Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla hadir bersama di tengah kerumunan massa 2 Desember untuk melaksanakan shalat Jumat bersama di silang Monas, Jumat (2/12).

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Usai shalat Jumat, Jokowi memberikan orasinya kepada ratusan ribu massa aksi super damai 2 Desember. Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan apresiasinya atas aksi yang telah berjalan dengan tertib dan damai.

“Terima kasih telah melaksanakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa,” ujar Jokowi disambut teriakan takbir oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Dalam menyampaikan orasi singkat tersebut, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, dan sejumlah tokoh lain.

Sebelumnya, Jokowi dan JK berjalan dari Istana Negara menuju Monas dengan menenteng payung sendiri di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Dia sampai di tengah kerumunan massa tepat ketika kumandang adzan dilantunkan. Massa seketika itu langsung berdiri. Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat. Bahkan ketika dilakukan doa qunut, tak sedikit dari mereka yang terlihat menangis tersedu-sedu.

Lapangan Monas putih dipenuhi para peserta aksi. Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Monas juga menggelar sajadah hingga Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, Bundaran Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. (Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 100 pemuda dari negara-negara anggota dan mitra ASEAN akan mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang Jawa Timur, Oktober mendatang. Ditunjuknya kota yang memiliki ratusan pondok pesantren ini sebagai tuan rumah, karena kekuatan toleransi antar umat beragama yang terbangun dengan baik.

“Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman,” kata Isman Pasha, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Sosial Kementerian Luar Negeri usai peresmian Taman ASEAN yang terletak di Jl Wahid Hasyim, Jumat (2/6).

Jombang yang memiliki ratusan pesantren ini, diakatakan Isman bisa menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat Internasional sebagai pengejewantahan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tuan rumah AYIC 2017, ? pihaknya sudah meyiapkan berbagai langkah. “Sejak ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa bulan lalu sudah kami siapkan untuk pelaksanaan Oktober nanti,” kata Bupati Nyono kepada awak media usai acara.

Ia pun berharap kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA) Jombang ini bisa terlaksana dengan lancar. Meski kegiatan yang mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin dan Harmony Diversity” ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Bupati Nyono juga berjanji akan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Jombang nantinya. Baik potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama. “Kita tahu tokoh bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga lahir dan ada di Jombang. Maka untuk memperkenalkan kekuatan toleransi yang digagas para tokoh dari Jombang itu sudah tepat untuk pemuda ASEAN,” bebernya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, mengawali kegiatan AYIC di Jombang, dilakukan pengibaran 10 bendera negara anggota dan 1 bendera ASEAN di Jl Wahid Hasyim dan juga peresmian Taman ASEAN tepatnya di selatan sisi selatan Ringin Contong Kabupaten Jombang. “Pengibaran bendera dan peluncuran taman ASEAN ini rangkaian persiapan acara untuk Oktober nanti. Semoga bisa lancar, persiapan terus kami lakukan,” tandas Nyono.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pahlawan, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Malang, ArrahmahMedia.Com

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengadakan pelatihan jurnalistik di Gedung Aula MA Khairuddin, Jalan Murcoyo 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang.

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondanglegi Rayakan Harlah NU dengan Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung Ahad (31/1) ini dihadiri oleh pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Gondanglegi, kepala MA Khairuddin, para pengurus Pimpinan Ranting se-Kecamatan Gondanglegi dan para pelajar tingkat SLTA/sederajat se-Gondanglegi.

“Kegiatan ini merupakan program kerja awal di tahun ini di bidang Departemen Litbang dan Media IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi masa khidmah 2015-2017,” kata ketua pelaksana, Muhammad Fathoni.

ArrahmahMedia.Com

IPNU-IPPNU Gondanglegi menggelar kegiatan ini untuk mengembangkan kreativitas pelajar-pelajar NU dalam mengasah bakat dalam penulisan berita, karya ilmiah, artikel dan lain-lain.

ArrahmahMedia.Com

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema "Mencetak Kader-Kader Jurnalis yang Berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah" ini dirangkai dengan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka hari lahir (harlah) ke-90 NU yang jatuh pada 31 Januari 2016.

Ketua PAC IPNU Gondanglegi HasanuddinKhozin mengapresiasi panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini. “Semoga pelajar NU Gondanglegi ke depannya bisa lebih bermanfaat bagi agama bangsa dan negara,” tuturnya.

Hasan menambahkan, untuk program kegiatan IPNU-IPPNU Gondanglegi selanjutnya adalah makesta akbar yang akan dilaksanakan di Desa Ganjaran dan diikuti semua pimpinan ranting se-Kecamatan Gondanglegi. (Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Sunnah ArrahmahMedia.Com

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Rombongan dari Papua yang tergabung dalam Forum Lintas Agama menyambangi Kantor PBNU Kramat Raya, Jum’at (14/8) sore. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj di kantornya lantai 3.

Dalam kunjungan rombongan yang terdiri dari sekitar 15 orang tersebut, mereka mengungkapkan berbagai persoalan yang terjadi di tanah Papua, terutama terkait dengan kesejahteraan, keadilan, dan kerukunan umat beragama menyusul insiden yang menurut mereka terparah selama 52 tahun, yakni insiden di Kabupaten Tolikara pada momen Idul Fitri Juli 2015 lalu.

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Permasalahan Papua, Forum Lintas Iman Papua Sambangi PBNU

Imam Masjid Tolikara, KH Ali Mukhtar yang ikut mendampingi rombongan mengungkapkan, bahwa yang dibakar bukanlah masjid, tetapi ruko yang menyambar hingga ke masjid.?

ArrahmahMedia.Com

“Meski minoritas, hubungan kita sangat baik. Rumah saya yang menempel dengan masjid juga sempat diselamatkan oleh Ketua Adat setempat. Namun dia mendapat lemparan batu sehingga rumah saya pun akhirnya terbakar,” ungkapnya.

Rombongan yang terdiri dari perwakilan dari muslim Papua, Kristen Papua, Katolik Papua, dan masyarakat adat ini menyampaikan persoalan-persoalan yang sesungguhnya terjadi di tanah Papua.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Suku dari mereka yang tidak terkonfirmasi namanya mengungkapkan, bahwa kerukunan antar-umat beragama di Papua sangatlah kuat. Karena pada dasarnya masyarakat Papua adalah masyarakat yang sangat menghargai adat dan budaya. “Karena menurut kami, adat dan budaya itu tidak terlepas dari agama,” ujarnya.

Mereka menuturkan, bangsa Papua tidak ada perpecahan. Yang membuat semuanya kacau itu karena orang-orang di luar Papua. “Setiap ada konflik, kita cukup menyelesaikannya dengan pembicaraan secara kekeluargaan, selesai, karena orang Papua semuanya bersaudara,” terangnya.

Papua damai, tambahnya, tetapi orang-orang di luar sana melalui media yang ada hantam sana-sini sehingga persoalannya jadi tidak jelas dan itu sangat merugikan bangsa Papua. “Jadi jelas, yang mengacaukan Papua itu orang-orang Non-Papua, seperti orang Kristen dari luar yang masuk ke tanah Papua, mereka menguasai Gereja dan mengajarkan paham radikal di Gereja tersebut,” ungkapnya.?

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mendengarkan dengan seksama penuturan mereka mengatakan, kekerasan atas nama apapun bisa terjadi di mana saja. “Tapi di Indonesia, kita bersyukur selalu bisa melokalisirnya sehingga tidak meluas secara nasional seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang sekali terjadi konflik langsung meluas dan bertahan selama bertahun-tahun,” ujar Kang Said.

Kiai yang baru saja terpilih kembali menjadi Ketum PBNU ini menuturkan, Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri jika ada seorang Muslim yang menyakiti dan membunuh Non-Muslim, maka Kata Nabi Muslim tersebut berhadapa dengan saya.

“Gus Dur sendiri yang mendapat gelar sebagai Bapak Papua oleh masyarakat Papua selalu menekankan, bahwa tidak boleh ada perpecahan dan permusuhan hanya karena alasan berbeda agama, suku, ras, pendapat maupun partai politik. Yang menjadi musuh kita bersama adalah mereka yang melanggar hukum,” tandas Kang Said. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Sholawat, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

Boyolali, ArrahmahMedia.Com 

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Korea Selatan melalui perwakilannya di Indonesia memberikan bantuan kepada Madrasah Diniyah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Assyafi’iyah (LP3SA) di Desa Karangpakel, Sumberagung Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/3).

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Korsel Bantu Madrasah Diniyah di Boyolali

“Bantuan itu diperuntukan untuk honor para asatidz yang berjumlah 20 orang di ponpes tersebut, yang tiap bulan hanya mendapatkan honor dibawah 100 ribu. Kondisi yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan agama,” ujar ‘Awan PCINU Korsel H Imam Sibaweh melalui rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Madrasah Diniyah yang mempunyai 200-an santri ini, lanjutnya, merupakan aset Desa Karangpakel yang kurang mendapat perhatian dari pemda dan masyarakat setempat. Diharapkan dengan adanya jalinan kerjasama dengan PCINU Korsel bisa menjadi donatur tetap untuk mengurus manajemen lembaga pendidikan ponpes tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Bantuan diserahkan langsung oleh Ustadz Sukirno yang merupakan Rais Syuriah PCINU Korsel kepada Ketua LP3SA Muhammad Agus Luqman SPdI.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Sambutannya, Ketua LP3SA mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU Korsel yang telah menjadi donatur untuk membiayai para asatidz. “Kami berharap kerja sama dengan LAZISNU Korsel bisa berkelanjutan,” harapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Doa, IMNU ArrahmahMedia.Com

Senin, 22 Januari 2018

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Pengurus radio swasta maupun komunitas yang selama ini sudah eksis menyapa pendengar di wilayah Jawa Tengah, berkumpul di Radio Fast FM Magelang Ahad (30/11). Mereka membahas berbagai hal termasuk menjajaki kemungkinan untuk membentuk wadah sebagai ajang komunikasi dan silaturahmi.

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Berideologi Aswaja di Jateng Sepakat Bentuk Wadah Gerakan

Pertemuan yang diprakarsai PWNU Jawa Tengah disambut sangat antusias oleh media radio maupun televisi yang selama ini telah eksis bersiaran secara santun beraqidah aswaja. Sedikitnya 34 pimpinan radio dari 37 undangan, hadir dalam pertemuan ini.

Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Arja Imroni menyambut gembira atas kerelaan insan media radio dan televisi yang selama ini membantu NU menyiarkan ajaran aswaja. Karena, hingga kini PWNU Jawa Tengah belum mampu mendirikan media siaran radio maupun televisi seperti di NU Jawa Timur.

ArrahmahMedia.Com

"Mewakili jajaran PWNU Jawa Tengah, saya menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada insan radio yang dengan secara tulus membantu menyiarkan ajaran aswaja," ucap Arja yang juga pengajar UIN Walisongo Semarang.

ArrahmahMedia.Com

Mantan Anggota Komisioner KPID Jawa Tengah H Najahan Musyafa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini tidak kurang dari 37 radio yang terdiri dari 27 radio swasta dan 10 radio komunitas aktif bersiaran menyapa masyarakat Jawa Tengah.

Potensi besar ini, menurut Najahan, sudah seharusnya berhimpun dalam satu wadah untuk saling bersinergi baik dalam program, iklan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).?

Pertemuan ini kemudian menyepakati sejumlah poin antara lain menyetujui pembentukan wadah jaringan radio aswaja, menugaskan tim formatur untuk menyusun pengurus dan membuat program. Mereka juga akan mengadakan pertemuan rutin di tempat masing-masing secara bergantian untuk saling mengenal radio anggota.

Hadir dalam pertemuan perdana Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah H Dian Nafi yang juga pemilik Radio Gesma FM Solo, pendiri radio Soutunna FM Purworejo KH Khalwani Nawawi, pemilik radio Fastabiq (Fast FM) Magelang KH Yusuf Chudlori dan anggota komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainnah. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul Ulama, Pahlawan, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Surat al-Ikhlas disebut sepertiga al-Quran, karena di dalam surat ke-112 ini berbicara mengenai tauhid dan adab bertauhid. Surat yang menggambarkan peradaban manusia dan bangunan kemanusiaan ini juga layak diteliti sekaligus ditulis menjadi tesis atau disertasi.

Demikian penjelasan pengasuh kajian Tasawuf Dr KH Lukman Hakim di hadapan para santri Pesantren Ciganjur dan puluhan jamaah pengajian Ramadhan di Masjid Al-Munawwaroh Jalan Warung Sila No 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7), malam.

Untuk Ramadhan kali ini, Pesantren Ciganjur asuhan Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaji kitab Tasawuf berjudul al-Qashdu al-Mujarrad fi Marifati al-Ismi al-Mufrad karya Syeikh Ahmad ibn Athaillah al-Sakandari.

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Al-Ikhlas Mengandung Rahasia Luar Biasa

“Mahasiswa saya kira bisa bikin tesis atau disertasi surat Al-Ikhlas ini. Sebab isinya tentang bangunan kemanusiaan. Bahkan, kalau mau lebih teliti membacanya, akan ditemukan isu-isu kekinian. Kriminologi ada juga di situ,” ungkap Kiai Lukman.

Kiai pegiat tarekat ini juga menjelaskan, di antara keistimewaan isim mufrad Allah, bahwa di dalamnya ada banyak hal yang sangat luar biasa. “Ada rahasia hikmah pengetahuan yang sangat luhur dan agung. Ketika Allah disebut, Dia sudah huwa dulu,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam Qulhuwallahu Ahad, lanjut Kiai Lukman, mengandung sastra yang sangat tinggi. “Ketinggiannya sungguh tiada tara. Ini menggambarkan bahwa ketika seseorang masuk wilayah struktur yang dipahamkan, adalah soal tauhid,” tuturnya.

Dalam semacam pemikiran filosofis, lanjut Kiai Lukman, ketika seseorang diperintah kepada hal yg di luar kemampuannya, pasti akan termangu-mangu. “Setelah tahu, ternyata Allah yaa.. Allah lalu jawab, iya. Aku nggak usah kamu cari. Lha wong Aku nggak ke mana-mana. Di situ seseorang terikat betul dalam sebuah fitrah,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Ibaratnya, tambah Kiai Lukman, manusia masuk dalam makna yang belum terkontaminasi yang lain. “Ini baru qulhuwallahu ahad, tapi dahsyatnya bukan main. Mulai alamul ghuyub hingga alam al-dzahir,” katanya.

Di wilayah ahad inilah puncak perjalanan Tauhid. Ahad itu sebagai petunjuk tunggal, itu berarti sendiri. “Berarti ya nggak ada siapa-siapa. Allah ya maha sendiri dalam apa saja. Dalam menyelesaikan persoalan hamba-Nya. Nggak ada temennya. Karena itu, Dia itu menjadi segala-galanya. Dia satu-satunya.,” ujar Kiai Lukman.

Kemudian dilanjutkan Allahu al-Shamad, tempat bergantung. Karena Dia-lah yang satu-satunya. Sayangnya, hati manusia mengingkarinya. “Hati kita saja yang nggak mau bergantung. Gitu lho.. Padahal darah yang ngalir ini saja bergantung kepada Allah,” tandasnya.

Menurut pengasuh majalah Cahaya Sufi ini, hati manusia gagal mempraktikkan ahadiyah-nya Allah. “Ya, kita gagal. Kalau Allah tempat bergantungnya makhluk, maka tak ada yang lain,” tegas Kiai Lukman.

Kiai Lukman berencana, untuk pengajian Ramadhan 1437 H akan membaca kitab tentang Gramatika Spiritual (Nahwul Qulub). “Tahun depan kita ngaji kitab yang lain ini. Kalau ngaji Nahwu, tapi maknanya tasawuf semua, pasti seru yaa,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Kiai, Nasional ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com yang baik, saya punya anak kecil usia dua tahun. Ia sering ikut ke masjid. Terkadang ia berlari-lari di depan orang yang sedang shalat. Pertanyaan saya, apa hukumnya membawa anak kecil ke masjid? Terima kasih atas penjelasannya. Assalamu alaikum. wr. wb. (Viali).

Jawaban

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Pendidikan anak melalui keteladanan memang baiknya dibangun sejak dini. Aktivitas ibadah orang tua memang baiknya dilihat agar ditiru anak sejak dini. Terlebih lagi mendekatkan anak-anak ke masjid akan menjadi memori yang patut ditanamkan sedini mungkin.

ArrahmahMedia.Com

Hanya saja para ulama memberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan orang tua. Pertimbangan ini dimaksudkan agar masjid sebagai tempat ibadah tidak terkurangi nilainya. Berikut ini kami kutipkan keterangan Syekh Abu Zakariya Al-Anshari.

ArrahmahMedia.Com

? : ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Anak-anak dilarang...) Walid An-Nasyiri mengeluarkan fatwa bahwa pengajaran anak-anak di masjid adalah hal yang baik. Anak-anak bebas memasuki masjid sejak era Rasulullah SAW hidup hingga kini tanpa dipermasalahkan. Pendapat yang menyatakan makruh atas masuknya anak-anak ke dalam masjid tidak berlaku secara mutlak. Kemakruhan ini berlaku hanya untuk anak-anak yang belum mumayyiz yang belum terbebani ibadah dan hajat terhadapnya. Tetapi pahala pengajaran anak-anak melebihi pengurangan pahala karena hukum makruh anak-anak memasuki masjid,” (Syekh Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudhatit Thalib, Juz 3, halaman 108).

Keterangan di atas membagi anak kecil mejadi dua kategori. Pertama, mumayyiz (anak yang sudah membedakan baik dan buruk, serta telah mengerti bahasa atau aturan). Kedua belum mumayyiz, anak yang belum bisa menimbang baik dan buruk (biasanya anak di bawah usia lima tahun).

Hukum makruh hanya jatuh pada anak kecil yang belum mumayyiz karena dikhawatirkan mencemari masjid lantaran belum mengerti, khawatir mereka membuang kotoran tanpa diduga. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan pembalut anak (pampers) yang rapat. Di samping itu anak-anak yang belum mumayyiz belum bisa menerima peringatan untuk tenang agar tidak mengganggu aktivitas shalat pengunjung lainnya. Ini yang repot. Karenanya ulama menyatakan makruh.

Baiknya memang ada ruangan masjid khusus orang tua yang membawa anak di bawah umur dengan jaminan pembalut yang rapat. Menciptakan “masjid ramah anak” memang membutuhkan kesiapan manajemen, tata ruang, dan kesadaran tinggi seluruh jamaah. Padahal anak di bawah umur juga memiliki hak guna terhadap masjid.

Saran kami, berilah keteladanan shalat untuk anak-anak di rumah atau di masjid bagian belakang agar si anak juga tidak mengganggu jamaah lainnya. Orang tua harus menjamin kesucian masjid dengan memberikan pengamanan anak-anak lewat pembalut yang rapat.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.

(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Doa, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Senin, 18 Desember 2017

Muharram Berbagi, LAZISNU Nganjuk Santuni 500 Yatim Piatu

Nganjuk, ArrahmahMedia.Com. NU Care-LAZISNU Kabupaten Nganjuk menggelar Muharram Berbagi Senyum, Ahad (24/9). Sedikitnya 500 yatim piatu menjadi penerima manfaat pada kegiatan yang digelar untuk menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah.  

Muharram Berbagi, LAZISNU Nganjuk Santuni 500 Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharram Berbagi, LAZISNU Nganjuk Santuni 500 Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharram Berbagi, LAZISNU Nganjuk Santuni 500 Yatim Piatu

“Kami ingin mengajak masyarakat Nganjuk untuk peduli kepada anak yatim dan yatim piatu karena meraka adalah bagian dari masa depan kita,” kata Rais Syuriah PCNU Nganjuk, KH Muhtarom Fauzan. 

Menurutnya kepedulian kepada yatim piatu tidak cukup dengan santunan berupa. Karenanya NU Care-LAZISNU Nganjuk berupaya memberikan nilai plus untuk kualitas pendidikan dan ketrampilan yatim piatu.

Direktur NU Care-LAZISNU Nganjuk Subhan mengungkapkan ke depan peran NU Care-LAZISNU Nganjuk lebih meningkat seiring tugas yang diberikan kepad NU Care-LAZISNU Nganjuk dalam menjalankan program gerakan Koin NU Peduli.

“Berupaya bagaimana LAZISNU Nganjuk menyiapkan sistem secara profesional dan amanah sehingg gerakan Koin NU Peduli benar-benar menjadikan kehadiran NU lebih terasa bagi Nadhliyin,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Muharram Berbagi diisi dengan doa bersama dan permainan edukatif, dengan peserta dari MWCNU se-Kabupaten Nganjuk. Kegitana ini atas kerja sama PC LAZISNU Nganjuk dengan NU Care LAZISNU Kertosono, TAM Syariah, Waterpark, Radio Tasma FM, dan Somat obat tetes.

Turut hadir Wakil Bupati Ngajuk KH Abdul Wachid Badrus, Wakil Ketua DPRD Nganjuk H Ulum Basthomi, Rais Syuriah PCNU Nganjuk KH Ali Musthofa Said,  Komisaris Tunas Artha Mandiri Syariah H Muhayat Syah, Manager Waterpark, dan perwakilan Tasma FM. (Moch Masyhuri/Kendi Setiawan)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 16 Desember 2017

Gedung Baru Ansor Jember

Jember, ArrahmahMedia.Com. Setelah setahun lebih dibangun dengan dana swadaya, kantor GP Ansor Jember selesai dibangun. Gedung berkukuran 14 x 8 meter persegi itu dibangun di atas lahan seluas 600 meter persegi. Letaknya sangat strategis, berada di kawasan perempatan jalan Mastrip.

Di jalan ini berjejer lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga negara lainnya seperti Universitas Jember, SMA Muhammadiyah, Pengadilan Negeri Jember dan sebagainya.

Gedung Baru Ansor Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru Ansor Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru Ansor Jember

"Kebetulan tempat ini memang sangat tepat. Di linkungan ini banyak warga pendatang yang kadang kala tidak sesuai dengan amaliah kami warga NU. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pengimbang," ujar Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi kepada ArrahmahMedia.Com di gedung, Kamis (26/2).

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPRD Jember itu menambahkan, gedung yang dirancang dua lantai itu kini sudah difungsikan untuk berbagai kegiatan administrasi Ansor. Dikatakannya, nanti di situ juga akan diselenggarakan pelatihan Aswaja secara bertahap untuk kader-kader Ansor.

ArrahmahMedia.Com

"Di sini ada ruang rapat yang cukup representatif dan kebetulan di luar halamannya cukup luas sehingga bisa menampung banyak kegiatan," ucapnya.

Ayub juga memaparkan keinginannya untuk mengubah ? penampilan Ansor yang semula dicitrakan suka adu otot menjadi lebih soft, dengan menggelar kegiatan-kegiatan yang bersifat keilmuan dan pembekalan keterampilan.

"Sebagai benteng ulama, Ansor dituntut untuk siap lahir bathin. Fisiknya harus selalu ditempa, jiwanya juga perlu diasah," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 15 Desember 2017

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad

Lampung Timur, ArrahmahMedia.Com

Pondok Pesantren Ahsanul Ibad asuhan Kiai Moch Izzuddin Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur menggelar  Gebyar Lomba Islami (GLI). Acara ini dilaksanakan, Ahad  (20/3) untuk memperingati Harlah Ke-17 pesantren disambung dengan kegiatan istighotsah dan pengobatan gratis.

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah, GLI hingga Pengobatan Gratis di Harlah Pesantren Ahsanul Ibad

Ada 8 cabang lomba yang diikuti oleh 5 kecamatan di Kabupaten Lampung Timur. Perlombaan diikuti dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Menegah Atas, seperti mewarnai dan fashion show tingkat TK, puisi religi dan pidato tingkat SMP, tilawah dan kaligrafi tingkat SMA.

“Adanya GLI ini menumbuhkan minat dan bakat generasi NU untuk berprestasi dan meningkatkan keterampilan,” ujar Ketua MWCNU Purbolinggo H Syamsul Huda.

Sementara itu, salah satu juri lomba H Munawir menyatakan, GLI tahun ini meningkat dibandingkan sebelumnya, terlihat banyaknya peserta dari masing-masing kecamatan. 

“Berharap GLI yang akan datang lebih besar lagi dan ditambah banyak lagi cabang perlombaannya,” tutur Munawir.

ArrahmahMedia.Com

Adapun official dari Pondok Pesantren Baitul Qur’an Ustadz Khoirul Muzaki menyatakan bahwa dirinya senang sekali dengan adanya kegiatan ini.

“Semoga kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar-pondok pesantren dalam menggalih bakat para santri nahdliyin. (Zulinda/Fathoni)

 

 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kyai, Pahlawan, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 Desember 2017

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hizbiyah Rokhim meminta agar kader-kader Muslimat NU terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas.

“Yang sudah memiliki majelis taklim, tingkatkan majelis taklimnya. Yang sudah punya TK, tingkatkan kualitas TK-nya,” katanya ketika memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-67 Muslimat NU DKI Jakarta, di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Ahad.

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat Diminta Tingkatkan Kualitas

Peringatan harlah kali ini dimeriahkan dengan lomba kreasi lukis bagi anak-anak dan lomba jalan sehat dengan start dari gedung PBNU jl Kramat Raya 164 Jakarta pusat.

ArrahmahMedia.Com

Ribuan peserta dari lima cabang Muslimat NU se-DKI Jakarta mengikuti jalan sehat ini. Tak ketinggalan, sejumlah bapak-bapak dan kader Ansor turut memeriahkan jalan sehat dengan doorprize sepeda motor, perangkat elektronik, perangkat rumah tangga dan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara, sebagian orang tua yang memiliki balita asyik menunggui putra-putrinya yang ikut lomba mewarnai di sebuah tenda yang didirikan di halaman TIM.

Sebelumnya, dalam rangkaian harlah tersebut, telah dilakukan pengobatan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat mendukung kegiatan tersebut.

“Kalau kader Muslimatnya sehat-sehat, Bapaknya sehat-sehat, IPNU-IPPNU-nya tentu NU-nya juga sehat,” paparnya.

Ia sepakat dengan peryataan Hizbiyah bahwa kualitas kader Muslimat NU harus ditingkatkan.

“Jangan takut dengan organisasi-organisasi baru karena kita sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Kita adalah pendiri republik ini,” katanya.

Dengan metode dakwah yang ramah seperti yang dilakukan oleh para Walisongo dan dilanjutkan oleh para ulama NU, Islam bisa menjadi mayoritas di Indonesia. Islam di Indonesia tidak dikembangkan dengan cara-cara kekerasan, tetapi dengan penuh kedamaian.

Kepada para kader Muslimat, Marsudi juga mengingatkan, untuk menjaga ajaran aswaja, jika mendidik anak-anaknya, agar selalu di lembaga pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai aswaja, sejak dari TK sampai ke perguruan tinggi.

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, News ArrahmahMedia.Com

Selasa, 28 November 2017

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) tengah mempersiapkan waktu dan tempat pelantikan pengurus baru pengurus PP IPPNU hasil pemilihan kongres ke-XVI di Pelembang akhir 2012 lalu.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Umum PP IPPNU Wildatus Tsururoh kepada ArrahmahMedia.Com per telepon, Senin (11/3) petang.

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Siapkan Pelantikan Pengurus Baru

Menurut Wilda, kemungkinan pelantikan pengurus baru akan jatuh pada tanggal 15 Maret 2013. Karena, PP IPPNU mengikuti jadwal kosong Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang baru pulang umroh tanggal 11 Maret ini.

“Kita rencananya mengambil tempat di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat. Namun, jadwal kegiatan di TIM sudah penuh pada tanggal rencana pelantikan,” kata Wilda.

ArrahmahMedia.Com

Karenanya, jajaran panitia pelantikan kini memiliki dua alternatif tempat, Hotel Akasia dan Perpustakaan Nasional. Kita akan mempertimbangkan kembali tempat yang cocok untuk pelantikan ke depan, tambah Wilda.

Pelatikan pengurus PP IPPNU masa bakti 2012-2015 meleset dari jadwal semula, awal Maret 2013. Perubahan jadwal pelantikan disebabkan antara lain penyesuaian dengan jadwal tamu undangan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Budaya, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Rabu, 01 November 2017

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni

Pacitan, ArrahmahMedia.Com. Ada banyak cara dilakukan untuk memeriahkan datangnya tahun baru Islam. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh keluarga besar GP Ansor Pacitan yang menggelar Gebyar 1 Muharram 1437 H dengan tema ‘Islam Nusantara: Agama yang berbudaya, budaya yang beragama’, Selasa malam (14/10) di kawasan wisata pantai selatan Pacitan, Jawa Timur.

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Tradisi, Ansor Pacitan Gelar Sepak Bola Api Brojo Geni

Khoirul Anam, Ketua GP Ansor Pacitan mengatakan, pihaknya sengaja memperingati tahun baru hijriyah dengan menggelar pagelaran budaya karena didasari rasa keprihatinan atas banyaknya kebudayaan lokal yang mulai hilang tergeser kemajuan zaman.

"Kami ingin mengangkat dan menampilkan kembali kearifan lokal seperti sepak bola api Brojo Geni dan pembacaan Sholawat Khataman Nabi yang biasa dilakukan oleh para sesepuh terdahulu saat datangnya tahun baru hijriyah," katanya dihadapan ratusan anggota banser dan masyarakat.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan itu, ditampilkan permainan sepak bola api brojo geni yang dilakukan oleh para santri dari Pondok Tremas Pacitan. Sebelumnya para santri telah melakukan tirakat dengan berpuasa selama seminggu dan telah melewati serangkaian proses latihan.?

Permainan sepak bola api brojo geni dilakukan layaknya pertandingan futsal. Tetapi mereka tidak menggunakan sepatu. Bola yang digunakan merupakan bola khusus yang terbuat dari sabut kelapa. Kemudian bola api itu direndam ke dalam minyak tanah dan disulut api hingga terbakar. Butuh kemampuan khusus untuk memainkan permain ala pesantren itu. Mereka yang pemberani yang sanggup berebut bola dan menendangnya ke gawang.

ArrahmahMedia.Com

Antusias pemain dan penonton sepak bola api cukup besar sehingga pertandingan berlangsung dengan semarak. Selama permainan berlangsung, dibacakanlah sholawat dan syi’iran Jawa yang dibawakan oleh jam’iyyah sholawat dari MWCNU Kecamatan Kebonagung Pacitan.

Menurut Agus Susanto salah satu panitia mengatakan, filosofi permainan bola api yang diajarkan oleh kiai kepada para santrinya mempunyai makna yang dalam. Ketakwaan dilambangkan dengan puasa sebelum memulai permainan, pengendalian nafsu dilambangkan dengan bola api yang selalu menyala dan berbuat baik kepada sesama yang dilambangkan kerjasama saling menghargai antar-pemain. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Pahlawan, Pendidikan ArrahmahMedia.Com

Selasa, 31 Oktober 2017

Haul Masyayikh, Santri dan Alumni Lakukan Ini

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Berniat mendoakan masyayikh dan pendiri Madrasah Miftahul Falah, para santri dan alumni menggelar Khataman Al-Quran 1000 Juz di halaman Madrasah Miftahul Falah  Jumat (13/10).

Pengurus Madrasah Miftahul Falah, Abrori mengatakan kegiatan dipelopori Ikatan Mutakhorijin Miftahul Falah (Imam) sebagai wujud syukur dan terima kasih atas pendidikan yang selama ini diberikan para guru dan kiai di Miftahul Falah Cendono.

Haul Masyayikh, Santri dan Alumni Lakukan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Masyayikh, Santri dan Alumni Lakukan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Masyayikh, Santri dan Alumni Lakukan Ini

Koordinasi dan persiapan dilakukan secara matang dalam kegiatan yang melibatkan ribuan peserta, mulai siswa/siswi, guru, staf, pengurus dan alumni Miftahul Falah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

"Khataman seribu juz ini maksudnya diikuti oleh ribuan peserta yang membaca juz-juz Al-Quran hingga khatam. Alhamdulillah dari ribuan peserta tadi bisa khusyuk dan semoga membawa berkah bagi kita semua," imbuh Abrori usai acara.

Sambutan baik dan dukungan pengurus madrasah terhadap Imam, menurutnya akan menjadi kekuatan tambahan untuk mengambangkan kualitas dan kapasitas madrasah.

ArrahmahMedia.Com

“Harapannya akan ada berbagai inovasi, pemikiran dan gerakan nyata dari anggota IMAM yang nantinya bermanfaat bagi umat,” kata Abrori.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mutakhorijin Madrasah Miftahul Falah, M Thoat Muhtar menjelaskan Imam adalah sebuah wadah alumni Madrasah Miftahul Falah Cendono yang nantinya akan bergerak ke lingkup sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tahun ini Imam resmi berdiri dan menaungi seluruh alumni mulai MI, MTs, MA dan SMK Miftahul Falah.

"Pada awalnya IMAM digagas para alumni MA NU Miftahul Falah mulai angkatan 1991 sampai 1995. Kemudian dikembangkan kepada lingkup yang lebih luas, yaitu seluruh angkatan dari semua tingkatan," jelasnya.

Pembentukan Imam bertujuan menggalang persatuan dan silaturrahim antar alumni. Dari situ diharapkan akan terwujud satu kekuatan utuh untuk meneruskan perjuangan para ulama dan masyayikh dalam menebar kebaikan kepada umat. (M Farid/Kendi Setiawan)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Senin, 30 Oktober 2017

Majelis Konsul, Penghubung Pengurus Besar dan Cabang NU

Dalam struktur organisasi jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) pernah dikenal adanya Majelis Konsol (baca: konsul). Berbeda dari model kepengurusan Pengurus Wilayah (PW) pada struktural NU saat ini yang diadakan pada sebuah provinsi, Majelis Konsul diadakan pada daerah yang dipandang perlu oleh Pengurus Besar NU untuk didirikan.

Choirul Anam dalam Pertumbuhan dan Perkembangan NU (1985) mencatat Majelis Konsul mulai diadakan sejak Muktamar NU ke-12 di Malang tahun 1937: “Pada Muktamar Malang ini juga dibentuk 9 konsul. Kesembilan konsulat itu: Banyumas, Menes, Kudus, Cirebon, Malang, Magelang, Madura, Surabaya dan Pasuruan.”

Dalam AD/PRT (Anggaran Dasar dan? Peraturan Rumah Tangga) NU saat itu disebutkan, fungsi Majelis Konsul salah satunya untuk mempermudah komunikasi antara PB dengan cabang-cabang, baik intruksi dari PBNU ke cabang maupun suara-suara dari cabang yang hendak disampaikan ke PB.

Konsul ini juga bertanggung jawab terhadap perkembangan cabang-cabang yang dibawahinya.

Majelis Konsul, Penghubung Pengurus Besar dan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Konsul, Penghubung Pengurus Besar dan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Konsul, Penghubung Pengurus Besar dan Cabang NU

Sebagai gambaran mengenai Majelis Konsul ini, pada sekitar tahun 1939 menjelang pelaksanaan Muktamar NU? ke-14 di Magelang, terdapat kepengurusan Majelis Konsul NU Daerah Jawa Tengah bagian Selatan yang berkedudukan di Sokaraja, disingkat menjadi Konsul NU Daerah Banyumas.

Konsul NU Banyumas ini mengoordinasi “tjabang-tjabang” antara lain: 1. Banyumas (berkedudukan di Sokaraja), 2. Purwokerto, 3. Purbalingga (Kecamatan Kartanegara), 4. Cilacap (Kawedanan Kroya), 5. Banjarnegara (Kawedanan Mandiraja), 6. Temanggung (Parakan), 7. Purworejo, 8. Kebumen, 9. Wonosobo, 10. Yogyakarta, dan 11. Karanganyar (Kawedanan Pejagoan).

Majelis Konsul ini diisi oleh beberapa pengurus dan dipimpin oleh seorang konsul yang didamping sekretaris dan bendahara konsul. Dalam melaksanakan tugasnya, Majelis Konsul ini juga dibantu oleh Komisaris Daerah yang berada di lingkup sebuah karesidenan.

ArrahmahMedia.Com

Format struktur kedudukan Majelis Konsul ini sempat berubah di zaman pendudukan Jepang, ketika pemimpin saat itu, Saiko Shikikan? (panglima tertinggi), menetapkan Undang-Undang No. 27 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang Aturan Pemerintahan? Syu? dan? Tokubetsu Syi.

Bentuk Pemerintahan? Syu? (setingkat Karesidenan pada zaman Pemerintah Hindia Belanda) dan Jawa dibagi menjadi 17 Syu. Pergantian tata pemerintahan ini, juga membuat PBNU mengubah struktur Majelis Konsul, dari semula membawahi di atas tingkat karesidenan, menjadi setingkat karesidenan (Syu). (Ajie Najmuddin)

Sumber terkait:

ArrahmahMedia.Com

- Choirul, Anam. 1985. Pertumbuhan dan Perkembangan NU. Jatayu. Solo.

- Aboebakar, Atjeh. 2015. Sejarah Hidup K.H. A. Wahid Hasjim. Pustaka Tebuireng. Jombang.

- Saifuddin, Zuhri. 2013. Berangkat dari Pesantren. LKiS. Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Habib ArrahmahMedia.Com

Rabu, 25 Oktober 2017

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh

Bondowoso, ArrahmahMedia.Com

Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah mengingatkan kepada seluruh pengurus NU di tingkat cabang, wakil cabang, hingga ranting untuk kembali menghayati dan mengamalkan surat Ali Imran ayat 103 yang juga dikutip pendiri NU KH Hadratussyekh Hasyim Asy’ari dalam kitabnya.

"Bersatu padulah, kompaklah di dalam berbegang tegung terhadap tali Allah, agama Allah, dan jangan bercerai-berai," pintanya dalam acara halal bihalal dan pelantikan pengurus baru PCNU Bondowoso periode 2015-2021, Ahad (24/7) siang.

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jatim Ingatkan Pesan Hadratussyekh

Ayat tersebut dinukil Hadratussyekh sebagai bagian dari materi Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama atau undang-undang dasar NU. Menurut pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini, Qanun Asasi merupakan dokumen penting di balik berdirinya NU puluhan tahun lalu.

ArrahmahMedia.Com

Mutawakkil mengimbau para pengurus untuk menata niat dalam mengabdi di NU. Ia berusaha meyakinkan kepada para pengurus bahwa akan ada banyak berkah yang datang ketika mengabdi di NU.

"Saya yaqin haqqul yaqin karena Nahdlatul ulama adalah organisasi para aulia’, saya ulang-ulang ini, Nahdlatul ulama pemiliknya adalah para wali bahkan ruh perjuangan NU adalah nilai-nilai dakwah dan Islam Wali Songo," ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Mutawakkil mengatakan bahwa menjadi pengurus NU tidak mendapat bayaran apa-apa, melainkan doa para wali,? para pendiri NU. “Siapa yang berjuang menegakkan agama Allah melalui jamiyah Nahdlatul Ulam, mudah-mudahan barokah amal ibadahnya, barokah umurnya, barokah rezekinya, barokah keturunannya, mendapat dzurriyatan tauyibah dan mendapatkan husnul khatimah,” ujarnya.

Halal bihalal dan pelantikan berlangsung di di Pondok Pesantren Darus Falah Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dengan mengambil tema "Meneguhkan Khidmah NU dan Islam Nusantara Demi Keutuhan NKRI”.

Turuh hadir dalam acara tersebut Bupati Bondowoso H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Ketua DPRD H Ahmad Dafir, dan perwakilan dari Polres Bondowoso, Kodim 0822, Polsek Cermee, Danramil Cermee, Camat se-Kabupaten Bondowoso, utusan ormas, partai politik, serta ranting NU dan WMCNU se-Kabupaten Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Minggu, 24 September 2017

Menristek: Tetap Sarungan, Tapi Pendidikan Doktor

Kendal, ArrahmahMedia.Com. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengharapkan santri tetap menjaga tradisi pesantren sekaligus terus meningkatkan kapasitas intelektualnya. Dua hal itu, menurutnya, dapat dilakukan secara bersamaan.

M Nasir menyampaikan hal itu ketika menghadiri akhiruhasanah Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah pimpinan KH Dimyati Rois di Jagalan, Kaliwungu, Kendal.

Menristek: Tetap Sarungan, Tapi Pendidikan Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek: Tetap Sarungan, Tapi Pendidikan Doktor (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek: Tetap Sarungan, Tapi Pendidikan Doktor

“Panjenengan semua, sarungan ya sarungan, tapi kalau bisa pendidikan sampai doktor lah,” katanya di hadapan belasan ribu hadirin di berbagai daerah.

ArrahmahMedia.Com

Menristekdikti hadir dalama cara tersebut bersama Menteri Tenaga Kerja Hanief Dhahiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman, dan KH Masyhuri Malik dari PBNU.

ArrahmahMedia.Com

Sebagai menteri riset, Nasir mengungkapkan optimismenya meningkatkan kualitas kehidupan bangsa melalui kegiatan penelitian. Kepada jamaah akhiruhasanah Nasir mengungkapkan rencananya mendorong industry pesawat terbang nasional, mengembangankan produk kapal selam, dan meningkatkan produktivitas produk ternak dan tani.

“Kami targetkan tahun depan ada pesewat produksi dalam negeri yang terbang di langit Nusantara ini,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhlu Wal Fadhilah H Alamudin Dimyati Rois mengungkapkan, dulu ada persepsi kurang baik terhadap pendidikan di pesantren. Namun, seiring perkembangan, masyarakat kian mengakui bahwa pesantran adalah salah satu model pendidikan paling baik.

“Buktinya, tiga menteri yang hadir di sini, semuanya adalah menteri. Ada pula santri yang presiden. Ini bukti,” kata anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (portalsemarang.com/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Doa, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 September 2017

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Masih dalam suasana bulan Syawal, selain dimanfaatkan untuk melaksanakan halal bihalal saling maaf memaafkan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Fathan Subchi memanfaatkan hari kemenangan dengan melakukan dialog interaktif dengan warga NU Jepara yang berlangsung di aula Gedung Haji/ IPHI, Jalan MT Haryono Kompleks Islamic Center, Jepara, Kamis (30/7).

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPR Gelar Halal Bihalal dan Dialog dengan Warga NU

Kegiatan yang diikuti ratusan orang ini melibatkan perwakilan MWCNU, Badan Otonom NU serta tamu undangan dari unsur lain. Juga dihadiri perwakilan dari Pemkab Jepara.

Dalam paparannya, Fathan menyampaikan dalam kurun waktu 10 bulan masyarakat boleh kecewa dan merasa belum puas dengan kinerja DPR tetapi pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu menjelang 1 tahun ini pihaknya melakukan reses selama 5 kali. Reses adalah turun ke rakyat mendengar dan mendengar aspirasi rakyat.?

ArrahmahMedia.Com

Pada periode 2014-2019 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII yang membidangi sosial, agama dan pemberdayaan perempuan. Misalnya perihal haji, pihaknya meminta Kemenag untuk melakukan reformasi. Karena sebagaimana hasil studi banding di Turki di sana penyelenggaraan haji dikelola 2 badan pemerintah menangani 80 % dan swasta 20 %.?

ArrahmahMedia.Com

“Di sana ada juga badan pengelola keuangan haji,” lanjutnya.

Karena itu RUU Haji perlu dirumuskan kembali oleh DPR. RUU lain yang ia tangani ialah Disabilitas atau penanganan orang cacat.

Masih di komisinya Wakil Ketua PP Lazisnu juga memperjuangkan keberadaan dana bagi pesantren dan madrasah. Menurutnya dana senilai 20-25 trilyun layak untuk pengembangan pesantren dan madrasah agar pendidikan agama menjadi semakin bagus.

Ia menegaskan tidak boleh ada dikotomi sekolah dan madrasah sehingga 20% anggaran untuk agama. Sebab dengan agama moral bangsa menjadi lebih baik. Agar lebih baik perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang mencukupi. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Quote, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 September 2017

PCNU Kabupaten Bandung Rutin Yaumul Ijtima di MWCNU

Bandung, ArrahmahMedia.Com?



Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung, Jawa Barat tiap bulan rutin menyelenggarakan Yaumul Ijtima. Kegiatan tersebut, PCNU Kabupaten Bandung melakukannya secara bergiliran dari satu MWCNU ke MWCNU lain.

Pada Sabtu (11/3) Yaumul Ijtima PCNU Kabupaten Bandung diadakan di MWCNU Kecamatan Paseh. Hadir pada kegiatan berlangsung di MI Arrahmat Kp Sukarame Rt 3/4 desa Cipedes itu, pengurus PCNU, MWCNU dan banom serta lembaga NU.

PCNU Kabupaten Bandung Rutin Yaumul Ijtima di MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Bandung Rutin Yaumul Ijtima di MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Bandung Rutin Yaumul Ijtima di MWCNU

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 sampai 15.00 itu, PCNU melakukan evaluasi program kerja, pembahasan masalah-masalah aktual yang berkembang, serta kajian keorganisasian, ke-NU-an, ke-Aswajaan dan bahstul masail.

Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaludin mengatakan, Yaumul Ijtima merupakan wahana komunikasi strategis antara PCNU dan MWCNU berikut banom dan lembaga dalam rangka evaluasi program dan konsolidasi organisasi.

ArrahmahMedia.Com

Sehingga, kata dia, hal-hal yang menjadi persoalan yang harus segera disikapi NU bisa diselesaikan langsung melalui proses dialogis terbuka dan transparan.

"Menjadi harapan bersama bahwa kegiatan Yaumul Ijtima merupakan momentum strategis dalam upaya mensikapi persoalan-persoalan yang harus disikapi baik di PC, MWC maupun banom-banom NU," pungkasnya.

ArrahmahMedia.Com

Pada kegiatan itu hadir Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bandung KH Haedar Mustofa dan Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung H. Imron Rosyadi. (Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pahlawan, Pesantren, Makam ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock