Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

KBRI Damaskus Selamatkan TKW dari Wilayah Kekuasaan ISIS

Damaskus, ArrahmahMedia.Com. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus berhasil mengevakuasi seorang TKI bernama Sri Rahayu binti Masdin Nur asal Sumbawa NTB dari wilayah kekuasaan ISIS di Raqqah Damaskus.

?

Duta Besar RI Damaskus, Djoko Harjanto menyatakan, keberhasilan Tim Konsuler KBRI Damaskus dalam menyelamatkan Sri Rahayu patut diapresiasi. Selain itu, perlindungan WNI di wilayah konflik dapat terlaksana berkat hubungan yang terjalin baik, terus dibina, ditunjang oleh jejaring yang kuat.?

KBRI Damaskus Selamatkan TKW dari Wilayah Kekuasaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
KBRI Damaskus Selamatkan TKW dari Wilayah Kekuasaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

KBRI Damaskus Selamatkan TKW dari Wilayah Kekuasaan ISIS

“Tanpa jejaring yang kuat antara KBRI Damaskus, pemerintah Suriah, dan tokoh masyarakat, mustahil dapat mengemban misi utama perlindungan WNI di tengah gejolak konflik Suriah ini,” ujar Dubes Djoko di KBRI Damaskus, Senin (14/3).

Pejabat Fungsi Konsuler merangkap Penerangan Sosbud KBRI Damaskus, AM. Sidqi, mengungkapkan penyelamatan TKI dari wilayah konflik bukan pertama kali dilakukan oleh Tim Konsuler KBRI Damaskus.

“Pada Januari 2016, KBRI Damaskus juga berhasil menyelamatkan seorang TKW asal Subang bernama Casih bt Waan dari kepungan ISIS di Deir Ezzor yang dievakuasi menggunakan ? amper ter tentara Suriah,” tutur Sidqi.

ArrahmahMedia.Com

Sejak konflik meletus di Suriah pada 2011, KBRI Damaskus juga telah merepatriasi sebanyak ? hampir 13 ribu orang WNI/TKI dari Suriah kembali ke Indonesia.

Kronologis Penyelematan

Sejak menerima informasi tentang keberadaan Sri Rahayu pada Juni 2015, KBRI Damaskus selalu mencari cara agar bisa mengevakuasi Sri Rahayu dari Raqqah. Pemerintah Suriah telah kehilangan kontrol terhadap Kota Raqqah sejak lama, sedangkan akses dari/ke Raqqah ditutup ketat oleh ISIS. Melalui pengacara KBRI Damaskus di Aleppo, Muhammad Akra, KBRI Damaskus menekan terus agen tenaga kerja Sana yang mengirim Sri Rahayu ke Raqqah untuk bertanggung jawab. Agen tenaga kerja tersebut selalu beralasan bahwa mustahil mengeluarkan Sri Rahayu dari Raqqah.?

Sejak konflik di Suriah meletus, Raqqah merupakan medan pertempuran paling parah sekaligus medan perang paling berat antara tentara Pemerintah Suriah, pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA), dan ISIS. Sejak akhir 2013, ISIS berhasil merebut Kota Raqqah dari pemberontak FSA dan menjadikannya sebagai “ibukota” ISIS.?

ArrahmahMedia.Com

Setelah menyusun rencana bersama, dipilihlah seorang pegawai agen tenaga kerja yang mengenal wilayah medan pegunungan Aleppo—Raqqah untuk menjemput Sri Rahayu. Setelah mencermati waktu yang tepat dan rencana matang disusun, Sri Rahayu dievakuasi melalui perjalanan darat Raqqah—Aleppo dari gunung ke gunung secara klandestin siang dan malam selama 6 hari. Untuk mengelabui tentara ISIS, Sri Rahayu dan pegawai agen mengaku sebagai suami istri. Sri Rahayu berhasil dibawa ke Kantor Konsuler cabang Aleppo pada Januari 2016. Setelah semua hak dan urusan selesai diperjuangkan di Aleppo, Sri Rahayu diantarkan ke shelter Damaskus pada 12 Maret 2016 untuk dipulangkan ke Indonesia pada kesempatan pertama.

Sri Rahayu didatangkan ke Suriah pada 2 Februari 2011 atas upaya agen tenaga kerja PT Binhasan Maju Sejahtera (Indonesia) dan Sana (Suriah) untuk bekerja di Aleppo. Meskipun telah habis masa kontrak kerjanya di Aleppo selama 2,5 tahun, Sri Rahayu bukannya dipulangkan, tetapi malah dijual kembali oleh agen Sana ke majikan baru bernama Abdul Azim al-Ujaeli di Raqqah. Agen Sana selalu berbohong kepada Sri Rahayu bahwa Kedutaan Indonesia tutup di Suriah dan tidak ada penerbangan ke Indonesia. Saat itu, Kota Raqqah masih dikuasai oleh pemberontak Free Syrian Army (FSA). Tiga bulan setelahnya atau pada akhir 2013, tentara ISIS memasuki Kota Raqqah dan mengklaim sebagai “ibukota” ISIS.

Selama 2 tahun lebih 2 bulan bekerja di Raqqah, Sri Rahayu digaji dengan baik oleh majikan Abdul Azim al-Ujaeli yang dulu berprofesi sebagai insinyur. Sri Rahayu bertugas untuk merawat majikannya yang sudah tua dan tinggal seorang diri, sementara anak-anak majikannya sudah keluar dari Raqqah. Majikan Sri Rahayu bukan simpatisan ISIS, tetapi penduduk asli Raqqah yang terjebak di Raqqah karena usia senja.

Selama tinggal dan bekerja di Kota Raqqah yang dikendalikan ISIS, TKW asal Sumbawa ini menyaksikan secara langsung peristiwa dimana ISIS memasuki Kota Raqqah. Sri Rahayu mengaku mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan bahwa ISIS memasuki Kota Raqqah dan merebut gudang senjata milik Batalyon 17 tentara Suriah. Sejak saat itu, ISIS menguasai kota dan bendera hitam menjadi pemandangan lazim di Kota Raqqah. Selama tinggal di bawah kontrol ISIS, Sri Rahayu selalu mengenakan pakaian hitam dengan cadar menutup rapat wajahnya ketika keluar rumah atau sekadar membersihkan halaman agar tidak diketahui berasal dari Indonesia.?

Suatu hari, ketika TKW yang pernah bekerja di Arab Saudi selama 20 tahun ini berbelanja di Pasar Raqqah, ia melihat kepala-kepala manusia dijejerkan di pinggir jalan setelah dipenggal. Sri Rahayu membatalkan belanja dan lari pulang ketakutan ke rumah majikan. Dari bahasa dan logat bicaranya, Sri Rahayu mengenali banyak tentara ISIS di Kota Raqqah berasal dari Arab Saudi, Tunisia, India dan beberapa orang kulit putih, tetapi tidak pernah bertemu dengan orang Indonesia.?

Di hari lain, Sri Rahayu disuruh oleh majikannya untuk membeli rokok secara sembunyi-sembunyi. Ia tahu ISIS mengharamkan rokok dan akan menghukum keras para perokok. Sebelum tiba di tempat penjual rokok, ia keburu dicegat oleh tentara ISIS dan ditanya akan kemana.?

“Saya akan membeli sesuatu ke pasar,” jawab Sri Rahayu. Tentara ISIS tersebut lantas memerintahkan ia untuk kembali ke rumah karena tidak didampingi oleh lelaki muhrimnya. “Untung rokok belum di tangan,” kata Sri Rahayu menceritakan kejadian.

Sejak Raqqah dikuasai ISIS, kebutuhan bahan pokok menjadi sangat sulit. Pada bulan Ramadhan tahun 2014, ia bercerita mengantri membeli roti hingga menginap terpaksa di pabrik roti hanya untuk mendapatkan roti.





Setelah KBRI Damaskus melakukan screening berkali-kali kepada Sri Rahayu, tidak ada indikasi sama sekali bahwa TKW kelahiran 1976 ini bersimpati pada ISIS. Bahkan ia mengaku membenci ISIS karena melihat sendiri perilaku kejam mereka di Raqqah.?



“Selayaknya para TKW lainnya, Sri Rahayu hanya concern tentang gaji dan pulang. Hal ini sekaligus juga menolak asumsi beberapa pihak di tanah air bahwa banyak TKI di Suriah yang condong pemikirannya ke ISIS,” ujar AM. Sidqi. (Pensosbud KBRI Damaskus/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Syariah, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Februari 2018

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.



Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

ArrahmahMedia.Com

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

ArrahmahMedia.Com

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta umat Islam di Indonesia jangan sampai terpecah belah dan berperang sendiri.

Hal itu ditegaskan Gatot ? saat Safari Ramadhan dan buka bersama di Lapangan Markas Brigade Infanteri (Brigif)/4 Dewa Ratna di Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (14/6).

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI: Umat Islam Jangan Terpecah Belah

?

Gatot menilai, saat ini ada indikasi benih-benih perpecahan mulai muncul seiring dengan sikap saling menjelek-jelekkan dan menyalahkan satu sama lain.

"Benih-benih ini sudah mulai ada. Mari kita ingatkan teman-teman kita yang suka mencaci dan menjelekkan orang, mengkafirkan orang. Jika kita biarkan ini, negara kita bisa porak poranda," ujar Jenderal bintang empat ini.

ArrahmahMedia.Com

Orang nomor satu di jajaran TNI itu menyebutkan, setiap muslim harus rendah hati. Sifat sombong hanya milik Allah. Dalam konteks kekinian, banyak orang yang cenderung mengklaim bahwa diri dan kelompoknya adalah benar sementara yang lain salah.

Menurutnya, jika umat Islam tidak berpedoman pada nilai-nilai ini (rendah hati dan tidak menyalahkan orang lain-red), maka perang saudara tidak terelakkan. Perang saudara dan hilangnya sikap cinta tanah air inilah yang menjadi salah satu sebab negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah berkecamuk hingga sekarang.

Meski demikian, Jenderal kelahiran Tegal itu menyebut, Jawa Tengah merupakan daerah yang adem ayem. Di saat beberapa daerah lain sedikit bergejolak, Jawa Tengah telah menunjukkan diri bahwa masyarakatnya hidup guyup dan rukun.

ArrahmahMedia.Com

Menurut dia, hal itu tak lepas dari peran ulama yang bersinergi dengan TNI-Polri, serta semua lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Gatot merencanakan gerakan doa bersama seluruh elemen masyarakat yang akan digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan itu dikhususkan pada khataman Al-Qur’an yang digelar di seluruh markas atau kantor satuan jajaran TNI dari Sabang sampai Merauke.

Adapun buka bersama diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah. Selain itu, juga digelar santunan kepada 1.423 anak yatim.?

Kegiatan tersebut juga diikuti Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen Tatang Sulaiman, Kapolda Irjen Condro Kirono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ulama Kharismatik asal Pekalongan Maulana Habib Luthfi bin Yahya, Habib Tohir Alkaf, Bupati Tegal Enthus Susmono dan tokoh-tokoh lainnya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Anti Hoax, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Pramuka SMK NU 1 Slawi Bentuk Karakter Siswa

Tegal, ArrahmahMedia.Com - Pramuka Ambalan Walisongo SMK NU 1 Slawi mengadakan perkemahan penerimaan tamu Penegak baru. Kegiatan berlangsung di lapangan Desa Kupu Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, selama 3 hari Jumat hingga Ahad (21-23/7).

Kepala SMK NU 1 Slawi H Ali Saefudin mengatakan, perkemahan anggota baru Ambalan Walisongo bertujuan untuk membentuk karakter siswa melalui kegiatan kepramukaan.

Pramuka SMK NU 1 Slawi Bentuk Karakter Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka SMK NU 1 Slawi Bentuk Karakter Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka SMK NU 1 Slawi Bentuk Karakter Siswa

"Untuk membentuk siswa yang berkarakter, diperlukan kegiatan kepramukaan semacam ini, siswa mampu belajar mandiri, berkreasi, dan berdislipin," ujarnya.

Menurutnya, menumbuhkan karakter siswa melalui kegiatan kepramukaan merupakan salah satu upaya SMK NU 1 Slawi untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara.

ArrahmahMedia.Com

"SMK NU 1 Slawi akan terus memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Pembina Pramuka Septi Kusuma Putri menambahkan, kegiatan perkemahan diarahkan untuk melatih sifat kegotong-royongan, dan kemandirian peserta didik sejak dini.

"Kegiatan ini sebagai upaya pembetukan karakter yang harus dibangun sejak dini, mengingat calon siswa baru ini adalah calon generasi penerus bangsa," ungkapnya.

Materi keagamaan ditekankan pada kegiatan itu, hal itu untuk menunjukkan ciri khas Pramuka NU.

Kegiatan ini meliputi tahlil bersama, kuliah maghrib dan subuh dan shalat berjamaah.

Acara ini juga disemarakkan dengan pentas kesenian pencak silat pagar Nusa dengan permainan golok dan tongkat, menari di atas bara api, dan membasuh muka dengan air keras. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Shalat dhuha termasuk salah satu dari shalat sunah yang dianjurkan. Terdapat banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits yang menegaskan keutamaan shalat dhuha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?..

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Artinya, “Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT, ‘Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.’ Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’”

ArrahmahMedia.Com

Wasiat Nabi tersebut tidak hanya khusus bagi Abu Hurairah, tetapi berlaku untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW karena di dalam hadits lain disebutkan shalat dhuha memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Di antara hikmah shalat dhuha ialah sebagai berikut.

Ampunan Dosa

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Tidak Dianggap Orang Lalai

Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dhuha sebagai Sedekah

Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).

Selain tiga hikmah di atas, masih banyak hikmah shalat dhuha yang disebutkan dalam hadits Nabi. Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal raka’at shalat dhuha adalah dua raka’at dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan raka’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Tegal, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Jumat, 26 Januari 2018

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Waykanan, ArrahmahMedia.Com. Antusias masyarakat kabupaten Waykanan Lampung mengikuti donor darah cukup tinggi. Aksi sosial yang digelar GP Ansor dan sejumlah institusi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 berhasil mencapai 37 kantung darah sehubungan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) kehabisan stok kantung untuk menampung darah.

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).

Selaku koordinator kegiatan "Bakti Sosial Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Anti Golput" dengan tema "Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman", yang ditunjuk Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Agung mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga daerah itu.

ArrahmahMedia.Com

"GP Ansor dan seluruh panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal ibadah para pedonor dinilai baik oleh Allah SWT," paparnya.

ArrahmahMedia.Com

Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.

"Namun intensitasnya semoga bisa terus ditambah mengingat donor darah belum populer bagi masyarakat daerah ini. Lihat saja yang ikut donor darah, sebagian besar justru aparatur sipil negara. Ke depan bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif," ujar warga kelurahan Blambangan Umpu itu lagi.

Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.

Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tokoh, News, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, ArrahmahMedia.Com. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

ArrahmahMedia.Com

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

ArrahmahMedia.Com

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 23 Januari 2018

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Momentum Hari Pahlawan 10 November, harus dimaknai oleh para dai dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belajar dari sejarah kemerdekaan negeri ini, para dai memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Moh. Nur Huda menyatakan, hal ini harus senantiasa disadari oleh para dai muda, bahwa keutuhan negeri ini juga menjadi tanggung jawab besar yang ada di pundak mereka.

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

"Kita berhutang demikian besar pada pendiri bangsa ini, terutama kaum ulama, santri dan para dai yang selain menimba ilmu agama, juga ikut angkat senjata dalam perjuangan fisik memerdekakan Indonesia,” ujar Huda.?

Di Jawa misalnya, Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang dengan keilmuannya memimpin kaum santri dan juga rakyat melakukan perlawanan atas penjajahan Belanda dan Jepang.

ArrahmahMedia.Com

Tentunya dari sejarah tersebut, kita harus dapat memetik nilai-nilai kepahlawanan yang dapat dijadikan teladan para dai muda masa kini. Huda yang juga kader muda Nahdlatul Ulama ini memaparkan bahwa selain harus memiliki keshalihan pribadi, para dai muda harus memiliki keshalihan sosial yang membuatnya hidup menjadi teladan di tengah ummat.

Tantangan yang dihadapi dai di masa sekarang, ujar Huda, tentunya berbeda dengan masa perjuangan merebut kemerdekaan. Dirinya melihat ada ancaman invasi pemikiran dan perang budaya yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda tercerabut dari nilai-nilai ke-Indonesiaan yang luhur. Lebih jauh, ancaman selanjutnya adalah Indonesia yang tidak lagi utuh, dan tercerai berai.

Karenanya Huda mengingatkan para dai muda yang berdawah di seluruh pelosok Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas dirinya, baik dengan ilmu-ilmu agama ataupun keilmuan kontemporer lainnya. Sehingga kehadirannya di tengah masyarakat dapat memberikan teladan, memberikan solusi bagi permasalahan ummat.?

ArrahmahMedia.Com

"Dengan demikian, masyarakat menjadi kuat dari infiltrasi pengaruh asing yang berpotensi memecah belahnya,” ujar Huda.

Memperingati Hari Pahlawan 2016 ini, Huda menegaskan bahwa negeri ini membutuhkan para dai yang ikhlas, sanggup berkorban dan bersabar untuk memperbaiki masyarakat serta mendawahi mereka dengan segala rintangannya. Sehingga keutuhan negeri ini tetap terjaga dengan identitasnya sebagai negeri yang diberkahi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Bandarlampung, ArrahmahMedia.Com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung mengapresiasi banyaknya lembaga jasa keuangan baik makro maupun mikro yang menggunakan sistem syariah. Hanya saja pihak OJK Lampung menyayangkan seiring perjalanan lembaga itu menjalani praktik-praktik ke arah praktik konvensional.

Dengan kondisi seperti ini diperlukan pengawasan yang intensif dari beberapa pihak terkait praktik perjalanan lembaga keuangan tersebut.

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)
OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label (Sumber Gambar : Nu Online)

OJK Lampung: Syariah Jangan Sekadar Label

Menyikapi hal ini OJK dan MUI melakukan pertemuan untuk menyatukan langkah dalam penanganan perkembangan ini. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI Provinsi Lampung yang dihadiri langsung oleh Ketua MUI KH Khairuddin Tahmid dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung Untung Nugroho, Kamis (29/12).

Dalam pertemuan ini Kiai Khairuddin berharap seluruh lembaga pembiayaan mikro syariah di Lampung memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia. Selain hal itu MUI Lampung berharap ada kerja sama antara kedua lembaga itu dalam memberikan pelayanan kepada umat terkait hukum ekonomi syariah.

ArrahmahMedia.Com

"Kerja sama bisa dalam bentuk pelatihan, penguatan ekonomi syariah kepada masyarakat dan sosialisasi kebijakan terkait peraturan terbaru mengenai perekonomian syariah," kata Kiai Khairuddin yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung.

Hal ini diamini oleh Kepala OJK Lampung Untung Nugroho yang berharap kerja sama itu dapat segera direalisasikan. Bentuk kerja sama selama ini yang telah dilakukan adalah proses fit and propper test yang dilakukan oleh OJK kepada para calon DPS yang telah direkomendasikan oleh DSN MUI pusat.

ArrahmahMedia.Com

Dengan proses ini diharapkan lembaga syariah dapat benar-benar terawasi sehingga praktik keuangan syariah dapat berjalan konsisten. "Syariah jangan labelnya saja," tegas Untung dalam pertemuan yang dihadiri oleh 5 orang pegawai OJK dan segenap pengurus MUI Lampung.

Untung menambahkan, sampai dengan saat ini ada sebelas Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Lampung. "Idealnya 1 BPRS memiliki 2 orang DPS. Namun di Lampung masih ada 4 BPRS yang belum memiliki DPS yaitu Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Tengah dan Way Kanan," ujarnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Senin, 01 Januari 2018

Menimbang Gusdurisme

Oleh Syaiful Arif

Dalam “Islam, the State and Development in Indonesia” (1981) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menetapkan gerakannya ke dalam gerakan Islam sosio-kultural. Model gerakan ini ia bedakan dengan gerakan sosio-politik dan Islam kultural.

Bagi Gus Dur, Islam sosio-kultural ialah gerakan yang hendak melakukan perombakan struktur masyarakat melalui pendekatan budaya. Budaya yang dimaksud terdiri dua hal. Pertama, nilai-nilai budaya di masyarakat. Perombakan masyarakat berpijak dan mengarah pada nilai-nilai budaya ini. Kedua, modal budaya masyarakat. Dengan demikian, gerakan Islam sosio-kultural merupakan upaya perombakan struktur masyarakat dengan menggunakan modal budaya dan mengarah pada ideal nilai-nilai masyarakat itu sendiri.

Lalu apakah nilai yang menjadi tujuan perombakan struktur sosial itu? Tiada lain, struktur masyarakat berkeadilan. Atau dalam bahasa lain, demokratisasi politik menuju struktur masyarakat yang lebih adil (Wahid, 1981:35).

Menimbang Gusdurisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Menimbang Gusdurisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Menimbang Gusdurisme

Demi tujuan ini, Gus Dur memanfaatkan modal budaya, yakni pesantren yang melalui gerakan "Kembali ke Khittah 1926", diformalkan ke dalam gerakan Nahdlatul Ulama (NU). Artinya, gerakan demokratisasi berkeadilan di atas dilakukan melalui NU, yang menunjukkan praksis Islam sosio-kulturalnya.

Hal ini bisa dipahami sebab pra penetapan "Kembali ke Khittah 1926", yakni pada Muktamar ke-27 NU (1984), Gus Dur telah menggerakkan pengembangan masyarakat melalui pesantren. Pengembangan ini merujuk pada pembentukan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pesantren. Gus Dur dengan gerakan ini telah menciptakan bottom up development (pembangunan dari bawah), sebagai penyeimbang bagi top down development: pembangunan dari atas negara yang timpang.

Oleh karenanya, beberapa prinsip gerakan sosio-kultural NU bisa dirumuskan sebagai berikut. Pertama, NU era Gus Dur (1984-1998) menerapkan pengembangan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Dalam konteks ini kita menemukan "jantung pemikiran Islam" Gus Dur, yakni etika sosial Islam. Secara sederhana, pemikiran ini hendak mengamalkan Rukun Sosial Islam: perlindungan HAM dalam maqashid al-syariah, kepedulian atas kaum mustadlafin di dalam Surat al-Baqarah (177) dan dimensi sosial Rukun Islam (zakat, puasa, haji) demi pembentukan struktur masyarakat yang adil. Oleh karena itu, tujuan utama semua pemikiran dan perjuangan Gus Dur merujuk pada nilai di dalam etika sosial Islam ini.

ArrahmahMedia.Com

Kedua, karena tembakannya mengarah pada pembentukan struktur masyarakat, maka Islam NU tidak memasalahkan bentuk negara. Sebab negara merupakan bagian dari elemen masyarakat disamping rakyat secara umum, dan tujuan negara juga mengarah pada keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila. Dalam konteks ini, Gus Dur menggunakan kaidah al-ghayah wa al-wasail (tujuan dan cara pencapaian). Selama negara RI yang merupakan cara bisa mencapai tujuan Islam, bentuk dari negara itu tidak lagi penting.

ArrahmahMedia.Com

Ketiga, praksis dari sosio-kultural Islam ialah demokratisasi politik menuju masyarakat berkeadilan. Hal ini sesuai dengan titah beliau di NU dan Islam Indonesia Dewasa Ini (1984). Gus Dur menyatakan, "NU harus mampu mengintegrasikan Islam ke dalam perjuangan nasional melalui demokratisasi dalam jangka panjang (Wahid, 1984:16). Dari sini disimpulkan bahwa pemikiran politik Gus Dur tidak berhenti pada rekonsiliasi teologis antara Islam dan negara, tetapi mentransformasikan rekonsilisasi itu ke dalam demokratisasi.

Pada titik ini, demokrasi Gus Dur merujuk pada demokratisasi politik menuju struktur masyarakat berkeadilan sebagaimana termaktub di atas. Oleh karenanya, demokrasi Gus Dur memuat demokrasi politik dan demokrasi sosial. Pada yang pertama, demokrasi membidik pada undemocratic state sebagaimana didedahkan oleh konteks politik Gus Dur: rezim Orde Baru. Sedangkan pada yang kedua, demokrasi membentuk struktur sosil-ekonomi yang lebih adil.

Dalam kerangka demokrasi politik inilah Gus Dur dan NU menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai presiden pada Pemilu 1992. Pendirian Forum Demokrasi (Fordem) yang mengembangkan a critical discourse of substantive democracy juga mengarah pada demokratisasi politik ini. Bagi Gus Dur, tanpa demokrasi politik, tak akan ada demokrasi sosial. Sebaliknya, demokrasi sosial merupakan ujung dari demokrasi politik.

Dengan demikian kita menjadi mafhum bahwa gerakan Islam Gus Dur yang bersifat sosio-kultural ini berbeda dengan Islam sosio-politik dan juga Islam kultural. Bagi sosio-politik, gerakan Islam menjadikan politik (negara Islam) sebagai strategi perombakan masyarakat, dari masyarakat sekular ke masyarakat Islami. Gerakan Gus Dur juga bukan an sich kultural, sebab Islam kultural hanya menempatkan Islam sebagai peradaban yang digali secara ilmiah dan elitis, tanpa keprihatinan akan ketimpangan masyarakat.

Yang terpenting dari semua ini adalah penempatan NU oleh Gus Dur sebagai penggerak sosio-kultural Islam ini. Oleh karena itu, NU era Gus Dur adalah NU ideal karena menempatkan organisasi keagamaan ini sebagai lokomotif besar demokratisasi di Indonesia. Tentu idealisasi ini memiliki ruang waktu sendiri. Yakni NU era Gus Dur, dan Gus Dur era Orde Baru, sebab di era ini terjadi keselarasan antara intelektualitas dan gerakan sosial beliau.

Ideologi Gerakan NU

Kerangka pemikiran dan praksis gerakan yang mencerminkan pemikiran inilah yang penulis sebut sebagai Gus-Durisme. Yakni suatu ideologi gerakan NU dan Islam Indonesia berbasis pada pemikiran dan gerakan Gus Dur.

Sebagai isme, pemikiran Gus Dur memiliki dasar normatif, tujuan etis dan kerangka operasional yang mewujudkan dasar dan tujuan tersebut. Dasar normatif itu adalah humanisme Islam, yang berangkat dari pemuliaan Allah atas manusia (QS, 17:70) dan mempraksis dalam penetapan perlindungan HAM sebagai tujuan syariat Islam. Dasar normatif ini memuara pada satu tujuan etis: kehidupan sosial manusia (human social life) yang merupakan definisi Gus Dur atas kebudayaan. Di tengah dasar dan muara ini, terdapat kerangka operasional yang merujuk pada gerakan Islam sosio-kultural melalui NU dalam bentuk demokratisasi politik Indonesia.

Kesatuan sistemik pemikiran yang telah teramal di dalam gerakan NU dan Islam Indonesia ini yang layak menjadi ideologi gerakan NU. Oleh karenanya, warga nahdliyin, terutama anak muda NU, wajib memahami Gus-Durisme ini sebagai pemandu gerakan Islam di Indonesia, agar NU - sebagaimana kekhawatiran Gus Dur - tidak mengalami irrelevansi diri dan tersudut di pinggiran sejarah bangsa. Semoga!

Syaiful Arif, Pengajar Mata Kuliah Gus Dur di Pascasarjana STAINU Jakarta

*Tulisan ini dimuat juga di Majalah Tebuireng Edisi 34 Agustus-September 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Syariah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Kediri, ArrahmahMedia.Com. Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Kediri, dipenuhi politisi dan kental nuasa politik. Dari para tokoh yang hadir, khususnya PKB benar-benar turun gunung. Mulai dari Ketua Umum DPP PKB hingga ranting tumplek-blek. 

Acara yang berlangsung kemarin pagi (8/1) di Masjid An-Nur Pare Kediri misalanya, selain Muhaimin, ikut juga Sekejennya, Imam Nahrowi, Imam Anshori juga tampak duduk di panggung kehormatan. 

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Bersama Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Suriyah PBNU KH Khafabih Mahrus Ali, H Syaifulloh Yusuf(Gus Ipul), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alalloh, Ketua DPW PKB Jatim, H Halim Iskandar dan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Semua tokoh  yang hadir turut memberikan sambutan, termasuk Muhaminin. Ia menyampaikan proses politik terkait dengan Pilgub Jatim. Menurutnya, saat ini sedang digodok dua tokoh Jatim yang akan maju sebagai Bacagub Jatim, yakni Gus Ipul dan Hj Khofifah. 

ArrahmahMedia.Com

“Kemarin pertemuan sudah kita lakukan. Dan dimediatori oleh Ketua PBNU," ungkap Muhaimin saat memberi sambutan pada acara itu.

Ketika itu, lanjut Muhaimin, belum ada keputusan final komposisi cagub dan wacabub, masih sebatas silaturrahim. “Pertemuan belum sampai pada final penempatan komposisi. Namun, masih  sebatas silaturahim," katanya. 

“Baru minggu depan pertemuan mungkin sudah mengarah ke komposisi. Teknisnya mungkin keduanya akan saya sediakan kamar. Kemudian ada rembukan. Kalau tidak clear biar keduanya sut saja. Siapa yang menang dan yang kalah biar legawa. Sehingga komposisi bisa ditentukan," tambahnya.

Sementara itu, Kiai Said Aqil pada kesempatan itu banyak mengupas makna jihad sesuai ajaran Ahlussunah wal Jamaah, serta amaliyah NU yang harus dilakukan oleh warga NU. Dan tentu saja, ia juga menyinggung soal suksesi kepemimpinan di Jawa Timur, dengan kelakar khas seorang mubalig. 

“Yang kami hormati Bapak Gubernur Jawa Timur Tahun 2013-2018, yakni Gus Ipul," ujar Kang Said itu disambut ger oleh ribuan warga NU yang hadir pada kesempatan itu. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 17 Desember 2017

PCNU Probolinggo Dirikan Business NU Center

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo membangun Business NU Center dalam rangka mewujudkan kemandirian organisasi. Business Center NU ini berlokasi terpadu dengan Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo 1 Kota Probolinggo.

Awal April lalu, Business NU Center sebanyak dua unit berukuran 4x9 meter ini diresmikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Abdul Aziz Fadhol melalui penandatanganan prasasti didampingi mantan aktivis IPNU H Muzamiil Syafi’i dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo.

PCNU Probolinggo Dirikan Business NU Center (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Dirikan Business NU Center (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Dirikan Business NU Center

“Business NU Centre ini didirikan sebagai upaya organisasi dalam rangka pemberdayaan ekonomi nahdliyin. Di samping juga untuk kemandirian organisasi sebagai goal-nya,” kata Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo H Ahmad Hudri, Senin (10/4).

Menurut Hudri, dengan berdirinya Business NU Center maka nantinya diharapkan akan mampu mewujudkan aktivitas perekonomian bagi warga NU. Kemandirian organisasi juga bisa terwujud di masa yang akan datang sehingga organisasi tidak lagi bergantung kepada pihak-pihak lain dalam hal pendanaan.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

“Dengan kata lain, Business NU Center ini nantinya bisa menjadi pusat pemberdayaan perekonomian warga NU. Sehingga warga NU bisa mandiri dalam mengangkat potensi ekonomi yang ada di wilayahnya masing-masing demi meningkatkan kesejahteraan mengangkat dan kemandirian warga NU itu sendiri,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 15 Desember 2017

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad

Lampung Timur, ArrahmahMedia.Com

Pondok Pesantren Ahsanul Ibad asuhan Kiai Moch Izzuddin Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur menggelar  Gebyar Lomba Islami (GLI). Acara ini dilaksanakan, Ahad  (20/3) untuk memperingati Harlah Ke-17 pesantren disambung dengan kegiatan istighotsah dan pengobatan gratis.

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad

Ada 8 cabang lomba yang diikuti oleh 5 kecamatan di Kabupaten Lampung Timur. Perlombaan diikuti dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menegah Atas, seperti mewarnai dan fashion show tingkat TK, puisi religi dan pidato tingkat SMP, tilawah dan kaligrafi tingkat SMA.

“Adanya GLI ini menumbuhkan minat dan bakat generasi NU untuk berprestasi dan meningkatkan keterampilan,” ujar Ketua MWCNU Purbolinggo H Syamsul Huda.

Sementara itu, salah satu juri lomba H Munawir menyatakan, GLI tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya, terlihat banyaknya peserta dari masing-masing kecamatan. 

“Berharap GLI yang akan datang lebih besar lagi dan ditambah banyak lagi cabang perlombaannya,” tutur Munawir.

ArrahmahMedia.Com

Adapun official dari Pondok Pesantren Baitul Qur’an Ustadz Khoirul Muzaki menyatakan bahwa dirinya senang sekali dengan adanya kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar-pondok pesantren dalam menggalih bakat para santri nahdliyin. (Zulinda/Fathoni)

 

 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kyai, Pahlawan, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat

Tujuan shalat adalah menghadap Allah swt. dengan penuh ketundukan dan keikhlasan. Dalam shalat seseorang dituntut untuk khusyu’ sesuai dengan kemampuannya masing-masing, meskipun sulit akan tetapi kekhusyuan itulah yang bisa menenangkan hati pada saat menjalankan shalat. Karena sesungguhnya Allah tidak akan memberatkan hambanya dengan sesuatu kecuali sesuai dengan kemampuan hamba tersebut.

Salah satu dari hal yang membatalkan shalat adalah makan dan minum, saat seseorang sedang menjalankan shalat ia tidak diperbolehkan makan dan minum, dikarenakan hal itu bisa menyebabkan hilangnya kekhusyuan dalam shalat. Lebih dari itu pekerjaan makan dan minum juga tidak layak jika dilakukan ketika seseorang sedang menghadap Allah swt. dalam shalat.

Makan dan minum ketika sedang shalat jelas mebatalkan shalat, lalu bagaimanakah dengan menelan sisa makanan atau meminum tetesan air yang masuk kemulut. Istilah makan dan minum secara umum adalah memasukan sesuatu kedalam mulut, entah itu banyak maupun sedikit. Hanya saja terkadang sisa makanan itu tertinggal dimulut dan belum masuk keperut, sehingga dengan menggerakan lidah kekanan kekiri atau keatas kebawah mengakibatkan sisa makanan tersebut tertelan keperut.

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisa Makanan yang Membatalkan Shalat

Dalam kitab Fathul Qarib Imam Al-Ghazzi memberi penjelasan, bahwa pekerjaan makan dan minum dalam shalat, baik itu banyak maupun sedikit tetap membatalkan shalat. Sedangkan menelan sisa makanan termasuk dari kategori sedikit, maka menelan sisa makanan juga bisa membatalkan shalat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Diantara hal yang membatalkan shalat adalah pekerjaan makan dan minum, entah itu banyak maupun sedikit, kecuali jika seorang tersebut tidak tahu hukumnya.

Dalam hal ini menelan tetesan air bekas wudlu’ ataupun tetesan air yang lain juga membatalkan shalat.

ArrahmahMedia.Com

Maka dari itu menjaga etika dalam shalat sangat dituntut oleh syara’, karena orang tersebut sedang menghadap kepada Allah swt. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H) 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hikmah, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Senin, 04 Desember 2017

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Bogor, ArrahmahMedia.Com

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mendirikan PAUD/TK NU Al-Asy’ari 01 untuk masyarakat di Desa Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peluncuran lembaga pendidikan tersebut berlangsung, Ahad (21/8), di desa setempat. Pendirian PAUD/TK NU ini diprakarsai oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande.

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Jakarta Dede Setiawan menekankan, mahasiswa peserta KKN harus mampu melahirkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat yang menjadi mitra KKN. “Saya apresiasi lahirnya lembaga pendidikan ini,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor Kiai Abbas Ma’ruf juga menyampaikan, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cimande sangat penting artinya dalam memperkuat peran Nahdlatul Ulama bagi masyarakat Desa Cimande. “Bahkan saya berharap, melalui pendirian PAUD/TKNU ini, bisa kita jadikan pintu masuk untuk mendirikan lembaga pendidikan formal tingkat dasar dan menengah atas nama NU di Desa Cimande ke depannya,” pesan Kiai Abbas.

ArrahmahMedia.Com

Bayangkan saja, lanjut Kiai Abbas, seluruh masyarakat Cimande ini amaliahnya Nahdlatul Ulama. Tapi sampai sejauh ini belum ada MI/SD, MTs/SMP, atau SMA/MA/SMK bernama Nahdlatul Ulama. “Sekali lagi, atas peran adik-adik mahasiswa, kami menjadi sadar bahwa pendirian pendidikan formal tingkat dasar dan menengah di Cimande sangat mungkin diwujudkan,” pungkas Kiai Abbas.

Ketua Muslimat Kabupaten Bogor yang bertanggung jawab dalam pembinaan lembaga PAUD/TK Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bogor juga memuji karya mahasiswa KKN ini sebagai wujud konkret kepedulian mereka terhadap pendidikan anak sejak dini.

“Saya berharap, pendirian lembaga PAUD/TKNU Al-Asy’ari 01 ini akan menjadi amal jariyah dan wasilah bagi mahasiswa dan masyarakat Cimande nanti di akhirat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat STAINU Jakarta Fatkhu Yasik menilai, pendirian lembaga pendidikan tingkat PAUD/TK merupakan langkah strategis dan cerdas dari mahasiswa peserta KKN. “Mahasiswa melihat lembaga PAUD/TK memiliki peran fundamental dalam pembangunan karakter generasi bangsa yang akan datang,” ujarnya.

Prosesi peluncuran PAUD/TK NU ini dihadiri oleh beberapa komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bogor, di antaranya pengurus Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), pengurus Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Muslimat NU. Di samping juga aparat desa dan tokoh masyarakat Cimande. Ketua MUI Caringin KH Abdul Latif beserta jajarannya juga turut serta menyaksikan lembaga pendidikan yang didirikan oleh mahasiswa STAINU Jakarta tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Halaqoh, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 Desember 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

ArrahmahMedia.Com

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Nasional ArrahmahMedia.Com

Selasa, 21 November 2017

Prancis Tutup 20 Masjid Kelompok Radikal Sejak Desember

Paris, ArrahmahMedia.Com

Pihak berwenang Prancis sudah menutup sekitar 20 masjid dan tempat ibadah yang dianggap menyebarluaskan paham Islam radikal sejak Desember, kata Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve, Senin (1/8).

Prancis Tutup 20 Masjid Kelompok Radikal Sejak Desember (Sumber Gambar : Nu Online)
Prancis Tutup 20 Masjid Kelompok Radikal Sejak Desember (Sumber Gambar : Nu Online)

Prancis Tutup 20 Masjid Kelompok Radikal Sejak Desember

"Tidak ada tempat... di Prancis bagi mereka yang menyerukan dan memprovokasi kebencian di masjid-masjid, dan yang tidak menghormati prinsip-prinsip republik ini, terutama kesetaraan antara laki-laki dan perempuan," kata menteri.

"Itulah mengapa saya memutuskan beberapa bulan lalu untuk menutup masjid-masjid lewat keadaan darurat, tindakan legal atau langkah administratif. Sekitar 20 masjid sudah ditutup, dan akan ada beberapa lainnya," katanya seperti dilansir kantor berita AFP.

Cazeneuve menyampaikan pernyataan itu setelah bertemu dengan para pemimpin dari Dewan Agama Islam Prancis.

ArrahmahMedia.Com

Ada sekitar 2.500 masjid di Prancis, sekitar 120 di antaranya dianggap menyebarkan paham Islam radikal Salafisme, interpretasi Islam Sunni yang keras.

Dia mengatakan bahwa sejak 2012 ada 80 orang diusir dari Prancis dan pengusiran puluhan lainnya sedang berlangsung, namun dia tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Pertemuan itu digelar saat Prancis menghadapi ancaman ekstremis yang berujung pada serentetan serangan teror, yang terbaru serangan di Nice yang merenggut 84 korban jiwa dan pembunuhan seorang pastor Katolik di Saint-Etienne-du-Rouvray.

Serangan berulang itu memunculkan pertanyaan tentang kegagalan pengamanan, namun juga pendanaan asing untuk banyak masjid.

Perdana Menteri Manuel Valls pekan lalu mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan pelarangan sementara pendanaan asing untuk masjid, mendesak satu hubungan "model baru" dengan Islam.

ArrahmahMedia.Com

Cazeneuve mengonfirmasi bahwa otoritas bekerja untuk membuat pondasi Prancis bagi Islam, yang akan menjamin transparansi total dalam pendanaan masjid-masjid "dengan penghormatan terhadap prinsip-prinsip sekuler." (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Budaya, Anti Hoax, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 17 November 2017

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU

Denpasar, ArrahmahMedia.Com. Dari 8 region yang melaksanakan Rapimnas Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU), ada yang berbeda dengan Region VIII PWNU Bali. Di sepanjang arah menuju lokasi acara, Jalan Pura Demak II/31, Denpasar, Bali, berjajar enam Pecalang mengamankan suksesnya Rapimnas yang dihadiri ratusan pengurus LTMNU se-wilayah Bali.

Prosesi pengamanan dilakukan selama Rapimnas berlangsung, 9-10 Juli 2012. Pecalang adalah satuan petugas keamanan tradisional di Bali yang biasanya bertugas membantu dan mengamankan berbagai acara ritual umat Hindu di Bali.

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pecalang Ikut Jaga Rapimnas LTMNU

Kartha, salah satu Pecalang yang berjaga, menyatakan, tugas pengamanan kegiatan NU ini ia dan rekan-rekannya laksanakan secara suka rela. Ia mengaku, peran ini bukan lah yang pertama kalinya.

“Dulu pernah, kami berjaga juga bersama Banser. Itu waktu zaman Gus Dur datang ke sini,” ujarnya dengan logat khas Bali.

ArrahmahMedia.Com

Pada momen ini, 6 Pecalang menunaikan tugas bersama 6 anggota dari Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Selain 12 pertugas ini, dua orang penganut Hindu juga diutus menjaga dan melancarkan lalu lintas parkir kendaraan peserta.

ArrahmahMedia.Com

“Kalau ada perayaan Islam, para Pecalang juga sering dilibatkan,” ujar Kartha yang mengaku tak mengharap pamrih dari tugasnya ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Senandung Lirih Sebuah Doa

Oleh: M Arif Rahman Hakim

Kiai Karim terdiam setelah mendengar cerita orang-orang yang datang ke rumahnya malam itu. Sebagai orang yang dituakan, dia selalu menjadi rujukan untuk dimintai pendapat jika ada suatu persoalan di desanya. Sebenarnya, ulama yang bernama lengkap Abdullah Karim ini, belumlah terlalu tua. Hanya saja, posisinya sebagai kiai menjadikan orang-orang menaruh hormat kepadanya.

Senandung Lirih Sebuah Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Senandung Lirih Sebuah Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Senandung Lirih Sebuah Doa

“Bagaimana, Kiai, pendapatnya?” tanya seorang tamunya menyadarkan kiai muda itu dari lamunannya. “Masalah ini harus segera diambil keputusan karena waktu pelaksanaan haul  massal tinggal beberapa hari lagi, Kiai” kata seseorang yang lain.

“Aku tahu. Tapi aku tidak bisa memutuskan sesuatu, apalagi menyangkut masalah pelik seperti ini, secara tergesa-gesa,” jawab Kiai Karim dengan tenang. “Beri aku waktu barang tiga hari untuk memutuskan masalah tersebut” lanjut Kiai Karim.

ArrahmahMedia.Com

“Aku minta masalah ini jangan sampai mengganggu persiapan acara haul massal. Ingat, acara ini sudah menjadi tradisi desa kita ini. Aku tidak ingin hanya karena persoalan ini terjadi perpecahan di antara warga desa,” tegas Kiai Karim saat mengantarkan para tamunya di depan pintu rumahnya.***Desa Kemrajen, tempat Kiai Karim mengamalkan ilmu yang telah didapatkannya selama sepuluh tahun mondok  di berbagai pesantren, merupakan sebuah desa kecil yang tenang. Hampir tidak pernah terjadi konflik di desa itu bahkan saat pemilihan kepala desa sekalipun.

Setiap tahun tepatnya sehari sebelum bulan Ramadhan, warga Desa Kemrajen selalu melaksanakan tradisi turun-temurun sejak para pendiri desa membangun desa tersebut, yaitu haul massal. Tradisi mengirimkan doa untuk seluruh warga desa yang telah meninggal dunia yang dilaksanakan di kompleks pemakaman desa.

ArrahmahMedia.Com

Setiap warga yang memiliki sanak-saudara yang telah meninggal dunia akan mendaftarkan nama sanak-saudaranya yang akan dikirimi doa kepada panitia yang dibentuk oleh pemerintah desa. Biasanya untuk setiap arwah yang akan dikirimi doa, warga dimintai sedekah seribu rupiah. Uang hasil sedekah itu akan digunakan untuk kegiatan keagamaan desa.

Tahun kemarin terkumpul uang lima juta rupiah. Itu pun setelah dipotong untuk keperluan pelaksanaan acara tersebut. Sebab, satu kepala keluarga bisa mengirimkan doa untuk sepuluh anggota keluarganya yang telah meninggal bahkan lebih. Padahal di Desa Kemrajen ada sekitar dua ratusan kepala keluarga.

Kiai Karim selalu menjadi pemimpin acara tersebut sehingga secara tidak langsung dia ikut bertanggung jawab atas kesuksesan acara tersebut. Oleh karena itu, begitu mendengar kabar dari panitia bahwa Parman ingin mendaftarkan kedua orangtuanya untuk didoakan pada acara haul massal tahun ini, hati kiai yang telah ditinggal mati bapaknya ketika berusia lima tahun dihadapkan pada sebuah dilema.

***

Parman adalah anak tunggal dari Kardiman dan Surati. Semua warga desa mengenal siapa Kardiman dan Surati? Oleh sebab itulah, hampir sebagian besar warga desa menolak keinginan Parman untuk mengirimkan doa kepada kedua orangtuanya itu saat acara haul massal.

Kardiman dan Surati adalah suami-istri yang bergelut dengan dunia seni semasa hidupnya. Kardiman dikenal sebagai pemain ketoprak yang wasis  memerankan lakon apa saja. Sedangkan istrinya kondang dengan suara merdunya ketika melantunkan tembang-tembang mocopat  mengiringi pementasan ketoprak Kardiman.

Suatu malam tidak lama setelah terjadinya ‘geger Lubang Buaya’ di Jakarta, Kardiman dan Surati ditangkap dan ‘dimassa’ oleh sekelompok orang berbadan tegap dibantu oleh beberapa pemuda desa di balai desa. 

Menurut kabar, grup ketoprak Kardiman dan Surati sering mementaskan lakon yang menghasut masyarakat untuk merampas tanah, tidak percaya kepada Tuhan, dan ‘berontak’ kepada pemerintah.

Parman yang waktu itu belum genap berusia lima tahun kemudian dirawat oleh seorang pamannya yang tinggal di kota lain. Sejak saat itu, dia belum pernah menengok desa tempat kelahirannya itu meskipun dalam hati kecilnya kerinduan akan kenangan masa kecilnya selalu mengundangnya untuk kembali ke desa tersebut.

Menjelang Ramadhan tahun ini, Parman tiba-tiba muncul di balai desa untuk mendaftarkan nama kedua orangtuanya untuk didoakan pada acara haul massal. Kedatangannya menimbulkan kegemparan di desa yang selama ini tenteram.

***

“Man, aku memahami keinginanmu untuk mendoakan kedua orangtuamu” ucap Kiai Karim yang sengaja menemui Parman di rumah salah seorang kerabatnya di desa sebelah. Di sanalah Parman menginap selama menunggu acara haul massal digelar di desanya. “Itu sebuah keinginan yang mulia bahkan sangat dianjurkan oleh agama untuk mendoakan orangtua kita yang sudah meninggal,” lanjut Kiai Karim.

Meskipun tidak pernah bertemu Kiai Karim sejak peristiwa yang menghilangkan kedua orangtuanya malam itu, Parman langsung bisa menangkap pancaran sinar kewibawaan dari wajah Kiai Karim sehingga dia langsung menaruh hormat kepadanya.

“Terima kasih jika Pak Kiai memahami niat baik saya tersebut,” jawab Parman. “Namun saya yakin Pak Kiai juga tahu bahwa niat baik saya itu telah disalahartikan oleh masyarakat desa kita,” lanjutnya. “Mereka menganggap saya ingin mengungkit-ungkit kembali cerita gelap masa lalu desa kita”.

“Benar, Man. Aku bisa menangkap kekhawatiran dan kegemparan warga sejak mengetahui bahwa kau ingin mengirimkan doa untuk orangtuamu pada acara haul massal di desa kita” sahut Kiai Karim. “Tapi aku juga berharap kamu mau memahami kekhawatiran masyarakat desa karena bagaimanapun apa yang menimpa kedua orang tuamu itu memang adalah bagian terkelam dalam sejarah desa kita yang sudah sekian lama tidak ada yang berani mengusiknya lagi.”

Parman menghela napas panjang sambil menatap wajah teduh Kiai Karim. Ada kebimbangan terpancar dari kedua matanya. Dan, Parman yakin kebimbangan itu bermuara pada masalah dirinya.

“Baiklah, Kiai. Sekarang saya serahkan sepenuhnya keputusan apakah niat baik itu bisa terwujud atau tidak kepada Kiai,” kata Parman akhirnya. “Saya yakin Kiai bisa menentukan jalan terbaik untuk semuanya.”

“Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepadaku untuk memutuskan masalah ini. Tapi aku sendiri tidak yakin apakah keputusan itu bisa memuaskan semua pihak. Kita lihat saja nanti,” ucap Kiai Karim saat bersalaman dengan Parman untuk berpamitan. Kabut kebimbangan terlihat semakin tebal di mata Kiai Karim ketika bersitatap dengan Parman.  

***

Ketika melangkah keluar dari masjid seusai mengimami shalat Isya, dua malam sebelum haul massal diselenggarakan, Kiai Karim didekati dua orang panitia haul massal yang kelihatannya sengaja menunggui Kiai Karim selesai sembahyang.

“Assalaamu ‘alaikum, Kiai.”

“Wa’alaikum salam.”

“Bagaimana Kiai sudah ada keputusan soal si Parman itu?” tanya salah seorang panitia yang bertubuh lebih besar dan tua.

“Oh soal itu. Rencananya setelah ini aku memang mau mampir ke rumah Pak Lurah untuk membicarakan hal itu,” jawab Kiai Karim.

“Kalau begitu, mari kita sama-sama ke rumah Pak Lurah saja sekarang, Kiai. Kebetulan kami juga akan melaporkan persiapan acara haul missal,” kata panitia yang lebih muda.

Kedua orang itu mengiringi langkah Kiai Karim menuju rumah Pak Lurah yang berada di depan balai desa, tidak jauh dari masjid. Mereka berdua tidak mengetahui bahwa dalam benak Kiai Karim sejatinya belum menemukan keputusan untuk masalah itu.

Belum jenak Kiai Karim duduk, Pak Lurah langsung menanyakan keputusan tentang masalah Parman kepada Kiai Karim. Kiai yang merasa baru kali ini dihadapkan pada persoalan yang membuatnya serba-dilematis itu berusaha mengurangi kebimbangan hatinya dengan menyeruput kopi panas yang disuguhkan di depannya.

Kecamuk argumentasi berperang dalam benaknya. Sebagai orang yang telah menimba ilmu keagamaan dari beberapa kiai besar di pesantren yang didiaminya, Kiai Karim ingat betul sebuah hadits  Nabi yang menyatakan bahwa salah satu amal manusia yang tidak akan terputus pahalanya meskipun telah meninggal dunia adalah doa yang dikirimkan oleh anak keturunannya yang masih hidup.

Saat ini, ada seorang anak manusia yang bernama Parman ingin menunjukkan rasa baktinya kepada orang tua yang meskipun singkat pernah mencurahkan kasih sayang mereka kepadanya. “Apakah hal itu salah?” tanyanya dalam batin.

Namun di sisi lain, Kiai Karim paham benar bahwa peristiwa 42 tahun silam itu merupakan kisah paling mengenaskan dalam sejarah panjang Desa Kemrajen. Sebuah kisah yang ditulis dengan darah tetangga mereka sendiri. Sebuah kisah yang selama puluhan tahun telah tersimpan rapat dalam jeruji ingatan warga Desa Kemrajen.

Bagi Kiai Karim yang lahir setelah peristiwa itu, penyebabnya tidaklah terlalu jelas. Ada yang mengatakan bahwa orang tua Parman dianggap terlibat dalam peristiwa penculikan para jenderal di Jakarta. Ada pula yang mengatakan bahwa sebenarnya mereka dibunuh hanya karena fitnah dan dendam seseorang yang tidak senang kepada Kardiman yang berhasil menyunting Surati yang dikenal sebagai kembang Desa Kemrajen saat itu.

Deheman Pak Lurah membuyarkan renungan Kiai Karim. “Jadi bagaimana Kiai?” tanya Pak Lurah lagi. “Kami menunggu fatwa Kiai.”

“Baiklah kalau begitu. Tapi aku tidak akan mengatakan keputusanku kepada kalian malam ini. Pada saat haul massal kalian akan mengetahui keputusanku.”“Kami percaya keputusan Kiai tidak akan bertentangan dengan keinginan sebagian besar warga desa kita,” kata Pak Lurah menutup perbincangan pada malam yang semakin larut dan bertambah dingin itu.***Hari yang ditunggu pun tiba. Semua warga berkumpul di pemakaman desa. Bahkan warga yang merantau di luar kota pun menyempatkan diri untuk pulang kampung mengikuti haul massal. 

Sehari sebelumnya, para pemuda bekerja bakti membersihkan pemakaman sehingga pada hari ini komplek makam yang sebelumnya terlihat tidak terurus menjadi lebih bersih. Tenda besar terpasang di dekat cungkup makam para pendiri desa. Di sinilah pusat acara haul massal dilangsungkan.

Parade pidato para pejabat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa menjadi acara awal sebelum acara inti dimulai. Kiai Karim sengaja tidak duduk di deretan depan bersama para pejabat karena ingin mengetahui apakah Parman datang pada pagi hari itu. Dilihatnya seluruh penjuru makam itu, namun tak tampak Parman di antara ratusan warga yang hadir.

Separuh bagian benaknya bersyukur Parman tidak datang pada acara tersebut karena kehadirannya pasti akan mengundang emosi dan kemarahan warga yang lain. Namun separuh bagian hatinya yang lain menangis karena pada hari ini seorang anak manusia tidak bisa mewujudkan niat sucinya mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya bersama warga yang lain hanya karena prasangka masa lalu dan stigma yang dibangun untuk melanggengkan sebuah kuasa.

“Pak Kiai, acara inti akan segera dimulai,” tegur seorang pemuda yang berdiri di dekatnya.

Acara inti haul massal adalah pembacaan tahlil  bersama dan diakhiri dengan doa untuk para arwah yang dipimpin Kiai Karim. Sebelum doa dibacakan, biasanya secara bergantian panitia akan membacakan nama-nama orang yang pada hari itu akan dikirimi doa oleh keluarganya.

Di antara ratusan nama dalam daftar panjang itu, tidak tertulis nama Kardiman dan Surati!

***

Menjelang tengah malam saat semua warga desa kelelahan setelah seharian mengikuti acara haul massal, terlihat dua sosok berjalan perlahan mendekati komplek pemakaman desa.

Dua orang itu berjalan menuju ke dua buah makam yang terletak di pojok areal pemakaman itu, terpisah dengan makam-makam yang lain. Kedua makam itu terlihat sangat tidak terurus. Tumbuhan liar menutupi kedua makam tersebut. Hanya dua patok kayu keropos yang masih tersisa sebagai penanda.

“Man, di sinilah bapak dan ibumu dimakamkan. Mari kita doakan bersama!”

“Baik, Kiai!”

M. ARIF RAHMAN HAKIM, mantan Ketua PC. IPNU Kabupaten Batang, Jawa Tengah

 

Haul (Arab) : peringatan hari kematian seseorang. Biasanya diadakan untuk memperingati hari kematian seorang ulama/kiai besar. Tetapi di beberapa daerah di Jawa, tradisi haul massal dilaksanakan oleh warga masyarakat biasa. Waktu pelaksanaannya bervariasi tetapi sebagian dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan.

Mondok (Jawa) : tinggal untuk mempelajari ilmu agama Islam di sebuah pesantren.  

Wasis (Jawa) : pantas ; cocok ; pas 

Mocopat (Jawa) : sejenis lagu-lagu daerah khas Jawa Tengah dan Yogyakarta.  

Hadits (Arab) : semua perkataan, perbuatan, dan harapan Nabi Muhammad SAW. Hadits menjadi salah satu sumber utama hukum Islam di samping Al Quran, Ijma’ dan Qiyas.   

Tahlil (Arab) : pembacaan surat-surat Al Quran untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 11 November 2017

Dalam Berpolitik, Warga NU Harus Bedakan Fiqih Siyasah dari Muamalah

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com

Sesuai dengan khithahnya, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat yang tidak berafiliasi dengan partai politik. Meski, tidak mempraktikkan politik praktis, NU tidak melarang warganya untuk berpolitik. Warga NU bebas menggunakan hak politiknya secara pribadi.

Dalam Berpolitik, Warga NU Harus Bedakan Fiqih Siyasah dari Muamalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berpolitik, Warga NU Harus Bedakan Fiqih Siyasah dari Muamalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berpolitik, Warga NU Harus Bedakan Fiqih Siyasah dari Muamalah

"Dalam menggunakan hak politik, warga NU haruslah berpedoman pada fiqih siyasah. Tidak menggunakan fiqih muamalah," kata Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Munawir, Sabtu (25/6).

Gus Nawir, begitu ia biasa dipanggil, menjelaskan bahwa dalam fiqih siyasah an-nahdliyyah, penyaluran hak politik warga NU didasarkan atas prinsip kemaslahatan umat. "Kita berikhtiar menitipkan amanah saja dengan memilih para pemimpin yang mampu mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengimbau agar penyaluran politik warga NU tidak berdasarkan fiqih muamalah jual-beli. "Hindari prinsip NPWP, nomor piro wani piro (nyoblos nomor berapa, berani dibayar berapa), dalam memilih pemimpin karena ini akan membawa kemudaratan bagi seluruh masyarakat," tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia menambahkan bahwa jika sudah ada pimpinan suatu daerah yang memiliki jiwa shidiq (jujur), tabligh (menyampaikan kebenaran), amanah (dapat dipercaya), dan fathanah (cerdas) kemudian ada yang mencalonkan diri untuk menggantikannya sementara kriterianya belum bisa melampaui yang sudah ada, maka wajib untuk mempertahankan yang sudah ada.

"Jangan mengharapkan imbalan untuk kepentingan pribadi dalam berpolitik. Pilihlah orang yang benar benar dapat membawa kemaslahatan yang selalu berpegang teguh dengan agama dalam menjalankan roda kepemimpinan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock