeri bila melakukan gerakan," kata Atik.

Menurutnya, sendi merupakan pertemuan antara tulang dan tulang.? Pada bagian ujung dari tulang, terdapat komponen yang disebut dengan tulang rawan. Tulang rawan berperan melapisi ujung tulang di persendian. Dengan adanya tulang rawan, tulang-tulang tersebut bertemu, namun tidak terjadi gesekan dan gerakan sendi menjadi mulus. Osteoarthritis biasanya mengenai sendi-sendi penopang berat badan, seperti sendi panggul, sendi lutut, dan sendi pergelangan kaki. Namun, bisa juga mengenai sendi-sendi lain, seperti jari-jari pada pegawai pabrik pembuatan rokok.

Dokter yang bertugas di rumah sakit NU ini mengungkapkan, penanganan pada osteoporosis lebih ditujukan pada pencegahan, antara lain menjaga asupan kalsium antara 1000-1500 mg per hari bisa dari asupan makanan atau suplementasi. Selain itu, hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, kenali lebih dini penyakit-penyakit dan obat-obatan yang dapat menyebabkan osteoporosis, hindari mengangkat barang yang berat pada penderita yang sudah pasti mengalami osteoporosis, hindari hal-hal yang memudahkan terjadinya jatuh, misalnya ada lantai licin, pemakaian obat penenang, maupun obat-obat yang dapat mengganggu keseimbangan, diperlukan olahraga ringan merangsang pembentukan tulang, menjaga massa tulang, bila telah terjadi osteoporosis dapat diberikan obat-obatan menurut petunjuk dokter.

"Untuk penanganan pada osteoarthritis yakni pengontrol nyeri? secara berkelanjutan dan bertahap, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang pemilihan obat-obatan penghilang nyeri. Sebab obat-obatan itu akan digunakan untuk jangka waktu yang lama, demikian juga untuk pemakaian obat-obatan suplementasi sendi maupun penambahan minyak sendi, mempertahankan fungsi sendi dan memperbaiki kualitas hidup penderita dengan bantuan tenaga profesional, menurunkan berat badan, terapi kerja, proteksi sendi dan pola kebiasaan, misalnya memakai sepatu yang nyaman," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Selasa, 28 November 2017

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai

"Ringkasnya, Al-Qur’an tampaknya tidak tertarik pada teori khas tentang negara yang harus diikuti oleh umat Islam. Perhatian utama Al-Qur’an ialah agar masyarakat ditegakkan atas keadilan dan moralitas.” (hal. 24)

Saya kira buku yang ditulis Syafii Ma’arif ini menjadi rujukan penting terkait dengan perdebatan panjang penetapan dasar negara Indonesia. Bukan hanya itu, Buya Syafii juga menarik ke belakang hingga zaman Nabi Muhammad, Khulafaur Rasyidin, dan zaman kekhalifahan Islam. Ia menyoroti satu per satu rangkaian peristiwa politik mulai dari zaman nabi hingga saat ini, khususnya apa yang terjadi di Indonesia.

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdebatan Dasar Negara Indonesia Tak Kunjung Usai

Buku ini terbagi menjadi 4 bab. Bab pertama adalah pendahuluan. Pada bab ini, ia menguraikan poin-poin di bab 2, 3, dan 4. Selain itu, alasan melakukan studi tentang Islam dan Pancasila sebagai sebagai dasar negara juga dijelaskan di bab ini, yaitu ia merasa belum adanya studi yang agak lengkap tentang masalah dasar negara Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

Bab kedua adalah tentang Islam dan Cita-cita politik. Di sini, ia dengan tegas mengatakan bahwa Al-Qur’an tidak memberikan pola pasti dalam mengelola negara yang harus diikuti oleh umat Islam. Umat Islam bebas menentukan model yang mana, asal asas syuro (musyawarah) harus diterapkan di dalamnya. Karena asas syuro ini lah yang menjadi inti dari Al-Qur’an dalam hal mengatur suatu negara.

Praktik syuro (musyawarah) pertama adalah pertemuan di Balai Banu Saidah untuk menentukan pengganti (khalifah) Nabi Muhammad. Pertemuan ini melibatkan semua pihak; perwakilan dari Muhajiri dan Ansar. Setelah perdebatan yang panjang, maka terpilihlah sahabat Abu Bakar sebagai khalifah.

ArrahmahMedia.Com

Namun sayang, praktik syuro (musyawarah) ini tidak berkembang pada zaman dinasti-dinasti Islam setelahnya. Mereka ‘mengaku’ sebagai kerajaan Islam, tetapi menggunakan sistem monarki dalam pergantian pemimpinnya, bukan pola musyawarah sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur’an.

Bab tiga membahas tentang Islam Indonesia pada abad ke-20. Di bab ini, ia mencoba menguraikan peran dan kontribusi organisasi Islam modern yang bercorak sosio-kegamaan seperti Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, organisasi Islam tradisional seperti NU, dan organisasi Islam politik seperti Sarekat Islam pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Perlawanan umat Islam kepada penjajah dijelaskan secara rinci dan detil pada bab ini. Ia juga menyinggung permbentukan Masyumi –sebuah partai yang menjadi payung besar ormas Islam- dan perpecahannya hingga membuat ormas Islam itu berjalan sendiri-sendiri.

Bab terakhir, Islam dan Dasar Negara Indonesia. Penulis buku ini menilai, meskipun para pengusung negara Islam tersebut banyak bicara tentang negara yang berdasakan Islam, namun mereka belum berhasil menyusun karya sistematis dan ilmuah tentang konsep negara Islam yang mereka cita-citakan. Mereka yang ingin menjadikan agama Islam sebagai dasar negara Indonesia memandang bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam dan Islam jauh lebih unggul dijadikan sebagai dasar negara daripada Pancasila ataupun ideologi lainnya. Maka dari itu, mereka menganggap Islam perlu diterapkan sebagai dasar di negara ini. Pada bab ini pula, penulis buku mengupas tuntas tentang konsep negara Islam yang digagas oleh M. Natsir, Zainal Abidin Ahmad, dan Muhammad Asad.

Antara mereka yang menjadi pendukung Pancasila dan yang mendukung Islam sebagai dasar negara saling serang. Bagi mereka yang mendukung Islam sebagai dasar negara menilai bahwa Pancasila itu sekuler karena sila-sila di dalamnya bukan berasal dari Allah, prinsip-prinsip Pancasila tidak memiliki kebulatan dan kesatuan yang logis, dan lainnya. Sementara yang pendukung Pancasila menolak bahwa Pancasila tidak memiliki kesatuan logika. Mereka juga menolak kalau Pancasila itu adalah sekuler karena mereka menganggap sumber pertama Pancasila adalah Islam.

Meski sudah disetujui bersama dalam sidang BPUPKI tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, namun nyatanya kelompok yang ingin menjadikan Islam sebagai dasar negara masih saja terus ada hingga saat ini.

Sebetulnya, buku ini sudah pernah diterbitkan pada tahun 1985 dan tahun 2006. Namun pada tahun 2017 ini, penerbit Mizan kembali menerbitkan buku ini. Saya rasa ini hal yang bagus dan perlu agar bisa menjadi referensi mengingat semakin maraknya kelompok yang ingin merobohkan pondasi Negara Indonesia.? ?

Pada kata pengantar, Buya Syafii menuturkan bahwa perdebatan soal Islam dan Pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia adalah perkara yang sudah usang dan kedaluarsa. Lebih baik, energi yang terkurang untuk perdebatan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan segala permasalahan mendasar bangsa ini dan untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.

Saya kira buku ini sangat bagus sekali karena kaya akan referensi. Selamat membaca.

Identitas buku

Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Penulis? ? ? ? ? ? : Ahmad Syafii Maarif

Penerbit? ? ? ? : Mizan

Cetakan? ? ? ? ? : I, Maret? 2017

Tebal? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : 312 hlm

ISBN? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-441-015-5

Peresensi? ? ? : A Muchlishon Rochmat



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Lomba ArrahmahMedia.Com

Rabu, 22 November 2017

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Banyuwangi, ArrahmahMedia.Com. Memiliki sejumlah tempat wisata yang menjadi jujugan para pelancong, tidak selamanya harus dengan mendirikan bangunan baru. Lewat sentuhan kreativitas dan memanfaatkan bangunan dengan konsep berbasis alam, ternyata juga bisa menjadi pilihan.

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Destinasi Wisata Alami Jadi Andalan Banyuwangi

Setidaknya itulah yang dapat disaksikan di beberapa destinasi wisata di kawasan Banyuwangi. "Kami memanfaatkan bahan alami untuk membangun beberapa wahana wisata," kata Abdullah Azwar Anas, Sabtu (4/11).

Penjelasan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi ini saat mengantarkan peserta Konferensi Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Pondok Indah, Desa Pereng, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Bangunan yang ada ini terbuat dari kayu, demikian pula ornamen lainnya," kata mantan Ketua Umum PP IPNU tersebut. Bupati Anas kemudian menunjukkan tumpukan batu yang dijadikan jalan menuju Pondok Indah.

ArrahmahMedia.Com

Konsep wisata alami ternyata banyak mendapatkan apresiasi dari sejumlah wisatawan. "Baik dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

Dalam paparan pria yang juga sebagai Ketua PW ISNU Jatim tersebut mengajak masyarakat setempat untuk memanfaatkan keindahan alam untuk dikelola sebagai destinasi wisata. Tercatat, sejumlah rumah penduduk yang telah disulap menjadi penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Imbasnya, taraf hidup masyarakat di sini mengalami peningkatan yang membanggakan," katanya.

Kota paling timur di pulau Jawa ini juga menggunakan pendekatan yang lebih substansial dalam mengurangi penyakit masyarakat seperti prostitusi.

ArrahmahMedia.Com

"Kita tidak menggunakan peraturan daerah syariah, namun lebih mengedukasi masyarakat," ungkapnya. Bahwa mengurangi tersebarnya penyakit kelamin dapat dilakukan lewat penjelasan yang disampaikan sejumlah tenaga kesehatan, lanjutnya.

Dia juga menceritakan sejumlah perdebatan yang mengemuka di masyarakat ketika akan diberlakukannya peraturan daerah berbasis syariah. "Baik yang pro maupun kontra," terangnya. Karena itu, yang lebih ditekankan di wilayahnya yakni dengan tidak terlalu larut dalam bungkus berupa aturan, melainkan strategilah yang lebih dikedepankan.

Di akhir paparannya, Bupati Anas berpesan kepada peserta konferensi untuk dapat meniru konsep pembangunan wisata alami di daerah masing-masing. "Pengalaman selama di sini bisa juga diterapkan di kawasan anda semua," pungkasnya. 

Konferensi PW ISNU Jatim berlangsung Sabtu hingga Ahad (4-5/11). Di sela kegiatan tersebut, Bupati Anas mengajak peserta yang berasal dari sejumlah kota dan kabupaten se-Jatim ini mengunjungi tempat wisata. Termasuk melepas anak penyu atau tukik di pantai Boom. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Lomba ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock