Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, ArrahmahMedia.Com



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

ArrahmahMedia.Com

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Quote ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 03 Februari 2018

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBINU) menggelar seminar nasional Tata Kelola Air bertajuk ‘Mencegah Mata Air Menjadi Air Mata, Rabu (20/5) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.

“Seminar ini juga sebagai rangkaian kegiatan Rakornas LPBINU di Bogor tanggal 20-23 Mei 2015. Ide-ide yang muncul dari kegiatan ini akan dijadikan rekomendasi pada saat Muktamar ke-33 NU mendatang,” ujar Ketua PP LPBINU, Avianto Muhtadi dalam sambutannya.

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Gelar Seminar Nasional Tata Kelola Air

Menurut Avianto, isu tata kelola air adalah persoalan yang penting dan krusial. Karena, lanjutnya, pengelolaan sumber daya air yang sejatinya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ternyata menjadi air mata bagi masyarakat yang bermukim di sekitar mata air dan berdampak kapada masyarakat luas.

ArrahmahMedia.Com

“Persoalan ini membutuhkan solusi bersama antara pemangku kepentingan dalam tata kelola air, yaitu pemerintah dan perusahaan, serta masyarakat. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2015 mengingatkan pemangku kepentingan untuk kembali ke jalan yang benar secara konstitusidalam tata kelola air untuk kemakmuran rakyat banyak,” papar Avianto.

Hadir memberikan sambutan, Sekjen PBNU, H Marsudi Syuhud, Ketua MK RI, Prof Dr Arief Hidayat, dan para narasumber seminar sesi pertama, seperti KH Masdar Farid Mas’uadi (Rais Syuriyah PBNU), Rahmat Hidayat (Juru Bicara Lintas Asosiasi Pengguna Air/Wakil Ketua Umum GAPMMI), serta pejabat dari Kementerian PU dan PeRA, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan peserta seminar yang memadati lokasi.

ArrahmahMedia.Com

Pada sesi kedua, hadir juga para pembicara, antara lain, Ir Basah Hernowo, MA (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air) dan Ir B Wisnu Widjaja, MSc ((Deputi Pencegahan dan Kesiap-siagaan BNPB).? (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Santri, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Sebanyak 1000 peserta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) tahun ajaran 2017-2018 di ruang serbaguna kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (3/10).



Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Orang Berebut Kursi Mahasiswa Polteknaker

Para peserta  yang mengikuti  TPA ini telah lulus tahapan pertama yaitu seleksi administrasi berdasarkan kelengkapan berkas data dan persyaratan lainnya. Gelombang pertama  tes TPA diikuti 600 peserta dan 400 peserta menyusul di gelombang kedua.

Dari 1000 peserta TPA, didominasi lulusan SMA sebanyak 53 persen dan 42 persen lulusan SMK, lulusan pesantren dan SLTTA ke atas masing-masing 1 persen, madrasah Aliyah 3 persen.

Sementara dari segi usia, rata-rata peserta TPA Poltek Ketenagakerjaan berusia kurang dari 21 tahun sebanyak 83 persen dan 15 persen berusia 21-30 tahun. Sebanyak 2 persen berumur lebih dari 30 tahun,

ArrahmahMedia.Com

Menurut Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Retno Pertiwi, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras.

“Para peserta diwajibkan mengikuti seluruh proses penerimaan mahasiswa baru sesuai prosedur yang telah ditentukan. Kita ingin memastikan hanya calon terbaik dan yang memenuhi persyaratan dan sesuai kriteria yang bisa mengikuti perkuliahan di Politeknik Ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Retno mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Politeknik Ketenagakerjaan dalam rangka  meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan.

ArrahmahMedia.Com

“Sesuai arahan dari Menaker M Hanif Dhakiri, kehadiran Politeknik Ketenagakerjaan Ini merupakan sebuah terobosan untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan,“ kata Retno.

Rencananya, pada tahun ini, Politeknik Ketenagakerjaan akan membuka tiga program studi (prodi) , yaitu Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Program Studi D4 Relasi Industri, dan Program Studi D3 Manajemen Sumber Daya Manusia dengan kuota 90 orang mahasiswa.

Dari 1000 peserta yang mengikuti TPA sebanyak 56 persen berjenis kelamin laki-laki dan 44 persen perempuan. Peminat program diploma (prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebanyak 47 persen, prodi relasi industri (34) dan prodi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebanyak 19 persen.

"Kehadiran Polteknaker dharapkan menjadi  solusi untuk mewarnai pembangunan ketenagakerjaan sehingga akan lebih kondusif dan semakin sejahtera dengan memperhatikan kondisi terhadap angkatan kerja, tingkat pendidikan, pengangguran dan link and match, “kata Retno.

Dari tiga prodi yang dibuka, Retno mengungkapkan tahap seleksi pertama adalah seleksi administrasi dengan melihat kelengkapan berkas. Pada proses ini terdapat pendaftar oline sebanyak 3.552 orang. Namun yang mengirim berkas melalui surat elektronik atau email sebanyak 1.302 peserta, yang akan memperebutkan 90 kursi dari tiga prodi.

 

Ditambahkan Retno, tahap selanjutnya usai TPA adalah test psikotes dan wawancara yang diikuti oleh peserta yang lulus TPA, pada tanggal 6 Oktober nanti di Pusdiklat Kemnaker. Peserta yang dinyatakan lulus psikotest dan wawancara akan diumumkan pada 7 Oktober 2017, mengikuti tes kesehatan dan bebas narkoba pada 9 Oktober 2017 di Pusdiklat Kemnaker. Rencananya Peserta PMB secara final akan diumumkan pada 10 Oktober dan langsung mendaftar ulang pada 11-13 Oktober 2017. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Olahraga, Nasional ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta

Pondok Pesantren Waria Al-Fattah Yogyakarta berdiri dan diresmikan wakil ketua DPRD kota Yogyakarta pada 8 Juli 2008. Pesantren yang saat ini berlokasi di daerah Jagalan Kotagede Yogyakarta diawali oleh salah seorang waria bernama Maryani yang rutin mengikuti pengajian mujahadah al-Fattah di bawah bimbingan KH Hamroeli Harun di Desa Pathuk mulai tahun 1997.

Berawal dari kegelisahannya akan stigma negatif yang selalu dialamatkan kepadanya dan teman-temannya sesama waria, ia mulai mengadakan pengajian di rumahnya sebagai pembuktian bahwa mereka juga bagian dari masyarakat yang eksistensinya ingin diakui. Puncaknya, pada tahun 2008 Maryani mendirikan sebuah pondok pesantren sebagai tempat belajar agama bagi para waria setelah mendapatkan restu dari KH. Hamroeli yang sekaligus menjadi pembina atau pengasuh pondok pesantren waria ini.

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Pesantren Waria di Yogyakarta

Dua tahun setelah berdiri, KH. Hamroeli berhenti mengajar dikarenakan beberapa alasan. Namun, kegiatan belajar mengajar ilmu agama tetap berlangsung karena sebagian ustadz tidak ikut berhenti. Pada tahun 2014, Maryani meninggal dunia. Pesantren ini tetap dikehendaki keberadaannya sehingga diputuskan untuk meneruskan perjuangan yang telah dibangun oleh Maryani. Terpilih lah Shinta Ratri sebagai ketua pondok baru yang lalu memindahkan lokasi pondok yang awalnya di daerah Notoyudan ke daerah Kotagede. KH. Abdul Muhaimin, pengasuh pondok pesantren Nurul Ummahat yang sekaligus koordinator FPUB (Forum Persatuan Umat Beragama), diminta untuk menjadi pembina dan pengasuh baru pondok pesantren waria ini.

Secara garis besar, kegiatan di pondok pesantren ini ada dua macam: kegiatan mingguan dan tahunan. Awalnya kegiatan berlangsung setiap hari Senin dan Kamis—karena itu pesantren ini disebut juga dengan Pesantren Senin Kamis. Namun setelah lokasinya pindah, kegiatan kemudian hanya dilakukan seminggu sekali, yaitu pada hari Ahad. Bentuk kegiatan mingguan ini berupa shalat berjama’ah, mengaji Al-Qur’an, dzikir, diskusi dan lain sebagainya. Kegiatan dimulai pada sore menjelang maghrib hingga setelah sholat Isya’. Adapun kegiatan tahunan yang telah dilakukan, yaitu ziarah kubur, bakti sosial, kegiatan bulan Ramadhan, syawalan, dan hari raya kurban.

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu, saat ini jumlah santri di pesantren ini ada sekitar 30 orang. Mereka tinggal di kediaman masing-masing dan akan berkumpul di pondok sesuai dengan jadwal kegiatan pesantren yang telah ditentukan. Para santri memiliki berbagai macam profesi, mulai dari berdagang, ngamen, pengrajin, hingga ada juga yang menjadi pekerja seks komersial (PSK). Akan tetapi, mereka tetap memiliki kemauan untuk belajar agama dan beribadah sehingga kehadiran pondok pesantren ini membuat mereka merasa diterima dan mendapatkan tempat untuk belajar.

ArrahmahMedia.Com

Idris Ahmad Rifai dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pesantren ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para waria. Salah satu santri yang bernama Yeti, misalnya, mengungkapkan rasa syukurnya dengan hadirnya pesantren ini karena ia merasa mendapatkan tempat untuk beribadah dan mempelajari agama. Tanpa pesantren ini, ia dan teman-teman warianya merasa kesulitan untuk beribadah di tempat ibadah umum karena pasti akan ditolak.

Yuni Shara, salah seorang santri lainnya mengutarakan hal senada. Ia menilai bahwa kehadiran pesantren waria ini bisa mengakomodir kebutuhan para waria akan ilmu agama serta bisa menjadi ajang untuk saling bersilaturrahim.

Waria memang sering dipandang sebelah mata dan diperlakukan tidak manusiawi. Secara sederhana, waria dipahami sebagai manusia yang lahir dalam fisik laki-laki, namun memiliki kecendrungan dan kepribadian wanita sehingga mereka berpenampilan dan berperilaku layaknya wanita. Kelainan ini adakalanya sebab faktor lingkungan dan adakalanya juga bawaan lahir.

Tak sedikit yang menganggap waria sebagai makhluk rendahan bahkan terkadang dianggap lebih buruk dari sampah yang menjijikkan. Padahal, seburuk apapun para waria dalam pandangan sosial, mereka tetaplah manusia. Manusia yang selalu diperjuangkan oleh nabi harkat dan martabatnya. Toh, walaupun seseorang melakukan kesalahan, itu tidak bisa menjadi legitimasi untuk merendahkannya. Justru karena memiliki dua sisi baik dan buruk itu yang membuat seseorang disebut manusia. Tanpa keburukan, manusia tak akan pernah menjadi lebih baik dari malaikat dan kehilangan keutamaan sebagai ciptaan terbaik tuhan. Inilah salah satu alasan yang menginspirasi berdirinya pesantren yang cukup unik di Yogyakarta, yaitu Pondok Pesantren Waria Senin Kamis al-Fattah Yogyakarta.

Muhammad Itsbatul Haq, Alumni PP. Annuqayah Sumenep

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Santri ArrahmahMedia.Com

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Pekalongan, ArrahmahMedia.Com. Di tengah gencarnya berita-berita fitnah dan konten hoax di media sosial, Netizen Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah bergerak menyatukan barisan. Netizen NU Jawa Tengah, mengampanyekan bermedia sosial secara inspiratif dan berakhlakul karimah, dengan Deklarasi Damai Netizen NU, di Aula Gedung NU Pekalongan, Jateng, Ahad (8/1).

Hadir dalam Silaturahmi dan Kopdar Netizen NU Jateng, HA. Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Arief Rohman (Wakil Bupati Blora), H. Bisri (FKB-DPR RI), Sukirman (Wakil Ketua DPRD Jateng), Hasan Chabibie (Pegiat Literasi), dan beberapa pegiat media sosial, di antaranya M. Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo Semarang), Sholahuddin Al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdullah Hamid (RMI PBNU), dan Munawir Aziz (LTN-PBNU).?

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Dalam agenda ini, didengungkan deklarasi damai Netizen NU Jateng, yang menyeru keaktifan warga Nahdliyyin untuk menyebarkan konten-konten inspiratif di media sosial. Deklarasi ini juga mendorong warga untuk memenuhi media sosial dengan berita, video dan grafis yang inspiratif, untuk melawan hoax.

Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengungkapkan pentingnya bermedia sosial secara inspiratif. "Sekarang ini, dakwah menggunakan media sosial sangat penting untuk mengkampanyekan Islam ramah ala Nahdlatul Ulama," terang Helmy. PBNU menyelenggarakan Kopdar Netizem di beberapa kota untuk menyelaraskan dakwah di media sosial.?

Hasan Chabibie, Pegiat Literasi dan praktisi pendidikan, menegaskan pentingnya gerakan Literasi Digital untuk komunitas pesantren. "Saat ini fenomena hoax sudah demikian membahayakan. Perlu gerakan sistematis untuk melawan hoax, dengan memilah konten-konten di media sosial sekaligus memproduksi konten inspiratif untuk dakwah media sosial," terang Hasan.?

ArrahmahMedia.Com

Komunitas pesantren dan warga Nahdliyyin perlu diaktifasi agar cerdas bermedia sosial. Sukirman, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, menegaskan pentingnya menggerakkan komunitas untuk berdakwah di media sosial.?

"Media sosial cukup efektif untuk menggerakkan gagasan. Warga bisa langsung lapor kepada Presiden Jokowi dan Gubernur, atau pemimpin daerah lainnya, jika ada masalah mendesak di lingkungannya," jelas Sukirman.?

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPRD Jateng ini juga mendorong pelatihan-pelatihan media sosial, agar warga NU dan komunitas pesantren mampu menggerakkan gagasan melalui media sosial. Tujuannya, agar warga Jateng cerdas bermedia dan mampu menenggelamkan hoax.?

"Jawa Tengah harus menjadi contoh sebagai daerah bebas hoax dengan media sosial yang bervisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah," tegas Sukirman.

Dalam agenda ini, lebih dari 200 peserta hadir memenuhi lokasi kegiatan, yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, peserta juga berpartisipasi dalam rangkaian Maulid Akbar di Kanzus Sholawat, yang diselenggarakan Jamiyyah Thariqah yang diasuh Habib Luthfi bin Yahya. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Habib ArrahmahMedia.Com

Jumat, 12 Januari 2018

BI Belum Optimal Dorong Pembangunan Nasional

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Bank Indonesia (BI) dinilai belum bisa mendorong aktivitas ekonomi secara optimal. Tujuan dan kebijakannya masih tidak selaras dengan kepentingan pembangunan nasional.

Demikian asumsi pokok Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyah dalam penetapan pembahasan UU No. 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia pada Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, 14-17 Septermber nanti.

BI Belum Optimal Dorong Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
BI Belum Optimal Dorong Pembangunan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

BI Belum Optimal Dorong Pembangunan Nasional

Komisi yang fokus pada perundang-undangan ini sedikitnya akan mempermasalahkan empat ayat yang tersebar di beberapa pasal berbeda. “Pasal-pasal yang akan dikaji antara lain, Pasal 4 ayat 2, Pasal 7 ayat 1, Pasal 41 ayat 1, Pasal 62 ayat 1,” jelas Sekretaris Komisi Sarmidi Husna, Senin (10/9), di Jakarta.

ArrahmahMedia.Com

Dalam forum yang dihadiri ratusan kiai itu, NU di antaranya akan mempertanyakan independensi BI yang terlalu liberal. Akibatnya, BI selalu mengacu pada hukum pasar yang dikendalikan oleh modal besar. 

ArrahmahMedia.Com

“BI juga dianggap hanya mementingkan pertumbuhan makro ekonomi, tidak mendorong tersedianya modal bagi anak bangsa, perbankan nasional, dan tidak mendorong sektor riil,” ujarnya.

PBNU berharap, setelah Munas dan Konbes NU nanti, kebijakan BI lebih berorientasi pada penguatan ekonomi nasional dan ekonomi kerakyatan. “Terutama penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja melalui pengembangan UMKM,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Tokoh ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Hasbullah-Rahmatullah Pimpin NU Taktakan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. KH Hasbullah dan KH Rahmatullah memimpin Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, masa khidmat periode 2012-2017. Hasbullah sebagai rais syuriyah dan Rahmatullah sebagai tanfidziyah.

Para pengurus dilantik Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarqowi di alun-alun Kantor Kecamatan Taktakan pada Senin, (25/3). Pelantikan bertema “Membangun sinergi ulama dan umaro menuju Kota Serang berakhlakuk karimah” tersebut dihadiri 1500 warga Nahdliyin. ?

Hasbullah-Rahmatullah Pimpin NU Taktakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasbullah-Rahmatullah Pimpin NU Taktakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasbullah-Rahmatullah Pimpin NU Taktakan

Menurut ketua terpilih KH Rahmatullah (42), masa kepengurusannya akan menggiatkan pengajian keliling tiap bulan ke desa-desa? di kecamatan Taktakan. “Kegiatan itu sudah berlangsung 5 bulan yang lalu,” katanya kepada ArrahmahMedia.Com, melalui telpon, Selasa, (26/3). ?

ArrahmahMedia.Com

Ia menambahkan, sistem pengajian itu tergantung permintaan Ranting. Bulan sebelumnya Ranting Tanah Baru, bulan Sekarang Ranting Umbul Tengah.

ArrahmahMedia.Com

Tujuan pengajian keliling itu adalah untuk mempererat silaturahim? antara ulama, masyarakat, dan pemerintah. ?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

ArrahmahMedia.Com

 

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

ArrahmahMedia.Com

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Aswaja, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 04 Januari 2018

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo

Tegal, ArrahmahMedia.Com  

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal merancang program “Debit Saldo Rekening Bank” (PSRB). Gagasan yang akan digulirkan dalam waktu dekat ini dilakukan melancarkan dan mengembangkan organisasi. 

Program tersebut juga merupakan ikhtiyar untuk menjawab pertanyaan penting, “Bagaimana NU meningkatkan daya guna untuk kemaslahatan bersama, baik NU, badan otonom, masyarakat luas?”

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tegal Siap Luncurkan Program Debit Saldo

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal H. Ahmad Wasy’ari  mengharapkan dukungan dalam rangka kemandirian organisasi.  

ArrahmahMedia.Com

“Program ini kami sengaja luncurkan karena kami sering menanggung kegagalan untuk dalam pengupayakan pendanaan, dari mulai ianah syahriah NU, bulan dana, mauapun gerakan semiliar rupaiah karena mungkin prosesnya melaui biyadi dari tangan ke tangan,” jelas Wasy’ari di depan peserta pendidikan guru PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal. 

PCNU telah menunjuk tak kurang dari sepuluh bank untuk melancarkan program tersebut. “Dalam waktu dekat, Nadhliyin yang ingin menyisihkan sebagian hartanya akn dipermudah dengan program ini. Aksesnya mudah, cepat dan tidak mengundang masalah,” ujarnya. 

ArrahmahMedia.Com

“Kalau ini berhasil maka menjadi luar biasa, dan ini tidak bisa lepas dari peran sosialiasi di masyarakat, terutama kaum Nahdliyin,” lanjutnya.

 

Redaktur       : Hamzah Sahal

Kontributror : Abdul Muiz    

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Santri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 30 Desember 2017

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Bandung, ArrahmahMedia.Com



Tak kurang dari 50 ribu santri se-Jawa Barat akan menjadikan Bandung sebagai Lautan Mengaji pada Sabtu (20/5). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Bandung, Jalan Asia-Afrika, ribuan santri akan melakukan 1000 kali khatam Al-Quran yang dipimpin langsung inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar.

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandung Segera Jadi Lautan Mengaji

Koordinator Wilayah Nusantara Mengaji Jawa Barat, Cucun A Syamsurizal mengatakan, selain khatam Al-Quran, dilakukan pula Shalat Subuh berjamaah. Pasalnya acara dimulai sejak pukul 03.00.

"Selepas Shalat Subuh berjamaah dilakukan persiapan jalan santai menuju Monumen Bandung Lautan Api Tegal Lega," kata Cucun, Selasa (16/5).

Menurut Cucun, Bandung Lautan Mengaji ini sebagai tindak lanjut dari program Nusantara Mengaji yang digagas Muhaimin Iskandar. Dan untuk wilayah Jawa Barat dipusatkan di Bandung.

Saat rapat, seluruh perwakilan Pesantren di Jawa Barat akan mengirimkan santri dan santriwatinya dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Termasuk para tokoh masyarakat dan ulama di Jawa Barat.

ArrahmahMedia.Com

Sekretaris Panitia, Ahmad Irfan Alawi mengungkapkan teknis acara ketika jalan santai. Massa santri yang laki-laki akan jalan kaki menuju Monumen Bandung Lautan Api dengan mengenakan sarung, berbaju koko dan berpeci. Di perjalanan akan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan sebagai penegasan kebangsaan di Jawa Barat.

"Pak Muhaimin Iskandar pun ikut jalan kaki. Dan setibanya di Monumen Bandung Lautan Api langsung orasi kebangsaan," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Santri ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Menurut Imam Haromain, syariat itu ada yang manshusoh (ditetapkan dalam Al Qur’an dan hadist) dan ada yang ijtihadi. Namun demikian, kebanyakan syariat itu adalah hasil ijtihad dari pada ulama. Hal itu disebabkan karena nash yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad yang terbatas, sementara peristiwa baru terjadi terus menerus. 

Hal itu disampaikan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pembukaan dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 yang diselenggarakan atas kerjasama Hidmat Muslimat NU dengan LD PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (29/5). 

Kiai Ma’ruf menambahkan, persoalan-persoalan yang bersifat kontemporer seperti masalah muamalah, politik, sosial, dan budaya membutuhkan jawaban. Maka dari itu, para ulama terdahulu juga sudah banyak yang melakukan ijtihad untuk menjawab persoalan yang ada maupun untuk mengantisipasi permasalahan yang akan datang.

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Amin: Banyak Syariat Produk Ijtihad Ulama

“Apalagi di dalam masalah muamalah, politik, budaya, sosial,” kata Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf menceritakan, saat diminta untuk mengisi sebuah seminar tentang Air Susu Ibu, ia mencari referensi di kitab-kitab kuning. “Saya buka kitab, ternyata ulama terdahulu sudah membahas itu. Ada di (kitab) I’anatuttholibin, Al Bajuri. Alliba (ASI) bahasa sekarangnya adalah kolustrum dan itu sudah dibahas ulama seratus tahun yang lalu,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Ia mengungkapkan, keterangan tentang ASI di dalam kitab kuning tersebut membuat para dokter yang hadir heran karena ternyata ulama terdahulu sudah membahas tentang itu. 

Liba itu susu yang keluar pada waktu melahirkan. Liba harus diminum, kalau tidak diminum lemah anaknya,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus) 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Santri, Lomba ArrahmahMedia.Com

Rabu, 27 Desember 2017

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’

Pohuwato, ArrahmahMedia.Com. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani menjelaskan, siapapun yang memakmurkan masjid maka Allah akan memakmurkannya. Sesuai dengan keterangan yang ada di dalam Al-Qu’ran, masjid adalah rumah Allah di bumi ini. Sehingga mereka yang memuliakan masjid maka akan dimuliakan Allah. 

“Orang yang memakmurkan masjid akan dimakmurkan Allah,” kata Kiai Manan di acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Pohuwato Provinsi Gorontalo, Rabu (6/12).

Kiai Manan menerangkan, untuk memakmurkan masjid maka harus disusun program-programnya. Baginya, masjid tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus difungsikan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat seperti syiar agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya.

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’ (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’ (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’

“Harus diprogramkan agar masjid menjadi pusat peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menghimbau Nahdliyin untuk menjaga masjid mereka agar tidak diambil alih oleh kelompok-kelompok yang mengafirkan dan membid’ahkan mereka yang tidak sepaham dengannya. 

“Maka dari itu, labelisasi masjid itu penting,” cetusnya.

ArrahmahMedia.Com

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Santri, Syariah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Surabaya, ArrahmahMedia.Com - Sejumlah program yang dapat direalisasikan Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur dibahas intensif pada Ahad (17/1). Diharapkan dari koordinasi ini banyak peluang dan kegiatan yang bisa menyapa warga serta manfaatnya dapat dirasakan khalayak.

"Ada 5 program yang telah disepakati pada rapat yang berlangsung sejak pagi hingga petang kemarin," kata Ahmad Najib AR kepada ArrahmahMedia.Com, Senin (18/1). Kelima program tersebut dari mulai menejemen organisasi, media informasi dan publikasi, pembinaan dan kepustakaan, penerbitan dan usaha, serta riset dan pengembangan, lanjutnya.

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Gus Najib, sapaan akrabnya juga menandaskan bahwa di menejemen organisasi bersifat konsolidasi internal, memanfaatkan jaringan dengan kepengurusan di kota dan kabupaten se Jawa Timur hingga memanfaatkan koordinasi dengan kepengurusan di tingkat PP LTN NU di Jakarta.

"Untuk media informasi dan publikasi ada dua pekerjaan besar yang dilakukan yakni mengoptimalkan keberadaan website kitabkuning.net serta workshop media sosial," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Dalam waktu dekat, PW LTN NU Jatim yang dipandegani oleh program pembinaan dan kepustakaan akan melangsungkan lomba karya tulis ilmiah. "Temanya sedang kami persiapkan," katanya. Dari kegiatan ini diharapkan juga akan lahir buku sebagai bunga rampai gagasan peserta lomba, lanjutnya.

Pertengahan tahun depan juga sudah disiapkan usaha penerbitan sekaligus percetakan sebagai penopang kebutuhan keuangan lembaga. "Yang pasti, untuk penerbitan sudah disepakati," kata Gus Najib. Sedangkan untuk percetakan karena membutuhkan mesin yang memadai, masih menunggu kepastian dari sejumlah pihak yang telah menyediakan kesempatan tersebut, lanjutnya.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan terakhir adalah terkait dengan riset dan pengembangan yang mendapat sejumlah masukan dari peserta rapat. "Kegiatan ini memang penting sebagai sarana menghimpun dan mengkonsolidir intelektual dan peneliti NU yang berorientasi pada kemajuan jamiyah," terangnya. Devisi ini juga akan mengakomodir keinginan kuat para tenaga pendidik dan dosen yang membutuhkan jurnal sebagai media untuk menyampaikan gagasan demi memperbaiki kondisi yang lebih baik.

Yang membanggakan, pada rapat yang berlangsung di aula PWNU Jatim tersebut, sejumlah pengurus berkenan hadir. "Walau ada yang dari luar kota, antusias mereka sangat membanggakan," kata Gus Najid. Termasuk kehadiran mantan Ketua PW LTN NU periode sebelumnya yakni? Dr H Syahid yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, AlaSantri, Syariah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 05 Desember 2017

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com. Numart Sidoarjo memberikan donasi sebesar Rp. 497 ribu rupiah kepada pengurus pondok pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo yang merupakan binaan KH Nur Cholis, Selasa (31/1). Pemberian donasi tersebut untuk pembangunan rumah pengolahan sampah di lingkungan pesantren Al-Amanah, Junwangi tersebut.

Manager Numart Sidoarjo, Guruh Sugeng Mulyono, mengatakan bahwa, pada saat Musker PCNU Sidoarjo yang pertama digelar di pesantren Al-Amanah, Junwangi Krian pada tanggal 28 Januari lalu, Guruh melihat bahwa di lingkungan pondok masih memerlukan sumbangan untuk pembangunan rumah pengolahan sampah. Saat ini, proses pengolahan sampah dilakukan secara mandiri di lingkungan ponpes modern tersebut.

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

"Semoga dengan donasi ini dapat sedikit membantu ke pihak ponpes. Ke depan Numart mobile berencana mengadakan kegiatan serupa saat kunjungan wali santri setiap hari Ahad ke satu dan ketiga. Di mana donasi nantinya juga akan diserahkan kepada ponpes setempat, karena Numart belanja hemat, barokah untuk ummat," kata Guruh Sugeng.

Lebih lanjut Guruh Sugeng menjelaskan, dalam Musker PCNU Sidoarjo ke satu yang diadakan di ponpes Al-Amanah, Junwangi Krian kemarin ada satu sudut yang cukup menarik. Disebelah masjid tepatnya di bawah rindangnya pohon bambu, Numart mobile membuka gerai toko tenda Numart berjalan (Numart mobile).

ArrahmahMedia.Com

"Tidak lupa di toko tenda Numart mobile tersebut di pajang aneka produk UMKM yang telah bergabung ke Numart group antara lain teh UMKM, keripik talaso Ansor, dan lain sebagainya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kyai, Santri ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Senin, 27 November 2017

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik

Pringsewu, ArrahmahMedia.Com. Katib Syuriyah Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu Lampung, Munawwir, meminta pihak-pihak tertentu tidak membawa atribut NU ke ranah politik. Hal itu disampaikannya menyusul beredarnya kalender sosialisasi salah satu partai politik yang menyertakan logo NU dan foto beberapa pengurus NU setempat.

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Bawa Atribut NU ke Ranah Politik

“Ini sudah jelas menyalahi aturan-aturan yang ada di jam’iyyah NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang tidak berpolitik,” tegas Munawwir, di Pringsewu ? Ahad (17/2).

NU berpegang pada Khittah 1926 yang memiliki makna bahwa Jamiyyah NU tidak berpihak pada salah satu partai. “Adapun NU membidani lahirnya Partai Politik, bukan berarti NU berpolitik. Partai tersebut merupakan salah satu alternatif ? bagi warga NU secara individu dalam menyalurkan kebebasan berpolitik,” tambahnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Munawwir, Jajaran Syuriyah juga sudah menginstruksikan dengan keras kepada seluruh pengurus PCNU Pringsewu untuk tetap menjaga Khittah NU. Diharapkan juga kepada seluruh warga khususnya yang ada di Kabupaten Pringsewu untuk tidak terpengaruh terhadap simbol-simbol partai yang mencantumkan atribut-atribut NU didalamnya.

Menghadapi pemilihan anggota legislatif di tahun mendatang, NU pringsewu memberikan kebebasan kepada warga untuk memilih siapa dan partai apa yang sesuai dengan hati nuraninya. NU tidak akan mengarahkan warganya untuk memilih partai tertentu walaupun partai tersebut dibidani oleh NU. “Sebagai perseorangan silahkan berpolitik namun sebagai organisasi, NU tidak berpolitik,” tambah Munawir.

ArrahmahMedia.Com

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Hadits ArrahmahMedia.Com

Jumat, 24 November 2017

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup

Jombang, ArrahmahMedia.Com - Ibu Nyai Hj Mundjidah Wahab selaku Wakil Bupati Jombang memberikan wejangan kepada siswa dan siswi yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Menurut dia, belajar yang rajin saja tidak cukup, tapi juga harus dibarengi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meminta restu orang tua.

"Belajar saja kurang," kata Ibu Mundjidah, sapaan akrabnya. Para pelajar harus juga berdoa, mendekat kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam menjalani UN, lanjutnya di hadapan ribuan pelajar yang berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kota Jombang, Selasa (29/3).

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Ujian Nasional, Rajin Belajar Saja Tidak Cukup

Bagi Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, istigatsah maupun doa bersama sangat mendukung kesiapan mental dalam menghadapi UN. "Tapi doa dan istigatsahnya jangan berhenti sampai di sini, tapi nanti dilanjutkan di rumah, sukur rutin shalat malam," kata putri KH Abdul Wahab Chasbullah tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Yang juga harus dilakukan pelajar adalah mohon ampun dan minta doa restu kepada kedua orang tua. Karena ridla Allah bergantung kepada ridla orang tua. "Jadi kalau orang tua sudah mendoakan dan memberikan restu kepada kita, maka Allah akan memberikan kemudahan dalam segala hal termasuk menghadapi UN," kata politisi PPP ini.  

UN di Jombang digelar secara serentak 4 hingga 6 April dengan menggunakan dua model, yakni UN berbasis komputer yang diikuti 19 sekolah. Rinciannya, 12 SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), 5 SMA (Sekolah Menengah Atas), dan 2 MA (Madrasah Aliyah). Sementara 162 sekolah lainnya, menggelar UN berbasis kertas atau manual.

Sedangkan untuk jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 20.141 orang. Mereka berasal dari 58 lembaga SMK sebanyak 8.477 peserta, 46 lembaga SMA dengan 5.997 peserta, dan 77 lembaga MA yakni 5.667 peserta. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

ArrahmahMedia.Com

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nahdlatul, Santri ArrahmahMedia.Com

Kamis, 16 November 2017

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Setelah melalui serangkaian proses pembahasan, uji publik, dan sosialisasi, Kemenhub terbitkan Peraturan pengganti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam trayek yang menjadi payung hukum angkutan taksi online.

Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aturan Terbaru Taksi Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aturan Terbaru Taksi Online

Seperti diketahui Mahkamah Agung telah menganulir 14 pasal yang terdapat Permenhub tersebut. Peraturan pengganti tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 yang ditandatangani oleh Menhub tanggal 24 Oktober 2017 dan akan berlaku efektif mulai 1 November 2017.

Dalam prosesnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan dialog publik di beberapa kota di Indonesia seperti di Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar untuk mendengar langsung respons masyarakat diberbagi daerah terkait dengan aturan taksi online ini. Berdasarkan masukan dari berbagai pihak di berbagai kota tersebut, semua pihak mengharapkan agar diatur kembali.

"Karena kalau tidak diatur maka per 1 November akan terjadi kekosongan hukum. Maka kami mencari masukan dari berbagai pihak di berbagai lokasi," kata Sektetaris Jenderal Kemenhub, Sugihardjo. 

ArrahmahMedia.Com





Sugihardjo menambahkan peraturan ini mungkin tidak seluruhnya bisa memuaskan semua pihak. Kemenhub berdiri di tengah berusaha mengakomodir semua pihak, mengutamakan kepentingan masyarakat luas, kepentingan nasional dan juga kepentingan pengguna jasa dlm hal keselamatan, perlindungan konsumen, kesetaraan dan kesempatan berusaha.

ArrahmahMedia.Com

Ada sembilan substansi yang menjadi perhatian khusus dalan PM 108 Tahun 2017 yaitu, argometer, wilayah operasi, pengaturan tarif, STNK, kuota, domisili TNKB, persyaratan izin, SRUT, dan pengaturan peran aplikator.

Substansi pertama Argometer, yaitu bahwa besaran biaya angkutan sesuai yang tercantum pada argometer yang ditera ulang atau pada aplikasi berbasis teknologi informasi. Kedua Wilayah Operasi, taksi online beroperasi pada wilayah operasi yang ditetapkan.

Ketiga Pengaturan Tarif yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa transportasi melalui aplikasi teknologi informasi dengan berpedoman pada tarif batas atas dan batas bawah yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat, dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)/Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

Keempat STNK, atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi. Kelima Kuota, yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat/Kepala BPTJ/Gubernur sesuai kewenangannya.

Keenam Domisili TNKB, menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor sesuai dengan wilayah operasi. Ketujuh Persyaratan Izin, memiliki paling sedikit 5 (lima) kendaraan yang dibuktikan dengan STNK atas nama Badan Hukum atau dapat atas nama perorangan untuk Badan Hukum berbentuk Koperasi.

Kedelapan SRUT, salinan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) kendaraan bermotor atau salinan bukti lulus uji berupa buku uji/kartu lulus uji yang masih berlaku. Kesembilan Pengaturan Peran Aplikator, perusahaan aplikasi dilarang bertindak sebagai Perusahaan Angkutan Umum.

Diharapkan dengan terbitnya PM 108 Tahun 2017, semua pemangku kepentingan termasuk angkutan online dan konvensional dapat memahami dan mematuhi peraturan ini, karena proses penyusunannya sudah mengakomodir semua pihak, dengan mempertimbangkan UU 20 Tahun 2008 ttg UMKM dan UU 22 Tahun 2009 ttg LLAJ. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Daerah, Santri ArrahmahMedia.Com

Senin, 13 November 2017

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum PBNU mengapresiasi hasil KTT Luar Biasa ke-5 OKI di Jakarta pada 6-7 Maret ini dengan hasil Deklarasi Jakarta sebagai upaya untuk mendorong perjuangan kemerdekaan Palestina.?

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Apresiasi Hasil KTT OKI, PBNU Tekankan Pentingnya Persatuan Arab

Ia menyatakan, kemerdekaan Palestina bisa dicapai dengan persatuan bangsa Arab. Selama mereka tidak bersatu, negara lain tidak akan menghargai negara-negara tersebut mengingat mereka sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah internalnya.?

“Selama bangsa Arab masih kacau balau, karut-marut, perang saudara, Mustahil, mereka (Israel) akan menghargai negara Arab. Senjata yang paling utama, bukan embargo minyak, bukan embargo produk Israel, tapi yang paling penting adalah, negara Arab bersatu. Insyaallah, barakah Allah akan turun, pertolongan Allah akan turun,” katanya di Gedung PBNU, Selasa (8/3).

?

ArrahmahMedia.Com

Negara Arab yang besar secara regional yaitu Mesir, Irak, dan Syiria, kini semuanya sedang dalam masalah.?

“Senjata utama untuk mengalahkan Israel adalah kesatuan dan persatuan Arab. Selama negara Arab tidak bersatu, tidak mungkin bisa mengalahkan Israel,” tegasnya.?

Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, bagian pertama dari Deklarasi Jakarta, OKI sepakat untuk mendukung usaha Arab Saudi dan Jordania untuk mempertahankan dan menjaga situs suci Masjid Al Aqsha.

ArrahmahMedia.Com

Deklarasi Jakarta juga mengutuk dan menekan Israel untuk menghentikan pendudukan atau okupasi terhadap Yerusalem dan Palestina, serta pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Langkah-langkah tersebut disebutkan dalam butir pembentukan "Al Quds and Al Aqsha Funds" (dana Al Quds dan Al Aqsha) untuk membantu rehabilitasi Yerusalem berdasarkan kebutuhan rakyat Palestina.

Dana tersebut akan dihimpun dari sumbangan anggota negara-negara OKI, masyarakat umum dan sektor swasta, sekaligus memanggil semua warga Muslim untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Langkah konkret dalam Deklarasi Jakarta juga menyebut aksi boikot semua negara anggota OKI dan masyarakat internasional terhadap produk yang dihasilkan di Israel dan atau oleh Israel.

Poin-poin terakhir berisikan langkah OKI untuk mencapai solusi dua negara dengan mempromosikan dialog lintasagama, mengangkat isu Palestina pada radar internasional dan mendukung rekonsiliasi Palestina. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Budaya ArrahmahMedia.Com

Minggu, 12 November 2017

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Selain keistiqamahan, almarhum KH Zainal Abidin Munawwir juga meneladankan semangat literasi. Membaca buku adalah aktivitas yang sangat ia  anjurkan bagi para santri. Di samping itu, ia  meninggalkan beberapa karya dalam berbagai disiplin ilmu agama. Di antaranya:

1. Wadhaifu al-Muta’allim.
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Kitab ini menjadi petunjuk teknis bagi para penuntut ilmu. Mbah Zainal menerangkan bagaimana semestinya seorang pelajar berniat, berperilaku, bergaul, belajar dan berdoa. Ia mengingatkan bahwa ilmu bukan sekadar asupan bagi akal, tak hanya pengisi kepala, tetapi juga muatan batin yang harus membekas dalam perilaku keseharian. 

ArrahmahMedia.Com

Mbah Zainal membuka pembahasan di awal bab dengan urgensi niat dalam menuntut ilmu. Ketakwaan harus didasari dengan ilmu, sedangkan ilmu semestinya mengantar penuntutnya menuju ketakwaan. 

Di dalam 4 bab dengan 32 sub-bab, kitab ini menunjukkan betapa pentingnya keridhaan orang tua bagi seorang pelajar dalam proses belajar. Bagaimana seharusnya seorang pelajar berperilaku di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran, baik bersama guru maupun kawan-kawannya. Serta apa yang harus diupayakan oleh seorang pelajar dalam aspek spiritual melalui munajat di kala sendiri. 

ArrahmahMedia.Com

Selesai ditulis pada 10 Muharram 1384 H, kitab setebal 85 halaman ini mengambil referensi dari beberapa kitab besar, seperti al-Jami’us Shaghir karya as-Suyuthi, Manhaj Dzawin Nadzar karya Syekh Mahfudh at-Tarmasi, Ihya’ ‘Uluumiddiin karya al-Ghazali, dan ‘Umdatul Qari karya al-Badru al-‘Ayni. 

2. Al-Muqtathafaat. Sebanyak 568 untai hadits tersusun dalam al-Muqtathafat fi Jami’i Kalaamihi Shalla Allahu ‘Alayhi wa Sallam. Keseluruhan hadits ini dipilih oleh Mbah Zainal dari kitab al-Jami’us Shaghir karya al-Imam al-Hafidh Jalalud -Din as-Suyuthi beserta kitab syarahnya, Faidhul Qadir, karya al-Manawi.

Juz awal kumpulan hadits ini selesaiditulispada 1 Ramadhan 1388 H dalam kitab setebal 197 halaman ini tercantum hadits-hadits Rasulullah dari abjad alif sampai tsa. Setiap nomor berisi redaksi matan hadits, kode periwayat, serta sekilas penjelasan hadits tersebut. 

3. Al-Furuuq. Apa bedanya aqiqah dan qurban? Apa pula bedanya bay’u dan ijaroh? Lalu bagaimana perbedaan jizyah, hadanah dan aman? Tak sedikit dari kita yang kebingungan saat membedakan istilah-istilah teknis peribadatan tersebut, baik mahdhah maupun muamalah. 

Inilah keunikan kitab al-Furuuq susunan Mbah Zainal. Berisi 40 poin tentang definisi dan diferensiasi istilah-istilah syari’at yang tampak serupa tetapi berbeda. Semua istilah tersebut mengacu pada al-Asybah wan Nadzair karya as-Suyuthi. Sebagaimana dalam kitab-kitabnya yang lain, pembahasan dalam kitab yang selesai ditulis pada 15 Sya’ban 1378 ini juga singkat, padat dan tidak bertele-tele. 

4. Taariikhu al-Hadharati al-Islamiyyah. Di dalam kitab ini, Mbah Zainal benar-benar menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama tauhid dan fitrah, tetapi juga agama akal dan ilmu. Penghargaan yang tinggi dari Islam terhadap ilmu menjadi pemantik kemajuanumat Islam dalam berbagai bidang. Demikian arah penekanan Mbah Zainal. 

Perjalanan keilmuan dalam peradaban Islam tertoreh dalam kitab ini mulai dari zaman Rasulullah hingga masa ‘Abbasiyyah II. Mulai dari ilmu-ilmu pokok agama hingga ilmu-ilmu alam dan terapan. Mbah Zainal mengemukakan tiga kategori ilmu menurut wilayah kajiannya, yakni al-‘ulumus syar’iyyah, al-‘ulumul lisaaniyyah dan al-‘uluumul kauniyyah.

Dalam bab al-‘ulumus syar’iyyah, Mbah Zainal mengelompokkan tafsir, hadits , ushul fiqh, fiqh, dan kalam. Adapun ilmu nahwu, sharaf, matnul lughah, ‘arudh, balaghah, sastra dan tarikh digolongkan dalam al-‘ulumul lisaaniyyah. Sedangkan kedokteran, astronomi, matematika, kimia dan geografi termasuk dalam kategori al-‘uluumul kauniyyah. Masing-masing cabang ilmu tersebut diterangkan secara gamblang berikut perkembangan dan tokoh-tokohnya. 

Di paruh kedua kitab, tercatat kemajuan peradaban bangsa Arab setelah kedatangan Islam, pengaruh ilmu dalam peradaban, serta beberapa penjelasan atas prinsip dasar peribadatan dalam Islam. Di akhir kitab , Mbah Zainal membubuhkan tiga data informatif singkat. Yakni Awwaliyyat, berisi 20 nama pelopor dalam berbagai hal. Ada pula Sijillut Tasyrii’, mencatat 17 peristiwa penting dalam 8 tahun hijriah. Dan al-Maqaadir, tentang ukuran-ukuran perhitungan syariat dengan perbandingan modern. 

Dari tarikh yang tertera dalam keempat karya di atas, maka dapat diketahui bahwa Mbah Zainal menuliskannya pada saat ia belum genap 40 tahun. Dengan ukuran saat itu, sekitar 50 tahun yang lalu, tentu kitab-kitab ensiklopedis karya Mbah Zainal di atas termasuk barang langka dan bermutu. Karya-karyanya yang lain semisal Kitaabu al-Shiyam, Masaailu al-Waqi’iyyah, Majmu’u al-Rasail, Al-Ta’riifu bi Ahli al-Sunnatiwa al-Jama’ah, dan Manaasiku al-Hajjakan dibahas dalam kesempatan selanjutnya. Insyaallah. (Zia UlHaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, IMNU ArrahmahMedia.Com

Rabu, 08 November 2017

Penguatan Peran Pesantren

Oleh Suwendi



Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari sejarah awal kedatangan Islam ke Indonesia, sejak abad ke-6 M, yakni dengan mengadopsi sistem pendidikan keagamaan yang telah berkembang sebelum kedatangan Islam itu sendiri. Dengan memainkan peran sebagai instrumen pengembangan ajaran agama Islam, pesantren lahir dari rahim budaya Indonesia yang genuin. Oleh karenanya, dalam amatan almarhum Prof. Dr. Nurcholis Madjid, pesantren tidak hanya menjadi lembaga yang identik dengan makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebagai lembaga yang murni berkarakter keindonesiaan, pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat lingkungannya, sehingga antara pesantren dengan komunitas lingkungannya memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan.

Penguatan Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Peran Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Peran Pesantren

Dalam beberapa dekade terakhir, pesantren mengalami perkembangan yang secara kuantitatif luar biasa dan menakjubkan, baik di wilayah pedesaan, pinggiran kota, maupun perkotaan. Data Kementerian Agama menyebutkan bahwa pada 1977 jumlah pesantren hanya sekitar 4.195 buah dengan jumlah santri sekitar 677.394 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan berarti pada tahun 1985, di mana pesantren berjumlah sekitar 6.239 buah dengan jumlah santri mencapai sekitar 1.084.801 orang. Satu dasawarsa kemudian, 1997, Kementerian Agama mencatat jumlah pesantren sudah mengalami kenaikan mencapai 224 persen atau 9.388 buah, dan kenaikan jumlah santri mencapai 261 persen atau 1.770.768 orang. Data Kementerian Agama tahun 2001 menunjukkan jumlah pesantren seluruh Indonesia sudah mencapai 11.312 buah dengan santri sebanyak 2.737.805 orang. Pada tahun 2005 jumlah pesantren mencapai 14.798 lembaga dengan jumlah guru 243. 738 orang dan santri 3.464. 334. Data terakhir tahun 2016 menunjukkan pesantren sebanyak 28.961 lembaga dengan santri sebanyak 4.028.660 jiwa.

ArrahmahMedia.Com

Dengan melihat data kuantitatif di atas, kita semua hendaknya mendorong kepada masyarakat pesantren untuk meneguhkan dan konsisten pada khittahnya. Dalam konteks ini, setidaknya pesantren didorong untuk melakukan 3 (tiga) peran penting yang perlu dilakukan bersama.

Pertama, pesantren sebagai instrumen pengembangan pendidikan. Pondok pesantren berperan tidak hanya sebagai lembaga dakwah dalam pembinaan umat dan penyiaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai institusi pendidikan. Ia telah berperan meningkatkan angka partisipasi masyarakat (APM) dan angka partisipasi kasar (APK) dalam pendidikan. Ia telah berperan aktif membangun kesadaran dan kecerdasan masyaraat Indonesia dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan layanan yang maksimal. Secara jujur, patut dikatakan bahwa kontribusi masyarakat dalam pengembangan layanan pesantren jauh lebih besar dibanding dengan kontribusi yang dilakukan pemerintah. Oleh karenanya, pesantren harus mendapatkan perlakuan dan penganggaran yang maksimal dari pemerintah. Pesantren sudah seharusnya mendapatkan perlakuan pemerintah secara adil antara institusi pesantren dengan institusi pendidikan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Sungguhpun demikian, pondok pesantren harus tetap mempertahankan kualitas kemandiriannya, baik kemandirian secara ekonomi maupun pengelolaannya yang tidak menergantungkan kepada pihak mana pun. Pesantren merupakan kekuatan civil society yang sangat kuat dalam memberdayakan masyarakat sekaligus mampu melakukan kritik-kiritik sosial.

Kedua, pesantren sebagai instrumen pengembangan keagamaan. Penduduk negeri ini sungguh sangat kompleks dan plural, baik keyakinan, budaya, bahasa wilayah, dan lainnya. Dalam kondisi yang kompleks dan plural itu, pondok pesantren telah memainkan peranan yang strategis. Ia mampu melakukan penyebaran agama dan pemahaman yang sangat damai, toleran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Pesantren telah mampu merekatkan dari berbagai perbedaan di masyarakat. Oleh karenanya, pesantren didorong untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin.

Ketiga, pesantren sebagai instrumen pengembangan pranata-sosial. Pesantren didudukkan sebagai lembaga sosial yang berperan untuk melakukan penjabaran dan aktualisasi pengetahuan dan pemahaman pendidikan dan keagamaannya itu bagi kemaslahatan masyarakat luas. Dengan peran ini, pesantren akan menjadi milik bersama, didukung dan dipelihara oleh lapisan masyarakat yang lebih luas. Oleh karenanya, pesantren harus membuka diri dan terlibat dalam upaya pemecahan atas problem umat dan kebangsaan, sebagaimana yang telah selama ini dibuktikan.

Melalui ketiga pilar di atas, yakni pendidikan, keagamaan, dan sosial-kemasyarakatan, pesantren perlu mendapatkan dorongan yang maksimal dari pemerintah, di antaranya dorongan kesetaraan regulasi, kesetaraan program maupun kesetaraan anggaran yang disediakan oleh pemerintah. Kesetaraan regulasi diupayakan untuk memberikan payung hukum dan legalitas formalitas layanan pesantren dengan tanpa mengurangi substansi atau kualitas pesantren. Kesetaraan program diupayakan untuk mendapatkan kepastian konkret berupa program atau kebijakan-kebijakan penguatan pesantren yang dilakukan negara. Sementara kesetaraan anggaran dipastikan untuk ketersediaan pembiayaan yang maksimal sehingga kita benar-benar memperlakukan secara adil antara institusi pesantren dengan institusi pendidikan lainnya.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pendiri Pondok Pesantren Nahdlah Bahriyah Indramayu



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Quote, Meme Islam, Santri ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock