Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com - Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jayanti Putri Permatasari, meraih Juara II pada ajang English Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Sabtu 6 Mei 2017 kemarin. Jayanti Putri berhasil masuk babak final bersama enam mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Awalnya ia tidak berharap dan menyangka bahwa esei yang ia tulis masuk babak final. Selain itu, ia satu-satunya wakil dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

"Sayakan wakil UNU satu-satunya, dan harus melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, mungkin se-Indonesia. Jadinya saya tidak berharap menang," kata Putri kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa, (9/5).

ArrahmahMedia.Com

Eseinya berjudul Reflecting Cirebon Local Wisdom Through "Memitu" Tradition, ternyata berhasil menarik perhatian juri saat presentasi. Judul tersebut menjelaskan tentang keunikan proses upacara adat dengan pelbagai macam alasan dan filosofinya.

Selain itu, esei itu juga berisi strategi pelestarian upacara itu dengan sistem LLT (love, learn and teach). Artinya, generasi muda harus mencintai kemudian mempelajari dan mengajarkan berbagai hal mengenai Memitu.

ArrahmahMedia.Com

Memitu merupakan upacara adat menyambut kedatangan bayi yang akan dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hadits ArrahmahMedia.Com

Selasa, 20 Februari 2018

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang

Bandarlampung, ArrahmahMedia.Com. Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, Prof Aom Karomani mengatakan bahwa rencana pemberlakuan sekolah 5 hari perlu di kaji ulang. Kajian itu tidak hanya dilihat dari sisi Peraturan Pemerintah maupun Undang-Undang ASN. Namun menurutnya perlu kajian dari banyak aspek terkait.

"Ya bukan hanya, mesti dikaji dari sisi UU ASN tapi dari sisi UU lain tentang sistem pendidikan Nasional misalnya. Belum lagi harus ditelaah dari sisi historis dan sosiologis masyarakat. Bagaimana dampak kebijakan tersebut pada institusi madrasah," katanya, Rabu (14/6).

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Aom Karomani: Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang

Bagaimanapun menurutnya penerapan sistem 5 hari sekolah perlu dikaji ulang lagi dan pemerintah harus memperhatikan masukan dari berbagai pihak agar tidak terjadi gejolak dimasyarakat.

"Apalagi ada info yang mengatakan pelajaran agama akan dihilangkan, jika sistem ini nantinya diberlakukan. Ini sudah tidak benar lagi," tegasnya.

Sekedar diketahui, setelah mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan, akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan akan mengkaji ulang kebijakan sekolah 5 hari (Senin-Jumat) dengan sistem 8 jam belajar sehari pada tahun ajaran baru, Juli 2017.

ArrahmahMedia.Com

Pernyataan ini disampaikan Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setelah dipanggil Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/6) sebagaimana dilansir beberpa media.

Kebijakan yang sudah diwujudkan dalam bentuk Peraturan Menteri Nomor 23 tahun 2017 tertanggal 12 Juni 2017 akan dibenahi termasuk Petunjuk Teknis (Juknis) yang belum dibuat.

ArrahmahMedia.Com

"Pasti akan kita benahi toh. Inikan juknis (petunjuk teknis) juga belum di susun," katanya.

Muhajir mengatakan bahwa sebetulnya kebijakan sekolah 5 hari dibuat untuk meringankan beban kerja para guru. Ia menilai upaya ini sejalan Peraturan Pemerintah No.53/2010 tentang Disiplin PNS. (Muhammad Faizin /Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Warta ArrahmahMedia.Com

Senin, 12 Februari 2018

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara memeriahkan Lebaran Ketupat dengan Karnaval Pesta Syawalan (KPS) dilaksanakan Senin (04/8) pagi.?

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval IPNU-IPPNU Meriahkan Lebaran Ketupat

Kegiatan yang diikuti 6 tim, 5 IPNU-IPPNU Ranting dan 1 Remaja Masjid start dari pendopo kecamatan Kalinyamatan dan finish gedung MWCNU Kalinyamatan.?

Ahmad Alimul Hasan, ketua panitia menyatakan kegiatan bertujuan melestarikan budaya Islam di Indonesia. Disamping itu, Hasan menyampaikan sebagai wahana silaturrahim sesama Muslim, utamanya IPNU-IPPNU.?

“Momen ini menjadi wahana silaturrahim IPNU-IPPNU baik Ranting, PAC dan PC. Juga dengan sesama banom NU di kecamatan Kalinyamatan,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Dari silaturrahim tersebut kegiatan juga menjadi nuansa baru sekaligus hiburan positif baik untuk kader IPNU-IPPNU maupun khalayak luas.?

ArrahmahMedia.Com

Ketua PAC IPNU Kalinyamatan, Rifqi Septian Prayogo menambahkan kegiatan untuk melestarikan program kerja. Rifqi menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung Pelajar Hijau Peduli Palestina—pihaknya mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian IPNU-IPPNU terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.?

Hal senada disampaikan Nur Faizin. Salah satu dewan juri tersebut menilai kegiatan menjadi menarik karena sesuai dengan kondisi kekinian.?

“Ini adalah bentuk kepedulian pelajar NU terhadap bencana yang terjadi di Palestina,” paparnya.?

Setelah proses penjurian yang diketuai Muhammad Khoironi memutuskan Juara I diraih PR IPNU-IPPNU Sendang dengan 7.445 disusul PR Kriyan dengan nilai 7.353 dan juara III PR Banyuputih dengan skor 7.155. Juara mendapat piala dan bingkisan dari panitia. (syaiful mustaqim/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tokoh, Warta ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU

Lombok Tengah, ArrahmahMedia.Com

Guyuran hujan di pagi hari mewarnai Pawai Hari Lahir Ke-91 Nahdlatul Ulama di Bincingah Adi Guna Alun-Alun Tastura Praya Lombok Tengah, Rabu (1/2). Ribuan santri yang mengkuti pawai tersebut tidak menyerah dan tetap bertahan meskipun hujan mendera di tengah-tengahnya.

Bupati Lombok Tengah TGH Suhaili Fadil Tohir mengajak agar warga NU senantiasai istiqamah dalam memperjuangkan nilai-nilai ke-NU-an. "Kita sebagai warga Nahdliyin harus tetap istiqamah," seru Mustasyar PCNU Lombok Tengah ini.

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Lombok Tengah Lepas Tim Pawai Harlah NU

Dia pun berpesan kepada santri agar mengikuti acara sampai akhir. Karena di pengujung acara pawai akan ada pengumuman bagi peserta terbaik dan mendapat hadiah berupa uang pembinaan senilai 10 juta serta ratusan hadiah menarik lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, Ketua PWNU NTB TGH. A. Taqiuddin Mansur mengingatkan bahwa NU di Lombok Tengah menjadi contoh bagi NU di Nusa Tenggara Barat. "Oleh karena itu, mari kita tetap jaga agar Lombok Tengah menjadi ikon bagi NU di Nusa Tenggara Barat," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain bupati, segenap kepala dinas termasuk kepala departemen agama Lombok Tengah juga tampak hadir. Turut serta dalam pawai kali ini ribuan santri perwakilan setiap pesantren dan madrasah di bawah naungan LP Maarif Lombok Tengah. (Samsul Hadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

ArrahmahMedia.Com

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

ArrahmahMedia.Com

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Aswaja, Warta ArrahmahMedia.Com

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Bandung, ArrahmahMedia.Com - H Eman Suryaman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menyatakan bahwa teror bom seperti ini sudah biasa terjadi. Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan yang dimaklumi. Sebab menurut Eman Suryaman, aksi terorisme itu bukan saja merugikan nyawa manusia, melainkan juga merugikan perekonomian, lingkungan dan beban psikologis yang berat bagi keluarga korban, termasuk merusak sendi-sendi bangunan sosial-kemasyarakatan.

“Pemerintah dalam hal ini harus segera bertindak untuk lebih waspada. Baru saja kami kemarin (Rabu, 13 Januari 2016) berkoordinasi dengan kepolisian Kapolda Jawa Barat di Bandung membicarakan potensi-potensi gerakan radikal di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Tiba-tiba hari ini aksi terorisme sudah terjadi. Kami menyayangkan hal tersebut, turut berduka pada keluarga korban, dan menyerukan kepada kepolisian, militer dan organisasi sosial kemasyarakatan untuk segera merapatkan barisan guna menanggulangi teorisme,” katanya dalam release yang dikirimkan ke ArrahmahMedia.Com.

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Minta Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya, terorisme ini bisa merajalela jika tidak dicegah secara bersama-sama. Sebagai problem masyarakat, problem semua ajaran agama, terorisme harus ditanggulangi sebelum terus melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang. Memerosotkan sendi-sendi kebangsaan dan sendi-sendi kenegaraan.

Khusus untuk Wilayah Jawa Barat, PWNU menghimbau agar pihak kepolisian lebih tanggap, lebih cermat dan lebih serius menanggulangi aksi-aksi teror ini. “Pak Gubernur Jawa Barat saya harapkan lebih serius memimpin penanggulangan aksi teror ini. Sebab jika tidak, Jawa Barat bisa menjadi ajang permainan-permainan politik garis ekstrem yang akan merusak sosial-politik di Jawa Barat.”

ArrahmahMedia.Com

Dinilainya selama ini Jawa Barat sangat lapang bagi masuknya paham ekstremis Islam dan sampai pada faktanya Jawa Barat menjadi provinsi yang intoleran.?

ArrahmahMedia.Com

“Pak Gubernur Ahmad Heryawan pasti memperhatikan hal tersebut dan yang lebih penting lagi adalah melakukan tindakan yang cepat dan tanggap. Jangan lambat karena dari PWNU Jawa Barat dan PBNU juga mendapatkan banyak informasi gerakan-gerakan Islam radikal alumni Timur-tengah yang berafiliasi ke ISIS mulai kembali ke tanah Air,” imbuhnya.

Yang lebih mengerikan lagi, banyak alumni Timur-Tengah yang berasal dari Jawa Barat dan sudah kembali ke Jawa Barat, dan juga sebagian lagi yang bukan berasal dari Jawa Barat juga beroperasi di Jawa Barat.?

“Data-data di PBNU terus mengalami perkembangan, dan kami berharap dari pihak pemerintah, intelijen, kepolisian dan LSM bisa memberikan masukan-masukan kepada PBNU atau PWNU di seluruh Indonesia. Terlepas apakah tindakan bom tersebut terkait dengan ISIS atau tidak, yang jelas, alumni-alumni Timur Tengah yang sekarang sudah menjadi bagian dari kelompok ekstremis itu akan sangat membahayakan bagi masyarakat,” tuturnya.

Kepada internal pengurus Nahdlatul Ulama se Jawa Barat ia mengharapkan mereka untuk segera konsolidasi internal di masing-masing kepengurusan dari tingkat Pengurus Cabang hingga tingkat ranting. Selain koordinasi dengan sesama pengurus internal, juga harus segera menjalin hubungan dengan organisasi lain, seperti Muhammadiyah, Persatuan Islam, dan organisasi-organisasi lintas agama.?

Hal tersebut harus dilakukan karena masalah terorisme ini bukan semata masalah politik, melainkan sebuah bencana yang kapan saja di mana saja bisa menimpa masyarakat.

“Semoga Allah Swt melindungi kita semua. Dan bangsa ini bisa selamat dari bencana terorisme. Tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Tidak ada agama yang menganjurkan kekerasan apalagi bunuh diri, terlebih membunuh nyawa yang tidak berdosa.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Sumenep, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meneguhkan wasiat salah seorang pendiri yang juga mustasyar pertama NU, KH Raden Asnawi Kudus.

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Ingatkan KH Raden Asnawi Kudus

Demikian ditegaskan Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen pada pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Kota di Masjid Raudlatur Rahman, Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Sumenep, Selasa (5/1) malam. Pelantikan ini juga dikemas dengan tasyakuran Maulid Nabi.

"Bercerminlah pada kaca benggala, wajahmu bagus atau tidak. Ketika kamu melihat ada orang salah, kamu menyalahkan (dan) menjelekkan. (seharusnya) kamu malu mengaku jempolan, (padahal) mengajimu kurang fasih dan amburadul," kata M Muhri Zaen menirukan wasiat KH Raden Asnawi Kudus.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Sumenep Hanto Sudarto menyatakan sangat berterima kasih kepada PC GP Ansor Sumenep. Menurutnya, wasiat KH Raden Asnawi Kudus menjadi cambuk baginya untuk selalu berbenah diri sebelum membenahi orang lain.

"Wasiat tersebut bisa dianalogikan supaya kita tidak seperti lilin, menerangi sekitar tapi dirinya terbakar," terangnya. (Hairul Anam/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Ulama, Warta ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Kang Said: Kembangkan Pemahaman Agama

Rembang, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj mengajak warga NU mengembangkan peradaban, intelektualitas, budaya, harkat hidup dan pola pikir yang bernafaskan pemahaman agama. Karena ini menjadi misi utama NU dalam membawa ilmu pengetahuan, peradaban dan kemanusiaan.

Kang Said: Kembangkan Pemahaman Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kembangkan Pemahaman Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kembangkan Pemahaman Agama

“Tidak semua umat NU menjadi aktifis di luar rumah seperti menjadi seorang politisi atau PNS tetapi harus ada yang diam, anteng di rumah untuk mendalami, memperluas pemahaman agama (liyatafaqqohu fiddiin),” ujarnya saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jawa Tengah di Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Sabtu (30/3) malam.

Kang Said menjelaskan Islam bukan hanya membawa doktrin aqidah, rukun iman, syariat ? melainkan juga membawa ilmu pengetahuan, peradaban, dan kemanusiaan.?

ArrahmahMedia.Com

“Bagi warga NU masalah aqidah dan syariat sudah tidak ada lagi perbedaan, namun yang menjadi misi utama NU hingga kini adalah bagaimana Nahdliyin bisa menjadi pintar, intelek, berpendidikan dan semuanya menjadi ulama,” tandasnya.?

ArrahmahMedia.Com

Ia menandaskan pemahaman agama harus dikembangkan yang kontekstual sesuai tantangan dan kebutuhan sekarang. “Meski kita (santri, kiai) masih menerjemahkan kitab salaf dengan bahasa jawa utawi, iki-iku namun harus sudah menggunakan alat canggih laptop,”ucapnya berseloroh.

Berbicara ilmu peradaban, terang dia, tidak hanya memperoleh ilmu agama di pesantren. Tetapi perangkat-perangkat modern harus dikuasai untuk mendukung pemahaman belajar ilmu agama.

“Ini semua sebagai upaya memperluas ilmu pengetahuan termasuk juga sistem belajar, diskusi, ? bermusyawarah diperbaharui sehingga otak kita menjadi cerdas sesuai perintah Allah, liyatafaqqohu fiddin,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak warga NU mengembangkan misi dakwahnya tidak hanya di lingkungan pesantren saja tapi harus diperluas ke tempat lain.

Begitu juga, kata dia, Nahdliyin bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan misi dakwah.?

“Manfaatkan media jejaring sosial seperti facebook atau twitter untuk berdakwah,” pinta Kang Said.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Ulama ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara

Oleh Irwan Masduqi



Jargon-jargon Khilafah Islamiyah semakin berkumandang sekeras pekikan takbir para demonstran. Dari DI TII/NII hingga era ISIS dan HTI, seruan itu terus menjadi-jadi. Dalam pandangan mereka, berislam haruslah kaffah, menyeluruh. Kaffah tidak hanya dalam beribadah, namun juga dalam berpolitik. Umat Islam harus kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dengan mengikuti seluruh ucapan Nabi, perilakunya, dan kebijakan-kebijakan politiknya sesuai dengan bunyi teksnya. Indonesia zaman now harus diubah seluruh sistemnya agar selaras dengan bunyi teks hadits-hadits Nabi di zaman old. Khilafah Islamiyyah harus ditegakkan. 

Pemahaman yang sempit ini sangat membahayakan keberlangsungan negara Indonesia. Oleh karena itu, sebaiknya direnungkan kembali dan diluruskan.

Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Santri NU Meneladani Rasulullah dalam Bernegara

Santri NU senantiasa mempelajari kekayaan khazanah keilmuan Islam yang di antaranya adalah kitab-kitab Fiqh. Dalam kitab fiqh terdapat bab Imamah yang membahas tentang kepemimpinan dan politik Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyyah yang mirip dengan ideologi HTI. 

Tetapi mengapa santri NU memiliki sikap yang unik yaitu tidak mempropagandakan penegakan Khilafah Islamiyah, sementara di seberang sana HTI sangat vokal menyuarakan penegakan Khilafah Islamiyah secara tekstual? 

ArrahmahMedia.Com

Berbeda dengan HTI dalam memahami sistem Khilafah, santri tidak terjebak pada pemahaman yang tekstual. Santri tidak taqlid buta dan tidak fanatik pada bunyi teks. Akan tetapi santri memahami sistem Khilafah dan sumber haditsnya secara manhaji, yakni pemahaman yang berdasarkan pada metode-metode ilmu Ushul Fiqh. Dengan pendekatan metodologis ini, maka santri mampu menyelaraskan antara keislaman dan keindonesiaan.

Dalam literatur ilmu ushul fiqh, Nabi Muhammad SAW dipandang memiliki beragam kapasitas. Selain sebagai Rasulullah, beliau juga orang Arab yang lekat dengan budaya Arabnya, penggembala, pedagang, sekaligus seorang pemimpin negara. Umat Islam harus jeli membedakan beragam kapasitas Nabi Muhammad SAW tersebut agar tidak salah kaprah dalam mengikuti ajarannya. 

Terkait dengan masalah ini, para ulama ushul era klasik dan pertengahan seperti Abi Muhammad Ibnu Qutaybah al-Daynuri (w. 276 H) dalam kitabnya Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits, Al-Qadhi ‘Iyyadh (w. 544 H) dalam kitab Al-Syifa bi Ta’rifi Huquq al-Mushthafa, Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam kitab I’lam al-Muwaqi’in, dan Sihabuddin al-Qarafi (w. 684 H) dalam kitab Al-Furuq, telah menerangkannya secara terang benderang.

Ucapan dan tindakan Muhammad SAW selaku Rasulullah adalah bagian dari syariat yang mengikat seluruh umat Islam. Shalat, puasa, zakat, haji yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW harus diiukti oleh umat secara umum yang mampu melaksanakannya. 

ArrahmahMedia.Com

Akan tetapi, tata cara Nabi berpakaian jubah dan naik onta adalah bagian dari ciri khas Nabi sebagai orang Arab yang tidak diperintahkan untuk ditiru. Orang Indonesia boleh naik Honda dan boleh berpakaian sesuai adat masing-masing daerah asalkan menutupi aurat.

Kemudian kebijakan-kebijakan Nabi SAW sebagai kepala negara dalam meletakkan sistem politik (nidham siyasi), aturan-aturan negara, strategi perang dan seterusnya adalah bagian dari ijtihad politik yang barangkali hanya relevan untuk kondisi dan situasi pada saat itu. Para ulama ushul fiqh mengkategorikan kebijakan-kebijakan Muhammad SAW dalam politik dengan istilah “siyasah juz’iyyah” atau politik partikular yang bersifat temporal (muaqqat). 

Dengan mempertimbangkan hal itu, maka umat Islam di Indonesia saat ini diperbolehkan berijtihad menentukan arah kebijakan politiknya sesuai dengan tantangan-tantangan kebangsaan yang sedang dihadapi. 

Kesimpulannya, meneladani Muhammad SAW tidak harus secara tekstual sebagaimana bunyi sebuah hadits yang berkaitan dengan politik. Meneladani Rasulullah Saw tidak harus melalui sistem khilafah Islamiyyah. 

Yang paling utama, umat Muslimin di Indonesia harus bekerja sama dalam mewujudkan kemaslahatan umum, keadilan, kemerdekaan, kesetaraan, dan kesejahteraan yang dilandasi keimanan kepada Allah swt. Meneladani Rasulullah SAW dalam bernegara secara tekstual tanpa melihat konteks keindonesiaan justru akan memberatkan umat dan bertentangan dengan nilai Islam yang merahmati serta memudahkan urusan umat. Wallahu a’lam bi shawab.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta ArrahmahMedia.Com

Selasa, 09 Januari 2018

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

Wageningen, ArrahmahMedia.Com

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Belanda menyelenggarakan seminar tentang “Halal Certification: Promoting Sustainability and Fairness in Halal Concept” di Wageningen University & Research, 23 Agustus 2017.

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Harap PCINU Belanda Kembangkan Sertifikasi Halal di Eropa

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Wageningen, Wageningen University & Research, dan didukung oleh Atdikbud KBRI Den Haag ini menghadirkan Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama (keynote speaker).

“Seminar ini dimaksudkan untuk mendiskusikan perkembangan sertifikasi halal di Indonesia dan di dunia secara umum,” ujar Rais Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim. Karena itu, seminar ini mengahdirkan pembicara dari berbagai lintas disipilin ilmu, agama, pangan, hukum, dan praktisi halal di Eropa.

ArrahmahMedia.Com

KH Ma’ruf Amin dalam ceramahnya menyampaikan materi tentang “The root of halalan tayyiban concept in Islamic tradition and its contextualisation in the modern world.”

Ia memulai dengan penjelasan tentang sejarah berdirinya lembaga sertifikasi halal di Indonesia yang dimulai sejak 1985. Ketika itu, menurutnya, terjadi keresahan di kalangan Muslim atas isu tercampurnya lemak babi dalam susu. Atas dasar ini, MUI kemudian melakukan sertifikasi halal terhadap makanan obat-obatan, dan kosmetik.

ArrahmahMedia.Com

KH Ma’ruf Amin menambahkan bahwa sertifikasi halal MUI tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi di beberapa negara di Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Selain itu, MUI memberi pengakuan terhadap lembaga-lembaga halal di dunia. Tidak kurang dari 50 lembaga halal di dunia memperoleh pengakuan dari MUI.

Sistem halal yang diterapkan MUI mengikuti paham yang paling ketat. Hal ini, menurutnya, didasarkan pada kaidah “halal itu jelas, haram itu jelas. Di antara itu, ada yang abu-abu (syubhat). Ia mencontohkan tentang perbedaan pendapat tentang status kehalalan binatang yang disembelih oleh non-Muslim.

Dalam kasus seperti ini, maka jelas bahwa MUI menganut pendapat yang lebih ketat dan hati-hati, yaitu mengharamkan.

Ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan berharap agar PCINU Belanda dapat mengambil peran untuk mengembangkan kajian sertifikasi halal di Eropa.

Katib Syuriah PCINU Belanda, M. Latif Fauzi, menyatakan bahwa “penguatan integrasi halal dan thayyib merupakan aspek terpenting yang ingin ditekankan dalam seminar ini”.

Ketika dikonfirmasi, ketua panitia seminar, Ahmad Sahri, menegaskan, tidak hanya aspek kehalalan saja, tapi keberlanjutkan (sustainability) dan kepatuhan pada standar keamananan pangan (fairness), menjadi isu penting sertifikasi halal dalam konteks masyarakat Eropa.” (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Warta, Nusantara ArrahmahMedia.Com

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com. Akibat dengan pengendapan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah Pusat seluruh warga Indonesia merasakannya diantaranya pegawai negeri yang harus puasa gaji.

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasikmalaya Kecam Bupati soal Rencana Penjualan Aset Daerah

Dengan adanya pengendapan itu warga Tasikmalaya, Jawa Barat dihadapkan lagi dengan pernyataan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Senin (29/8), ia menyatakan untuk menutupi pengendapan ini akan menjual Aset Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya.

Pernyataan itu mendapatkan kecaman dan berbagai perspektif dari berbagai kalangan di Kabupaten Tasikmalaya baik di dunia nyata dan dunia Maya, tak terkecuali dari Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya, Fikri Nursamsi saat ditemui ArrahmahMedia.Com di Sekretariat PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Raya Timur No.505 Badak Paeh Singaparna, Tasikmalaya.

Ia menuturkan bahwa Masalah kegalauan di kabupaten Tasikmalaya terkait pengendapan DAU yang dilakukan oleh pemeritah pusat yang tadinya untuk belanja langsung dan tidak langsung, salah satunya untuk gaji PNS dan tunjangangannya itu menimbulkan permasalahan di daerah.

Terkait perkataan Bupati Tasikmalaya yang rencananya akan menjual aset Kota Tasikmalaya dia mengatakan, itu pemikiran buntu yang tidak boleh dilakukan pemerintah daerah demi terpenuhinya memberi gaji dan tunjangan untuk PNS.

ArrahmahMedia.Com

“Kami berharap pemerintah jangan mengkambinghitamkan gaji PNS untuk menjual aset, kami takut ada faktor lain dalam penjualan aset ini,” ujar Nursamsi.

Jika memang pemerintah kesulitan menghadapi situasi ini, banyak ada cara lain yang bisa dilakukan, misal pemotongan tunjangan dan perjalanan dinas untk 3 bulan. Itu bisa mengurangi beban pemerintah daerah dan memperkecil pinjaman ke Bank BJB.?

“Adapun terkait gaji dan tujangang PNS, seharusnya pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terbuka berapa yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, biar masyarakat tau berapa yang harus dipinjamkan ke Bank BJB,” tutupnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Internasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat

Tujuan shalat adalah menghadap Allah swt. dengan penuh ketundukan dan keikhlasan. Dalam shalat seseorang dituntut untuk khusyu’ sesuai dengan kemampuannya masing-masing, meskipun sulit akan tetapi kekhusyuan itulah yang bisa menenangkan hati pada saat menjalankan shalat. Karena sesungguhnya Allah tidak akan memberatkan hambanya dengan sesuatu kecuali sesuai dengan kemampuan hamba tersebut.

Salah satu dari hal yang membatalkan shalat adalah makan dan minum, saat seseorang sedang menjalankan shalat ia tidak diperbolehkan makan dan minum, dikarenakan hal itu bisa menyebabkan hilangnya kekhusyuan dalam shalat. Lebih dari itu pekerjaan makan dan minum juga tidak layak jika dilakukan ketika seseorang sedang menghadap Allah swt. dalam shalat.

Makan dan minum ketika sedang shalat jelas mebatalkan shalat, lalu bagaimanakah dengan menelan sisa makanan atau meminum tetesan air yang masuk kemulut. Istilah makan dan minum secara umum adalah memasukan sesuatu kedalam mulut, entah itu banyak maupun sedikit. Hanya saja terkadang sisa makanan itu tertinggal dimulut dan belum masuk keperut, sehingga dengan menggerakan lidah kekanan kekiri atau keatas kebawah mengakibatkan sisa makanan tersebut tertelan keperut.

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat

Dalam kitab Fathul Qarib Imam Al-Ghazzi memberi penjelasan, bahwa pekerjaan makan dan minum dalam shalat, baik itu banyak maupun sedikit tetap membatalkan shalat. Sedangkan menelan sisa makanan termasuk dari kategori sedikit, maka menelan sisa makanan juga bisa membatalkan shalat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Diantara hal yang membatalkan shalat adalah pekerjaan makan dan minum, entah itu banyak maupun sedikit, kecuali jika seorang tersebut tidak tahu hukumnya.

Dalam hal ini menelan tetesan air bekas wudlu’ ataupun tetesan air yang lain juga membatalkan shalat.

ArrahmahMedia.Com

Maka dari itu menjaga etika dalam shalat sangat dituntut oleh syara’, karena orang tersebut sedang menghadap kepada Allah swt. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H) 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hikmah, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Selasa, 28 November 2017

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada ArrahmahMedia.Com per telepon, Senin (11/3) petang.

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

ArrahmahMedia.Com

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Budaya, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 11 November 2017

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Solo, ArrahmahMedia.Com. Nama Majelis Ahbabul Musthofa yang diasuh oleh Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf cukup populer bagi masyarakat Aswaja pecinta lantunan shalawat di Indonesia, bahkan dunia. Majelis dzikir dan shalawat yang sudah berdiri puluhan tahun lalu ini menginspirasi orang untuk semakin mencintai Nabi Muhammad saw. melalui pujian shalawat.

Ahbabul Musthofa sendiri bermakna para pecinta Al-Musthofa, Rasulullah saw. “Kenapa dinamakan Ahbabul Musthofa? Supaya kita diakui menjadi kekasihnya dan di akhirat bersama Rasulullah saw.” kata Habib Syech pada acara Harlah Ke-18 Ahbabul Mustofa di Masjid Agung Surakarta, Sabtu (9/1) malam.

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Keterangan Habib Syech Terkait Nama Ahbabul Musthofa

Mustasyar PWNU Jateng itu menambahkan, majelis Ahbabul Musthofa dulu awalnya cuma lima sampai enam orang. “Sekarang alhamdulillah bertambah banyak,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan ini Habib Syech berpesan kepada ribuan jamaah yang hadir untuk senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah. “Kita kuatkan keyakinan kita, husnuzzhan kepada Allah. Insya Allah selamat di dunia dan akhirat,” ungkap dia.

ArrahmahMedia.Com

Ia juga berdoa agar Allah menghentikan pertikaian umat Islam di seluruh dunia. “Pertikaian umat Islam di Syiria, Yaman, dan di manapun semoga Allah menghentikan pertikaian yang ada di sana,” harap dia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Warta, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Senin, 06 November 2017

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Muktamar Ke-33 NU secara resmi diluncurkan hari Sabtu pada 14 Maret di Surabaya. Peluncuran muktamar pekan depan itu sekaligus mengawali rangkaian agenda-agenda pra-muktamar NU yang akan diadakan di sejumlah daerah.

“Panitia pusat dan panitia lokal setuju meluncurkan Muktamar Ke-33 NU pada pekan depan di Surabaya,” ujar Ketua panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Peluncuran ini sekaligus menyempurnakan persiapan panitia dan kesiapan lokasi muktamar di empat pesantren di Jombang. Panitia juga sudah membuat jadwal diskusi pemantapan materi yang akan dibahas di forum muktamar.

ArrahmahMedia.Com

“Alhamdulillah, dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU sudah muttafaq alaih menyeleksi 349 logo yang masuk ke meja panitia. Mereka lalu menetapkan sebuah logo karya Zamzami Almakki yang dinilai mewakili semangat muktamar NU kali ini,” kata H Imam yang menyebut H Slamet sebagai anggota dewan juri sayembara logo muktamar NU. (Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pemurnian Aqidah, Sunnah, Warta ArrahmahMedia.Com

Jumat, 03 November 2017

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Forum konferensi Pagar Nusa di GOR pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Ahad (30/11), mengamanahkan Solahul Am Notobuwono untuk memimpin Pagar Nusa Jombang 2014-2019. Selepas terpilih, a bertekad mengarahkan institusinya pada sejumlah program eksternal dan internal.

Dalam sambutannya, ia menyebutkan antara lain penerapan kembali kurikulum pendidikan pendekar nahdliyin. “Sesuai intruksi pimpinan pusat, seluruh institusi Pagar Nusa harus merevitalisasi kurikulum pendidikan di kita,” jelasnya.

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Solahul Am Notobuwono Pimpin Pagar Nusa Jombang

Ia juga menyerukan agar setiap pendekar Pagar Nusa melakukan pendampingan sosial kemasyarakatan di samping pengamanan pesantren dan kiai sebagai basis NU.

ArrahmahMedia.Com

“Pagar Nusa sebagai garda terdepan benteng pengamanan jam’iyah nahdliyin dan NKRI, juga tidak boleh melupakan pesantren. Ini merupakan rekomendasi dari pusat ke daerah,” ungkapnya.

Sementara Wakil Sekretaris PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal, mendorong Pagar Nusa untuk menguatkan kelembagaan menghadapi tantangan yang makin kompleks.  

“Sebagaimana NU yang saat ini terus memperkuat perangkat kelembagaannya, Pagar Nusa sebagai bagian dari NU juga harus demikian,” kata Rijal. (Muslim Abdurrahman-Romza/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Bahtsul Masail, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 26 Oktober 2017

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

Transportasi massal yang disebut juga dengan angkutan umum sangat menunjang urat nadi kehidupan sebuah kota. Bagaimana transportasi itu mengangkut para karyawan dari satu titik pasif (tempat istirahat) menuju titik aktif (tempat bekerja) dan begitu sebaliknya. Menghantarkan kembali mereka dari tempat kerja ke tempat peristirahatan mereka untuk bekerja lagi esok hari.

Di kota-kota besar semisal Jakarta ada banyak macam transportasi massal yang dapat dipilih dengan bebas sesaui kemauan dan kemampuan masyarakat. Ada angkot (mikrolet), ada bus (seperti Kopaja, Metromini, Bus Trans Jakarta dll), ada taksi, ada motor atau ojek dan ada juga Kereta Api. Tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun demikian semuanya harus tanduk pada aturan yang berlaku. Aturan yang mengatur hak dan kewajiban penumpang (selaku pengguna jasa), sopir (selaku pekerja) dan juga perusahaan angkutan (selaku pemilik).

Selaku pengguna jasa penumpang harus menta’ati aturan main yang berlaku. Harus bayar sesuai tarif, ikut menjaga fasilitas, tidak boleh merusak dan lain sebagainya. Sebagaimana keterangan Imam Abu Ishaq Asy-Syairazi dalam kitabnya Al-Muhaddzab menjelaskan,

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Penumpang Bayar Separoh ketika Kecewa

وللمستأجر Ø£Ù? Ù? ستوفى مثل المÙ? فعة المعقود علÙ? ها بالمعروف لأÙ? إطلاق العقد Ù? قتضÙ? المتعارف والمتعارف كالمشروط

Bagi pengguna jasa untuk menggunakan fasilitas sesuai dengan kapasitasnya, karena ketentuan akad pengguna jasa harus mengikuti aturan umum yang berlaku, karena ketentuan umum yang berlaku menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa.

Demikian pula dengan sopir selaku pekerja harus bertindak sesuai dengan aturan pula. Sopir harus faham berapa batas maksimal penumpang yang boleh diangkutnya, jangan sampai terjadi over load. Sopir tidak boleh menaikkan penumpang dari batas yang telah ditentukan. Karena hal itu dapat menyebabkan penumpang kehilangan haknya. Yaitu hak merasa nyaman dalam angkutan (daam ukuran masyarakat kita minimal dapat berdiri santai dengan dua kaki).

Hal ini perlu diperhatikan mengingat masalah ini berkaitan dengan عقد الإجارة (akad sewa menyewa) maka harus sesuai dengan adat yang berlaku, dalam pemberian kenyamanan dan fasilitas bagi penumpang. Dalam kitab Al-Bajuri terdapat keterangan berikut,

ArrahmahMedia.Com

ÙˆÙ? لزمهم امتثال أمره فÙ? جب علÙ? هم طاعته فÙ? ما Ù„Ù? س بحرام ولا مكروه Ù…Ù? مسÙ? ÙˆÙ? وكذا مباح Ø¥Ù? كاÙ? فÙ? Ù‡ مصلحة عامة

Wajib bagi rakyat untuk mentaati aturan pemimpin (pemerintah) selama perintah tersebut tidak menyangkut sesuatu yang haram atau makruh, dan terdapat kemaslahatan umum pada aturan-aturan tersebut.

Akan tetapi jika sopir telah bertindak menyalahi standar operasional dengan menaikkan terlalu banyak penumpang, sehingga memaksa penumpang berdesak-desakkan dengan tidak wajar, maka pemerintah perlu mengkaji ulang aturan yang memungkinan penumpang membayar dengan saparoh harga ketika dalam keadaan yang tidak nyaman. Wallahu a’lam bis shawab. (Pen. Fuad H & Ulil H/Red. Uil H )

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta ArrahmahMedia.Com

Rabu, 23 Agustus 2017

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir

Subang, ArrahmahMedia.Com. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPI NU) Cabang Subang menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada korban banjir Subang Pantura.

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Subang Bantu Korban Banjir

Bakti sosial yang sudah digelar selama satu pekan tersebut disampaikan kepada korban banjir di seluruh kecamatan wilayah Subang Pantura.

"Dalam 1 minggu ini kita rutin memberikan bantuan korban banjir di beberapa kecamatan yang terkena dampak banjir, diaantaranya Kecamatan Tambakdahan, Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Ciasem, Blanakan, dan Legonkulon," ujar Ketua LPBPI-NU Cabang Subang, Nashihul Umam, Rabu (5/1).

ArrahmahMedia.Com

Dikatakan Umam, pihaknya memberikan bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh para korban. "Diantaranya berupa sembako, alat tulis, obat-obatan dan pakaian layak pakai," katanya.

Dalam bakti sosial tersebut, tambah Umam, pihaknya didukung oleh organisasi induk yang menaunginya, yakni Nahdlatul Ulama Cabang Subang.

ArrahmahMedia.Com

"Kita bersama NU Subang dan segenap badan ototnomnya, seperti GP Ansor, Banser, Fatayat dan IPNU-IPPNU, sama-sama bahu membahu untuk meringankan beban para korban banjir. Mudah-mudahan ini ada hikmahnya," tambahnya.

Sementara, Ketua PCNU Subang, KH. Musyfiq Amrullah bersama Rais Syuriah PCNU Subang, KH. Agus Salim mengatakan, bahwa bakti sosial tersebut akan terus dilakukan sehingga bisa menyebar ke beberapa titik yang sampai saat ini masih terisolir oleh genangan air.

"Terutama di Kecamatan Legonkulon dan Blanakan yang masih terrendam dan sulit dijangkau. Untuk itu, rencananya kita akan terus lakukan bakti sosial. Mudah-mudahan bisa terrealisasikan," katanya. (Ade Mahmudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Warta ArrahmahMedia.Com

Senin, 24 Juli 2017

Lakpesdam NU Buka Pendidikan Keulamaan Angkatan Pertama

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan pembukaan daurah ula Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) angkatan 1 sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-32 Lakpesdam di Jakarta, Selasa (18/4) sore.

Ketua Lakpesdam H Rumadi Ahmad mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang sudah hadir. Ia sadar, peserta yang hadir ke sini adalah mereka yang memiliki komitmen dan khidmat yang tinggi untuk NU.

Lakpesdam NU Buka Pendidikan Keulamaan Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Buka Pendidikan Keulamaan Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Buka Pendidikan Keulamaan Angkatan Pertama

"Datang ke sini tentu banyak pengorbanan. Mulai waktu, energi, dan meninggalkan aktivitas," kata H Rumadi.

Ia menjelaskan, PPWK adalah semacam lembaga pelatihan untuk mencetak pemimpin-pemimpin NU masa depan. PPWK itu semacam Lemhanasnya NU. Kader PPWK diharapkan menjadi pengurus NU di masa depan, terutama Syuriyahnya," jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

PPWK, terang Rumadi, akan dilaksanakan dalam tiga kali daurah. Satu daurahnya diselenggarakan kurang lebih dalam lima hari. Ia menjelaskan setiap daurahnya memiliki topik berbeda.

"Daurah pertama sampai tanggal 22 April. Tema yang diangkat adalah tentang NU dan kebangsaan. Soal negara, konstitusi akan dibahas di daurah pertama ini," jelasnya.

Daurah kedua dibahas soal tatakelola pemerintah yangg baik dan anti-korupsi. Menurutnya, NU adalah penyokong negara ini. Maka dari itu, NU tidak boleh diam dalam hal bagaimana mengelola pemerintahan yang baik.

"KPK juga akan siap memfasilitasi dalam daurah kedua ini sehingga semangat anti-korupsi bisa kita pahami," urainya.

Daurah ketiga, imbuh Rumadi, dibahas tentang bagaimana menjadikan NU sebagai gerakan sosial, tantangan NU, permasalahan media sosial, dan peran apa yang harus dilakukan oleh NU.

Sementara, Kepala Madrasah PPWK Marzuki Wahid menjelaskan, PPWK adalah amanat Muktamar NU di Jombang tahun 2015 silam yang baru bisa ditunaikan oleh Lakpesdam PBNU.

"Ini amanah dari PBNU. Ini adalah bagian dari pelaksanaan dari amanah itu," katanya.

Ia berharap, PPWK bisa diselenggarakan setiap tahun. Tetapi ia menyadari itu adalah hal yang tidak ringan. "Tapi tampaknya agak berat," cetusnya.

Peserta PPWK angakatan pertama berjumlah 30 orang dari delapan provinsi. Tujuh di antaranya adalah peserta perempuan. Turut hadir dalam acara tersebut KH Abdullah Syarwani. Ulil Abshar Abdalla, MM Billah, dan Maria Ulfah. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta ArrahmahMedia.Com

Minggu, 23 Juli 2017

ASBIHU Berikan Insentif kepada Wilayah dan Cabang NU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com?

ASBIHU Tour and Travel, melalui manajemen perusahaan PT Al Abshar Asbihutama Sejahtera memposisikan setiap perwakilannya sebagai rekanan perusahaan yang harus dihargai. Karenanya manajemen memberikan insentif berharga bagi perwakilannya di seluruh Indonesia.?

Selain mendapatkan biaya khusus perjalanan ibadah umrah, perwakilan juga berkesempatan membawa dan mempimpin jamaah mereka sendiri.

“Siapa pun yang menjadi perwakilan ASBIHU, akan mendapatkan pembiayaan dari perusahaan. Mereka juga punya kesempatan untuk beribadah umrah berkali-kali,” terang Direktur PT Al Abshar Asbihutama Sejahtera, H Hafidz Taftazani kepada ArrahmahMedia.Com, Kamis (1/12) lalu.

ASBIHU Berikan Insentif kepada Wilayah dan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
ASBIHU Berikan Insentif kepada Wilayah dan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

ASBIHU Berikan Insentif kepada Wilayah dan Cabang NU

Tak hanya kepada perwakilan ASBIHU, insentif juga diberikan kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan ASBIHU. Besarnya insentif adalah senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah, dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

Pemberian insentif kepada cabang dan wilayah NU tidak mengharuskan cabang dan wilayah bersangkutan untuk mendapatkan jamaah umrah dan melakukan perjalanan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Sebaliknya, pemberian insentif juga tidak mengikat perwakilan untuk menjadi bagian dari pengurus cabang dan wilayah NU. Artinya perwakilan juga bisa berasal dari non pengurus NU maupun banom/lembaga NU.

ArrahmahMedia.Com

Hafidz menegaskan, pemberian insentif kepada cabang dan wilayah semata-mata sebagai bentuk penghargaan karena jamaah umrah berada di wilayah dan cabang NU.?

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, Banjarmasin,” kata Hafidz.?

Jumlah perwakilan diyakini Hafidz akan terus meningkat seiring dengan kesadaran umat Islam akan pentingnya menjalankan ibadah umrah. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Nasional, Warta ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock