Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar.

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

ArrahmahMedia.Com

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan kali ini kami berusaha untuk menjawab pertanyaan kedua tentang menshalati orang yang meninggal karena bunuh diri. Apakah ia tetap harus dishalati? Tentunya untuk menjawab pertanyaan ini kami akan merujuk pada penjelasan yang telah disodorkan para ulama.

Dalam kasus orang yang mati karena bunuh diri ternyata para ulama berselisih pendapat. Tetapi, menurut pendapat mayoritas ulama, jenazah tetap dishalati. Berbeda dengan mayoritas ulama adalah Umar bin Abdul Aziz yang memandang bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, seorang imam tidak perlu menshalatinya tetapi yang menshalati adalah selainnya. Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal ini mungkin bisa dipahami bahwa tokoh masyarakat atau kiainya tidak perlu ikut menshalati, tetapi cukup jamaah atau masyarakat yang lain yang menshalatinya.

Salah satu argumen teologi yang bisa digunakan untuk mendukung pendapat mereka adalah riwayat Jabir bin Samurah yang menyatakan ada seorang laki-laki yang melakukan tindakan bunuh diri kemudian meninggal dan Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Ishaq bin Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu adalah bentuk peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama berbeda pendapat mengenai penshalatan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri. Menurut pendapat mayoritas ulama, ia tetap dishalati. Sedang Umar bin Abdul Aziz tidak berpendapat untuk menshalatinya. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai. Imam Ahmad bin Hanbal berpandapat, imam tidak perlu ikut menshalatinya, sedang yang menshalatinya adalah selain imam. Mereka berhujjah dengan riwayat dari Jabir bin Samurah yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki yang mati karena bunuh diri kemudian Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu pada dasarnya merupakan peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.”

Berpijak atas penjelasan ini, setidaknya dapat ditarik sebuah simpulan bahwa jenazah orang yang mati karena bunuh diri sepanjang dia adalah seorang Muslim, tetap dishalati. Sebab, dosa besar perbuatan bunuh diri tidak dengan sertamerta menyebabkan ia keluar dari Islam, sepanjang ia tidak menganggap bahwa tidakan bunuh diri adalah halal.

Adapun sikap dan pandangan Umar bin Abdul Azin dan Al-Awzai adalah cenderung tidak menshalati orang yang mati karena bunuh diri. Kecenderungan ini mesti dibaca sebagai sikap pemakruhan bagi dirinya. Inilah yang kami pahami dari keterangan yang kemukakan Ibnu Bathal dalam kitab Syarhu Shahihil Bukhari-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para fuqaha` dan ulama dari kalangan Ahlusunnah sepakat bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak keluar dari Islam, ia tetap dishalati, dan wajib menanggung dosa akibat perbuatannya sebagaimana dikemukakan Imam Malik, dimakamkan di pemakaman orang-orang Muslim. Hanya Umar bin Abdul Aziz dan Al-Awzai yang menganggap makruh penshalatan jenazah orang yang meninggal karena bunuh diri di mana keduanya memakruhkan khusus untuk dirinya sendiri,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl, Maktab Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz III, halaman 349).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Fragmen, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 10 Februari 2018

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di Jepang. Program ini merupakan diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Pertemuan antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Tampak hadir Menaker Hanif Dhakiri, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid, dan pengurus harian PP Pagar Nusa.

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Hanif menyampaikan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar keterampilan praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung dua tahun, yang ditambah dengan program intensif tiga tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," katanya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerja sama ini dengan detil. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader Pagar Nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Tetapi, kami juga mengenalkan seni bela diri pencak silat khas Nusantara. Lebih dari tiga juta kader kami akan ada proses seleksi khusus untuk kerja sama ini," kata Nabil Haroen.

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencananya, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Adik kandung KH Abdurrahman Wahiid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid menjelaskan tentang kondisi lingkungan yang membuat kakanya menjadi sosok yang berani dan egaliter. Menurut dia, hal ini tak lepas dari cara mendidik orang tua mereka.

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Belia Gus Dur Bergaul dengan Kelompok Berbeda

"Kami waktu kecil disekolahkan di sekolah yang muridnya kebanyakan beragama Kristen. Makanya kami sekeluarga selalu menghargai perbedaan," ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Gus Sholah menyampaikan hal itu dalam acara bedah buku  “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Menteri Negara Riset dan Teknologi era Gus Dur, AS Hikam, Kamis (26/12). Selain penulis buku, hadir pula sebagai narasumber Pendeta Simon Filantropa Bingki Irawan.

ArrahmahMedia.Com

Bingki Irawan dalam forum itu lebih banyak menceritakan pengalamannya selama dekat dengan Gus Dur. Yakni, ketika dirinya diajak berjunjung ke Tiongkok. Hanya saja waktu itu Bingki dimarahi oleh Gus Dur karena keluar dari acara tanpa pamit.

ArrahmahMedia.Com

Ia juga menceritakan pengalamannya ditangkap oleh Kodam V Brawijaya lantaran menggelar atraksi barongsai. Gus Dur mengecam aksi penangkapan tersebut dan membela warga Tionghoa. "Saat itu zaman orde baru, menggelar kesenian China masih tabu. Bahkan saya dianggap PKI," kenang Bingki.

Sementara itu AS Hikam mengupas tentang bukunya. Buku itu menurut As Hikam mengupas seluruh sosok Gus Dur. Adapula wawancara imajiner dengan mantan Ketua Umum PBNU itu. "Buku ini sangat ringan dan bisa dibaca oleh semua kalangan," pungkas Hikam.

Acara yang diselenggarakan di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang ini juga menampilkan sejumlah kesenian tradisional, di antaranya tari remo dari Jombang, pembacaan puisi, atraksi bambu gila dari Ambon, serta vokal grup dari gereja.

"Acara ini untuk mendandai  empat tahun meninggalnya Gus Dur. Sekaligus untuk menggali pemikiran beliau," ujar Aan Anshori, salah satu panitia. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Quote, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Jakarta,ArrahmahMedia.Com. Kisruh wakil rakyat tak kunjung usai sejak resmi dilantik tanggal 1 Oktober 2014 silam. Klimaksnya, ketika Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menyatakan mosi tidak percaya pada kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan membentuk pimpinan DPR tandingan.

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Wakil Rakyat Harus Lepas Ego Kepartaian

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau wakil rakyat supaya mengusung politik damai dan berkeadilan.

“Masyarakat Indonesia menginginkan politik harmoni, karena itu para wakil rakyat di DPR mesti melepas ego kepartaian dan semua kepentingan kelompok,” tegas KH Said Said Aqil Siroj ketika menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Pleno Munas-Konbes NU di Jakarta, Sabtu (1/11).

ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum PBNU ini juga menerangkan, bahwa kisruh yang tak pernah usai ini juga akan mengganggu agenda dan kinerja wakil rakyat sehingga rakyat sendiri yang akan menjadi korban.

Kiai Said juga berharap, kinerja pemerintah untuk mewujudkan program-programnya jangan sampai terganggu. Apalagi kisruh ini sampai menggoyang kedudukan presiden.

ArrahmahMedia.Com

“Kedudukan Presiden tak dapat diganggu, karena sistem kita presidensial bukan parlementer, kecuali terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat mendasar,” pungkasnya. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Khutbah, Hikmah, Makam ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat

Banyuwangi, ArrahmahMedia.Com?

Pengurus Ranting Muslimat NU Desa Karangrejo mengadakan pengajian "khotmil Quran" sebulan sekali. Bulan ini dilaksanakan di masjid Darul Falah, lingkungan Karang Anom, kelurahan Karangrejo, kabupaten Banyuwangi pada Jumat (2/12) siang.?

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran setiap orang satu juz, dilanjutkan dengan acara tahlil, pencerahan rohani dan program muslimat yang disampaikan ketua.

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karangrejo Bersyukur Jumlah Anggota Meningkat

Menurut Ketua Ranting Muslimat NU karangrejo, Hj. Un Istianah, kegiatan ini penting dilakukan sebagai wadah silaturahmi dan memanjatkan doa bersama.

"Jujur merasa bangga atas kegiatan rutinan ini. Tiap bulan mengalami peningkatan anggota. Awalnya anggota kita berjumlah 90 dan saat ini kehadiran peserta mencapai 110 orang. Ini wadah bagi kita untuk silaturahmi," ungkapnya.

Dia menambahkan, selain wadah silaturahmi di sini juga sebagai peningkatan kualitas dan kuantitas amal sholeh. Selain adanya pembacaan yasin tahlil juga ada siraman rohani setiap bulan.

ArrahmahMedia.Com

Dalam pebutup sambutannya, ia mengajak kepada seluruh jamaah untuk membaca surat Al-Fatihah guna keselamatan saudara dan bangsa.

Salah seorang anggota Muslimat, Saimah, merasa bahagia mengikuti rutinan tiap bulan sekali. Menurut warga Karangrejo, kegiatan tersebut sebagai ranah menambah amal dan ilmu di dalamnya. (M. Sholeh kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Makam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 16 Januari 2018

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Kebakaran hutan yang berujung banjir asap masih terjadi sampai sekarang. Bahkan bencana asap ini sudah pada batas tak terkendali, berstatus darurat dan bahkan mematikan. Nihayatul Wafiroh, anggota DPR RI, mengaku prihatin dan meminta pemerintah bertindak maksimal.

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bencana Asap Kian Mematikan, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Selasa (20/10) malam, ia mengaku menerima pesan pendek dari kawannya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pesan pendek tersebut bertuliskan, "Bu Nihayah, malam ini di Palangkaraya indeks pencemaran udara mencapai angka 3780. Angka 350 saja sudah ambang batas tidak sehat, gimana angka di atas 3000? Tolong desak pemerintah, evakuasi saudara-saudara kami. Mati orang kalau pemerintah tidak gerak cepat malam ini. Urgent. Bantu kami."

Nihayah membaca pesan pendek tersebut sembari matanya berkaca-kaca. "Saya minta pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan negara untuk menyelesaikan masalah asap," kata Nihayatul Wafiroh, dalam rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com, Rabu (21/10).

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nihayah juga meminta agar pemerintah mengratiskan seluruh pengobatan dan melakukan evakuasi secara cepat, sebelum rakyat Indonesia ini mati gara-gara menghirup asap.

Gubernur pun harus segera menetapkan keadaan darurat bila hasil pemantauan pollutant standards index mencapai 300 atau lebih, sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

ArrahmahMedia.Com

"Ini adalah bencana serius. Tidak waktunya tuding sana, tuding sini, menyalahkan sana, menyalahkan sini. Kini saatnya pemerintah mencurahkan perhatiannya ke persoalan ini dan segera bergerak, segera bertindak. Kalau kita bisa mengerahkan ribuan polisi untuk mengamankan pertandingan sepak bola, tentu kita bisa melakukan hal yang sama untuk menyelesaikan masalah asap," tegasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah ArrahmahMedia.Com

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Pacet, ArrahmahMedia.Com. IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Rakercab yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (14-15/2) di Villa Al-Khusna Pacet, Mojokerto. Selain sebagai forum merencanakan program-program besar terkait perkembangan kaderisasi NU yang ada di Lamongan, dalam kegiatan ini juga menanggapi isu-isu terkait dengan pendidikan diantaranya terkait kasus bocornya soal UN tahun 2014 dan maraknya kasus Penyalahgunaan Narkoba yang ada di kalangan pendidikan baik guru maupun siswa.?

“Kami akan menyampaikan rekomendasi hasil Rakercab ini kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dimana kami menganggap ada yang salah dari manajemen pendidikan yang ada di Pemkab,” ungkap Gunawan Wibisono, Ketua Panitia Rakercab PC IPNU-IPPNU Lamongan.

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab IPNU-IPPNU Lamongan Tanggapi Isu Pendidikan dan Narkoba

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan M Muhlisin menjelaskan, bahwa Rakercab ini digunakan sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi ? Pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan terkait rekomendasi yang dihasilkan.?

ArrahmahMedia.Com

Dirinya mengungkapkan, bahwa rekomendasi ini akan segera disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lamongan. ? PC IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan juga akan mendorong Dinas Pendidikan Lamongan agar segera memperbaiki manajemen pendidikan yang ada di Lamongan.

ArrahmahMedia.Com

“Serta mendorong Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamongan ? dan Satreskoba Polres Lamongan agar terus ? proaktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Acara raker ini dibuka oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan serta Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur dan ditutup oleh Pengurus PC GP Ansor Lamongan. (Slamet/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Makam, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

Soal Awal Puasa, Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal: Ikuti NU dan Pemerintah!

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah atau dikenal dengan Naqsyabandiyah Gersempal, melalui organisasinya Silaturahim Ikhwan Akhawat dan Simpatisan Thariqat An-Naqsyabandiyah (Sitqon) mengimbau kepada umat Islam Indonesia, khususnya jamaah tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah, untuk menentukan 1 Ramadhan 1436 H sesuai dengan hasil keputusan pemerintah dan NU.

Soal Awal Puasa, Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal: Ikuti NU dan Pemerintah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Awal Puasa, Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal: Ikuti NU dan Pemerintah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Awal Puasa, Tarekat Naqsyabandiyah Gersempal: Ikuti NU dan Pemerintah!

Dedi Haryono yang mengatasnamakan Pengurus Sitqon Pusat mengatakan bahwa pihaknya menyerukan jamaah tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah untuk mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan berdasarkan ruyatul hilal. Imbauan ini Dedi kutip dari Humas Sitqon H M Sahibudin, sebagaimana siaran pers yang diterima ArrahmahMedia.Com, Selasa (16/6).

Sementara Wakil Ketua II Sitqon KH Abd. Ghafur Mughist mengatakan, dari hasil perhitungan tim hisabnya, Selasa hari ini, hilal atau bulan sabit tidak tampak karena ijtima terjadi pukul 21.00 WIB.

ArrahmahMedia.Com

“Adapun pada hari Rabu waktu maghrib, hilal kira-kira 10 derajat. Alhasil, kemungkinan hari Rabu malam Kamis bulan Syaban sudah genap 30 hari sehingga awal puasa kemungkinan jatuh pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015. Tetapi keputusan akhir diimbau tetap mengikuti hasil keputusan pemerintah dan NU,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Dalam situs resminya, www.naqsyabandiyah-gersempal.org, tarekat Naqsyabandiyah Mudzhariyah juga memuat pernyataan lengkap Sitqon tentang penetapan permulaan Ramadhan itu.

Dalam situs tersebut,? disampaikan, “Mengimbau kepada seluruh ikhwan akhawat di seluruh Indonesia untuk mengikuti keputusan pemerintah dan Nahdatul Ulama.” (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

GP Ansor Jember Bangun Gedung Baru

Jember, NU Onilne. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jember memulai kembali proses pembangunan gedung kantor baru setelah sekian lama kurang tergarap sejak peletakan batu pertama tahun lalu.

Kendati dirintis April 2013, pembangunan yang sesungguhnya baru dimulai pertengahan Februari 2014. Saat ini proses pembagunannya mencapai 20 persen.

GP Ansor Jember Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jember Bangun Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jember Bangun Gedung Baru

“Kendalanya karena kita masih mengumpulkan dana. Terus terang dana pembangunan kantor itu dari iuran suka rela para simpatisan dan kader Ansor sendiri,” jelas Sekretaris PC GP Ansor Jember Abd Syakur kepada NU Onilne, Senin (17/3).

ArrahmahMedia.Com

Menurut Syakur, keberadaan gedung tersebut kelak sangat penting bagi GP Ansor. Sebab, selama ini kantor Ansor Jember “numpang” di salah satu ruangan di gedung NU Jember, Kaliwates. Dengan mempuyai kantor sendiri, katanya, kegiatan administrasi lebih tertata  sehingga organisasi benar-benar hidup.

“Di situ juga akan dilengkapi dengan aula yang cukup luas, bisa untuk rapat dan sebagainya,” ungkapnya sambil menambahkan, tahun ini pembangunan gedung tersebut ditarget sudah rampung.

ArrahmahMedia.Com

Gedung GP Ansor tersebut adalah hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tanah seluas  kurang lebih 600 meter persegi itu, letaknya sangat strategis, tepatnya di Jalan Danau Toba 1, persis berada di utara bundaran jalan Mastrip dan bersebelahan dengan jalan Kalimantan.

Di dua jalan yang disebut terakhir inilah dua perguruan tinggi besar berdiri, Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember,  dan gedung DPRD Jember berada. Sedangkan jarak dari kediaman sesepuh NU, KH Muchit Muzadi, hanya sekitar 500 meter ke arah selatan. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam ArrahmahMedia.Com

Kamis, 28 Desember 2017

GP Ansor dan Bagana Bantu Korban Banjir Mojoagung

Jombang,ArrahmahMedia.Com. Gerakan Pemuda Ansor Jombang mengirim bantuan korban Mojoagung dan Sumobito Jombang. Bantuan berupa susu dan mie instan langsug diserahkan kepada korban akibat luapan sungai Gunting Mojoagung, Jombang.

GP Ansor dan Bagana Bantu Korban Banjir Mojoagung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Bagana Bantu Korban Banjir Mojoagung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Bagana Bantu Korban Banjir Mojoagung

Komandan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Subandi pada Jumat ? (21/2) malam mengatakan, bantuan berupa susu formula untuk makanan bayi, mie instan serta air mineral langsung diserahkan kerumah rumah warga yang mendapatkan musibah.

"Kita datang ke rumah warga d Desa Sanan dan Desa Betek Mojaogung untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bayi dan juga mie instan serta air, yang itu memang menjadi kebutuhan mereka,” ujarnya kepada ArrahmahMedia.Com.

ArrahmahMedia.Com

Di samping mengirimkan bantuan, lanjut Subandi, juga mengirimkan relawan Banser Tanggap Bencana (Bagana) yang sejak musibah banjir terjadi Kamis malam. Mereka membantu para warga dan pengungsi yang ada di RTH mojoagung.

ArrahmahMedia.Com

"Ada 10 relawan Bagana yang kita terjunkan ke lokasi sejak hari pertama banjir. Dan memang Bagana ini sudah menyatu dengan BPPD kabupaten Jombang dan selalu stanby on call ketika menghadapi bencana," imbuhnya.

Seperti didiketahui, banjir melanda tiga kecamatan di kota santri tersebut sejak Jumat dini hari. Banjir akibat luapan sungai menerjang tiga kecamatan, yakni Mojowarno, Mojoagung dan Sumobito.?

Akibat luapan air sungai ini, 3 desa di Mojowarno, 8 desa di Mojoagung dan beberapa desa di Sumobito terendam hingga satu meter. "Ketinggian air rata rata 70 centi meter. Bahkan ada yang 2 meter lebih," ujar Kepala BPPD Nur Huda mengatakan.

Tak hanya itu, beberpa fasilitas pemerintah seperti sekolah, Kantor Pos, dan Polsek terendam dan sedikitnya 1000 warga mengungsi. Mereka menempati masjid-masjid dan sebagian berada di ruang terbuka hijau (RTH) depan masjid Jami’ Mojoagung. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Makam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa

Semarang, ArrahmahMedia.Com

Dalam rangka menyongsong bulan Muharram serta meramaikan Hari Santri Nasional, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan mengadakan lomba esai tingkat mahasiswa se-Pulau Jawa.

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa

Kegiatan perdana ini mengambil tema “Inovasi Muslim untuk Dunia” dengan enam subtema, yakni teknologi, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, dan politik. Pendaftaran lomba tersebut dibuka mulai 10 Agustus hingga 20 September 2016.

Proses registrasi dapat dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke Dani Puspitasari (085600570393) dengan format Nama_Perguruan Tinggi_3 Kata Awal Judul Esai. Untuk mengikuti lomba esai, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp35 ribu per karya.

ArrahmahMedia.Com

Peserta merupakan mahasiswa D3 atau S1 dari perguruan tingi negeri atau swasta di Jawa. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal dua karya untuk dilombakan.

Zainuddin, selaku panitia kegiatan tersebut menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sarana berkreasi bagi mahasiswa. "Lomba ini menjadi ajang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan daya intelektualitas dan kreativitas dengan memberikan gagasan bagi peradaban Islam dunia," tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Informasi lebih lanjut berkenaan dengan lomba tersebut dapat menghubungi ke 085600570393 (Dani Puspitasari) dan 089689310963 (Zaenuddin) atau mengunjungi portal resmi penyelenggara di http://ipnuippnuunnes.or.id.

Hadiah lomba esai tersebut adalah Rp1 juta (Juara 1), Rp750 ribu (Juara 2), dan Rp500 ribu (Juara 3). Selain itu seluruh peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat dari panitia. (Mazid Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Fragmen, Makam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 19 Desember 2017

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon

Cirebon, ArrahmahMedia.Com. Keluarga Besar NU (KBNU) Cirebon mengecam unjuk rasa kelompok GAPAS pada 15 Februari lalu di pesantren Nurul Quran desa Setu Kulon, Weru, Cirebon. KBNU menilai aksi GAPAS menghadirkan citra negatif pesantren itu di masyarakat. Karena dicitrakan seolah-olah mengajarkan paham sesat, beberapa hari terakhir aktivitas terhenti di pesantren tersebut termasuk berhentinya aktivitas santri menghafal Al-Quran.

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa Sesat MUI Picu Gerakan Ekstrem Kelompok GAPAS di Cirebon

KBNU selama ini memang bersikap toleran terhadap gerakan ekstrem GAPAS yang dipimpin Andi Mulya. Namun, pihak KBNU kini merespon aktif kelompok yang menamakan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS) yang mengatasnamakan agama dengan dalih menegakan amar maruf nahi munkar.

Menurut KBNU, cara dakwah GAPAS berlebihan karena dilakukan dengan kekerasan yang jelas munkar, intimidasi, dan teror, bukan dengan cara-cara yang maruf (kebaikan) sebagaimana ajaran dakwah Rasulullah SAW.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Rabithah Mahad Islamy (RMI) Cirebon KH Badrudin Hambali menilai, aksi Andi Mulya bersama kelompoknya melebihi batas karena melakukan penekanan terhadap MUI untuk mengeluarkan fatwa sesat terhadap kelompok atau majelis tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan paham GAPAS.

"Apa yang sudah dilakukan Andi Mulya sudah berlebihan. Dengan dalih fatwa MUI, GAPAS melakukan tindakan kekerasan dengan membubarkan kelompok tersebut," ujarnya saat ditemui setelah pertemuan bersama KBNU di pesantren Assalafiyah, Bode, Plered, Cirebon, Jumat (28/2).

ArrahmahMedia.Com

Dalam pertemuan ini KBNU menyatakan sikap terkait permasalahan tersebut. Mereka mengecam segala bentuk eksploitasi agama Islam sebagai pembenaran tindak kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap kelompok tertentu. Karena, hal tersebut bertentangan dengan visi Islam yang mengajarkan sikap santun, damai, dan toleran.

KBNU juga mengimbau masyarakat Cirebon untuk mewaspadai gerakan apapun terutama yang mengatasnamakan agama.

Keluaga Besar NU terdiri atas beberapa unsur organisasi. Mereka yang tergabung antara lain RMI, GP Ansor, Majelis Dzikir Rijalul Ansor, Banser, Pagar Nusa, ISNU, IPNU, IPPNU, PMII, Fatayat NU, Lakspesdam NU, KSS, Pesantren Gedongan, Pesantren Kempek, Hamada, Pesantren Babakan Ciwaringin, Pesantren Balarante, Pesantren Kepuh, dan Pesantren Salafiyah Bode. (A Imam Baehaqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Kajian Islam, Budaya ArrahmahMedia.Com

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sidoarjo,  ArrahmahMedia.Com. Sejumlah warga Desa Kedung Cangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid Baitus Sholihin yang terletak tidak jauh dari semburan lumpur Lapindo.

Para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan 1436 H di masjid tua yang terletak di sebelah selatan kawasan lumpur panas itu, sepi dan hanya segelintir orang. Itupun warga yang masih ingin menunaikan ibadah shalat tarawih sambil mengenang masa lalunya.

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih di Masjid Tua Korban Lapindo Ini Sepi Jamaah

Sepinya para jamaah yang menunaikan ibadah shalat tarawih di masjid tersebut lantaran warga setempat sebagian besar banyak yang meninggalkan desanya sejak terkena semburan lumpur Lapindo pada tahun 2008 silam.

ArrahmahMedia.Com

Meski demikian, warga yang menunaikan ibadah shalat tarawaih di masjid tersebut penuh antusias dan semangat. "Para jamaah yang hadir menunaikan ibadah shalat tarawih adalah warga asli Kedung Cangkring. Namun, sepinya jamaah masjid dikarenakan para warga sudah tidak tinggal desa mereka lagi. Mereka sudah pindah di luar Sidoarjo," kata pengurus tamir Masjid Baitus Sholihin, Ustadz Mudzakir.

Dari pantauan ArrahmahMedia.Com, Kamis (25/6) malam, jumlah jamaah shalat tarawih di masjid itu sekitar 10 hingga 15 orang. "Tidak mesti, terkadang bertambah, kadang pula berkurang. Sehingga shafnya kelihatan masih kosong. Akan tetapi antusias warga sekitar yang menunaikan shalat tarawih penuh dengan khidmat dan khusuk," jelas Ustadz Mudzakir.

ArrahmahMedia.Com

Seusai menunaikan shalat tarawih, warga juga menggelar tembang shalawat syiiran khas desa mereka dengan menggunakan bahasa Jawa. Mereka sengaja bershalat tembang syiirian tersebut karena ingin melestrikan amaliyah yang dimiliki ulama desa setempat. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Daerah, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Senin, 18 Desember 2017

Mendes Ajak Mahasiswa Kawal Pertumbuhan Ekonomi Desa

Makassar, ArrahmahMedia.Com. Salah satu perguruan tinggi NU di Sulawesi Selatan, Universitas Islam Makassar (UIM) kedatangan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi H Marwan Jafar, Sabtu (12/9) sore di Auditorium KH Muhyiddin Zain, di lingkungan kampus setempat, Makassar.

Mendes Ajak Mahasiswa Kawal Pertumbuhan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Ajak Mahasiswa Kawal Pertumbuhan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Ajak Mahasiswa Kawal Pertumbuhan Ekonomi Desa

Dalam kesempatan itu Marwan didaulat membawakan kuliah umum di hadapan 1200 mahasiswa baru UIM dalam rangka penerimaan mahasiswa baru. Ia menjelaskan salah satu butir nawacita dari Pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun Indonesia mulai dari masyarakat desa, daerah terpinggir yang terlupakan selama puluhan tahun yang lalu.

"Kami juga mengajak seluruh mahasiswa UIM untuk turut mengawal pembangunan desa dan mengawal pertumbuhan ekonomi desa, sehingga berimbas pada kemajuan ekonomi secara nasional," ungkap Marwan Jafar.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengapresiasi peran pemerintah Sulsel dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Islam Makassar, dalam membangun masyarakat desa di Sulawesi Selatan. Marwan mengajak UIM untuk menjadi motor penggerak bagi pembangunan utama Indonesia secara nasional.

Sebelumnya, Rektor UIM Dr H A Majdah M Zain banyak menyinggung kontribusi UIM, khususnya dalam mencetak sarjana-sarjana muda untuk mengabdi dan membangun desa serta daerah terpencil.

ArrahmahMedia.Com

Tak lupa Majdah memperkenalkan desa binaan UIM yang berlokasi di Leang-leang Maros dalam rangka membangun desa emas menuju Indonesia emas. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU, Makam, Tokoh ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Sudah menjadi kesepakatan para pelajar Nahdlatu Ulama (NU) kecamatan Gebog bahwa setiap malam purnama adalah ajang silaturrahim sekaligus menggemakan shalawat nabi. Agenda yang terangkum dalam acara “Padang Bulan” ini telah genap mencapai putaran kesepuluh.

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Shalawat Hidupkan Kembali IPNU-IPPNU di Lereng Rahtawu

Kali ini Padang Bulan diadakan di Masjid Baitul Hidayah Dukuh Krajan Desa Menawan Rabu (4/2) malam, dan berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 200 pelajar dari berbagai desa sekecamatan Gebog, Kudus, Jawa Tengah.

Agenda rutin Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) ini mengambil tema simpel, “Menawan Bershalawat”, sebagai tanda sekaligus harapan agar masyarakat Desa Menawan dapat kembali aktif menggeluti ke-NU-an, terutama kalangan pemudanya.

ArrahmahMedia.Com

Pasalnya, organisasi IPNU-IPPNU di desa yang berada di lereng Rahtawu itu baru saja merangkak kembali pasca mandek beberapa periode sebelumnya. Kerja sama PAC bersama Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU yang juga melibatkan kehadiran para sepuh NU setempat malam tadi diharapkan dapat memperkokoh semangat dan perjuangan.

Antusiasme masyarakat terbukti dengan penuhnya masjid sejak sehabis Maghrib. Masyarakat umum, pengurus Banom NU, hingga pihak pemerintah desa pun, hadir dalam majelis ini.

ArrahmahMedia.Com

“Antusias teman-teman Menawan semalam luar biasa. Sejak ba’da Maghrib mesjid sudah dipenuhi banyak anggota dan warga sekitar. Kami tidak menyana ternyata bisa sesemangat ini. Mungkin ini karena setelah sekian lama kegiatan IPNU-IPPNU redup di masyarakat,” papar Firi Amelia Rosmaya Mahmudah, Sekretaris PAC IPPNU Kecamatan Gebog.

Ia mengatakan, dukungan luar biasa juga pihaknya peroleh dari pengurus ranting NU dan badan otonomnya, bahkan pihak pemerintah desa.  Menurut Amelia, suksesi Padang Bulan bertajuk “Menawan Bershalawat” ini digadang sebagai awal dari bersinarnya kembali organisasi IPNU-IPPNU ranting Menawan.

“Terimakasih kepada PAC Kecamatan Gebog, Rekan dan Rekanita dari ranting lain, juga para pengurus Pimpinan Cabang Kudus yang tiba-tiba menyempatkan diri khusus untuk ikut serta hadir dalam acara. Desa Menawan, ranting dengan pemimpin serta kepengurusan baru, diharapkan dapat membawa semangat dan perubahan yang baru juga,” tutur Amelia dengan optimis penuh harap.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Peradaban Hancur Bila Konflik Palestina-Israel Tidak Terselesaikan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan bila konflik Palestina-Israel tidak ada penyelasaian maka ancamannya adalah hancurnya peradaban.

“Konflik yang muncul hampir 100 tahun lebih dapat menghancurkan peradaban,” kata Gus Yahya kepada ArrahmahMedia.Com, Kamis (7/12).

Peradaban Hancur Bila Konflik Palestina-Israel Tidak Terselesaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peradaban Hancur Bila Konflik Palestina-Israel Tidak Terselesaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peradaban Hancur Bila Konflik Palestina-Israel Tidak Terselesaikan

Menurutnya bilapun terselesaikan dengan peperangan dan salah satu jadi pemenang dalam peperangan tersebut, sesungguhnya tidak ada yang menang.

“Juga tidak ada yang memang dalam pertarungan misalnya Islam dan non-Islam, ataupun Timur dan Barat,” lanjut pengasuh Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Gus Yahya mengajak warga NU mendoakan Palestina agar mendapatkan keadailan, dan konflik Israel-Palestina segera menemukan jalan keluar.

“Baik masalah Palestina maupun konflik lainnya kita harapkan akan menemukan jalan keluar,” tegas Gus Yahya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Makam, Sholawat ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Senin, 04 Desember 2017

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Oleh: Muhammad Idris Masudi* Hingga tulisan ini dikerjakan, mungkin sudah puluhan tulisan terkait tema Islam Nusantara bertebaran di berbagai media baik cetak maupun elektronik, baik pro maupun kontra. Melejitnya isu ini ditengarai disebabkan oleh sejumlah faktor. 

Konon, tema yang awalnya “adem-ayem” ini, menjadi buah bibir perbincangan masyarakat luas, terutama di dunia sosial-media, mencapai momentumnya pasca acara di Istana Presiden, setelah munculnya pembacaan al-Quran dengan menggunakan “langgam Jawa”. 

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Maritim Syeikh Abdushamad al-Palimbani

Perlu ditegaskan di sini bahwa sebelum ramainya diskursus Islam Nusantara, pada tahun 2012, STAINU Jakarta telah mendapatkan izin dari kementerian Agama untuk membuka prodi Pascasarjana Sejarah Kebudayaan Islam dengan konsentrasi Islam Nusantara. Pembukaan prodi “baru” ini bahkan meminjam istilah Kiai Said, “jurusan Islam Nusantara ini merupakan jurusan satu-satunya di dunia dan akhirat”. 

Sejumlah kalangan akademisi “mencibir” dengan mengatakan bahwa Islam Nusantara terlalu “jawa sentris”. Karena perbincangan tentang Nusantara yang ditulis oleh sejumlah kalangan yang pro terhadap istilah ini lebih banyak membicarakan soal Islam Jawa.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Tulisan pendek di bawah ini hendak mencoba menepis anggapan “miring” di atas dengan menyuguhkan sebuah ijtihad yang –sepanjang pembacaan penulis- hanya pernah dilakukan oleh ulama Nusantara. Yaitu ijtihad yang dilakukan oleh Syeikh Abdus Shamad al-Palimbani tentang keutamaan jihad di lautan dalam kitabnya berjudul “Nashihatul Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.”

Sekilas tentang Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani

Syeikh Abdusshamad al-Falimbani dilahirkan pada tahun 1116 H/ 1704 M,[1] di Palembang. Ayahnya, Syeikh Abdul Jalil bin Syeikh Abdul Wahab bin Syeikh Ahmad al-Mahdani adalah seorang ulama yang berasal dari Yaman dan dilantik menjadi Mufti di Kedah (sekarang daerah Malaysia) pada awal abad ke 18M. Sementara ibunya adalah wanita Palembang yang diperistri  oleh Syeikh Abdul Jalil setelah sebelumnya menikahi puteri Dato’ Sri Maharaja Dewa di Kedah.

Perjalanan Intelektual

Syaikh Abdushamad hidup dalam keluarga yang mencintai ilmu tasawuf.[2] Sebagai anak dari seorang mufti, Abdushamad kecil dididik langsung oleh ayahnya, Syeikh Abdul Jalil di Kedah. Kemudian Syeikh Abdushamad di bawah ayahnya untuk mendalami ilmu agama di negeri Patani; di antaranya adalah Pondok Bendang Gucil di Kerisik atau Pondok Kuala Berkah dan Pondok Semala yang kesemuanya berada di daerah Patani, Thailand. 

Pengembaraan intelektualnya tidak hanya berhenti di Patani, melainkan ke India[4], hingga sampai ke Madinah dan Makkah. Sebagaimana dijelaskan Azra dalam bukunya berjudul Jaringan Ulama Nusantara, Madinah dan Makkah (Haramayn) pada masa itu menjadi sebuah pusat intelektual dunia Islam. Sehingga wajar, bila Abdushamad memilih untuk singgah dan belajar di Haramayn.

Guru-Gurunya:

1. Muhammad bin Abdul Karim Al-Sammani

2. Muhammad bin Sulayman al-Kurdi

3. Abdul Mun’in al-Damanhuri

4. Ibrahim al-Rais, Muhammad Murad

5. Muhammad al-Mashri

6. Athaullah al-Mashri

Karya-Karyanya:

1. Zahratul Murid fi Bayani Kalimat al-Tauhid, 1178/1764 M.

2. Risalah Pada Menyatakan Sebab Yang Diharamkan Bagi Nikah, 1179 H/ 1765

3. Hidayat al-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin, 1192 H/1780

4. Siyar al-Salikin ila Ibadat Rabb al-Alamin, 1194 H/ 1780

5. al-Urwat al-Wutsqa wa Silsilat Waliyil Atqa

6. Ratib Syeikh Abdushamad al-Falimbani

7. Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujtahidin fi Sabilillah.

8. Al-Risalat fi Kayfiyat Ratib Laylat al-Jum’ah

9. Mulhiqun fi Bayan Fawaid al-Nafi’ah fi Jihad fi Sabilillah

10. Zadul Muttaqin fi Tawhid Rabbil ‘Alamin

11. Ilmu Tasawuf

12. Mulkhishut Tuhbat Mafdhah Min al-Rahmat al-Mahdhah ‘Alayhi al-Shalat wa al-Salam

13. Kitab Mi’raj

14. Anis Muttaqien

15. Puisi Kemenangan Kedah

Kontekstualisasi Keutamaan Hadis-Hadis Jihad Maritim

Bagi penulis, yang salah satu kontek menarik dalam karya Syeikh Abdus Shamad ini adalah bagaimana cara beliau mengkontekstualisasikan hadis-hadis nabi. Syaikh Abdus Shamad tentunya menyadari betul bahwa nusantara adalah Negara maritim yang memiliki luas lautan yang lebih besar ketimbang daratan (dua pertiga lautan dan sepertiga daratan). 

Hal ini menjadi salah satu poin penting untung menyerukan jihad di lautan. Melihat potensi ini, Syaikh Abdushamad mendasarkan seruan tersebut dengan mengutip sejumlah hadis tentang keutamaan jihad perang di laut yang di dalam teks hadisnya mencantumkan bahwa pahala perang di lautan lebih besar ketimbang jihad di daratan. Hemat penulis, apa yang dilakukan oleh Syaikh Abdushamad ini menjadi menarik karena dalam kitab-kitab fikih konvensional, jarang- untuk tidak menemukan tidak sama sekali- ditemukan pembahasan tentang jihad di lautan. Salah satu hadis yang dikutip oleh Syaikh Abdushamad dalam menjelaskan tentang keutamaan jihad di lautan adalah hadis riwayat  al-Thabrani:

? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?[3] 

Artinya: Keutamaan jihad di jalur lautan disbanding jihad di daratan sebagaimana keutamaan jihad di daratan dibandingkan orang yang tidak ikut berperang dan tidak menginfakkan hartanya untuk perang. 

Hadis lain (riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Hilyat al-Awliya’) yang cukup “kontroversial” (ditilik dalam cara penukilan hadis yang tidak menggunakan kitab-kitab hadis kanonik) dalam ranah hadis namun dikutip oleh Syaikh Abdushamad untuk memicu semangat jihad di jalur lautan adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [4] 

Artinya: Semua dosa orang yang mati syahid yang bertempur di daratan diampuni oleh Allah kecuali dalam masalah hutang (materi) dan amanah, sementara semua dosa orang mati syahid, bahkan hutang (hutang yang bersifat haqqullah, bukan haq adami, pent) dan amanah sekalipun.

Penutup

Dari pemaparan singkat ini, kita bisa mengambil banyak faidah dan teladan dari Syaikh Abdus Shamad dalam upayanya membumikan hadis-hadis Nabi dengan melihat pada konteks kekinian dan kedisinian. Sebagaimana para sarjana klasik sering kali mengatakan bahwa “al-Nash mutanahi wal waqa’i’ la tatanaha”, teks-teks al-Quran dan hadis Nabi terbatas sementara realitas terus menerus berjalan sesuai perkembangan zaman. 

Oleh karena itu, ijtihad-ijtihad kreatif harus tetap dilakukan untuk merespon tantangan zaman. Di sisi lain, tulisan ini juga menegaskan bahwa yang dimaksud Islam Nusantara di sini bukan “jawa sentris”, melainkan meliputi seluruh wilayah nusantara. Dan Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani ini salah satu contoh terbaik dari deretan ulama nusantara yang non-Jawa.  

*) Staff bidang Akademik Pascasarjana Islam Nusantara di STAINU Jakarta 

Sumber Bacaan:

[1] Sejumah sumber sejarah yang mengulas biografi Syaikh Abdushamad tidak menyebutkan tahun kelahirannya, konon, kata Azyumardi Azra, hanya dalam buku Tarikh Salasilah Negri Kedah yang memberikan angka tahun kelahiran dan wafatnya. Lihat, Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVII (Jakarta; Kencana, 2007)cet.3, h.306 

[2] Ahmad Luthfi, Muqaddimah Tahqiq Nashihat al-Muslimin wa Tadzkirat al-Mu’minin fi Fadhail Jihad wa Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah, (Jakarta; Wuzarat al-Syuun al-Diniyyah Lil Jumhuriyyah al-Indunisiyah, 2009) cet.1, h.8

[3] Sanad hadis ini oleh al-Munawi dalam Fayd al-Qadir dinilai hasan, lihat Ahmad Luthfi dalam catatan kaki kitab Nashihat al-Muslimin, h. 80. 

[4] Hadis ini menurut muhaqqiqnya, Ahmad Luthfi, terdapat dalam kitab silsilat al-ahadits al-dhaifah wa al-Mawdhu’atnya al-Albani

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Ulama ArrahmahMedia.Com

Minggu, 26 November 2017

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com?

Bupati Pringsewu H Sujadi menyampaikan kajian Tafsir Surat Al Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU, Ahad (19/3). ? Ia menganjurkan untuk tidak merasa lebih dari yang lain, apalagi dibarengi dengan merendahkan mereka.?

"Rasa lebih hebat dari orang lain dan suka merendahkan orang lain termasuk bagian dari penjabaran makna hakiki dari perilaku menghardik para yatim," katanya menjelaskan surat Al Maun yang sebagian diturunkan di Makkah dan sebagian diturunkan di Madinah.

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Merasa Lebih Hebat dan Suka Merendahkan Orang Lain!

Abah Sujadi, begitu ia biasa disapa, menjelaskan bahwa salah satu makna hakiki dari yatim berdasarkan kitab Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan pada kajian tersebut adalah orang tidak mempunyai kapasitas dan memiliki kondisi yang memerlukan perhatian.

Jika seseorang suka merendahkan orang lain yang membutuhkan perhatian, maka menurutnya, orang tersebut termasuk golongan yang sudah mendustai agama sebagaimana ditegaskan dalam ayat pertama surat Al-Maun tersebut.

ArrahmahMedia.Com

"Orang yang mendustakan agama adalah yang menghardik yatim, tidak memberikan makan orang miskin, lalai dalam shalat, orang yang senang pamer atau riya dan orang yang mencegah dari perbuatan kebaikan," terangnya mengutip arti surat Al-Maun yang memiliki makna kebaikan ini.

Kiai alumnus Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini juga menjelaskan bahwa surat Al-Maun merupakan surat yang strategis dan mendapatkan perhatian lebih dari surat lain di Al-Quran.?

Hal ini, menurutnya, karena surat ini dimulai dengan kalimat pertanyaan yang memiliki makna bukan untuk dijawab, tspi untuk menekankan pentingnya memperhatikan apa isi dari yang disampaikan.

"Dalam surat ini tertulis juga kata “dzalika” yang berarti itu bukan bukan “hadza” yang berarti ini. Bahasa seperti ini menyiratkan bahwa orang yang suka merendahkan orang lain dan bangga dengan posisinya termasuk orang yang jauh dari Allah SWT," jelas kiai yang energik dan murah senyum ini.

ArrahmahMedia.Com

Oleh karenanya, ia mengajak untuk senantiasa menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang memang memerlukan perhatian terutama anak-anak yatim.

"Perhatian kepada yatim juga mennunjukkan kesungguhan dalam beragama. Jangan sekali-kali mengurusi anak yatim untuk urusan dunia. Keberkahanan akan datang kepada yang ikhlas merawat anak-anak yatim," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pendidikan, Pondok Pesantren, Makam ArrahmahMedia.Com

Jumat, 24 November 2017

Liga Santri Nusantara Region NTB 1 Siap Dihelat

Mataram, ArrahmahMedia.Com

Panitia Liga Santri Nusantara (LSN) Region NTB 1 memastikan pertandingan sepakbola antarpesantren siap dihelat. LSN Region NTB 1 meliputi Bali, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara.

Pada 24 Mei ini peserta LSN sudah bisa mendaftar di sekretariat panitia setempat. Jumlah klub asal pesantren yang bisa berkompetisi adalah 32 klub per region. Demikian disampaikan Moh Hirjan, Ketua Panitia LSN Region NTB1.

Liga Santri Nusantara Region NTB 1 Siap Dihelat (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Region NTB 1 Siap Dihelat (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Region NTB 1 Siap Dihelat

Untuk persiapan tersebut, Panitia LSN Region NTB1 juga telah menggelar rapat perdana di Cafe Kamila, Jalan Pemuda, Gomong, Mataram, Jumat (19/05). Pertemuan ini, kata Hirjan, penting diadakan untuk koordinasi terkait teknis pelaksanaan dan hal-hal terkait.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, keterbatasan kuota panitia yang diatur dari pusat juga menjadi hal penting dibahas agar dapat memaksimalkan? peran penting panitia semua panitia.

ArrahmahMedia.Com

Dirinya berharap LSN tahun ini, khususnya Region NTB 1 yang meliputi Bali, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Barat, tidak hanya mencari klub pesantren pemenang di tingkat region untuk final di tingkat nasional. LSN juga diharapkan menjadi proses pencarian bibit-bibit sepakbola mendatang dari pesantren yang paling utama.

Tugas utama dari panitia menurutnya antara lain sosialisasi ke khalayak umum. Kemudian menemui pihak terkait setempat untuk memberikan laporan, seperti kepada Kanwil Kementerian Agama NTB selaku lembaga yang menanungi pesantren dan PWNU NTB selaku ormas yang menanungi RMINU untuk menyampaikan agenda besar ini.

"Mari kerja sama dengan baik, soliditas tim agar betul-betul semarak untuk menghasilkan hasil maksimal," ajaknya dengan semangat.

Viken Madrid, Divisi Humas dan Media mengingatkan agar semua panitia tidak melihat ini (LSN) menjadi sebuah proyek semata. Oleh karena itu dia berharap panitia kreatif dan inovatif dalam menyebarluaskan informasi ke khalayak umum dengan berbagai macam cara, baik melalui medsos maupun media lainnya.

Liga Santri Nusantara akan digelar serentak di tanah air usai bulan Ramadhan. Peserta kompetisi LSN tahun 2016 meningkat lima kali lipat dibanding LSN tahun 2015. Konsep tahun ini akan berbeda karena jumlah region meningkat menjadi 32 region. (Samsul Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam ArrahmahMedia.Com

Selasa, 14 November 2017

PBNU Dukung Tito Karnavian sebagai Kapolri

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo telah menunjuk Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Badrodin Haiti yang akan masuk massa pensiun bulan depan. Keputusan Jokowi ini dinilai berani oleh beberapa kalangan karena Tito melompati empat angkatan di atasnya.

Meski demikian dukungan kepada Tito untuk menjabat sebagai Kapolri terus mengalir, tak hanya dari kalangan seniornya di jajaran Kepolisian saja namun dukungan untuk Tito mengalir dari kalangan politikus maupun pimpinan ormas.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai penunjukkan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini sebagai Kapolri sudah tepat.

PBNU Dukung Tito Karnavian sebagai Kapolri (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Tito Karnavian sebagai Kapolri (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Tito Karnavian sebagai Kapolri

"Penunjukan Tito Karnavian sebagai Kapolri sangat tepat sekali. Sebagai Perwira Polisi Tito telah menunjukan kinerja yang baik sekali dan profesional di setiap jabatan yang diembannya. Terutama mampu mengatasi terorisme di Ibukota beberapa waktu lalu tak kurang dari lima jam," ungkap Kiai Said, Kamis (16/6) di Surabaya.

Kiai Said menambahkan, selain seorang pekerja keras Tito juga pribadi yang taat kepada agamanya, merakyat dan mudah bergaul dengan semua kalangan. "Usianya yang masih muda dan berpikiran cerdas tentu sangat potensial sekali untuk bisa membawa Kepolisian lebih baik lagi," tambahnya.

Kedepan, dengan jiwa kepemimpinannya, penegakan hukum di Indonesia diharapkan akan berjalan lebih baik lagi. Dan jika nanti sudah disahkan dan dilantik oleh Presiden Jokowi, Tito harus tetap melanjutkan penataan dan reformasi ditubuh Polri seperti yang diinginkan oleh Presiden.

ArrahmahMedia.Com

"Dan kami berharap kepada Kapolri yang baru bisa melanjutkan kerjasama yang apik dengan PBNU dalam rangka pencegahaan terorisme dan deradikalisasi serta pemberantasan Narkotika. Insyaallah kerjasama apik dengan Kapolri yang baru nanti semakin memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat Indonesia umumnya dan warga NU khususnya," pungkas Kiai Said. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com AlaNu, Makam ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock