Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Dalam sejarahnya, madzhab adalah solusi perpecahan yang terjadi pada umat Islam di masa lalu. Metode, cara atau manhaj dalam agama itu, muncul karena terjadi kekacauan dan instabilitas politik di masa perkembangan Islam.

”Dengan persyaratan ketat yang telah disepakati, jadilah sebuah pedoman yang disesuaikan dengan lingungan alam dan sosial tiap umat Islam. Itulah yang disebut madzhab. Ada Madzhab Maliki, Syafi’i, Hanafi dan Hambali.”

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Madzhab Adalah Solusi Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan

“Madzhab itu merupakan solusi. Dengan pedoman yang baku dalam beribadah dan bermualamah, umat Islam bisa melaksanakan agamanya secara damai dan nyaman. Tak lagi ada perang saudara karena klaim kebenaran sepihak.”

ArrahmahMedia.Com

Demikian disampaikan KH Muhammad Abbas dari Buntet Cirebon dalam Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Nahdlatul Ulama Ke-85 yang diadakan MWC NU Kecamatan Banyumanik di Masjid Mujahidin Srondol Wetan Banyumanik, Semarang, belum lama ini.

ArrahmahMedia.Com

”Pasca terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh kelompok sempalan yang mengkafirkannya, timbullah ontran-ontran. Silih berganti terjadi pemberontakan dan perang saudara. Muncul aliran-aliran dalam Islam. Ada golongan Mutazilah yang menafsirkan Al-Quran? secara mutlak dengan akal. Ada kelompok Khowarij yang berpaham fatalisme. Muncul pula golongan Qodariyah, lalu Syiah, dan seterusnya,” jelas putra dari almarhum KH Fuad Hasyim

”Aliran yang satu dengan yang lainnya suka saling mengkafirkan dan terus terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, pembunuhan, sampai pemberontakan. Politik jadi tak stabil. Para khalifah jadi sebatas sultan dan khilafah jadi semu,? karena tak ada persatuan dan mufakat dalam Islam,” lanjut Kang Babas, demikian KH Muhammad Abbas biasa disapa.

Acar diikuti seribuan umat Islam Banyumanik dan sekitarnya. Turut hadir Rais Syuriah PCNU Kota Semarang KH Ahmad Hadlor Ihsan dan Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom serta jajarannya, sejumlah kyai, serta aktivis organasasi underbow NU.?

Para ulama, kata Kang Babas, mencoba-coba memberi pedoman standar metode menafsirkan Al-Quran, hadits, fiqih, akhlak, dan lain-lain. ”Semuanya dimaksudkan agar tak ada lagi yang mudah mengklaim penafsirannya sendiri lalu menegasikan orang lain,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, hasil dari musyawarah ulama, disepakati perlunya ijma’ dan qiyas, agar suatu masalah bisa diberi solusi secara tepat. Lalu dilakukan pemerincian syariat agar mudah dipakai sebagai pedoman di semua wilayah Islam, yang saat itu membentang dari Eropa Barat hingga Asia Timur. (moi)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tokoh, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta memperingati hari kelahiran Nabi Muhamad SAW di halaman kantor PWNU DKI Jakarta, jalan Talang nomor 3, Jakarta Pusat Sabtu (9/2) pagi.



Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU

Sedikitnya 5000 kader muslimat NU DKI Jakarta memenuhi pekarangan kantor PWNU DKI Jakarta. Sementara puluhan mobil pribadi dan angkutan umum yang mengantar mereka, berjajar panjang di sepanjang jalan Talang.

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhamad SAW. menghadirkan DR. Nasarudin Umar dan KH. Nur Iskandar SQ sebagai penceramah. Keduanya menjelaskan sosok Rasulullah SAW sebagai model kepemimpinan ideal.

Sejumlah tokoh DKI Jakarta juga memberikan kata sambutan acara yang melibatkan kaum ibu se-Jabodetabek. Mereka adalah Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim, Ketua PWNU DKI Jakarta H. Djan Faridz, dan Gubernur DKI Jakarta Ir. Joko Widodo.

Dalam peringatan itu, PW Muslimat NU DKI Jakarta menyebutkan 25 nama kadernya yang mendapat hadiah umroh dari Ketua PWNU DKI Jakarta. Mereka dipilih berdasarkan atas enam kali kehadiran pengajian Muslimat NU DKI Jakarta berturut-turut di jalan Talang 3, Jakarta Pusat.

ArrahmahMedia.Com

Seorang kader Muslimat NU Murtinah bin Usman asal Kemayoran Jakarta Pusat, meninggal dunia di tempat saat mengikuti peringatan maulid itu. Atas peristiwa itu, jajaran pengurus Muslimat NU DKI Jakarta turut berduka cita.

“Semoga meninggalnya Ibu Murtinah sebagai meninggal syahid oleh Allah. Kami semua berdoa agar ia mendapat syafaat Rasulullah SAW,” kata Maghfiroh, Sekretaris PW MUslimat NU DKI Jakarta kepada ArrahmahMedia.Com, Sabtu (9/2) siang.

Usai peringatan maulid Nabi Muhamad SAW., jajaran pengurus Muslimat NU DKI Jakarta bertakziah ke tempat kediaman duka di Kemayoran.

ArrahmahMedia.Com

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Adik kandung KH Abdurrahman Wahiid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid menjelaskan tentang kondisi lingkungan yang membuat kakanya menjadi sosok yang berani dan egaliter. Menurut dia, hal ini tak lepas dari cara mendidik orang tua mereka.

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

"Kami waktu kecil disekolahkan di sekolah yang muridnya kebanyakan beragama Kristen. Makanya kami sekeluarga selalu menghargai perbedaan," ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Gus Sholah menyampaikan hal itu dalam acara bedah buku  “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Menteri Negara Riset dan Teknologi era Gus Dur, AS Hikam, Kamis (26/12). Selain penulis buku, hadir pula sebagai narasumber Pendeta Simon Filantropa Bingki Irawan.

ArrahmahMedia.Com

Bingki Irawan dalam forum itu lebih banyak menceritakan pengalamannya selama dekat dengan Gus Dur. Yakni, ketika dirinya diajak berjunjung ke Tiongkok. Hanya saja waktu itu Bingki dimarahi oleh Gus Dur karena keluar dari acara tanpa pamit.

ArrahmahMedia.Com

Ia juga menceritakan pengalamannya ditangkap oleh Kodam V Brawijaya lantaran menggelar atraksi barongsai. Gus Dur mengecam aksi penangkapan tersebut dan membela warga Tionghoa. "Saat itu zaman orde baru, menggelar kesenian China masih tabu. Bahkan saya dianggap PKI," kenang Bingki.

Sementara itu AS Hikam mengupas tentang bukunya. Buku itu menurut As Hikam mengupas seluruh sosok Gus Dur. Adapula wawancara imajiner dengan mantan Ketua Umum PBNU itu. "Buku ini sangat ringan dan bisa dibaca oleh semua kalangan," pungkas Hikam.

Acara yang diselenggarakan di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang ini juga menampilkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya tari remo dari Jombang, pembacaan puisi, atraksi bambu gila dari Ambon, serta vokal grup dari gereja.

"Acara ini untuk mendandai  empat tahun meninggalnya Gus Dur. Sekaligus untuk menggali pemikiran beliau," ujar Aan Anshori, salah satu panitia. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Quote, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com



Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ikut ambil bagian dalam kegiatan gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (22/8) sore.

Menariknya tidak hanya mengikuti gerak jalan saja, dengan semangat 45 para pelajar NU di Kecamatan Gading ini tidak henti-hentinya melantunkan lagu Subbanul Wathon di sepanjang rute yang dilaluinya. Dimana start dimulai di Desa Sentul dan finish di Lapangan Desa Wangkal Kecamatan Gading.

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon

Abd Rohim selaku Ketua IPNU dan Laelatus Sulfiah sebagai Ketua IPPNU Kecamatan Gading turut ikut serta dalam acara ini. Dengan antusiasnya mereka selalu ingat kiprah dan jasa pejuang terdahulu dimana momen ini ? mengajak kepada seluruh santri, pelajar dan khalayak umum untuk aktif dan kreatif melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan pendiri bangsa.?

“Generasi muda harus mampu melakukan kerja-kerja kongkrit dan positif guna mengisi kemerdekaan. Hal ini sebagaimana dulu sudah dibuktikan oleh perjuangan para kiai dan santri/pelajar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Ketua PAC IPNU Kecamatan Gading Abd Rohim.

ArrahmahMedia.Com

Yang menarik, dalam momentum tahunan ini IPNU dan IPPNU Kecamatan Gading pertama kalinya berpartisipasi dalam memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Selain lagu Subbanul Wathon, pelajar NU ini juga melantunkan yel-yel keislaman, kebangsaan dan ke-NU-an.

Selain itu, pembacaan lagu karya KH Abdul Wahab Chasbullah (1934 M) tersebut seakan menjadi isyarat bahwa perlunya mensinergikan kecintaan kita terhadap tanah air Indonesia harus senantiasa menjadi bagian integral untuk merawat keislaman dan keindonesiaan.

“Pelajar NU harus pandai dan piawai untuk membendung faham radikalisme, liberalisme, skulariame dan lain-lain yang tentunya akan merusak gerasi muda saat ini. Kedepannya, lagu ini memberikan ghirah kepada penerus kepemimpinan akan dating. Sinergitas menjaga NKRI dan kontinuitas dalam upaya menjaga Islam yang rahmatan lilalamin di bumi Nusantara,” tegas Ketua PAC IPPNU Kecamatan Gading Laelatus Sulfiah.

Keikutsertaan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading dalam gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI ini mendapatkan apresiasi yang positif dari Pembina PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading Roby Zidni Ilman. “Mari tunjukkan bahwa pelajar NU juga bisa berperan aktif untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, PonPes, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Gus Dur Pemikir Sekaligus Praktisi

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Berbeda dengan para pemikir lain yang hanya berkutat pada level pengembangan wacana, Gus Dur mampu mengaplikasikannya pada dunia praksis. Pemikiran yang diyakini benar diejawantahkan dalam dunia aksi.



Gus Dur Pemikir Sekaligus Praktisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pemikir Sekaligus Praktisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pemikir Sekaligus Praktisi

Pendapat ini dikemukakan oleh pengamat politik Kacung Marijan dalam diskusi buku pemikiran dan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur karya Muhamin Iskandar akhir pekan lalu.

“Gus Dur yakin demokrasi dan pluralisme sangat penting untuk Indonesia, karena itu Gus Dur melakukan aksi untuk mewujudkan itu, yang lainnya juga yakin, tetapi tidak melakukannya,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, pemikiran Gus Dur yang sangat kuat adalah bagaimana membangun Indonesia yang demokratis, termasuk membangun relasi agama dan politik. Ia sangat meyakini Islam agama paripurna, tetapi memahami bahwa Islam harus kontekstual di Indonesia yang sangat plural.

ArrahmahMedia.Com

Dijelaskannya oleh Ben Andersen, salah seorang intelektual Barat menyebut Indonesia yang sangat plural ini sebagai disebut imagined community, sebuah komunitas yang dicita-citakan, yang sampai sekarang belum tercapai betul. Didalamnya ada banyak kelompok kepentingan yang bersama-sama membangun. Orang tidak saling kenal, tetapi membayangkan adanya satu komunitas yang diakui bersama.

“Bayangan apa yang dikatakan Andersen tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan Gus Dur, meskipun lahir dari pesantren, tapi meyakini Indonesia bukan hanya milik orang pesantren atau milik umat Islam, tetapi milik bersama. Ini yang hendak dicapai, dan Gus Dur berusaha mempertahankan itu melalui aksinya, salah satunya melalui pembentukan PKB,” paparnya.

Pendirian partai ini awalnya ada yang meminta, khususnya sejumlah kiai menginginkan PKB berasaskan ahlusunnah wal jamaah, tetapi Gus Dur secara terang-terangan menolak. PKB harus menjadi partai yang inklusif, kalau aswaja berarti menjadi partai eksklusif. Ini ditiru PKS, walaupun mendua, ingin punya kader, disisi lain punya anggota. Ada pembedaan, kader eksklusif, kader inklusif sehingga ngak nyambung.

“Bagi Gus Dur keduanya bukan hal yang berbeda, kader maupun anggota yang sama-sama inklusif, ini yang agak berbeda dengan pemikiran PKS. Ini sangat tepat untuk konteks Indonesia,” imbuhnya.

Meskipun secara intelektual tak jauh beda dengan yang lainnya, tetapi Gus Dur memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain sehingga pemikirannya bisa ditransformasikan pada level grassroot, yaitu kemampuannya melakukan silaturrahmi yang luar biasa. Ketika terdapat kontraversi dalam pemikirannya bisa cepat selesai karena melalui silaturrahmi ini, Gus Dur mampu menjelaskan substansi pemikiran yang dimilikinya. Ini tentu berbeda dengan para intelektual NU lain yang hanya hidup di awing-awang dan tak masuk ke level bawah sehingga pada akhirnya banyak ditentang oleh komunitas pesantren, meskipun sebenarnya tak jauh berbeda dengan Gus Dur.

Silaturrahmi Gus Dur bukan hanya kepada yang hidup, Gus Dur juga dikenal sangat rajin berziarah ke makan-makan para ulama. Tak heran, meskipun sudah meninggal, ia akhirnya mendapatkan ganjaran, warga NU tak henti-hentinya menziarahi makamnya.

Kelebihan lainnya adalah darah biru yang mengalir dalam dirinya memudahkan Gus Dur melakukan komunikasi baik dalam komunitas NU maupun di luar NU.

Sejumlah kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain tersebut hanya bisa diimbangi dengan melakukan kerja kolektif. PKB atau NU bisa melakukan komunikasi secara efektif dari pusat sampai grassroots sehingga seluruh potensi bisa tersentuh.

Kacung mengibaratkan Gus Dur seperti perusahaan multinasional yang memiliki cabang dimana-mana, yang tak mungkin bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan kecil. “Gus Dur harus dikeroyok untuk menandinginya. Kalau Gus Dur bisa sendiri, PKB dan NU harus melakukan aksi kolektif,” tandasnya.

Namun demikian, Kacung juga melihat Gus Dur bukan pribadi yang tanpa cela. Gus Dur gagal dalam mengaplikasikan sejumlah pemikiran dalam konteks praksis, salah satunya kegagalan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan melalui BPR Nusumma, termasuk pengembangan pabrik yang berorientasi agrobisnis.

“Kegagalan ini, satu dikarenakan Gus Dur lebih pada konteks pemikiran, agama dan politik, pemikiran ekonomi mungkin tidak ada leverage yang lebih bawah, ini yang menjadikannya gagal karena tidak semua bisa ditangani langsung Gus Dur,” terangnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Tanjungpinang, ArrahmahMedia.Com. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, menegaskan warga NU harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, namun tidak mengubah pemahaman organisasi yang didirikan pada 1925 itu.

"Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun," kata dia, saat memberi kata sambutan pada pengukuhan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang 2014-2019, di Tanjungpinang, Jumat.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Dia mengatakan NU terancam pengaruh negatif sehingga warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yaitu ajaran Islam. 

ArrahmahMedia.Com

"NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak," katanya.

Muzadi yang juga angggota Dewan Pertimbangan Presiden mengatakan warga NU harus dapat menggunakan teknologi tinggi tapi tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

ArrahmahMedia.Com

"Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju," ujarnya. Dia mengemukakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan memberi kritikan yang konstruktif.

Contohnya, NU mendukung UU Antikorupsi yang sejalan dengan ajaran Islam. "Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik," katanya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam.

"Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Internasional, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Senin, 15 Januari 2018

Buktikan Cinta Kita kepada Nabi, Bukan Omong Belaka

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyebutkan, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar omong belaka, namun harus disertai bukti nyata. Bukti nyata ini bisa dilakukan dengan mengikutinya tindak laku Kanjeng Nabi.

Uraian itu disampaikannya saat bertaushiyah pada peringatan Maulid Nabi dan Harlah ke-131 Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, desa Gemiring Lor, kecamatan Nalumsari, kabupaten Jepara, Kamis (1/1) pagi.

Buktikan Cinta Kita kepada Nabi, Bukan Omong Belaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Buktikan Cinta Kita kepada Nabi, Bukan Omong Belaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Buktikan Cinta Kita kepada Nabi, Bukan Omong Belaka

Misal bukti nyata, kiai kharismatik asal Kudus ini menyebut seorang Badui suatu ketika menyampaikan pertanyaan saat kanjeng Nabi khutbah. Badui ini bertanya kepada Nabi perihal datangnya kiamat.

ArrahmahMedia.Com

“Kapan datangnya kiamat, Nabi?” pertanyaan itu dilontarkan 3 kali.

ArrahmahMedia.Com

Lalu, Nabi Muhammad balik bertanya terkait persiapannya menghadapi kiamat. Badui mengaku tidak punya persiapan apa-apa kecuali cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Dari jawaban itu, Nabi mengungkapkan, kelak ia bersama dengan orang yang dicintainya.

Ia menambahkan berbuat positif apapun bentuknya hendaknya dilakukan dengan niat mahabbah (cinta) Nabi. Akan berangkat mencari maisah (pangupajiwa), imbuhnya, harus diawali dengan bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adhim.

“Bersedekah, menyantuni anak yatim dan membaca Alqur’an juga harus

diniati mahabbah kepada Nabi,” terangnya.

Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini bersamaan dengan pembagian raport santri Balekambang. Kegiatan dimeriahkan penampilan Balasyik Jalsah dari Jember, Jawa Timur. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama

Solo, ArrahmahMedia.Com. Dari hasil riset yang dilakukan Seknas Gusdurian bersama INFID, diperoleh hasil yang cukup optimistis untuk masa depan anak muda Indonesia. Hasil penelitian tersebut adalah mayoritas anak muda bersikap menolak terhadap tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama.

“Mayoritas anak muda tidak menyukai tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama meski ada kecenderungan penurunan toleransi di kalangan anak muda,” papar Manajer Advokasi INFID Beka Ulung Hapsara pada diskusi publik ‘Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Orang Muda dan Pemetaan Internet – Social Media, Tentang Radikalisme dan Ekstrimisme di Indonesia’ yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, Kamis (15/12).

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama

Lebih lanjut dipaparkan Beka, bahwa nilai-nilai kebinnekaan masih menjadi faktor utama yang membuat anak muda? bangga akan Indonesia dan pemersatu generasi muda.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, perwakilan dari Seknas Gusdurian Tata Khoiriyah, menjelaskan kegiatan ini merupakan sosialisasi hasil survei yang dilakukan pada periode 26 Oktober-26 November 2016.

ArrahmahMedia.Com

Selain melakukan survey di 6 kota, pihaknya juga melakukan pemetaan internet dan media sosial. “Secara khusus dilakukan untuk mengetahui narasi utama ekstremisme, memahami pesan-pesan kunci ekstremisme, dan mengetahui pola penyebaran pesan ekstremisme,” kata dia.

Hasil survei ini kemudian diharapkan dapat tersosialisasikan kepada aktor-aktor pemerintahan dan pimpinan organisasi kemasyarakatan di tingkat lokal, serta media massa lokal maupun nasional. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 03 Januari 2018

Buku Syekh Khatib Sambas Diterbitkan Ulang

Pontianak, ArrahmahMedia.Com

Buku fenomenal Syekh Achmad Khatib Sambas (SAKS) akan terbit ulang. Saat ini tim penulis mulai melakukan revisi, sementara permintaan sudah cukup tinggi.

Buku Syekh Khatib Sambas Diterbitkan Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Syekh Khatib Sambas Diterbitkan Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Syekh Khatib Sambas Diterbitkan Ulang

"Insyaallah kita akan terbit ulang. Sejumlah kelompok pengajian meminta agar dicetak ulang. Segera akan kita lakukan sekaligus revisi," kata salah satu penulis buku itu, Erwin Mahrus di kantornya, Selasa (23/). 

Buku Achmad Khatib Sambas terbit tahun 2002 lalu. Penerbitnya Unta Press yang diluncurkan perdana di Hotel Kapuas Palace. Pengantarnya Ketua Umum KH Said Agil Siroj, Ketua Umum PBNU.

ArrahmahMedia.Com

"Tingginya permintaan terhadap buku itu membuat saya dan Rosadi Jamani sebagai penulis untuk segera terbit ulang. Segala kekurangan dibetulkan dan ada penambahan redaksi baru," jelas Erwin yang juga Dosen STAIN Pontianak ini.

SAKS adalah putra terbaik Kalbar lahir di Sange Sambas. Hidup di awal tahun 1800-an. Dia wafat di Mekkah. Ia pendiri tariqat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang terkenal di dunia.

ArrahmahMedia.Com

"Buku beliau adalah Fathul Arifin di dalamnya memuat tata cara (tarekat) Qadiriyah wa Naqsabandiyah," papar putra Sambas ini.

Sosok SAKS sangat dikenal di sejumlah negara. Untuk Indonesia, sosok SAKS sangat dihormati di pesantren Suryalaya Tarikmalaya. Ia juga satu-satunya dari Asia Tenggara yang pernah jadi imam Masjidil Haram.

"Saat jadi imam di Makkah, banyak orang dari segala penjuru dunia belajar tariqat sama beliau. Muridnya itu membawa ajarannya ke negaranya masing-masing. Itu sebabnya, beliau banyak dikenal di sejumlah negara di dunia," urai Erwin.

Kenapa SAKS kurang dikenal di Kalbar, karena setelah ke Mekah tidak lagi kembali ke Kalbar. Walau demikian banyak muridnya yang membawa ajaran tariqat ke Kalbar. 

"Sekarang proses revisi sedang dilakukan. Bila tak ada halangan pertengahan tahun ini selesai, lalu kita cetak," kata Erwin. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Kediri, ArrahmahMedia.Com. Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Kediri, dipenuhi politisi dan kental nuasa politik. Dari para tokoh yang hadir, khususnya PKB benar-benar turun gunung. Mulai dari Ketua Umum DPP PKB hingga ranting tumplek-blek. 

Acara yang berlangsung kemarin pagi (8/1) di Masjid An-Nur Pare Kediri misalanya, selain Muhaimin, ikut juga Sekejennya, Imam Nahrowi, Imam Anshori juga tampak duduk di panggung kehormatan. 

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Bersama Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Suriyah PBNU KH Khafabih Mahrus Ali, H Syaifulloh Yusuf(Gus Ipul), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alalloh, Ketua DPW PKB Jatim, H Halim Iskandar dan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Semua tokoh  yang hadir turut memberikan sambutan, termasuk Muhaminin. Ia menyampaikan proses politik terkait dengan Pilgub Jatim. Menurutnya, saat ini sedang digodok dua tokoh Jatim yang akan maju sebagai Bacagub Jatim, yakni Gus Ipul dan Hj Khofifah. 

ArrahmahMedia.Com

“Kemarin pertemuan sudah kita lakukan. Dan dimediatori oleh Ketua PBNU," ungkap Muhaimin saat memberi sambutan pada acara itu.

Ketika itu, lanjut Muhaimin, belum ada keputusan final komposisi cagub dan wacabub, masih sebatas silaturrahim. “Pertemuan belum sampai pada final penempatan komposisi. Namun, masih  sebatas silaturahim," katanya. 

“Baru minggu depan pertemuan mungkin sudah mengarah ke komposisi. Teknisnya mungkin keduanya akan saya sediakan kamar. Kemudian ada rembukan. Kalau tidak clear biar keduanya sut saja. Siapa yang menang dan yang kalah biar legawa. Sehingga komposisi bisa ditentukan," tambahnya.

Sementara itu, Kiai Said Aqil pada kesempatan itu banyak mengupas makna jihad sesuai ajaran Ahlussunah wal Jamaah, serta amaliyah NU yang harus dilakukan oleh warga NU. Dan tentu saja, ia juga menyinggung soal suksesi kepemimpinan di Jawa Timur, dengan kelakar khas seorang mubalig. 

“Yang kami hormati Bapak Gubernur Jawa Timur Tahun 2013-2018, yakni Gus Ipul," ujar Kang Said itu disambut ger oleh ribuan warga NU yang hadir pada kesempatan itu. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terlambat, cacat permanen atau bahkan meninggal dunia dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. 

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama LKNU menghimbau kepada seluruh warga NU yang memiliki balita (usia 0-59 Bulan), untuk mendatangi POS Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN) terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016 agar mendapatkan imunisasi Polio secara gratis. 

"Vaksinasi polio dapat melindung balita dari penyakit yang mengakibatkan cacat fisik atau mental yang sulit disembuhkan," ungkap Hisyam Said Budairy, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU.

Indonesia pada tanggal 27 Maret 2014 menerima sertifikat bebas polio dari organisasi kesehatan dunia, WHO. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain pemantauan yang ketat, dan tidak ditemukannya kasus baru polio yang disebabkan virus polio asli dari negara tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

ArrahmahMedia.Com

Untuk turut mewujudkan dunia bebas polio pada 2020, direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi mengatakan pemerintah menargetkan minimal 95 persen anak di bawah 5 tahun (0–59 bulan) di seluruh Indonesia mendapat imunisasi polio melalui PIN Polio 2016. 

"Kegiatan imunisasi akan berlangsung pada 8–15 Maret 2016. PIN Polio ini bertujuan memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio," ungkapnya.

Berkaitan dengan beredarnya gambar bungkus vaksin polio di media sosial yang bertuliskan "pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi," Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan memastikan PIN Polio 2016 menggunakan vaksin tetes "Oral Polio Vaccine" produksi PT.Biofarma, dan tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.

Pada tahun 2011 lalu, PBNU melalui Lembaga Kesehatan dan Lembaga Bahtsul Masail telah melakukan kajian terhadap vaksin polio produksi Biofarma. Hasil kajian tersebut dikeluarkan dalam keputusan yang menyatakan bahwa Vaksin tetes OPV (Oral Polio Vaksin) yang diproduksi oleh PT.Biofarma hukumnya boleh digunakan untuk imunisasi. Red: Mukafi Niam

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, Sholawat, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

KH Ridwan Mujahid, Pendiri NU Asal Semarang

Mengenang kembali sosok pendiri Nahdlatul Ulama (NU) asal Semarang bernama KH Ridwan Mujahid sangat dibutuhkan. Belum banyak orang mengetahui sosoknya. KH Ridwan Mujahid berasal dari Kauman Semarang. Sebagaimana disebutkan oleh Agus Tiyanto, KH Ridwan Mujahid adalah keturunan dari kiai Lasem yang sama dengan kerabat KH Makshum dan KH Baidlawi yang bersambung nasabnya hingga Mbah Sambu. Silsilah KH Ridwan Mujahid yang didapatkan Amirul Ulum dari KH Maimun Zubair dalam buku "Muassis Nahdlatul Ulama" adalah: KH Ridwan bin KH Mujahid bin KH Baidlawi bin Kiai Abdul Lathif bin Kiai Abdul Bar bin Kiai Abdul Alim bin Sayyid Abdurrahman (Mbah Sambu Lasem). Makam KH Ridwan Mujahid berada di Pemakaman Umum Bergota (tepatnya di selatan Makam KH Sholeh Darat, satu area makam keluarga H. Abu Bakar Kauman).

Dalam buku “Kemelut di NU Antara Kiai dan Politisi” karya Abdul Basith Adnan disebutkan peran besar KH Ridwan Mujahid. Jasanya dalam membentuk organisasi ulama pesantren bersama KH M Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah tidak dapat dilupakan. Ulama yang semula berkumpul untuk membahas persoalan negeri Hijaz bernama Komite Hijaz, berubah nama dengan Nahdlatul Ulama.

KH Ridwan Mujahid, Pendiri NU Asal Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ridwan Mujahid, Pendiri NU Asal Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ridwan Mujahid, Pendiri NU Asal Semarang

Usaha mengenalkan NU di Semarang bagi KH Ridwan Mujahid awalnya tidak mudah. Namun berkat ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah yang ditinggalkan oleh KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (KH Sholeh Darat), maka NU mudah dikenal dan diikuti oleh warga Semarang. Sehingga ketika NU diresmikan pada tahun 1926, masyarakat Semarang dan sekitarnya mudah menerima dan mengakar dalam sanubari (Amirul Ulum: 2014).

KH Ridwan Mujahid adalah salah satu murid KH Sholeh Darat. Perkenalan KH Ridwan Mujahid dengan KH M Hasyim Asy’ari lebih karena keduanya merupakan murid KH Sholeh Darat saat mondok di Pesantren Darat Semarang. Maka perjuangan mendirikan NU merupakan hasil dari kerjasama para murid sesepuh ulama Nusantara semisal: KH Cholil Bangkalan, KH Sholeh Darat Semarang, KH Nawawi Banten, KH Mahfudz Termas dan ulama lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Murid KH Sholeh Darat lainnya yang berjuang menegakkan Ahlussunnal wal Jama’ah di Semarang antara lain KH Ridwan bin Mujahid, Kiai Sya’ban bin Hasan, Kiai Thahir Mangkang, Kiai Sahli Kauman, Kiai Ali Barkan, Kiai Abdullah Sajad dan lain-lain. Anasom dalam papernya “KH Saleh bin Umar dan Pondok Pesantren Darat” menyebutkan bahwa salah satu karya KH Ridwan Mujahid Semarang adalah “I’anatul ‘Awam fi Mufhimmati Syara’ Al-Islam”.

KH Ridwan Mujahid selain dikenal sebagai Kiai yang berjuang dalam pengembangan organisasi NU juga dikenal mengembangkan dakwah di Pesantren. Salah satu muridnya yang juga bersama-sama mendirikan NU adalah KH Ma’shum Ahmad Lasem Rembang. Dengan demikian semakin nyata, bahwa perjuangan keagamaan, dakwah dan pesantren menjadi semangat yang dimiliki oleh KH Ridwan Mujahid.

ArrahmahMedia.Com

Keakraban KH Ridwan Mujahid dengan para pendiri NU lainnya sudah tidak asing. KH Ridwan Mujahid bersama ulama Jawa Tengah lainnya, KHR Asnawi Kudus dan KH Kamal Hambali Kudus turut serta hadir dalam deklarasi pendirian NU pada 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926 M di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah Kertopaten Surabaya.

Di antara ulama yang hadir dalam pendirian NU di Surabaya berasal dari Semarang, Kudus, Tegal, Jombang, Sidoarjo, Pasuruhan, Bangkalan Madura, Gresik, Bangil,? Mojokerto dan Mesir. Mereka antara lain: KH Abdul Wahab Chasbullah, KH M Hasyim Asy’ari, KHR Muntaha (menantu KH Cholil Bangkalan), Kiai Mas Nawawi, KHR Asnawi, KH Kamal Hambali, KH Ridwan Mujahid, KH Muhammad Zubair Gresik, Syaikh Ahmad Ghonaim Al Mishri dan lain-lain.

Oleh para pendiri NU, KH Ridwan Mujahid diamanahi sebagai Musytasyar Syuriyah dalam struktut Pengurus NU periode pertama bersama dengan: KH Muhammad Zubair Gresik, KHR Muntaha Bangkalan Madura, KH Mas Nawawi Sidogiri, Syaikh Ahmad Ghonaim Al Mishri, KHR Asnawi Kudus dan KH Kamal Hambali Kudus. Adapun Rois Akbar dipegang oleh KH M Hasyim Asy’ari dan Katib KH Abdul Wahab Chasbullah.

Keberadaan KH Ridwan Mujahid dalam struktur NU semakin membawa daya tarik bagi masyarakat Semarang. Maka KH Ridwan Mujahid mengajak KH Abdullah dan KH Showam untuk mendirikan NU Kota Semarang. Tepat tanggal 24 April 1926, pengurus NU Cabang Kota Semarang berdiri dan dilantik oleh Katib Syuriyah KH Abdul Wahab Chasbullah yang berpusat di Surabaya. Lokasi pelantikan berada di Alun-Alun Kota Semarang yang berada di depan Masjid Agung Kauman Semarang.

Keberadaan resmi NU Cabang Semarang ini menjadi titik perjuangan para Kiai dalam mengenalkan Islam ahlussunnah wal jama’ah.Dan pergerakan NU Kota Semarang menjadi ringan karena ditopang oleh murid-murid KH Sholeh Darat yang sudah lebih dulu mengenalkan ahlussunnah wal jama’ah sebelum NU lahir dan berdiri di Semarang.

Walapun sudah dilantik dan resmi berdiri di Semarang, oleh karena NU belum memiliki gedung, maka koordinasi NU masih secara tradisional dari Masjid ke Masjid. Di antara Masjid yang sering digunakan untuk koordinasi NU adalah Masjid Nahdlatul Ulama di Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang. Zainul Milal Bizawie (2016) mencatat sejak 1916 sudah berdiri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya dan mempunyai Cabang di Semarang yang bernama Madrasah Akhul Wathan. Oleh Choirul Anam (2015) lokasi Madrasah Cabang Nahdlatul Wathan di Semarang berada di Jomblangan Kidul.

Dalam catatan Amirul Ulum disebutkan bahwa NU Kota Semarang hingga tahun 1950-an masih menempati sekretariat di rumah-rumah pengurus. Di antara tempat yang dijadikan bascamp koordinasi pengurus NU adalah di rumah KH Irhas (Ketua Syuriyah tahun 1950-an). Pada tahun 1970-an NU Semarang memiliki gedung di Jalan Sudirman dari hasil wakaf. Anasom menjelaskan, sejak 1992 hingga sekarang, NU Semarang menempati gedung di Jalan Puspogiwang Semarang.

Kematangan organisasi KH Ridwan Mujahid dalam berkhidmah kepada NU ditunjukkan dengan kesiapan Semarang sebagai tuan rumah Muktamar NU keempat. Muktamar NU keempat adalah pertama kalinya Muktamar yang digelar di luar Kota Surabaya. Dikisahkan bahwa dalam kegiatan Muktamar NU keempat ini, KH Ridwan Mujahib berperan kuat dalam mensukseskan.

Muktamar NU keempat digelar pada 12-15 Rabiuts Tsani 1348 H/17-20 September 1929 M di Hotel Arabistan Kampung Melayu Semarang. Muktamar di Semarang tergolong sukses karena dihadiri 1.450 peserta terdiri dari 350 Kiai, 900 pengawal Kiai dan 200 pengurus Tanfidziyah. Saat Muktamar keempat di Semarang sudah terdaftar: 63 Cabang (13 Jawa Barat, 27 Jawa Tengah dan 23 Cabang Surabaya dan Madura).

Penutupan Muktamar Semarang juga sangat meriah karena digelar di Alun-Alun Semarang dengan dihadiri 10.000 jama’ah. Muktamar Semarang dihadiri langsung oleh Rais Akbar KH M Hasyim Asy’ari dinilai sebagai tonggak awal perkenalan NU daerah-daerah di luar Surabaya (Choirul Anam: 2015).

Melihat sepak terjang yang tidak kenal lelah dari KH Ridwan Mujahid, maka semangat ini patut ditiru oleh para generasi muda saat ini dalam memperjuangkan NU. Termasuk belum terungkapnya kisah-kisah lain dari KH Ridwan Mujahid masih perlu diperdalam. Sehingga dibutuhkan waktu lagi untuk melacak kiprahnya dalam semangat mendirikan NU dan menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

M. Rikza Chamami, Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang dan Dosen UIN Walisongo



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Pemurnian Aqidah, PonPes ArrahmahMedia.Com

Rabu, 20 Desember 2017

PPP Pecat Zarkasih Nur, Suryadharma Ali, dan Andi Ghalib

Jakarta, ArrahmahMedia.Com
Pengurus Harian Pusat DPP PPP berencana memecat atau memberhentikan sejumlah anggota PHP DPP PPP seperti Zarkasih Nur, Suryadharma Ali, Andi Ghalib, Lukman Hakim Saefuddin, dan Emron Pangkapi karena terlibat penyelenggaraan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Kader PPP.

"Iya, rencananya begitu, dalam satu minggu ini akan ada keputusan resmi," kata Ketua Bidang Organisasi PHP DPP PPP Djuhad Mahja ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

Djuhad membenarkan bahwa rencana itu diambil setelah ada pertemuan bersama Ketua Umum PHP DPP PPP Hamzah Haz, wakil ketua umum Alimarwan Hanan, sekretaris umum Yunus Yosfiah, ketua bidang organisasi Djuhad Mahja, dan sekretaris bidang organisasi Rahman Syagaff di kantor DPP PPP Jalan Diponegoro 60 Jakarta Pusat, Selasa sore.

Djuhad mengatakan bahwa rencana itu akan dibahas dalam rapat pleno PHP DPP PPP untuk diambil keputusan resmi. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya PHP DPP PPP memang akan memberikan sanksi kepada anggota PHP DPP PPP yang tetap menyelenggarakan Silatnas PPP di Jakarta 25-27 Februari lalu, karena mereka telah diingatkan untuk menghentikan atau tidak terlibat dalam penyelenggaraan Silatnas PPP. Namun, mereka yang terancam dipecat itu tetap menyelenggarakan Silatnas.

Zarkasih, Suryadharma Ali, Andi Ghalib, dan Lukman Hakim Saefuddin menduduki jabatan di jajaran Ketua PHP DPP PPP, sedangkan Emron menjabat Wakil Sekretaris.

PHP DPP PPP telah mengeluarkan edaran yang diambil dari hasil rapat pleno PHP DPP PPP bahwa Silatnas PPP tidak murni sebagai forum silaturahmi karena mempunyai agenda tersembunyi untuk menyelenggarakan muktamar.

Silatnas PPP yang juga diselenggarakan Mensos Bachtiar Chamsyah selaku Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia), dan sejumlah sesepuh PPP seperti Buya Ismail Hasan Metareum, Aisyah Aminy, Barlianta Harahap, dan Tosari Wijaya, itu menghasilkan kesepakatan bersama antara lain minta kepada DPP PPP untuk mempercepat muktamar pada tahun 2005 ini, bukan 2007.

Dalam forum yang dihadiri sekitar 700 kader PPP di tingkat pusat dan daerah itu juga berkembang desakan agar Hamzah Haz mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi yang lebih muda.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

PPP Pecat Zarkasih Nur, Suryadharma Ali, dan Andi Ghalib (Sumber Gambar : Nu Online)
PPP Pecat Zarkasih Nur, Suryadharma Ali, dan Andi Ghalib (Sumber Gambar : Nu Online)

PPP Pecat Zarkasih Nur, Suryadharma Ali, dan Andi Ghalib

Senin, 11 Desember 2017

Suasana Haru Pelepasan Kirab Resolusi Jihad di Pesantren Krapyak

Bantul, ArrahmahMedia.Com. Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih mendadak seperti kehabisan suara. Matanya berkaca-kaca, dan segera menutup pidatonya. Tak lama kemudian, ia berjalan ke tempat duduknya. Sementara para hadirin yang menyaksikan, tampak gagal untuk tak terbawa pada suasana haru.

Kejadian tersebut berlangsung saat Wabup didaulat mengisi sambutan pada pemberangkatan Tim Kirab Resolusi Jihad NU 2016 di halaman Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Selasa (18/10) pagi.

Suasana Haru Pelepasan Kirab Resolusi Jihad di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Suasana Haru Pelepasan Kirab Resolusi Jihad di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Suasana Haru Pelepasan Kirab Resolusi Jihad di Pesantren Krapyak

Wabup sebelumya menyampaikan kesan tentang sosok santri. Mengutip ungkapan kiainya yang masih ia ingat hingga kini, Wabup mengatakan bahwa santri ibarat sejenis makhluk yang bisa hidup di segala medan dan cuaca.

"Ketika terancam punah, santri punya jalan keluar yaitu senjata bernama tawakal. Saat dalam kondisi yang paling mengenaskan, santri punya senjata bernama sabar. Dan saat berada dalam paling menyakitkan santri punya senjata yaitu ridlo terhadap qodo dan qodar dengan begitu, santri adalah juga makhluk paling berdaya dalam menghadapi situasi dan kondisi apa pun," tutur Wabup.

ArrahmahMedia.Com

Wabup hadir bersama sejumlah tokoh, di antaranya Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU M. Maksoem Mahfoedz, Anggota DPR RI Agus Sulistiyono, jajaran PWNU DIY, Pengasuh Ponpes Al-Munawwir Krapyak, serta pengasuh beberapa pesantren lainnya di DI Yogyakarta.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Rais PWNU DIY, KH Asyhari Abta mengungkapkan harapannya agar kegiatan kirab dan Peringatan Hari Santri Nasional menjadikan syiar NU makin berkembang.

Kepada peserta kirab, ia berpesan agar memikirkan apa yang bisa ? diberikan untuk NU, bukan apa yang bisa didapatkan dari NU. Pengabdian melalui NU dapat dilakukan melalui bidang kemampuan masing-masing. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Desakan sejumlah kelompok agar NU mau melakukan rekonsiliasi dengan mantan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dan keturunannya dinilai tidak relevan. NU selama ini tidak menyimpan dendam dan usaha rekonsiliasi sudah dipraktikan kiai-kiai NU sejak dulu dengan penuh kesadaran.

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekonsiliasi NU-PKI Sudah Lama Terjadi

Demikian pandangan sejarawan NU Agus Sunyoto di sela acara Tahlil dan Doa Bersama untuk Para Kiai dan Santri Korban Kekejaman PKI Tahun 1948-1965 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (1/10) malam. Turut berbicara dalam forum ini, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan sejumlah aktivis senior NU, seperti Khalid Mawardi, Baidlawi Adnan, dan Abdullah Syarwani.

Agus menyatakan, fakta itu bisa ditelusuri setelah maraknya janda-janda dan anak-anak yatim dari keluarga PKI akibat Operasi Trisula di Blitar, Jawa Timur. Kiai-kiai NU secara bijak mengambil anak tanpa ayah itu untuk dipesantrenkan, disekolahkan, dan dibesarkan.

ArrahmahMedia.Com

“Anak-anak inilah yang akhirnya, karena walinya atas nama kiai-kiai tadi, ya mereka bisa jadi pegawai negeri, di departemen agama, di mana-mana,” imbuhnya.

Rekonsiliasi, demikian Agus, juga bisa ditemukan di Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang saat itu seratus persen warganya anggota PKI. Karena trauma, penduduknya tak menerima ormas apapun masuk ke desa itu. Namun, KH Ishom Hadziq justru berhasil mengikat persaudaraan dengan membentuk ranting NU Trisulo dan ranting Ansor Trisulo pada tahun 1997.

ArrahmahMedia.Com

Penulis buku Banser Berjihad Menumpas PKI ini merasa janggal ketika sejumlah media mendorong rekonsiliasi, sebuah ajakan yang sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. “Itu fakta. Jadi nggak usah ngomong rekonsiliasi. Yang dilakukan para kiai sudah seperti itu,” tegasnya.

Agus menduga ada kepentingan pihak ketiga yang sedang menunggangi tuntutan ini, termasuk upaya pembelokkan sejarah kekejaman PKI. “Kalau ada yang seperti ini mereka (keluarga PKI, red.) pasti ketakutan. Karena setting ini pasti bukan keinginan dari anak-anak PKI itu. Pasti ada pihak lain.”

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 14 November 2017

Kiai Said Aqil dan Khofifah Hadiri Haul Ke-45 Mbah Wahab

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Peringatan haul KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) yang ke-45 akan dihadiri sejumlah tokoh penting. Diantaranya yang sudah dapat dipastikan oleh panitia adalah Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Kepastian ini disampaikan panitia haul, KH Iid Wahiduddin Najib. "Insyaallah, baik Kiai Said Aqil Siroj dan Ibu Khofifah Indar Parawansa hadir," katanya, Sabtu (13/8). Bahkan Mensos berkenan memberikan bingkisan secara simbolis sebelum memberikan mauidhah hasanah, lanjutnya.

Kiai Said Aqil dan Khofifah Hadiri Haul Ke-45 Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Aqil dan Khofifah Hadiri Haul Ke-45 Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Aqil dan Khofifah Hadiri Haul Ke-45 Mbah Wahab

Disampikan Gus Iid, sapaan akrabnya, bahwa khusus pagi ini diselenggarakan sejumlah kegiatan. "Pertama adalah khatmil Quran di dalem kasepuhan," ungkapnya. Kemudian diserahkan juga bantuan paket sembako kepada ratusan usia lanjut pra sejahtera yang berada di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang.

Sedangkan sore hari akan dilakukan tahlilan dan nyekar ke pesarean (Mbah Wahab) yang berada di utara PPBU. "Kegiatan ini diikuti para dzsurriyah atau keluarga Mbah Wahab serta sejumlah santri," kata Wakil Ketua 1 di Yayasan PPBU ini.

ArrahmahMedia.Com

Dan puncaknya adalah pengajian umum yang akan dilangsungkan di halaman pesantren setempat. "Sebelum Ibu Khofifah menyampaikan mauidhah, beliau akan menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako dan dilanjutkan juga dengan ceramah oleh Kiai Said Aqil Siroj," katanya.

Lebih detil, Gus Iid menyampaikan bahwa untuk tema haul kali ini adalah memperkokoh hubbul wathan minal iman. "Kami rasa, saat ini rasa nasionalisme harus terus dikukuhkan di hati sanubari warga bangsa," ungkapnya.

"Di tengah ancaman ideologi dan berbagai tantangan bagi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, juga bermasyarakat, maka meneguhkan rasa cinta tanah air sangat mendesak untuk terus didengungkan," terangnya.

Dengan tema tersebut diharapkan para hadirin dan siapa saja yang mendengarkan penjelasan ceramah dari Khofifah Indar Parawansa dan KH Said Aqil Siroj akan semakin memiliki semangat patriotisme. "Ini penting bagi kelangsungan kehidupan berbangsa kita," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Senin, 06 November 2017

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Muktamar Ke-33 NU secara resmi diluncurkan hari Sabtu pada 14 Maret di Surabaya. Peluncuran muktamar pekan depan itu sekaligus mengawali rangkaian agenda-agenda pra-muktamar NU yang akan diadakan di sejumlah daerah.

“Panitia pusat dan panitia lokal setuju meluncurkan Muktamar Ke-33 NU pada pekan depan di Surabaya,” ujar Ketua panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Peluncuran ini sekaligus menyempurnakan persiapan panitia dan kesiapan lokasi muktamar di empat pesantren di Jombang. Panitia juga sudah membuat jadwal diskusi pemantapan materi yang akan dibahas di forum muktamar.

ArrahmahMedia.Com

“Alhamdulillah, dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU sudah muttafaq alaih menyeleksi 349 logo yang masuk ke meja panitia. Mereka lalu menetapkan sebuah logo karya Zamzami Almakki yang dinilai mewakili semangat muktamar NU kali ini,” kata H Imam yang menyebut H Slamet sebagai anggota dewan juri sayembara logo muktamar NU. (Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, Sunnah, Warta ArrahmahMedia.Com

Jumat, 03 November 2017

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Forum konferensi Pagar Nusa di GOR pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Ahad (30/11), mengamanahkan Solahul Am Notobuwono untuk memimpin Pagar Nusa Jombang 2014-2019. Selepas terpilih, a bertekad mengarahkan institusinya pada sejumlah program eksternal dan internal.

Dalam sambutannya, ia menyebutkan antara lain penerapan kembali kurikulum pendidikan pendekar nahdliyin. “Sesuai intruksi pimpinan pusat, seluruh institusi Pagar Nusa harus merevitalisasi kurikulum pendidikan di kita,” jelasnya.

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang

Ia juga menyerukan agar setiap pendekar Pagar Nusa melakukan pendampingan sosial kemasyarakatan di samping pengamanan pesantren dan kiai sebagai basis NU.

ArrahmahMedia.Com

“Pagar Nusa sebagai garda terdepan benteng pengamanan jam’iyah nahdliyin dan NKRI, juga tidak boleh melupakan pesantren. Ini merupakan rekomendasi dari pusat ke daerah,” ungkapnya.

Sementara Wakil Sekretaris PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal, mendorong Pagar Nusa untuk menguatkan kelembagaan menghadapi tantangan yang makin kompleks.  

“Sebagaimana NU yang saat ini terus memperkuat perangkat kelembagaannya, Pagar Nusa sebagai bagian dari NU juga harus demikian,” kata Rijal. (Muslim Abdurrahman-Romza/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 29 Oktober 2017

Kiai Said: Jika Ada Atribut NU, Saya Pastikan Itu Bukan Warga NU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) konsisten melarang warga NU untuk ikut aksi 4 November. Imbauan ini sebelumnya dilontarkan PBNU pada demo pertama 14 Oktober 2016 lalu terkait isu Basuki Tjahaja Purnama yang telah mengarah pada potensi perpecahan umat.

Kiai Said: Jika Ada Atribut NU, Saya Pastikan Itu Bukan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Jika Ada Atribut NU, Saya Pastikan Itu Bukan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Jika Ada Atribut NU, Saya Pastikan Itu Bukan Warga NU

“PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan seruan moral terkait aksi 4 November, Jumat (28/10) lalu di PBNU Jakarta.

“Semua warga NU saya larang untuk mengikuti aksi 4 November. Jika ada yang membawa atribut NU, saya pastikan itu bukan NU. Karena NU sudah melarang,” tambah Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

Namun, sebagai sebuah wadah aspirasi, Kiai Said sama sekali tidak melarang aksi tersebut asal dilaksanakan secara tidak anarkis dan mengumbar orasi-orasi yang dapat memicu perpecahan.?

ArrahmahMedia.Com

“Demonya tidak masalah, tetapi masyarakat dan pendemo jangan sampai terprovokasi,” jelasnya.

Terprovokasi yang Kiai Said maksud adalah umat Islam harus mewaspadai kelompok-kelompok yang berupaya memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah keutuhan bangsa. Apalagi PBNU sendiri terus mendorong proses hukum dilaksanakan.

ArrahmahMedia.Com

Meskipun melarang seluruh warga NU untuk mengikuti aksi, PBNU menyeru kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman, dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan.

“Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI,” seru Kiai Said. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Doa, Hikmah, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Senin, 04 September 2017

Enam Hal Yang Sering Diabaikan Dalam Shalat

Ada enam hal hal sering diabaikan oleh seseorang ketika shalat. Karena keenam hal tersebut tidak termasuk rukun dan syarat shalat, yang memang tidak mempengaruhi sah-tidaknya shalat. Namun jika diperhatikan hal tersebut akan menjadikan shalat lebih bernilai dari pada sekedar tuntutan syariah belaka.

Pertama adalah semangat atau gairah menjalankan shalat ketika waktu telah tiba. Karena sejatinya Allah swt. tidak senang jika hambanya bermalas-malasan, apalagi bermalas-malasan dalam mengerjakan shalat. Sebagaimana firmanNya;

? ? ? ? ? ?

Allah swt sebagai Tuhan Penguasa Alam, Pemilik Jagad Raya seisinya, Pemberi Rahmat atas segala kehidupan di dunia, sangat berkuasa dan berhak untuk memanggil siapapun, kapanpun dan dimanapun juga. Namun demikian, Allah swt hanya memanggil hambanya yang muslim melalui shalat lima kali dalam sehari. Maka, wajar jika Allah swt melaknat hambanya yang acuh tak-acuh dan tidak menghiraukan panggilanNya. Seperti halnya orang tua yang merasa jengkel kepada anaknya, jikalau anak itu tidak mengindahkan panggilannya. Tetapi Allah swt akan mengapresiasi siapapun hamba yang segera merespon panggilan Nya.

Enam Hal Yang Sering Diabaikan Dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Hal Yang Sering Diabaikan Dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Hal Yang Sering Diabaikan Dalam Shalat

Kedua, untuk beberapa waktu sementara, hendaknya ketika shalat seseorang mengosongkan hati dari berbagai kesibukan keduniawian (faraghi qalbin). Karena shalat merupakan ruang perjumpaan hamda dengan Allah swt. Sudah seharusnya seorang hamba membawa serta hati dan kesadarannya menghadap Sang Tuhan Yang Maha Kuasa, dan beberapa saat meninggalkan urusan dunianya.

Jika diangan-angan, sesungguhnya perbandingan waktu 24 jam yang diberikan Allah swt. kepada manusia dalam sehari dan 5 menit kali lima kali sebagai waktu yang dihabiskan untuk shalat sangatlah kecil. Namun demikian kebanyakan manusia merasakan yang lima menit ini sangatlah berat sekali. naudzubillahi mindzalik.

Ketiga, khusyu , tempatnya di dalam hati. khusyu bisa diterangkan dengan meniadakan berbagai hal yang tidak berhubungan dengan shalat. Bahkan khusyu juga diartikan dengan menghadirkan segenap rasa dan jiwa kehadirat Allah swt. meskipun tidak termasuk syarat syah shalat, khusyu dalam shalat adalah wajib walaupun hanya sekedar takbiratul ihram.

ArrahmahMedia.Com

Dengan demikian berpikir segala macam keduniawiyan dalam shalat sangat dilarang. Andaikan terpikirkan oleh seorang hamba dalam shalatnya berbagai macam hal keakhirtan seperti surga dan neraka maka yang demikian itu adalah makruh. Begitu pula jika seseorang dalam shalatnya hanya disibukkan oleh masalah fiqih yang menggelayuti dalam pikirannya ketika shalat, hukumnya makruh. Karena berbagai macam kesibukan pikiran ini (neraka, surga, fiqih dan keduniawiyahan) menghalangi posisi hamba denganAllah swt.

Keempat. mengangan-angan makna (tadabburi qiratin wa dzikrin) bacaan shalat secara global sebagai cermin dari kekhusyuan dalam shalat. Artinya, seorang yang shalat hendaknya mengerti makna inti dari apa yang dibaca dalam shalat. Terutama dalam dzikir, minimal seorang hamba mengerti bahwa bacaan tasbih dan tahmid itu bertujuan mengagungkan Allah swt. Hal ini menjadi penting karena menurut as-Syinwani dzikir itu dapat menarik pahala, jikalau mengerti makananya, kecuali bacaan al-Quran dan shalawat. Sekalipun tidak mengerti arti kedua bacaan itu (al-Quran dan Shalawat) tetap mendapatkan pahala.

Kelima, selalu mengarahkan pandangan ke arah sujud (wa idamatu nadhari mahalli sujudihi) walaupun shalat di depan kabah, dan meskipun orang itu buta atau shalat dalam keadaan gelap gulita. Karena hal ini akan menghantarkan hamba pada keskhusyuan. Begitu pula dalam shalat janazah, hendaknya tetap mengarahkan pandangan pada tempat sujud fan tidak menghadapkan pandangan kepada mayyit.

Keenam, adalah berdzikir dan berdoa setelah sholat secara lirih (zdikrun wa duaun sirran aqibaha), dan diperbolehkan secara lantang jika dilakukan untuk mengajari orang lain baik secara berjamaaah maupun sendiri-sendiri. (Adapun mengenai bacaan dzikir dan doa setelah shalat telah diterangkan lebih dulu dalam rubrik ini dengan judul Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat).

ArrahmahMedia.Com

Itulah keenam hal yang serigkali diabaikan dalam shalat walaupun keenam ini sebenarnya merupakan kesunnahan di luar tehnik shalat. Demikian keterangan ini diambil dan disarikan dari Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadiin. Wallahu alam bis shawab, (ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock