Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Way Kanan, ArrahmahMedia.Com. Penistaan agama sejatinya tidak saja dalam bentuk pernyataan, namun juga melalui perilaku dan itu sering luput dari perhatian. Salah satu contoh ialah abai terhadap persoalan lingkungan hidup. ? Itu salah satu bentuk penistaan agama dan kitab suci. Termasuk sikap anarkis, bengis, dan kesewenang-wenangan.

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Hal ini disampaikan oleh penggiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Lampung, Gatot Arifianto, di Bandar Lampung, Ahad (30/10).

"Tapi tenang saja, tidak akan ada yang mendemo. Jadi lanjutkan saja penistaan itu terus menerus dengan membuang sampah sembarangan," sindir penggiat Gusdurian Lampung itu.

The Pew Forum on Religion & Public Life pada 2010 mencatat Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim tertinggi. Dari 205 juta penduduk Indonesia, dilaporkan sedikitnya 88,1 persen beragama Islam. Jumlah tersebut mencapai 12,7 persen dari populasi muslim dunia.

ArrahmahMedia.Com

"Fakta tersebut tentu membanggakan. Tapi sekaligus mencengangkan," kata Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung itu pula.

Pada 2015, lanjutnya, Jambeck mencatat Indonesia menempati peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut, mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Sebelum itu, Guinness Book, pada 2008 mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia atau menghancurkan luas hutan setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Termasuk kejahatan lingkungan melalui kesewenang-wenangan mengubah tata ruang tanpa mempertimbangkan karakteristik ekologi seperti reklamasi berdampak buruk di sejumlah daerah.Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia bahkan diibaratkan sebagaimana kanker memasuki stadium IV.

"Fakta-fakta tersebut patut direnungkan setiap individu muslim negeri ini sebagai bahan untuk menggugat diri masing-masing. Benarkah kita (umat Islam) sama sekali tidak pernah menistakan agama dan Al Quran? Sudahkah kita bijak mengelola sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing?" ujar dia lagi.

ArrahmahMedia.Com

Padahal, perilaku-perilaku mengabaikan kebersihan juga jelas-jelas bertentangan dengan sejumlah ayat suci Al Quran, seperti ? Al-Maidah ayat 6 dan Al-Taubah ayat 108.

Ia menduga, masyarakat muslim Indonesia yang kurang kerjaan mencuci plastik bekas bungkus sayuran dan memanfaatkannya sebagai ecobricks seperti Russell Maier dari Kanada untuk mengurangi pencemaran tanah hingga pembakaran yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker, ? tidak sampai 10 persen.

"Berapa juga dari kita memanfaatkan popok bekas dengan bijak? Nyamankah dengan bungkus snack dalam mobil dan angkutan atau justru kita bergegas membuangnya lewat jendela serampung disantap? Kenapa juga pembalakan liar masih berlangsung? Seberapa kontinu majelis-majelis atau pengajian-pengajian menyampaikan persoalan lingkungan hidup yang jelas berhubungan dengan masa depan manusia?" ujar Gatot lagi.

Jika tidak ada pengabaian dan pengingkaran terhadap QS Al-Rum [30]: 41: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," beragam persoalan lingkungan hidup tidak akan terjadi di Indonesia.

"Benarkah masyarakat muslim Indonesia mempercayai ayat tersebut? Jika percaya, selokan dan sungai-sungai terjaga bersih, jalan-jalan bebas sampah, terumbu karang tidak dirusak, hutan-hutan tidak dijarah adalah niscaya. Tapi adakah itu terjadi? Pengajaran Islam seolah masih sangat bertumpu pada fiqh yang sangat kurang berorientasi pada lingkungan. Serta, pemimpin-pemimpin agama telah gagal menjadi tauladan dalam hal ini," kata dia lagi.

Gatot menambahkan, demontrasi ialah sah dan sesuai undang-undang kebebasan berserikat serta menyatakan pendapat. Dugaan penistaan agama dilakukan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah meminta maaf sebaiknya dirampungkan secara hukum.

"Masih banyak persoalan bangsa perlu diselesaikan dan membutuhkan energi besar, seperti ilegal logging, fishing, mining hingga korupsi yang bertentangan dengan QS Al-Muminun [23] : 94 yang artinya: Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim. Kenapa persoalan-persoalan tersebut, bahkan sampah yang setiap hari di depan mata tidak pernah disikapi serius dan gaduh seperti ribuan orang mengeroyok satu orang?" ujarnya. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com - Ratusan anggota Fatayat NU Kanor menghadiri peringatan Harlah Ke-66 Fatayat NU di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Ahad (24/4). Mereka secara bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 24 kali. Usai itu antarranting Fatayat NU se-Kecamatan Kanor menyuguhkan terbaik hiasan tumpengnya.

Para kader Fatayat dari berbagai desa di Kanor berdatangan. Mereka rata-rata diwakili 15 hingga 20 orang. Panitia membatasi peserta yang hadir. Jika semua kader datang, bisa dipastikan lokasi acara tidak memadai.

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

"Kegiatan pagi sampai siang hari sangat padat dimulai dari seremonial. Setelah itu pembinaan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro dan ditutup lomba tumpeng," kata Sekretaris Fatayat NU Kanor Muslikah.

ArrahmahMedia.Com

Perempuan yang juga guru PAUD asal Desa Tejo ini menegaskan, setiap ranting akan bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sehingga total ada 24 khataman dari 26 desa di Kanor.

"Semangat kader di tingkatan ranting juga bagus. Kami sangat bangga, karena di tengah terik matahari mereka terus semangat," jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu pula, para pengurus Fatayat dari ranging juga mengikut lomba tumpeng. Dari penilaian juri, ranting Fatayat Desa Nglarangan keluar sebagai Juara 1 dan Desa Sarangan memperoleh Juara 2. Untuk Juara 3 dimenangkan ranting Desa Kedungarum, Harapan 1 Desa Bungur, Harapan 2 Desa Palembon dan Harapan 3 diraih ranting Desa Kedungprimpen.

Muslikah menambahkan, jika yang ikut lomba tumpeng hampir semua ranting se Kecamatan Kanor yang jumlahnya mencapai 24, dari 26 desa yang ada. Kriteria yang dinilai adalah jenis makanan sehat, desain dan kreatifitas, serta dana yang dikeluarkan untuk pembuatannya.

"Tim penilai langsung dari pengurus cabang Fatayat NU Bojonegoro. Jadi, kegiatan ini sangat profesional dan sajian peserta sangat bagus-bagus," sambungnya.

Ketua Fatayat NU Bojonegoro Hj Ifa Khoiria Ningrum menyatakan bangga atas kreativitas kader-kader Fatayat di Kanor terutama saat lomba tumpeng berlangsung. Sebab, Fatayat juga harus menjadi penopang keluarga yang berbudaya.

"Harus lebih ditingkatkan kembali kreativitasnya sehingga ke depan bertambah baik," harapnya.

Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro itu juga mengimbau seluruh kader untuk terus menjaga moral serta melestarikan budaya baik budaya lokal, regional hingga kelas nasional. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Baitul Hikmah yang bertempat di Kampung Haurkuning Desa Mandalagun, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya ini menerima santri baru sebanyak 880 yang terdiri atas 550 santri putra dan 330 santri putri, Rabu (20/7). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah di pengujung penerimaan santri baru pada Senin (25/7).

Ketika disowani alumni, Pimpinan Pesantren Baitul Hikmah KH Busyrol Karim akhir pekan menuturkan, dari tahun ke tahun sejak kepergian pendiri pesantren tahun 2013 secara kuantitas santri pondok ini terus meningkat.

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

“Ini tidak lepas dari peran alumni yang telah mendakwahkan dan mendukung keberlangsungan pondok tercinta ini, dan kami meminta doanya supaya bisa terus berjuang mengemban amanah mengurus pondok ini,” kata Kiai Busyrol Karim di kediaman pendiri pesantren almarhum KH Saepudin Zuhri.

ArrahmahMedia.Com

Untuk menanggapi membludaknya santri pada tahun ini, para pengurus khususnya diharapkan lebih cekatan mengatasi problem-problem santri baru sehingga para santri tetap betah mondok di pesantren ini. Pengurus juga harus serius dalam mendidik dan membimbing para santri khususnya santri baru.

Putra sulung pendiri Pesantren Haurkuning ini melanjutkan, santri baru ibarat bayi yang tidak tahu menahu tentang baik dan buruk di pesantren. Untuk itu santri lama diharapkan membimbing santri baru terhadap hal-hal yang positif di pondok ini.

ArrahmahMedia.Com

Ia meminta para kepala kamar memberikan penyuluhan untuk santri baru di kamar masing-masing.

Pesantren yang didirikan KH Saepudin Zuhri pada 18 Agustus 1964 ini membuka pendidikan formal tingkat menengah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pihak pesantren mewajibkan para murid di sekolah menengah itu untuk mukim.

Pesantren yang berada di Puncak Haur ini dikenal sebagai pesantren yang mendalami ilmu nahwu dan sharaf secara mendalam dan melahirkan santri yang cerdas dan disiplin. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

ArrahmahMedia.Com

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

ArrahmahMedia.Com

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Nasional ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tampaknnya bisa berbangga hati. Sebab selain disiplin, tertib pengantrean, tertib adminstrasi juga karena ribuan warga Nahdliyin antusias mendatangi pemotretan pembuatan Kartanu yang digelar di masing-masing Ranting NU.

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

“Alhamdulillah warga Nahdliyin sangat antusias mendatangi lokasi pemotretan Kartanu yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap Ranting NU. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU sangat mendukung program Kartanu ini dan memahami manfaat yang diperolehnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending A. Zuhri Muslim disela-sela pemotretan Kartanu di Desa Sebaung, Jum’at (8/3).

Menurut Zuhri, pada dasarnya pembuatan Kartanu ini targetnya bukan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk yang benar-benar warga NU. Sebab buat apa banyak yang buat tetapi didalamnya ada penyusup yang bukan warga NU yang ikut membuat Kartanu.

ArrahmahMedia.Com

“Untuk itu jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah meminta kepada seluruh pengurus ranting yang tahu persis kondisi warganya siapa saja yang bisa direkomendasikan membuat Kartanu. Jadi dalam pembuatan Kartanu ini NU jangan sampai salah sasaran,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’. Menurutnya, Kartanu ini sejatinya untuk data base warga NU, tetapi bukan berarti ketika suatu daerah yang membuat Kartanu hanya ratusan kemudian dikira warga NU nya hanya ratusan. Padahal ada yang pengurus rantingnya yang tidak membuat kemudian dikira ranting tersebut tidak memiliki warga NU.

“Bagi warga NU yang tidak membuat Kartanu kami juga tetap menganggap dan mengakui sebagai warga NU tetapi belum memiliki kesadaran untuk membuat Kartanu. Oleh karena itu bagi semua warga NU silahkan berpartisipasi untuk turut membuat Kartanu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembuatan Kartanu di wilayah MWCNU Gending digelar selama empat hari mulai Kamis (7/3) hingga Ahad (10/3). Demi mensukseskan program Kartanu ini, pengurus MWCNU Gending bersama PAC GP Ansor Gending telah melakukan sosialisasi Kartanu di 13 Ranting se Wilayah Kecamatan Gending. Sosialisasi dilakukan dengan cara mendatangi tempat-tempat pertemuan, arisan, sarwaan, paguyuban, dan lain-lain selama seminggu sebelum pelaksanaan Kartanu.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

Depok, ArrahmahMedia.Com. Kunjungan tiga hari Sri Paus Fransiscus ke Turki, sejak Jumat (28/11) hari ini hingga Ahad (30/11), disinyalir hendak mempengaruhi kebijakan luar negeri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Mutaali,? MA, MIP, menyatakan kedatangan Sri Paus Fransiskus bertujuan mempengaruhi Presiden Erdogan agar tidak mengintervensi konflik Palestina-Israel.

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Turki, Paus Fransiskus Ingin Pengaruhi Presiden Erdogan

"Sri Paus Fransiskus ingin agar Turki menjaga sikap netralnya dan tidak melakukan intervensi dalam konflik Palestina-Israel. Termasuk konflik internal faksi Fatah dan Hamas," tutur Mutaali di kampus UI Depok, Kamis (4/12) malam.

ArrahmahMedia.Com

Kompensasinya, lanjut Mutaali, ialah dukungan Paus Fransisus agar Turki bisa bergabung dalam Uni Eropa. Secara simbolis, kedatangan Sri Paus Fransiskus menyiratkan dukungan itu.

Jadi, ungkapnya, Sri Paus Fransiskus hendak meminta maaf secara tersirat kepada Presiden Erdogan.

ArrahmahMedia.Com

Pasalnya, pendahulu Paus Fransiskus, Paus Benediktus, pernah menyatakan Turki mustahil bergabung dalam Uni Eropa karena berpenduduk mayoritas Muslim, meskipun menganut sekulerisme.

"Turki berbeda dengan Uni Eropa, mereka Muslim dan Uni Eropa Kristen. Jadi, Turki mustahil bergabung dengan Uni Eropa," ujar Mutaali menirukan pernyataan Paus Benediktus ketika itu.

Menurutnya, Sri Paus Fransiskus memandang penting peran turki dalam geopolitik Timur Tengah karena Turki memiliki dua kartu truf di pentas politik internasional.

Pertama, Turki merupakan anggota "North Atlantic Treaty Organization (NATO)" jauh sebelum berupaya menjadi anggota Uni Eropa. Jadi, Turki merupakan negara sekuler berpenduduk mayoritas Muslim.

Kedua, Turki merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-20 di dunia. Itu sebabnya Turki masuk menjadi anggota G-20 bersama dua negara Muslim lainnya, Indonesia dan Saudi Arabia.

Jika Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ke-10 terbesar di dunia, jelas Mutaali, maka Saudi Arabia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dengan kondisi ini, Turki berperan penting dalam geopolitik Timur Tengah.

Faktor pendukung lainnya, paparnya, Iran tidak bisa diharapkan untuk bekerjasama dengan "Barat" karena tidak adanya hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan ideologi kultural yang berbeda dengan negara-negara Timur Tengah lainnya.

"Jadi, Turki sebagai negara tetangga Iran sangat diharapkan oleh Sri Paus Fransiskus untuk menjaga netralitas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina, termasuk konflik internal faksi Hamas dan Fatah," papar Mutaali.

Mutaali pun menilai Turki merupakan negara yang cukup lihai dan fleksibel dalam pentas politik internasional. Khususnya, dalam menjaga keseimbangan antara negara "Barat" dan Timur (Islam).

Apalagi, tambahnya, relasi diplomatik antara Vatikan dan Turki sudah dimulai sejak Turki masih berbentuk Kekhalifahan Usmani. Jadi, umurnya sudah ribuan tahun. (Muhammad Ibrahim Hamdani/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Senin, 15 Januari 2018

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

Sumenep, ArrahmahMedia.Com - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kabupaten Sumenep berlangsung sukses di area 1 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (22/1). Itu meliputi BMTNU Manding, Batuputih, Rubaru, Gapura, Batang Batang, dan Dungkek.

RAT dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq, Pengurus MWCNU, Pengurus BMTNU, GP Ansor, sesepuh NU, masyaikh dari ragam pesantren, dan warga nahdliyin.

?

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

"Inilah wujud nyata BMT NU dalam menggerakkan dan meningkatkan ekonomi warganya (Nahdlatut Tujjar)," tegas Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq.

Diterangkan, BMTNU Jawa Timur mulanya berdiri di Kabupaten Sumenep. Modal awal yang terkumpul hanya Rp400 ribu pada tahun 2004.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Sekarang asetnya sudah mencapai Rp120 miliar lebih. Alhamdulillah, ini tidak lepas dari peran semua pihak. Mulai dari pengurus hingga anggota BMTNU sendiri," terang mantan Ketua Yayasan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut.

Selain omzetnya yang besar, BMTNU kini juga mempunyai puluhan cabang yang tersebar di Provinsi Jawa Timur. Ini prestasi luar biasa di tengah lesunya geliat perekonomian nasional.

"Kita sudah punya 32 cabang BMTNU yang menyebar di Jawa Timur. Sebut saja di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Jombang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Lombok Barat ArrahmahMedia.Com. Intruktur Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor turun daerah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpinan pusat. Seperti halnya dilakukan oleh 5 (lima) orang instruktur di daerah NTB dalam rangka mengisi PKD PC GP Ansor Lombok Utara dan PKL Ansor NTB di tempat sama, yaitu pesantren Nurul Yaqin Kec. Pemenang Lombok Utara.

"Kami instruktur nasional berlima turun ke daerah-daerah termasuk ke NTB saat ini," kata M. Luthfi Thomafi ketua Divisi keagamaan PP Ansor Pusat kepada ArrahmahMedia.Com Jumat malam (21/05) di pesantren Darul Quran. 

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Masih kata Gus Lutfi sapaan akrabnya, Ansor sebagai organisasi kader maka yang perlu dilakukan dan ditingkatkan ialah kaderisasi di semua tingkatan.

"PKD dan PKL adalah merupakan kegiatan Ansor secara nasional karena itu Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Wilayah wajib menyelenggarakan kegiatan tersebut," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

"Kalau itu tidak dilakukan maka setatusnya (SK) bisa dicabut oleh Pimpinan Pusat," ancamnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Gus Lutfi, setidaknya 3 (tiga) tujuan dalam kaderisasi ini pertama, meneguhkan komitmen dalam menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah ala NU. Kedua, meneguhkan komimen kepada NKRI, dan ketiga, menguatkan kaderisasi.

Hadir instruktur Nasional di Antarnya M. Luthfi Thomafi, Faesal Attamimi, M. Aziz Hakim, M. Hakam Aqso, Rahmat Hidayat Pulungan, dan Rizqon Syah. (hadi/mukafi niam)   

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Sejarah, Tegal ArrahmahMedia.Com

Selasa, 02 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. NU Care-LAZISNU menggelar Nonton Bareng Film Naura & Genk Juara bersama Anak Yatim, Sabtu (25/11) di Bioskop XXI Pondok Indah Mall 1 Jakarta Selatan. 

Kegiatan yang bekerjasama dengan Kitacomm, sebuah perusahaan publik relation, melibatkan sedikitnya 135 anak yatim.

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Ajak Yatim Tonton Naura & Genk Juara

 

Henna Lestari, penyelenggara kegiatan mengungkapkan melalui kegiatan ini pihaknya ingin membuat anak-anak yatim melalui film yang disaksikan mereka. 

Dihubungi terpisah, Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, menonton Film Naura & Genk Juara, pihaknya tidak sekadar ingin memberi hiburan, namun juga edukasi.

“Soal cinta kepada sesama manusia, alam semesta dan kejujuran,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Naura & Genk Juara menceritakan hubungan pertemanan antara Naura, Okky, dan Bimo. Mereka mewakili sekolah dalam mengikuti kompetisi sains yang berlokasi di Situ Gunung. 

Di sana, ketiganya bertemu dengan Kipli, seorang ranger cilik yang memiliki misi menggagalkan Trio Licik, sindikat perdagangan hewan liar. 

ArrahmahMedia.Com

Film ini disutradarai Eugene Panji yang acap memproduksi film pendek dan karyanya pernah menyabetpiala citra untuk kategori film pendek.





Film Naura & Genk Juara tayang di bioskop sejak 16 November 2017. Film sempat menuai kontroversi dan dituduh melecehkan agama Islam karena terdapat adegan para penjahat mengucapkan istighfar dan doa-doa yang biasa diucapkan umat Islam. Selain itu juga terdapat karakter penjahat dengan penampilan berjenggot.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi meminta masyarakat menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi terkait isu film. Dia meminta masyarakat tak terprovokasi melakukan tindakan negatif.

Wakil Sekjretaris Jendral PBNU itu mengungkapkan, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut Lembaga Sensor Film sudah mengundang para ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan dan menilai film tersebut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Internasional, Cerita ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat

Persebaran warga NU sudah mencapai tingkat internasional. Kenyataan ini dibuktikan dengan aktifnya beberapa Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di beberapa negara, seperti Maroko, Sudan, Mesir, Maroko, Amerika, Australia, Jerman dan sejumlah negara-negara Eropa lainnya. Perkembangan ini setidaknya menunjukkan, NU sedang tumbuh seiring bertambahnya tantangan yang ia hadapi.

Hanya saja, keadaan yang kian mengglobal tersebut tidak lantas paralel dengan kenyataan bahwa pekerjaan rumah NU di dalam negeri sudah tuntas. Khusus untuk NU di luar Pulau Jawa, mayoritas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya karena kurangnya semangat keber-NU-an, terutama dibanding Nahdliyin di sekitar tempat ormas Islam terbesar ini lahir. 

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Akan Jadi Pionir Perekat Umat

Kondisi ini tentu meninggalkan sejumlah konsekuensi. Sarana prasarana yang serba terbatas, lembaga pendidikan NU atau pesantren yang minim, hingga aktivitas organisasi yang seadanya. Padahal, jika merujuk pada khazanah tradisi dan ideologi yang dianut, NU sangat potensial memberi peran utama, khususnya dalam hubungan sosial-keagamaan, apalagi di daerah yang rawan perpecahan. 

Mahbib Khoiron dari ArrahmahMedia.Com sempat melakukan wawancara pendek dengan ketua baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Maluku KH Mahyuddin al-Habsyi Latuconcina saat berkunjung di Jakarta beberapa waktu lalu. Maluku merupakan wilayah di bagian timur Indonesia yang mewakili gambaran potensi dan kendala NU di atas. 

Apa program prioritas Bapak setelah terpilih menjadi Ketua PWNU Maluku? 

ArrahmahMedia.Com

Kami dari pengurus terpilih melihat keberadaan NU Maluku selama kepemimpinan ketua yang dua tahun berturut-turut ini, kurang lebih 10 tahun, mandek programnya. Makanya, nanti insyaallah—sambil menunggu saya pelantikan—akan kita aktifkan kegiatan seluruh warga Nahdliyin di provinsi ini, terutama lailatul ijtima’ setiap malam Jumat. Lailatul ijtima’ (malam pertemuan rutin warga NU) ini harus kita angkat kembali karena merupakan warna ciri khas ke-NU-an. Itu yang pertama. 

Yang kedua, dalam waktu singkat ini kita akan berupaya merealisasikan pembangunan gedung, sekretariat Pengurus Wilayah NU Maluku. Rencananya gedung akan dibuat dua lantai. Di bawah adalah parkiran, kemudian di atas adalah kantor pengurus wilayah sendiri, termasuk ruang khusus untuk PMII, IPNU, Muslimat, Fatayat, serta lembaga, lajnah, dan banom-banom NU lainnya. Kita satukan semua dalam satu gedung. Jadi kalau ada kegiatan-kegiatan akbar, warga Nahdliyin langsung bisa serempak. Supaya lebih efektif. Jadi ini adalah usaha untuk menghidupkan program-program NU. 

ArrahmahMedia.Com

Bagaimana gambaran umum Nahdliyin di Maluku? 

Ya, kalau bicara soal amalan (tata cara adat dan ritual ibadah), di Provinsi Maluku itu 95% Nahdliyin. Seluruh kabupaten dan kota itu amalannya amalan Sunni. Tradisi Nahdliyin cukup berkembang di sana, seperti dzikir, tahlilan, barzanji, shalawatan, peringatan maulid, isra’ mi’raj. Itu sudah rutin.

Bagaimana hubungan warga NU dengan kelompok lain di sana? 

Muslim di Maluku ada 64%, sisanya Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Soal ketegangan tidak terlalu terlihat. Karena mereka sadar pasca-kerusuhan masa lalu yang lebih banyak disebabkan oleh provokator dan kepentingan pribadi. Insyaallah di masa kepemimpinan kami ini, setelah terpilih sebagai kepala Kanwil Kemenag (Maluku), apalagi juga terpilih sebagai ketua NU, kita jadikan Maluku damai. Kita jadikan umat Maluku bersatu. Karena Nahdliyin memang menganut prinsip-prinsip sebagaimana diajarkan Rasulullah. Prinsip-prinsip dasar yang menjadi ajaran Nahdliyin kita upayakan diterapkan semuannya. 

Kami komitmen akan hidupkan seluruh lembaga kita. Seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, lajnah, lembaga dakwah, karena selama ini diambil alih oleh Kodam. Itu yang sangat riskan. Kok jabatan kanwil sama jabatan tanfiziyah diambil alih oleh Kodam? Hahaha. Untuk reshuffle dalam konferensi wilayah (konferwil) ini, kita juga sudah betuk tim formatur. Tak lupa kita akan kembangkan pula persoalan pendidikan, baik pesantren, dan perguruan tinggi. 

Bagaimana dengan tantangan syiar agama di Maluku? 

Tantangan dakwah, jika dilihat dari sisi keumatan, tidak ada. Persoalan di sana itu persoalan transportasi. Persoalan mengumpulkan umat itu sangat gampang. Acara LDNU kemarin itu aja (istighatsah kubra di Seram Utara, Maluku Tengah, Maret lalu, red) sangat banyak massanya, ribuan. Karena mereka memang sangat cinta agama. Kalau ada perayaan keagamaan atau dengar ada dakwah mereka sangat bersemangat. Antusiasme mereka luar biasa. Jadi tidak ada tantangan untuk pengembangan dakwah dari segi ini. 

NU Maluku ini akan menjadi perekat umat. Menjadi pionir dalam membangun kerukunan umat beragama. Jadi diharapkan sisa-sisa ekses dari kerusuhan 1999-2003 itu benar-benar terlupakan. Kita harapkan NU mempunyai peran yang strategis dalam menyatukan umat. 

Kalau bicara soal hubungan antarumat beragama—antara umat Islam dan non-muslim, dalam hal ini Protestan dan Katolik—di Maluku kan sudah ada budaya dasar, ada yang disebut pela gandong, ada pela tampa sirih. Pela gandong itu ciri khasnya yaitu adanya ikatan batin antarumat beragama, namun karena mereka memiliki hubungan sekandung: seayah, seibu, sekakek, senenek. Pela tampa sirih merupakan satu keterikatan keluarga yang diangkat berdasarkan perjanjian bersama. 

Bagaimana dengan perkembangan pendidikan NU?

Pesantren di Maluku baru ada 6. Kita rencana akan memperbanyak pesantren. Insyaallah kita akan nambah. Kita juga akan nambah beberapa cabang pesantren. Pesantren As-Shiddiqiyah (berpusat di Jakarta) juga akan kita bangunkan cabang di sana. Pesantren Darun Najah (Jakarta) juga sudah memberi isyarat untuk mendirikan cabang di Maluku Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Internasional ArrahmahMedia.Com

Kamis, 28 Desember 2017

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Berbagai situasi dan aktifitas di dalam Masjid hampir senantiasa mencerminkan kondisi masyarakat sekelilingnya. Semangat dan sikap keberagamaan mereka dapat diidentifikasi dari masjidnya.

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Demikian disampaian Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang digelar PCNU Kabupaten Kudus di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) petang.

Kiai Masdar mencontohkan, ketika sejumlah kegiatan yang digelar tidak menyentuh problem sosial yang aktual saat itu maka hal tersebut penanda bahwa masyarakat dan tokoh keagamaannya sedang kekurangan hasrat untuk mengubah keadaan.

ArrahmahMedia.Com

”Khotib jumatnya ngomognya jauh-jauh, tidak ada hubungannya dengan masalah di masyaraktnya. Lalu jamaah yang mendengarkan pada tidur semua. Kira-kira masyaraktnya kita ya seperti itu,” katanya.

Hal serupa juga terjadi saat tokoh-tokoh masjid gemar menyalahkan dan menuding sesat umat Islam lainnya lantaran disusupi kelompok garis keras. ”Itu potret bahwa umat Islam sedang terserang virus galak,” imbuh Kiai Masdar.

ArrahmahMedia.Com

Untuk itu, kiai kelahiran Purwokerto ini mendorong warga NU dari pusat hingga ranting untuk mengelola masjidnya secara benar. Menurut dia, salah satu faktor kelemahan umat Islam Indonesia adalah tidak berfungsinya masjid sebagai wadah gerakan untuk masalah agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

”Kalau ingin merevitalisasi masyarakat titik tolaknya harus dari masjid,” tegasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

LAZISNU dan LAZISMU Kembali Bahas Regulasi Zakat

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Lembaga Amil Zakat, Infak, danSedekah ? (LAZIS) yang dikelola dua ormas besar, NU dan Muhammadiyah, kembali duduk bersama dalam talkshow “Sosialisasi Masyarakat(Harus) Peduli Zakat”, di Ruang Cendrawasih, Jakarta Convention Center, Ahad, (9/10) siang.

LAZISNU dan LAZISMU Kembali Bahas Regulasi Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan LAZISMU Kembali Bahas Regulasi Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan LAZISMU Kembali Bahas Regulasi Zakat

Talkshow yang digelar pada ajang Indonesia Philantrophy Festival (IP Fest) 2016 menghadirkan pembicara Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda dan Direktur Utama LAZISMU, Andar Nubowo.

Direktur Eksekutif NU Care, Syamsul Huda menyampaikan NU didirikan 100 tahun lalu oleh KH Hasyim Asya’ri. Mbah Hasyim dikenal memiliki kepedulian dalam pertahanan dengan memberikan pelajaran bela diri bagi santrinya; juga bidang kesehatan dengan KH Hasyim menjadi tabib bagi masyarakat sekitar; serta bidang pendidikan dengan pola pendididikan pesantren.?

"Semuanya itu menandakan semangat berbagi pendiri NU yang akan terus dikembangkan oleh warga NU, tidak hanya untuk warga NU, namun masyarakat umum. Pada masa sekarang, semangat berbagi kembali digulirkan antara lain melalui NU Care-LAZISNU," ujar Syamsul.

ArrahmahMedia.Com

Zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang disalurkan melalui NU Care, selain menyasar warga miskin, juga untuk persiapan penanganan masyarakat yang terdampak bencana, yang datangnya tak dapat diprediksi.Dengan peran ini, kehadiran LAZIS penting, karena membantu pemerintah dalam penanganan kemiskinan dan tanggap kebencanaan.

Karenanya, jika pemerintah melibatkan NU dan Muhammadiyah dalam penanggulangan kemiskinan, sangatlah tepat. Dengan kepengurusan NU hingga ke desa-desa, sangat mungkin program pembangunan dan pengentasan kemiskinan melibatkan peran NU.?

Dengan mempertimbangan peran strategis itu, NU Care-LAZISNU dan LAZISMU mendorong pemerintah meregulasi peraturan zakat. Regulasi ini penting disegerakan terkait dengan UU Zakat Nomor 22 dan 23 tahun 2011, yang mana sebetulnya perlu diubah dengan“zakat sebagai pengurang pajak”; bukan sekadar “zakat sebagai pengurangpenghasilan kena pajak”.

Niat pemerintah dengan mengeluarkan UU tersebut memang sangat baik, mengingat zakat sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan. Namun, seolahsetengah-setengah. Zakat, dalam UU tersebut menjadi instrumen fiskal kedua setelah pajak.?

Pada talkshow tersebut, Syamsul juga menyampaikan saat ini NU Care-LAZISNU memanfaatkan teknologi untuk memudahkan para donator yang ingin menyalurkan dana ZIS melalui NU Care-LAZISNU, antara lain bekerjasama dengan trueMoney dan Telkomsel, serta laman kitabisa.com. (Kendi Setiawan/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, IMNU, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan sejauh ini dikenal sebagai pesantren yang meneguhkan diri berhaluan paham Ahlus Sunnah Waljamaah. Banyak santri yang kemudian tercetak aktif di struktural NU.

Untuk menguatkan sejarah pesantren berhaluan dengan NU, Pesantren Sumber Anom terbuka atas kehadiran Pencak Silat Pagar Nusa PCNU Pamekasan. Ahad (30/7) pagi, di pesantren tersebut dibentuk Rayon Pagar Nusa.

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom

"Alhamdulillah sudah terbentuk Rayon Pesantren Sumber Anom. Hari ini latihan perdana," tegas Ketua Pagar Nusa Pamekasan Salman Al-Farizi.

Diharapkan, dari pesantren tersebut nanti lahir pendekar-pendekar yang selalu setia pada kiai dan menjadi tembok pertahanan NKRI. Karena bagi pesantren dan NU, NKRI yang bernafaskan sudah final.

ArrahmahMedia.Com

"Kita terus sasar pesantren-pesantren untuk mencetak santri yang pendekar. Kami insya Allah selalu siap menghadirkan pelatih langsung dari kepengurusan Pagar Nusa PCNU Pamekasan," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul Ulama, Sejarah, Daerah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Menlu Iran Ingatkan Hubungan Negaranya Kian Buruk dengan Irak

Tehran, ArrahmahMedia.Com. Menlu Iran Manouchehr Mottaki mengingatkan bahwa kerjasama dengan Irak akan memburyuk jika kelima diplomat Iran ysng ditahan tentara AS tidak segera dibebaskan.



Menlu Iran Ingatkan Hubungan Negaranya Kian Buruk dengan Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menlu Iran Ingatkan Hubungan Negaranya Kian Buruk dengan Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menlu Iran Ingatkan Hubungan Negaranya Kian Buruk dengan Irak

Mottaki mengatakan, pemerintahannya serius meminta segera dibebaskannya kelima diplomatnya oleh tentara AS dan mendesak Irak untuk melakukan hal yang sama.

"Jika upaya-upaya mereka tidak memberikan hasil, hal ini akan mempersulit bantuan Iran ke Irak," demikian seperti dilansir situs resmi pemerintah Iran, Minggu (8/4).

ArrahmahMedia.Com

Seperti dilaporkan, serdadu AS telah menahan lima diplomat Iran di kota Irbil sebelah barat Iraq pada Januari lalu dan menolak membebaskan mereka atau mengizinkan para pejabat Iran untuk menemui mereka.

ArrahmahMedia.Com

Menlu Iran tersebut juga mengkritik Dewan Keamanan PBB yang dinilainya tidak responsif dalam menanggapi surat dari pemerintah Iran yang mengecam keras penahanan sejumlah diplomatnya oleh serdadu AS.

"DK PBB sudah tidak menunjukkan tindakan yang semestinya dilakukan dalam sejumlah kasus seperti penculikan para diplomat tersebut," terang Mottaki kepada Associated Press.

Irak memang berada dalam posisi yang sulit sejak invasi tentara AS dan sekutunya ke negeri seribu satu malam itu sejak 2003 silam. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 12 Desember 2017

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga

Brebes, ArrahmahMedia.Com. Ada satu keistimewaan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena dirinya dirindukan Surga. Bukan ia yang merindukan, tetapi justru surga yang merindukannya. Tentunya, keistimewaan ini jangan sampai disia-siakan agar menjadi penduduk surga bersama Rasulullah SAW.

Demikian disampaikan Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi pada kegiatan pembinaan mental bagi PNS dilingkungan Setda Brebes di Mushola Setda, Jumat (26/6).

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Rosyidi: Orang Puasa Ramadhan Dirindukan Surga

Selain yang berpuasa di bulan Ramadhan, kata Kiai Rosyidi, ada tiga orang lagi yang dirindukan surga. Yakni orang yang gemar membaca quran, orang yang pandai menjaga lisan dan orang yang suka member makan pada orang yang puasa. “Keempat orang tersebut, sangat dirindukan surge,” tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Untuk itu, lanjutnya, jangan menyia-nyiakan kesempatan Ramadhan dengan berbagai amalan yang mendukung kesuksesan beribadah pada bulan suci ini. “Kapan lagi kalau tidak berjuang dari sekarang, belum tentu tahun depan kita ketemu Ramadhan,” ajak Kiai.

ArrahmahMedia.Com

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes itu juga menjelaskan tentang syarat rukunnya puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, keutamaan atau fadilah puasa, sunah-sunah puasa, hal-hal yang merusak pahala puasa, serta orang-orang yang mendapat dispensasi puasa.

Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Syaeful Islam menjelaskan, kegiatan bimbingan mental (bintal) digelar setiap bulan sekali. Dibulan Ramadhan, selain bintal juga dilakukan berbagai kegiatan islami, antara lain tadarus, kuliah bada dhuhur, dan Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di desa-desa se Kabupaten Brebes. “Semua kegiatan semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai landasan kerja,” terangnya.

Selama bulan Ramadhan, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Brebes Narjo SH dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (forkompinda) sebanyak 17 kali. Ketujuhbelas masjid yang dijadikan tempat gelar sajadah yakni Masjid Al Furqon desa Salem, masjid Al Barokah Dukuhkaranganyar Negla Losari, masjid Baiturohim Desa Mundu Tanjung, Masjid At Taqwa Dukuh Krajan 3 Desa Negaradaha Bumiayu, masjid Baitul Azis Desa Grinting Bulakamba, Masjid Nurul Huda Bantarkawung, masjid Al Mubarok Desa Larangan, Masjid Al Hikmah 1 Benda Sirampog, Masjid Al Hidayah Desa Tanjung, Pendopo Brebes, masjid Al Istiqomah Desa Cikakak Banjarharjo, masjid Nurul Huda desa Karangsembung Songgom, masjid Baitul Mukhlisin desa Glonggong Wanasari, masjid Nurul Yakin Desa Ciampel Kersana dan masjid Ketanggungan. (Wasdiun/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Aswaja ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Nganjuk, ArrahmahMedia.Com - Perjalanan hari ketiga Kirab Resolusi Jihad NU 2016 memasuki Kabupaten Nganjuk, Sabtu (15/10). Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono didatangi Tim Kirab. Tim kirab tiba di pesantren yang didirikan KH Abdul Kodir Al-Fatah dan telah berusia 92 tahun itu sekira pukul 22.00.

Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus berkenan menyampaikan kata sambutan. Menurut Mustasyar PCNU Nganjuk ini, peringatan Hari Santri Nasional yang diisi salah satunya dengan Kirab Resolusi Jihad membuka mata pemerintah dan anak bangsa tentang semangat membela bangsa.

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nganjuk Harapkan Santri Hargai Para Pendahulu

Semangat yang melahirkan Resolusi Jihad pada dasarnya timbul karena suatu bangsa yang memasuki wilayah bangsa lain pasti menimbulkan kerusakan di wilayah negara yang dimasukinya.

ArrahmahMedia.Com

Kiai Wahid menyinggung hal tersebut seperti kisah Ratu Saba setelah menerima surat dari Nabi Sulaiman, di mana Ratu Saba bersabda “Masuknya suatu bangsa ke sebuah negeri akan berbuat kerusakan di dalam negeri.”

Kiai Wahid memandang resolusi tidak saja relevan pada masa perjuangan tahun 1945, tetapi kiranya menjadi semangat motivasi dan inspirator untuk menjadi manusia yang cinta kepada Indonesia, setia NKRI dan komitmen yang telah diputuskan dalam UUD 1945.

ArrahmahMedia.Com

Di Indonesia ini ada satu buku karangan KH Saifudin Zuhri berjudul Orang-orang dari Pesantren. Dalam buku tersebut, digambarkan betapa para ulama mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap negara, saat terjadi cengkraman penjajahan dari Jepang dan Belanda. Dalam buku itu disebut pula peran para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Kiai Wahid memandang peringatan Hari Santri Nasional, pelaksanaannya perlu didukung oleh pemerintah pada waktu mendatang. Karena itu ia berpesan kepada PBNU untuk mendorong pemerintah agar setiap Pemda di Indonesia menyelenggarakan peringatan Hari Santri, bukan hanya NU yang bergerak sendiri.

Pesan kedua, pantas sekali bahwa para kiai dan ulama kebih dihargai oleh negara. Memang beberapa ulama telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Namun nyatanya masih banyak Kiai dan ulama yang dipandang sebelah mata oleh negara.

Kepada generasi muda dan santri, ia berpesan kepada mereka agar mempelajari sejarah. Sosok seperti Gus Dur atau KH Saifudin Zuhri dan tokoh lainnya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya generasi muda juga harus berjuang demi agama dan NU. Dalam rangka itu, NU struktural dan kultural harus bersatu.

"Melalui NU struktural kita rajut kerja sama dengan pemerintah. Melalui NU kultural kita rajut kerja sama dengan masyarakat. Mari kita rajut untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Kiai Wahid.

Mengakhiri upacara penyambutan, KH Jamaludin Abdullah memimpin doa sebelum akhirnya tim meneruskan perjalanan ke Pesantren Lirboyo Kediri. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Nahdlatul, Quote ArrahmahMedia.Com

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas. 

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, “Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,” ujarnya. 

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional. 

ArrahmahMedia.Com

Film-film bagus buatan dalam negeri malah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. “Film Sang Penari itu bagus. Tapi penontonnya tidak sampai seratus ribu orang. Balik modal saja sudah untung. Ketika diurut-urut, ternyata masalahnya kita tidak punya outlet. Film bagus tidak sampai kepada penontonnya,” paparnya. 

“Kita tidak mau melepaskan sajak dari fungsi sosial dan komunikatifnya,” tegas Alex yang juga artis kondang ini, mengutip perkataan Asrul Sani dalam Surat-Surat Kepercayaan Asrul Sani.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Alex, hal tersebut karena bioskop-bioskop yang ada, hanya sekira 500 layar di seluruh Indonesia. Dan terkonsentrasi di beberapa kota besar. Tentu saja tidak cukup untuk penduduk 230 juta jiwa. Selain itu, karena bioskop itu milik perusahaan-perusahaan asing, mereka memilki kewanangan untuk memutar film sesuai kepentingan mereka. 

Lebih lanjut, menurut Alex, NU harus menjadi pelaku perfilaman Indonesia, karena selama ini hanya jadi obyek pasarnya. Padahal film merupakan media yang paling efektif untuk membangun karakter bangsa, sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang baik mereka tonton. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 10 Desember 2017

Puluhan Ribu Nahdylin juga Putihkan Istana Maimun Medan

Medan, ArrahmahMedia.Com

Puluhan ribu warga Nahdlyin “putihkan” Istana Maimun yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Warga menghadiri acara Istigotsah Kubro di Istana peninggalan Kesultanan Deli itu dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-82, Ahad (3/2).



Puluhan Ribu Nahdylin juga Putihkan Istana Maimun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Nahdylin juga Putihkan Istana Maimun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Nahdylin juga Putihkan Istana Maimun Medan

Hadir dalam acara tersebut sejumlah ulama NU seperti KH Muchtar Muda Nasution, tokoh-tokoh pesantren dan NU seperti Drs H Amri Tambunan, H Afiduddin Lubis, H Maratua Simanjuntak, H Abdul Wahab Dalimunthe Drs H Syariful Mahya Bandar, para pengurus NU Sumut, Pengurus Cabang (PC) NU Sumut, beberapa lembaga, lajnah dan badan otonom NU.

Turut hadir juga sejumlah tokoh Ormas Islam seperti Ketua PW Alwashliyah Sumut Drs H Nizar Syarief. Demikian dilaporkan kontributor ArrahmahMedia.Com Muhammad Safii Sitorus dari Medan.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Panitia Harlah NU Ke 82 PWNU Sumut HM Arifin Matondang dalam sambutannya menyatakan, kegiatan Istigosah Kubro ini merupakan puncak acara Harlah Ke-82 yang dilaksanakan secara serentak ditingkat Nasional dimulai pada 31 Desember 2008 lalu ditandai dengan pengibaran bendera NU di seluruh Sumatera Utara. Penyerahan bendera dilakukan oleh Mustasyar PWNU Sumut H Abdul Wahab Dalimunthe, SH dan Drs H Syariful Mahya Bandar.

Pada tanggal 12 Januari lalu dilakukan bakti sosial kepada kaum dhuafa di Jalan Sei Batanghari No 52 Medan. Pada 27 Januari 2008 pelaksanaan nikah masal di Asrama Haji Medan sebanyak 24 pasangan. Pada 28 Januari dilaksanakan Bahtsul Masail dengan topik "Faham Ahlussunnah wal Jamaah Menangkis Aliran Sesat" di wisma PHI Jalan Gatot Subroto Medan.

ArrahmahMedia.Com

Pada 2 Februari 2008 lalu dilaksanakan silaturrahmi Ulama dan Umara NU di Hotel Madani Medan dan Seminar Nasional "Reposisi Aswaja Dalam Pergulatan Sosial, Ekonomi ,Politik ,dan Faham Keagamaan" di Hotel Dharma Deli Medan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Ashari Tambunan menyatakan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mensukseskan acara ini. Dijelaskannya, Istigotsah juga dilaksanaan secara serentak di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Istora Gelora Bung Karno.

Pada kesempatan itu Ashari juga menyatakan komitmen kebangsaan NU tidak akan tergoyahkan dalam situasi apapun dan kondisi apapun karena bagi NU yang terpenting bukan Islam seremonial, akan tetapi Islam subtansial.

Rais Syuriah PWNU Sumut Dr Pagar Hasibuan ,MA dalam tausyiahnya menyatakan pelaksanaan Isigosah Kubro ini membuktikan bahwa keberadaan NU di Sumatera tetap eksis dan Istigotsah ini menandakan kebangkitan NU di Sumut.

Dr Pagar juga menyatakan pelaksanaan Istiogah ini merupakan doa untuk keselamatan bangsa dijauhkan dari segala cobaan yang selama ini sering menimpa.

Usai pelaksanaan Istigosah dilanjutkan pawai seluruh kader muda NU dengan mengendarai ratusan sepeda motor mengelilingi Kota Medan. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Hormat Merah-Putih, Hormat Harga Diri Bangsa

Wonogiri, ArrahmahMedia.Com. Tidak benar bahwa penghormatan terhadap bendera merah putih adalah satu bentuk kesyirikan. Penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih salah satu bentuk penghormatan terhadap Sang Pemberi Rizki yang telah menjadikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Habib Luthfi bin Yahya saat menyampaikan taushiyahnya dalam acara Maulid Akbar di lapangan Giri Kridha Bhakti Wonogiri, Sabtu (4/5) malam lalu dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke- 272 dan diikuti puluhan ribu umat Islam se-Solo Raya.

Hormat Merah-Putih, Hormat Harga Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hormat Merah-Putih, Hormat Harga Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hormat Merah-Putih, Hormat Harga Diri Bangsa

“Bendera merah putih itu memiliki sejarah yang penuh dengan pengorbanan. Jika bendera merah putih tibo (jatuh) itu artinya kita kalah. Jadi menghormat bendera merah putih sama dengan menghormati harga diri bangsa,” terang pemimpin organisasi tarekat NU itu.

ArrahmahMedia.Com

Acara yang mengangkat tema “Kita Bangun Wonogiri yang Madani untuk Memperkokoh NKRI” ini turut menghadirkan jajaran kepolisian, TNI AD dan DPRD dengan diawali menyanyikan bersama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Pembacaan Pancasila dan kultum dari Kapolres dan Dandim.

ArrahmahMedia.Com

Nuansa nasionalisme dan patriotisme terasa kental dalam acara tersebut, hal ini memang menjadi harapan Habib Luthfi kepada seluruh umat manusia agar tidak saling mengutamakan kelompoknya masing-masing akan tetapi saling menghargai perbedaan yang ada.

Karena itu Habib Luthfi menekankan agar umat Islam berhati-hati dan tidak gampang menuduh suatu tindakan seseorang sebagai perbuatan syirik. 

“Kita tidak tahu hatinya orang lain, contohnya memasang bendera merah putih saat akan memasang genting dikatakan syirik, padahal itu ada sejarahnya, saat penjajahan dimana bendera merah putih tidak boleh berkibar, ada strategi agar bendera tetap terpasang salah satunya dengan memasang bendera bersama padi dan kelapa di wuwung, setelah tiga hari baru ditutup dengan atap,” terangnya.

Beliau berharap denngan memahami makna dibalik suatu budaya yang ada agar bisa saling menghargai. Salah satu contoh sikap sederhana yang saling menghargai adalah dengan menjadikan ucapan terima kasih sebagai bekal dalam kehidupan.

”Mengucap terima kasih itu gampang di lisan, jika manusia menjadikan bekal terima kasih untuk kehidupannya maka dunia ini akan aman, karena dengan terima kasih kita akan saling menghargai satu sama yang lain,” tegasnya.

Kehadiran Habib Luthfi disambut langsung oleh Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto. Dalam sambutannya beliau berharap dengan kehadiran Beliau di Wonogiri ini masyarakat akan mendapatkan pencerahan diri untuk menyadarkan diri kembali ke khitahnya sebagai khalifah di dunia ini.

“Mari kita tata diri kita masing-masing, hindari saling menyalahkan atau menata orang lain, karena pada dasarnya kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa campur tangan Allah SWT,” imbaunya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Humas Setda Kabupaten Wonogiri

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Rabu, 22 November 2017

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar

Bojonegoro, ArrahmahMedia.Com. Sebanyak 1.433 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengikuti wisuda khataman pertanda berakhirnya masa latihan. Kegiatan setahun sekali ini diadakan di kompleks kantor Pengurus Cabang Nahdlatu Ulama Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (1/12/2013).

Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Bojonegoro M Yasin mengatakan, total jumlah pendekar tersebut berasal dari 17 Kecamatan atau pimpinan anak cabang dari 27 kecamatan yang ada di Bojonegoro. Anak cabang lainnya sudah melaksanakan wisuda di masing-masing kecamatan.

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Bojonegoro Wisuda 1.433 Pendekar

"Proses latihan-latihan dilakukan di tingkat-tingkat dukuh, desa dan kecamatan yang diakhiri proses terakhir, yaitu khataman bagi pendekar yang sudah selesai," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

Yasin menegaskan, Pagar Nusa merupakan badan otonom NU yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah melalui bela diri. pagar Nusa siap menjaga keamanan organisasi NU, masyarakat, dan NKRI.? (M Yazid/Mahbib)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Budaya, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock