Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Dano Kecamatan Leles Kabupaten Garut memiliki cara tersendiri dalam memperkuat pemahaman aswaja. Mereka mendukung pawai syiar Aswaja yang diikuti sedikitnya 1500 orang, Kamis (5/5).

Peserta pawai yang datang dari pelbagai daerah ini menempuh rute selama 2 jam perjalanan. Selama perjalanan para peserta mengampanyekan Islam Aswaja sambil bersholawat.

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Warga NU Garut Gelar Pawai Syiar Aswaja

Lomba membuat nasi tumpeng dan membuat jampana menambah kemeriahan pawai syiar Aswaja. Acara ini terselenggara atas kerjasama MUI dan Yayasan Al-Mustofa Tambakbaya Desa Dano. Kendati baru pertama kali digelar, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan kualitas ibadah.

Menurut Katib Syuriyah NU Desa Dano Dadan Ahmad Zaini Dahlan, acara ini ditargetkan dapat memberi pemahaman yang mendalam kepada umat mengenai paham Ahlussunnah wal jama’ah.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

“Hal ini penting dilakukan di tengah kemunculan paham di luar Aswaja yang cenderung berbahaya,” kata Dadan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Berita ArrahmahMedia.Com

Senin, 05 Februari 2018

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Muhammad Irsyad, Siswa SMK Walisongo Pecangaan Jepara berhasil menjuarai Lomba Desain Poster III se-Karisidenan Pati yang diselenggarakan Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (15/3).  

Irsyad berhasil mengalahkan puluhan peserta lain dari sekolah SMA sederajat. Sebagai Juara, bagi siswa kelas XI Jurusan Desain dan Produksi Kriya Tekstil itu, prestasi serupa yang pernah diraihnya tidak hanya sekali.

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SMK Walisongo Juarai Lomba Desain Poster

Putra pasangan Muchlis-Sofi tahun 2013 lalu banyak memboyong gelar Juara. Diantaranya Juara I Lomba Gambar Poster SMA se-Jepara, Lomba Cipta Logo Pekan Kompetisi Penegak II Kwartir Cabang Jepara, Juara II Lomba Poster Survival Kwarcab Jepara, 10 besar Lomba Poster Peranan ICT Se-Jawa Tengah dan 15 besar Lomba Poster anti Rokok Se-Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Siswa kelahiran Jepara, 08 Februari 1997 itu bercerita tentang orang-orang inspiratif di belakangnya. “Saya banyak belajar seni dari bapak saya yang pinter Kaligrafi. Juga dari saudara saya seorang dosen di ISI Yogja. Dari kedua orang itu darah seni saya mengalir hingga saat ini” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Di SMK Walisongo, siswa yang memenangi lomba sejak di bangku MI ini terbilang aktif. Pasalnya, setiap ada lomba ia tidak segan-segan berkonsultasi dengan gurunya, April Pujiastuti. Lewat guru yang pernah meraih gelar Creative Art For Teacher (2010) dan Lomba Guru Seni (2012) tingkat Internasional masukan-masukan dari gurunya itu ditampung dan diaplikasikan di karya-karyanya.

Kepala SMK Walisongo, Sutarwi Samsul Maarif yang diwakili Irbab Aulia Amri, Waka Kesiswaan mengemukakan diraihnya prestasi tersebut merupakan pengalaman untuk menggapai prestasi-prestasi lagi dikemudian hari. “Semoga dengan prestasi ini siswa-siswa yang lain juga termotivasi untuk menjadi juara. Disamping itu prestasi-prestasi di jenjang berikut juga diraih” harapnya.

Irbab juga berkomentar tentang Irsyad. Masih menurutnya, Irsyad adalah siswa yang gemar menggambar dan tidak kenal putus asa. Guru Bahasa Inggris itu juga membenarkan siswa yang tinggal di Desa Tahunan RT.04 RW.04 Kecamatan Tahunan, Jepara itu sering berkonsultasi dengan gurunya. Sehingga hal itu yang semakin menguatkan kualitas karyanya.

M Irsyad memang belum mempunyai angan-angan menjadi pelukis. Namun pengagum pelukis Jepara, Jatmiko itu kelak usai lulus SMK berkeinginan memberikan lapangan pekerjaan utamanya dalamnya dalam desain batik yang sesuai dengan jurusannya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Daerah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 28 Januari 2018

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Pemilu menjadi sarana pendidikan politik di kalangan pelajar. Karenanya, para pelajar NU harus menggunakan hak suaranya dengan memilih calon legislatif yang berkualitas.

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pilih Caleg Berkualitas

Wakil Ketua PC IPNU Kudus Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan pelajar NU harus mensukseskan pemilu dengan berpartisipasi aktif dan berkomitmen untuk tidak golput. Sebab, pemilu merupakan sarana dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

“Gunakan hak anda secara bebas yang bertanggungjawab untuk memilih caleg yang sesuai dengan harapan tanpa adanya paksaan.,”katanya kepada ArrahmahMedia.Com, Senin (7/4).

ArrahmahMedia.Com

Dalam menentukan pilihan, Ubaidillah mengingatkan supaya memilih caleg berdasarkan kualitasnya bukan karena kemampuannya membagi uang. Ditegaskan, adanya politik uang sebagai bentuk pelanggaran juga mencoreng demokrasi di Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

“Masa depan bangsa atau daerah ada di tangan pemuda. Jadi jika ingin yang terbaik untuk bangsa dan daerah maka pilihlah pemimpin kualitas dengan melihat rekam jejak perjuangannya di masyarakat,”tandasnya.

Pemiliu, imbuh Ubadillah, adalah sebagai pendidikan dengan manifestasi meningkatkan rasa partisipasi politik dalam rangka penciptaan iklim persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, dengan semakin tingginya pemahaman berpolitik yang benar dan bermartabat,  maka semakin tinggi pula rasa persatuan dan kesatuan masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 21 Januari 2018

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebuah kampus teologi di Amerika serikat Hartford Seminary berpendapat, ekstremisme dan sikat anti-toleransi bisa lahir dari penganut ajaran agama mana pun. Hal ini pula yang terjadi di Amerika Serikat.

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hartford Seminary Sesalkan AS Ikut Kampanyekan Islamophobia

"Itu semua terjadi karena adanya kesalahan dalam hubungan antaragama, juga kesalahan hubungan lintas budaya," terang Presiden Hartford Seminary School Heidi Hadsell saat berkunjung ke DPD RI bersama Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Senin (17/10).

Heidi menambahkan, paham ekstrem yang kerap ditampilkan media sebagai wajah Islam adalah bagian dari kampanye Islamophobia di negara-negara yang memang minoritas kaum muslimin. "Saya amat menyesal dengan sikap pemerintah Amerika yang ikut andil dalam mengampanyekan Islamophobia," ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad yang menerima rombongan Hartford Seminary dan Pengurus ICMI Pusat mengaku merasa beruntung menerima kunjungan ini. Dia berharap hubungan Indonesia dengan berbagai negara dapat terjalin positif seperti hubungan Indonesia-AS.

ArrahmahMedia.Com

"Kemampuan Indonesia mengelola perbedaan agama dan budaya dapat menginspirasi dunia," ucapnya di Nusantara III Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

Menurut dia, saat ini berkembang ketakutan terhadap budaya dan agama tertentu seperti munculnya Islamophobia, gerakan separatis, dan pemimpinan berpaham xenophobic (ketidaksukaan terhadap bangsa asing). "Globalisasi membawa dampak positif namun juga diiringi dengan ketidakpastian dan ketakutan di berbagai penjuru dunia," jelas senator asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dalam ketidakpastian ini, lanjutnya, pemimpin harus menjadi penggerak perdamaian. Mereka harus menyampaikan pernyataan yang membawa keharmonisan antara budaya dan agama. Dirinya juga yakin bahwa tidak ada agama yang mendukung terorisme dan kekerasan yang mengancam kemanusiaan.

"Poin ini yang berhasil didorong DPD pada 24th Resolution of the 24th Annual Meeting of the Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) tanggal 17-21 Januari 2016 di Vancouver, Kanada," kata Farouk.

Farouk menambahkan, dunia ini butuh penggerak perdamaian. Ia juga merasa senang bahwa para penggerak perdamaian hadir di acara kunjungan ini. "Sebagai kesimpulan, DPD berharap Hartford Seminary akan selalu sukses," lontarnya.

Selain itu, DPD memiliki peran penting dalam mengelola perbedaan budaya dan agama di Indonesia melalui aspirasi yang disampaikan masyarakatnya. Lantaran, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai agama, etnik, budaya dan bahasa yang tersebar di seluruh penjuru pulau. "Menjadi hal yang penting untuk mendengar dan menyampaikan semua aspirasi dari Sabang sampai Merauke agar bisa didengar oleh pemerintah pusat," jelas Farouk. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul ‘Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) mengadakan khataman Al-Quran 30 juz di pesantren Daarul Yatama Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Mereka memperingati tasyakuran tahun pertama KMNU di UII.

Tasyakuran diisi dengan silaturahmi antara aktivis KMNU UII, UGM, UNY, dan anak yatim dan santri Daarul Yatama, Ahad (8/11) kemarin.

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-1 KMNU UII Gelar Tasyakuran

Tampak hadir Fatchur Rahman, Ahmad Nur Shobah dari MPO KMNU Pusat, dan Koordinator BPH Regional 2 KMNU Muhammad Dliyaudin.

ArrahmahMedia.Com

Peringatan ini diawali dengan ziarah makam KH Mufid Mas’ud selaku pendiri pesantren Sunan Pandanaran.

ArrahmahMedia.Com

Ketua KMNU UII Mazdan Maftukha menyampaikan bahwa lahirnya KMNU merupakan sebuah komunitas yang mengatasnamakan “keluarga”, bukan karena embel-embel Islamnya tapi karena ada “ulama” di situ. KMNU tidak hanya yang berlatar belakang NU, melainkan yang berlatar depan NU juga. Memandang jauh ke depan dengan nama NU, sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk berkancah di dunia yang lebih luas.

Nur Shobah berpesan bahwa tujuan KMNU itu bukan untuk menguasai kampus, tetapi untuk menjalankan tradisi Aswaja.

“Kita membawa nama NU, jadi harus siap tanggung jawab dunia akhirat,” kata Shobah.

Tasyakuran diakhiri dengan makan bersama dan jabat tangan oleh hadirin. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Olahraga, Ulama ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Tasikmlaya, ArrahmahMedia.Com - Pelajar NU Tasikmalaya mengisi masa libur akhir pekan dengan membicarakan tentang peran kaum muda khususnya pelajar dan NKRI serta konsep negara di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (5/03). Mereka juga melakukan pemetaaan gerakan radikal.

Perkumpulan ini langsung dipimpin oleh Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmlaya Aa Fuad Muchlis. Ia sedikit memaparkan materi sebagai pengantar diskusi. Ia menyinggung paham-paham transnasional yang sudah tidak laku di negara asalnya.

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Libur, Pelajar NU Tasik Bahas Paham Trasnasional

Ia menyebut salah satunya HTI. “Di Yordania tempat kelahirannya sudah tak laku, tetapi mau-maunya kita terima. Para ulama NU telah memutuskan bahwa Pancasila sudah final dan kita rekan-rekanita Pelajar NU sebagai penjaga ulama. Apa yang telah disepakati oleh panutan kita salah satunya adalah NKRI.”

Ajengan yang pernah belajar langsung kepada Rais Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat ini menekankan para kader muda ini untuk terus belajar dan membaca. “Karena itu tugas kita dan ciptakan kaderisasi yang luar biasa di tubuh IPNU-IPPNU. Pelajar NU masa kini adalah NU di masa yang akan datang. Masa depan NU dan masa depan NKRI berada pada pundak kalian,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Keta IPNU Kabupaten Tasikmalaya Alimudin mengatakan, pertemuan ini akan rutin setiap Ahad. “Jika kali ini hanya pelajar NU, minggu selanjutnya seluruh KBNU (Keluarga Besar NU) khususnya anak mudanya yang termasuk banom NU. Mereka akan meramaikan Gedung Kebanggan warga Nahdliyyin Kabupaten Tasikmalaya ini dengan majlis ilmu setiap minggunya.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Ulama, Daerah ArrahmahMedia.Com

Senin, 15 Januari 2018

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

Sumenep, ArrahmahMedia.Com - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kabupaten Sumenep berlangsung sukses di area 1 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (22/1). Itu meliputi BMTNU Manding, Batuputih, Rubaru, Gapura, Batang Batang, dan Dungkek.

RAT dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq, Pengurus MWCNU, Pengurus BMTNU, GP Ansor, sesepuh NU, masyaikh dari ragam pesantren, dan warga nahdliyin.

?

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermodal 400 Ribu, Kini Omset BMTNU Sumenep 120 Miliar

"Inilah wujud nyata BMT NU dalam menggerakkan dan meningkatkan ekonomi warganya (Nahdlatut Tujjar)," tegas Ketua PCNU Sumenep KH A Pandji Taufiq.

Diterangkan, BMTNU Jawa Timur mulanya berdiri di Kabupaten Sumenep. Modal awal yang terkumpul hanya Rp400 ribu pada tahun 2004.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

"Sekarang asetnya sudah mencapai Rp120 miliar lebih. Alhamdulillah, ini tidak lepas dari peran semua pihak. Mulai dari pengurus hingga anggota BMTNU sendiri," terang mantan Ketua Yayasan Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut.

Selain omzetnya yang besar, BMTNU kini juga mempunyai puluhan cabang yang tersebar di Provinsi Jawa Timur. Ini prestasi luar biasa di tengah lesunya geliat perekonomian nasional.

"Kita sudah punya 32 cabang BMTNU yang menyebar di Jawa Timur. Sebut saja di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Jombang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 13 Januari 2018

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Kairo, ArrahmahMedia.Com. Dengan impian untuk meraih kemenangan bagi Swiss, sekelompok pemain Muslim di skuad Swiss menantang euroskeptisisme dan sentimen anti imigran di negara dimana menara masjid dilarang akibat berkobarnya emosi anti Muslim beberapa tahun lalu.

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemain Muslim Jadi Kunci di Skuad Swiss

Setelah pelarangan menara masjid pada 2009 dan burqa pada 2013, sebuah referendum anti imigran disahkan pada Februari 2014 yang menetapkan ketentuan kuota imigrasi.

Setelah pelarangan, disamping fakta bahwa 22.3% orang Swiss berasal dari keturunan imigran, seluruh mata kini menatap tim sepakbola Swiss yang berasal dari berbagai macam latar belakang budaya.

ArrahmahMedia.Com

Skuad Swiss pada Piala Dunia 2014 ini terdiri dari berbagai macam latar belakang, seperti dari keturunan Albania, Macedonia, Bosnia, Cape Verde, dan Pantai Gading.

ArrahmahMedia.Com

Tim yang kebanyakan merupakan pemain Muslim dari Albania, menurut ranking yang dipublikasikan FIFA sebelum penyelenggaraan Piala Dunia ini, berada pada posisi kelima terbaik, diatas kekuatan sepakbola tradisional seperti Itali, Perancis, dan Belanda.

Berikut gambaran singkat para pemain Muslim di tim Swiss.

Xherdan Shaqiri 

Berusia 22 tahun, Xherdan Shaqiri merupakan keturunan Albania yang lahir di Yugoslavia, dia merupakan gelandang di Bayern Munich pada Bundesliga Jerman.

Setelah mampu menerobos tim utama Basel, gelandang kiri ini menarik banyak perhatian atas kecepatannya dalam mengolah bola.

Shaqiri memenangkan Piala Liga Champion 2012–13 bersama Bayern, sekaligus Bundesliga dan DFB Pokal, yang membuatnya menjadi satu dari pemain Bayern Munich yang memenangkan treble.

Shaqiri merupakan man of the match dalam laga pembukaan antara Swiss dan Ekuador.

Philippe Senderos

Ia dilahirkan pada Februari 1985 di Jenewa, dan menjadi pemain Arsenal serta memenangkan piala FA Cup pada 2005 sebelum pindah ke Valencia CF.

Bek berusia 29 tahun ini memeluk Islam pada 2012, ketika ia mengucapkan shahadat di sebuah Islamic center di Manchester.

Pencapaian kemenangan yang mengesankan terjadi pada kejuaraan Eropa U-17 pada 2002, sementara pertandingan internasionalnya dimulai pada 2005 antara Swiss dan Perancis.

Dengan 53 pertandingan internasional dan lima gol internasional, pria dengan tinggi 190-cm ini menjadi salah satu pemain kunci pada PD 2014.

Admir Mehmedi

Dilahirkan pada Maret 1991 di Macedonia, pemain keturunan Albania ini menghabiskan karir mudanya di kesebelasan Winthertu. Ia bermain untuk Swiss dalam kejuaraan Eropa U-21 pada, pemain depan ini membuat debut internasional pada tahun yang sama.

Haris Seferovic

Ia merupakan striker Real Sociedad, yang dilahirkan pada Februari 1992, memulai karir sepakbola 15 tahun lalu pada usia 7 tahun.

Ia dianggap sebagai salah satu pemain Swiss paling berbakat sehingga keturunan Bosnia ini dipilih membela Swiss. Ia mulai bermain dalam pertandingan internasional pada Februari 2013 antara Yunani dan Swiss.

Gol yang diciptakan pada menit ke 92 dalam pertandingan antara Swiss dan Ekuador menjadi kemenangan pertama negaranya dalam perebutan piala paling akbar sepak bola kali ini.

Gokhan Inler

Ia merupakan gelandang Swiss yang dilahirkan di Olten Swiss pada Juni 1984 dan telah bergabung dengan kesebelasan Aarau pada 2005. Ia mulai bermain dalam skala internasional pada September 2006 antara Swiss dan Venezuela.

Inler, merupakan keturunan Turki, menjadi kapten Swiss ketika melawan Spanyol pada Piala Dunia 2010 dan memberi kemenangan untuk negaranya 1–0. Kini, ia kembali ditunjuk menjadi kapten untuk Piala Dunia 2014.

Valon Behrami

Gelandang berusia 29 tahun ini dilahirkan di Kosovo, mulai menemukan gairah bermain bola pada usia 13 tahun.

Pemain dengan tinggi 184-cm ini telah menjadi bagian dari tim Piala Dunia Swiss sejak PD 2006 di Jerman, Afrika Selatan (2010) dan UEFA EURO 2008.

 Blerim Dzemaili

Dilahirkan pada April 1986 di bekas Yugoslavia, Dzemaili telah menandatangani kontrak profesional pertama pada 2003 dengan FC Zurich.

Ia telah masuk daftar pemain Swiss dalam Piala Dunia 2006, tetapi saat itu tidak dapat bermain. Pemain dengan tinggi 179-cm ini telah mengikuti pertandingan internasional sebanyak 34 kali. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Lomba ArrahmahMedia.Com

Senin, 25 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, ArrahmahMedia.Com. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

ArrahmahMedia.Com

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Daerah, Habib ArrahmahMedia.Com

Revolusi Mental, Khayalan atau Pelaksanaan?

Oleh Gatot Arifianto



Apalagi

Yang bisa kita lakukan

Revolusi Mental, Khayalan atau Pelaksanaan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Revolusi Mental, Khayalan atau Pelaksanaan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Revolusi Mental, Khayalan atau Pelaksanaan?

Bila kata kehilangan makna

Kehidupan kehilangan sukma

Manusia kehilangan kemanusiaannya

ArrahmahMedia.Com

Agama kehilangan Tuhannya



(Penggalan sajak KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus, "Jadi Apa Lagi?")

ArrahmahMedia.Com

Hasil-hasil survei internasional sering menunjukkan bahwa dalam hal baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal buruk cenderung tinggi. Hingga saat ini, Indonesia masih mempunyai sejumlah permasalahan perlu dirampungkan. Hal tersebut barangkali tapi pasti, melatarbelakangi adanya gagasan Revolusi Mental. Namun bagaimana mewujudkannya dan siapa terlibat? Ataukah hanya sebatas khayalan politik, yang artinya, kurang lebih akan bernasib sebagaimana mimpi yang tak mampu melepaskan diri dari ilusi?

Berawal dari pemilihan calon presiden RI ke-7, Revolusi Mental mengemuka. Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo didampingi calon Wakil Presiden Jusuf Kalla bertekad mengangkat kembali karakter bangsa yang telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner). Gayung bersambut, tak hanya politisi, artis, seniman hingga masyarakat menyambut antusias.

Dengan dua padanan kata itu, ada harapan tercipta perubahan bagi Indonesia yang berdasarkan data Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dan dengan 177 skor, berada di rangking 114 dengan skor 32. Dan pada 2008 dicatat dalam Guinness Book sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia atau menghancurkan luas hutan setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Begitu pula dengan persoalan lain meski dirampungkan Indonesia, seperti kemiskinan, pengelolaan sumber daya belum optimal, lemahnya penegakan hukum, kesenjangan sosial, peringkat dua penyumbang sampah plastik di laut, keamanan, perilaku konsumstif, hubungan eksploitatif antara kapitalis dan buruh, hingga maraknya peredaran narkoba.

Revolusi Mental Versus Pembiaran



Perjuangan, ujar W.S Rendra, adalah pelaksanaan kata-kata. Terpilih sebagai pemimpin bangsa, Presiden Joko Widodo harus mampu mengajak, menyemangati dan meyakinkan masyarakat Indonesia merealisasikan Revolusi Mental yang berkemungkinan mewujudkan harapan Presiden Sukarno: "Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita", yang menjelang 71 tahun Indonesia merdeka, masih jauh panggang dari api.



Jika Revolusi Mental adalah pola baju, seserius apa upaya ditempuh untuk mewujudkannya menjadi pakaian siap dikenakan? Ada kecemasan Revolusi Mental tidak terealisasikan dengan baik. Ini bukan persoalan pesimis. Namun bagaimana kebijakan tegas diambil untuk menerjemahkannya! Sehingga Revolusi Mental bisa pula merealisasikan konsep tiga kekuatan yang berfungsi sebagai kesaktian bangsa atau Tri Sakti, yakni "berdaulat dalam politik", "berdikari dalam ekonomi" dan "berkepribadian dalam kebudayaan".

Adakah jalan menuju "nation building" dan "character building" yang menurut Putra Sang Fajar harus diteruskan sehebat-hebatnya demi menunjang kedaulatan politik Indonesia sudah dibangun? Dengan apa? Pendidikan yang salah kaprah dipandang sebagai tugas guru dan sekolah semata? Kebijakan tegas dan jalan mewujudkan cita-cita mulia tersebut sepertinya masih remang. Yang tampak jelas justru ketidakmungkinan terjadinya Revolusi Mental melalui pembiaran banyaknya tontonan sekaligus tuntunan murahan di televisi-televisi yang meragukan mampu membangun kreativitas dan karakter anak-anak bangsa.

Mungkinkah generasi yang melulu dijejali fiksi tanpa visi, mengabaikan "character building" akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu menjawab beragam persoalan bangsa dan tantangan zaman yang akan semakin besar? Mungkinkah 1.000 guru melahirkan 1.000 murid bagus jika pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa sekolah kita kalah "memikat" dengan "guru-guru elektronik" yang rajin menjejali murid-murid di luar jam belajar dengan fiksi sampah? Adakah industri televisi yang tidak bervisi untuk kemajuan bangsa yang mengutamakan suplemen kapitalisme (iklan) mampu menopang tercapainya Revolusi Mental di negeri dengan jumlah pengguna narkoba mencapai 5,9 juta orang (BNN, November 2015)?

Kondisi lama itu kini ditambah lagi dengan masifnya generasi muda menjauh dari persoalan terjadi pada bangsa Indonesia. Persoalan ketahanan pangan seolah hanya tanggung jawab petani tanpa upaya tegas menyiapkan regenerasi. Generasi bangsa Indonesia hari ini lebih akrab dengan fantasi daripada sawah adalah fakta tidak dipungkiri. Mereka lebih karib dengan games, dan terkini, keranjingan berburu monster virtual.

Mengapa mereka rela menghabiskan waktu yang belum teruji bisa menempa mereka menjadi individu berkarakter sebagaimana Sukarno, Hatta, Habibi, Gus Dur atau Mbah Sadiman yang seorang diri menghijaukan 100 hektar lahan hutan Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan sisi tenggara lereng Gunung Lawu? Mengapa pula generasi-masyarakat Republik Indonesia yang memiliki 28,59 juta penduduk miskin (BPS, Maret 2015) dengan ikhlas justru gotong-royong menyetorkan uang untuk asing? Kenapa demikian? Barangkali ada kejenuhan massal atas beragam persoalan bangsa tak kunjung rampung.

Merujuk fakta di atas, pemerintah harus bergegas menjawab persoalan itu mengingat bukan sesuatu yang remeh bagi keberlangsungan suatu bangsa di masa mendatang. 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan atau sekitar 881 kasus setiap hari (Komnas Perempuan, 2015) hingga riset sebanyak 68 persen siswa SD sudah pernah ikut-ikutan mengakses situs porno adalah persolan nyata dan membutuhkan penanganan serius.

Apakah pembiaran berlangsungnya hal-hal yang berlawanan dengan pembangunan karakter mampu menopang cita-cita diharapkan? Bukankah itu merupakan kemustahilan mewujudkan harapan dan gagasan baik tengah diupayakan? Apa yang akan terjadi seumpama finasial, waktu dan energi generasi bangsa tersebut dihimpun? Bukankah akan lebih bermakna dan menjadi potensi besar untuk mendukung tercapainya pembangunan nasional?

Implementasi Tepat Wujudkan Revolusi Mental



Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "revolusi" mengacu pada kata "perubahan" yang berakar kata "ubah". Salah satu syarat mewujudkan perubahan adalah menggambarkan keuntungan masyarakat pada masa yang akan datang supaya tercapainya taraf kehidupan lebih baik. Sesuatu yang secara konsep pada mulanya diterima akal sehat. Adapun kata mental berasal dari bahasa Latin, mens atau metis yang memiliki arti jiwa, nyawa, sukma, roh, semangat. Singkatnya, mental ialah hal-hal yang berkaitan dengan psycho atau kejiwaan yang dapat mempengaruhi perilaku individu. Mental individu yang positif, tentu akan menopang terjadinya perubahan dibutuhkan masyarakat bangsa dengan baik sebagaiamana semangat Revolusi Mental. Sebaliknya?

Amerika Serikat membangun karakter masyarakatnya menggunakan waktu dengan baik, bertahap, sederhana, tapi serius dan realistis. Salah satu melalui tontonan-tuntunan (industri perfilman) yang selalu menyatakan mereka bangsa unggul, bangsa pemenang, bukan bangsa pecundang. Bukankah pertempuran Fire Base Ripcord sejatinya dimenangkan Vietnam? Namun dengan memproduksi puluhan film-film bertemakan perang Vietnam. Dari layar lebar seperti film Rambo hingga film seri "Tour of Duty", mereka mengubah fakta menjadi fiksi yang memotivasi dan menghipnotis psikologi-"mind set" masyarakatnya dengan menyatakan diri menang melawan gerilyawan Vietnam. Dalam konteks kreatif dan fiksi, hal itu bukan sesuatu yang salah karena memang bukan fakta. Dan dari upaya-upaya itu, jelas ada dampak maslahat hendak dicapai Amerika di masa mendatang.

Bagi Amerika, kreativitas tersebut adalah kesadaran pentingnya pembangunan karakter masyarakat bangsa sebagai investasi jangka panjang yang tidak mungkin selesai seperti membuat mie instans. Suatu upaya yang diam-diam mengingatkan dua hal. Pertama pemikiran Mohammad Hatta: Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Kedua QS. Ar-Raad : 11, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri".

So, jika 90 persen produk industri televisi kita berikut pemerintah abai terhadap kemajuan bangsa melalui pembangunan karakter generasinya. Jika pemerintah tidak memiliki kebijakan tegas untuk membangun karakter generasi bangsa, barangkali tapi pasti, kita diam-diam sepakat merayakan dengan bangga kemunduran suatu bangsa.

Jalan raya panjang memang mustahil dirampungkan seorang pekerja. Tapi ribuan pekerja hanya akan menghasilkan jalan raya dengan kualitas buruk tanpa mengindahkan kesepakatan hingga tidak adanya kontrol serius, baik dan tegas dari pemimpin di lapangan. Untuk terwujud, harapan dan optimisme perlu implementasi tepat! Revolusi Mental tidak boleh kehilangan makna oleh tontonan-tuntunan murahan dan gempuran permainan asing yang mempunyai tingkat bahaya sebagaimana narkoba. Atau memang sebagai bangsa dengan penduduk Islam mayoritas di dunia, kita keberatan memahami Al-Ashr dan Ar-Raad:11? Jika demikian, mari sederhanakan, minum kopi, teh atau wedang jahe sembari membaca sajak Sebatang Lisong yang ditulis W.S Rendra 17 Agustus 1977.

Penulis adalah Nahdliyin, bergiat di Ansor, Pergunu, Lesbumi, Sarbumusi, Gusdurian, AJI dan SIEJ. Tinggal di Lampung. Twitter @sineasastra; Facebook BPUN Waykanan.Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Nahdlatul Ulama, Daerah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Kebumen, ArrahmahMedia.Com

Bertempat di mushala pondok pesantren Al-Hidayah Wonoyoso berkumpul 50 santri-santriwati dari 18 pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes), Sabtu (30/1).?

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah.?

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Pelatihan ini merupakan upaya agar pesantren mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Selama ini beberapa pesantren masih kekurangan dalam bidang manajemen. Karena itu Simpes bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan manajemen yang selama ini menjadi halangan bagi pesantren.?

"Santri tidak perlu kecil hati. Santri bisa menjadi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para santri,"ungkap Sekretaris RMI NU Jateng Mandzur Labib.?

“Kita harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Bahkan santri ada yang pernah menjadi presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ? Al-haqqu bila nidhom yaghlibu albathil bi nidhomin. Komunitas pesantren yang tanpa manajemen yang bagus bisa kalah dengan komunitas yang diatur dengan baik. Inilah tantangan ke depan bagi pesantren untuk mulai berbenah diri.” ?

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu perwakilan dari Kanwil Kemeng Jawa Tengah Habibul Huda mengungkapkan santri harus tetap nasionalis dan religius karena santri merupakan pimpinan masa depan. (Mukhammad Zulfa/Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Statemen anggota Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi di media yang mencurigai masuknya RUU Pertembakauan dalam Prolegnas tahun ini hanya murni kepentingan industri menuai tuduhan balik.

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai (Sumber Gambar : Nu Online)
Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai (Sumber Gambar : Nu Online)

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai

Pasalnya, ia tidak merinci apa yang dimaksud dengan kalimat "ada sesuatu yang mencurigakan terkait masuknya RUU Pertembakauan". Ia juga menuding klaim untuk melindungi petani tembakau tentang RUU tersebut adalah kedok belaka.

?

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus Zamhuri berpendapat, statemen Tulus Abadi patut dicurigai. Menurutnya, komentar Tulus bisa jadi merupakan pesanan dari kelompok yang ingin menggulingkan industri kretek nasional.

?

ArrahmahMedia.Com

Zamhuri mengatakan, mestinya Tulus bisa mengaji kretek dari berbagai sisi, sehingga akan mendapatkan pemahaman yang utuh terkait industri kretek yang merupakan warisan budaya bangsa ini.

?

ArrahmahMedia.Com

"Kretek sudah ada sejak ratusan tahun silam di bumi Nusantara dan telah terbukti memberi maslahah (manfaat) kepada masyarakat, tetapi kemudian dipersoalkan gara-gara adanya desakan masyarakat internasional," ujarnya, Senin (14/9).

?

Terkait adanya desakan dunia internasional itu, mestinya bukan melemahkan potensi dan kekuatan industri kretek nasional yang harus dilakukan. Sebaliknya, kata Zamhuri, elemen masyarakat di negeri ini harus jeli terhadap agenda terselubung yang bisa mengancam keberlangsungan industri kretek nasional.

?

"Pengaturan masalah tembakau, misalnya, tidak cukup hanya dilihat dari isu kesehatan, karena masalahnya telah melebar menjadi multiproblem. Masalah pertembakauan bukan sekadar bisnis asap semata, namun kekuatan ekonominya sudah jauh merasuk ke dalam tulang sumsum sistem ekonomi masyarakat dan menggerakkan pasar ekonomi dengan omzet ratusan triliun rupiah," paparnya sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

?

Peneliti Masyarakat Pemangku Kepentingan Kretek Indonesia (MPKKI) ini menambahkan, hingga kini, regulasi yang menjadi landasan yuridis dalam pengaturan masalah pertembakauan, kurang memadai dan lebih banyak merespon isu tembakau dari dimensi kesehatan. Itu pun dari berbagai kajian, soal dampak kesehatan akibat mengonsumsi asap kretek masih bisa diperdebatkan.

?

Hal itu, menurutnya, antara lain bisa dilihat dalam UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan yang menegaskan tembakau sebagai zat adiktif, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

?

"Padahal, dalam negara hukum yang demokratis, mensyaratkan empat perangkat kondisi sosial. Yakni persamaan dalam setiap proses politik, tidak ada kelompok yang memonopoli, berlakunya nilai-nilai yang disebut sebagai kebajikan publik, serta menerima perbedaan dan konflik kepentingan sebagai realitas sosial yang tidak dapat dihindarkan. Pemahaman ini juga mestinya dipahami oleh kelompok anti tembakau, termasuk Tulus Abadi," tambah Zamhuri. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Foto: Ilustrasi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Ubudiyah, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom

Pamekasan, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan sejauh ini dikenal sebagai pesantren yang meneguhkan diri berhaluan paham Ahlus Sunnah Waljamaah. Banyak santri yang kemudian tercetak aktif di struktural NU.

Untuk menguatkan sejarah pesantren berhaluan dengan NU, Pesantren Sumber Anom terbuka atas kehadiran Pencak Silat Pagar Nusa PCNU Pamekasan. Ahad (30/7) pagi, di pesantren tersebut dibentuk Rayon Pagar Nusa.

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Sejarah, Pagar Nusa Berlatih di Pesantren Sumber Anom

"Alhamdulillah sudah terbentuk Rayon Pesantren Sumber Anom. Hari ini latihan perdana," tegas Ketua Pagar Nusa Pamekasan Salman Al-Farizi.

Diharapkan, dari pesantren tersebut nanti lahir pendekar-pendekar yang selalu setia pada kiai dan menjadi tembok pertahanan NKRI. Karena bagi pesantren dan NU, NKRI yang bernafaskan sudah final.

ArrahmahMedia.Com

"Kita terus sasar pesantren-pesantren untuk mencetak santri yang pendekar. Kami insya Allah selalu siap menghadirkan pelatih langsung dari kepengurusan Pagar Nusa PCNU Pamekasan," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul Ulama, Sejarah, Daerah ArrahmahMedia.Com

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sidoarjo,  ArrahmahMedia.Com. Sejumlah warga Desa Kedung Cangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid Baitus Sholihin yang terletak tidak jauh dari semburan lumpur Lapindo.

Para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan 1436 H di masjid tua yang terletak di sebelah selatan kawasan lumpur panas itu, sepi dan hanya segelintir orang. Itupun warga yang masih ingin menunaikan ibadah shalat tarawih sambil mengenang masa lalunya.

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sepinya para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid tersebut lantaran warga setempat sebagian besar banyak yang meninggalkan desanya sejak terkena semburan lumpur Lapindo pada tahun 2008 silam.

ArrahmahMedia.Com

Meski demikian, warga yang menunaikan ibadah shalat tarawaih di masjid tersebut penuh antusias dan semangat. "Para jamaah yang hadir menunaikan ibadah shalat tarawih adalah warga asli Kedung Cangkring. Namun, sepinya jamaah masjid dikarenakan para warga sudah tidak tinggal desa mereka lagi. Mereka sudah pindah di luar Sidoarjo," kata pengurus tamir Masjid Baitus Sholihin, Ustadz Mudzakir.

Dari pantauan ArrahmahMedia.Com, Kamis (25/6) malam, jumlah jamaah shalat tarawih di masjid itu sekitar 10 hingga 15 orang. "Tidak mesti, terkadang bertambah, kadang pula berkurang. Sehingga shafnya kelihatan masih kosong. Akan tetapi antusias warga sekitar yang menunaikan shalat tarawih penuh dengan khidmat dan khusuk," jelas Ustadz Mudzakir.

ArrahmahMedia.Com

Seusai menunaikan shalat tarawih, warga juga menggelar tembang shalawat syiiran khas desa mereka dengan menggunakan bahasa Jawa. Mereka sengaja bershalat tembang syiirian tersebut karena ingin melestrikan amaliyah yang dimiliki ulama desa setempat. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Daerah, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Temanggung, ArrahmahMedia.Com

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menggelar dua agenda kaderisasi sekaligus. Agenda pertama kaderisasi untuk pengurus GP Ansor melalui pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) diikuti 54 peserta.

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Kedua untuk anggota Banser melalui Diklatsar ke XII diikuti 135 peserta, yang kebanyakan dari wilayah Kecamatan Pringsurat serta ditambah beberapa peserta dari kecamatan lain.

Dua kaderisasi tersebut berlangsung di Mirikerep Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November.

ArrahmahMedia.Com

Ketua GP Ansor Temanggung Sukron Wahid mengatakan, Diklatsar dan PKD tersebut digelar untuk membangun komitmen kader dalam berorganisasi, memberikan pendidikan dan pelatihan dasar tentang organisasi GP Ansor, Banser, dan NU.

Juga, kata dia, menyiapkan kader yang tangguh, militan, berdedikasi terhadap organisasi. Serta kader yang siap membela agama, ulama, bangsa dan negara.

ArrahmahMedia.Com

“Kaderisasai menjadi sarana pembekalan keorganisasian juga untuk menyiapkan calon pimpinan di GP Ansor ke depan,” pungkasnya. (Slamet Jafar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Kamis, 16 November 2017

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan, uji publik, dan sosialisasi, Kemenhub terbitkan Peraturan pengganti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam trayek yang menjadi payung hukum angkutan taksi online.

Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Seperti diketahui Mahkamah Agung telah menganulir 14 pasal yang terdapat Permenhub tersebut. Peraturan pengganti tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 yang ditandatangani oleh Menhub tanggal 24 Oktober 2017 dan akan berlaku efektif mulai 1 November 2017.

Dalam prosesnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan dialog publik di beberapa kota di Indonesia seperti di Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar untuk mendengar langsung respons masyarakat diberbagi daerah terkait dengan aturan taksi online ini. Berdasarkan masukan dari berbagai pihak di berbagai kota tersebut, semua pihak mengharapkan agar diatur kembali.

"Karena kalau tidak diatur maka per 1 November akan terjadi kekosongan hukum. Maka kami mencari masukan dari berbagai pihak di berbagai lokasi," kata Sektetaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo. 

ArrahmahMedia.Com





Sugihardjo menambahkan peraturan ini mungkin tidak seluruhnya bisa memuaskan semua pihak. Kemenhub berdiri di tengah berusaha mengakomodir semua pihak, mengutamakan kepentingan masyarakat luas, kepentingan nasional dan juga kepentingan pengguna jasa dlm hal keselamatan, perlindungan konsumen, kesetaraan dan kesempatan berusaha.

ArrahmahMedia.Com

Ada sembilan substansi yang menjadi perhatian khusus dalan PM 108 Tahun 2017 yaitu, argometer, wilayah operasi, pengaturan tarif, STNK, kuota, domisili TNKB, persyaratan izin, SRUT, dan pengaturan peran aplikator.

Substansi pertama Argometer, yaitu bahwa besaran biaya angkutan sesuai yang tercantum pada argometer yang ditera ulang atau pada aplikasi berbasis teknologi informasi. Kedua Wilayah Operasi, taksi online beroperasi pada wilayah operasi yang ditetapkan.

Ketiga Pengaturan Tarif yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa transportasi melalui aplikasi teknologi informasi dengan berpedoman pada tarif batas atas dan batas bawah yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat, dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)/Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

Keempat STNK, atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi. Kelima Kuota, yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat/Kepala BPTJ/Gubernur sesuai kewenangannya.

Keenam Domisili TNKB, menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor sesuai dengan wilayah operasi. Ketujuh Persyaratan Izin, memiliki paling sedikit 5 (lima) kendaraan yang dibuktikan dengan STNK atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi.

Kedelapan SRUT, salinan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) kendaraan bermotor atau salinan bukti lulus uji berupa buku uji/kartu lulus uji yang masih berlaku. Kesembilan Pengaturan Peran Aplikator, perusahaan aplikasi dilarang bertindak sebagai Perusahaan Angkutan Umum.

Diharapkan dengan terbitnya PM 108 Tahun 2017, semua pemangku kepentingan termasuk angkutan online dan konvensional dapat memahami dan mematuhi peraturan ini, karena proses penyusunannya sudah mengakomodir semua pihak, dengan mempertimbangkan UU 20 Tahun 2008 ttg UMKM dan UU 22 Tahun 2009 ttg LLAJ. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Daerah, Santri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 11 November 2017

Fortuna Band Mengaku Terinspirasi Gus Dur

Tangerang, ArrahmahMedia.Com. Pengaruh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ternyata juga menyentuh para pelaku musik. Sebuah grup musik bernama Fortuna Band menempatkan presiden ke-4 RI ini sebagai ilham bagi karyanya.

“Lagu andalan kami yang berjudul ‘Satu Rasa Satu Hati’ terinspirasi dari tokoh  NU, yaitu Gus Dur, dimana lagu tersebut menceritakan tentang perdamaian dan persatuan bangsa. Maka kami mendaulat Syaiful Arif selaku penulis buku Humanisme Gus Dur sebagai salah satu model video klip lagu tersebut,” kata Nola, gitaris Fortuna Band, saat ditemui di tempat kumpul grup ini di Pondok Hijau Ciputat, Tengerang Selatan, Banten, Ahad (20/10).

Fortuna Band Mengaku Terinspirasi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fortuna Band Mengaku Terinspirasi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fortuna Band Mengaku Terinspirasi Gus Dur

Band yang terdiri dari lima personil,  yakni Irfan (vokal), Putro (gitar), Milham (bass), Nola (gitar) dan Ade (drum), ini  mengaku ingin memunculkan aliran musik baru mereka sebut I-POP (Indonesian POP). Musik I-POP mengandung cita rasa kebudayaan Indonesia dalam aransemen lagu, misalnya nada gamelan Jawa, nada musik daerah Kalimantan, dan Saluang Minangke.

ArrahmahMedia.Com

Fortuna Band juga berkomitmen meneruskan jejak Wali Songo yang mejadikan musik sebagai media dakwah. Hal ini mereka tampakkan dalam simbol bintang sembilan yang menempel pada logo kepingan CD album mereka. Jumlah sembilan merujuk pada sembilan wali penyebar Islam di Tanah Jawa.

ArrahmahMedia.Com

Lebih jauh Putro menjelaskan, hubungan Fortuna Band dengan NU cukup intim. “Kami mulai sering diundang untuk perform (tampil) oleh sahabat-sahabat dari Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) Tangsel (Tangerang Selatan), dan kami juga pernah menjadi Guest Star di acara peringatan Kirab Resolusi Jihad 10 November 1945 yang diselenggarakan di UIN Jakarta,” terangnya.

“Saat band kami di wawancara di radio dan televisi, kami selalu mengatakan bahwa kunci menjaga kesolidan grupa adalah dengan membaca Yasin dan tahlil berjamaah setiap malam Jumat, dan membaca Ratib al-Hadad berjamaah setiap mau perform,” tambah Putro.

Fortuna Band juga membuat aransemen lagu Shalawat Badar untuk dijadikan nada sambung pribadi atau RBT yang 100 persen dari keuntungan penjualan akan disumbangkan ke Panti Asuhan dan Pesantren di sekitar Tangerang Selatan. (Adriansyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com News, Daerah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 26 Oktober 2017

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai

Cirebon, ArrahmahMedia.Com. Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Palimanan Cirebon, Ahad (16/9), merekomendasikan usulan gelar pahlawan bagi para ulama NU. Mereka antara lain KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Abbas Buntet Cirebon dan KH Abdurrahman Wahid.

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komisi Rekomendasi Usulkan Gelar Pahlawan untuk Sejumlah Kiai

Kiai lainnya yang diusulkan dalam sidang komisi rekomendasi adalah Kiai Subhi Parakan Temanggung dan beberapa kyai lain yang telah nyata berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu putra Kiai Wahab Hasbullah, KH Hasib Wahab yang meneruskan pengasuhan pondok pesantren Bahrul Ulum Tambah Beras Jombang, di sela sidang komisi di Munas-Konbes NU menyatakan, pengusulan gelar pahlawan itu bukan untuk meminta imbalas atas jasa mereka terhadap negara. 

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya usulan itu lebih dimotivasi keinginan agar generasi muda sekarang bisa mengambil teladan dan punya motivasi perjuangan seperti para pendahulunya. Lebih khusus agar warga  muda NU meniru para kiainya yang telah begitu besar pengorbanannya bagi negeri yang sangat di cintainya.

ArrahmahMedia.Com

"Kita saat ini butuh inspirasi. Butuh teladan dalam nasionalisme dan kecintaan pada kemerdekaan. Sudah selayaknya ulama yang berjuang begitu luar biasa dicatat dalam sejarah sebagai pahlawan. Agar anak cucu kita kelak bisa meneladani mereka," tutur kiai Hasib yang baru datang usai menggelar Haul ke-41 Simbah KH Abdul Wahab Hasbullah di pondok pesantrennya, kemarin.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, Kiai Wahab Hasbullah sangat layak untuk segera diberi gelar pahlawan. Sebab peran beliau yang luar biasa sejak sebelum kemerdekaan hingga menyelamatkan NKRI ketika diserbu sekutu. Dalam peristiwa 10 November 1945, ketika Surabaya dikepung Belanda dan sekutu yang dipimpin Amerika, terangnya, Kiai Wahab Hasbullah berkeliling Jawa dan Madura untuk mengundang para ulama agar berkumpul membahas situasi republik yang genting.

Hasilnya, maklumat NU yang diserukan Rais Akbar Hadrotus Syakh KH Hasyhim Asyari atau lebih terkenal dengan nama Resolusi Jihad NU, menjadi pemantik gerakan perlawanan rakyat semesta melawan sekutu di Surabaya.

"Mbah Wahab waktu itu juga mengontak seluruh komandan laskar Hizbullah dan Sabilillah untuk menyerbu sekutu setelah keluar resolusi jihad," ujarnya.

Sekedar menambahkan data, Kiai Wahab lantas menyebutkan, para kyai seperjuangan Mbah Wahab sudah diberi gelar pahlawan. Termasuk yunior beliau. Yaitu KH Abdul Wahid Hasyim dan  KH Idham Kholid untuk menyebut dua nama. PBNU, kata dia perlu segera memproses pengusulan gelar pahlawan bagi para ulama NU. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menurutnya, juga masuk prioritas pengusulan, bersamaan dengan pengusulan nama KH Abdul Wahab Hasbullah.

"Munas ini harus menghasilkan rekomendasi hal tersebut. Usai acara ini, PBNU kami harap segera memproses usulan tersebut," pungkasnya diamini mantan ketua GP Ansor Cholid Mawardi, tokoh keraton Cirebon, Ki Ageng Macan Putih dan beberapa kiai lain. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Nusantara, Daerah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 22 Oktober 2017

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa

Makassar, ArrahmahMedia.Com. Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar, Sulawesi Selatan Ahmad Ahsanul Fadhil menegaskan Pesantren adalah instrumen startegis mencegah radikalisme di Indonesia. Karena Lembaga pendidikan Islam klasik dan tertua di Indonesia tersebut senantiasa mengajarkan Islam ramah.

"Pesantren adalah Lembaga yang sangat strategis untuk menebar ajaran Islam rahmatan lil alamin, mencegah munculnya paham radikal yang merongrong kedaulatan NKRI dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa," ujar Ahsanul dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PMII STIE Tri Dharma Nusantara bekerjasama dengan IKA-MDIA Bontoala Makassar.

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa

Senada dengan Ahsan, Sekretaris KNPI Kota Makassar, Irwan Ade Saputra mengamini apa disampaikan Ahsan dalam Forum Dialog tersebut. Dia menerangkan, posisi Santri sebagai bagian dari pemuda sangat strategis untuk melakukan gerakan mengawal keutuhan NKRI, dengan pemahaman keagamaan yang ramah.

“Paham Islam tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap pemuda yang tidak mengenyam pendidikan di Pesantren hingga paham bahwa Agama dan NKRI bukan hal yang harus dipertentangkan,” ungkap Ade dalam diskusi di ruang redaksi Tribun Timur, Ahad (30/10).

Pendiri Sekolah Kebangsaan, Arqam Azikin yang juga hadir sebagai Panelis meminta Pemuda dan Pesantren berbagi peran namun tetap saling mensupport dalam menjaga NKRI.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, sejarah Pemuda dan Pesantren adalah sejarah yang tak terpisahkan dari Sejarah Bangsa. Keduanya memiliki peran penting dalam memerdekakan Indonesia.

"Saya berani mengatakan andai bukan KH Hasyim Asyari bersama kalangan pesantren lain dan bangsa Indonesia secara umum, maka tidak akan lahir gerakan yang mampu memerdekakan Indonesia,” tegas Arqam. (Rahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Doa, Daerah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 06 Oktober 2017

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

New Delhi, ArrahmahMedia.Com. Perdana Menteri India Narendra Modi mengucapkan selamat memperingati maulid Nabi Besar Muhammad SAW kepada masyarakat di Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan oleh PM Modi dalam bahasa Indonesia sebelum mengakhir pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Mughal Room Lantai 1, Hyderabad House, New Delhi, Senin.

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PM India Ucapkan Selamat Maulid pada Muslim Indonesia

"To all our friends in Indonesia, selamat memperingati hari raya Maulid Nabi Muhammad," kata Modi.

Perdana Menteri Modi menganggap Indonesia sebagai negara Muslim paling terkemuka di dunia dan tetap mampu menjadi negara yang harmoni meskipun beragam dan plural.

ArrahmahMedia.Com

Ia menambahkan bahwa selama ini India selalu menganggap Indonesia sebagai mitra yang strategis dan berharga bagi negara tersebut.

Menurut dia, kedua negara memiliki hubungan sejarah yang kuat.

"Ini menjadi sesuatu yang lebih besar dan menjadi momentum ke depan untuk meningkatkan kemitraan strategis," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Hal itu, kata dia, termasuk kemitraan di dalamnya meliputi upaya membangun perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan di wilayah Indopasifik.

"Indonesia adalah mitra yang sangat berharga, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," katanya.

Dalam pertemuan bilateral juga dibicarakan berbagai rencana dan kesepakatan kerja sama mencakup banyak bidang termasuk penanganan terorisme, kejahatan terorganisasi, dan perdagangan manusia.

"Kami sepakat untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara," katanya.

Kerja sama juga akan diperkuat dalam bidang farmasi, IT, otomotif, perangkat lunak, hingga sepakat untuk menerapkan pakta perdagangan bebas India-ASEAN. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Ahlussunnah, Ulama ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock