Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo

Tulisannya sering muncul di kolom berbagai surat kabar. Temanya begitu menyejukkan, tentang Islam Rahmatan lil Alamin, tentang keadilan. Para pembaca menjadi ikut tercerahkan dan membuat orang menjadi tertarik akan konsep Islam yang damai.

Pada Rabu sore (19/6), wartawan NU Online, Ajie Najmuddin, berkunjung ke rumahnya, di Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo. Saat ditemui, Pak Dian, begitu dia biasa dipanggil, baru selesai mengatur kursi yang akan digunakan untuk acara akhirussanah RA Al-Muayyad Windan, esoknya. Ditemani suguhan lotis dan segelas teh hangat, mereka memulai pembicaraan.

Tulisan anda di media massa, banyak yang bertemakan gagasan Islam yang damai, apa tujuannya?

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Dian Nafi’, Ahlinya Resolusi Konflik dari Solo

Saya hanya ingin menggambarkan sedikit tentang nilai-nilai yang saya dapatkan di pesantren. Tentang nilai kebenaran, keluhuran, persaudaraan dan sebagainya. Semuanya saya dapatkan dari para guru saya di pesantren.

Mengenai nilai-nilai di pesantren, bisa sedikit anda jabarkan?

Tentang kebenaran. Kebenaran ini bisa diartikan, yakni kesesuaian dengan 6 hal ini; norma, hukum, ilmu, fakta, realita, dan perikatan.

ArrahmahMedia.Com

Kesesuaian perikatan, maksudnya?

Sebagai orang indonesia, kita semestinya juga menyesuaikan diri dengan menerima Pancasila dan UUD, karena itu merupakan sebuah perjanjian atau ikatan dari para pendiri bangsa.

Selain nilai-nilai di pesantren yang anda sebutkan, anda juga menyebut sekilas tentang guru. Siapa guru yang paling menginspirasi anda?

ArrahmahMedia.Com

Alm. Kiai Umar Abdul Mannan (Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Solo, wafat tahun 1980,-red). Beliau adalah sosok yang menginspirasi. Saya ceritakan salah satu kisah beliau, pernah suatu ketika beliau mendapat kiriman surat bertinta hitam. Diperlihatkannya surat tersebut kepada saya, isinya begitu keras dan kasar bahasanya.

Beliau bertanya, “Saya harus bagaimana?”.

Akhirnya beliau justru sowan ke sang pengirim surat. Meminta klarifikasi atas surat tersebut. dan tidak ada lagi konflik setelahnya. Inilah salah satu teladan keluhuran dari beliau.

Saat ini anda juga dikenal sebagai pemilik sebuah radio, apa motivasi anda mendirikannya?

Saya bukan pemilik, hanya mengelola. Tujuannya untuk mengembangkan sapaan kepada publik Solo Raya. Juga untuk memperkuat warga Nahdliyyin melalui media massa.

Selain itu, saya selalu memegang 3 hal ini, pun dalam mendirikan radio ini. Tiga hal yakni, untuk meraih prestasi vertikal (dapat juga dimaknai mendekat ke Tuhan), kita harus bertindak baik pula ke horizontal (sesama makhluk).

Kedua, bertindaklah inklusif jangan eksklusif. Radio ini bisa berkembang dengan bagus, karena kita merangkul semua. Bahkan pendengar kita mayoritas anak muda. Tapi di sisi lain, kita sisipi dengan siraman rohani.

Ketiga, apabila terjadi konflik senior-yunior, maka senior mesti melakukan afirmasi kepada yunior. Juga dalam setiap hal, mesti ada sinergitas dan kolaborasi antara keduanya.

 

*

M. Dian Nafi’ lahir di Sragen pada 4 April 1964. Ia adalah anak ketiga dari delapanbersaudara. Ayahnya, Kiai Haji Ahmad Djisam Abdul Mannan, merintis Pesantren An-Najah, Gondang, Sragen, Jawa Tengah, yang kini diasuh kakak iparnya. Sementara kakeknya, Kiai Haji Abdul Mannan, adalah pendiri Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta, salah satu pesantren Al-Quran yang terkenal di Solo.

Pertemuannya dengan beberapa tokoh rekonsiliasi kemudian membawanya bergabung dalam Tim Independen Rekonsiliasi Ambon (TIRA), Tim Pemberdayaan Masyarakat Pasca-Konflik (TPMPK) Maluku Utara, dan lembaga-lembaga lainnya seperti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjahmada, Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian (PSPP) Yogyakarta, Pusat Pemberdayaan untuk Rekonsiliasi dan Perdamaian (PPRP) Jakarta, Crisis Centre Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Common Ground Indonesia, dansebagainya. Pertemuan dan pendidikan yang diikuti di luar negeri adalah Disaster Management Training di Africa University Zimbabwe, Education in Religion for Communitiy Consultation di Agia Napa, Siprus (2001), Asia Africa People Forum di Kolombo (2003), Indonesia Pesantren Program di Amherst, Massachusetts, USA (2003), dan Summer Peace Building Institute di Harrisonburg, Virginia, USA (2005).

Saat ini, ia mengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Sukoharjo, yang merupakan pengembangan dari Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan, Surakarta. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, PonPes, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Muhammad Irsyad, Siswa SMK Walisongo Pecangaan Jepara berhasil menjuarai Lomba Desain Poster III se-Karisidenan Pati yang diselenggarakan Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (15/3).  

Irsyad berhasil mengalahkan puluhan peserta lain dari sekolah SMA sederajat. Sebagai Juara, bagi siswa kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil itu, prestasi serupa yang pernah diraihnya tidak hanya sekali.

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Putra pasangan Muchlis-Sofi tahun 2013 lalu banyak memboyong gelar Juara. Diantaranya Juara I Lomba Gambar Poster SMA se-Jepara, Lomba Cipta Logo Pekan Kompetisi Penegak II Kwartir Cabang Jepara, Juara II Lomba Poster Survival Kwarcab Jepara, 10 besar Lomba Poster Peranan ICT Se-Jawa Tengah dan 15 besar Lomba Poster anti Rokok Se-Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Siswa kelahiran Jepara, 08 Februari 1997 itu bercerita tentang orang-orang inspiratif di belakangnya. “Saya banyak belajar seni dari bapak saya yang pinter Kaligrafi. Juga dari saudara saya seorang dosen di ISI Yogja. Dari kedua orang itu darah seni saya mengalir hingga saat ini” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Di SMK Walisongo, siswa yang memenangi lomba sejak di bangku MI ini terbilang aktif. Pasalnya, setiap ada lomba ia tidak segan-segan berkonsultasi dengan gurunya, April Pujiastuti. Lewat guru yang pernah meraih gelar Creative Art For Teacher (2010) dan Lomba Guru Seni (2012) tingkat Internasional masukan-masukan dari gurunya itu ditampung dan diaplikasikan di karya-karyanya.

Kepala SMK Walisongo, Sutarwi Samsul Maarif yang diwakili Irbab Aulia Amri, Waka Kesiswaan mengemukakan diraihnya prestasi tersebut merupakan pengalaman untuk menggapai prestasi-prestasi lagi dikemudian hari. “Semoga dengan prestasi ini siswa-siswa yang lain juga termotivasi untuk menjadi juara. Disamping itu prestasi-prestasi di jenjang berikut juga diraih” harapnya.

Irbab juga berkomentar tentang Irsyad. Masih menurutnya, Irsyad adalah siswa yang gemar menggambar dan tidak kenal putus asa. Guru Bahasa Inggris itu juga membenarkan siswa yang tinggal di Desa Tahunan RT.04 RW.04 Kecamatan Tahunan, Jepara itu sering berkonsultasi dengan gurunya. Sehingga hal itu yang semakin menguatkan kualitas karyanya.

M Irsyad memang belum mempunyai angan-angan menjadi pelukis. Namun pengagum pelukis Jepara, Jatmiko itu kelak usai lulus SMK berkeinginan memberikan lapangan pekerjaan utamanya dalamnya dalam desain batik yang sesuai dengan jurusannya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Daerah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, ArrahmahMedia.Com. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

ArrahmahMedia.Com

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

ArrahmahMedia.Com

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Nasional ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

ArrahmahMedia.Com

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

ArrahmahMedia.Com

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Nasional ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebanyak 1000 peserta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) tahun ajaran 2017-2018 di ruang serbaguna kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (3/10).



Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Para peserta  yang mengikuti  TPA ini telah lulus tahapan pertama yaitu seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan berkas data dan persyaratan lainnya. Gelombang pertama  tes TPA diikuti 600 peserta dan 400 peserta menyusul di gelombang kedua.

Dari 1000 peserta TPA, didominasi lulusan SMA sebanyak 53 persen dan 42 persen lulusan SMK, lulusan pesantren dan SLTTA ke atas masing-masing 1 persen, madrasah Aliyah 3 persen.

Sementara dari segi usia, rata-rata peserta TPA Poltek Ketenagakerjaan berusia kurang dari 21 tahun sebanyak 83 persen dan 15 persen berusia 21-30 tahun. Sebanyak 2 persen berumur lebih dari 30 tahun,

ArrahmahMedia.Com

Menurut Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Retno Pertiwi, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras.

“Para peserta diwajibkan mengikuti seluruh proses penerimaan mahasiswa baru sesuai prosedur yang telah ditentukan. Kita ingin memastikan hanya calon terbaik dan yang memenuhi persyaratan dan sesuai kriteria yang bisa mengikuti perkuliahan di Politeknik Ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Retno mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan dalam rangka  meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan.

ArrahmahMedia.Com

“Sesuai arahan dari Menaker M Hanif Dhakiri, kehadiran Politeknik Ketenagakerjaan Ini merupakan sebuah terobosan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Rencananya, pada tahun ini, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi (prodi) , yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan kuota 90 orang mahasiswa.

Dari 1000 peserta yang mengikuti TPA sebanyak 56 persen berjenis kelamin laki-laki dan 44 persen perempuan. Peminat program diploma (prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebanyak 47 persen, prodi relasi industri (34) dan prodi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebanyak 19 persen.

"Kehadiran Polteknaker dharapkan menjadi  solusi untuk mewarnai pembangunan ketenagakerjaan sehingga akan lebih kondusif dan semakin sejahtera dengan memperhatikan kondisi terhadap angkatan kerja, tingkat pendidikan, pengangguran dan link and match, “kata Retno.

Dari tiga prodi yang dibuka, Retno mengungkapkan tahap seleksi pertama adalah seleksi administrasi dengan melihat kelengkapan berkas. Pada proses ini terdapat pendaftar oline sebanyak 3.552 orang. Namun yang mengirim berkas melalui surat elektronik atau email sebanyak 1.302 peserta, yang akan memperebutkan 90 kursi dari tiga prodi.

 

Ditambahkan Retno, tahap selanjutnya usai TPA adalah test psikotes dan wawancara yang diikuti oleh peserta yang lulus TPA, pada tanggal 6 Oktober nanti di Pusdiklat Kemnaker. Peserta yang dinyatakan lulus psikotest dan wawancara akan diumumkan pada 7 Oktober 2017, mengikuti tes kesehatan dan bebas narkoba pada 9 Oktober 2017 di Pusdiklat Kemnaker. Rencananya Peserta PMB secara final akan diumumkan pada 10 Oktober dan langsung mendaftar ulang pada 11-13 Oktober 2017. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Olahraga, Nasional ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 20 Januari 2018

Sri Sultan Nilai GP Ansor Respon Persoalan Zaman

Sleman, ArrahmahMedia.Com. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HamengkuBuwono X menilai Gerakan Pemuda Ansor merupakan organisasi yang merespon persoalan zaman. ?

Sri Sultan Nilai GP Ansor Respon Persoalan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Sri Sultan Nilai GP Ansor Respon Persoalan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Sri Sultan Nilai GP Ansor Respon Persoalan Zaman

"Pemilhan tema Kongres Ansor tepat momentumnya," tegas Sultan pada pembukaan KOngrs XV organisasi pemuda NU tersebut di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Jalan Kaliurang kilometer, 12,5 Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Kamis (26/11).

Tema yang dimaksud Sri Sultan adalah "Menjaga Keutuhan Bangsa, Memperkuat Kedaulatan Negara dan Meluhurkan Nilai Kemanusiaan".

ArrahmahMedia.Com

"Ketika subtansi Indonesia mengalami ujian hingga gerakan Reformasi seakan berhenti bercerita tentang bangsa. Maka tema kegiatan hari ini tepat. Kita telah ditakdirkan berbeda, keragaman harus menjadi kekuatan kita. Bangsa ini tidak boleh tercabik-cabik," kata Sultan.

ArrahmahMedia.Com

Setiap warga negara Indonesia, kata Sultan, bersedia mengidentifikasi diri dengan berbagai unsur.

"Inilah keberagaman. Allah memberi kelimpahan tersebut," papar Sultan pada kegiatan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum GP Ansor Cholid Mawardi, Kordinator Seknas Gusdurian Alissa Wahid dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Surat al-Ikhlas disebut sepertiga al-Quran, karena di dalam surat ke-112 ini berbicara mengenai tauhid dan adab bertauhid. Surat yang menggambarkan peradaban manusia dan bangunan kemanusiaan ini juga layak diteliti sekaligus ditulis menjadi tesis atau disertasi.

Demikian penjelasan pengasuh kajian Tasawuf Dr KH Lukman Hakim di hadapan para santri Pesantren Ciganjur dan puluhan jamaah pengajian Ramadhan di Masjid Al-Munawwaroh Jalan Warung Sila No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7), malam.

Untuk Ramadhan kali ini, Pesantren Ciganjur asuhan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaji kitab Tasawuf berjudul al-Qashdu al-Mujarrad fi Marifati al-Ismi al-Mufrad karya Syeikh Ahmad ibn Athaillah al-Sakandari.

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

“Mahasiswa saya kira bisa bikin tesis atau disertasi surat Al-Ikhlas ini. Sebab isinya tentang bangunan kemanusiaan. Bahkan, kalau mau lebih teliti membacanya, akan ditemukan isu-isu kekinian. Kriminologi ada juga di situ,” ungkap Kiai Lukman.

Kiai pegiat tarekat ini juga menjelaskan, di antara keistimewaan isim mufrad Allah, bahwa di dalamnya ada banyak hal yang sangat luar biasa. “Ada rahasia hikmah pengetahuan yang sangat luhur dan agung. Ketika Allah disebut, Dia sudah huwa dulu,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Qulhuwallahu Ahad, lanjut Kiai Lukman, mengandung sastra yang sangat tinggi. “Ketinggiannya sungguh tiada tara. Ini menggambarkan bahwa ketika seseorang masuk wilayah struktur yang dipahamkan, adalah soal tauhid,” tuturnya.

Dalam semacam pemikiran filosofis, lanjut Kiai Lukman, ketika seseorang diperintah kepada hal yg di luar kemampuannya, pasti akan termangu-mangu. “Setelah tahu, ternyata Allah yaa.. Allah lalu jawab, iya. Aku nggak usah kamu cari. Lha wong Aku nggak ke mana-mana. Di situ seseorang terikat betul dalam sebuah fitrah,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Ibaratnya, tambah Kiai Lukman, manusia masuk dalam makna yang belum terkontaminasi yang lain. “Ini baru qulhuwallahu ahad, tapi dahsyatnya bukan main. Mulai alamul ghuyub hingga alam al-dzahir,” katanya.

Di wilayah ahad inilah puncak perjalanan Tauhid. Ahad itu sebagai petunjuk tunggal, itu berarti sendiri. “Berarti ya nggak ada siapa-siapa. Allah ya maha sendiri dalam apa saja. Dalam menyelesaikan persoalan hamba-Nya. Nggak ada temennya. Karena itu, Dia itu menjadi segala-galanya. Dia satu-satunya.,” ujar Kiai Lukman.

Kemudian dilanjutkan Allahu al-Shamad, tempat bergantung. Karena Dia-lah yang satu-satunya. Sayangnya, hati manusia mengingkarinya. “Hati kita saja yang nggak mau bergantung. Gitu lho.. Padahal darah yang ngalir ini saja bergantung kepada Allah,” tandasnya.

Menurut pengasuh majalah Cahaya Sufi ini, hati manusia gagal mempraktikkan ahadiyah-nya Allah. “Ya, kita gagal. Kalau Allah tempat bergantungnya makhluk, maka tak ada yang lain,” tegas Kiai Lukman.

Kiai Lukman berencana, untuk pengajian Ramadhan 1437 H akan membaca kitab tentang Gramatika Spiritual (Nahwul Qulub). “Tahun depan kita ngaji kitab yang lain ini. Kalau ngaji Nahwu, tapi maknanya tasawuf semua, pasti seru yaa,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Kiai, Nasional ArrahmahMedia.Com

Kamis, 04 Januari 2018

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. PMII Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengadakan program bimbingan belajar bagi pelajar NU untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri secara gratis. Dalam kegiatan ini, PMII ITS bekerjasama dengan PCNU Kota Surabaya dan Lembaga Amil Zakat dan Infaq al-Maun (Lazim).

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

Program tersebut dinamakan Super Camp SBMPTN 2015. Sebuah program bimbingan belajar intensif dengan sistem diasramakan ‘full service’ yang bertujuan untuk mempersiapkan pelajar NU sukses masuk ITS dan Fakultas Kedokteran.

"Alhamdulillah, program ini kami adakan lagi dengan mendapat dukungan penuh dari PCNU Kota Surabaya dan Lazim," ungkap Moh. Imam, Ketua PMII ITS, Ahad (1/3).

ArrahmahMedia.Com

Menurut ketua panitia, Ahmad Safaat, target program yang sudah berjalan selama 5 tahun ini adalah siswa-siswi SMA dari keluarga kurang mampu, namun memiliki kemampuan akademis yang memadai.?

"Program ini sudah berjalan mulai tahun 2010, dan pada tahun ini kami fokuskan pada pelajar NU terutama alumni-alumni pesantren," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Pada tahun ini, kata Safaat, pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei 2015 dan bisa dilihat di www.beasiswasupercamp.com. "Dari semua pendaftar, panitia hanya memilih 35 peserta. Peserta yang dinyatakan lulus untuk mengikuti Super Camp SBMPTN 2015, akan difasillitasi asrama, makan, modul belajar, info PTN, psikotes, motivasi para pakar, try out mingguan, out bond, konsultasi pemilihan jurusan, dan masih banyak fasilitas gratis lainnya," ungkap kader PMII ITS ini. ?

Peserta program tahun ini, tambah dia, akan di training secara intensif selama 40 hari, dari tanggal 24 April hingga 4 Juni 2015. Untuk mengikuti program tersebut, peserta terlebih dahulu harus mengikuti beberapa langkah, yaitu mengikuti pendaftaran administrasi secara online dilaksanakan pada tanggal 1 Maret–10 April 2015. Kelulusan administrasi akan diumumkan di website Super Camp pada tanggal 10-13 April.?

“Peserta yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti try out pada tanggal 19 April 2015, hasilnya akan diumumkan pada tanggal 21 April 2015," ungkapnya.

Lebih lanjut Safa’at mengatakan, program ini merupakan bentuk kaderisasi awal pelajar NU supaya bisa mewarnai kampus ITS dan kampus favorit lainnya termasuk fakultas kedokteran dengan warna ke-NU-an.

"Ini langkah awal kita sebagai kader NU di kampus negeri supaya bisa bersaing dalam bidang akademik dan ilmu kedokteran," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Hikmah, Nasional ArrahmahMedia.Com

Selasa, 02 Januari 2018

Umat Islam Menapaki Tahun 1435 Hijriyah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Terhitung mulai selepas matahari terbenam atau waktu maghrib, Senin (4/11) umat Islam telah memulai awal bulan Muharram atau pergantian tahun 1435 Hijriyah. Tanggal 1 Muharram 1425 H ditetapkan jatuh pada hari Selasa (5/11).

Rukyat awal bulan Muharram 1435 H yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama di berbagai titik strategis pada Ahad (3/11) kemarin atau bertepatan dengan tanggal 29 Dzulhijjah 1434 H tidak berhasil melihat hilal karena bulan masih berada di bawah ufuk.

Umat Islam Menapaki Tahun 1435 Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Menapaki Tahun 1435 Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Menapaki Tahun 1435 Hijriyah

Dalam almanak NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU menyebutkan, peristiwa ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada Ahad (3/11) malam pukul 19.49 WIB. Sementara posisi bulan pada saat matahari terbenam di hari yang sama berada 2021’ di bawah ufuk sehingga hilal tidak mungkin terlihat.

ArrahmahMedia.Com

“Kami mengikhbarkan awal Muharram 1435 H Jatuh pada Selasa 5 November 2013 atau dimulai malam Selasa sebab rukyat Ahad kemarin tidak berhasil melihat hilal,” demikian disampaikan Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH A. Ghazalie Masroeri dalam pesan singkatnya kepada ArrahmahMedia.Com.

ArrahmahMedia.Com

Awal bulan muharram dengan demikian ditetapkan berdasarkan kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari, atau sampai Senin, dan hari Selasa baru ditetapkan sebagai awal bulan Muharram. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Budaya, Sholawat, Nasional ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

PCINU Promosikan Islam Nusantara ke Khalayak Maroko

Fes, ArrahmahMedia.Com

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko turut mengampanyekan Islam Nusantara kepada masyarakat Maroko dalam sebuah forum diskusi “Ilmu Perbandingan Agama: Studi Epistemologi, Duskursus, dan Perbandingan” yang diselenggarakan Fariq al-Bahst fi ‘Ilmi Muqaranat al-Adyan (Kelompok Studi Perbandingan Agama) Universitas Sidi Muhammad bin Abdillah, kota Fes, Maroko.

PCINU Promosikan Islam Nusantara ke Khalayak Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Promosikan Islam Nusantara ke Khalayak Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Promosikan Islam Nusantara ke Khalayak Maroko

Katib Syuriyah PCINU Maroko Rifqi Maula yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut mempresentasikan wajah keislaman di Indonesia yang memiliki ciri khas tersendiri semenjak masuknya Islam hingga sekarang.

Rifqi membagi kekhasan Islam Indonesia menjadi tiga fase. Pertama, saat Wali Songo sebagai pioner penyebaran Islam yang mendialogkan ajaran Islam dengan budaya setempat, bukan menghapusnya.

ArrahmahMedia.Com

Kedua, lanjut Rifqi, pada masa penjajahan. Para ulama Nusantara merangkul berbagai elemen masyarakat tanpa melihat rekam jejak budaya dan agamanya demi meraih tujuan bersama, yakni kemerdekaan dan persatuan Indonesia. Ketiga, Nahdlatul Ulama dengan Islam Nusantaranya mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali ke nilai-nilai perjuangan dakwah Wali Songo dan para pendiri NU di tengah terjangan aliran-aliran transnasional.

Acara yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Maret 2016, ini membawa topik-topik hangat antara lain seputar isu kelompok minoritas, metodologi dalam perbandingan agama, dialog? antara peradaban.

ArrahmahMedia.Com

Doktor? Said Gafaiti selaku penanggungjawab acara mengatakan bahwa tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk lebih menggiatkan diskursus perbandingan agama di Maroko terutama pada wilayah akademis, demi terciptanya dialog dan coexistence antara penganut agama. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional ArrahmahMedia.Com

Rabu, 20 Desember 2017

Disaksikan Menteri Susi, Santri Jombang akan Pecahkan Rekor Makan Ikan Bersama

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sekitar 6.000 santri di Kabupaten Jombang akan melakukan aksi makan ikan secara bersama-sama. Aksi yang ditargetkan bakal tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) itu akan digelar di Terminal Kawasan Makam Gus Dur, Tebuireng, Jombang, Jumat (18/11) besok.

Disaksikan Menteri Susi, Santri Jombang akan Pecahkan Rekor Makan Ikan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Disaksikan Menteri Susi, Santri Jombang akan Pecahkan Rekor Makan Ikan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Disaksikan Menteri Susi, Santri Jombang akan Pecahkan Rekor Makan Ikan Bersama

Kegiatan pemecahan rekor dengan aksi makan ikan makarel secara serentak itu dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Selain menyaksikan aksi makan ikan serentak, Bu Susi juga akan menyerahkan bantuan ikan segar beku kepada masyarakat. Bantuan tersebut secara simbolis akan diserahkan kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid," ujar Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng Abdul Ghofar.

Aksi pemecahan rekor ini diharapkan menjadi bagian upaya meningkatkan peran santri dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Pasalnya, sebagai negara maritim, tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia tergolong rendah.

Mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pria yang akrab dipanggil Gus Ghofar ini menyatakan bahwa konsumsi ikan masyarakat Indonesia hanya 41,11 kg per kapita per tahun pada 2015. Angka ini masih kalah jika dibandingkan konsumsi masyarakat Malaysia yang mencapai 70 kg per kapita per tahun.?

"Jika dibandingkan dengan kebiasaan warga Jepang yang makan ikan 110 kg per kapita setiap tahun, kondisi kita jauh lebih tertinggal lagi," imbuhnya.

ArrahmahMedia.Com

Yakin Tembus Rekor

Hingga Kamis (17/11) pagi, persiapan aksi pemecahan rekor ini sudah hampir matang. "Panitia melaporkan, sudah ada 7.445 santri yang berminat dalam kegiatan pemecahan rekor ini. Dan jumlah ini sepertinya masih akan terus bertambah," kata Gus Ghofar.

Jumlah tersebut baru berasal dari santri Tebuireng dan beberapa pesantren sekitar. Antara lain, Pesantren Al-Masruriyah dan Pesantren Al-Farros Tebuireng, Pesantren Khoiriyah Hasyim dan Al-Mahfudz Seblak, Pesantren Sains Tebuireng 2, serta Pesantren Al-Aqobah dan Mambaul Hikam. Juga Pesantren Walisongo, Pesantren Darul Falah Cukir dan Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Bulurejo.?

"Semua pesantren tersebut berada di wilayah Kecamatan Diwek, Jombang," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain unsur santri, ada beberapa elemen masyarakat lain yang juga menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Ada teman-teman dari Koramil dan taruna Politeknik Perikanan di Sidoarjo yang juga ingin bergabung," ujarnya.

Selain aksi makan ikan serentak untuk memecahkan rekor MURI, ada juga kegiatan sosialisasi dan edukasi yang akan dilakukan oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Khusus untuk aksi makan serentak, Tim Jasa Boga Pesantren Tebuireng akan menyiapkan hidangan ikan makarel sebanyak 1,6 ton," terang Gus Ghofar.

"Aksi ini diharapkan dapat memicu peningkatan kesadaran maritim di kalangan santri. Jangan sampai kekayaan sumberdaya laut kita justru tidak bisa dinikmati oleh anak bangsa, karena kita sendiri yang mengabaikan potensi lautan kita," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Nasional ArrahmahMedia.Com

Senin, 18 Desember 2017

PM Turki Hadiahi Obama Kaligrafi Bertuliskan Namanya

Kairo, ArrahmahMedia.Com. PM Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiahi Presiden Amerika Barack Obama sebuah cindera mata berupa lukisan kaligrafi yang bertuliskan namanya "Barack Hussein Obama".

Kantor berita Turki Cihan (17/5) melansir, Presiden Obama menggelar pertemuan khusus dengan PM Turki Erdogan sebelum digelarnya kongres umum Amerika-Turki di Gedung Putih, Washington DC.

PM Turki Hadiahi Obama Kaligrafi Bertuliskan Namanya (Sumber Gambar : Nu Online)
PM Turki Hadiahi Obama Kaligrafi Bertuliskan Namanya (Sumber Gambar : Nu Online)

PM Turki Hadiahi Obama Kaligrafi Bertuliskan Namanya

Sebelum pertemuan khusus itu, PM Erdogan terlebih dahulu memberikan cindera mata kepada Presiden Obama. Cindera mata tersebut berupa lukisan kaligrafi yang bertuliskan namanya "Barack Hussein Obama".

ArrahmahMedia.Com

Peristiwa pemberian cindera mata ini pun kini menjadi berita heboh di beberapa media Turki dan juga media-media Arab.

ArrahmahMedia.Com

Penulis: Ahmad Ginanjar Syaban

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Nasional, Pendidikan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 05 Desember 2017

Rais Syuriyah PWNU Jateng Ziarahi Mbah Sholeh Darat Sebelum Istighotsah

Semarang, ArrahmahMedia.Com - Istighotsah dan apel akbar di Kebumen hari ini hingga esok menjadi perhatian nahdliyin-nahdliyat Jawa Tengah. Rombongan Rais Syuriyah berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di kompleks pemakaman Bergota terlebih dahulu sebelum berangkat menuju Petanahan Kebumen.

Dalam perjalanan sampai di Muntilan rombongan melanjutkan ziarah di murid Mbah Sholeh Darat; Mbah Dalhar Watucongol di kompleks pemakaman Gunungpring. Mereka juga melanjutkan ke makam Syekh Abdul Awwal Kebonsari Petanahan Kebumen.

Rais Syuriyah PWNU Jateng Ziarahi Mbah Sholeh Darat Sebelum Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PWNU Jateng Ziarahi Mbah Sholeh Darat Sebelum Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PWNU Jateng Ziarahi Mbah Sholeh Darat Sebelum Istighotsah

"Rombongan berziarah dan bertawasulan pada kiai-kiai sepuh untuk kelancaran acara mulai nanti malam hingga apel kebangsaan besok, selain itu agar NKRI ini selalu terlindungi," kata Katib Syuriyah PWNU KH Imam Syaroni.

ArrahmahMedia.Com

Informasi yang didapat ArrahmahMedia.Com dalam acara ini terdapat tiga panggung. Pertama panggung kehormatan yang terdiri atas H Asad Said Ali, KH Masyhuri Malik, H Abdul Munim DZ, H Enceng Shobirin, H Adnan Anwari, H Amir Maruf, KH Abdurrahman Badjuri, KH Amin Abdul Hamid, KH Baqoh Abdul Hamid, KH Taufiq, Rais dan Ketua PWNU Jateng, Rais dan Ketua PCNU Kebumen, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Kesbangpol Linmas Jateng, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, Dandim dan Kesbangpol Linmas Kebumen.

Panggung kedua diisi pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jateng, Rais dan Ketua PCNU se-Jateng, tim Pendidikan Kader Penggerak NU Jateng, dan ketua badan otonom dan lembaga Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Sementara panggung ketiga ditempati mustasyar, syuriyah dan tanfidziyah, ketua badan otonom dan lembaga PCNU Kebumen, MWCNU se-Kebumen dan camat/muspimcam se-Kebumen. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Internasional ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 Desember 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

ArrahmahMedia.Com

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Nasional ArrahmahMedia.Com

Rabu, 29 November 2017

Pemilik Kartanu Dapat Discount di RSUM

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Apresiasi manajemen Rumah Sakit Unipdu Medika (RSUM) Jombang terhadap Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) sangat membanggakan. Para pemilik kartu tanda anggota NU nantinya akan mendapatkan potongan harga saat memerlukan layanan kesehatan di rumah sakit ini.

Pemilik Kartanu Dapat Discount di RSUM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilik Kartanu Dapat Discount di RSUM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilik Kartanu Dapat Discount di RSUM

Direktur Utama RSUM, KH. Dr. Zulfikar As’ad kepada ArrahmahMedia.Com, Rabu (6/2) pagi mengatakan, telah ada kesepakatan antara tiga rumah sakit berbasis NU di Jombang yakni Rumah Sakit Nahdlatul Ulama, Rumah Sakit Muslimat serta RSUM. Gus Ufik (sapaan kesehariannya) menandaskan bahwa 

“Pimpinan ketiga rumah sakit ini telah sepakat dengan PCNU Jombang untuk memberikan perhatian khusus kepada para pemegang Kartanu,” kata Gus Ufik, sapaan akrabnya, di ruangan pimpinan RSUM. 

ArrahmahMedia.Com

Berbeda dengan kedua rumah sakit tersebut, “Khusus RSUM telah disepakati menejemen untuk memberikan discount khusus kepada pemegang Kartanu,” katanya. “Untuk dua rumah sakit yang lain masih dikoordinasikan dengan pimpinan,” lanjutnya. 

ArrahmahMedia.Com

Untuk di RSUM, potongan harga akan diberikan kepada pasien yang melakukan rawat inap. “Bentuk potongan yang akan diberikan adalah untuk sewa kamar,” tegasnya. 

Namun di luar itu semua, apa yang dilakukan RSUM termasuk dua rumah sakit NU yang lain sebagai bentuk dukungan terhadap upaya PCNU Jombang dalam mendata dan menemukan potensi warganya. “Ini juga bentuk pengabdian manajemen rumah sakit kepada nahdliyin,” ungkapnya. 

Salah satu unsur pimpinan di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang ini juga menandaskan bahwa sudah saatnya warga NU dapat mengambil manfaat dari institusi termasuk rumah sakit yang berlabel NU.

“Jangan hanya namanya saja yang NU, namun juga bisa memberikan tambahan fungsi dan manfaat kepada warga,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional ArrahmahMedia.Com

Senin, 20 November 2017

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Komunitas Matapena Rayon Hasyim Asyari Bangsri menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta menggelar Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) #8. kegiatan yang rencananya diselenggarakan Jum’at-Ahad (29/6-1/7) mendatang bertempat di Rumah Joglo Hasyim Asyari Bangsri.

Materi yang disampaikan Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Obyektif, ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Penanaman Nilai, Menggali Ide, Membuat Setting Cerita, Penokohan, Alur, Tahlilan Sastra, Olah Rasa, Seni Panggung dan Teater. 

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Untuk pemateri Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan Lesbumi), KH Nuruddin Amin (Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri), Adipati Genk Kobra, Ahmad Fikri AF (Pembina Komunitas Matapena) dan kru Matapena Yogyakarta; Akhiriyati Sundari, Arifa Juhas, Pijer Sri Laswiji, Zaki Zarung, Mahbub Djamaluddin, Sachree M Daroini, Hugeng Satya Dharma dan Humam Rimba. 

ArrahmahMedia.Com

KH Zainal Umam, pembina Matapena Rayon Hasyim Asyari menuturkan kegiatan bertujuan mengisi liburan dengan kegiatan bersastra dan berkarya, menggali dan mengasak skill menulis maupun ajang silaturahmi dan berjejaring antar rayon komunitas Matapena yang berada di Kabupaten Jepara dan sekitarnya. 

Untuk syarat pendaftaran; peserta berusia 15-22 tahun, mengisi formulir pendaftaran, membayar kontribusi sebesar Rp.150.000, menyerahkan cerpen karya sendiri, pendaftaran ditutup hingga 28 Juni 2012. 

ArrahmahMedia.Com

Tempat pendaftaran sekretariat Matapena Jl. Wonosari KM 4.5 Gang Musholla Jeruk Legi Bantul Yogyakarta atau MTs Hasyim Asyari Jl. Raya Bangsri-Jepara (depan Masjid An-Nur) Bangsri Jepara. Contact person 085643274002 (Mansyur) atau 085742391972 (Shofaun Nafis). 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Halaqoh, Nasional ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 18 November 2017

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Purbalingga, ArrahmahMedia.Com. Langit cerah dan layar pun sudah terkembang melintang di jalan dusun. Desa yang biasanya sunyi, sore itu tampak sumringah dengan anak-anak yang berlarian di seputaran layar putih yang tertancap.

Malam itu, Sabtu, 3 Mei 2014, Festival Film Purbalingga (FFP) 2014 dimulai di Dusun Karanggedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Festival tahunan yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga dan sudah memasuki tahun kedelapan ini dibuka oleh kepala dusun (kadus) ditandai bunyi kendang Jawa yang ditabuh.

?

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Dalam sambutannya, Kadus Karanggedang Tarmono mengatakan kegembiraannya menjadi salah satu titik program Layar Tanjleb sekaligus lokasi pembukaan FFP. “Ini sejarah. Biasanya habis maghrib, orang desa ya ngumpul di rumah nonton tv. Malam ini, ngumpul di jalan nonton film layar besar,” tuturnya.

?

Jalan dusun yang hanya dilewati mobil hingga sore hari, sudah dipadati warga yang datang dari semua penjuru. Mereka antusias, selain tidak pernah ada hiburan di luar rumah juga penasaran dengan film-film yang hendak diputar.

ArrahmahMedia.Com

?

Pada kesempatan pembukaan itu, memutar film-film pendek dan panjang, yaitu “Tuyul” dari SMP 4 Karangmoncol, “Segelas Teh Pahit” dan “Selendang Lengger” dari SMA Rembang, “Penderes dan Pengidep” dari SMA Kutasari keempat film itu karya pelajar Purbalingga.

?

ArrahmahMedia.Com

Sementara film dari luar purbalingga, “Boncengan” dan “Gazebo” sutradara Senoaji Yunus produksi Sanggar Cantrik Yogyakarta serta film bioskop “Sang Penari” sutradara Ifa Isfansyah produksi Salto Films Jakarta.

?

Menurut Direktur FFP Bowo Leksono, menghidangkan tontonan film yang baik bagi warga desa merupakan tugas dari FFP. “Warga desa yang tinggal di pelosok, juga mempunyai hak menonton film-film berkualitas yang tidak mudah mereka akses. Dan dengan layar tanjleb keliling inilah caranya,” ujar anggota IPNU Purbalingga itu.

?

Rencananya, program Layar Tanjleb FFP 2014 berkeliling ke 18 desa di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas). Selanjutnya, pada Senin malam, 5 Mei 2014, akan menyambangi Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Habib, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

Yogyakarta, ArrahmahMedia.Com

Kegiatan seni budaya dan religi berupa Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sampai sekarang masih dilestarikan, karena ada yang peduli terhadap nilai tradisi dan syiar Islam yang diwariskan Sunan Kalijaga ini.

Demikian disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Prof Dr Dahlan Taib ketika membuka PMPS tahun Ehe 1940 atau 2007 Masehi yang berlangsung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (23/2) petang.

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Sekaten sebagai Syiar Islam

"Jika tidak ada kepedulian, mungkin tradisi budaya ini akan punah, seiring dengan berkembangnya masyarakat di era globalisasi," katanya.

ArrahmahMedia.Com

PMPS merupakan kegiatan tahunan yang bermula dari syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Kalijaga melalui kegiatan seni budaya. Sekaten sendiri berasal dari kata "syahadatain" atau dua kalimat sahadat, yakni bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutannya mengatakan PMPS merupakan even budaya yang lahir sejak awal penyebaran agama Islam pada masa Kasultanan Demak.

ArrahmahMedia.Com

"Sekaten yang pada awalnya merupakan media syiar agama Islam, kini berkembang mejadi media pemberdayaan berbagai potensi daerah," kata dia.

Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman, keinginan untuk terus memberi ruang dakwah sekaligus melestarikan sejarah dan nilai luhur budaya bangsa, diwujudkan dalam penyelenggaraan PMPS ini.

"Penyelenggaraan PMPS tahun ini dititikberatkan untuk pemberdayaan berbagai potensi daerah agar tetap mencerminkan nilai religi dan budaya lokal yang adiluhung. Maka, apa yang ditampilkan dalam PMPS diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta," katanya.

Sejalan dengan itu, kata dia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi ruang yang lebih leluasa di arena PMPS, dengan harapan potensi lokal dapat terakomodasi dengan baik.

"Dengan kemampuan optimalisasi kekuatan dan keunggulan oleh pelaku ekonomi PMPS ini, dapat dijadikan sarana promosi untuk menggeliatkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, tradisi sekaten dapat menjadi lokomotif kerakyatan," kata Walikota Yogyakarta.

(sam/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Nahdlatul Ulama ArrahmahMedia.Com

Kamis, 09 November 2017

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Malang, ArrahmahMedia.Com. Para kiai tarekat mulai merespon kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait renovasi Masjidil Haram dan Masjid An-Nabawi serta perluasannya. Akibat dari renovasi yang dilakukan itu adalah digusurnya tempat-tempat bersejarah umat Islam dan berubahnya sanana ibadah haji dan umrah.

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tarekat Bahas Proyek Arab Saudi

Para kiai dan pengamal tarekat yang tergabung dalam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah membahas mengenai kebijakan-kebijakan di negara Hejaz itu dalam rapat koordinasi persiapan bahan kajian Musyawarah Nasional, Senin (6/1) di Pondok Pesantren Al-Hidayah Donowarih Karangploso Malang.

Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan Arab Saudi yang dibahas dalam rapat Idaroh Aliyah adalah pelestarian situs-situs sejarah Islam yang berkaitan dengan Nabi dan Sahabatnya.

ArrahmahMedia.Com

Disinyalir situs-situs itu akan dimusnahkan. Juga masalah tempat thawaf (ma’thaf) dan sa’i (mas’a) yang rencannya akan diganti dengan lantai bergerak (eskalator). Sehingga meskipun harus mengelilingi Ka’bah dan berjalan dari Shafa-Marwa para peziarah haji tidak perlu berjalan. Jatman akan membahas hukumnya dalam Munas Kaltim nanti.

Isu lainnya mengenai rencana pembuatan Hidrolift untuk Maqam Ibarahim oleh pemerintah Saudi. Dimana dengan dipasangnya hidralif maka Maqam Ibrahim bisa disimpan di dalam tanah jika dikehendaki dan bisa dimunculkan kembali ke permukaan pada saat musim haji. Dalam masalah ini Jatman akan menentukan sikap.

ArrahmahMedia.Com

“Kalau mengenai tempat thawaf dan Sa’i selama ini kami hanya mendengar bahwa itu sekedar wacana. Akan tetapi masalah Maqam Ibrahim katanya dalam waktu dekat ini akan direalisasikan,” kata seorang Kiai utusan dari Probolinggo.

"Kami sudah meneliti masalah ini bersama Gus Yusuf kemarin lalu. Dan informasi yang kami dapatkan adalah bahwa ini adalah politik Pemerintah Saudi untuk menghilangkan Maqam Ibrahim supaya tidak ada orang ziarah kesana. Jangan-jangan setelah disimpan dalam tanah akan dikunci dan tidak akan dikembalikan,” tambah sang Kiai.

Oleh karen itu, rapat menghasilkan keputusan bahwa semua yang dihasilkan dalam Munas nanti yang berkaitan dengan Pemerintah Arab Saudi akan dikirim utusan untuk menyampaikannya.

“Kita yakin bahwa Raja Saudi akan mempertimbangkan aspirasi kita untuk menentukan kebijakannya,” kata Kiai Zaenal Pimpinan rapat. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, Pendidikan, Nasional ArrahmahMedia.Com

Jumat, 03 November 2017

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Magelang, ArrahmahMedia.Com



Hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ? (BNPT) dan The Nusa Institute menunjukkan bahwa, persentase potensi perkembangan paham radikal-terorisme di Indonesia adalah 66 %, sedangkan 15 % diantaranya berpotensi terjadi di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

Untuk itu, BNPT melaksanakan sosialisasi pemahaman radikal-terorisme di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang dengan tema Dialog Pelibatan Dai dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang berlangsung di Magelang ? (31/05). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari empat kebupaten/kota yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung.

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Kasubdit Kewaspadaan BNPT Andi Intang Dulung menyatakan kelompok radikal-terorisme menggunakan agama sebagai tamengnya dalam menyebarkan ajarannya. Oleh karena itu, ulama dan dai sangat strategis dalam penanggulangan paham kekerasan ini.

"Dai dilawan dengan dai, dakwah dilawan dengan dakwah," jelasnya mantan Ketua Muslimat NU Sulsel ini.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Penaggulangan Terorisme (FKPT) Jateng Najahan Musyafak menjelaskan kegiatan ini tidak sampai di sini, melainkan akan dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terang.?

“Kita akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti walikota, bupati, kepolisian, dan TNI se-Provinsi Jawa Tengah, sambung Najahan.

"Dai radikal adalah salah satu sumber radikalisme yang memprovokasi lewat dakwah, mereka bukan memudahkan tapi malah mempersulit kita dalam beragama," papar Najahan.

Ia menambahkan, Hal ini akan membahayakan NKRI karena di antara kelompok masyarakat akan saling membenci dan terpecah belah. Kelompok ini hanya memahami agama secara rigit dan tekstual, jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Nasional ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock