Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

ArrahmahMedia.Com

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Hikmah, Hadits ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com?

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menggelar istighotsah buruh dan konferensi press terkait dengan peringatan hari Buruh pada 1 Mei 2017, di gedung DPP Sarbumusi, Jalan Raden Saleh 1 No. 4 Kenari Senen Jakarta, (30/04).?

Dalam konpres tersebut, Sarbumusi mengajukan enam tuntutan, yaitu, menolak revisi UU nomor 13 tahun 2003 di tahun politik, menolak revisi UU nomor 21 tahun 2000, menolak dan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap para aktifis buruh dan pekerja, menolak politik upah murah, tegakkan hukum dengan tegas terhadap semua kasus-kasus ketenagakerjaan, serta menolak tenaga kerja asing (TKA) tanpa keahlian.

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Sekjen DPP Sarbumusi Eko Darwanto menjelaskan kondisi buruh belum beranjak dari berbagai kasus yang belum terselesaikan. Saat ini buruh masih dianggap sebagai bagian dari proses produksi yang bisa diberhentikan kapan saja. Banyak buruh belum mendapatkan hak-haknya.

"Para pengusaha harus mempunyai kesepakatan kerjasama yang baik," ungkap Eko Darwanto.

"Isu tahun ini yang akan dibawa adalah ingin menjadikan kemitrakerjaan secara sentral," lanjut Eko.

ArrahmahMedia.Com

Masih dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Sarbumusi ingin berlakukan sentralisasi ketenagakerjaan dengan menolak otonomi ketenagakerjaan sehingga pengelolaan ketenagakerjaan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Tokoh, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, ArrahmahMedia.Com. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

ArrahmahMedia.Com

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

ArrahmahMedia.Com

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Rabu, 24 Januari 2018

Gus Dur Nilai Positif-Negatif Pemerintahan SBY-JK

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) selama tahun 2006. Sejumlah titik positif dan negatif dibeberkan Gus Dur dalam refleksi akhir tahunnya.

Penilaian obyektif mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu meliputi bidang hukum, kerukunan antarumat beragama, ekonomi dan keamanan. Hal itu disampaikannya kepada wartawan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (26/12).

Gus Dur Nilai Positif-Negatif Pemerintahan SBY-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nilai Positif-Negatif Pemerintahan SBY-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nilai Positif-Negatif Pemerintahan SBY-JK

Menurutnya, tahun 2006 ini merupakan tahun dengan catatan positif bagi kerukunan umat beragama. Konsep dialog antarumat beragama mulai dijalankan semua pihak untuk mencegah tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama.

“Catatan positif pemerintahan SBY-JK dalam kehidupan beragama lebih dialogis. Imbasnya tentu sangat baik, seperti kemarin, FBR (Forum Betawi Rempug: Red) bisa mengamankan Natal. Ini kan sebuah prestasi,” terang Gus Dur.

Di bidang hukum, Gus Dur menilai, pemerintah dinilai masih terkesan setengah hati dalam menetapkan kebijakan hukum. Ia mencontohkan proses penegakan hukum dalam upaya pemberantasan korupsi. “Karena itu, wajar saja bila masyarakat belum sepenuh hati bisa percaya kepada pemerintah,” tandasnya.

Tak berbeda dengan bidang hukum, menurut Gus Dur, sektor ekonomi pun dinilainya masih buram. Khususnya masalah kenaikan harga beras yang terjadi belakangan ini.

ArrahmahMedia.Com

“Permasalahan harga beras, kenapa bisa terjadi spekulasi macam itu. Nah, ini kan salah satu indikasi bahwa perekonomian kita masih buram,” ujarnya.

Secara umum, lanjut Gus Dur, hal itu disebabkan karena konsep perekonomian di negeri ini masih bertumpu pada konsep pertumbuhan. Padahal, katanya, konsep pertumbuhan ekonomi itu harus diiringi dengan konsep pemerataan dalam mewujudkan kemakmuran. “Harus ada keseimbangan antara pertumbuhan dan distribusi,” pungkasnya.

Dalam bidang keamanan, Gus Dur menyoroti perkembangan politik di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pasca-pemilihan kepala daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu. Menurutnya, tak ada ada yang perlu dikhawatirkan terhadap situasi keamanan di Serambi Mekah tersebut, selama Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih dipertahankan.

“Kemenanganan kelompok GAM (Gerakan Aceh Merdeka: Red) dalam Pilkada memang harus disambut baik, tapi tetap kita harus waspada. Kewajiban kita bersamalah untuk mempertahankan TNI di Aceh,” tegas Gus Dur.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu menyimpulkan tiga hal terhadap kepemimpinan SBY-JK. Selama tahun 2006, ia menilai hubungan kedua pemimpin itu berlangsung tidak harmonis.

Pertama, menurutnya, kepemimpinan di Indonesia masih belum pasti, penuh keragu-raguan. Kedua, masyarakat belum punya kepercayaan terhadap pemerintah. Ketiga, kebijakan pemerintah dalam banyak hal masih separuh-separuh.

Selain mengungkapkan refleksi kepemimpinan SBY-JK selama 2006, Gus Dur juga mengungkapkan prediksi pemerintahan tahun 2007. Dia menilai pemerintahan akan lebih baik jika SBY-JK tidak lagi jalan sendiri-sendiri.

Namun ada hal yang patut diwaspadai juga, yaitu adanya kepentingan-kepentingan dari golongan tertentu atau partai tertentu yang terkadang mempengaruhi proses politik di Indonesia. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama

Solo, ArrahmahMedia.Com. Dari hasil riset yang dilakukan Seknas Gusdurian bersama INFID, diperoleh hasil yang cukup optimistis untuk masa depan anak muda Indonesia. Hasil penelitian tersebut adalah mayoritas anak muda bersikap menolak terhadap tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama.

“Mayoritas anak muda tidak menyukai tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama meski ada kecenderungan penurunan toleransi di kalangan anak muda,” papar Manajer Advokasi INFID Beka Ulung Hapsara pada diskusi publik ‘Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Orang Muda dan Pemetaan Internet – Social Media, Tentang Radikalisme dan Ekstrimisme di Indonesia’ yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, Kamis (15/12).

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Mayoritas Anak Muda Tolak Radikalisme Agama

Lebih lanjut dipaparkan Beka, bahwa nilai-nilai kebinnekaan masih menjadi faktor utama yang membuat anak muda? bangga akan Indonesia dan pemersatu generasi muda.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, perwakilan dari Seknas Gusdurian Tata Khoiriyah, menjelaskan kegiatan ini merupakan sosialisasi hasil survei yang dilakukan pada periode 26 Oktober-26 November 2016.

ArrahmahMedia.Com

Selain melakukan survey di 6 kota, pihaknya juga melakukan pemetaan internet dan media sosial. “Secara khusus dilakukan untuk mengetahui narasi utama ekstremisme, memahami pesan-pesan kunci ekstremisme, dan mengetahui pola penyebaran pesan ekstremisme,” kata dia.

Hasil survei ini kemudian diharapkan dapat tersosialisasikan kepada aktor-aktor pemerintahan dan pimpinan organisasi kemasyarakatan di tingkat lokal, serta media massa lokal maupun nasional. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 26 Desember 2017

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Oleh Aswab Mahasin

Sebagai sistem kepercayaan, agama hanya mempunyai kapasitas mengajak. Ada dua pilihan ketika seseorang diajak oleh agama “mempercayai” atau “mengingkari”. Secara personal, tidak ada konsekuensi logis bagi mereka yang mengingkarinya, namun bagi mereka yang meyakininya (telah sukarela menjadi penganutnya), maka ada tuntunan yang harus dijaga dan disemarakan, khususnya esensi dari nilai-nilai agama itu sendiri. Agama tidak memuat unsur paksaan, melainkan agama memuat batasan-batasan nilai, norma, aturan, dan konsep sebagai realisasi keimanan seseorang.

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama, Rohingya, dan Masa Depan Kemanusiaan

Agama dalam catatan Karen Armstrong, “akhir abad ke-20, agama akan menjadi kekuatan yang harus dipertimbangkan. Dewasa ini, kita tengah dipertontonkan kebangkitan agama yang menyebar luas, padahal sebelumnya kisaran tahun 1950 dan 60-an oleh banyak orang, khususnya kaum sekuler cenderung menganggap agama sebagai takhayul primitif yang ditumbuh-kembangkan oleh manusia rasional dan beradab. Ada juga yang memprediksi kematian agama sudah di depan mata. Sedangkan prediksi terbaik pada saat itu, agama hanya akan menjadi aktifits privat dan marginal, yang tidak lagi dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa dunia.”

Sekarang ini, kembangkitan agama dipertanyakan kembali, agama yang seharusnya konsisten mengusung misi perdamaian, terlihat lebih lihai menebarkan konflik. Walaupun jumlah antara kedamaian dan konflik, lebih dominan situasi damai. Hanya saja, ketika konflik meletus atas nama agama sulit untuk dilerai, pasti berkepanjangan, dan efeknya menyebar kemana-mana.

Munculnya penganut paham radikal atau biasa dikenal juga dengan fundamentalisme merupakan salah satu bagian penyulut api konflik tersebut. Karen Amstrong berpendapat fundamentalisme adalah suatu bentuk keimanan yang bersifat sangat politis, dan sebagian orang melihatnya sebagai bahaya yang mengancam dunia dan kedamaian sipil.

Lanjutnya, fundamentalisme muncul ke permukaan di kebanyakan agama dan menjadi respon mendunia atas ketegangan kehidupan di akhir abad ke-20. Hindu radikal turun ke jalan-jalan untuk membela sistem kasta dan menentang Muslim India; kaum fundamentalisme Yahudi melakukan penghunian ilegal di Tepi barat dan Jalur Gaza serta bersumpah untuk mengusir semua orang Arab dari Tanah Suci mereka; Moral Majority yang dipimpin Jerry Falwell dan Chrsitian Right, yang menganggap Uni Soviet sebagai kerajaan setan, mencapai kekuatan yang hebat di Amerika Serikat selama tahun 1980-an. (Karen Armstrong: 2001). Selain itu, ada laskar ISIS yang mengusik kedamaian Aleppo.

ArrahmahMedia.Com

Baru-baru inikonflik atas nama agama muncul kembali, belum habis berita Israel dan Palestina, menyusul gejolak yang sedang terjadi di Myanmar, di manaumat Islam Rohingya diberangus oleh kelompok Budha Ortodok (katanya). Ini adalah tragedi kemanusiaan yang “parah”. Namun, situasi yang terjadi sekarang di Myanmar kalau kita kaji secara mendalam, seperti yang di tuliskan dalam pernyataan GP Ansor di ArrahmahMedia.Com (judul berita: Ini Pernyataan Sikap GP Ansor Terkait Nasib Rohingya, Arakan, Rakhine, Myanmar) sangat menarik.

GP Ansor dalam pernyataannya, atas dasar laporan UN Office of the High Commissioner for Human Rights (OHCHR) – 2017peristiwa kemanusiaan keji di Myanmar semenjak tahun 2013, 2016, dan menguat di tahun 2017 syarat dengan konflik geopolitik, ada tiga hal yang saya garis bawahi;

Pertama, konflik geopolitik di dasari atas pertarungan kuasa dan kekuasaan (yang tidak seimbang), di daerah Arakan-Rakhine, yang dihuni mayoritas etnis Rohingya, dengan dugaan kuat ada perebutan paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas (di wilayah-wilayah sekitar).

Kedua, daerah tersebut dilaporkan memiliki cadangan sebesar 1,774 triliun kaki kubik gas dan 1,569 Barel minyak, yang beberapa blok diantara jatuh tempo pada tahun 2017. GP Ansor menyatakan, fenomena minyak dan gas atau kutukan sumber daya, tidak hanya terjadi di Myanmar tetapi juga terjadi di belahan dunia yang lain. Di mana untuk menutup operasi apropriasi sumber daya. GP Ansor menyebutkan operator-operator di lapangan melakukan dengan cara menjijikan, dibungkus dengan konflik antar etnis, antar agama, antar kelompok masyarakat dengan tujuan agar akar masalahnya menjadi kabur.

ArrahmahMedia.Com

Ketiga, Menurut GP Ansor saudara-saudara kita di Rohingya sudah menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung (covered operation) apropriasi kapital dan sumber daya secara biadab dan terencana menyasar praktik serta simbol agama. Membenturkan antar umat beragama termasuk dengan cara membakar al-Qur’an, pemerkosaan di Masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga untuk juga melakukan persekusi terhadap minoritas Rohingya.

GP Ansor juga mencermati, tragedi kemanusian ini karena situaasi dimana pemeluk agama mayoritas yang sebenarnya moderat memilih diam dan bukan membantu melawan saat terjadi persekusi terhadap kaum minoritas. GP Ansor dengan tegas menyatakan, Aung San Suu Kyi, sang penerima Nobel Perdamaian, hanyalah contoh paling memuakan dari diamnya mayoritas. (untuk lebih jelas, bisa membacanya langsung link di atas).

Di lihat dari analisis panjang tersebut, pembantain keji di Rohingya memang layak untuk dikutuk sebagai bentuk kebiadan sejarah umat manusia. Logikanya, kita tidak harus memakai agama untuk mengutuk ini, sisi kemanusiaan kita pun sudah tergugah, bahwa ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi.?

Khusus mengenai peristiwa Rohingya tersebut, dalam menanggapi hal ini, mungkin yang paling bijak adalah mencoba menyaring seluruh berita, dan menganalisis sebenarnya apa yang terjadi di Rohingya, karena ini bukanlah perseteruan antar kampung. Siapa saja mungkin bisa ikut campur secara lapangan.?

Tentu kita tidak bisa diam, karena ini adalah peristiwa kemanusiaan paling parah di Asia Tenggara. Namun, untuk menyelesaikan masalah konflik, hubungannya bukanlah kirim militer dan kemudian berperang, melainkan ada pendekatan yang dilakukan antar negara, berdiplomasi, mengurai konflik, dan Indonesia dalam hal ini telah melakukan tindakan tersebut, bekerja sama dengan 11 Ormas, salah satunya Nadhlatul Ulama (NU) untuk membentuk aliansi kemanusiaan, dengan fokus pada bantuan kesehatan, makanan dan perlindungan. Sekarang telah akan mengglontorkan bantuan senilai 24 Miliar untuk warga Rakhine di Myanmar dan Ormas NU dan 11 Ormas lainnya melakukan pemberdayaan terhadap warga di Rakhine.

Dengan demikian, memanjatkan doa, dan terus mendukung serta memberi masukan terhadap pemerintah atas peristiwa ini adalah hal yang paling bijak, tidak lantas melampiaskan kemarahan kita, khususnya dilatarbelakangi sentimen keagamaan, dengan menggugat salah satu agama di Indonesia, karena dianggap sebagai agama tertuduh dalam konflik di Myanmar. Mari kita urai sekarng, bagaimana agama-agama dunia, khususnya Islam dalam menyikapi berbagai perbedaannya.

Agama dan sikap kemanusiaan

Berpijak dari hal-hal di atas, agama dalam praksisnya (oleh oknum-oknum tertentu), menjadi alat pertentangan yang strategis, ia dijadikan sebagai alat penindasan. Apalagi jika agama sudah bercampur dengan aktivitas politik arogan. Rumusannya begini, begitu agama diformalkan, baik dalam bentuk pelembagaan doktrin ataupun lainnya, dengan tujuan kepentingan-kepentingan kelompok, baik kepentingan “suara Tuhan” sebagai suara kekuasaan, maupun berbagai kepentingan lain yang memanfaatkan agama, maka agama tidak lagi murni sebagai gerakan persaudaran, perdamaian, dan keselarasan. Melainkan sebagai topeng surgawi semata.?

Pada tataran berhubungan dengan Tuhan, antar semua agama tidaklah ada pertentangan, apalagi konflik yang mengakar, wilayah keTuhan hanya melahirkan perdebatan teologis semata. Konflik terlahir dari mulut manusia yang mengatasnamakan sebagai pembela Tuhan demi keteraturan dunia. Akhirnya, dunia ini seakan-akan menjadi tunggal, kalau tidak sesuai dengannya maka akan salah. Lebih parah lagi, jika agama ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan duniawi. Seperti yang dikatakan Sidney Hook, perbedaan antar-agama tidak terletak pada “nilainya”, tetapi lebih pada “kosmologinya”.

Seperti halnya ilustrasi, memakan daging anjing bagi umat agama tertentu adalah haram, bagi satu umat agama lainnya hal yang biasa. Ini sama saja kita dengan membandingan antara satu merek mobil A dengan mobil B, yang jelas-jelas pabrikan dan buku panduannya berbeda. Itu bukanlah substansi yang harus kita perdebatkan, karena kebenaran esensinya antara mobil A dan mobil B, mempunyai tujuan yang sama, yakni “keselamatan dalam berkendara”. Artinya, yang kita cari adalah keamanan dan perdamaian.

Bukan berarti dalam hal ini kita menyamaratakan agama, melainkan sebagai pijakan paradigma kita dalam berpikir, untuk meminimalisir konflik. bahwa sesungguhnya Tuhan menghendaki perbedaan, seperti halnya apa yang pernah di tuliskan oleh Muhammad Afiq Zahara dalam opininya di ArrahmahMedia.Com (Terorisme Jihad), “Diversitas, kemajemukan dan kebhinekaan merupakan ketetapan dan fitrah kehidupan. Tuhan sendiri tidak menghendaki menciptakan umat yang satu”, seperti firmanNya (Q.S. Hud [11]: 118: “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.”

Komarudin Hidayat, dalam tulisannya “Agama-agama Besar Dunia: Masalah Perkembangan dan Interelasi”, menyatakan, “Suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah (truism) bahwa bumi ini hanya satu, sementara penghuninya terkotak-kotak ke dalam berbagai suku, ras, bangsa, profesi, kultural dan agama. Membayangkan bahwa dalam kehidupan ini hanya terdapat satu agama, rasanya hanya ilusi belaka.”

Untuk menjaga masa depan kemanusiaan, yang perlu ditanamkan adalah sebuah paradigma berpikir yang utuh mengenai sebuah ajaran, kita tidak bisa larut dalam pemahaman segregatif, di mana klaim kebenaran menjadi mutlak dalam setiap agama. Padahal, esensi dari beragama bukanlah mencari “kebenaran” untuk “menyalahkan”, melainkan kebenaran itu difungsikan sebagai jalan perdamain dan menebarkan kasih sayang. Karena ketika orang merasa benar, maka di situlah ia menjadi salah.?

Agama jika dipahami secara mendalam dan komperhensif akan melahirkan sifat humanis, toleran dan menghormati orang lain. Dengan demikian, yang dibangun tidak hanya pemahaman kemajemukan semata, melainkan pemahaman yang sesuai dengan konteks kekinian, tentu diambil dari ajaran agama yang utuh. Dalam Islam sendiri kita diajarkan oleh Allah sebuah penghormatan yang besar untuk menghormati yang lain dari kita, “tidak ada paksaan dalam beragama...”, “untukmulah agammu, dan untukkulah agamaku..”, “kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu: Maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah berimanlah”.

Di lihat dari penggalan pesan-pesan Allah SWT tersebut, Allah mengajarkan kepada kita bahwa prinsip beragama harus merupakan sebuah pilihan bukan paksaan. Karena dasar dari keimanan selain keTuhanan adalah kemanusiaan. Dan agama menolak kekerasan sebagai prinsip sebuah tindakan. Kekerasan merupakan tindakan amoral. Moralitas agama adalah kesadaran, kesalehan, yang selalu mendorong pemeluknya untuk akrab satu sama lain.?

Dan jangan dipahami keliru, pluralisme, saling menghormati dan berdampingan dengan agama lain, lantas kita mencampuradukan ajaran-ajaran agama tersebut, saya katakan, “tidak”. Karena tentu takarannya tidak akan sama. Pastinya adalah, keyakinan kita (keimanan) terhadap Allah SWT harus terus disemarakan untuk membangun sebuah sistem berketuhanan yang mampu menajawab persoalan-persoalan kemanusiaan. Agar masa depan kemanusiaan, yang dilatarbelakangi oleh misi agama yaitu perdamaian bisa terselenggara dengan baik.

Saya tutup tulisan ini dari perkataan seorang atheis, Friedrich Nietzche, “Hidup ini hanya masalah selera”. Agama adalah pilihan selera makan, tujuan makan adalah rasa kenyang, pepatah Jawa mengatakan, “Weteng ngelih pikiran ngalih, weteng wareg pikiran jejeg”. Jadi, beragama dengan memahami segala aspeknya—mutlak sebagai gizi kehidupan kita, sehat jasmani dan rohani.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Sholawat, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Madrasah di Sumenep Kenalkan Aswaja pada Murid Baru

Sumenep, ArrahmahMedia.Com. Madrasah Sumber Payung, Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperkenalkan wawasan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) kepada 233 murid baru tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA).

Madrasah di Sumenep Kenalkan Aswaja pada Murid Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Sumenep Kenalkan Aswaja pada Murid Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Sumenep Kenalkan Aswaja pada Murid Baru

Materi Keaswajaan menjadi salah satu materi Masa Orientasi Siswa Baru (MOS) yang diselenggarakan pada Rabu-Jumat (5-7/8). Tema MOS bertajuk "Budayakan Membaca. Dengan Membaca Kita Dapat Mengetahui Isi Dunia".

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Sumber Payung, Ahmad Humaidi mengatakan, materi keaswaan penting diperkenalkan kepada siswa baru agar tak mudah terkecoh dengan paham-paham baru yang juga mengaku-mengaku sebagai paham Aswaja.

ArrahmahMedia.Com

"Di tengah banjirnya informasi, murid perlu diperkenalkan wawasan keaswajaan supaya tidak mudah terbuai dengan paham-paham yang mengidentifikasi diri sebagai Aswaja, namun ajarannya tidak mencerminkan ajaran Aswaja," tuturnya kepada ArrahmahMedia.Com.

ArrahmahMedia.Com

Selain dengan memasukkan materi keaswajaan pada tiap pelaksaan MOS, kata Humaidi, materi keaswajaan telah masuk madrasah. "Di madrasah juga ada pelajaran Aswaja, baik tingkat MTs maupun MA" bebernya.

Mantan Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Sumenep, M Kamil Akhyari dalam pemaparannya di hadapan peserta MOS mengatakan, salah satu ciri Aswaja Nahdlatul Ulama yaitu bermadzhab dalam pemahaman keagamaan.

"Ciri bermadzhab inilah yang membedakan Aswaja NU dengan Wahabi yang juga mengaku sebagai penganut paham Aswaja," paparnya, Rabu.

Kedua, Aswaja NU mengedepankan maslahah dan persatuan demi terjaminnya kebebasan umat beragama. Seperti Islam tidak harus menjadi label negara selama nilai dan dakwah Islam bisa dijalankan dengan baik.

"Aswaja NU menganggap tidak perlu mendirikan negara Islam (khilafah islamiyah) di Indonesia seperti yang digaungkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)," jelasnya.

Ketiga, mengedepankan kesantunan dan akhlak mulia. "Aswaja NU tidak menyukai cara-cara kekerasan dalam mengatasi masalah seperti yang dilakukan teroris dan ISIS," tuturnya. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Solo, ArrahmahMedia.Com. Menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar Polresta Surakarta juga tak mau ketinggalan. Mereka juga bershalawat.

Jajaran Polresta solo mengadakan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H yang diselenggarakan bersama Jama’ah Muji Rosul (Jamuro) di halaman Mapolresta Solo, Kamis (17/1) malam. Kegiatan tersebut mengambil tema meneladani akhlak Rasulullah dalam pelaksanaan tugas Polri guna mewujudkan pelayanan prima anti-KKN dan antikekerasan.

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Polisi pun Ikut Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Polisi pun Ikut Bershalawat

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjimain. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk bisa bekerjasama dalam menciptakan keamanan di Kota Solo.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, tadi malam (18/1) pengajian Jamuro berlanjut di halaman Masjid Tegal Sari Laweyan Surakarta. Seperti biasa, di akhir acara KH Abdul Karim memberikan penjelasan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam kitab maulid al-Barzanjiy.

ArrahmahMedia.Com

“Nabi Muhammad sejak kecil beliau sudah yatim piatu. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya yakni Abdul Muthalib yang tak berselang kemudian juga wafat. Setelah itu beliau diasuh oleh paman beliau Abu Thalib,” terang Gus Karim.

Acara pengajian semalam dihadiri ribuan jamaah. Kegiatan gelar maulud 12 hari Jamuro ini akan digelar sampai tanggal Rabu malam (23/1) pekan depan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 16 Desember 2017

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat

Pekalongan, ArrahmahMedia.Com. Puluhan ribu masyarakat Pekalongan dan sekitarnya Selasa siang (12/2) menyaksikan pawai panjang jimat yang digelar panitia peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H Kanzus Sholawat Pekalongan.

Aneka atraksi ditampilkan oleh peserta pawai, antara lain sepeda onthel kuno, atraksi pagar nusa, atraksi egrang bernuansa batik, barongsai dan ratusan busana batik aneka warna khas Pekalongan tidak ketinggalan menyemarakkan pawai panjang jimat yang digelar rutin tahunan panitia maulid.

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Orang Saksikan Pawai Panjang Jimat

Selain itu, ratusan bendera merah putih sebagai pembuka pawai diarak kembali oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Polri, Banser, Satpol PP dan puluhan pelajar, setelah sebelumnya juga diadakan pawai merah putih dengan start dari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang dan finish alun alun Kota Pekalongan.

ArrahmahMedia.Com

Habib Luthfy bin Yahya selaku Khodimul Maulid mengatakan, pawai panjang jimat sengaja ditampilkan setiap menjelang kegiatan peringatan maulid yang diadakan Kanzus Sholawat.

Dirinya menginginkan Pekalongan memiliki budaya khas seperti di Solo dan Yogya ada sekaten dan Cirebon ada panjang jimat. Pekalongan sebagai kota batik seharusnya juga memiliki kekhasan yang menjadi tradisi budaya, yang tiada lain diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kota Pekalongan.

ArrahmahMedia.Com

"Momentum peringatan maulid di samping untuk meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah, juga meningkatkan rasa kebersamaan dalam kedamaian sesama ummat manusia di muka bumi ini," ujarnya.

Habib Luthfy yang juga Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah berharap kegiatan pawai panjang jimat ini jangan dilihat dari nilai efektifitasnya, akan tetapi jauh dari semuanya adalah kerukunan ummat dan antar ummat beragama dapat berjalan dengan baik.

"Coba dilihat, yang ikut pawai ini bukan hanya dari kelompok ummat Islam saja, akan tetapi non muslim dan etnis Tionghoa juga berpastisipasi dengan mengirimkan peserta Barongsay," tandasnya.

Simbol simbol budaya yang ditampilkan dalam pawai ini adalah sebagai perekat kerukunan ummat, sehingga kita tidak mudah dicerai beraikan oleh kepentingan kelompok yang menginginkan Indonesia pecah, kata Habib Luthfy.

Pawai yang dimulai sejak pukul 1 siang dengan start dari Stadion Kraton menyusuri Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayamwuruk, Jalan dr. Cipto dan berakhir di Jalan dr. Wahidin Pekalongan.

Ikut mendampingi Habib Luthfy di panggung kehormatan, Kapolres Pekalongan Kota, Dandim 0710 Pekalongan, para tamu undangan serta pejuang veteran dengan rasa bangga menyaksikan pawai hingga usai acara.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar

Klaten, ArrahmahMedia.Com. Ribuan makanan tradisonal, apem disebar, menandai puncak acara perayaan Ya Qowiyyu di Jatinom Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Acara tersebut di gelar di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jumat (27/11) lalu.

Tradisi Saparan Ya Qowiyyu dimulai usai sholat Jumat, dengan mengarak dua gunungan apem lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Perayaan Tradisi Ya Qowiyyu, Ribuan Apem Disebar

Usai diberi doa oleh keturunan Ki Ageng Gribig, dua gunungan apem langsung ludes diperebutkan ribuan warga masyarakat yang datang dari berbagai daerah, yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan apem. Total apam yang disebar diperkirakan seberat 5,5 ton. Lebih dari 15 menit apam terus disebarkan dari dua tower itu.

ArrahmahMedia.Com

Menurut sejarah asal muasal kue apem itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuat apem lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuat apem untuk selamatan.

ArrahmahMedia.Com

“Perayaan ini berawal sepulang beliau (Ki Ageng Gribig) dari beribadah haji, dan tak lepas dari sarana dakwah Islam,” kata Sekretaris Umum dan Narasumber Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig (P3AG), Muhammad Daryanta.

Adanya Upacara ini dinamakan Ya Qowiyyu diambil dari doa Kiai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya: Ya Tuhan, berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin.

Daryanta mengatakan, perayaan itu memiliki makna cukup dalam. “Ya Qowiyyu itu zikir Ki Ageng Gribig yang bermakna Yang Maha Kuasa hanya Allah. Apam membawa satu makna Allah Maha Pengampun. Masak, kita akan berlaku sombong kalau Allah Maha Pengampun,” katanya.

Selain acara sebar apem, pada perayaan Ya Qowiyyu ini, sebelum acara puncak sebar apem juga digelar kejuaraan memanah yang diikuti para pemanah dari berbagai daerah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Khutbah, Amalan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, ArrahmahMedia.Com. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

ArrahmahMedia.Com

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Kamis, 07 Desember 2017

Bidang Ekonomi Menjadi Fokus Garapan Muslimat

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com. Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Dr Hj Srimulyati menegaskan, bidang ekonomi merupakan salah satu fokus garapan Pimpinan Pusat Muslimat NU, di samping bidang lainnya. Semua mengarah pada visi Muslimat dalam pemberdayaan perempuan.

Bidang Ekonomi Menjadi Fokus Garapan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bidang Ekonomi Menjadi Fokus Garapan Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bidang Ekonomi Menjadi Fokus Garapan Muslimat

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan diklat fasilitasi pendidikan kompetensi aplikatif melalui kursus pengolahan hasil laut (ikan), Senin (1/12). Kegiatan yang ditempatkan di aula SMKN 3 Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tersebut bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI dan direncanakan bakal berlangsung hingga Kamis (4/12) mendatang.

“Renstra Muslimat Pusat, diharapkan juga bisa diejawantahkan ke dalam tubuh Muslimat Cabang dan Anak Cabang. Sekalipun Pamekasan sudah tidak lagi tertinggal, pembinaan masih terus berlangsung. Utamanya di bidang sektor ekonomi. Kita akan terus berupaya supaya lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Pada kesempatan yang sama, pejabat KDPDTT Dr Eko Rahmadi menegaskan, saat ini pihaknya masih punya misi 50 daerah kabupaten/kota tertinggal menjadi tidak tertinggal atau maju. Dan pihaknya mengakui, peran serta Muslimat NU sangat vital. Karenanya, Muslimat NU telah melakukan MoU dengan KDPDTT.

ArrahmahMedia.Com

“Kursus ini menekankan pendidikan aplikatif berdasarkan kompetensi. Pademawu dan Tlanakan merupakan kecamatan yang dekat dengan laut dan banyak masyarakatnya yang jadi nelayan. Pendidikan dan keterampilan, diharapkan bisa meningkatkan keahlian ibu-ibu mengolah bahan dasar hasil laut. Mohon untuk nantinya dicoba atau hasil pelatihan ini dipraktikkan langsung,” tandasnya.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii, tampak sangat mengapresiasi kursus yang diyakini banyak manfaatnya itu. Menurutnya, sangat benar pemerintah RI menjalin kerja sama dengan Muslimat. Muslimat merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Dan, perannya sudah nyata.

“Di Pamekasan saja, dalam melek huruf, peran serta Muslimat sangat besar. Sehingga, buta huruf dapat ditekan sedemikian rupa. Presiden kita mencanangkan penguatan maritim. Ini potensi yang selama ini diabaikan. Indonesia ini terluas maritim nomor 2 sedunia. Potensi laut sangat besar. Untuk itu, kursus yang nantinya memanfaatkan potensi laut ini, sangat besar manfaatnya,” tukasnya. (Hairul Anam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Pesantren ArrahmahMedia.Com

Selasa, 28 November 2017

Tuhan Maha Asyik

Tuhan sangat asyik ketika Dia tidak kita kurung paksa dalam penamaan-penamaan dan pemaknaan-pemaknaan. Dia tak terdefinisikan, tan keno kinoyo ngopo. Dia tak terkmaknakan. Dia ada sebelum definisi dan makna ada. Tuhan itu anti mainstream. Tuhan itu Maha Asyik ketika kita men-taddaburi-Nya, bukan melogikakan-Nya. Dengan mencampakkan kesombongan dan taklid pada kerendahan hati. Ke manapun kita memandang, di situlah wajah Tuhan.

Sebagai bangsa berKetuhanan yang Maha Esa, saat berniat melakukan reformasi atau islah, ternyata kita melupakan yang paling --atau minimal termasuk yang paling-- pokok. Yaitu mereformasi pandangan kita tentang Tuhan. Ketika kepentingan duniawi ? menguasai dan menyibukkan kita, berangsur-angsur Tuhan pun tersisih dari perhatian kita. Kita merasa cukup sudah bertuhan hanya dengan doktrin yang kita dengar dari mulut ke mulut atau teks yang kita baca.?

Tuhan Maha Asyik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuhan Maha Asyik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuhan Maha Asyik

Berpikir--seperti yang sering dianjurkanNya--jarang kita lakukan sebagai upaya lebih mengenalNya. ? Banyak orang bertuhan tanpa mengenal Tuhan dan tanpa berusaha mengenalNya. Bahkan belakangan karena presepsi dan tingkah-laku mereka ini, Tuhan pun terkesankan Maha Menyusahkan atau Maha Pemarah dan agamaNya terkesankan sulit dan berat.

Dalam beriman membutuhkan cara berpikir, bertindak, bernalar yang santai. Tuhan Mahatahu dan Maha Rahim karena sifat Tuhan seperti itu dia tidak mengadili orang berdosa. Beriman dengan santai berarti beragama secara otentik ? yakni ? orang jujur dirinya dan Dia tidak memanipulasi keberagamaan yang hanya mencari untung dirinya sendiri.?

Beriman adalah belajar melihat realitas dunia bukan sisi gelap dan terang. Beriman memberi dirinya bagi terciptanya damai yang sejati. Keberimanan berarti membangun kesadaran. Membangun kesadaran keberagaman harus menjadi prioritas. Keberagamaan jangan sekadar berwajah kesalehan individual, tetapi juga sosial.?

ArrahmahMedia.Com

Kaum beragama tidak boleh menghardik umat dari agama lain. Itulah wajah agama yang manusiawi karena berorientasi altruistik, bukan egoistik. Maka, tiap ibadah harus lebih dilandasi sikap hati yang tulus untuk memberi penghargaan terhadap martabat kemanusiaan.

Beriman berarti mencinta kehidupan karena kehidupan adalah rahim cinta. Dia memberikan dirinya bagi kebahagiaan sesama karena beriman secara sukarela bukan model paksaan. Agama sejati mengajak setiap orang berperilaku jujur dan mau mengampuni. Tuhan Maha Besar. Seorang beriman tidak bisa diukur dari panjangnya doa, dari hal-hal formalisme. Tuhan hanya menginginkan manusia selalu mencintai dengan kesadaran dan menghilangkan kecurigaan dan kebencian.

ArrahmahMedia.Com

Buku Tuhan Maha Asyik menggambarkan konsep mengenal Tuhan secara menyeluruh (holistik), yang notebene membutuhkan pengkajian dan pemahaman mendalam, namun di buku ini di sajikan secara "renyah" dan mudah dimengerti dalam bentuk dialog kanak-kanak sehari-hari, dan kontekstual dengan kebudayaan masyarakat Indonesia, khususnya budaya spiritual. Lewat kisah-kisah singkat dan berbagai analogi yang mengena, buku ini mengajak kita meluaskan hati dan pemikiran untuk menampung ide tentang ketuhanan dan keagamaan yang lebih lapang, dan tentunya yang lebih asyik.?

Siapapun dan apa pun latar belakang paham keagamaannya, selama masih punya hati, akan mendapatkan pencerahan dalam pemahaman keagamaan dan akan memandang bahwa keberagaman dalam beragama adalah suatu keniscayaan yang sebetulnya mampu menciptakan keindahan dan harmoni dalam kehidupan dari buku ini.?

Buku yang asyik karena membicarakan "wajah Tuhan" dengan cara memuliakan Tuhan Yang Maha Asyik dan menyeret kita untuk menthawafi pengalaman Tuhan yang mengasyiki hamba-hamba-Nya.

Buku ini hadir di saat yang tepat, di saat bangsa ini dilanda dengan intoleransi, kebencian, syak wasangka antar sesama anak bangsa yang acapkali membajak Tuhan untuk politik jangka pendek dan kepentingan golongan tertentu. Buku ini bisa menjadi cermin yang akan mengoreksi bahkan menampar sikap beragama kita. (Faried Wijdan)

Data buku:

Judul: Tuhan Maha Asyik

Penulis: Sujiwo Tejo dan Dr MN. Kamba

Penerbit: Imania

Terbit: Desember, 2016

ISBN: 9786027926295

Tebal: 245 halaman

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 23 November 2017

Indonesia Butuh Ribuan Pekerja di Bidang Penerbangan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menanggapi positif tawaran dari Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia) untuk menyediakan tenaga kerja aviasi, khususnya tenaga kerja pemeliharaan pesawat terbang.?

“Saya sangat tertarik dengan penawaran ini. Apalagi kita memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang berfungsi untuk mencetak tenaga kerja,” kata Menaker saat menerima Direktur Utama PT. GMF Aero Asia Iwan Joeniarto di Kantor Kemnaker, Senin, (7/8).

Menurut Hanif, kerjasama ini mendorong BLK untuk menciptakan tenaga terampil jurusan aviasi. Selanjutnya sarana yang ada disempurnakan, disusun kurikulum dan dibentuk tenaga instruktur.

Indonesia Butuh Ribuan Pekerja di Bidang Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Butuh Ribuan Pekerja di Bidang Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Butuh Ribuan Pekerja di Bidang Penerbangan

“BLK sudah memiliki beberapa fasilitas yang dibutuhkan dan saya harap salah satu kejuruan yang ada di BLK adalah tentang aviasi, mengingat permintaan yang tinggi untuk bidang tersebut,” ujarnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan kajian terkait pembukaan workshop yang diperlukan untuk kejuruan aviasi dan juga kurikulumnya.?

Menaker juga mengimbau kepada maskapai penerbangan dan sekolah penerbangan agar tak hanya menyiapkan calon pilot dan penerbang, tapi juga mekanik-mekanik handal di bidang aviasi untuk maintenance pesawat.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, Iwan Joeniarto mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah GMF Aero Asia membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak dalam kurun lima tahun kedepan. Namun, lembaga pendidikan di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan tenaga kerja bidang aviasi.

“Saat ini sekitar 51 persen pemeliharaan pesawat terbang masih dilakukan di luar negeri. Hal itu karena Indonesia masih kekurangan tenaga kerja aviasi,” ungkap Iwan.

Diharapkan, imbuh Iwan, jika Indonesia sudah memiliki tenaga kerja aviasi yang cukup, maka perawatan pesawat bisa dilakukan di dalam negeri. (Red-Zunus)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Rabu, 22 November 2017

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 1.433 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengikuti wisuda khataman pertanda berakhirnya masa latihan. Kegiatan setahun sekali ini diadakan di kompleks kantor Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (1/12/2013).

Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Bojonegoro M Yasin mengatakan, total jumlah pendekar tersebut berasal dari 17 Kecamatan atau pimpinan anak cabang dari 27 kecamatan yang ada di Bojonegoro. Anak cabang lainnya sudah melaksanakan wisuda di masing-masing kecamatan.

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar

"Proses latihan-latihan dilakukan di tingkat-tingkat dukuh, desa dan kecamatan yang diakhiri proses terakhir, yaitu khataman bagi pendekar yang sudah selesai," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Yasin menegaskan, Pagar Nusa merupakan badan otonom NU yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah melalui bela diri. pagar Nusa siap menjaga keamanan organisasi NU, masyarakat, dan NKRI.? (M Yazid/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Budaya, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Senin, 20 November 2017

Majelis Tahlil Mwuare Mimika Mampu Bangun Mushalla

Mimika, ArrahmahMedia.Com



Rangkaian Safari dan Buka Bersama PCNU Mimika pada malam 23 ini, 17 Juni 2017, bertempat di Kampung Mwuare, KM14, Mimika Timur

Majelis Tahlil Mwuare Mimika Mampu Bangun Mushalla (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Tahlil Mwuare Mimika Mampu Bangun Mushalla (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Tahlil Mwuare Mimika Mampu Bangun Mushalla

Kedatangan tim PCNU Mimika telah disambut di serambi mushalla lengkap dengan hidangannya. Mayoritas warga mushalla ini adalah orang Jawa asal Banyuwangi dan Jember. Ada juga yang berasal dari Bugis, Pinrang, dan Makassar

Ust Untung Ashari, selaku Awan PCNU Mimika mengawali acara dengan dengan antusiasme yang tinggi. Selanjutnya wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso menjelaskan maksud acara ini.

"Kami dari NU ingin menyapa warga. Tak menyangka kedatangan kami diterima dengan luar biasa. Kami ? merintis silaturahim dan menghidupkan rutinan amaliah NU. Rutin dan berkumpul akan membuat kita kuat. Mari kita perkuat persatuan warga NU.

“Jadi warga NU itu untung dunia akhirat karena mengikuti gerbong ulama yang saleh, yaitu KH Hasyim Asyari," tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Selanjutnya disusul dzikir jelang buka puasa dipimpin ust Hasyim Asyari. Menu Jawa telah tersedia dengan lengkap.

Mushalla ini awalnya dibangun oleh sembilan orang anggota tahlil. “Subhanallah setelah kami memulainya banyak Warga yang ikut membangun. Sungguh majelis tahlil itu ajaib," terang Ust Hasan selaku ketua takmir mushalla Nurul Hikmah ini.

Bakda Tarawih dilanjutkan ceramah oleh ust Hasyim Asyari. Pesannya agar kita tidak putus asa dalam beramal Sholeh. "Pelacur bisa masuk surga karena amalnya yang sepele, yaitu memberi minum anjing kehausan. Insya Allah kita bisa beramal shaleh walaupun kecil dan makbul," urai ust Hasyim Asyari. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 16 November 2017

Memahami Sikap PBNU

Oleh Syafiq Naqsyabandi



Sikap PBNU yang memilih kontra terhadap Aksi Bela Islam banyak membuat kalangan gagal paham. Rupanya tidak hanya kalangan Islam perkotaan yang gagal paham, tetapi juga kalangan Islam yang berasal dari lingkungan Nahdliyin (NU kultural). Umumnya mereka yang gagal paham ini merupakan kalangan Islam yang tidak dekat dengan NU struktural, meski tidak jauh dari kalangan NU kultural.

Memahami Sikap PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Sikap PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Sikap PBNU

Orang-orang yang meskipun berasal dari kalangan NU kultural, dapat terbawa isu-isu yang berembus di masyarakat jika tidak dekat dengan NU struktural. Kita semua mafhum, betapa liarnya isu (menjurus fitnah) yang berembus di masyarakat hari-hari ini. Hanya NU strukturallah yang dapat menangkis ataupun meluruskan kesimpangsiuran isu tersebut. Kedekatan seseorang dengan NU struktural, sedikit atau banyak akan mempengaruhi pemahaman seseorang dengan sikap-sikap PBNU.

Mengamini apa yang seringkali disampaikan Ahmad Baso dalam buku-bukunya, bahwa hari ini NU sedang digempur oleh wahabisme di satu sisi dan digempur oleh liberalisme di sisi lain. Isu-isu tertentu sengaja ditiupkan ke masyarakat Nahdliyin oleh kedua pihak tersebut, maupun pihak-pihak lain yang bersekutu dengan keduanya, demi menginfiltrasi NU. Nahdliyin yang awam dalam memahami prinsip-prinsip kemoderatan NU, dapat terinfiltrasi doktrin-doktrin di luar NU. Tidak heran jika kemudian Rais Aam KH Makruf Amin seringkali berpesan dalam berbagai kesempatan, “La radikaliyan wa la liberaliyan”.

ArrahmahMedia.Com

Kembali mengenai sikap PBNU terhadap Aksi Bela Islam yang terkesan melawan arus, barangkali perlu bagi kita untuk melihat kembali sikap PBNU dalam dinamika sejarah republik ini. Karena ternyata banyak juga sikap PBNU yang tidak mudah dipahami dalam berbagai peristiwa penting yang terjadi di republik ini. Contoh pertama dari sikap PBNU adalah keluarnya NU dari Masyumi pada tahun 1952. Saat itu Masyumi adalah satu-satunya partai politik bagi umat Islam, jumlah kursi Masyumi di parlemen pun termasuk yang paling banyak. Sikap PBNU yang memutuskan keluar dari Masyumi, membuat NU dituduh sebagai pemecah belah umat Islam.

ArrahmahMedia.Com

Setidaknya ada dua alasan yang membuat NU saat itu memutuskan keluar dari Masyumi. Pertama karena Masyumi mengurangi fungsi Dewan Syuro menjadi sekadar pemberi nasihat semata, padahal justru di Dewan Syuro lah duduk perwakilan NU, yakni KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbulloh. Pemangkasan fungsi Dewan Syuro ini membuat para ulama NU menjadi tidak dihargai dalam menentukan arah partai. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar di kalangan NU. Alasan kedua adalah bergesernya posisi Menteri Agama yang sebelumnya adalah langganan KH Wahid Hasyim. Sikap NU yang memutuskan untuk keluar dari Masyumi tetaplah kontroversial sampai akhirnya sejarah membuktikan pada akhir medio 1950-an, pemimpin Masyumi melibatkan diri dalam gerakan makar PRRI/Permesta. NU membuktikan diri menjadi simbol kesetiaan umat Islam pada Republik Indonesia.

Contoh kedua dari sikap PBNU adalah bergabungnya NU dalam koalisi Nasakom di era demokrasi terpimpin. Sikap NU ini membuat para kiai NU dicerca karena bersedia duduk bersama PKI dalam pemerintahan. Saat itu kiai NU seringkali disebut-sebut sebagai kiai Nasakom. Padahal ijtihad NU untuk turut berada dalam pemerintahan adalah untuk mengawal kebijakan Presiden Soekarno supaya tidak didominasi oleh PKI. Keberadaan NU dalam pemerintahan saat itu juga untuk melindungi elemen-elemen umat Islam dari serangan PKI. Buktinya PKI pernah membujuk Presiden Soekarno untuk membubarkan HMI, tapi karena penolakan Menteri Agama yang juga Sekjend PBNU, KH Saifudin Zuhri, HMI tidak jadi dibubarkan. Pasca pecahnya peristiwa G30S, NU menjadi ormas yang paling depan dalam mengganyang PKI, kembali NU membuktikan kesetiaannya pada Republik Indonesia.

Contoh ketiga dari sikap PBNU adalah merapatnya Gus Dur sebagai Ketum Tanfidziyah PBNU kepada Jenderal LB Murdani. Seperti yang sudah diketahui, pada tahun 1984 pecah peristiwa Tanjung Priok dimana militer dibawah komando LB Murdani menembaki umat Islam dan menelan ratusan korban. Protes menyusul peristiwa tersebut terjadi di mana-mana bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Latar belakang Jenderal LB Murdani yang bukan Islam membuat kerusuhan dipenuhi sentimen keagamaan. Ditengah-tengah susasana yang demikian, Gus Dur justru menggandeng Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU. Tak pelak Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari banyak pihak, bahkan dari warga NU sendiri. Lebih jauh Gus Dur dituduh telah murtad karena membela Murdani. Padahal, Gus Dur berpendapat langkah yang dilakukannya adalah upaya meredam represifitas aparat. Gus Dur khawatir jika tidak diredam, korban dari umat Islam akan bertambah besar.

Ketiga sikap yang sudah diuraikan di atas merupakan contoh, betapa seringkali sikap PBNU gagal dipahami oleh masyarakat. Masyarakat Nahdliyin sendiri saja bisa gagal paham, apalagi yang bukan Nahdliyin. Terlebih seringkali hanya sejarah yang bisa membuktikan kejelian sikap PBNU. Hal ini menjadi tidak mudah untuk menjelaskan mengapa PBNU justru sangat kontra terhadap aksi bela Islam, meskipun juga mendukung proses hukum terhadap terduga pelaku penista agama. Dalam seruan moral yang dikeluarkan pada 28 Oktober? 2016 yang lalu, tertangkap kesan yang sangat jelas bahwa PBNU khawatir jika arus yang ada tidak dibendung, maka kekuatan ekstrem kanan akan naik ke panggung politik nasional. Sikap PBNU tersebut bukan dalam rangka membela penista agama, tetapi lebih kepada menjaga supaya Islam moderat tetap menjadi arus utama umat Islam yang ada di Indonesia. Inilah originalitas dari beragam sikap PBNU terhadap dinamika perjalanan Republik Indonesia.

Kekhawatiran PBNU menjadi nyata tatkala tidak lama setelah sukses dan lancarnya rangkaian Aksi Bela Islam,terjadi pembubaran paksa peribadatan umat nasrani di Bandung. Kemudian merebaknya sweeping atribut natal di banyak kota. Terbaru adalah dilaporkannya Habib Rizieq oleh PMKRI. Sesama bangsa Indonesia menjadi mudah saling lapor, menjadi tiba-tiba saling berlawanan. Barangkali inilah yang disebut dengan bahaya naik panggungnya ekstrem kanan dalam perpoilitikan nasional. Naik panggungnya kalangan ekstrem bisa berujung pada konflik besar, seperti saat naik panggungnya ekstrem kiri pada awal 1965. Indonesia hanya bisa stabil jika berada di tengah-tengah, menjadi moderat, menjadi ummatan wasathan sesuai pesan Al-Baqarah ayat 143.

Penulis adalah warga NU, tinggal di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Aktif di Facebook dengan Akun Syafiq Naqsyabandi



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Pertandingan, Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 11 November 2017

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

Magelang, ArrahmahMedia.Com?

Para peserta Perwimanas II melakukan giat bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi yang bertempat di Jurang Jero Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan penghijauan tersebut diawali dengan perawatan sejumlah pohon kecil seperti membersihkan gulma di sekitar pohon, menggemburkan tanah dan penyiraman air. Kemudian dilanjutkan dengan perbaikan aliran Sungai Tangsi.

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Perwimanas II Lakukan Perawatan Pohon di Taman Nasional Gunung Merapi

Dedeh Suryati, salah satu panitia penanggung jawab giat bakti Perwimanas II menyampaikan bahwa pada awalnya akan dilakukan penanaman pohon, namun karena cuaca yang tidak mendukung, maka giat bakti terfokus pada pemeliharaan pohon-pohon di sekitar taman nasional.?

“Kegiatannya di sini perawatan pohon dan perbaikan aliran Sungai Tangsi, kita sebenarnya mengikuti perintah dari pihak taman nasional juga. Kalau untuk tanam pohon musimnya gak cocok,” ungkapnya, Rabu (20/9) kemarin.

Hal senada juga disampaikan oleh Sadria, salah satu pendamping dari garda SAR Magelang. “Kalau untuk tanam pohon cuacanya tidak mendukung karena tidak memasuki musim hujan. Musim hujan dimungkinkan di bulan November,” tambahnya.?

ArrahmahMedia.Com

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa cinta alam dalam diri para peserta, sebagaimana yang tercantum dalam poin kedua Dasa Dharma Pramuka “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”.?

“Harapan saya, dari kegiatan ini adik-adik bisa menghargai alam. Karena kalau alamnya rusak, manusia dan hewan akan terkena imbasnya. Selain itu, supaya mereka bisa menghargai warisan dari para pendahulu untuk selalu merawat alam” ungkap Dedeh.

Diketahui, kegiatan bakti perawatan pohon di Taman Nasional Gunung Merapi akan berlangsung hingga akhir kegiatan Perwimanas II dan diikuti oleh lebih dari 6000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (Ala/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Jumat, 10 November 2017

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

Caracas, ArrahmahMedia.Com. Lagi, Venezuela menunjukkan keberaniannya "melawan" Amerika Serikat (AS). Belum lama ini, Presiden Hugo Chavez memerintahkan dua perusahaan minyak AS yang beroperasi di wilayahnya untuk segera "angkat koper" dari negerinya. Pasalnya, dua perusahaan multinasional itu tidak mau mematuhi aturan pembagian saham yang ditetapkan pemerintah baru-baru ini.



Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Usir Dua Perusahaan Minyak AS

Dua perusahaan minyak yang terancam didepak dari Venezuela itu adalah Exxon Mobil dan Conoco Phillips.

"Karena menolak peraturan baru yang berlaku, dua perusahaan itu harus meninggalkan Venezuela tanpa kompensasi apa pun dari pemerintah," tandas Menteri Energi Rafael Ramirez.

ArrahmahMedia.Com

Saat ini, kepastian kepergian Exxon Mobil dan Conoco Phillips masih dalam tahap perundingan final dengan pemerintah Venezuela.

ArrahmahMedia.Com

Ramirez menegaskan, era "keterbukaan minyak" sudah berakhir di negerinya.

"Sejak tahun lalu, kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa kami (Venezuela) tidak tertarik bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tidak bersedia mematuhi aturan dan hukum kami," paparnya sembari meninggalkan gedung parlemen Venezuela.

Sebaliknya, perusahaan asing yang patuh akan diberi kesempatan sekitar 25 tahun lagi untuk berkiprah di Venezuela.

Menurut Ramirez yang juga menjabat presiden perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) itu, pemerintah tidak akan memberikan ganti rugi pengusiran kepada Exxon Mobil dan Conoco Phillips. Pasalnya, dua perusahaan tersebut sebenarnya sudah sangat memahami aturan bermain di negeri yang memiliki cadangan minyak bumi terbesar di dunia itu.

"Mereka sendirilah yang memilih diusir."

Sejak gencar menasionalisasi aset-aset penting negara beberapa waktu lalu, Chavez selalu memprioritaskan badan usaha milik pemerintah.

Sebagai negara penghasil minyak terbesar Amerika Latin yang juga anggota OPEC, PDVSA menjadi sorotan utama Venezuela.

Tahun lalu, Chavez mewajibkan seluruh perusahaan multinasional yang beroperasi di negaranya memberikan 60 persen sahamnya kepada PDVSA.

Menurut Badan Energi Internasional, Venezuela mampu menghasilkan 2,6 juta barel minyak per hari.

Sebelumnya, Ramirez dan sejumlah perusahaan minyak asing yang bersedia mematuhi aturan baru Venezuela, telah meneken kontrak baru.

Rabu pagi (30/8) lalu, dia mempresentasikan kontrak baru itu di hadapan parlemen, dalam pertemuan tertutup selama beberapa jam. Di bawah kontrak baru bernilai multimiliar dolar itu, perusahaan-perusahaan minyak asing yang beroperasi di tepian Sungai Orinoco tersebut berpotensi diikat dalam sebuah proyek patungan (joint ventures).

"Kami telah memaparkan seluruh informasi yang ada kepada komisi pemerintah. Selain itu, kami juga sudah memeriksa semua klausul baru yang ditambahkan dalam kesepakatan tersebut," terang Ramirez usai berunding dengan parlemen.

Termasuk, nilai kompensasi yang bakal mereka berikan kepada perusahaan asing tersebut atas investasi yang ditanamkan di PDVSA. Menurut dia, parlemen baru akan memberikan jawaban mereka atas kontrak baru itu, sekitar dua pekan lagi.

Hingga saat ini, masih ada empat perusahaan minyak asing yang bertahan di Venezuela di bawah aturan baru. Keempat perusahaan itu adalah BP PLC (BP), Chevron Corp. (CVX), Statoil ASA (STO) dan Total SA (TOT). Sementara, Exxon Mobil dan Conoco Phillips yang berasal dari negara importir minyak terbesar Venezuela, harus segera hengkang. (afp/jp/dar)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, News, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Senin, 06 November 2017

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng

Solo, ArrahmahMedia.Com. Adinda Rafi Az-Zahra siswi SD Ta’mirul Islam Surakarta berhasil menyumbangkan trofi juara untuk kontingen Kota Surakarta dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-20 tahun 2017 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu-Ahad (4-5/11).

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng

Dalam cabang LKTI tersebut, Adinda mengangkat topik tentang pembiasaan wudhu yang dilakukan di Sekolahnya.

“Dengan mengangkat topik sederhana tentang kegiatan pembentukan karakter islami, yakni pembiasaan wudhu di sekolah, alhamdulillah, kami meraih prestasi sebagai juara pertama LKTI di lomba MAPSI provinsi tahun ini,” terang kepala SD Ta’mirul Islam Aris Paryanto.

Selain dari cabang LKTI, SD Ta’mirul juga berhasil meraih satu torfi dari cabang kewirausahaan. Melalui karya dengan membuat minuman tradisional wedang rempah, Hawwa Iftinan Karimah Ningtyas menjadI juara ketiga.

ArrahmahMedia.Com

Ditambahkan Aris, pada lomba MAPSI kali ini SD Ta’mirul mengirimkan delapan cabang lomba dalam ajang ini. Delapan cabang lomba yang sebelumnya menjadi yang terbaik di tingkat kota tersebut adalah cabang lomba rebana, kewirausahaan, khat, cerita islami putri, khitobah putra, khitobah putri, LKTI, dan tilawah.

Sementara itu, Koordinator Lomba SD Ta’mirul Islam Surakarta, Rio Aditya Danang C, yang ditemui setelah acara pengumuman dan pelepasan MAPSI mengemukakan bahwa timnya sudah berusaha maksimal dan dengan meraih dua medali adalah hasil yang terbaik.

ArrahmahMedia.Com

“Tentunya di level provinsi ini tingkat persaingan semakin ketat, untuk itu, di MAPSI tahun mendatang, kami harus mempersiapkan diri secara lebih baik lagi,” tutup Rio. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Halaqoh, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock