Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menyerukan kepada semua pengurus jajaran ranting di wilayah kerja kecamatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

“Agungkanlah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan tradisi dari pendiri NU. Tradisi NU ini harus terus dipertahankan oleh pemuda Ansor. Oleh karenanya, pemuda itu harus banyak belajar dari orang yang lebih tua,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu Mahfud Hidayatullah kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa (22/1).

Menurut Mahfud, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perkotaan saja tetapi juga dilakukan warga nahdliyin di pelosok-pelosok desa. Momentum bersejarah tersebut bahkan diperingati dengan sangat menarik. Masyarakat desa biasanya membawa makanan, kue dan buah-buahan yang kemudian dikumpulkan di musholla maupun masjid setempat.

ArrahmahMedia.Com

“Biasanya setelah terkumpul semua, selanjutnya dilakukan pembacaan sholawat Nabi (srakalan) secara bersama-sama. Masyarakat di desa mempercayai pada saat pembacaan tersebut, ruh Nabi Muhammad SAW akan hadir untuk memberikan rahmat,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Tidak berhenti sampai disitu saja, sebab setelah prosesi pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW selesai tandas Mahfud, barang bawaan tadi ditukar dengan barang bawaan tetangga sekitar untuk dimakan bersama-sama.

“Disitulah tercipta tali silaturahim antar sesama warga nahdliyin. Tanpa melihat status, mereka makan bersama-sama dalam satu wadah. Dan tradisi itu tidak bisa dihilangkan karena itu tradisi NU,” terangnya.

Untuk tahun ini, PAC GP Ansor Kecamatan Dringu berencana akan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pakaian maupun makanan tergantung porsi kebutuhan dari masing-masing warga nahdliyin.

“Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor Kecamatan Dringu kepada warga yang sangat membutuhkan. Harapannya, santunan ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Februari 2018

Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta memperingati hari kelahiran Nabi Muhamad SAW di halaman kantor PWNU DKI Jakarta, jalan Talang nomor 3, Jakarta Pusat Sabtu (9/2) pagi.



Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU DKI Jakarta Tumpah di Halaman PWNU

Sedikitnya 5000 kader muslimat NU DKI Jakarta memenuhi pekarangan kantor PWNU DKI Jakarta. Sementara puluhan mobil pribadi dan angkutan umum yang mengantar mereka, berjajar panjang di sepanjang jalan Talang.

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhamad SAW. menghadirkan DR. Nasarudin Umar dan KH. Nur Iskandar SQ sebagai penceramah. Keduanya menjelaskan sosok Rasulullah SAW sebagai model kepemimpinan ideal.

Sejumlah tokoh DKI Jakarta juga memberikan kata sambutan acara yang melibatkan kaum ibu se-Jabodetabek. Mereka adalah Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj. Hizbiyah Rochim, Ketua PWNU DKI Jakarta H. Djan Faridz, dan Gubernur DKI Jakarta Ir. Joko Widodo.

Dalam peringatan itu, PW Muslimat NU DKI Jakarta menyebutkan 25 nama kadernya yang mendapat hadiah umroh dari Ketua PWNU DKI Jakarta. Mereka dipilih berdasarkan atas enam kali kehadiran pengajian Muslimat NU DKI Jakarta berturut-turut di jalan Talang 3, Jakarta Pusat.

ArrahmahMedia.Com

Seorang kader Muslimat NU Murtinah bin Usman asal Kemayoran Jakarta Pusat, meninggal dunia di tempat saat mengikuti peringatan maulid itu. Atas peristiwa itu, jajaran pengurus Muslimat NU DKI Jakarta turut berduka cita.

“Semoga meninggalnya Ibu Murtinah sebagai meninggal syahid oleh Allah. Kami semua berdoa agar ia mendapat syafaat Rasulullah SAW,” kata Maghfiroh, Sekretaris PW MUslimat NU DKI Jakarta kepada ArrahmahMedia.Com, Sabtu (9/2) siang.

Usai peringatan maulid Nabi Muhamad SAW., jajaran pengurus Muslimat NU DKI Jakarta bertakziah ke tempat kediaman duka di Kemayoran.

ArrahmahMedia.Com

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 100 pemuda dari negara-negara anggota dan mitra ASEAN akan mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 yang digelar di Jombang Jawa Timur, Oktober mendatang. Ditunjuknya kota yang memiliki ratusan pondok pesantren ini sebagai tuan rumah, karena kekuatan toleransi antar umat beragama yang terbangun dengan baik.

“Jombang memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi dan menghormati keberagaman,” kata Isman Pasha, Kasubdit Kerjasama Pembangunan Sosial Kementerian Luar Negeri usai peresmian Taman ASEAN yang terletak di Jl Wahid Hasyim, Jumat (2/6).

Jombang yang memiliki ratusan pesantren ini, diakatakan Isman bisa menjadi laboratorium sekaligus contoh yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat Internasional sebagai pengejewantahan pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Junjung Toleransi Antarumat Beragama, Jombang Tuan Rumah AYIC 2017

Bupati Jombang, Nyono Suharli mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tuan rumah AYIC 2017, ? pihaknya sudah meyiapkan berbagai langkah. “Sejak ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa bulan lalu sudah kami siapkan untuk pelaksanaan Oktober nanti,” kata Bupati Nyono kepada awak media usai acara.

Ia pun berharap kegiatan yang bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pusat Studi ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA) Jombang ini bisa terlaksana dengan lancar. Meski kegiatan yang mengambil tema “Islam Rahmatan Lil Alamin dan Harmony Diversity” ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Bupati Nyono juga berjanji akan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Jombang nantinya. Baik potensi wisata, perekonomian maupun kekuatan toleransi antar umat beragama. “Kita tahu tokoh bangsa dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga lahir dan ada di Jombang. Maka untuk memperkenalkan kekuatan toleransi yang digagas para tokoh dari Jombang itu sudah tepat untuk pemuda ASEAN,” bebernya.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, mengawali kegiatan AYIC di Jombang, dilakukan pengibaran 10 bendera negara anggota dan 1 bendera ASEAN di Jl Wahid Hasyim dan juga peresmian Taman ASEAN tepatnya di selatan sisi selatan Ringin Contong Kabupaten Jombang. “Pengibaran bendera dan peluncuran taman ASEAN ini rangkaian persiapan acara untuk Oktober nanti. Semoga bisa lancar, persiapan terus kami lakukan,” tandas Nyono.(Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Pahlawan, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com - Ratusan anggota Fatayat NU Kanor menghadiri peringatan Harlah Ke-66 Fatayat NU di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Ahad (24/4). Mereka secara bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 24 kali. Usai itu antarranting Fatayat NU se-Kecamatan Kanor menyuguhkan terbaik hiasan tumpengnya.

Para kader Fatayat dari berbagai desa di Kanor berdatangan. Mereka rata-rata diwakili 15 hingga 20 orang. Panitia membatasi peserta yang hadir. Jika semua kader datang, bisa dipastikan lokasi acara tidak memadai.

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

"Kegiatan pagi sampai siang hari sangat padat dimulai dari seremonial. Setelah itu pembinaan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro dan ditutup lomba tumpeng," kata Sekretaris Fatayat NU Kanor Muslikah.

ArrahmahMedia.Com

Perempuan yang juga guru PAUD asal Desa Tejo ini menegaskan, setiap ranting akan bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sehingga total ada 24 khataman dari 26 desa di Kanor.

"Semangat kader di tingkatan ranting juga bagus. Kami sangat bangga, karena di tengah terik matahari mereka terus semangat," jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu pula, para pengurus Fatayat dari ranging juga mengikut lomba tumpeng. Dari penilaian juri, ranting Fatayat Desa Nglarangan keluar sebagai Juara 1 dan Desa Sarangan memperoleh Juara 2. Untuk Juara 3 dimenangkan ranting Desa Kedungarum, Harapan 1 Desa Bungur, Harapan 2 Desa Palembon dan Harapan 3 diraih ranting Desa Kedungprimpen.

Muslikah menambahkan, jika yang ikut lomba tumpeng hampir semua ranting se Kecamatan Kanor yang jumlahnya mencapai 24, dari 26 desa yang ada. Kriteria yang dinilai adalah jenis makanan sehat, desain dan kreatifitas, serta dana yang dikeluarkan untuk pembuatannya.

"Tim penilai langsung dari pengurus cabang Fatayat NU Bojonegoro. Jadi, kegiatan ini sangat profesional dan sajian peserta sangat bagus-bagus," sambungnya.

Ketua Fatayat NU Bojonegoro Hj Ifa Khoiria Ningrum menyatakan bangga atas kreativitas kader-kader Fatayat di Kanor terutama saat lomba tumpeng berlangsung. Sebab, Fatayat juga harus menjadi penopang keluarga yang berbudaya.

"Harus lebih ditingkatkan kembali kreativitasnya sehingga ke depan bertambah baik," harapnya.

Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro itu juga mengimbau seluruh kader untuk terus menjaga moral serta melestarikan budaya baik budaya lokal, regional hingga kelas nasional. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) menggelar seminar nasional Tata Kelola Air bertajuk ‘Mencegah Mata Air Menjadi Air Mata, Rabu (20/5) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

“Seminar ini juga sebagai rangkaian kegiatan Rakornas LPBINU di Bogor tanggal 20-23 Mei 2015. Ide-ide yang muncul dari kegiatan ini akan dijadikan rekomendasi pada saat Muktamar ke-33 NU mendatang,” ujar Ketua PP LPBINU, Avianto Muhtadi dalam sambutannya.

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Menurut Avianto, isu tata kelola air adalah persoalan yang penting dan krusial. Karena, lanjutnya, pengelolaan sumber daya air yang sejatinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ternyata menjadi air mata bagi masyarakat yang bermukim di sekitar mata air dan berdampak kapada masyarakat luas.

ArrahmahMedia.Com

“Persoalan ini membutuhkan solusi bersama antara pemangku kepentingan dalam tata kelola air, yaitu pemerintah dan perusahaan, serta masyarakat. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2015 mengingatkan pemangku kepentingan untuk kembali ke jalan yang benar secara konstitusidalam tata kelola air untuk kemakmuran rakyat banyak,” papar Avianto.

Hadir memberikan sambutan, Sekjen PBNU, H Marsudi Syuhud, Ketua MK RI, Prof Dr Arief Hidayat, dan para narasumber seminar sesi pertama, seperti KH Masdar Farid Mas’uadi (Rais Syuriyah PBNU), Rahmat Hidayat (Juru Bicara Lintas Asosiasi Pengguna Air/Wakil Ketua Umum GAPMMI), serta pejabat dari Kementerian PU dan PeRA, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan peserta seminar yang memadati lokasi.

ArrahmahMedia.Com

Pada sesi kedua, hadir juga para pembicara, antara lain, Ir Basah Hernowo, MA (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air) dan Ir B Wisnu Widjaja, MSc ((Deputi Pencegahan dan Kesiap-siagaan BNPB).? (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Santri, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Selasa, 23 Januari 2018

Ini Cara Mudah Dapatkan Lailatul Qadar

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com yang terhormat. Di sepuluh akhir bulan Ramadhan ini banyak orang mengharapkan mendapatkan Lailatul Qadar. Biasanya mereka meningkatkan intensitas ibadah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar.

Ini Cara Mudah Dapatkan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Mudah Dapatkan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Mudah Dapatkan Lailatul Qadar

Namun yang ingin kami tanyakan adalah amalan apa yang sekiranya dapat mempermudah atau mempercepat kita mendapatkan Lailatul Qadar. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Wahyu/Bandung).

Jawaban

ArrahmahMedia.Com

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan ini kami akan menjawab pertanyaan kedua saudara Wahyu dari Bandung mengenai kiat-kiat atau cara bagaimana bisa mendapatkan Lailatul Qadar.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dikatakan bahwa kita dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari).

Untuk mendapatkan Lailatul Qadar memang tidak mudah. Karenanya tidak semua orang bisa mendapatkannya. Dibutuhkan usaha keras dan tidak kenal lelah untuk selalu meningkatkan intensitas ibadah terutama pada sepuluh akhir di bulan Ramadhan sebagaimana yang dipraktikan Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan hadits riwayat Muslim.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi saw meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain,” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Rasulullah SAW mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya dan membangungnkan keluarganya.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?-?: ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? - ? ?

Artinya, “Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” (Muttafaq ‘alaih).

Lantas apa yang dimaksud dengan mengencangkan kain bawahnya dalam hadits di atas? Menurut Ibnu Baththal, maksudnya ialah Rasulullah SAW tidak menggauli istrinya. Sedangkan yang dimaksud dengan membangunkan keluarganya adalah beliau menganjurkan dan mendorong keluarganya untuk melakukan? mengingatkan keluarganya untuk melakukan amaliah sunah dan kebajikan lainya yang bukan fardhu.

? ? ? : ? : ( ? ? ) ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? : ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Artinya, “Sufyan Ats-Tsauri berkata maksud ‘mengencangkan kain atasnya’ dalam hadits di atas adalah Rasulullah SAW tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya. Sedangkan pernyataan ‘Beliau (Nabi saw) membangunkan keluarganya’ dapat dipahami bahwa suami dianjurkan mendorong keluarganya untuk mengerjakan amalan sunah dan amal kebajikan lainya selain yang wajib serta menekankan kepada mereka untuk melakukan hal tersebut,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl-Maktabah Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz IV, halaman 159).

Lantas bagaimana yang dimaksud dengan Rasulullah SAW menghidupkan malamnya? Apakah beribadah semalam suntuk sampai pagi? Jawaban yang tersedia adalah Rasulullah SAW tidak tidur tetapi disibukkan dengan ibadah pada sebagian besar malam, bukan semalam suntuk sampai pagi. Sebab, ada riwayat dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW beribadah semalam penuh sampai pagi.

(? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(dan menghidupkan malamnya) maksudnya adalah Rasulullah SAW tidak tidur di mana tidur adalah saudara kematian, dan beribadah pada sebagian besar malam bukan seluruhnya sebab ada riwayat dari Aisyah ra yang menyatakan: ‘Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW melakukan ibadah satu malam penuh sampai pagi hari,’” (Lihat, Abdurrauf al-Munawi, Faidlul Qadir, Bairut-Darul Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz V, halaman 168).

Dengan mengacu kepada penjelasan di atas maka setidaknya ada tiga amaliah yang bisa dilakukan. Amaliah itu diharapkan dapat mempermudah kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu pada sepuluh akhir Ramadhan pertama, untuk sementara tidak melakukan hubungan suami-istri. Kedua, meningkatkan intensitas beribadah terutama pada malam hari. Ketiga, mendorong atau meminta keluarga untuk melakukan amaliah sunah dan amal kebajikan selain yang fardhu.

Bagi para pembaca, tingkatkan ibadah serta kebajikan, lebih-lebih pada sepuluh akhir pada bulan Ramadhan.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Kamis, 18 Januari 2018

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com



Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo ikut ambil bagian dalam kegiatan gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (22/8) sore.

Menariknya tidak hanya mengikuti gerak jalan saja, dengan semangat 45 para pelajar NU di Kecamatan Gading ini tidak henti-hentinya melantunkan lagu Subbanul Wathon di sepanjang rute yang dilaluinya. Dimana start dimulai di Desa Sentul dan finish di Lapangan Desa Wangkal Kecamatan Gading.

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Jalan, IPNU-IPPNU Gading Lantunkan Lagu Subbanul Wathon

Abd Rohim selaku Ketua IPNU dan Laelatus Sulfiah sebagai Ketua IPPNU Kecamatan Gading turut ikut serta dalam acara ini. Dengan antusiasnya mereka selalu ingat kiprah dan jasa pejuang terdahulu dimana momen ini ? mengajak kepada seluruh santri, pelajar dan khalayak umum untuk aktif dan kreatif melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan pendiri bangsa.?

“Generasi muda harus mampu melakukan kerja-kerja kongkrit dan positif guna mengisi kemerdekaan. Hal ini sebagaimana dulu sudah dibuktikan oleh perjuangan para kiai dan santri/pelajar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Ketua PAC IPNU Kecamatan Gading Abd Rohim.

ArrahmahMedia.Com

Yang menarik, dalam momentum tahunan ini IPNU dan IPPNU Kecamatan Gading pertama kalinya berpartisipasi dalam memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Selain lagu Subbanul Wathon, pelajar NU ini juga melantunkan yel-yel keislaman, kebangsaan dan ke-NU-an.

Selain itu, pembacaan lagu karya KH Abdul Wahab Chasbullah (1934 M) tersebut seakan menjadi isyarat bahwa perlunya mensinergikan kecintaan kita terhadap tanah air Indonesia harus senantiasa menjadi bagian integral untuk merawat keislaman dan keindonesiaan.

“Pelajar NU harus pandai dan piawai untuk membendung faham radikalisme, liberalisme, skulariame dan lain-lain yang tentunya akan merusak gerasi muda saat ini. Kedepannya, lagu ini memberikan ghirah kepada penerus kepemimpinan akan dating. Sinergitas menjaga NKRI dan kontinuitas dalam upaya menjaga Islam yang rahmatan lilalamin di bumi Nusantara,” tegas Ketua PAC IPPNU Kecamatan Gading Laelatus Sulfiah.

Keikutsertaan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading dalam gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI ini mendapatkan apresiasi yang positif dari Pembina PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gading Roby Zidni Ilman. “Mari tunjukkan bahwa pelajar NU juga bisa berperan aktif untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, PonPes, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Tasikmlaya, ArrahmahMedia.Com - Pelajar NU Tasikmalaya mengisi masa libur akhir pekan dengan membicarakan tentang peran kaum muda khususnya pelajar dan NKRI serta konsep negara di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (5/03). Mereka juga melakukan pemetaaan gerakan radikal.

Perkumpulan ini langsung dipimpin oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmlaya Aa Fuad Muchlis. Ia sedikit memaparkan materi sebagai pengantar diskusi. Ia menyinggung paham-paham transnasional yang sudah tidak laku di negara asalnya.

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Ia menyebut salah satunya HTI. “Di Yordania tempat kelahirannya sudah tak laku, tetapi mau-maunya kita terima. Para ulama NU telah memutuskan bahwa Pancasila sudah final dan kita rekan-rekanita Pelajar NU sebagai penjaga ulama. Apa yang telah disepakati oleh panutan kita salah satunya adalah NKRI.”

Ajengan yang pernah belajar langsung kepada Rais Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat ini menekankan para kader muda ini untuk terus belajar dan membaca. “Karena itu tugas kita dan ciptakan kaderisasi yang luar biasa di tubuh IPNU-IPPNU. Pelajar NU masa kini adalah NU di masa yang akan datang. Masa depan NU dan masa depan NKRI berada pada pundak kalian,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Keta IPNU Kabupaten Tasikmalaya Alimudin mengatakan, pertemuan ini akan rutin setiap Ahad. “Jika kali ini hanya pelajar NU, minggu selanjutnya seluruh KBNU (Keluarga Besar NU) khususnya anak mudanya yang termasuk banom NU. Mereka akan meramaikan Gedung Kebanggan warga Nahdliyyin Kabupaten Tasikmalaya ini dengan majlis ilmu setiap minggunya.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Ulama, Daerah ArrahmahMedia.Com

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Pacet, ArrahmahMedia.Com. IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Rakercab yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (14-15/2) di Villa Al-Khusna Pacet, Mojokerto. Selain sebagai forum merencanakan program-program besar terkait perkembangan kaderisasi NU yang ada di Lamongan, dalam kegiatan ini juga menanggapi isu-isu terkait dengan pendidikan diantaranya terkait kasus bocornya soal UN tahun 2014 dan maraknya kasus Penyalahgunaan Narkoba yang ada di kalangan pendidikan baik guru maupun siswa.?

“Kami akan menyampaikan rekomendasi hasil Rakercab ini kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dimana kami menganggap ada yang salah dari manajemen pendidikan yang ada di Pemkab,” ungkap Gunawan Wibisono, Ketua Panitia Rakercab PC IPNU-IPPNU Lamongan.

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan M Muhlisin menjelaskan, bahwa Rakercab ini digunakan sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi ? Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan terkait rekomendasi yang dihasilkan.?

ArrahmahMedia.Com

Dirinya mengungkapkan, bahwa rekomendasi ini akan segera disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lamongan. ? PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan juga akan mendorong Dinas Pendidikan Lamongan agar segera memperbaiki manajemen pendidikan yang ada di Lamongan.

ArrahmahMedia.Com

“Serta mendorong Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamongan ? dan Satreskoba Polres Lamongan agar terus ? proaktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Acara raker ini dibuka oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan serta Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur dan ditutup oleh Pengurus PC GP Ansor Lamongan. (Slamet/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Makam, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mendaraskan renungannya dalam memperingati momen Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (31/1). Ia mengingatkan sejumlah pesan kiai dan gurunya yang selama ini dijadikan pijakan dirinya sebagai Nahdliyin.

“Sahabat, hari ini 91 tahun NU. Ini sebagian renungan saya. Saya terlahir dari rahim NU. Saya tumbuh kembang dan dibesarkan dalam tradisi dan pemikiran NU,” ujar Khofifah mengawali kalimat renungannya.

Menteri Sosial RI ini mengungkapkan, dirinya berikhtiar untuk berjuang dan melayani masyarakat dan membangun bangsa ini melalui metode dan pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang diajarkan guru-gurunya yang sebagian besar adalah tokoh NU yang juga tokoh bangsa seperti Gus Dur.

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

“Saya diajarkan oleh Kiai Muchith Muzadi untuk menempatkan NU seperti mobil plat hitam. Bukan mobil plat kuning yang bisa disewa siapa saja dan bisa ditumpangi serta berhenti dimana saja,” tutur perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Bukan juga mobil plat merah, kata Khofifah, amanah para gurunya ia sering posting di sejumlah kanal media sosial sejak dirinya memakai smartphone sampai saat ini. “Sebagai pengingat saya dalam melayari kehidupan,” ungkapnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, Hari ini NU berkembang pesat. Kader NU sukses di area akademik, NU telah memiliki banyak perguruan tinggi atas nama NU. Saat ini NU juga memiliki banyak rumah sakit, dan kader NU banyak yang sukses di medan politik.?

Yang lebih spektakuler bagi bangsa Indonesia, imbuh Khofifah, NU telah mendidik anak bangsa dengan sikap moderasi, toleran, dan keseimbangan terutama melalui pendidikan di berbagai pesantren yang sebagian di antaranya sudah berusia lebih satu abad.

“Di bidang ekonomi agaknya NU masih harus terus bekerja keras. Saya bangga dan bersyukur terlahir dan tumbuh kembang di jamiyah NU. Semoga berkah dan maslahah,” tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 06 Januari 2018

Apresiasi Pelatihan Pemuda, PCNU Pohuwato Siap Adopsi Program LTM PBNU Itu

Pohuwato, ArrahmahMedia.Com. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo H Daiman Ali mengapresiasi agenda Pelatihan Pemuda Pelopor yang diselenggarakan di Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Kabupaten Pohuwato Gorontalo, Rabu (6/12). 

H Daiman menyebutkan akan mengadopsi agenda tersebut dan mengadakannya di setiap kecamatan yang ada di Pohuwato. 

“Kita adopsi kegiatan ini karena pak Bupati juga sangat merespon baik,” katanya di hadapan peserta pelatihan.

Apresiasi Pelatihan Pemuda, PCNU Pohuwato Siap Adopsi Program LTM PBNU Itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Pelatihan Pemuda, PCNU Pohuwato Siap Adopsi Program LTM PBNU Itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Pelatihan Pemuda, PCNU Pohuwato Siap Adopsi Program LTM PBNU Itu

Ia menyayangkan, banyak masjid yang dibangun secara megah-megahan namun sepi akan jamaah. Ia berharap, masyarakat –khususnya Nahdliyin- Kabupaten Pohuwato untuk ikut serta merawat dan memakmurkan masjid.

“Kita rawat, lestarikan, dan makmurkan masjid kita,” ucapnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, ia juga berharap masjid bisa menjadi pemersatu masyarakat mengingat masyarakat yang berbeda-beda mulai dari partai politiknya, pilihan bupati, dan lainnya. Menurutnya, ketika seseorang masuk masjid maka harus meninggalkan itu semua untuk bersama-sama menghadap Allah.

“Ketika masuk masjid tidak ada gontok-gontokan lagi,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Tokoh, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Kamis, 04 Januari 2018

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo

Tegal, ArrahmahMedia.Com  

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal merancang program “Debit Saldo Rekening Bank” (PSRB). Gagasan yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini dilakukan melancarkan dan mengembangkan organisasi. 

Program tersebut juga merupakan ikhtiyar untuk menjawab pertanyaan penting, “Bagaimana NU meningkatkan daya guna untuk kemaslahatan bersama, baik NU, badan otonom, masyarakat luas?”

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal H. Ahmad Wasy’ari  mengharapkan dukungan dalam rangka kemandirian organisasi.  

ArrahmahMedia.Com

“Program ini kami sengaja luncurkan karena kami sering menanggung kegagalan untuk dalam pengupayakan pendanaan, dari mulai ianah syahriah NU, bulan dana, mauapun gerakan semiliar rupaiah karena mungkin prosesnya melaui biyadi dari tangan ke tangan,” jelas Wasy’ari di depan peserta pendidikan guru PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal. 

PCNU telah menunjuk tak kurang dari sepuluh bank untuk melancarkan program tersebut. “Dalam waktu dekat, Nadhliyin yang ingin menyisihkan sebagian hartanya akn dipermudah dengan program ini. Aksesnya mudah, cepat dan tidak mengundang masalah,” ujarnya. 

ArrahmahMedia.Com

“Kalau ini berhasil maka menjadi luar biasa, dan ini tidak bisa lepas dari peran sosialiasi di masyarakat, terutama kaum Nahdliyin,” lanjutnya.

 

Redaktur       : Hamzah Sahal

Kontributror : Abdul Muiz    

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Santri ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Pontianak, ArrahmahMedia.Com



Pemerintah Kota Pontianak, akan mensyaratkan masuk SMA/sederajat negeri di kota itu, bagi umat Muslim harus punya sertifikat khatam baca Al-Quran, kata Wali kota setempat, Sutarmidji.

"Sertifikat khatam Al-Quran tersebut harus ditandatangi oleh setingkat wali Kota Pontianak, kalau tidak maka murid yang bersangkutan akan dilakukan bimbingan khusus agar bisa cepat dalam mengenal Al-Quran," kata Sutarmidji dalam sambutannya pada acara khataman Al-Quran secara massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Ahad.

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Sutarmidji menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan, agar generasi mendatang, terutama umat Muslim, tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Quran.

"Kedepan, saya targetkan, semua murid SD yang Muslim sudah harus bisa baca tulis Al-Quran, tamat SMP sudah khatam Al-Quran," ungkapnya.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, tahun depannya, acara khataman Al-Quran akan lebih besar lagi, yang tetap akan dipusatkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

ArrahmahMedia.Com

"Hari ini ada sekitar 1.100 anak-anak SD yang mengikuti khataman Al-Quran massal hari ini, yang sekitar 90 persen dari murid-murid guru ngaji tradisional," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, banyak masyarakat menilai sudah tidak ada lagi murid-murid dari guru ngaji tradisional. "Hari ini kami buktikan, ternyata masih banyak murid-murid dari guru ngaji tradisional yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Sutarmidji menambahkan, pelaksanaan khataman Al-Quran ini, memang benar-benar anak-anak yang khatam 30 juz Al-Quran dari guru-guru ngaji tradisional.?

"Tujuan dilakukannya khataman Al-Quran dan pembelajaran agama tersebut, agar generasi mendatang paham betul tentang ajaran agam Islam, sehingga tidak berbuat yang menyimpang, seperti menggunakan narkoba dan lain sebagainya," kata Sutarmidji.

Selain itu, dia juga meminta para penyuluh agama Islam dan guru ngaji agar mengajarkan kepada generasi muda bagaimana shalat yang baik dan benar menurut agama Islam. "Sehingga tidak ada lagi anak-anak muda yang tidak tahu bagaimana shalat yang baik dan benar," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Senin, 27 November 2017

Al-Islah Gelar Isra’ Mi’raj hingga Kunjungan ke Pesantren

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Kampung Jemurwonosari Surabaya yang diapit dua kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Universitas NU Surabaya (UNUSA), Ahad pagi (25/5) pagi, tampak padat oleh warga. Mereka mengisi kursi yang tersedia menghadap sebuah panggung besar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj.

Al-Islah Gelar Isra’ Mi’raj hingga Kunjungan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Islah Gelar Isra’ Mi’raj hingga Kunjungan ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Islah Gelar Isra’ Mi’raj hingga Kunjungan ke Pesantren

Mengawali acara, sedikitnya 400 warga membaca surah Al-Fatihah sebanyak 41 yang dilanjutkan dengan istighotsah. Mereka terdiri dari aktivis PKK dan jamaah Jam’iyyah Al-Ishlah.

Pertemuan ini dimeriahkan dengan grup rebana Al-Khairiyah dari aktivis ibu PKK RW setempat. Sementara Mustasyar MWCNU Bangil KH Rahmat Affandi menyampaikan taushiyah perihal perlunya menumbuhkan keimanan, kerukunan antara suami dan istri, antarwarga, dan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak.

ArrahmahMedia.Com

Ketua panitia Djoko Siswoyo kepada ArrahmahMedia.Com mengatakan, sholat menjadi inti penting dalam peringatan Isra dan Mi’raj.

ArrahmahMedia.Com

“Kajian tentang sholat inilah yang menjadi prioritas Majelis Taklim Jam’iyyah Al-Islah beberapa bulan terakhir ini,” terang Djoko.

Pada Jumat-Ahad (6-8/6) mendatang, jamaah Al-Islah akan mengadakan ziarah para wali, para ulama dan kajian agama di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kita, kata Djoko, akan singgah menimba ilmu di beberapa pesantren. (Ma’ruf Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Minggu, 26 November 2017

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com?

Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan kajian Tafsir Surat Al Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU, Ahad (19/3). ? Ia menganjurkan untuk tidak merasa lebih dari yang lain, apalagi dibarengi dengan merendahkan mereka.?

"Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku menghardik para yatim," katanya menjelaskan surat Al Maun yang sebagian diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Abah Sujadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa salah satu makna hakiki dari yatim berdasarkan kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.

Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian, maka menurutnya, orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai agama sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Al-Maun tersebut.

ArrahmahMedia.Com

"Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak memberikan makan orang miskin, lalai dalam shalat, orang yang senang pamer atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan," terangnya mengutip arti surat Al-Maun yang memiliki makna kebaikan ini.

Kiai alumnus Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa surat Al-Maun merupakan surat yang strategis dan mendapatkan perhatian lebih dari surat lain di Al-Quran.?

Hal ini, menurutnya, karena surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk dijawab, tspi untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang disampaikan.

"Dalam surat ini tertulis juga kata “dzalika” yang berarti itu bukan bukan “hadza” yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang jauh dari Allah SWT," jelas kiai yang energik dan murah senyum ini.

ArrahmahMedia.Com

Oleh karenanya, ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.

"Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama. Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Pondok Pesantren, Makam ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 11 November 2017

Benarkah Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina?

Oleh Nadirsyah Hosen

Beredar di media sosial (medsos) potongan gambar yang berisi keterangan sebagai berikut:

Benarkah Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina? (Sumber Gambar : Nu Online)
Benarkah Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina? (Sumber Gambar : Nu Online)

Benarkah Nabi Marah Jika Agama Allah Dihina?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Diberi penjelasan bahwa ini ucapan Sayyid Thantawi, yang disarikan dari Hadits riwayat Hindun bin Abi Halah, yang dikeluarkan oleh Imam al-Thabarani dan Imam al-Tirmidzi. Lantas teks Arabnya diberi terjemahan sebagai berikut:

"Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika agama Allah dihina (ajaranNya dilanggar), maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau."

Pernyataan lewat gambar dan video diviralkan untuk melegitimasi bahwa wajar orang Islam marah kalau ajaran agamanya dihina. Benarkah keterangan di atas? Mari kita ngaji bersama.

Pertama, terjemahan teks di atas cukup tendensius. Kalimat yang benar justru yang di dalam kurung "jika ajaranNya dilanggar", bukan "jika agama Allah dihina". Pengembangan makna (untuk tidak mengatakan terjemahan ini sudah dipelintir) ini yang bermasalah. Jadi terjemahan yang tepat adalah:

ArrahmahMedia.Com

"Nabi SAW tidak marah untuk kepentingan (pribadinya). Namun jika ajaranNya dilanggar, maka tidak ada sesuatu apapun yang bisa tegak di hadapan kemarahan beliau."

Apa maksudnya? Kita akan jelaskan di bawah ini setelah membahas soal sumber kutipan teks di atas.

Kedua, teks ini diriwayatkan dari Hindun bin Abi Halah. Siapa beliau? Abi Halah adalah suami Siti Khadijah sebelum menikah dengan Rasulullah SAW. Jadi Hindun itu adalah anak tiri Nabi Muhammad. Sewaktu Siti Khadijah menikah dengan Nabiyullah, Hindun ini berusia remaja dan tinggal bersama Nabi Muhammad dan ibunda Siti Khadijah.?

Itulah sebabnya Hindun tahu persis seluk-beluk perilaku keseharian Nabi. Dalam riwayat panjang yang dikutip Sayyid Thantawi, seperti yang saya akan jelaskan di bawah, Sayyidina Hasan bertanya kepada pamannya, yaitu Hindun bin Abi Halah mengenai sosok sang Datuk.

Ketiga, entah mengapa yang diedarkan di atas adalah teks ucapan Sayyid Thantawi, mantan Grand Syekh al-Azhar dan Mufti Mesir, kok bukan teks Haditsnya langsung? Apa karena khawatir ada pertanyaan mengenai kesahihan status hadits dari Imam al-Thabarani dan Imam al-Tirmidzi? Maklum ada kecenderungan untuk menganggap seolah hanya Hadits dari Bukhari-Muslim saja yang sahih. Tentu tidak demikian.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi dengan lengkap dalam kitab asy-Syamail. Saya tidak menemukannya dalam kitab Sunan al-Tirmidzi. Kitab Syamail ini berkisah tentang sosok Rasulullah SAW. Ini dalam konteks pembahasan mengenai adab atau etika, bukan berkenaan dengan hukum agama. Kita bisa bandingkan kitab Syamail ini dengan kitab Adab al-Mufrad yang ditulis oleh Imam Bukhari, selain beliau menulis kitab Sahih Bukhari yang terkenal itu.

Riwayat lengkap penuturan mengenai akhlak Nabi ini juga dicantumkan oleh Ibn Katsir dalam kitab al Bidayah wan Nihayah (6/33). Sanad hadits ini disebutkan oleh al-Hakim dalam kitab al Mustadrak (3/640). Hadits itu juga dikeluarkan oleh Imam Thabarani dan Ibnu Asakir seperti yang terdapat dalam kitab Kanzul Ummal (4/32) dan oleh Baghawi dalam kitab al-Ishabah (3/611).

Saya kutipkan teks terkait untuk memahami konteks pernyataan Hindun bin Abi Halah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.?

"Rasulullah SAW tidak berkata-kata kecuali seperlunya, beliau lebih sering diam. Beliau memulai dan menyudahi pembicaraan dengan sepenuhnya, dan tidak bicara dengan bibir saja. Perkataannya singkat tetapi mempunyai makna dan hikmah yang dalam. Tidak mencela dan tidak pula memuji dengan berlebihan. Tidak ada seorangpun yang bisa melawan kemarahannya jika kebenaran didustakan sehingga beliau memenangkan kebenaran itu."

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dalam riwayat lain dikatakan, "Rasulullah SAW tidak marah disebabkan urusan duniawi, tetapi apabila kebenaran didustakan, beliau SAW akan marah tanpa ada seorangpun yang bisa tegak dihadapan kemarahan beliau, sehingga beliau memenangkan kebenaran itu baginya.?

Beliau tidak marah berkaitan dengan kepentingannya sendiri, dan tidak pernah memberikan hukuman karena dirinya sendiri. Apabila beliau menunjuk atau memberi isyarat ke arah sesuatu, beliau akan menunjuknya dengan seluruh telapak tangannya. Apabila beliau merasa takjub, beliau akan membalikan telapak tangannya."

Maka jelas konteks marahnya Rasul itu bukan karena soal dihina, tapi karena soal kebenaran yang dilanggar atau didustakan. Sebenarnya teks senada juga tercantum dalam kitab Sahih Bukhari (hadits no 6288), Sahih Muslim (4294) dan Sunan Abi Dawud (4153).

Saya cantumkan teks dari Sahih Bukhari:

?? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Rasul memilih perkara yg ringan jika ada dua pilihan selama tidak mengandung dosa. Jika mengandung dosa, Rasul akan menjauhinya. Demi Allah, beliau tidak pernah marah karena urusan pribadi, tapi jika ajaran Allah dilanggar maka beliau menjadi marah karena Allah (lillah)."

Jadi sekali lagi jelas bahwa ini konteksnya Rasulullah bukan marah karena agama Allah dihina. Tapi marah kalau kebenaran/ajaran Allah dinodai dengan cara melanggar atau mendustai ajaran Islam itu sendiri. Jadi marahnya Rasul itu semata karena Allah, bukan karena dendam pribadi apalagi karena urusan politik pilpres dan pilkada di TPS (tempat pemungutan suara).

Yang banyak terjadi sekarang ini lain lagi. Kita marah, terus kita --mengutip Gus Mus -- sok penting seakan-akan Allah juga ikutan marah. Emang siapa kita sih?!

Terus kita marah-marah dengan kutip sana-pelintir sini, biar disangka Allah ikutan marah juga. Kok teganya Nabi yang diutus untuk menyempurnakan akhlak dan Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu dianggap sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit terhina.

Bersabda Rasulullah SAW:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ?

Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Luar biasa kan, kasih sayang Allah itu melebihi murkaNya! Kalau kita terbalik: marahnya kita sampai ke ubun-ubun hingga lepas kontrol mengeluarkan kosa kata yang tidak pantas, dan marahnya terus berkepanjangan dari 2014 sampai 2019 --boro-boro kita mau belajar menahan amarah agar bisa menyayangi dan menebar rahmat untuk semesta. Duh, Gusti....

Penulis adalah Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Kamis, 26 Oktober 2017

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai

Cirebon, ArrahmahMedia.Com. Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9), merekomendasikan usulan gelar pahlawan bagi para ulama NU. Mereka antara lain KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Abbas Buntet Cirebon dan KH Abdurrahman Wahid.

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai

Kiai lainnya yang diusulkan dalam sidang komisi rekomendasi adalah Kiai Subhi Parakan Temanggung dan beberapa kyai lain yang telah nyata berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu putra Kiai Wahab Hasbullah, KH Hasib Wahab yang meneruskan pengasuhan pondok pesantren Bahrul Ulum Tambah Beras Jombang, di sela sidang komisi di Munas-Konbes NU menyatakan, pengusulan gelar pahlawan itu bukan untuk meminta imbalas atas jasa mereka terhadap negara. 

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya usulan itu lebih dimotivasi keinginan agar generasi muda sekarang bisa mengambil teladan dan punya motivasi perjuangan seperti para pendahulunya. Lebih khusus agar warga  muda NU meniru para kiainya yang telah begitu besar pengorbanannya bagi negeri yang sangat di cintainya.

ArrahmahMedia.Com

"Kita saat ini butuh inspirasi. Butuh teladan dalam nasionalisme dan kecintaan pada kemerdekaan. Sudah selayaknya ulama yang berjuang begitu luar biasa dicatat dalam sejarah sebagai pahlawan. Agar anak cucu kita kelak bisa meneladani mereka," tutur kiai Hasib yang baru datang usai menggelar Haul ke-41 Simbah KH Abdul Wahab Hasbullah di pondok pesantrennya, kemarin.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, Kiai Wahab Hasbullah sangat layak untuk segera diberi gelar pahlawan. Sebab peran beliau yang luar biasa sejak sebelum kemerdekaan hingga menyelamatkan NKRI ketika diserbu sekutu. Dalam peristiwa 10 November 1945, ketika Surabaya dikepung Belanda dan sekutu yang dipimpin Amerika, terangnya, Kiai Wahab Hasbullah berkeliling Jawa dan Madura untuk mengundang para ulama agar berkumpul membahas situasi republik yang genting.

Hasilnya, maklumat NU yang diserukan Rais Akbar Hadrotus Syakh KH Hasyhim Asyari atau lebih terkenal dengan nama Resolusi Jihad NU, menjadi pemantik gerakan perlawanan rakyat semesta melawan sekutu di Surabaya.

"Mbah Wahab waktu itu juga mengontak seluruh komandan laskar Hizbullah dan Sabilillah untuk menyerbu sekutu setelah keluar resolusi jihad," ujarnya.

Sekedar menambahkan data, Kiai Wahab lantas menyebutkan, para kyai seperjuangan Mbah Wahab sudah diberi gelar pahlawan. Termasuk yunior beliau. Yaitu KH Abdul Wahid Hasyim dan  KH Idham Kholid untuk menyebut dua nama. PBNU, kata dia perlu segera memproses pengusulan gelar pahlawan bagi para ulama NU. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menurutnya, juga masuk prioritas pengusulan, bersamaan dengan pengusulan nama KH Abdul Wahab Hasbullah.

"Munas ini harus menghasilkan rekomendasi hal tersebut. Usai acara ini, PBNU kami harap segera memproses usulan tersebut," pungkasnya diamini mantan ketua GP Ansor Cholid Mawardi, tokoh keraton Cirebon, Ki Ageng Macan Putih dan beberapa kiai lain. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Nusantara, Daerah ArrahmahMedia.Com

Senin, 28 Agustus 2017

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Almarhum KH Idham Chalid tercatat sebagai tokoh yang paling lama memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Dalam usia 34 tahun, Kiai Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Jabatan tersebut diembannya selama 28 tahun, yaitu hingga tahun 1984. Pada tahun 1984, posisi Kiai Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase Khittah 1926 atau NU kembali menegaskan diri sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis.

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

KH Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, adalah anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H. Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 km dari Banjarmasin.

ArrahmahMedia.Com

Saat usianya baru enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.

Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru. Kiai Idham juga tercatat sebagai "Bapak" pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

ArrahmahMedia.Com

Setelah tidak berkiprah di panggung politik praktis yang telah membesarkan namanya, waktunya dihabiskan bersama keluarga dengan mengelola Pesantren Daarul Maarif di bilangan Cipete. (nam/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Halaqoh, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Rabu, 16 Agustus 2017

Akhirnya Taliban Dirikan Sekolah untuk Anak Perempuan

Kabul, ArrahmahMedia.Com. Saat Taliban melarang anak- anak perempuan untuk bersekolah di tahun 1990-an, Mulah Wakil Ahmad Muttawakil menjabat sebagai menteri luar negeri.

Akhirnya Taliban Dirikan Sekolah untuk Anak Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhirnya Taliban Dirikan Sekolah untuk Anak Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhirnya Taliban Dirikan Sekolah untuk Anak Perempuan

Kini, putri Muttawakil bersekolah di Kabul— di sebuah sekolah yang ia bangun. “Ia duduk di kelas dua dan menjadi salah satu siswa berprestasi di kelasnya,” ujarnya bangga. Katanya ia sering membantu anaknya mengerjakan pekerjaan rumah. Demikian dilaporkan oleh wall street journal, Kamis (17/1).

Putrinya adalah satu dari 250 anak perempuan yang mendaftar di sekolah yang ia dirikan tiga tahun lalu bersama sejumlah mantan pejabat Taliban yang lebih memilih bersikap moderat dalam beberapa tahun belakangan.

ArrahmahMedia.Com

Seperti juga pendiri lain, Mullah Abdul Salam Zaeef, mantan duta besar Taliban untuk Pakistan, Muttawakil menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara milik Amerika Serikat (AS) setelah rezim Taliban digulingkan pada 2001. Keduanya berada dalam pengawasan pemerintah, namun tak satu pun dari mereka menolak kepemimpinan Mullah Omar.

Dalam beberapa tahun terakhir, kepemimpinan Taliban telah berupaya memperlunak citra di mata masyarakat. Mereka ingin kembali berkuasa di saat pasukan koalisi pimpinan AS keluar dari negeri itu pada Desember. Dalam pernyataan publik, Taliban menyatakan dukungan terhadap pendidikan bagi kaum wanita sejauh pengajaran dilakukan dalam suasana Islami.

ArrahmahMedia.Com

Sekolah yang didirikan di Kabul oleh Muttawakil dan mantan pejabat Taliban digembar-gemborkan lebih dari itu, dan memberi pandangan sekilas tentang bagaimana wajah pendidikan di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Gagasan di balik sekolah Afghan, ujar Muttawakil, adalah “menjembatani jurang antara sekolah modern dan madrasah.”

Lembaga yang menaungi sekolah dasar hingga sekolah menengah atas itu menerapkan pemisahan antara lelaki dan perempuan.

Para siswa mendapat porsi besar pelajaran agama. Dalam kunjungan ke sekolah itu baru-baru ini, para siswa kelas satu berdiri untuk membawakan huruf Hijaiyah. Namun, mereka pun belajar bahasa Inggris dan komputer.

Selain kurikulum pemerintah, sekolah itu juga menawarkan kursus keterampilan: memasak dan menjahit bagi para siswi, dan pelatihan kelistrikan bagi para siswa.

Satu-satunya ruangan yang menyatukan keberadaan murid lelaki dan perempuan adalah laboratorium kimia, dengan pintu terpisah. Jendela besar laboratorium dicat agar para siswa tidak bisa mengintip ke wilayah para siswi.

Hebatnya, model tersebut mendapat persetujuan pemerintah Afghanistan dan Taliban. Kementerian Pendidikan Afghanistan baru-baru ini menggolongkan sekolah tersebut sebagai salah satu yang terbaik di Kabul.

“Menurut aturan Islam dan budaya Afghanistan, sistemnya bagus,” ujar Kabir Hakmal, juru bicara kementerian. “Sistem itu mendorong keluarga untuk menyekolahkan para putrinya.”

Dalam masyarakat yang konservatif seperti itu, banyak keluarga enggan menyekolahkan anak perempuan. Pendaftaran anak perempuan ke sekolah terus meningkat sejak 2001, tetapi belum maksimal: sekitar 66% anak perempuan masuk sekolah dasar, sementara murid laki-laki berjumlah 92%, demikian data pemerintah pada 2012. Persentase itu turun menjadi 26% pada tingkat sekolah menengah pertama saat para gadis memasuki masa pubertas dan memasuki usia menikah.

Itu prestasi besar dari sektor pendidikan di puncak kekuasaan Taliban pada 1999 yang hanya mencatat 6,4% gadis usia sekolah dasar di Aghanistan mendapatkan pengajaran, demikian perkiraan Badan Pembangunan Internasional AS.?

PBNU turun mendorong pengembangan pendidikan bagi perempuan Afganistan. Mulai September 2013 lalu, sebanyak 23 mahasiswa perempuan asal Afganistan memperoleh beasiswa dari PBNU untuk belajar di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Mereka belajar dalam berbagai program studi seperti ekonomi, farmasi, hubungan internasional, dan lainnya. (mukafi niam)

Foto: wsj

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Kajian, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Mei 2017

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) bekerja sama dengan Harian Kompas selama tiga hari (17-19/2) di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kebon Jeruk, Jakarta Barat pun selesai.?

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Ahad (19/2), saat menutup acara tersebut menyampaikan kegembiraan atas diselenggarakannya Diklat jurnalistik. Karena menurutnya, banyak orang jadi tokoh dunia itu rata-rata karena punya basic jurnalistik

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU Jelaskan Pentingnya Ilmu Jurnalistik

Ia mengatakan, kalau orang jadi tokoh tapi tidak pernah mengikuti kegiatan juranilistik, itu nampak kelihatan sekali, kalau ada wartawan lari, bungkam, diam, dan marah-marah.

Tapi, lanjutnya, orang yang mengikuti jurnalistik, itu akan biasa saja. Mau keadaan genting kaya apa, biasa, tidak gagap, tenang, mempunyai pikiran yang cerdas, mengolah bahasa dan kata yang tepat, menjawab situasi-situasi genting apapun itu mampu.

ArrahmahMedia.Com

Pentingnya ilmu jurnalistik bagi seseorang karena bisa membantunya mencapai kesuksesan menjadi tokoh atau pemimpin.

“Ilmu jurnalis akan mempercepat anda menjadi tokoh, karrna anda wajib ngomong, menyampaikan,” jelas kiai yang juga pengasuh Ponpes Ekonomi Darul Uchwah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tersebut. (Husni Sahal/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam, Pondok Pesantren, Makam ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock