Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

ArrahmahMedia.Com

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Hikmah, Hadits ArrahmahMedia.Com

Rabu, 28 Februari 2018

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Negeri Maghrib (matahari terbenam), ketika kita mendengar kalimat ini pastinya akan tertuju ke Afrika Utara, tepatnya Kerajaan Maroko. Yah Maroko..., sebuah negara Islam yang bermadzhab Maliki tulen di ujung barat dunia Islam. Agama Islam di negeri ini dikembangkan dengan menghargai tradisi lokal, seperti yang dilakukan oleh para dai atau Walisongo ketika menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Kini Maroko dikenal sebagai negara Arab yang gaul dengan nuansa Eropanya yang kuat, tetapi tak mau kehilangan akar tradisi Arab dan Islam. Kebebasan berpendapat dan tradisi berpikir sangat terbuka di negeri Ibnu Batutah ini. Pemerintah tidak memaksa rakyatnya untuk berpola pikir secara kaku atau seragam. 

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Barangkali salah satunya adalah karena faktor penguasa Maroko saat ini, Raja Muhammad VI, seorang lulusan Eropa yang berpikiran modern. Ia bertekad untuk memodernkan Maroko, namun tetap melandaskannya kepada ajaran Islam. Wajar, jika berbagai aliran Islam banyak berkembang di negeri ini. 

ArrahmahMedia.Com

Maroko juga dijuluki dengan “Negeri Tiga Budaya”. Dikarenakan tercampurnya akulturasi tiga budaya yang kental, yaitu budaya Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Letak geografis Maroko yang berada di benua Afrika menjadikan Maroko berbudaya Afrika, Kebudayaan Arab Timur Tengah yang diadopsi di sini menjadikan Maroko bernuansa Negeri Timur Tengah dan letak Maroko yang berdekatan dengan Eropa, membuatnya sangat eksotis dengan nuansa Eropanya.

Dari sisi pariwisata, Maroko merupakan negeri eksotis yang kaya dengan obyek wisatanya, ada Gurun Sahara yang merupakan gurun terluas di Afrika, kemudian multaqol bahrain (pertemuan dua laut) antara laut Pasifik dan laut Mediterania, dimana tempat ini digambarkan dalam Firman Tuhan, Al-Qur’an Surat Al-Rahman ayat 19-20, ada juga kota bersejarah, Fez yang disebut kota budaya dan tentunya masih banyak yang lainnya. Maka tak heran, jika Maroko merupakan salah satu negara favorit wisatawan dunia yang sering mereka kunjungi.

ArrahmahMedia.Com

Buku yang ditulis oleh kader-kader muda NU ini, mengungkap keeksotisan Maroko dari berbagai sisi; kebudayaan, religiusitas keagamaan, sejarah ulama, pariwisata dan peluang beasiswa yang diberikan kepada pelajar-pelajar dunia, termasuk Indonesia. 

Selain versi cetak, terdapat versi ebook yang  dapat didownload di: wayangforce.co.id, getthescoop.com dan qbaca.com

Judul Buku : Maroko Negeri Eksotis di Ujung Barat Dunia Islam

Penulis: Muannif Ridwan, Hafidzul Umam, Kusnadi El Ghezwa dkk.

Editor: Ardian Syam

Penerbit: Jentera Pustaka

Cetakan: I, Januari 2014

Tebal: 295 Halaman

ISBN: 978-602-14169-8-3

Peresensi: Muannif Ridwan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits ArrahmahMedia.Com

Selasa, 27 Februari 2018

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com - Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jayanti Putri Permatasari, meraih Juara II pada ajang English Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Sabtu 6 Mei 2017 kemarin. Jayanti Putri berhasil masuk babak final bersama enam mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Awalnya ia tidak berharap dan menyangka bahwa esei yang ia tulis masuk babak final. Selain itu, ia satu-satunya wakil dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

"Sayakan wakil UNU satu-satunya, dan harus melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, mungkin se-Indonesia. Jadinya saya tidak berharap menang," kata Putri kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa, (9/5).

ArrahmahMedia.Com

Eseinya berjudul Reflecting Cirebon Local Wisdom Through "Memitu" Tradition, ternyata berhasil menarik perhatian juri saat presentasi. Judul tersebut menjelaskan tentang keunikan proses upacara adat dengan pelbagai macam alasan dan filosofinya.

Selain itu, esei itu juga berisi strategi pelestarian upacara itu dengan sistem LLT (love, learn and teach). Artinya, generasi muda harus mencintai kemudian mempelajari dan mengajarkan berbagai hal mengenai Memitu.

ArrahmahMedia.Com

Memitu merupakan upacara adat menyambut kedatangan bayi yang akan dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hadits ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme

Oleh Guntur Pribadi



Terlalu dangkal bila agama dipandang sebagai pemantik dari kekerasan. Apalagi memosisikan agama sebagai pembenar dari tindakan radikalisme dan terorisme, tentu adalah perspektif yang sempit. Agama yang seharusnya sebagai jalan keluar dari permasalahan tidaklah tepat disebut-sebut sebagai biang dari munculnya ekstremisme.

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama dan Pertentangan Makna Aksi Terorisme

Namun, jika pada kenyataannya dalam banyak kasus, agama dianggap sebagai pemantik lahirnya kekerasan, maka ini sesungguhnya bukanlah bersumber pada agamanya. Melainkan, lebih tepatnya adalah merupakan tindakan pelaku yang mengatasnamakan agama.

Agama yang keberadannya menjadi sumber utama kedamaian, keadilan, dan kebahagiaan bagi pemeluknya, adalah tidak relevan kemudian dikorelasikan sebagai lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme.

ArrahmahMedia.Com

Namun, memang tidaklah mudah pula membantah, bila ada anggapan bahwa pemahaman agama yang keliru dan jauh dari makna tujuan agama yang damai, kemudian dipandang sebagai faktor lahirnya tindakan intoleransi yang merupakan benih dari radikalisme dan ekstremisme.

Agama yang hakikinya mengajarkan kebaikan, kejujuran, kesantunan dalam hubungan manusia antara manusia dan manusia dengan lingkungan, yang terjadi justru dimaknai dalam interpertasi dan realisasi yang menyimpang. Akibatnya, tujuan utama manusia memeluk agama mengalami disorientasi: jauh dari tujuan beragama yang bermakna pada keselamatan, kemaslahatan, dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Padahal, jika dipahami dari tujuan utama setiap manusia beragama, maka tindakan kekerasan dan kerusakan, sesungguhnya bukanlah ajaran agama. Sebab, setiap agama, bila sungguh-sungguh direnungkan dengan akal sehat dan rasa kemanusiaan, agama tidaklah memerintahkan kepada pemeluknya untuk merusak, membunuh, menebar kebencian, apalagi melakukan tindakan radikalisme.

Nalar agama yang substansinya berisi nilai-nilai kebajikan dan kedamaian tidaklah relevan kemudian maknanya dibajak dalam wujud aksi radikalisme dan ekstremisme yang belakangan ini menjadi ancaman serius hampir di setiap negara-negara dunia. Justru yang terjadi adalah paradoks ketika simbol-simbol agama itu sendiri dipaksakan sebagai dalil pemantik dari aksi terorisme.

Memaksakan dalil-dalil agama dalam konteks penghalalan darah terhadap seseorang yang berbeda aliran dan ideologi juga tidaklah bisa dibenarkan begitu saja. Sebab, bila diimani nilai-nilai agama dengan nalar kasih sayang, maka tindakan teror, radikalisme, dan ekstremisme terhadap perbedaan, adalah merupakan aksi yang kontradiktif dengan tujuan hakiki agama itu sendiri yakni sebagai motivasi menebarkan kedamaian ke seluruh umat dunia.

Sekalipun hingga hari ini tidak ada penjelasan yang memuaskan akal sehat kita mengenai spirit terorisme yang terjadi, sebagai manusia yang memiliki keimanan dalam beragama tentunya kita menolak bila semangat agama dipandang dan dijadikan sebagai pemantik tindakan-tindakan destruktif.

Bila ingin disebutkan, maka aksi teror yang menyeret simbol-simbol agama secara serampangan adalah tindakan manusia yang dapat dikatakan tidaklah beragama dan juga tidak manusiawi. Mendasarkan agama sebagai motivasi dan spirit atas aksi terorisme lebih tepatnya adalah sebagai tindakan yang kehilangan akal.

Dalam Islam sendiri misalnya, seperti kita tahu, di antara tujuan hakiki agama itu sendiri dihadirkan kepada umat sebagai pembawa semangat rahmatan lil ‘alamin (kasih sayang Tuhan untuk semua manusia) (Q.S. Al-Anbiya: 107). Konsep “kasih sayang Tuhan untuk seluruh manusia” ini tidaklah terbatas. Akan tetapi, melingkupi seluruh umat di dunia.

Islam juga mengajarkan betapa pentingnya memelihara kehidupan seorang manusia yang dipandang sama halnya memelihara kehidupan manusia seluruhnya (Q.S. Al-Maidah: 32). Tak itu saja, aksi menimbulkan kebinasaan (mudarat) terhadap diri sendiri merupakan tindakan yang sangat dilarang dalam Islam (Q.S. Al-Baqarah: 195).

Berangkat dari risalah rahmatan lil ‘alamin dan pentingnya memelihara kehidupan manusia, maka sangatlah bertentangan kemudian tindakan radikalisme dan ekstremisme dilekatkan pada ajaran dan simbol-simbol agama. Sebab sangat jelas, kehadiran agama tidaklah membawa kehancuran pada manusia, melainkan menebarkan kedamaian dan kasih sayang sebagai amanah dari Tuhan.

Merespon aksi terorisme dan radikalisme yang belakangan ini mengalami penetrasinya akibat spirit dan motivasi kepentingan individu atau kelompok tertentu, maka penting kemudian menempatkan pemahaman bahwa tindakan ekstremisme yang muncul adalah sebagai akibat adanya gejala fanatik yang kehilangan akal sehat dan rasa kemanusiaan.

Dalam upaya membendung menjalarnya pemikiran dan gerakan radikal lebih luas di negeri ini, maka penting kemudian peran agama meresponnya terhadap penyimpangan-penyimpangan aksi teror yang terjadi belakangan ini. Peran tokoh dan institusi agama dalam hal adalah sangatlah strategis, terutama dalam memberikan pencerahan terhadap makna dan tema-tema agama dalam konteks kemanusiaan, kasih sayang, dan kedamaian, melalui jalur pendidikan dan gerakan dakwah.

Selain itu pula, peran pesantren sebagai agen perubahan dan pemberdayaan sosial juga tak kalah strategis dalam menekan gejala pemikiran dan gerakan intoleransi terhadap keberagaman dan perbedaan di tengah-tengah umat. Keberadaan pesantren sebagai pranata pendidikan yang dikenal memiliki kosentrasi pada pengajaran agama, sangat efektif dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama yang santun, moderat, toleransi, dan damai.

Segala upaya dalam membendung dan menekan penyebaran pemikiran serta gerakan intoleransi tersebut tentunya akan lebih memiliki kekuatan yang lebih luas lagi dengan melibatkan peran elemen masyarakat. Keberadaan elemen masyarakat akan menjadi kekuatan tersendiri, terutama dalam membangun opini positif terhadap keberagaman dan perbedaan.

Kita tahu, belakangan ini, kekuatan opini masyarakat telah memiliki posisinya dalam menggalang gerakan sosial. Karena itulah, memberdayakan partisipasi elemen sipil dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan NKRI adalah hal yang hendaknya terus digalang melalui jalur-jalur pendidikan, dakwah, dan advokasi.

Kita tentu percaya, bahwa Tuhan menurunkan agama adalah untuk manusia. Dan manusialah yang sesungguhnya memerlukan agama sebagai media dalam mencapai kedamaian dan kebahagiaan kehidupan yang tidak saja di dunia, tapi juga di kehidupan yang diimani kelak. Karena itu, tindakan destruktif dengan alasan agama, tentunya tidaklah dapat diterima, baik itu oleh nalar manusia maupun nalar ajaran agama itu sendiri.

Penulis adalah pegiat Lembaga Bantuan Hukum dan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Lomba Baca Kitab Kuning Diadakan di UIN Yogyakarta

Sleman, ArrahmahMedia.Com. Sebagai kelanjutan kegiatan pelatihan Qiro’atul Kutub atau baca kitab kuning yang diadakan Oktober lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Qiro’atul Kutub (LQK).

LQK yang terbagi ke dalam kategori tingkat Ula dan Wushtha ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Rabu (12/12) untuk tingkat Wushtha dan Kamis (13/12) untuk tingkat Ula. 

Lomba Baca Kitab Kuning Diadakan di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Baca Kitab Kuning Diadakan di UIN Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Baca Kitab Kuning Diadakan di UIN Yogyakarta

Menurut keterangan Septi Karisyati, ketua panitia acara LQK, penentuan kategori dalam LQK kali ini berdasarkan pada usia serta jenjang pendidikan.

Tingkat Wushtha diperuntukkan bagi para peserta yang duduk di bangku Madrasah Aliyah ke bawah atau santri pondok pesantren yang berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan untuk tingkat Ula ketentuan usianya adalah19-30 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Sebanyak 26 orang peserta berpartisipasi dalam LQK tingkat Ula, dari target awal sebanyak 20 orang mahasiswa di UIN. Sedangkan untuk tingkat Wushtha diikuti oleh 14 orang peserta dari berbagai Madrasah Aliyah dan pondok pesantren se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Menurut Septi saat ditemui di tengah-tengah kesibukan pelaksanaan LQK, pemenang LQK dari masing-masing kategori akan diumumkan pada acara Seminar Nasional yang akan berlangsung pada Jum’at (14/12) ini. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nusantara, Hadits, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat

Ada sebuah maqalah yang mengatakan bahwa man laysa lahu wirdun fahuwa qirdun, barang siapa yang tidak wirid, maka dia seperti monyet. Memang jika diangan-angan salah satu kewajiban manusia adalah mengingat Sang Khaliq. Apabila seseorang tidak pernah mengingat (wiid) Sang Khaliq maka orang itu bagaikan seekor monyet yang tidak tahu diri dan tidak mengerti balas budi.

Begitulah perintah Allah swt dalam suarat an-Nisa’ ayat 103 diterangkan:

فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم

Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalil dan Bacaan Wirid Bada Shalat

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.  

Secara praktis, melatih membiasakan wirid dapat dimulai dari hal yang paling kecil dan sederhana. Misalkan dengan meluangkan waktu setelah shalat fardhu membaca istighfar sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: “كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ”. قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ.

Tsauban bercerita, “Jika Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam selesai shalat beliau beristighfar tiga kali, lalu membaca “Allahumma antas salam wa minkas salam tabarokta ya dzal jalali wal ikrom”. Al-Walid (salah satu perawi hadits) bertanya kepada al-Auza’i, “Bagaimanakah (redaksi) istighfar beliau?”. “Astaghfirullah, astaghfirullah” jawab al-Auza’i.

ArrahmahMedia.Com

Atau dengan keterangan lebih lengkap bacaan dzikir setelah shalat yang paling minimal adalah:

...اَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ (Astaghfirullahal adhim) 3x ...لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ         (La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir) 3x ...اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّارِ  (allahumma ajirna minannar) 3x اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَاَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَالسَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ        (Allahumma antas salam wa minkas salam wa ilaika ya’udus salam fahayyina rabbana bis salam wa adkhilnal jannata darassalam tabarakta rabbana wa ta’alaita ya dzal jalali wal ikram)  

Kemudian setelah terbiasa hendaknya ditingkaykan dengan menambah wirid sebagaimana anjuran Rasulullah saw

وروى أبو هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :  من سبح الله في دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين ØŒ وحمد الله ثلاثا وثلاثين ØŒ وكبر الله ثلاثا وثلاثين ØŒ فتلك تسعة وتسعون ØŒ وقال تمام المائة : لا إله إلا الله وحده لا شريك له ØŒ له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير ØŒ غفرت خطاياه ولو كانت مثل زبد البحر  أخرجه مسلم في صحيحه

ArrahmahMedia.Com

Bahwa Rasulullah saw pernah berkata ‘barang siapa setelah shalat membaca tasbih 33 kali, hamdalah 33 kali, takbir 33 kali, sehingga jumlahnya 99 dan menyempurnakannya dengan bacaan La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir, Allah akan mengampuni segala dosanya walau sebanyak buih di lautan.

Artinya alangkah sempurnanya jika wirid setelah shalat di atas ditambah dengan bacaan:

سُبْحَانَ الله  Subhanallah  33x اْلحَمْدُ لله    Alhamdulillah  33x اَللهُ اَكْبَرُ    Allahu Akbar  33x  Ø§ÙÙ„اَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ       (La ilaha illallah wahdahu lasyarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadir)  

 

Redaktur: Ulil Hadrawy . Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Hadits, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Jubah Hitam dan Miss Jinjing di Sekitar Nabawi

Madinah, ArrahmahMedia.Com

Belanja seringkali menjadi kata pertama yang identik dengan perjalanan/touring/travelling dan pariwisata, termasuk pariwisata religius/ziarah. Belanja dengan berbagai kroniknya menjadi prioritas pembahasan bagi setiap orang yang akan bepergian atau melancong. Terutama bagi kaum hawa, tak perduli latarbelakang sosial, asal daerah maupun ideologi politik dan keagamaan. Belanja telah menjadi satu tarikan nafas dalam setiap langkah para pelancong/peziarah.

Dari sini, tempat-tempat pelancongan berkembang menjadi kawasan perbelanjaan yang terus berbenah dan berlomba memanjakan pengunjung. Dalam hal ini, tak terkecuali adalah kawasan Masjid Nabawi. Hotel-hotel mewah yang mengapit seluruh sisi Masjid Nabawi, selain menyediakan penginapan super mewah juga menawarkan wisata belanja yang memanjakan pengunjung.

Selasa, 26 Desember 2017

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Temanggung, ArrahmahMedia.Com. Madrasah Tsnawiyah Al-Hidayah Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal-Jama’ah kepada peserta didiknya. Hal itu dibuktikan dengan tetap mempertahankan mata pelajaran ke-NU-an dan kerifaiyahan.

Rifaiyah adalah nama organisasi keagamaan di beberapa wilayah Jawa Tengah yang terbentuknya dilatarbelakangi solidaritas keislaman dari santri-santri KH Ahmad Rifai, salah seorang ulama pengarang puluhan kitab berbahasa Jawa tulisan pegon. Ia pahlawan nasional kelahiran Kaliwungu, Kendal yang wafat di Ambon, Maluku zaman penjajahan Belanda.

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Secara akidah, jam’iyah Rifaiyah bepaham Aswaja, syariahnya juga menganut salah satu madzhab empat.

ArrahmahMedia.Com

"Baik mapel ke-NU-an maupun ke-Rifaiyahan dalam KBM-nya yang ditekankan memang sebatas sisi historis atau aspek kesejarahannya. Hal itu lantaran materi syariah dan akidah baik dari NU maupun Rifaiyah kebanyakan sudah diajarkan di madrasah diniyah tiap-tiap desa di mana murid berasal," kata Kepala MTs Al-Hidayah Wonoboyo Supriyanto kepada NU online Selasa (26/1).

Supriyanto menambahkan, walaupun? MTS Al-Hidayah Wonoboyo Temanggung secara institusi atau yayasan tidak lagi bernaung di bawah LP Maarif NU, tetapi kegiatan belajar mengajar serta penyelenggaraan pendidikannya masih terus menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif Temanggung, di antaranya soal-soal untuk mid semester dan semester. "Hanya saja seperti SK guru dan karyawan sudah mandiri, tidak lagi terikat dengan LP Ma’arif," imbuh Supriyanto.

ArrahmahMedia.Com

Banyak program kegiatan telah dibuka untuk menjaga dinamisasi dan relevansi pembelajaran di MTs al-Hidayah untuk tetap menarik minat para siswa. Untuk itu, kata Supriyanto, kegitan kepramukaan selalu diintensifkan. Juga ekstrakulikuler seperti drum band, pembelajaran seni baca Al-Quran, dan pelatihan komputer.

Madrasah tingkat menengah pertama yang berdiri sejak 1983 ini terletak di jalan Candiroro-Wonoboyo dan merupakan satu-satunya MTs yang berada di kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung. Sejak 2013 MTs ini sudan berakreditasi B. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, IMNU, Hadits ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Demak, ArrahmahMedia.Com



Tahun ini, 2017 Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak kembali menggelar pementasan teater. Pementasan ini merupakan bagian dari serangkaian acara haflah akhirussanah yang meliputi muwada’ah, khatmil Al-Qur’an dan khatmil kutub. Kegiatan tahunan tersebut insyallah akan dilaksanakan pada hari Ahad malam (21/5) bersama dengan grup Hadlrah al-Muqorrobin Kendal yang dipimpin oleh al-Habib Abdullah Farid bin Masyhur al-Munawwar.?

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Lakon yang akan dipentaskan kali ini ialah berjudul Tak Ada Bintang di Dadanya. Sebuah karya yang ditulis oleh Hamdy Salad dan ditulis ulang oleh dua sutradara muda Fakhrur Rozi dan Abd. Chanan S. Lakon ini bercerita tentang seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pendidikan anak bangsa.

Menurut Rozi, selaku sutradara, lakon ini sangat relevan dipentaskan di dunia pesantren, mengingat pesan-pesan moralnya mengenai dunia pendidikan begitu luhur. “Karena di pesantrenlah ditemui sosok seperti kiai yang dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahannya mendidik para santri dari seluruh pelosok negeri. Sosok seperti kiai inilah yang saya kira sangat sulit ditemui di zaman modern yang materialistik ini,” katanya.?

Kegembiraan juga dirasakan oleh Fathon, salah satu dari aktor Teater Fatah. “Sungguh sebuah lakon yang menurut saya sangat luar biasa, saya senang dapat menjadi salah satu aktor di teater ini, sebuah pengalaman yang cukup berharga dan tak didapatkan di bangku madrasah. Sekali lagi saya sangat bersyukur dapat mengikuti prosesnya dari awal, dimulai dari latihan yang cukup melelahkan, disiplin, penuh dengan aturan main, sampai harus menguji mental level tingkat tinggi, yang paling penting bagi saya bahwa kesenian adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia,“ ungkap Fathon.

ArrahmahMedia.Com

Selain bertujuan untuk menghibur para tamu undangan, acara ini juga sebagai media pembelajaran santri untuk mengenal dunia seni secara lebih dalam. Pengenalan seni melalui teater cukup efektif, mengingat latar belakang para santri yang notabene bukan anak seni. Dengan terjun langsung, mereka tidak dibingungkan oleh banyaknya teori dan kajian seni-kebudayaan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Habib, Hadits ArrahmahMedia.Com

Kamis, 07 Desember 2017

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta memantapkan persiapan Wisuda Sarjana (S1) ke-3 yang kali ini akan digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada tanggal 7 Mei 2014 pukul 08.00 WIB.

“Diwajibkan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati hadir sebelum waktunya di lokasi agar penyelenggaraan wisuda berjalan baik,” kata Ketua Panitia Wisuda Arif rahman di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (30/4) sore.

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III

Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta HM Mujib Qulyubi mengingatkan kepada calon wisudawan dan wisudawati bahwa inti dari wisuda adalah bersyukur dan bertanggung jawab. “Bukan hanya dilihat sekadar seremoni saja, tapi kita bersyukur kepada Allah sekaligus bertanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk masyarakat luas,” tutur Kiai Mujib, panggilan akrabnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam proses wisuda nanti, lanjut Mujib, calon wisudawan dan wisudawati supaya mengikuti acara dengan khusyu dan khidmat. Dia juga mengingatkan bahwa sehari sebelum acara wisuda dimulai agar menggelar doa dan Istighotsah di tempat masing-masing secara berkelompok.

“Hal ini dalam rangka menjaga tradisi keislaman kita, dilakukan secara pribadi silakan, tapi lebih baik secara bersama-sama,” tandas Kiai yang juga Katib Syuriah PBNU ini. Dia juga menuturkan bahwa wisuda I berjalan dengan baik, begitu juga dengan wisuda II, dan wisuda III kali ini harus lebih baik lagi.

ArrahmahMedia.Com

Proses pemantapan ini dihadiri oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati STAINU Jakarta dari Prodi PAI dan Perbankan Syariah, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi PAI) STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan Sekretaris Panitia Wisuda Dede Setiawan.

Dipastikan juga oleh panitia bahwa acara wisuda nanti akan dihadiri diantaranya oleh Ketua Umum  PBNU KH Said Aqil Siroj, Menperra H Djan Faridz, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Lemkerma Ditjen Dikti) Kemendikbud RI Prof H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Pendidikan, Amalan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 Desember 2017

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Makassar, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan hajatan 5 tahun sekali yakni Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Sulsel.

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferwil NU Sulsel Terbentuk

Panitia Konferwil pun terbentuk dalam rapat lengkap Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sulsel beserta para Ketua Lajnah-Lembaga dan Badan Otonom NU di kediaman Rais Syuriyah PWNU Sulsel DR. AGH. M. Sanusi Baco, Lc, Senin (11/3).

Sebelum diadakannya rapat, Pengurus Tanfidziyah meminta terlebih dahulu nasehat dan petunjuk Rais Syuriyah PWNU Sulsel demi kelancaran dan kemudahan proses konferwil 12 NU Sulsel. Rais Syuriyah menekankan perlunya sikap ikhlas mengurus NU dan meminta ketika panitia terbentuk bekerja sama-sama, agar pekerjaan berat bisa menjadi lebih mudah.

ArrahmahMedia.Com

Setelah diadakan diskusi antara pengurus tanfidziyah dan meminta persetujuan pengurus Syuriyah terpilihlah Drs. H. Abd. Rauf Assegaf, M.Pd sebagai Ketua Panitia dan Amiruddin Aminullah, SH.I, MH.I sebagai Sekretaris Panitia. Sebelumnya Prof. DR. H. Arfin Hamid, MH terpilih sebagai Ketua Steering Committee untuk mengawal jalannya persidangan Konferwil nanti. 

Pada hari itu pula diputuskan Konferwil ke-12 NU Sulsel akan diselenggarakan pada tanggal 29 – 31 Maret 2012 di Kab. Pangkep yg bertempat di Pondok Pesantren Padallampe Dahrul Mukhlisin. Pemilihan tempat ini didasarkan oleh kesepakatan pengurus melihat NU berasal dari Pesantren dan kembali juga mesti harus di Pesantren.

ArrahmahMedia.Com

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Pendidikan, Hadits ArrahmahMedia.Com

Senin, 27 November 2017

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com. Katib Syuriyah Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu Lampung, Munawwir, meminta pihak-pihak tertentu tidak membawa atribut NU ke ranah politik. Hal itu disampaikannya menyusul beredarnya kalender sosialisasi salah satu partai politik yang menyertakan logo NU dan foto beberapa pengurus NU setempat.

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik

“Ini sudah jelas menyalahi aturan-aturan yang ada di jam’iyyah NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik,” tegas Munawwir, di Pringsewu ? Ahad (17/2).

NU berpegang pada Khittah 1926 yang memiliki makna bahwa Jamiyyah NU tidak berpihak pada salah satu partai. “Adapun NU membidani lahirnya Partai Politik, bukan berarti NU berpolitik. Partai tersebut merupakan salah satu alternatif ? bagi warga NU secara individu dalam menyalurkan kebebasan berpolitik,” tambahnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Munawwir, Jajaran Syuriyah juga sudah menginstruksikan dengan keras kepada seluruh pengurus PCNU Pringsewu untuk tetap menjaga Khittah NU. Diharapkan juga kepada seluruh warga khususnya yang ada di Kabupaten Pringsewu untuk tidak terpengaruh terhadap simbol-simbol partai yang mencantumkan atribut-atribut NU didalamnya.

Menghadapi pemilihan anggota legislatif di tahun mendatang, NU pringsewu memberikan kebebasan kepada warga untuk memilih siapa dan partai apa yang sesuai dengan hati nuraninya. NU tidak akan mengarahkan warganya untuk memilih partai tertentu walaupun partai tersebut dibidani oleh NU. “Sebagai perseorangan silahkan berpolitik namun sebagai organisasi, NU tidak berpolitik,” tambah Munawir.

ArrahmahMedia.Com

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Hadits ArrahmahMedia.Com

Jumat, 24 November 2017

Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air

Makkah, ArrahmahMedia.Com. Kejadian jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (11/9) hendaknya menjadi spirit untuk terus pasrah dan hanya beribadah. Pada saat yang sama, doa dari tanah air juga sangat penting demi keselamatan seluruh jamaah.

Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air

Harapan ini disampaikan H Farmadi Hasyim saat dihubungi media ini, Sabtu (12/9) waktu setempat. "Saat itu saya dan rombongan masih berada di hotel," katanya. Namun demikian, meskipun dari kamar, dapat dilihat dengan jelas kedahsyatan badai pasir, ? disusul hujan deras serta kilat yang terus menyambar.

"Meski dari kamar hotel, mendengar cerita jamaah yang melihat langsung kejadian di Masjidil Haram, kami jadi merinding," kata Kasi Haji Kemenag Kota Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Apalagi setelah kejadian, masih terlihat sisa-sisa kejadian yang memilukan tersebut. Banyaknya korban berjatuhan, baik yang wafat, terluka parah dan ada juga yang tersesat karena berhamburan lari menyelamatkan diri. "Belum lagi sirine ambulans dan mobil polisi yang hilir mudik di jalan menuju Masjidil Haram untuk mengevakuasi korban wafat maupun luka," ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

"Kejadian ini menyadarkan kita bahwa pasrah sebagai jalan terbaik," kata Wakil Ketua 1 PW Lembaga Dakwah NU Jatim ini. Bagi korban yang sedang dalam perawatan semoga bisa segera sembuh sehingga bisa mengikuti seluruh rangkaian haji maupun umrah, lanjutnya.

"Dan kepada para korban meninggal, semoga husnul khatimah dan tercatat sebagai syuhada karena meninggal saat beribadah di Masjidil Haram," harapnya.

Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya juga mendoakan agar keluarga korban di tanah nair diberikan ketabahan menerima kenyataan ini. "Rasanya tidak akan ada yang menginginkan kejadian seperti ini menimpa jamaah," ungkapnya. Namun inilah takdir dan ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak zaman ajali, lanjutnya.

"Peristiwa ini kian menebalkan kepasrahan kita kepada Allah SWT untuk mengembalikan dan tawakkal kepada-Nya," katanya. Karenanya, Ustadz Farmadi berharap agar keluarga di tanah air berkenan terus mendoakan jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji dan umrah agar bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

Seperti diberitakan sejumlah media, peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 17.30 waktu Makkah jelas. ? Dua jamaah haji Indonesia dikabarkan wafat dalam kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram. Sementara korban luka dari Indonesia berjumlah puluhan orang. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com

Jumat, 17 November 2017

Surga dan Neraka: Buah Tanaman Dunia

“Sesungguhnya surga itu dikepung oleh segala kemakruhan (hal yang dinistakan agama) sedangkan neraka dikelilingi oleh syahawat (hal-hal yang menyenangkan manusia)” dan dalam haditsnya yang lain “ingatlah bahwa surga adalah sesuatu yang sulit di raih bagai berada di tempat yang tinggi. Sedangkan neraka adalah sesuatu yang mudah? bagai berada di tanah yang rendah”



Surga dan Neraka: Buah Tanaman Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Surga dan Neraka: Buah Tanaman Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Surga dan Neraka: Buah Tanaman Dunia

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah

ArrahmahMedia.Com

Ahamduillah pada hari ini kita masih diberi nikmat untuk bersama-sama menjalankan ibadah bertemu dalam shalat jum’at berjama’ah. Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. semoga ketaqwaan itu bisa menyelematkan kita dari api neraka dan memposisikan kita di dalam surag. Rasulullah saw pernah bersabda dalam hadits-nya yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya surga itu dikepung oleh segala kemakruhan (hal yang dinistakan agama) sedangkan neraka dikelilingi oleh syahawat (hal-hal yang menyenangkan manusia)."

Arti kata dikepung (huffat) adalah terhalang. Sebagaimana sebuah perkampungan yang tekepung banjir. Karena itu, untuk sampai pada perkampungan tersebut, seseorang harus berani menerjang banjir. Demekian juga dengan surga. Mereka yang menginginkannya harus siap melawan berbagai kemakruhan. Yang dimaksud dengan kemakruhan adalah segala hal yang dianggap buruk dan dibenci oleh syariat.

Begitu pula sebaliknya, posisi neraka dalam hadits di atas dikelilingi dengan berbagai kesenangan. Barang siapa yang kesehariannya selalu bersenang-senang tanpa mempedulikan aturan syariat, sungguh dia telah berada sangat dekat dengan neraka.

Apa yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits ini sangatlah mudah difahami. Apalagi untuk orang dewasa. Namun, sayangnya seringkali pemahaman itu hanya berhenti sebagai pengetahuan dan tidak ditindak lanjuti sebagai amalan. Sehingga seringkali orang mengaku takut dengan api neraka serta siksa-siksa di dalamnya, tetapi masih saja bergelut dalam kesenangat syahwat yang terlarang. Begitu pula sebaliknya banyak orang yang mengaku merindukan surga, ingin segera bersanding dengan bidadari. Tetapi tidak senang dengan amal-amal saleh dan kebajikan-kebajikan anjuran agama.

Sebuah kisah dari Rasulullah saw yang berhubungan erat dengan hadits ini sebagaimana dinukil dalam kitab Sirajut Thalibin karya Kiai Ihasan Jampes sebagaimana diriwayatkan imam Tirmidzi bahwa suatu ketika Rasulullah saw bercerita “ketika Allah swt telah menjadikan surga diperintahkanlah Jibril untuk melihatnya, sambil berkata “Jibril lihatlah surga dengan segala fasilitas yang Ku-persiakkan untuk penghuninya“. Segeralah Jibril menengok surga dengan segala perlengkapannya. Kemudian kembali menghadap dan berkata “demi kemuliaan-Mu, semua orang yang pernah mendengar kata surga pasti akan memasukinya” kemudian Allah memerintahkan untuk memagari surga dengan kemakruhan.? Setelah itu, Allah swt kembali mengutus Jibril untuk melihatnya “sekarang kamu lihatlah surga itu kembali (lengkap segala fasilitas untuk penghuninya)” maka berangkatlah Jibril, kemudian ia kembali menghadap dan berkata “demi kemuliaan Dzat-Mu aku khawatir tidak ada seorangpun yang dapat memasukinya. “Sekarang pergilah kau ke neraka dan lihat segala macam siksaan yang ada di dalamnya” perintah Allah kemudian kepada Jibril. Ia pun berangkat dan kembali menghadap seraya berkata “demi kemuliaan-Mu ya Allah, hamba yakin tak seorangpun yang pernah mendengar cerita neraka mau memasukinya”. Maka Allah segera menghiasi neraka dengan berbagai kesenangan. Dan kembali berkata pada Jibril “sekarang tengoklah kembali neraka” Jibrilpun berangkat dan segera kembali melapor “ Ya Allah, demi kemuliaan-Mu aku khawatir tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari neraka-Mu” ?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Demikianlah Allah sengaja membuat pagar untuk surga sebagai ujian bagi mereka yang menginginkannya. Dan Allah perindah neraka dengan berbagai asesoris yang terbuat kesenangan-kesenangan sebagai cobaan manusia. ?

Karena itu pada hadits selanjutnya Rasulullah saw menggarisbawahi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

“Bahwa surga adalah sesuatu yang sulit di raih bagai berada di tempat yang tinggi. Sedangkan neraka adalah sesuatu yang mudah? bagai berada di tanah yang rendah”

Begitulah keadaan sebenarnya. Selanjutnya terserah pribadi kita masing-masing. Apakah kita inginkan surga atau menyerahkan diri kepada neraka.

Imam Ghazali pernah menerangkan menyambung keteragan hadits di atas dalam Minhajul Abdidn. Bahwa kini (pada masa al-Ghazali) manusia sungguhlah amat lemah, sedangkan kehidupan semakin kompleks. Pengetahuan agama semakin menipis, adapun kesempatan ibadah semakin menyusut. Kesibukan semakin mendesak, umur semakin berkurang dan amal ibadah terasa makin berat. ?

Bukankah hal semakin terasa pada zaman sekarang. Manusia sangat lemah, kemauan manusia semakin hari semakin pupus. Yang diinginkan hanyalah segala yang serba cepat dan instan. Tidak ada usaha serius yang ada hanyalah ketergantungan yang semakin tinggi. Ketergantungan dengan gadget, dengan alat komunikasi, dengan mesin ATM dengan segala macam peralatan tehnologi. Hal ini semakin melemahkan manusia sebagai individu. Manusia kini tidak berani menghadapi kehidupan tanpa tetek-bengek tersebut.

Di sisi lain kesibukan kegiatan manusia luar biasa padatnya. Sehingga waktu yang ada hanya habis untu mengurus segala macam urusan yang disekitar. Sehingga kesempatan beribadah semakin lenyap. Shalat lima kali saja terkadang tidak terlaksana. Kalaupun terlaksana pengetahuan tentang ibadah itu sangat minim sekali. Pelajaran tentang agama hanya di dapat di sela-sela waktu bekerja. Dalam pesantren kilat, kultum di tivi atau di sela istirahat kantor, melalui google, tanya jawab dalam media sosial. Urusan belajar agama menjadi sampingan. Tidak terasa umur sudah senja. Ketenangan jiwa masih jauh, fisik semakin lemah diajak beribadah. Bagaimanakah jika sudah demikian?

Jam’ah jum’ah Rahimakumullah

Maka yang tersisa hanya satu memohon kepada Allah swt agar dianugerahi taufiq dan hidayah. Semoga Allah swt melimpahkan cahaya untuk hambanya. Sebagakimana yang difirmankannya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya

Artinya, apapun yang terjadi ketika Allah swt telah menghendaki untuk memberikan hidayah-Nya kepada seorang hamba, maka tidak ada satupun masalah yang tersisa. Kemudian seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. Bagaimanakah tanda seseorang memperoleh cahaya hidayah-Nya? Rasulullah saw menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hamba itu (yang memperoleh hidayah) akan? undur diri dari urusan dunia, menekuni urusan akhirat, dan mempersiapkan diri seolah ajal akan segera datang.

Apakah ada dalam diri kita tanda-tanda memperoleh hidayah-Nya? Marilah kita raba diri kita masing-masing.

Demikian khutbah jum’ah kali ini semoga bermanfaat untuk saya khususnya selaku khatib dan jama’ah pada umumnya.

? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Lomba ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Kiprah tokoh perempuan NU almarhumah Mahsusoh Ujiati begitu membekas di benak Guru Besar Universitas Ibnu Thufail Maroko Prof Dr Mariam Ait Ahmed. Prestasi salah seorang pendiri IPPNU ini dinilai patut diapresiasi.

“Mari kita bacakan surat al-Fatihah kepada beliau. Al-Fatihah…” pinta Porf Mariam di sela kuliah umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Jakarta di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (12/11) malam.

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU

Menurut dia, Mahsusoh adalah pedamping Dubes RI untuk Maroko Tosari Wijaya yang baik. “Subhanallah, ketika dibangun hubungan Indonesia dan Maroko dikirimlah wanita yang sangat mulia mendampingi seorang duta besar,” katanya sambil menahan air mata.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Mahsusoh dianggap berjasa dalam menghubungkan Indonesia dan Maroko. Salah seorang pimpinan Muslimat NU ini termasuk ibu yang selalu mengayomi, terutama bagi para mahasiswa yang ada di Maroko.

“Beliau mempunyai hati yang mulia, sehingga kedatangannya ke Maroko membawa bendera cinta. Beliau memberikan cinta kepada para mahasiswa,” sanjung Ketua Organisasi Persaudaraan Maroko-Indonesia ini .

Dalam acara Pekan Budaya di Maroko September lalu, Mahsusoh yang wafat pada 21 Desember 2011 itu mendapat anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko dari Jamiyyah Sidi Thalhah, bersamaan dengan acara mengenang al-Wali Sidi Thalhah, tokoh kemerdekaan Maroko.

 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Selasa, 14 November 2017

Mengabadikan Sejarah Perjuangan Kebangsaan

Judul: Piagam Perjuangan Kebangsaan

Editor : Abdul Mun’im DZ

Penerbit: Setjen PB NU-ArrahmahMedia.Com, Jakarta Pusat

Cetakan: 2011

Mengabadikan Sejarah Perjuangan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabadikan Sejarah Perjuangan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabadikan Sejarah Perjuangan Kebangsaan

Tebal: 147 hlm

Peresensi: Hairul Anam*)

ArrahmahMedia.Com

Sejarah itu ubahnya mutiara terpendam di dasar lautan. Cahayanya tak bakal mampu berkilau dan melahirkan kekaguman bagi siapa pun, manakala tak ada yang mengangkatnya ke permukaan. Karena itu, menemukan sekaligus memeliharanya merupakan langkah bijak untuk dijadikan acuan dalam memberi penilaian. Dan pada waktu itu juga, sejarah akan menghadirkan dirinya dengan ragam pencerahan.

ArrahmahMedia.Com

Pada aras itu, sejarah sepak terjang NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia, tampaknya masih belum diketahui banyak kalangan. Akibatnya, NU acap kali diidentikkan dengan organisasi yang hanya berkutat dengan ranah ibadah mahdhah. Bahkan, dituduh sebagai organisasi yang irasional, bid’ah, sinkretis, dan sebagainya.

Buku Piagam Perjuangan Kebangsaan ini hadir untuk mengabadikan segala ‘jasa-jasa’ perjuangan NU terhadap bangsa di bumi persada ini. Banyak peristiwa penting yang terekam kuat di dalamnya. Berbagai piagam dan deklarasi perjuangan NU dalam bidang politik dan kebangsaan dapat dibaca jelas dalam buku tipis ini. Menariknya, dalam buku ini, hal itu disusun secara sistematis berdasarkan urutan tahun kejadian.

Dimulai dari Piagam Nahdlatul Wathon (1916). Dilatarbelakangi keprihatinan Kiai Wahab Chasbullah melihat kondisi bangsanya yang terbelakang karena terjajah, lahirlah usaha dari beliau untuk membangkitkan bangsa dengan membentuk organisasi pergerakan yang diberi nama Nahdlatul Wathon (Gerakan Kebangsaan). Selanjutnya, organisasi ini merambah ke berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahun 1918, diketuai oleh Syekh Hasyim Asy’ari dan disekretarisi oleh Kiai Wahab Chasbullah, dicetuskanlah Piagam Nahdlatut Tujjar. Organisasi yang concern pada wilayah dagang ini merupakan embrio dari NU. Melaluinyalah aspirasi warga NU dapat tersampaikan pada Raja Saudi tatkala digelar Komite Hejaz.

Mengenai Deklarasi Komite Hejaz (7 Mei 1928) yang fokus pada perjuangan kebebasan beragama, juga terabadikan dalam buku ini. Kala itu, kota Suci Mekah sebagai pusar peradaban Islam menjadi tempat belajar bagi Muslim dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Munculnya gerakan Wahabi di Saudi Arabia berpengaruh langsung terhadap Islam di negeri ini. Pulangnya beberapa pelajar asal Sumatera Barat tahun 1808 yang terpengaruh Wahabi mulai menyiarkan ajaran ekstrem yang kemudian tumbuh gerakan Paderi, yang mengajarkan Islam puritan ke Indonesia. Kemudian berkobarlah perang Paderi (perang antar mazhab) dalam agama Islam. Tradisi Islam yang berusaha mengintegrasikan Islam dengan budaya Nusantara, mereka obrak-abrik dengan kekerasan. Dalam batas tertentu, hal itu dapat diredam dengan terbitnya Deklarasi Komite Hejaz. (hal. 30-35)

Mukadimah Qanun Asasi (1926), Piagam Indonesia sebagai Negara Bangsa (1936), Deklarasi Mabadi Khoiro Ummah (1939), Deklarasi Resolusi Jihad I (1945/46), Piagam Waliyul Amri (1954), dan Piagam Liga Muslimin Indonesia (1952) dapat ditemukan keasliannya dalam buku ini. Tidak hanya dicantumkan, tapi juga disertai dengan latar belakang piagam dan deklarasi tersebut ditorehkan.

Selain itu, masih ada Deklarasi Demokrasi Pancasila (1967), Piagam Hubungan Agama dengan Pancasila (1983), Deklarasi Khittah Nahdliyah (1984), Pedoman Berpolitik Warga NU (1989), Mufakat Demokrasi (1991), Piagam Perdamaian Dunia (2004), Maklumat Kebangsaan Nahdlatul Ulama (2006), dan yang terbaru ialah Maklumat Menyelamatkann NKRI (2011).

Harus diakui, keberhasilan NU dalam berperan serta memelihara keutuhan bangsa ini tidak terlepas dari sikap kebangsaan yang dipilihnya. Ia selalu mengedepankan sikap moderat dalam menyikapi masalah, dan terpenting ialah toleran terhadap ragam perbedaan. Hal inilah yang menjadi kekuatan utama yang naif manakala tidak diteladani oleh generasi muda Indonesia.

Secara akumulatif, Piagam dan deklarasi perjuangan NU dalam buku ini penting diketahui sekaligus dipahami oleh semua kalangan. Ini adalah buku sejarah kebangsaan yang dilahirkan oleh organisasi yang sedari berdiri amat peduli terhadap keutuhan NKRI. Meminjam bahasa Abdul Mun’im DZ, mempelajari fakta historis itu bukan untuk membangun romantisme masa lalu, tetapi sebuah upaya menggali gudang peluru sebagai amunisi menggerakkan masa depan.

Akhirnya, buku ini mendesak dimiliki oleh siapapun. Warga Indonesia yang betul-betul punya kepedulian terhadap bumi pertiwi, rugi rasanya bila tak mengoleksi buku setebal 147 halaman ini. Saya merekomendasikan agar buku ini dijadikan rujukan oleh kalangan peneliti agar tidak bias dalam ‘membaca’ NU.

* Penggiat buku di Intitut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Sumenep

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits ArrahmahMedia.Com

Jumat, 10 November 2017

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Pengurus Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa memotret banyak perkembangan dunia persilatan NU di daerah-daerah terutama di lingkungan pendidikan NU. Pengurus Pagar Nusa melihat banyak sekolah dan madrasah di lingkungan LP Maarif NU menjadikan pencak silat NU Pagar Nusa sebagai kegiatan ekstrakulikuler para siswa baik putra maupun putri.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Pencak Silat NU Pagar Nusa H Nabil Haroen di hadapan ratusan pendekar pada pembukaan Kerjurnas II dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ahad (21/8) sore.

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kian Semarak di Sekolah-madrasah NU

“Ada begitu banyak perkembangan menggembirakan di daerah-daerah. Minat orang-orang, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk menitipkan putra-putrinya pada gemblengan Pagar Nusa kian meningkat,” kata H Nabil pada upacara pembukaan Kejurnas II Pagar Nusa.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Nabil, lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan LP Maarif NU dan sekolah-madrasah yang dikelola warga NU banyak yang mulai peduli untuk merintis dan mengembangkan pencak silat di lembaga mereka.

Sejak diresmikan menjadi salah satu Badan Otonom NU tahun 2004 pada Muktamar Ke-31 NU di Boyolali, Pagar Nusa terus melakukan pembenahan. Pengurus Pagar Nusa hingga kini terus mengonsolidasi diri, terus menempa diri agar bisa menjadi organisasi pendekar pencak silat yang mumpuni.

“Semua itu membuat permintaan akan pelatih pencak silat juga meningkat.”

ArrahmahMedia.Com

Ia berharap Kejuaraan Nasional Kedua dan Festival Pencak Silat NU Pagar Nusa kali ini berlangsung lancar.

“Saya sampaikan selamat kepada pendekar sekalian yang telah menyedekahkan waktu untuk bisa menjalin tali kaasih di antara kita dalam perhelatan ini. Ahlan wa Sahlan. Selamat bertanding. Selamat beratraksi dalam festival,” tandas Nabil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Jumat, 20 Oktober 2017

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Solo, ArrahmahMedia.Com. Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) di bawah bimbingan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan menggelar pelatihan Audio Video Streaming pada Ahad, 15 September 2013, pukul 09.00 WIB-selesai.

Dalam acara yang akan diselenggarakan di markas Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh tersebut, peserta akan dilatih cara menyiarkan majelis atau kajian Aswaja melalui radio atau tv internet.

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Untuk mengikuti pelatihan IT (information and Technology) ini, calon peserta tidak dipungut biaya. Calon peserta cukup mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari panitia, peserta dapat langsung menuju lokasi acara, 15 September nanti, di di Jalan Dewutan, No. 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Sebagaimana tertera dalam selebaran undangan terbuka, demi kelancaran pelatihan, panitia mengharapkan peserta membawa sejumlah perlengkapan sendiri, seperti alat tulis, laptop dan modem sehingga materi pelatihan dapat langsung diaplikasikan.

ArrahmahMedia.Com

Untuk registrasi, calon peserta dapat menghubungi Mas Ozzy di 0881275799 atau Mas Seto di 081904546299. (Pekik Nursasongko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits ArrahmahMedia.Com

Kamis, 19 Oktober 2017

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Kemajuan berdemokrasi di Indonesia sangat diakui banyak kalangan, bahkan hingga mancanegara. Meski demikian, yang terjadi saat ini masih miskinnya prilaku para politisi. Politisi kita masih belum mampu menjadi negarawan yang beradab, berakhlak. Mereka masih suka menggunakan intrik-intrik politik demi kekuasaan.

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Kita Masih Gunakan Intrik Demi Kekuasaan

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jalan Mohammad Kahfi I No 22 Cipedak-Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Meski demikian, dibanding dengan yang yang terjadi di Timur Tengah, kondisi di Indonesia masih lebih baik. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

ArrahmahMedia.Com

Hal ini terjadi, lanjutnya, karena antara Islam dan Nasionalisme belum ada titik temu. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya yang langsung disambut aplaus hadirin.

“Yang Kedua, di Timur Tengah tidak ada ormas. Tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat. Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Ini jika dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Menyinggung masalah istighotsah, Kiai Said menjelaskan, tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama hanya 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kang Said berharap Pemilu 2014 yang digelar dua hari lagi berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,” tegas kiai asal Cirebon ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 16 September 2017

Biasakan Amalan Rutin Aswaja Sejak Dini

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com. Mengawali tahun pelajaran 2013/2014 MINU (Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama) Unggulan Walisongo Sumuragung Sumberrejo Bojonegoro, Jawa Timur, bersama dewan guru seluruh siswa-siswinya berdoa dan melafalkan amaliah-amaliah rutin Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja), Selasa (16/7) kemarin.

Pukul 06.35 WIB seluruh siswa berebut menempati serambi Masjid Raya Walisongo untuk mulai melaksanakan pembiasaan karakter Aswaja secara tertib dan rapi. Sebanyak seratus limapuluhan siswa dari kelas Sunan bonang sampai kelas sunan muria (kelas 1-6) berjejer rapi mengucapkan shalawat ala nahdliyah; shalawat nariyah, shalawat anwar, sholawat munjiyat, do’a-do’a pagi dan asmaul khusna.

Biasakan Amalan Rutin Aswaja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Biasakan Amalan Rutin Aswaja Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Biasakan Amalan Rutin Aswaja Sejak Dini

Hal ini khusus hari Selasa, karena hari Senin dilaksanakan upacara bendera, sementara hari Rabo dilaksanakan latihan amaliah shalat fardlu, hari Kamis dzibaiyah/berjanzi, hari Jumat Tahlilan dan Sabtu istighotsah. Semua kegiatan itu ditutup dengan asmaul husna secara dilagukan lantas ditutup dengan yel-yel karakter MINU.

ArrahmahMedia.Com

Sekitar pukul 07.15 WIB , siswa-siswi mulai beranjak meninggalkan serambi masjid menuju kelas masing-masing untuk mulai mengaji Al-Qur’an secara tartil dilanjutkan setelahnya mata pelajaran yang diampu oleh guru kelas masing-masing.

Dalam PKA kali ini sudah mulai ditangani oleh siswa/siswi terpilih dari masing-masing perwakilan kelas. ”Kami bermaksud untuk mendidik dan menjadikan mereka terbiasa menjalani risiko sebagai pemimpin,” tutur Ahmad Taufik, SPd.

ArrahmahMedia.Com

Dikarenakan masa awal pelajaran tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan maka untuk masa kepulangan siswa-siswi dicukupkan sampai pada pukul 09.30 bagi kelas bawah dan pukul 10.30 bagi kelas atas. Pada hari biasa siswa baru selesai belajar pukul 13.00 WIB.

 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahsanul Amilin






Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock