Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Ini Doa Rasulullah SAW di Akhir Tahun

Tahun 1437 H segera berakhir. Kita sesaat lagi akan memasuki awal tahun 1438 H. Ada baiknya? kalau kita mengakhiri tahun ini dengan pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah. Dan baik pula kalau kita memohon penerimaan amal baik kita yang serba kurang itu. Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW di akhir tahun.

Doa ini dicantumkan oleh Sayid Utsman bin Yahya dalam karyanya Maslakul Akhyar sebagai berikut.

Ini Doa Rasulullah SAW di Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Rasulullah SAW di Akhir Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Rasulullah SAW di Akhir Tahun

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.



Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.

ArrahmahMedia.Com

Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa yang dibaca sebanyak tiga kali ini diharapkan menjadi akhir tahun yang baik. Semoga Allah menerima doa yang kita baca di akhir Dzulhijjah tahun ini. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Tokoh ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,ArrahmahMedia.Com

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

ArrahmahMedia.Com

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Ubudiyah, Amalan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Emha Ainun Nadjib, budayawan asal Jombang melontarkan pertanyaan kepada Nea, siswi SMPN 1 Dawe, Kudus. Pertanyaan yang disampaikannya terkait mata pelajaran (Mapel) yang tergolong pelajaran agama.?

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun: Matematika Termasuk Pelajaran Agama

“Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Baca Tulis Alquran (BTA).” Begitu jawaban Nea siswi kelas 9 tersebut.?

Mendengarkan jawaban Nea, budayawan yang kerap disapa Cak Nun itu menjelaskan bahwa semua Mapel tergolong pelajaran agama. Bahkan ia menyebut Matematika juga bagian pelajaran agama dan ilmu paling suci.?

“4 dikali 5 hasilnya 20, dalam kondisi apapun,” katanya dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang berlangsung di SMPN 1 Dawe, Kudus dalam rangka Reuni Perak 25 Tahun Alumni SMPN 1 Dawe Tahun 1991, Jumat (7/4) lalu.?

ArrahmahMedia.Com

Menurut Cak Nun di dalam kondisi hujan angin sekali pun atau politik dan sosial yang tidak stabil perkalian itu tidak berubah. Suami dari Novia Kolopaking itu mencontohkan apabila ada orang disuap dengan uang banyak juga tidak akan ada yang mau mengubah jumlah perkalian tersebut.?

“Itulah salah satu bentuk kesucian,” terangnya.?

Begitu juga lagu, lanjutnya, musik dan lagu tergolong religi atau tidak tergantung nada lagu melainkan bathin sampai kepada Allah atau tidak. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Amalan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf meminta warga NU Jatim menjaga soliditasnya pasca berlangsungnya pemilihan gubernur, Kamis (30/8). Sejumlah kader NU bersaing dalam pilgub tersebut.

Ia berharap perbedaan pilihan dimaknai secara dewasa, dan setelah proses pemilihan tersebut selesai, semuanya kembali kepada aktifitas sehari-hari secara produktif.

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Pilgub, Warga NU Jatim Diharap Jaga Soliditas

“Mari kita tunggu proses akhirnya yang sedang berlangsung. Selanjutnya, kita kembali pada aktifitas sebelumnya, yang bekerja kembali pada pekerjaannya, yang menjadi pengurus NU harus tetap menjaga amanahnya,“ katanya, Jum’at. 

ArrahmahMedia.Com

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian akhir penghitungan suara ini menjunjung tinggi politik keadaban. Jangan sampai gaya-gaya politik Machiavelis yang berlangsung sebelum pilgub digunakan.

ArrahmahMedia.Com

“Semuanya harus menjunjungi tinggi politik yang berkeadaban. Dan jika ada masalah selesaikan melalui jalur hukum di MK,“ tandasnya.

Berdasarkan hasil sejumlah quick count pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa) menang, tetapi pasangan Khofifah-Herman (Berkah) yang diusung PKB juga mengklaim menang berdasarkan perhitungan riil dari saksi-saksi yang diturunkan di lapangan. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

Portal Islam Tentukan Wajah Islam Indonesia ke Depan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Pengguna internet di Indonesia termasuk tertinggi di dunia. Tapi portal-portal media Islam yang banyak beredar berkonten radikal. Sebab itu, perlu adanya konter narasi oleh portal-portal moderat.

Demikian disampaikan Direktur ArrahmahMedia.Com Savic Ali dalam Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Jakarta, Kamis (23/3) Pagi.

Portal Islam Tentukan Wajah Islam Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Portal Islam Tentukan Wajah Islam Indonesia ke Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Portal Islam Tentukan Wajah Islam Indonesia ke Depan

Hasil penelitian Direktur ArrahmahMedia.Com Savic Ali atas portal-portal media Islam menyimpulkan sedikitnya dua puluh website Islam di Indonesia dengan trafik tertinggi.? Ia mengelompokkan menjadi empat kategori warna, yakni merah, kuning, abu-abu dan hijau. Pertama, kategori merah merupakan portal yang berbahaya, sering mengampanyekan kekerasan dan menolak Pancasila.

Sedangkan yang berwana kuning itu media yang kontra terorisme tapi sering menggunakan jihad. Kategori ini juga suka menyerang kelompok-kelompok di luar Islam. Warna abu-abu itu tidak membahayakan, hanya bersifat konservatif, seperti wahabi. Kategori berwarna hijau itu konten properdamaian dan Islam kebangsaan.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Dari empat kategori warna itu yang pertama justru yang berwarna kuning. Selama tahun 2016 website yang moderat hanya bisa mencapai posisi kelima, yaitu ArrahmahMedia.Com. Ini tantangan masyarakat Indonesia ke depan," tegasnya.

Menurutnya, website Islam akan menentukan wajah Islam Indonesia ke depan. Sebab itu perlu konter narasi oleh website moderat seperti ArrahmahMedia.Com meskipun portal-portal keras ini sekarang sudah melunak dibanding tahun lalu. “Ini efek dari pemblokiran konten-konten radikal oleh Kominfo.”

"Tantangan kita jauh lebih besar. Karena kelompok radikal dan ekstrem masih mendominasi portal-portal keislaman di Indonesia. Kalau website didominasi oleh yang anti-Pancasila, maka bisa potensi berbahaya. Potensi radikalisme besar," jelasnya.

Ia menambahkan, mereka menanamkan pemikiran seolah-olah orang Islam dizalimi di tengah mayoritas masyarakat umat Islam. Selain itu, dicarikan fakta-fakta seolah mendukung hal itu. Misalnya, ada beberapa portal Islam yang sering memberitakan NU secara negatif.

"Media-media Islam sedang melakukan kontestasi pengaruh terutama media-media yang sentimen terhadap NU. Mereka menginginkan NU ditinggalkan masyarakat. Ini menjadi problem besar dalam dunia maya," tegasnya.

Pertemuan ini mendiskusikan perilaku netizen terhadap isu radikalisme dan intoleransi. Tampak hadir sebagai pembicara lainnya Drs Brigjen Pol Hamidin dan dari Komunitas Masyarakat Anti-Hoax Septiaji Eko Nugroho. (Suhendra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, AlaSantri, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

Temanggung, ArrahmahMedia.Com

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah, dalam waktu dekat akan bertransformasi berubah menjadi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu).

Rencana ini terungkap dalam acara wisuda sarjana program strata satu angkatan XXI STAINU Temanggung tahun akademik 2015-2016 di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Selasa (9/2).

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Temanggung Akan Bertransformasi Jadi Universitas

"Ke depannya kita akan berencana menjadi Unisnu. Ini sudah ada langkah-langkah ke sana. Bagaimana STAINU ini akan berubah menjadi universitas Nahdlatul Ulama, langkah-langkah perencanaannya sudah ada," kata Rohadi, ketua panitia wisuda kepada ArrahmahMedia.Com saat dihubungi usai acara.

ArrahmahMedia.Com

Pembantu ketua III STAINU Temanggung yang baru saja habis masa baktinya tersebut menambahkan bahwa STAINU Temanggung juga telah mengagendakan pembangunan rusunawa bagi mahasisiwa yang nantinya akan difokuskan untuk pembinaan pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris dan Arab.

ArrahmahMedia.Com

Senada? dengan Rohadi, guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi dalam orasi ilmiahnya juga menyinggung perlunya STAINU agar melengkapi dengan adanya fasilitas Rusunawa. "Di samping itu, perlu digalakkan tradisi menulis untuk mahasiswa guna mengembangkan kemampuan akademiknya," imbuh alumnus pesantren Tremas ini.

Tahun ini STAINU Temanggung mewisuda 53 mahasiswa. Mereka berasal dari dua program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) dan Ahwal al-Syakhshiyyah (Syariah). Dua prodi yang dimiliki STAINU Temanggung tersebut telah terakreditasi B.

Kampus STAINU Temanggung yang terletak di Jalan Suwandu Suwardi ini telah menambahkan program studi baru, yaitu Menejemen Pendidikan Islam yang saat ini belum mengeluarkan alumni. Juga tengah merintis jurusan Ekonomi Islam yang dalam waktu dekat direncanakan bisa dibuka.

STAINU Temanggung sudah berdiri dan beroperasi sejak 1969, saat itu bernama Fakultas Hukum Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang pembukaanya diresmikan oleh dekan FHI UNNU Surakarta kala itu, yaitu KH. Zubair. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 12 Desember 2017

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Beirut,ArrahmahMedia.Com

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Lebanon dipercaya menjadi khatib dan imam Shalat Jumat di KRI Bung Tomo 357 Jumat (6/1) lalu.

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin Shalat Tentara di Laut Lebanon

Ustadz Dhiya’ Fakhri Abidin, Koordinator Lembaga Dakwah? dan M. Audy Prasetyawan, Lajnah Nasyr wat Ta’lif memimpin Shalat Jumat pasukan Garuda di atas kapal perang Indonesia di Lebanon. Pasukan tersebut tergabung dalam MTF UNIFIL yang bertugas menjaga wilayah perbatasan perairan Lebanon.

Cuaca dingin yang sedang menyelimuti kota Beirut sehingga tidak memungkinkan melaksanakan Shalat Jumat di bagian dek kapal. Akhirnya Shalat Jumat dilaksanakan di lorong-lorong kapal yang membentuk satu barisan memanjang.

ArrahmahMedia.Com

Ini kali pertama PCINU Lebanon mendapat kepercayaan untuk menyampaikan khutbah Jumat sekaligus mengimami pasukan garuda dibawah komando Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo.

ArrahmahMedia.Com

Ketua PCINU Lebanon Ustadz Rahmat Ilahi bangga atas perhatian Komandan KRI pada pelaksanaan ibadah para prajurit. Rahmat juga merasa terhormat PCINU Lebanon dipercaya menjadi imam dan khatib tersebut.

"Ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan kami untuk mengamalkan ilmu yang diajarkan ulama dan kiai-kiai kita, untuk bekerja sama dengan TNI atau pasukan perdamaian Garuda menjaga keamanan dunia," ungkapnya.

Warga NU, kata dia, mendoakan agar tugas para pasukan TNI di kapal tersebut selalu sukses dan berkah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Nahdlatul, Amalan ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar

Klaten, ArrahmahMedia.Com. Ribuan makanan tradisonal, apem disebar, menandai puncak acara perayaan Ya Qowiyyu di Jatinom Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Acara tersebut di gelar di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jumat (27/11) lalu.

Tradisi Saparan Ya Qowiyyu dimulai usai sholat Jumat, dengan mengarak dua gunungan apem lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar

Usai diberi doa oleh keturunan Ki Ageng Gribig, dua gunungan apem langsung ludes diperebutkan ribuan warga masyarakat yang datang dari berbagai daerah, yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan apem. Total apam yang disebar diperkirakan seberat 5,5 ton. Lebih dari 15 menit apam terus disebarkan dari dua tower itu.

ArrahmahMedia.Com

Menurut sejarah asal muasal kue apem itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuat apem lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuat apem untuk selamatan.

ArrahmahMedia.Com

“Perayaan ini berawal sepulang beliau (Ki Ageng Gribig) dari beribadah haji, dan tak lepas dari sarana dakwah Islam,” kata Sekretaris Umum dan Narasumber Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig (P3AG), Muhammad Daryanta.

Adanya Upacara ini dinamakan Ya Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya: Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin.

Daryanta mengatakan, perayaan itu memiliki makna cukup dalam. “Ya Qowiyyu itu zikir Ki Ageng Gribig yang bermakna Yang Maha Kuasa hanya Allah. Apam membawa satu makna Allah Maha Pengampun. Masak, kita akan berlaku sombong kalau Allah Maha Pengampun,” katanya.

Selain acara sebar apem, pada perayaan Ya Qowiyyu ini, sebelum acara puncak sebar apem juga digelar kejuaraan memanah yang diikuti para pemanah dari berbagai daerah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Khutbah, Amalan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 07 Desember 2017

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta memantapkan persiapan Wisuda Sarjana (S1) ke-3 yang kali ini akan digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada tanggal 7 Mei 2014 pukul 08.00 WIB.

“Diwajibkan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati hadir sebelum waktunya di lokasi agar penyelenggaraan wisuda berjalan baik,” kata Ketua Panitia Wisuda Arif rahman di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (30/4) sore.

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Mantapkan Persiapan Wisuda III

Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta HM Mujib Qulyubi mengingatkan kepada calon wisudawan dan wisudawati bahwa inti dari wisuda adalah bersyukur dan bertanggung jawab. “Bukan hanya dilihat sekadar seremoni saja, tapi kita bersyukur kepada Allah sekaligus bertanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk masyarakat luas,” tutur Kiai Mujib, panggilan akrabnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam proses wisuda nanti, lanjut Mujib, calon wisudawan dan wisudawati supaya mengikuti acara dengan khusyu dan khidmat. Dia juga mengingatkan bahwa sehari sebelum acara wisuda dimulai agar menggelar doa dan Istighotsah di tempat masing-masing secara berkelompok.

“Hal ini dalam rangka menjaga tradisi keislaman kita, dilakukan secara pribadi silakan, tapi lebih baik secara bersama-sama,” tandas Kiai yang juga Katib Syuriah PBNU ini. Dia juga menuturkan bahwa wisuda I berjalan dengan baik, begitu juga dengan wisuda II, dan wisuda III kali ini harus lebih baik lagi.

ArrahmahMedia.Com

Proses pemantapan ini dihadiri oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati STAINU Jakarta dari Prodi PAI dan Perbankan Syariah, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam (Kaprodi PAI) STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan Sekretaris Panitia Wisuda Dede Setiawan.

Dipastikan juga oleh panitia bahwa acara wisuda nanti akan dihadiri diantaranya oleh Ketua Umum  PBNU KH Said Aqil Siroj, Menperra H Djan Faridz, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dit. Lemkerma Ditjen Dikti) Kemendikbud RI Prof H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits, Pendidikan, Amalan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 02 Desember 2017

Ini Cara Ansor Gisting Jaya Isi Ramadhan

Way Kanan,ArrahmahMedia.Com. Kebersihan sebagian dari iman. Meneguhkan pandangan positif sejumlah pihak terhadap Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan Lampung. Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) daerah itu melakukan kegiatan sosial gotong-royong membersihkan lingkungan.

Ini Cara Ansor Gisting Jaya Isi Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Ansor Gisting Jaya Isi Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Ansor Gisting Jaya Isi Ramadhan

"Selain safari ramadan akan digelar beberapa kali, kami juga melakukan gotong-royong membersihkan seputaran balai kampung sembari menunggu buka puasa," kata Ketua Ansor Ranting Gisting Jaya Nanang Yudhi Saputro, di Blambangan Umpu, Rabu (15/6).

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 50 kader. Menindaklanjuti arahan Pimpinan Cabang supaya kader Ansor tidak lelah membuktikan eksistensi melalui gerakan bermanfaat dan bisa dirasakan oleh masyarakat.

ArrahmahMedia.Com

"Sebagai kader, kami selalu siap mengikuti arahan dan kebijakan Pimpinan Cabang untuk terus berbuat dan berbuat bagi organisasi. Jika tidak ada aksi, apa arti kata gerakan yang melekat pada Pemuda Ansor?" imbuh Ketua PAC Ansor Negara Batin Hozin Munir.

ArrahmahMedia.Com

Aksi bersih-bersih kader Ansor Gisting Jaya menuai tanggapan positif. Foto-foto yang diupload di media sosial Facebook oleh Budi Waluyo, kader Ansor setempat yang berprofesi sebagai perawat mendapat sejumlah like. "Bravo Pemuda Ansor," ujar I Gusti Ayu Marsih mengomentari foto Budi.

Sejumlah pihak di daerah itu mengapresiasi kiprah Ansor. Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Agus Zulkarnain salah satunya, menilai program-program Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan konkrit, langkah demi langkah terlihat manfaatnya untuk masyarakat umum dan sangat positif.

Adapun Duta Generasi Berencana (GenRe) Mahasiswa Nasional 2013 Ponita Dewi, tak ragu menyebut Ansor sebagai? akronim dari Active, Nice, Social action and Relevant.

"Aksi bersih-bersih lingkungan tentunya merupakan gerakan yang memberi manfaat positif bagi masyarakat," pungkas Nanang. (Rudi/Abdullah Alawi)



? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Amalan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 28 November 2017

Sikap GP Ansor Riau Terkait Edaran Surat Dukungan untuk Habib Rizieq

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Ketua GP Ansor Riau Purwaji menolak dukungan untuk Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam seperti tercantum dalam surat edaran gelap. Ia juga mengimbau warga NU dan segenap pemuda Ansor dan Banser untuk menjauhi gerakan yang mengarah pada dukungan dalam surat tersebut.

“Jangan ikuti gerakan-gerakan yang mengarahkan pada dukungan atas gagasan imam besar umat Islam kepada Habib Rizieq Shihab,” kata Purwaji dalam rilisnya, Ahad (15/1).

Sikap GP Ansor Riau Terkait Edaran Surat Dukungan untuk Habib Rizieq (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap GP Ansor Riau Terkait Edaran Surat Dukungan untuk Habib Rizieq (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap GP Ansor Riau Terkait Edaran Surat Dukungan untuk Habib Rizieq

Ia menambahkan, GP Ansor tetap konsisten pada perjuangan menjaga Aswaja, NU, para kiai, dan NKRI.

“Kami menolak sikap-sikap intoleransi dan kekerasan dalam bentuk apapun,” kata Purwaji melalui pernyataan sikapnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, selama ini GP Ansor Riau terus melangsungkan komunikasi intensif dengan PP GP Ansor. “GP Ansor Riau senantiasa menunggu instruksi dari Pimpinan Pusat GP Ansor di bawah Ketum Gus Yaqut Cholil Qoumas.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Syariah, Amalan, Budaya ArrahmahMedia.Com

Kamis, 23 November 2017

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menguatnya radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia khususnya dan di dunia umumnya menjadi persoalan yang perlu penanganan serius oleh berbagai pihak termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Indonesia sebagai negara yang sangat beragam, baik agama, suku, bahasa, budaya dan lainnya, patut bangga terhadap keberadaan NU yang mempunyai basis pesantren untuk terus menjaga Indonesia dari radikalisme dan intoleransi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Sujiwo Tedjo saat ditemui ArrahmahMedia.Com di Jakarta. Menurut pria yang akrab dipanggil Mbah Tejo ini, santri dan pesantren merupakan potensi dalam hal toleransi di Indonesia.

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: Beragama dengan Tersenyum itu Hanya Orang Pesantren

“Kalau di pesantren atau NU diajarkan bahwa toleransi itu dari dulu sudah tinggi,” katanya seusai mengisi acara pembacaan puisi Gedung Graha Bakti Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (16/10) malam.

Oleh karena itu, pria yang berprofesi sebagai dalang ini pun menganggap bahwa keberadaan santri sangat dibutuhkan Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

“Santri sangat dibutuhkan untuk kecenderungan global yang makin mengekstremkan (dalam hal) agama,” jelas pria kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

Pria berumur 55 tahun ini menyebut bahwa cara beragama yang dijalankan pesantren itu luwes, dan menebar rahmat.

ArrahmahMedia.Com

“Beragama dengan tersenyum itu pesantren saja,” katanya.

Acara pembacaan puisi sendiri diselenggarakan Kementerian Agama dalam rangka memperingati hari santri yang ke-2 dengan tema Merawat Keberagaman dan Memantapkan Keberagamaan.

Turut menjadi pembaca puisi pada malam tersebut, Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin, Kamaraudin Amin, Abidah El Kholiqie, Habiburrahman El Shirazy, Sosiawan Leak, KH Husein Muhammad, Jamal D. Ramah, Acpe Zam Zam Noor, Ahmad Tohari, Sutardji Calzoum Bachri, D. Zawawi Imron dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Quote ArrahmahMedia.Com

Selasa, 21 November 2017

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Cirebon, ArrahmahMedia.Com - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon di halaman Masjid Al-Jabbar Plumbon Kabupaten Cirebon. dipadati sekitar 10 ribu warga dari berbagai pelosok.

Acara diawali dengan gemerlap pawai obor para santri dan berbagai partisipan seperti drumband, hadrah, angklung, dan lainnya dengan start dari samping jalan layang tol Plumbon menuju lokasi acara. Sesampainya di lokasi warga Nahdliyin disambut oleh rampak hadrah yang berjumlah 99 pemain mengumandangkan lagu Ya Lal Wathan yang berisi kecintaan kepada tanah air sebagai bagian dari keimanan.

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri, 10 Ribu Warga Padati Masjid Al-Jabbar Cirebon

Massa pawai pun bergabung dengan ribuan warga lainnya yang sudah ada di lokasi. Mereka pun khidmat mengikuti acara demi acara dalam kegiatan yang bertajuk Sholawat dan Silaturahmi Kebangsaan Hari Santri Nasional 2017.

ArrahmahMedia.Com

Selesai rampak hadrah, masyarakat disuguhkan dengan pementasan seni teater para santri Buntet Pesantren yang mengambil cerita tentang latar sejarah terbitnya Resolusi Jihad Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, sebagai seruan jihad melawan penjajah pada perang besar 10 November 1945 di Surabaya. Meski berdurasi 30 menit, namun hadirin dapat dengan mudah mencernah penggalan-penggalan cerita yang ditampilkan.

Berikutnya masuk pada acara inti yang dipandu presenter keislaman Radar Cirebon Televisi (RCTV) Rieda Fairouz dan master ceremony (MC) kondang H Solehuddin Husni. Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathan, pembacaan ayat-ayat Al-Quran, tawasul, pembacaan Shalawat Nariyah, istighotsah, dan ditutup tausiyah oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin.

ArrahmahMedia.Com

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, para ulama seperti KH Hasanudin Kriyani, KH Bahrudin Yusuf, KH Affandi Mukhtar, KH Imron Rosyadi, dan lainnya. Dari unsur birokrasi hadir Sekda Provinsi Jawa Barat H Iwa Karniwa, Bupati Cirebon H Sunjaya Purwadisastra, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih, Kepala Kemenag H Imron Rosyadi, serta perwakilan Polres dan Kodim.

Sejumlah politisi yang bakal maju dalam pemilihan bupati (pilbup) juga hadir. Mereka antara lain H Satori, H Tarmadi, H Mohamad Luthfi, dan H Mohamad Yatsawi.

Ketua Panitia HSN 2017, H Solihin Busyaeri mengatakan, Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Diadakan sehari sebelumnya, sebab di tanggal itu diperingati di semua pesantren, sekolah, masjid-masjid, dan lainnya.

“Ada banyak kegiatan rangkaian baik diadakan oleh lembaga-lembaga NU, banom, maupun MWCNU. Malam ini puncaknya untuk agenda PCNU Kabupaten Cirebon,” kata pengusaha asal Bode Lor, Plumbon ini.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih tidak terhingga atas kekompakan warga NU dalam peringatan HSN 2017, terutama kaum santri. HSN yang diperingati sejak 2015 harus menjadi motivasi bagi para santri untuk terus memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa.

“Kata KH Mustofa Bisri (Gus Mus), santri itu bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak seperti santri. Artinya Hari Santri adalah milik seluruh umat Islam,” ujar Kang Aziz.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin dalam tausiyahnya menyampaikan perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan yang dipelopori kaum santri, terutama kemenangan melawan penjajah dalam peperangan 10 November 1945. Pemantiknya adalah terbitnya seruan berjihad melalui Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Karena itu setiap tanggal 22 Oktober kita peringati sebagai Hari Santri Nasional dan telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Presiden Joko Widodo. Selamat Hari Santri, teruslah berkiprah untuk masyarakat dan bangsa,” tutur Kang Wawan. (Kalil Sadewo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Ulama ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Jepang Targetkan Sejuta Wisatawan Muslim pada 2020

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengunjung Muslim ke Jepang diperkirakan akan mencapai satu juta per tahun pada 2020, tiga kali lipat tingkat 2013, karena lebih terbuka untuk wisatawan, sebuah perusahaan spesialis perjalanan wisata mengatakan Jumat lalu. 

Jepang Targetkan Sejuta Wisatawan Muslim pada 2020 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jepang Targetkan Sejuta Wisatawan Muslim pada 2020 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jepang Targetkan Sejuta Wisatawan Muslim pada 2020

Crescentrating yang berbasis di Singapura, yang mempromosikan wisata "halal" mengatakan Asia Tenggara akan menjadi sumber utama bagi wisatawan Muslim setelah Tokyo mempermudah persyaratan visa. 

ArrahmahMedia.Com

Kedatangan pengunjung Muslim di Jepang tumbuh rata-rata 7,2 persen 2004-2013 dan kecepatan ini kemungkinan akan meningkat menjadi rata-rata 18,7 persen dalam tujuh tahun ke depan. Perusahaan tersebut mengatakannya menjelang konferensi wisata halal di Tokyo mulai Senin. 

"Pemicu utama adalah pencabutan persyaratan visa bagi negara-negara ASEAN dan meningkatnya kesadaran akan potensi pasar wisata halal oleh industri wisata Jepang," kata kepala eksekutif Crescentrating Fazal Bahardeen. 

Jepang mengumumkan pada bulan Juni lalu kebijakan bebas visa untuk kunjungan 15 hari bagi warga Indonesia dan telah persyaratan masuk untuk Malaysia dan Thailand yang lebih longgar. Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia dan Malaysia memiliki populasi mayoritas Muslim. 

ArrahmahMedia.Com

Pada 2013, tiga pasar sumber bagi wisatawan Muslim ke Jepang adalah Indonesia, Malaysia dan Singapura, menurut Fazal. 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah membuat pengembangan pariwisata menjadi kebijakan prioritas dalam pemerintahannya. 

Karun Budhraja, wakil presiden untuk pemasaran perusahaan dan komunikasi di perusahaan teknologi wisata pemesanan dan Amadeus Asia Pacific, mengatakan pariwisata juga akan mendapatkan dorongan dari posisi Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade pada tahun 2020. 

"Sebuah langkah positif oleh Jepang tahun lalu adalah untuk memperkenalkan pembebasan visa untuk 66 negara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia, masing-masing dengan populasi Muslim," kata Budhraja AFP. 

Fazal mengatakan masih banyak ruang untuk pertumbuhan pariwisata Muslim di Jepang tetapi "perlu terus memastikan bahwa pertumbuhan yang stabil layanan dan fasilitas yang disediakan untuk wisatawan muslim." (islam.ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Amalan, Tokoh ArrahmahMedia.Com

Rabu, 08 November 2017

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Bondowoso, ArrahmahMedia.Com

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, setiap tanggal 10 Muharram menggelar acara santunan anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini digelar sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Pada Muharram 1438 H ini, puluhan anak yatim piatu menerima satunan dari MWCNU Kecamatan Jambesari Darus Sholah dalam acara yang diselenggarakan di halaman Masjid Nurul Jalil Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah.

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Ketua MWCNU setempat, Ustadz Abdul Mufid mengatakan, acara yang dirangkai dengan pengajian umum ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir, dan rencananya akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

ArrahmahMedia.Com

“Sebelum kegiatan ini tadi sesudah badah mahgrib ada pawai lampion di mana pesertanya dari lembaga atau mushalat-mushala atau TPQ se-Kecamatan Jambesari,” katanya.

Kegiatan pengajian umum tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kegiatan pengajian diisi oleh grub hadrah dari PMII At-Taqwa Bondowoso dan mubaligh KH Wahid Imam.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa program MWCNU Jambesari Darus Sholah yang bisa diikuti masyarakat, khususnya seputar pendidikan fiqih dasar, seperti praktik thaharah (bersuci), pengertian haid, praktik shalat, dan lain-lain. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Makam, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Sumenep, ArrahmahMedia.Com. Pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Bluto dikukuhkan langsung oleh Manager BMT NU Pusat Gapura, Masyudi, di Bluto, Rabu (9/1).

“Apakah saudara siap dilantik sebagai pengelola BMT NU Cabang Bluto?” tanya Masyhudi sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Empat karyawan BMT NU Cabang Bluto yang akan dilantik dengan kompak menjawab, “Iya.”

ArrahmahMedia.Com

Karyawan BMT NU Cabang Bluto yang dilantik Hakiki menjabat ketua cabang, Anwar Nuris menjabat bagian pembayaran, Badrul Ulum menjabat bagian keuangan, dan Wizaratul Ma’arifah menjabat teller.

ArrahmahMedia.Com

Prosesi pelatikan disaksikan Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Mantan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua PCNU Sumenep H. A. Pandji Taufiq, Rais Syuriah MWC NU Bluto KH. Sufyan Nawawi, Ketua MWC NU Bluto Ahmad Wari, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Bluto, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumenep Akhmad Zaini, Kapolsek Bluto Mamat Rachmat, Sekretaris Camat Bluto Wahyu Kurniawan Pribadi, Kepala Sekolah ke Kecamatan Bluto dan puluhan siswa berprestasi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Lomba ArrahmahMedia.Com

Rabu, 01 November 2017

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com - Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung KH Munawir mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang kedudukan mahram bagi perempuan yang melaksanakan ibadah haji.

Menurut Imam SyafiI, perempuan boleh melakukan perjalanan jauh apabila bersama denagn perempuan muslimah, merdeka dan dapat di percaya.

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Haji dan Kedudukan Mahram Bagi Perempuan Iddah

"Sedangkan menurut Wabah Zuhaili dalam Fiqhul Islam, perempuan boleh menunaikan ibadah haji sendirian, kalau dalam keadaan aman, tidak menimbulkan fitnah dan dapat menjaga dirinya," tambahnya.

Sementara Imam Abu Hanifah menegaskan, perempuan tidak boleh bepergian lebih dari tiga hari kecuali ada suami atau mahram bersamanya.

ArrahmahMedia.Com

Maka dari kedua pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa keberadaan mahram bukan merupakan syarat mutlak, melainkan syarat yang diperlukan dalam perjalanan yang tidak terjamin keamanannya, baik dari kejahatan maupun fitnah lainya.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan untuk masalah perempuan berhaji saat iddah, lanjut Ketua Bahtsul Masail PWNU Lampung ini, berdasarkan dalil syara secara tegas melarang perempuan yang dalam masa idah untuk keluar rumah.

"Namun sebagian ulama salaf ada yang memperbolehkan juga perempuan yang dalam masa iddah menunaikan ibadah haji, hal ini berdasarkan hadist nabi yang menjelaskan bahwa Aisyah RA dan Umi Kalsum berangkat ke Mekkah untuk melaksanan umrah," terangnya.

Walaupun perempuan yang masih dalam masa iddah diperbolehkan menjalankan ibadah haji dan umrah tetapi perempuan tersebut diwajibkan untuk ihdad atau melaksanakan aturan-aturan di masa iddah seperti tidak boleh berhias dan lain-lain.

Beberapa hal terkait fiqih ini menjadi salah satu bahasan pada Mudzakarah Nasional Perhajian Indonesia tahun 2017 yang ia ikuti. Kegiatan yang bertema Masail Waqiyah dan Fiqh Haji Wanita ini dibuka oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta Jumat (28/4) di Jakarta dan berlangsung selama 3 hari dari 28 sampai dengan 30 April 2017. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Amalan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 26 Oktober 2017

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren

Subang, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Kelurahan Dangdeur, Subang tersebut diikuti oleh 150 delegasi dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di seluruh Kabupaten Subang. Mereka mengikuti kegiatan tersebut sejak hari Jumat-Ahad (20-22/11/2015). Bertindak sebagai pembaiat KH. Zezen Zainal, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Anwar Subang.

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Anggota GP Ansor Subang Dibaiat di Pesantren

Panitia Pelaksana Ade Mahmudin mengatakan, sejak kelahirannya, GP Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan.

ArrahmahMedia.Com

"GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan," ujar Ade usai penutupan PKD dan Diklatsar Banser, Ahad (22/11/2015).

Dikatakan, dengan semangat perjuangan itulah kemudian mampu diaktualisasikan dalam bentuk pemikiran dan sikap GP Ansor dalam konteks kekinian, yakni semangat bela negara. "Jadi kalau bicara soal bela negara, GP Ansor sudah lama menjewantahkannya dalam bentuk kegiatan kaderisasi PKD dan Diklatsar," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ke tiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar. Artinya, kader-kader Ansor dan Banser sudah merumput di tingkatan grashroot hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang," kata Asep.

Ia mengatakan, kendati saat ini menjelang pelaksanaan Kongres Ansor yang akan digelar pada Rabu (25/11/2015) di Jogjakarta mendatang, urusan kaderisasi menjadi hal yang sangat prioritas sebagai tanggungjawab pemimpinan organisasi.

"Tapi alhamdulillah, kita akhirnya bisa menggelar kaderisasi GP Ansor dengan lancar, kendati sebentar lagi GP Ansor akan menghelat hajat besar, yakni Kongres di Jogjakarta," ujarnya.

Dikatakannya, ratusan kader Ansor dan Banser ini akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan sayap di tingkat kecamatan. "Karena persyaratan untuk menjadi anggota dan pengurus Ansor di tingkat kecamatan harus ikut PKD terlebih dahulu. Dan syarat untuk menjadi anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) itu harus Diklatsar terlebih dahulu," pungkasnya. (Red: Mahbib)

Foto: Suasana saat pembaiatan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan, Pendidikan, Pesantren ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 September 2017

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh

Demak, ArrahmahMedia.Com. Pendidikan pesantren menjadi perhatian Musytasar NU Demak KH M Nurul Huda. Menurut Huda, pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pemilik dan pendiri pesantren merupakan pelaku organisasi dan penjaga gawang ideologi ahlussunnah wal jamaah.

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh

Menurut Kiai Huda, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengandung tidak hanya melalui proses belajar mengajar layaknya sekolah formal namun mencakup kehidupan umat manusia baik secara pribadi dengan Tuhannya maupun dalam berbangsa dan bernegara yang baik. Namun, ia menyarankan pesantren yang berhaluan Aswaja ala NU.

“Pesantren yang kita kenal selama ini merupakan benteng dan basis ideologi NU. Mereka yang masuk kelompok garis keras termasuk ISIS karena tidak pernah masuk pesantren, dasar ilmu agamanya kosong,” kata Kiai Huda saat Halal Bihalal keluarga besar At-Taslim, alumni, dan santri pesantren At-Taslim di aula belakang pesantren, Sabtu (18/7).

ArrahmahMedia.Com

Selain pencetak ideologi, kelestarian pesantren merupakan tanggung jawab alumni dan umat yang didalamnya bisa mencetak anak-anak saleh yang merupakan kader penerus perjuangan ulama yang diakibatkan oleh ilmu yang bermanfaat.

Saat mendampingi KH Machrus Ali di Arab Saudi, Kiai Huda pernah bertanya soal kriteria ilmu yang bermanfaat. Kiai Machrus menjawab dengan singkat dan padat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah orang tua yang pernah ngaji di pesantren diteruskan dengan memondokkan anaknya di pesantren.

ArrahmahMedia.Com

Di samping itu, pendidikan pesantren yang sanadnya sudah jelas sampai pada Nabi Muhammad SAW selama ini sudah berjalan ajarannya, tidak pernah menyimpang dari syariat termasuk juga tidak ada ajaran radikalisme di dalamnya.

“Selama ini yang kita pilih sudah jelas sanadnya. Makanya tidak ada ajaran kekerasan di dalam pesantren,” tambah cucu mbah Maksum Lasem tersebut.

Halal Bihalal yang berjalan rutin setiap tahunnya itu dihadiri selain keluarga juga dihadiri santri serta alumni termasuk Ketua MWCNU Demak Kota Kiai Yatin Ch. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Lomba, Amalan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 08 September 2017

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyebut paham Ahlussunnah wal Jamaah ala Thariqatin Nahdliyah sebagai paham terbuka yang memberi kesempatan peran bagi budaya lokal maupun global dalam menjalankan perintah agama. Kiai Ma’ruf menyebut upacara selamatan, kendurian, tahlilan, atau haul sebagai contoh praktik Aswaja NU yang belakangan ramai dengan sebutan “Islam Nusantara”.

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Asal Tidak Bangkrut Boleh Selamatan Setiap Hari

Demikian disampaikan KH Ma’ruf dalam forum Tashwirul Afkar di Perpustakaan PBNU, Jakarta, Jumat (18/9) sore.

“Selamatan itu sendiri perintah syara’ (agama). Sedangkan hitungan harinya seperti selamatan 7 hari, 15 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari itu yang minal awaid faqath (berasal dari tradisi, Red). Dengan tradisi timbul kreativitas dalam mempraktikkan ajaran Islam di Nusantara,” kata Kiai Ma’ruf.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Kiai Ma’ruf, syara’ selain tidak mempermasalahkan upacara selamatan, justru memerintahkan. Tetapi syara’ memang tidak mengatur jadwal dan tata cara selamatan itu sendiri.

“Kalau mau bikin selamatan setiap hari juga boleh. Tetapi bisa bangkrut juga,” kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa para peserta diskusi. (Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Amalan ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock