Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Organisasi jamaah Thoriqoh Al-Khidmah kabupaten Kudus merupakan bagian dari jamaah Al Khidmah Surabaya yang diprakarsai oleh KH A Asrori Al Ishaqi. Al Khidmah yang mewadahi para jamaah pengamal ajaran Ahlussunnah Waljamaah dan berthoriqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini baru saja menggelar Rapat Kerja Daerah, Ahad (6/9) di Aula Gedung PC NU Kudus.

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah

H Fajar Nugroho, Wakil Ketua Al-Khidmah Kudus mengatakan, bahwa ini merupakan agenda kelanjutan setelah pemilihan pengurus bulan Juli lalu. "Rakerda ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Musyawarah Cabang yang kami laksanakan pada 25 Juli 2015 lalu. Muscab waktu itu menghasilkan terpilihnya Ketua H Supriyanto, Wakil Ketua saya sendiri, dan Sekretaris Miftahus Surur," jelasnya.

Fajar menernakan, jamaah Al-Khidmah sendiri memiliki visi untuk mengajak masyarakat agar gemar berdzikir. Selain itu, menjadikan jamaah berakhlakul karimah dan istiqamah dalam beribadah. Harapannya kita benar-benar mampu menjadi Islam rahmatan lil alamin, dengan mengedepankan kejujuran dan tanpa kepentingan, kita khusnunniyyah dan khusnulkhuluq.

ArrahmahMedia.Com

Rakerda tersebut membahas materi program kerja masa khidmah 2015-2019, yakni bidang keorganisasian, bidang kegiatan, usaha dan dana. Di antara bidang keorganisasian menyebutkan peningkatan penataan administrasi organisasi dan administrasi kegiatan, mendaftarkan organisasi Al-Khidmah Daerah Kudus secara kelembagaan ke Pemerintah Daerah Kebupaten Kudus.

Bidang kegiatan menyebutkan bahwa pengurus thoriqoh meningkatkan kualitas dan kuantitas jamaah pada majelis Manaqib Istikomah dan majelis shalat tasbih di Masjid Agung Kudus. Juga disebutkan pelaksaan agenda majelis Haul Akbar Kabupaten Kudus yang direncanakan berlangsung pada tanggal 18 September mendatang di Alun-alun simpang tujuh.

ArrahmahMedia.Com

Rakerda yang mengusung tema "Dengan Rakerda Kita Tingkatkan Semangat Berkhidmah Demi Membahagiakan Guru-guru Kita" ini dihadiri oleh para pengurus daerah, pengurus cabang di sembilan kecamatan se-Kudus, serta Kepala Kantor Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Jati Soelichah. (Istahiyyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Senin, 26 Februari 2018

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila

Judul: Gus Dur dan Negara Pancasila

Penulis: Nur Khalik Ridwan

Penerbit: Tanah Air, Yogyakarta

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila

Cetakan: I, September 2010

Tebal: xvi + 168 halaman

ISBN: 979-8521-55-2

ArrahmahMedia.Com

Peresensi: Abd. Basid


Masih ingatkah kita ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat akhir tahun lalu? Tidak sedikit masyarakat yang ikut berduka atas wafatnya mantan presiden Republik Indonesia (RI) itu. Tidak hanya dari kalangan muslim, dari non muslim pun merasa kehilangan dan tertampar ditinggalnya.



ArrahmahMedia.Com

Banyak warisan yang ditinggalkannya dan dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Coba kita lihat, ketika Gus Dur menjadi presiden RI, beliau berani mendobrak diskriminasi pada warga Tionghoa, yang selama masa Orde Baru membelenggu mereka. Selain itu, beliau juga berani mengambil risiko untuk memberikan kebebasan beribadah kepada para pemeluk agama Konghucu. Lewat “pasukan” Banser-nya (Barisan Serbaguna Nahdatul Ulama), beliau ikut menjaga kekhusyukan dan keamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah Paskah dan Natal dari ancaman teror.

Gus Dur memang seorang (pemimpin) yang sangat menghargai keberagaman dalam berbagai hal, terutama keberagaman suku, agama, dan ras. Gus Dur berani mengambil risiko untuk mewujudkan keberagaman itu.

Untuk itu, menyebut Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme sangatlah tidak berlebihan. Apalagi jika kita menilik pandangan dan pembacaannya tentang Pancasila. Gus Dur merupakan segelintir tokoh muslim yang dengan lantang menolak adanya negara Islam dan mempertahankan ideologi Pancasila. Baginya, Pancasila tidak hanya sebuah nama dan lambang, melainkan ia merupakan sistem tata nilai yang berlaku bagi masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, Nur Khalik Ridwan lewat buku terbarunya “Gus Dur dan Negara Pancasila” berhasil membaca dan memetakan gagasan Pancasila ala Gus Dur. Di sana Nur Khalik Ridwan dengan begitu lihainya mengolah data menjadikan buku ini begitu sistematis, sehingga tidak harus mengernyitkan dahi bagi mereka yang membacanya.

Pancasila dalam perspektif Gus Dur setidaknya bisa didudukkan dalam beberapa hal. Pertama, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti oleh undang-undang dan produk-produk hukum yang lain. Tata pikir seluruh bangsa, menurutnya, ditentukan oleh falsafah yang harus terus-menerus dijaga keberadaan dan konsistensinya oleh negara.

Kedua, sebagai falsafah dan ideologi negara, harus jelas dikatakan adanya tumpang tindih antara Pancasila dan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Di sini, Gus Dur berargumentasi: satu sisi, agama-agama yang ada dan kepercayaan terhadap Tuhan YME mengandung unsur-unsur universal (meskipun semuanya juga mengandung unsur-unsur eksklusif) sehingga sulit dibatasi hanya dalam konteks keindonesiaan, dan pada sisi lain, Pancasila adalah keindonesiaan itu sendiri.

Gus Dur menafsirkan bahwa hal ini langsung tampak dalam upaya Pancasila menekankan sisi kelapangan dada dan toleransi dalam kehidupan antarumat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Meski begitu, wawasan tentang kebersamaan antar-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak sepenuhnya sama dengan wawasan tentang itu dalam agama-agama dan kepercayaan.

Kegigihan Gus Dur dalam membela dan mengajarkan arti penting Pancasila bagi bangsa Indonesia dinyatakan dalam pernyataan tegasnya bahwa, “Tanpa Pancasila negara akan bubar. Pancasila adalah seperangkat asas, dan ia akan ada selamanya. Ia adalah gagasan tentang negara yang harus kita miliki dan kita perjuangkan. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan nyawa saya. Tidak peduli apakah ia akan dikebiri oleh angkatan bersenjata atau dimanipulasi oleh umat Islam, atau disalahgunakan keduanya” (hal. 43).

Sebagai seorang tokoh yang sangat menjunjung tinggi Pancasila dalam hal bernegara, maka sebagai efeknya Gus Dur menolak jika bangsa ini harus menjadi negara Islam. Bagi Gus Dur negara Pancasila adalah sebuah pilihan. Islam tidak bisa dibuat dasar dalam bernegara. Dalam bernegara, Islam tidak memiliki konsep bagaimana harus dibuat dan dipertahankan. Menurut Gus Dur konsep negara Islam itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan Islam. Jika ada yang mengatakan ada, itu tidak lebih dari hanya sekedar klaim (hal. 59).

Ada dua alasan yang dipakai Gus Dur dalam mempertanggung jawabkan pernyataanya di atas, yaitu alasan empirik (fakta) dan alasan teks. Alasan empiriknya seperti halnya bahwa Islam tidak mengenal pandangan yang tegas tentang pengertian kepemimpinan. Buktinya Abu Bakar dipilih oleh dewan elit saat itu yang berbaiat kepadanya; Umar dipilih dengan penunjukan oleh Abu Bakar sebelum yang digantikan wafat; Usman dipilih oleh dewan elit saat itu yang dewan ini ditunjuk oleh Umar; dan Ali juga dipilih oleh dewan elit muslim.

Sedangkan alasan soal teks terdapat banyak ayat (baca: teks) yang dikomentari Gus Dur, di antaranya, adigium penting yang sering digunakan argumentasi oleh mereka yang mendukung adanya negara Islam. Adigium itu adalah; la islama illa bil jama’ah, wala jama’ata illa bil imarah, wa la imarata illa bit-tha’ah.

Menurut Gus Dur, adigium ini memang menyatakan adanya sebuah sistem dalam bernegara, akan tetapi sistem itu tidaklah spesifik pada sistem islami. Dengan demikian, semua sistem itu diakui oleh adigium tersebut, asalkan sistem tersebut digunakan untuk memperjuangkan berlakunya ajaran Islam dalam sebuah masyarakat.

Akhir kata, buku ini selain mengupas pandangan Gus Dur tentang Pancasila dan pentingnya negara Pancasila bagi bangsa Indonesia, juga merupakan karya otoritatif yang mengupas prisma pemikiran Gus Dur tentang ideologi bangsa. Dengan kedalaman analisis dan data menempatkan buku ini sebagai buku yang patut menjadi bahan refleksi bagi kita semua yang dewasa ini masih ada kelompok-kelompok tertentu yang masih antipasti negara Pancasila.



*Alumnus pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Madura
Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Kajian Islam, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 16 Februari 2018

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com. Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan KH Taufiq Hasyim hadir pada Tabligh Maulid Akbar dan Gema Shalawat di Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Sabtu (3/12).

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan Ketua PCNU di SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan

Pada pidato di acara yang digelar SMP-SMA Maarif 1 Pamekasan tersebut, Kiai Taufiq menyampaikan tiga pesan penting kepada hadirin.

Pesan pertama berupa dorongan kepada SMP-SMA Maarif 1 untuk terus berada pada jalur kemajuan.?

Kiai Taufiq memberi apresiasi positif atas perkembangan lembaga tersebut yang tergolong pesat dan menjadi percontohan di Kota Gerbang Salam.

"Kedua, ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) harus kita terus pupuk. Islam yang mengedepankan maslahat, meski melekat dalam setiap sendi kehidupan kita," tegas Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Pegantenan, Pamekasan tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Terakhir, Kiai Taufiq mengetengahkan pesan perlunya menjaga NKRI. Di negeri ini, kebebasan menjalankan ajaran agama Islam tidak dikekang. Spirit kebangsaan dan keagamaan melebur dan mengarah pada harmoni.

ArrahmahMedia.Com

"Kita mesti terus kedepankan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Itu sudah dicontohkan oleh para kiai dan para pejuang kemerdekaan di negeri tercinta ini," tegasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sunnah, Kajian Islam, PonPes ArrahmahMedia.Com

Rabu, 14 Februari 2018

Ketika Kiai Said Bertemu Relawan PMII di Lokasi Pengungsian

Pidie Jaya, ArrahmahMedia.Com. Kunjungan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan rombongan ke lokasi pengungsian warga terdampak gempa di Desa Mesjid Tuha, Meurudu, Pidie Jaya Rabu (14/12) lalu, juga membawa kesan khusus di benak para relawan PMII Aceh.?

Pasalnya, walau kunjungan tersebut terbilang singkat, Kiai Said dan rombongan menyempatkan berdialog dengan para relawan PMII Aceh. Tak hanya itu, Kiai Said yang datang bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar dan Rais PWNU Aceh juga berkenan berfoto bersama dengan mereka.

Ketika Kiai Said Bertemu Relawan PMII di Lokasi Pengungsian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Said Bertemu Relawan PMII di Lokasi Pengungsian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Said Bertemu Relawan PMII di Lokasi Pengungsian

Koordinator Lapangan PMII Aceh, Muhammad Ali mengatakan, pada kesempatan tersebut, Kiai Said menyampaikan pesan kepada para kader yang menjadi relawan untuk menjaga kesehatan.

“Beliau (Kiai Said) juga mengatakan bangga kepada PMII Aceh karena dapat hadir di saat masyarakat Aceh dalam keadaan berduka,” terang Ali kepada ArrahmahMedia.Com, Kamis (15/12).

Sementara itu, para relawan PMII Aceh juga mengucapkan terima kasih kepada Kiai Said dan peran aktif PBNU atas musibah di Aceh.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Ali, PMII Aceh telah berada di lokasi bencana dan aktif sejak hari pertama pasca-gempa. Relawan PMII Aceh berjumlah 60 orang. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Aceh, yaitu IAIN Langsa, Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Universitas Islam Tamiang (UIT) Aceh Tamiang, STIKES Bina Bangsa Aceh Timur, IAIN Lhokseumawe, Universitas Gajah Puteh Takengon Aceh Tengah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Keterlibatan mereka di lokasi pengungsian antara lain dengan membuat Sekolah Ceria, mengajar mengaji, dan partispasi di dapur umum. Atas keaktifan tersebut, Ali menyampaikan kesan bahwa selama di lokasi, kebersamaan dan kerja sama antara masyarakat dan relawan sangat baik. Setiap kegiatan yang diadakan selalu didukung penuh.

“Juga keseriusan anak-anak (terdampak gempa) dalam mengikuti kegiatan, membuat kami para relawan senang dan bisa terus menjalankan program-program yang telah kami susun,”tambah Ali.

Ali menambahkan, relawan PMII Aceh akan berada di lokasi pengungsian hingga tanggal 20 Desember mendatang. (Kendi Setiawan/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Menengok Manfaat Bekam Tanduk Sapi di Arena Muktamar NU

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Para penyedia jasa bekam tanduk sapi memenuhi setiap sudut di arena Muktamar Ke-33 NU di Alun-alun Kota Jombang. Bekam tradisional yang digeluti oleh orang-orang asal Madura ini memanen usahanya, sebab cukup banyak pengunjung yang memanfaatkan jasa mereka.

Menengok Manfaat Bekam Tanduk Sapi di Arena Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Manfaat Bekam Tanduk Sapi di Arena Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Manfaat Bekam Tanduk Sapi di Arena Muktamar NU

Mansyur, pria asli Madura berusia 35 tahun telah puluhan tahun menyediakan jasa bekam tanduk sapi dari arena ke arena. Keahlian membekam dengan memanfaatkan tanduk sapi ini ia warisi secara turun-temurun dari keluarganya.

“Saya sudah 15 tahun menggeluti dan menyediakan jasa bekam tradisional ini. Awalnya kaku, tapi setelah belajar jadi terbiasa,” ujar Mansyur saat ditemui ArrahmahMedia.Com di sela kesibukannya membekam, Ahad (2/8) malam di Alun-alun Jombang.

ArrahmahMedia.Com

Ditanya soal perbedaan manfaat dibanding bekam biasa, Mansyur menjelaskan, bahwa bekam tanduk sapi ini merupakan terapi bekam tradisional yang reaksi khasiatnya dapat langsung dinikmati oleh pengguna.

Penuturan Mansyur diamini oleh pengguna jasa bekam bernama Sugiyanto. Pria berumur 33 tahun asal Riau ini menerangkan, bahwa setelah badannya dibekam oleh bekam tanduk sapi, manfaatnya bisa langsung dirasakan.

ArrahmahMedia.Com

“Badan saya serasa langsung enteng, enak sekali,” ucapnya.

Bekam jenis ini, selain memanfaatkan tanduk sapi, juga menggunakan minyak tradisional yang dibuat dari akar-akaran. Sedangkan agar tanduk yang digunakan dapat menempel di kulit, mereka menggunakan api dengan memanfaatkan kapas yang dililitkan ke sebuah kawat kecil. Setelah api menyala, api dimasukkan ke lubang tanduk selama dua detik saja, kemudian dengan cepat langsung ditempelkan di kulit.?

Sedangkan untuk dapat memperoleh khasiat dari bekam dari tanduk sapi ini, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 50.000 saja. Selama perhelatan Muktamar NU, Mansyur setiap hari bisa melayani hingga 10 orang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tokoh, Kajian Islam, PonPes ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

Tarim, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menggelar pelantikan pengurus baru masa bakti 2015-2016 di Tarim, Yaman. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri pengurus baru dan pengurus demisioner, Jumat (5/3) malam waktu setempat.

Rais syuriyah baru PCINU Yaman M Hasan Basri Hayyi mengajak kepada seluruh jajaran pengurus terlantik untuk melaksanakan amanat yang ditugaskan dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang besar.

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PCINU Yaman Resmi Dikukuhkan

“Sebagai pelajar sudah sepatutnya untuk memiliki kesadaran dalam berorganisasi karena NU Yaman ada di tangan kita semua selaku pemuda Nahdliyin,” tutur Hasan Bashri yang pada kesempatan itu memimpin pembacaan sumpah jabatan.

ArrahmahMedia.Com

Dalam sambutannya, ketua baru PCINU M Abdul Rahman Malik mengatakan bahwa PCINU Yaman merupakan wadah dalam melanjutkan estafet perjuangan para pendirinya, terutama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

ArrahmahMedia.Com

“Dengan berorganisasi secara tidak langsung sesorang telah melakukan jihad fisabilillah dengan pemaknaan jihad yang lebih mutakhir, sebab di era modern ini makna jihad telah banyak mengalami perubahan sebab tuntutan keadaan,” ungkapnya.

Usai acara pelantikan, pembahasan program kerja menjadi agenda selanjutnya. Pembentukan program kerja yang dipimpin oleh ketua PCINU menghasilkan beberapa keputusan perihal serangkaian kegiatan yang akan dilaksakan dalam rentan waktu masa periode satu tahun ke depan.

Para undangan yang terdiri dari perwakilan tiap daerah dan organisasi lain juga turut hadir dalam acara tersebut. (M. Rifqon Syauqi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Kyai, Lomba ArrahmahMedia.Com

Minggu, 07 Januari 2018

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Purworejo, ArrahmahMedia.Com. Barangsiapa yang ingin ditinggakan derajatnya, hendaknya memperbanyak membaca shalawat. Demikian pesan yang disampaikan KH Achmad Chalwani dalam acara "An-Nawawi Bershalawat" di komplek PP An-Nawawi Berjan, Purworejo, Ahad (13/5) malam.

Dalam kitab Madza Fi Syaban, kata Kiai Chalwani, disebutkan bahwa bulan Syaban adalah bulan shalawat. "Hal ini karena ayat Al-Quran yang berkaitan dengan shalawat diturunkan oleh Allah pada bulan Syaban, yaitu: innallaha wamalaikatahu yushalluna alan nabi ya ayyuhalladzina amanu shallu alahi wasallimu tasliema," terangnya.

"Ketika Allah perintah kita shalat, Allah sendiri tidak shalat. Ketika Allah perintah zakat, Allah tidak zakat, karena zakat untuk menyucikan, sedangkan Allah dzat yang paling suci. Ketika Allah perintah puasa, Allah tidak puasa, karena puasa itu benteng, sedangkan Allah lah benteng atau pelingdung itu sendiri. Ketika Allah perintah haji sowan baitullah, Allah tidak haji karena Allah lahtuan rumah. Akan tetapi ketika Allah perintah kita bershalawat, sebelum malaikat dan manusia bershalwatat, Allah sudah bershalwat, memberikan rahmat tadzim kepada Nabi Muhammad saw," terangnya di tengah ribuan hadirin.

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Syaban, Perbanyak Baca Shalawat

Bahkan dalam berfirman terkait shalawat ini, lanjut Kiai Chalwani, Allah menggunakan "inna" dan dengan fiil mudzari, yushalluna. Dalam ilmu gramatika Arab, kata inna digunakan ketika orang belum percaya atau masih ragu. Ini artinya shalawat bukan hanya diwajibkan, tetapi sangat diwajibkan. Sedangkan fiil mudlari berupa yushalluna, berarti Allah senantiasa bershalawat, tak pernah berhenti bershalawat, hari ini, esok dan seterusnya.

"Adapun shalawat yang paling tua adalah Shalallah ala Muhammad. Maka, shalawat ini merupakan ummu shalawat, induk dari shalawat," terangnya.

Lebih lanjut mantan DPD RI Jateng ini menerangkan, ketika Nabi Adam hendak menikah dengan Hawa. "Allah meciptakan Hawa kemudian langsung memakaikan pakaian terturup, memakai jilbab. Meski Hawa telah memakai jilbab, Nabi Adam tetap mengamati. Mohon maaf untuk para ibu, ini memang naluri lelaki, meski sudah tertutup, lelaki tetap mengamati," terangnya, disambut riuh hadirin.

ArrahmahMedia.Com

Kemudian, lanjut Kiai Chalwani, Adam ingin memegang tangan Hawa dan ditegur oleh Allah, "Belum boleh memegang sebelum menikah. Kemudian Adam konsultasi kepada penasehat hukumnya, malaikat Jibril. Jibril melamarkan dan diterima Hawa dengan syarat, yaitu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Nabi Adam belum bisa membaca shalawat, kemudian Jibril bilang: qul shalallah ala Muhammad. Menikahlan Nabi Adam dengan dewi Hawa dengan "mas kawin" shalawat."

Acara An-Nawawi Bershalawat merupakan salah satu rangkaian Akhirussanah Pondok Pesantren An-Nawawi. Disela-sela bershalawat, Kiai Chalwani menyisipkan ceramah dengan berbagai tema. Tampak hadir beberapa tokoh ulama dan dewan asatidz pesantren tersebut. (Ahmad Naufa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Doa, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Selasa, 26 Desember 2017

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Daftar pemilih tetap (DPT) yang rencananya ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4 November 2013 dinilai belum sepenuhnya valid dan akurat. Karena kompleksnya persoalan, proses pemutakhiran seyogianya melibatkan semua pihak, termasuk ormas Islam seperti NU.

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Imbauan ini disampaikan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dalam “Dialog Mencari Solusi Kisruh DPT Bersama PBNU” di auditorium utama kantor PBNU, Jakarta, Kamis (31/10).

Hadir pula sebagai pembicara Ketua KPU Husni Kamil Malik, anggota Bawaslu Daniel Zuhron, Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo, dan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Irman, DPT bisa dikatakan benar-benar akurat ketika ada kesesuaian data antara Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri dan DPT yang ditetapkan KPU. Sementara saat ini, ada sekitar 20,3 juta nama yang ada dalam DPT tapi tidak tercantum dalam DP4.

ArrahmahMedia.Com

Irman menilai sejumlah kesalahan data ini “wajar”, mengingat banyaknya nama penduduk yang harus dicatat, luasnya wilayah Indonesia, dan kesiapan KPU yang tergolong singkat. Karena itu, kerja sama dari pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan.

Daniel Zuhron dalam kesempatan yang sama juga meminta PBNU berpartisipasi dalam upaya pemutakhiran DPT agar akurasi dan validitas data dapat dipertanggungjawabankan. “PBNU dan organisasi masyarakat lain perlu turut menangani jumlah DPT bermasalah yang begitu besar yang barang kali bisa disentuh dengan pendekatan sosio-kultural,” katanya.

Dalam sambutan pengantar, Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menegaskan bahwa pemilu 2014 harus berjalan sukses. Sebagai masyarakat sipil, NU akan selalu mengawasi dan membantu karena hal ini menyangkut hak konstitusional warga dan legitimasi kepemimpinan.

“Kami juga meminta anak muda NU yang ada di Depdagri, KPU, agar dapat mengemban tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selaku Ketua KPU, Husni Kamil lebih banyak menyoroti kesulitan-kesulitan teknis yang dihadapi KPU selama di lapangan. Menurut dia, persoalan akurasi DPT juga berhubungan dengan masalah kebudayaan masyarakat di daerah tertentu, yang tak dapat diselesaikan hanya mengandalkan variabel data administrasi.

“Saya berterima kasih, masalah yang menyangkut kedaulatan negara ini dapat difasilitasi PBNU sebagai organisasi terbesar di Indonesia,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Syariah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 24 Desember 2017

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Kupang, ArrahmahMedia.Com. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melaksanakan seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke- XXII  tingkat Provinsi NTT di Asrama Haji Kupang, Jumat (21/6) hari ini.

Seleksi STQ berlangsung selama tiga, guna mencari bakat bagi cabang Tilawah Qori dan Qoriah dan cabang Hifzil Quran baik dewasa maupun maupun golongan anak kanak-kanak dari setiap kabupaten Kota se-NTT. 

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTQ NTT Seleksi STQ Tingkat Propinsi

Demikian dikatakan Ketua LPTQ Provinsi NTT Drs. Jamal Ahmad, MM kepada media dalam jumpa pers di Asrama Haji Kupang (20/6). Seleksi STQ tingkat propinsi berlangsung selama tiga hari, guna mencari bakat Qori dan Qoriah, Hafizh Quran dan hafizh lima juz akan mencari duta MTQ tingkat Nasional  di Bangka Belitung pada tahun ini, katanya.

ArrahmahMedia.Com

Semua Peserta masing-masing dari kabupaten Kota se-NTT. Peserta ikut STQ masing-masing cabang lomba sesuai dengan jenis mata lomba. lomba STQ diseleksi berdasarkan masing-masing tingkatan, mulai dari Cabang Lomba Tilawah Golongan Dewasa(Qori dan Qoriah), Cabang Tilawah Golongan  anak-anak (Qori dan Qoriaah) dan Cabang Hafizh Quran Golongan satu dan tilawah lima juz (Hafizh dan Hafizah).

ArrahmahMedia.Com

Seleksi STQ tingkat Propinsi, juga bekerjasama dengan Kementrian agama Propinsi NTT. Kerjasama ini, dalam rangka meningkat  dan mewujudkan umat muslim yang mampu mengamalkan Al-Qur’an dan menfasilitasi umat Islam untuk menjadi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam aspek kehidupan, kata Ketua LPTQ juga Ketua PWNU NTT itu. 

Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama Provinsi NTT, Drs. Samsul Maaril, mengatakan kegiatan STQ kerjasama Kementerian Agama dengan LPTQ NTT bertujuan sama-sama mencari  duta Propinsi yang berprestasi, berkualitas untuk mengikuti MTQ atau STQ tingkat Nasional. Sehingga bisa meningkat masyarakat yang agamis dari aspek kehidupan umat. Agar bisa mengamalkan ajaran islam yang baik dan benar.  

Kegiatan ini, bekerjsama dengan Kementrian agama dengan LPTQ NTT. Semoga  pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan Qiri dan Qoriah yang bisa membawa nama baik NTT ditingkat Nasional. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana STQ Tingkat Propinsi NTT  H. Mandar Langi Pua Upa, menambahkan persiapan panitia pelaksana STQ sudah mencapai delapan puluh persen pada H-1 menjelang hari hal kegiatan.

Sedangkan peserta dari 21 Kabupaten Kota sudah masuk, hanya beberapa kabupaten yang belum melaporkan kepada panitia, katanya. Beberapa kabupaten yang belum masuk tersebut, panitia telah mendapat informasi bahwa jadwal keberangkatan peserta dari masing-masing kabupaten besok besok baru bisa berangkat dari daerah masing-masing. 

Menurut Mandar, kegiatan Seleksi STQ Tingkat Provinsi dengan Tema, Dengan STQ Tingkat Provinsi Tahun 2013 Kita Ciptakan Masyarakat Yang agamais menuju kesejahateraan umat kondusif, harmonis dan bermartabat. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Kyai, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Pontianak, ArrahmahMedia.Com



Pemerintah Kota Pontianak, akan mensyaratkan masuk SMA/sederajat negeri di kota itu, bagi umat Muslim harus punya sertifikat khatam baca Al-Quran, kata Wali kota setempat, Sutarmidji.

"Sertifikat khatam Al-Quran tersebut harus ditandatangi oleh setingkat wali Kota Pontianak, kalau tidak maka murid yang bersangkutan akan dilakukan bimbingan khusus agar bisa cepat dalam mengenal Al-Quran," kata Sutarmidji dalam sambutannya pada acara khataman Al-Quran secara massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Ahad.

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Sutarmidji menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan, agar generasi mendatang, terutama umat Muslim, tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Quran.

"Kedepan, saya targetkan, semua murid SD yang Muslim sudah harus bisa baca tulis Al-Quran, tamat SMP sudah khatam Al-Quran," ungkapnya.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, tahun depannya, acara khataman Al-Quran akan lebih besar lagi, yang tetap akan dipusatkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

ArrahmahMedia.Com

"Hari ini ada sekitar 1.100 anak-anak SD yang mengikuti khataman Al-Quran massal hari ini, yang sekitar 90 persen dari murid-murid guru ngaji tradisional," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, banyak masyarakat menilai sudah tidak ada lagi murid-murid dari guru ngaji tradisional. "Hari ini kami buktikan, ternyata masih banyak murid-murid dari guru ngaji tradisional yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Sutarmidji menambahkan, pelaksanaan khataman Al-Quran ini, memang benar-benar anak-anak yang khatam 30 juz Al-Quran dari guru-guru ngaji tradisional.?

"Tujuan dilakukannya khataman Al-Quran dan pembelajaran agama tersebut, agar generasi mendatang paham betul tentang ajaran agam Islam, sehingga tidak berbuat yang menyimpang, seperti menggunakan narkoba dan lain sebagainya," kata Sutarmidji.

Selain itu, dia juga meminta para penyuluh agama Islam dan guru ngaji agar mengajarkan kepada generasi muda bagaimana shalat yang baik dan benar menurut agama Islam. "Sehingga tidak ada lagi anak-anak muda yang tidak tahu bagaimana shalat yang baik dan benar," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon

Cirebon, ArrahmahMedia.Com. Keluarga Besar NU (KBNU) Cirebon mengecam unjuk rasa kelompok GAPAS pada 15 Februari lalu di pesantren Nurul Quran desa Setu Kulon, Weru, Cirebon. KBNU menilai aksi GAPAS menghadirkan citra negatif pesantren itu di masyarakat. Karena dicitrakan seolah-olah mengajarkan paham sesat, beberapa hari terakhir aktivitas terhenti di pesantren tersebut termasuk berhentinya aktivitas santri menghafal Al-Quran.

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon

KBNU selama ini memang bersikap toleran terhadap gerakan ekstrem GAPAS yang dipimpin Andi Mulya. Namun, pihak KBNU kini merespon aktif kelompok yang menamakan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) yang mengatasnamakan agama dengan dalih menegakan amar maruf nahi munkar.

Menurut KBNU, cara dakwah GAPAS berlebihan karena dilakukan dengan kekerasan yang jelas munkar, intimidasi, dan teror, bukan dengan cara-cara yang maruf (kebaikan) sebagaimana ajaran dakwah Rasulullah SAW.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Rabithah Mahad Islamy (RMI) Cirebon KH Badrudin Hambali menilai, aksi Andi Mulya bersama kelompoknya melebihi batas karena melakukan penekanan terhadap MUI untuk mengeluarkan fatwa sesat terhadap kelompok atau majelis tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan paham GAPAS.

"Apa yang sudah dilakukan Andi Mulya sudah berlebihan. Dengan dalih fatwa MUI, GAPAS melakukan tindakan kekerasan dengan membubarkan kelompok tersebut," ujarnya saat ditemui setelah pertemuan bersama KBNU di pesantren Assalafiyah, Bode, Plered, Cirebon, Jumat (28/2).

ArrahmahMedia.Com

Dalam pertemuan ini KBNU menyatakan sikap terkait permasalahan tersebut. Mereka mengecam segala bentuk eksploitasi agama Islam sebagai pembenaran tindak kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap kelompok tertentu. Karena, hal tersebut bertentangan dengan visi Islam yang mengajarkan sikap santun, damai, dan toleran.

KBNU juga mengimbau masyarakat Cirebon untuk mewaspadai gerakan apapun terutama yang mengatasnamakan agama.

Keluaga Besar NU terdiri atas beberapa unsur organisasi. Mereka yang tergabung antara lain RMI, GP Ansor, Majelis Dzikir Rijalul Ansor, Banser, Pagar Nusa, ISNU, IPNU, IPPNU, PMII, Fatayat NU, Lakspesdam NU, KSS, Pesantren Gedongan, Pesantren Kempek, Hamada, Pesantren Babakan Ciwaringin, Pesantren Balarante, Pesantren Kepuh, dan Pesantren Salafiyah Bode. (A Imam Baehaqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Kajian Islam, Budaya ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara

Semarang, ArrahmahMedia.Com - Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional, Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang mempersiapkan lima belas rangkaian kegiatan. Salah satu kegiatan yang akan menjadi daya tarik masyarakat luas adalah sepakbola api.

“Sepakbola api sengaja kami hadirkan dalam memeriahkan hari santri, sebab tradisi ini menjadi seni persepakbolaan khas pesantren,” kata Agus Fathuddin Yusuf, Ketua Panitia Hari Santri Kota Semarang, Sabtu (8/10).

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimeriahkan Sepakbola Api, NU Semarang Siapkan 15 Rangkaian Acara

Sepakbola api akan dilaksanakan pada 21 Oktober 2016, pukul 19.00 WIB, di halaman plaza Masjid Agung Jawa Tengah sebelum acara Istighotsah Kebangsaan dan Pembacaan Satu Miliar Shalawat Nariyah. Peserta sepakbola api berasal dari Pondok Pesantren Darunnajah, Pondok Pesantren Azzuhri dan segenap santri Semarang.

“Bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin menikmati sensasi panasnya bola api juga diperbolehkan untuk bergabung meramaikan permainan ini,” tegas Agus.

ArrahmahMedia.Com

Peringatan Hari Santri Nasional, lanjutnya, bukan upacara dan hura-hura semata. Tetapi lebih merupakan bentuk syukur anak bangsa masih diberi kesempatan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah ala thariqati Nahdlatul Ulama dan mengawal kedaulatan NKRI sebagai harga mati. “Momentum ini sekaligus sebagai perenungan anak bangsa apa yang akan dilakukan dari santri untuk bangsa dan negeri ini di masa mendatang,” tegas Agus.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Tanfidziyah PCNU KH Anasom mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama merayakan hari santri dengan kegiatan-kegiatan positif. “PCNU bersama Pemerintah Kota dan seluruh komponen masyarakat kompak menyambut hari santri,” ungkap Anasom.

Kegiatan hari santri kali ini mengambil tema “Merajut Kebhinekaan dan Kedaulatan Indonesia” sebagai wujud kecintaan kita pada Indonesia dalam bingkai persatuan. Santri berkomitmen kuat menjaga persaudaraan di negeri ini.

Jangan sampai negara kita diinjak-injak dan dikoyak oleh musuh bangsa yang merusak kerukunan masyarakat. “Kegiatan sepakbola api ini menjadi simbol tradisi, bahwa betapa panasnya api yang ditendang namun tidak diarahkan menyakiti tubuh pemain lainnya,” ungkap Anasom. Artinya bahwa panasnya api akan tetap memiliki manfaat asal dikelola dengan baik sesuai manfaatnya.

“Simbol api adalah semangat membangun negeri dan nasionalisme Indonesia dengan mencintai? tradisi” imbuh Anasom. Semua permainan santri sangat memiliki nilai filosofis dan ini akan kita persembahkan untuk menghibur masyarakat Kota Semarang. (Red: Mahbib)

Rangkaian acara hari santri Kota Semarang adalah sebagai berikut:

Ahad, 16 Oktober 2016

Musabaqah Santri (Lomba Mars Ya Lal Wathan & Lomba Menulis "Surat Kagem Mas Hendi")

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Jam 08.00-15.00 WIB

Sabtu - Ahad, 15-16 Oktober 2016

Liga Futsal Santri Lapangan Merdeka Sekaran Semarang

Jam 08.00-15.00 WIB

Selasa, 18 Oktober 2016

Workshop Jurnalistik Santri

Aula SMA Nasima Gandanegara

Jam 09.00-12.00 WIB

Rabu, 19 Oktober 2016

Bedah Buku "KH Muhammad Sholeh Darat Al Samarani: Maha Guru Ulama Nusantara"

Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim

Jam 13.30-15.30 WIB

Narasumber: Amirul Ulum (Penulis Buku)

Kamis, 20 Oktober 2016

Ziarah Penggerak Aswaja KH Muhammad Sholeh Darat &

Ziarah Pendiri Nahdlatul Ulama KH Muhammad Ridwan Mujahid

Makam Bergota Semarang

Jam 15.00-16.30 WIB

Jumat, 21 Oktober 2016

Istighatsah Kebangsaan

Serambi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Jam 19.30-22.00

KH Kharis Shodaqah, KH Dzikron Abdullah, Habib Dja’far Al Musawwa,

KH Hanief Ismail Lc, KH Ahmad Darodji

Jumat, 21 Oktober 2016

Sepakbola Api

Genderang Shalawat Kasidah Modern YPI Nasima

Halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Jam 19.00-19.30

Sabtu, 22 Oktober 2016

Upacara Hari Santri

Halaman Balaikota Semarang

Jam 06.30-08.00

Sabtu, 22 Oktober 2016

Festival Santri Hebat, Pameran Karikatur Santri,

Atraksi Barongsai Naga Doreng, Drum Band Baladika Arhanudse 15 Semarang,

Drum Band TK Muslimat NU, Drum Band MTs Hidayatus Syubban Genuk,

Pentas Seni Budaya Santri, Donor Darah & Konsultasi Hukum Gratis

Halaman Balaikota Semarang

Jam 08.00-10.00

Sabtu, 22 Oktober 2016

Kirab Santri

Ziarah Pahlawan

Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang

Jam 09.00-10.00

CP Panitia:

Jumarno 085799994774 & Rikyat 085726719342

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, IMNU ArrahmahMedia.Com

Minggu, 10 Desember 2017

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU

Bogor, ArrahmahMedia.Com. Melihat maraknya pemanfaatan media sosial (medsos) untuk tujuan-tujuan negatif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa mendorong kepada para kader agar medsos dimaksimalkan untuk syiar kebaikan.

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Tegaskan Pentingnya Medsos untuk Syiar Muslimat NU

Menteri Sosial RI ini tidak memungkiri, tak sedikit ibu-ibu Muslimat yang mempunyai persepsi bahwa menyebar kebaikan di medsos termasuk pamer atau riya.

“Kebaikan yang disebar di medsos bukan riya atau pamer, tetapi bagian dari syiar kebaikan Muslimat NU,” tegas Khofifah dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU, Ahad (26/30 di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Khofifah memandang, Muslimat NU yang saat ini telah mempunyai sejumlah perangkat organisasi di berbagai bidang seperti koperasi, pendidikan, dakwah, dan kesehatan bisa menjadi ladang syiar. Apalagi semua perangkat itu telah berjalan dengan baik di berbagai daerah.

Perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini juga menerangkan, saat ini dakwah tidak bisa hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi juga dunia maya. Dia menyebut langkah ini dengan sebutan dakwah bil IT, dakwah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

ArrahmahMedia.Com

Untuk memperkuat pola dakwah di media sosial, dalam kesempatan Rapimnas tersebut, Muslimat NU menghadirkan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Industri Kreatif dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Irfan Wahid.

ArrahmahMedia.Com

Dia mengungkapkan rumus “Prabu Kreatif” (Praktis, Menghibur, Kredibel, dan Inspiratif). Dengan formula tersebut, menurut Irfan, konten yang disusun Muslimat NU akan menjadi juara di media sosial.

Terkait hal ini, Khofifah mengatakan, berbagai inovasi dan inisiatif telah dilakukan para ibu-ibu Muslimat NU di berbagai pelosok tanah air, namun diseminasi informasi mengenai hal ini masih belum maksimal.?

"Saya ingin menegaskan pemahaman kepada ibu-ibu, menyampaikan program kerja dan kegiatan di wilayah masing-masing lewat media sosial itu bukan riya atau pamer. Kalau ibu-ibu mengikuti rumus? Prabu Kreatif tadi, maka saya yakin konten yang ibu sebarkan pasti bermanfaat bagi masyarakat," ujar Kofifah optimistis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Olahraga, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Minggu, 24 September 2017

KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi mengingatkan dalam mendidik seorang anak harus dengan ilmu dan akhlakul karimah. Dengan begitu, anak tersebut akan menjadi orang terhormat.

KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syaroni Ahmadi: Didiklah Anak dengan Ilmu dan Akhlak

"Orang terhormat itu ‘alim dan berakhlakul karimah. Karenanya, didiklah anak dengan ilmu dan akhlak," tegasnya saat menyampaikan mauidhah hasanah dalam acara peresmian Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Plus Keterampilan Raudlatus Shibyan desa Peganjaran Bae Kudus, Selasa (28/4).

Ulama kharismatik asal Kudus ini mengajak untuk meneladani Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang dikenal pintar dan memiliki keistimewaan akhlakul karimah. Diceritakannya, Ali ? saat menuju masjid untuk sholat berjamaah melihat orang tua (Yahudi) bertongkat yang berjalan di depannya. Ali hanya mengawasi dari jauh tidak mau mendahului orang tua tersebut.

ArrahmahMedia.Com

"Meskipun Yahudi, Ali bin Abi Thalib ini tetap menghormati orang tua dengan tidak mendahuluinya. Padahal saat itu sholat berjamah sudah berlangsung bersama Nabi Muhammad sebagai imamnya," tutur Kiai Syaroni.

Kemudian, lanjutnya, Nabi pada rekaat pertama tidak bisa Itidal karena ditahan oleh malaikat Jibril supaya tidak bisa berdiri dari ruku. Karena untuk menunggu Ali yang masih di jalan menuju masjid.

ArrahmahMedia.Com

"Ketika sahabat bertanya, Nabi menjawab, menunggu Ali yang menghormati orang tua berjalan. Ini bukti keistimewaan akhlaknya Ali, meskipun bukan muslim tetap dihormati," ujar Pengasuh Pengajian Tafsir Al-Quran setiap Jumat fajar di Masjid Menara Kudus.

Di akhir ceramahnya, Kiai Syaroni mengharapkan Madrasah Aliyah NU Raudlatus Shibyan supaya pendidikan agamanya mantap dengan menerapkan segala ilmu yang tercantum dalam Al- Quran sebagaimana Surat At-taubah ayat 122.

Kegiatan peresmian yang berlangsung siang hari itu, ? turut hadir juga ? Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah Agus Hadi Sofwan, Wakil Rais PCNU Kudus, KH Chusnan Ms dan KH Maksum AK serta seluruh jajaran pengurus madrasah, dewan guru dan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Anti Hoax, Pesantren ArrahmahMedia.Com

Jumat, 11 Agustus 2017

Kapolres Nilai PMII Cepat Tanggap Bantu Korban

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan menggalang dana guna diberikan kepada korban Gunung Kelud, Senin (17/02). Aksi di sepanjang jalan kota ini didukung penuh oleh Kapolres Kabupaten Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman.

Dalam kesempatan tersebut, tanpa rasa canggung Kapolres membaur dengan para aktivis demi nilai kemanusiaan. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB Pamekasan tersebut direncanakan akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.

Kapolres Nilai PMII Cepat Tanggap Bantu Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Nilai PMII Cepat Tanggap Bantu Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Nilai PMII Cepat Tanggap Bantu Korban

Kapolres menyatakan, semangat mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Pamekasan patut diapresiasi positif karena begitu cepat dan tanggap dalam melakukan aksi peduli korban bencana terutama untuk korban letusan gunung Kelud yang belum lama ini terjadi.

ArrahmahMedia.Com

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa dan pemuda di Pamekasan untuk membantu korban letusan Gunung Kelud” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua I PC PMII Pamekasan Moh Elman menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk meringankan beban para korban bencana alam yang terjadi pada Kamis malam (14/2) lalu.

Dikatakan, selain melakukan aksi penggalangan dana pihaknya juga akan mengirim sejumlah relawan yang berasal dari anggotanya untuk diberangkatkan bersamaan dengan penyerahan bantuan hasil penggalangan dana.

"Penggalangan dana ini kami lakukan untuk meringankan beban para korban letusan Gunung Kelud, dan nanti akan kami serahkan langsung ke lokasi bencana bersama relawan yang juga akan kami kirimkan. Mereka akan membantu para relawan dari seluruh Indonesia yang sudah ada di lokasi sebelumnya," kata Elman yang merangkap sebagai koordinator aksi solidaritas tersebut.

Selain mengapresiasi, Kapolres juga siap membantu pelaksanaan penggalangan dana di jalan raya dalam hal pengaturan lalu lintas. Pihaknya juga mempersilahkan masyarakat untuk melakukan penggalangan dana untuk bencana. Dengan catatan, sebelumnya perlu mengajukan pemberitahuan yang kemudian akan dibantu pengaturan lalu lintas oleh Kapolres.

Selain mendukung gerakan mahasiswa, Kapolres mengungkapkan intitusinya di Polres Pamekasan juga sudah melakukan penggalangan dana kepada seluruh anggotanya untuk korban bencana erupsi Gunung Kelud. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Lomba ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Mei 2017

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) bekerja sama dengan Harian Kompas selama tiga hari (17-19/2) di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kebon Jeruk, Jakarta Barat pun selesai.?

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Ahad (19/2), saat menutup acara tersebut menyampaikan kegembiraan atas diselenggarakannya Diklat jurnalistik. Karena menurutnya, banyak orang jadi tokoh dunia itu rata-rata karena punya basic jurnalistik

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik

Ia mengatakan, kalau orang jadi tokoh tapi tidak pernah mengikuti kegiatan juranilistik, itu nampak kelihatan sekali, kalau ada wartawan lari, bungkam, diam, dan marah-marah.

Tapi, lanjutnya, orang yang mengikuti jurnalistik, itu akan biasa saja. Mau keadaan genting kaya apa, biasa, tidak gagap, tenang, mempunyai pikiran yang cerdas, mengolah bahasa dan kata yang tepat, menjawab situasi-situasi genting apapun itu mampu.

ArrahmahMedia.Com

Pentingnya ilmu jurnalistik bagi seseorang karena bisa membantunya mencapai kesuksesan menjadi tokoh atau pemimpin.

“Ilmu jurnalis akan mempercepat anda menjadi tokoh, karrna anda wajib ngomong, menyampaikan,” jelas kiai yang juga pengasuh Ponpes Ekonomi Darul Uchwah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tersebut. (Husni Sahal/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Pondok Pesantren, Makam ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 01 April 2017

Gus Dur dan Pendiri NU Diresmikan Sebagai Nama Jalan

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Para tokoh pendiri NU, seperti KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri serta Mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid resmi ditetapkan menjadi nama jalan di Kabupaten Jombang. Peresmian nama jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan tokoh NU, Ahad (28/10) berjalan cukup meriah. 

Gus Dur dan Pendiri NU Diresmikan Sebagai Nama Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Pendiri NU Diresmikan Sebagai Nama Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Pendiri NU Diresmikan Sebagai Nama Jalan

Disamping dihadiri almarhumah istri Gus Dur, Hj Sinta Nuriyah Wahid peresmian nama jalan dan peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur juga dihadiri KH Mustofa Bisri atau Gus Mus serta KH Shalahudin Wahid pengasuh PP Tebuireng.

Bupati Suyanto mengatakan, ditetapkannya nama Presiden KH Abdurrahman Wahid ini adalah agar menjadi sebuah ingatan dan kebanggaan Kabupaten Jombang dan generasi yang akan datang. Karena Gus Dur adalah tokoh Nasional bahkan Internasional asal Jombang.

ArrahmahMedia.Com

”Generasi kita harus memiliki panutan untuk berjuang terutama dalam kontribusinya terhadap Republik, NKRI, seperti Gus Dur ini,” ujarnya mengatakan.

Disamping ditetapkan sebagai nama salah satu jalan, pemerintah kabupaten lanjut Suyanto, menambahkan telah mengusulkan KH Abdurrahman Wahid menjadi Pahlawan Nasional. Usulan itu sudah disampaikan melalui Gubernur dan Menkokesra.  

ArrahmahMedia.Com

”Sudah diusulkan pemerintah daerah melaui Gubernur dan Menteri sosial untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, semoga usulan itu segera bisa teralisasi,” imbuhnya.

Bupati dua periode ini menambahkan, tidak hanya nama Gus Dur yang ditetapkan menjadi nama jalan di kabupaten Jombang.  Dikatakannya, beberapa tokoh nasional asal Jombang juga ditetapkan menjadi nama jalan, diantaranya adalah KH Bisri Syansuri menggantikan nama jalan Imam Bonjol Denanyar, kemudian nama KH Wahab Hasbullah yang selama ini belum ditetapkan namun sudah dikenal nama jalan tersebut menuju pesantren Bahrul Ulum Tambakberas serta nama pendiri pesantren Rejoso KH Romli Tamim menggantikan nama jalan Pangeran Puger.” Penetapan itu sudah dilakukan dalam peraturan daerah bupati,” tandasnya mengatakan.

Hj Sinta Nuriyahh mengatakan, meski pemerintah belum menetapkan Gus Dur sebagai Pahlawan nasional. Namun pengakuan historis dan kultural oleh masyarakat dikatakannya jauh lebih penting dari pengakuan pemerintah.

”Karena pengakuan masyarakat bertumpu kenyataan yang ada sehingga Gus Dur selalu dirindukan masyarakat. Dan inilah yang terjadi pada Gus Dur,” ujarnya didampingi Yenny wahid dan Alisa Wahid.

Peresmian jalan Merdeka menjadi Jalan KH Abdurrahman Wahid, bagi kami, lanjutnya  ini bukan hanya sebagai perwujudan penghormatan terhadap Gus Dur. Hal ini membuktikan  semangat perjuangan Gus Dur tetap layak untuk diteruskan.

”Harapan kami, apa yang telah Gus Dur lakukan selama ini dapat dilanjutkan, untuk mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin. Yakni dengan cara ini lah cara yang paling bagus,” ujarnya seraya mengatakan rasa terimakasih Pemkab menjadikan nama GD sebagai nama salah satu jalan di Jombang.

Sementara itu, KH Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus menyatakan bahwa Gus Dur adalah orang besar. Meski menjadi orang besar, mantan ketua PBNU ini rela menjadi satpamnya bangsa Indonesia.

”Yang menarik menurut saya, Gus Dur, KH Wahid, KH Hasyim, KH Bisri, KH Wahab Hasbullah  itu ada benang merahnya. Karena beliau beliau ini konsisten terhadap Tanah Air. Beliau ini selalu berbicara tentang keislaman sama dengan keindonesiaan,” tuturnya serya mengatakan, setiap keluar negeri, dirinya selalu ditanya pemimpin pemimpin negara lain adakah tokoh Indonesia yang menggantikan Gus Dur.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Pahlawan, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Minggu, 07 Agustus 2016

Teror Mati Jahiliyah ala HTI dan ISIS

Oleh Ayik Heriansyah

Teror mati jahiliyah sering kali dilancarkan oleh HTI dan ISIS kepada umat Islam yang tidak turut memperjuangkan berdirinya Khilafah seperti yang mereka inginkan. Psikologis kalangan awam sedikit tertekan mendengar penjelasan hadits Nabi SAW tentang mati jahiliyah karena mereka takut mati dalam keadaan suul khatimah. Siapa pun takut akhir hidupnya sia-sia, belum lagi bayangan siksa kubur dan azab neraka sudah di depan mata bagi mereka yang mati jahiliyah.

Teror Mati Jahiliyah ala HTI dan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Teror Mati Jahiliyah ala HTI dan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Teror Mati Jahiliyah ala HTI dan ISIS

Pemahaman sederhana kaum awam dimanfaatkan oleh HTI dan ISIS untuk memperkuat posisi mereka, melegitimasi perjuangan penegakan Khilafah sebagai perjuangan yang haq melawan sistem jahiliyah tudingan jahiliyah bagi kaum muslim yang berdiam diri apalagi bagi yang menghalangi dakwah mereka.

ArrahmahMedia.Com

Istilah mati jahiliyah diambil dari hadits Nabi Muhammad Saw yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

"Siapa saja yang melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah, niscaya dia akan menjumpai Allah pada Hari Kiamat dengan tanpa mempunyai hujah. Dan, siapa saja yang mati sedangkan di atas pundaknya tidak terdapat baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah." (HR Muslim)

Oleh HTI hadits ini dijadikan dalil untuk mewajibkan umat mendirikan Khilafah sebelum datangnya Iman Mahdi. Menurut Ust Hafidz Abdurrahman (DPP HTI) manthuq hadits di atas menyatakan, bahwa "Siapa saja yang mati, ketika Khilafah sudah ada, dan di atas pundaknya tidak ada baiat, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah." Atau "Siapa yang mati, ketika Khilafah belum ada, dan dia tidak berjuang untuk mewujudkannya, sehingga di atas pundaknya ada baiat, maka dia pun mati dalam keadaan mati jahiliyah." Karenanya, kewajiban tersebut tidak akan gugur hanya dengan menunggu datangnya Imam Mahdi. (Channel Telegram #KhilafahWillRise, 23 / 8 / 2017)

(Baca: Kisah Pilu Satu Keluarga asal Indonesia Gabung ISIS di Suriah)



Syarah gegabah terhadap hadits Nabi saw tentang mati jahiliyah oleh Ust Hafidz Abdurrahman tidak lebih dari ungkapan nafsu HTI yang ingin mendirikan Khilafah versi mereka tanpa memperhatikan hadits lain yang memperjelas makna baiat, baiat kepada siapa? Baiat iniqad (pengangkatan) atau baiat taat?

Ibn Abu Asim di dalam kitab al-Sunnah, halaman 489 meriwayatkan hadits ini:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang mati tanpa memiliki imam, maka matinya adalah mati jahiliyah.

Ibn Hibban juga meriwayatkan di dalam Sahihnya, jilid 7 halaman 49:

? ? ? ? ? ? ?

 

“Barangsiapa mati tanpa Imam, matinya adalah mati jahiliyah.”

Konteks baiat dalam hadits-hadits tadi adalah baiat taat kepada Imam yaitu pemimpin politik umat secara umum tanpa pengkhususan. Sebagai pemimpin politik umat keabsahan seorang imam ditentukan oleh keterpilihan dan pengangkatannya secara bebas tanpa paksaan oleh umat. Jadi makna baiat di sini adalah taat kepada pemimpin politik yang telah dipilih dan diangkat oleh umat dengan ridha wal ikhtiar tanpa melihat spesifikasi bentuk negara dan sistem pemerintahannya. Oleh karena itu hadits tentang mati jahiliyah bisa diaplikasi di negara Muslim mana pun termasuk Indonesia.

Di NKRI seseorang bisa mati jahiliyah jika tidak taat kepada pemimpin politik di setiap jenjangnya: presiden, gubernur, walikota, bupati,  RW dan ketua RT. Tentu saja ketaatan bersyarat bukan ketaatan absolut karena ketaatan absolut hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Taat atau maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya jadi sabab dan syarat ketaatan kepada pemimpin politik. Sepanjang perintah pemimpin politik bukan sesuatu yang diyakini maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka umat wajib mentaatinya. Termasuk perkara khilafiyah yang ditetapkan oleh imam karena ketetapan perintah imam menghilangkan perbedaan berdasarkan kaidah fiqih:

? ? ? ?

Kadangkala seorang imam lupa, keliru, atau karena faktor kejahilan, ia mengikuti hawa nafsu atau tekanan pihak luar. Maka ,umat diwajibkan mengawasi, memantau, memonitor dan mengontrol imam kemudian menasihati dan mengoreksinya dengan cara yang maruf agar sang imam kembali ke jalan yang lurus.

Hadits-hadits tentang mati jahiliyah ditujukan kepada umat yang tidak mau taat kepada imam sebagai pemimpin politik. Sejak kepemimpinan Nabi SAW di Madinah, di negeri-negeri Islam umat selalu memiliki pemimpin politik dengan berbagai bentuk negara dan sistem pemerintahan. Mati jahiliyah tidak terkait dengan bentuk negara dan sistem pemerintahan melainkan berhubungan dengan sikap taat atau tidak terhadap pemimpin politik umat secara de facto dan de jure.

Jadi sebenarnya berdasarkan pemahaman yang jernih tentang hadits mati jahiliyah, siapa sesungguhnya yang akan mati jahiliyah, aktivis HTI yang tidak mengakui dan tidak taat kepada imam di negara-negara Muslim, ataukah umat di luar mereka?



Penulis Jamaah Sabtuan NU Kota Bandung. Pegiat di Institute for Democracy Educatioan. Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010.
Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Kajian Islam, Habib ArrahmahMedia.Com

Selasa, 22 Maret 2016

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami

Surabaya, ArrahmahMedia.Com
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur membahas sengketa Ambalat, mark up APBD, pilkada langsung, dan dampak tsunami dalam Bahsul Masail (pembahasan masalah dari perspektif hukum Islam) di Pesantren Sidogiri, Pasuruan pada 9-10 Jun 2005.

"Bahsul masail itu diikuti peserta dari 49 pesantren dan akademisi dari delapan universitas di lingkungan NU," kata Sekretaris PWNU Jatim H Masyhudi Muchtar kepada di Surabaya, Kamis, menjelang keberangkatan ke Pasuruan.

Didampingi Ketua Lajnah Bahsul Masail NU Jatim KH Yasin Asmuni, ia menjelaskan bahsul masail di Sidogiri itu dibagi dalam dua komisi yakni komisi A dan B yang masing-masing komisi membahas sepuluh masalah.

"Masalah yang dibahas komisi A antara lain mark up APBD termasuk berdosa atau tidak dan termasuk tindakan apa dalam hukum Islam," katanya.

Di komisi A, katanya, juga dibahas sengketa Ambalat antara Indonesia-Malaysia. "Siapa yang berhak menentukan batas wilayah, bagaimana cara yang benar untuk mempertahankan hak, dan bagaimana sikap atas sengketa di antara sesama negara muslim," katanya.

Dalam komisi itu pula, katanya, akan dibahas boleh-tidaknya menggusur PKL untuk alasan ketertiban umum dan hukum membakar mayat dalam kaitan korban tsunami di Aceh serta siapa yang berhak menangani anak  yatim dari korban tsunami.

"Untuk komisi B, masalah yang dikaji antara lain pilkada dalam kaitan dengan uang sebagai alas an memilih, batas money politics dalam pengerahan massa, lobi pejabat, ulama, dan tokoh masyarakat, serta uang untuk tim sukses," katanya.

Dalam komisi B, katanya, juga dibahas gender dalam pandangan Islam, pesangon terkait jabatan, penjualan aset-aset negara seperti privatisasi BUMN, dan pemutihan utang kepada negara.

"Karena banyaknya masalah terkait pemerintahan, kami mengundang Sekdaprop Jatim Dr H Soekarwo SH MHum untuk berbicara di hadapan peserta guna memberikan masukan sebelum status hukum diputuskan," katanya.(ant/mkf)


  

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Sunnah, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Bahas Ambalat, Pilkada dan Tsunami

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock