Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Bekasi, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi menginisiasi pertemuan antar organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan setempat, untuk membahas terkait penolakan terhadap wacana Full Day School (FDS) di Gedung NU Centre El-Said, Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/7).

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Bekasi Inisiasi Aksi Damai Tolak Full Day School

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar penolakan atas Permendikbud No 23 tahun 2017 Tentang Hari Sekolah. Kebijakan Menteri Muhadjir Effendy itu dinilai akan menggerus pelajaran agama bagi pelajar di Indonesia. Selain itu, berpotensi mengancam eksistensi madrasah diniyah dalam hal penguatan keagamaan.

Sekretaris PCNU Kota Bekasi Ayi Nurdin mengatakan, modal awal dari pertemuan itu adalah adanya kesepakatan bersama untuk menolak FDS. Kemudian penolakan itu akan dilalui dengan proses lobi kepada organisasi atau lembaga setempat agar bersama-sama melakukan aksi damai. Minimal, lanjut Ayi, aksi dilakukan di depan kantor pemegang kebijakan, dalam hal ini pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan.

"Kita perlu membentuk tim untuk turun aksi dengan dialog terlebih dulu. Kemudian tim melakukan perumusan langkah. Dialog menjadi langkah awal. Berbagai langkah harus cepat, karena ada desakan yang kuat untuk FDS ini segera direalisasikan. Kalau tim sudah siap, kita persiapkan untuk aksi di tingkatan lokal," kata Ayi.

ArrahmahMedia.Com

Dia juga mengatakan agar masing-masing organisasi dan lembaga yang memiliki kepentingan menolak FDS untuk mengumpulkan tanda tangan atau membuat petisi. Kalau perlu, lanjutnya, menyodorkan sebuah lembaran pernyataan sikap kepada Wali Kota Bekasi untuk ditandatangani. Sehingga gelombang penolakan kian besar karena mendapat persetujuan dari pimpinan daerah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru NU (Pergunu) Kota Bekasi Heri Kuswara menyarankan agar jangan hanya melakukan penolakan, tapi juga harus memiliki solusi. Dalam hal ini, ada model baru yang mesti diusulkan ke pemerintah terkait penguatan pendidikan karakter. Sehingga substansi dengan implementasi jam sekolah menjadi tidak nyambung.?

Karena menurutnya, penguatan pendidikan karakter itu tidak ada hubungannya dengan kuantitas jam pelajaran, melainkan didapat dari keteladanan guru yang diberikan kepada murid.

"Jadi, selain unjuk rasa, kita juga harus unjuk gagasan. Kita harus memberikan formula baru. Misal, dengan tidak 5 hari. Atau mungkin 5 hari tapi tidak 8 jam, tapi 6 hari. Jadi, sekalipun FDS berjalan, tetap dibutuhkan adanya kolaborasi dengan madrasah diniyah," ucap pria asal Garut itu.

Selain itu, Ketua PC IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo akan mengumpulkan pernyataan sikap penolakan dari murid madrasah diniyah atau lembaga pendidikan di bawah naungan Pergunu dan Maarif NU. Hal itu dilakukan dengan tujuan mempertahankan pendidikan karakter yang sudah berlangsung sejak lama di madrasah diniyah.

ArrahmahMedia.Com

Akhir-akhir ini, IPNU Kota Bekasi giat mengadakan diskusi internal membahas FDS dan melakukan kajian sebelum turun aksi sebagai bentuk pengimplementasian dari instruksi yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Jadi, selain mendapat intstruksi langsung dari PBNU, kami juga memohon izin ke PCNU setempat terlebih dulu. Kalau diizinkan turun, IPNU Kota Bekasi akan turun langsung," kata Tyo, sapaan akrab mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yayasan Pembinaan Ilmu Administrasi Modern Indonesia (STIA YPIAMI) Jakarta.

Pertemuan itu dihadiri oleh beberapa organisasi dan lembaga keagamaan Kota Bekasi. Diantaranya, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Forum Komunikasi Pendidikan al-Quran (FKPQ).

Rencananya sebelum melaksanakan aksi damai pada 25 Agustus 2017, akan dilakukan audiensi kepada pihak terkait. Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Nahdlatul, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 01 Februari 2018

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

Tasikmalaya, ArrahmahMedia.Com - Pesantren Baitul Hikmah yang bertempat di Kampung Haurkuning Desa Mandalagun, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya ini menerima santri baru sebanyak 880 yang terdiri atas 550 santri putra dan 330 santri putri, Rabu (20/7). Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah di pengujung penerimaan santri baru pada Senin (25/7).

Ketika disowani alumni, Pimpinan Pesantren Baitul Hikmah KH Busyrol Karim akhir pekan menuturkan, dari tahun ke tahun sejak kepergian pendiri pesantren tahun 2013 secara kuantitas santri pondok ini terus meningkat.

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Haurkuning Dipadati Ratusan Santri Baru

“Ini tidak lepas dari peran alumni yang telah mendakwahkan dan mendukung keberlangsungan pondok tercinta ini, dan kami meminta doanya supaya bisa terus berjuang mengemban amanah mengurus pondok ini,” kata Kiai Busyrol Karim di kediaman pendiri pesantren almarhum KH Saepudin Zuhri.

ArrahmahMedia.Com

Untuk menanggapi membludaknya santri pada tahun ini, para pengurus khususnya diharapkan lebih cekatan mengatasi problem-problem santri baru sehingga para santri tetap betah mondok di pesantren ini. Pengurus juga harus serius dalam mendidik dan membimbing para santri khususnya santri baru.

Putra sulung pendiri Pesantren Haurkuning ini melanjutkan, santri baru ibarat bayi yang tidak tahu menahu tentang baik dan buruk di pesantren. Untuk itu santri lama diharapkan membimbing santri baru terhadap hal-hal yang positif di pondok ini.

ArrahmahMedia.Com

Ia meminta para kepala kamar memberikan penyuluhan untuk santri baru di kamar masing-masing.

Pesantren yang didirikan KH Saepudin Zuhri pada 18 Agustus 1964 ini membuka pendidikan formal tingkat menengah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pihak pesantren mewajibkan para murid di sekolah menengah itu untuk mukim.

Pesantren yang berada di Puncak Haur ini dikenal sebagai pesantren yang mendalami ilmu nahwu dan sharaf secara mendalam dan melahirkan santri yang cerdas dan disiplin. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Jumat, 19 Januari 2018

Kapolri Minta BNPT Jalin Kemitraan dengan Mantan Teroris

Jakarta, ArrahmahMedia.Com - Selang beberapa hari setelah dilantik sebagai kepala baru Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Suhardi Alius mengelar acara pisah sambut Kepala BNPT di Gedung Manggala Winabakti Restoran Nelayan, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh mantan Kepala BNPT Jendral Pol M. Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, juga turut hadir para pejabat eselon I, II, III BNPT RI, Imam Besar Masjid Istiqlal, para tim ahli BNPT, dan para staf BNPT, Sabtu (23/7).

Kapolri Minta BNPT Jalin Kemitraan dengan Mantan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri Minta BNPT Jalin Kemitraan dengan Mantan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri Minta BNPT Jalin Kemitraan dengan Mantan Teroris

"Ke depannya BNPT harus terus meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan teroris. Meningkatkan komunikasi terhadap semua lini guna mendeteksi dini paham radikal," kata Tito Karnavian.

ArrahmahMedia.Com

Tito juga memberi pujian kepada para pejabat BNPT. "BNPT memiliki personel yang sangat kuat dan memiliki pengalaman yang cukup tinggi dalam meng-counter terorisme. Mulai dari kedeputian satu sampai kedeputian tiga BNPT RI," jelasnya.

Tito tak lupa menyinggung soal perkembangan ISIS. Menurutnya, "ISIS merupakan gelombang kedua kelompok teroris global yang harus terus kita waspadai. Kemunculan ISIS mendatangkan ‘kebaikan’, karena menguatkan ikatan internasional antarsesama negara dalam bekerja sama menumpas aksi kekekrasan yang sudah menghantui dunia global," sambung Tito yang juga berpendapat bahwa teroris muncul ketika Barat memaksakan hegemoninya terhadap negara Timur.

ArrahmahMedia.Com

Ia juga menjelaskan, kegiatan monitor terhadap jaringan teroris bisa dilakukan dengan membangun komunikasi dengan para intelejen untuk deteksi dini. “(Juga) melakukan langkah-langkah deradikalisasi dan kontra radikalisasi, serta kontranarasi dengan bantuan para ulama moderat, tokoh moderat, dan mantan teroris yang telah berpihak dengan kita seperti yang dilakukan di Mesir," paparnya.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius juga menyampaikan bahwa soliditas dalam tubuh BNPT saja tidak cukup untuk menumpas kejahatan global ini. “Ke depannya saya akan meningkatkan koordinasi dengan para menteri terkait guna penanggulangan terorisme secara massif. Saat ini saya telah komunikasi dengan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama soal kerja sama pencegahan paham radikal-terorisme di Indonesia," tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Humor Islam, Habib ArrahmahMedia.Com

Rabu, 17 Januari 2018

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Pekalongan, ArrahmahMedia.Com. Di tengah gencarnya berita-berita fitnah dan konten hoax di media sosial, Netizen Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah bergerak menyatukan barisan. Netizen NU Jawa Tengah, mengampanyekan bermedia sosial secara inspiratif dan berakhlakul karimah, dengan Deklarasi Damai Netizen NU, di Aula Gedung NU Pekalongan, Jateng, Ahad (8/1).

Hadir dalam Silaturahmi dan Kopdar Netizen NU Jateng, HA. Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Arief Rohman (Wakil Bupati Blora), H. Bisri (FKB-DPR RI), Sukirman (Wakil Ketua DPRD Jateng), Hasan Chabibie (Pegiat Literasi), dan beberapa pegiat media sosial, di antaranya M. Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo Semarang), Sholahuddin Al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdullah Hamid (RMI PBNU), dan Munawir Aziz (LTN-PBNU).?

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti-Hoax

Dalam agenda ini, didengungkan deklarasi damai Netizen NU Jateng, yang menyeru keaktifan warga Nahdliyyin untuk menyebarkan konten-konten inspiratif di media sosial. Deklarasi ini juga mendorong warga untuk memenuhi media sosial dengan berita, video dan grafis yang inspiratif, untuk melawan hoax.

Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengungkapkan pentingnya bermedia sosial secara inspiratif. "Sekarang ini, dakwah menggunakan media sosial sangat penting untuk mengkampanyekan Islam ramah ala Nahdlatul Ulama," terang Helmy. PBNU menyelenggarakan Kopdar Netizem di beberapa kota untuk menyelaraskan dakwah di media sosial.?

Hasan Chabibie, Pegiat Literasi dan praktisi pendidikan, menegaskan pentingnya gerakan Literasi Digital untuk komunitas pesantren. "Saat ini fenomena hoax sudah demikian membahayakan. Perlu gerakan sistematis untuk melawan hoax, dengan memilah konten-konten di media sosial sekaligus memproduksi konten inspiratif untuk dakwah media sosial," terang Hasan.?

ArrahmahMedia.Com

Komunitas pesantren dan warga Nahdliyyin perlu diaktifasi agar cerdas bermedia sosial. Sukirman, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, menegaskan pentingnya menggerakkan komunitas untuk berdakwah di media sosial.?

"Media sosial cukup efektif untuk menggerakkan gagasan. Warga bisa langsung lapor kepada Presiden Jokowi dan Gubernur, atau pemimpin daerah lainnya, jika ada masalah mendesak di lingkungannya," jelas Sukirman.?

ArrahmahMedia.Com

Wakil Ketua DPRD Jateng ini juga mendorong pelatihan-pelatihan media sosial, agar warga NU dan komunitas pesantren mampu menggerakkan gagasan melalui media sosial. Tujuannya, agar warga Jateng cerdas bermedia dan mampu menenggelamkan hoax.?

"Jawa Tengah harus menjadi contoh sebagai daerah bebas hoax dengan media sosial yang bervisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah," tegas Sukirman.

Dalam agenda ini, lebih dari 200 peserta hadir memenuhi lokasi kegiatan, yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah. Sebelumnya, peserta juga berpartisipasi dalam rangkaian Maulid Akbar di Kanzus Sholawat, yang diselenggarakan Jamiyyah Thariqah yang diasuh Habib Luthfi bin Yahya. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Habib ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Untuk mempersiapkan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerjsama Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) PBNU menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) LSN 2017 di Hotel Peninsula Jakarta, 14-16 Juni 2017.?

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI PBNU dan Kemenpora Matangkan Persiapan LSN 2017

Dengan Bimtek ini, perhelatan liga sepakbola antarsantri tahun ketiga diharapkan berlangsung lancar dan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Bimtek LSN 2017 dihadiri oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta dan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahadian. Dalam sambutannya Isnanta menyambut baik pelaksanaan Bimtek Liga Santri Nusantara dan akan menjadi tolak ukur kesuksesan pelaksanaan berikutnya.

Isnanta mengatakan, LSN yang merupakan kompetisi usia muda dilaksanakan berdasarkan pada Undang-undang ? Nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional (SKN) yang di dalamnya disebutkan bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama.?

Di antaranya; untuk melakukan kegiatan olahraga, memperoleh pelayanan dalam kegiatan olahraga, memilih dan mengikuti jenis dan cabor yang sesuai bakat dan minatnya, memperoleh pengarahan dukungan, bimbingan, pembinaan dan pengembangan dalam keolahragaan, menjadi pelaku olahraga dan mengembangkan industri olaharaga.

ArrahmahMedia.Com

"Sesuai bidang Deputi Pembudayaan Olahraga bahwa Liga Santri tidak hanya di harapkan juaranya tapi bagaimana pembudayaan olahraga dapat digelorakan di pondok pondok pesantren seluruh Indonesia," ungkapnya.

Isnanta mengatakan Liga Santri Nusantara dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat.?

"Saya melihat pelaksaan Liga Nusantara 2016 sudah cukup baik, ini bisa dilihat dari pemberitaannya yang cukup massif bahkan bisa siaran langsung di Telivisi ternama, bahka semua dokumennya dapat di lihat di youtube," katanya.

Namun demikian pelaksanaan Liga Santri 2017 ini dapat ditingkatkan kepada pengelolaannya pasca kompetisi berlangsung. "Seriuskan kita dapat mendampingi pesantren-pesantren untuk terus berlatih walaupun belum LSN bergulis, jangan-jangan santri-santri berlatih saat LSN akan digulirkan," pungkasnya.

ArrahmahMedia.Com

Sepak bola santri bibit potensial

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Rabtihah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) selaku sebagai panitia pelaksana, KH Abdul Ghoffar Rozin mengatakan, sepak bola merupakan olahraga milik seluruh masyarakat Indonesia yang dimainkan oleh seluruh kalangan.?

Termasuk munculnya Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan entitas yang tak dapat dipasahkan antara sepakbola dan pesantren. Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin ini, LSN dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain terbaik yang profesional di dunia persepakbolaan nasional. Karena sejatinya olah raga sepak bola milik semua lapisan masyarakat.

"Selain itu, LSN merupakan salah satu cara pemerintah untuk memastikan bahwa segenap komponen anak bangsa melihat dan menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan. ? Dari proses pembentukan mental, pembentukan karakter dan watak. Kalau dalam bahasa pesantren adalah membentuk generasi berakhlaqul karimah, kuat secara spiritual, hebat dari sisi intelektual, kreatif dari sisi keterampilan," terang pria asal Pati, Jawa Tengah ini.

Gus Rozin menganggap perlu untuk kembali melendingkan Liga Santri Nusantara 2017, sebagai wadah untuk pengaktualisasian diri dalam pengembangan potensi santri di bidang sepak bola. "LSN 2017 sebagaimana tujuan tahun sebelumnya adalah media pencarian bibit sepakbola usia muda di kalangan pondok pesantren" ungkapnya saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Peninsula Slipi Jakarta Utara.

Lebih lanjut Gus Rozin mengatakan LSN menjadi instrumen efektif dalam menggelorakan dan pemasalan olahraga di pondok pesantren melalui Ayo Olahraga serta menjadi media konsolidasi pondok pesantren melalui gerakan Ayo Mondok.

Liga Santri Nusantara 2017 mempunya penekanan khusus untuk perbakaikan tahun sebelumnya diantaranya adalah perbaikan tata kelola pelaksanaan kegiatan. Jadi pihaknya meminta kepada semua panitia nasional, Koordinator Region dan Panpel untuk menjadikan pelaksaan ini sebagai amanah untuk kita pegang.

Mesih menurut Gus Rozin LSN tahun ini akan didorong mempuat sisi profesional dan sisi bisnis kompetisi sehingga jika suatu saat nanti LSN tidak lagi dibiayai Negara, maka Liga Santri tetap akan bisa digulirkan. "Penting juga ke depan Liga Santri menjadi agenda resmi pembinaan organisasi induk sepakbola PSSI," harapnya disambut tepuk tangan peserta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian, Habib ArrahmahMedia.Com

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil

Menjelang persalinan Sayidatina Fathimah RA, RAsulullah SAW memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin. Nabi Muhammmad SAW meminta keduanya untuk mwmbaca ayat Kursi dan surat Al-A‘raf ayat 54 di dekat Sayidatina Fathimah RA. Kecuali itu, Rasulullah SAW meminta keduanya membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas di dekat Fathimah.

Sebagaimana mana dimaklum, bunyi surat Al-A‘raf ayat 54 adalah sebagai berikut.

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu adalah Allah, yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutup malam dengan siang yang mengiringinya dengan segera. Dia menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang yang tunduk di bawah perintah-Nya. Ingatlah, hanya milik Allah segala penciptaan dan segala urusan. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam,” (QS Al-A‘raf ayat 54).

ArrahmahMedia.Com

Hadits ini diriwayatkan oleh Sayidatina Fathimah RA yang kemudian disebutkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Dalam karyanya itu, Imam An-Nawawi menganjurkan orang di sekitar ibu hamil yang akan bersalin untuk membaca banyak doa di saat genting (doa kurob).

Salah satu doa kurob yang diajarkan Rasulullah SAW adalah berikut ini.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?

Lâ ilâha illallâhul ‘azhîmul halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘azhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardhi rabbul ‘arsyil karîm. Yâ hayyu, yâ qayyûm, bi rahmatika astaghîts

Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang maha agung lagi maha santun. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan arasy yang megah. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan arasy yang mulia. Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, lagi Maha Jaga. Hanya kasih-sayang-Mu yang kuharapkan.”

Ada baiknya juga memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW seperti Shalawat Nariyah, dan shawalat lainnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Quote, Habib ArrahmahMedia.Com

Selasa, 26 Desember 2017

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menerima aspirasi masyarakat agar kader NU memimpin wilayah ini dan agar PWNU memilih salah satu dari kader potensial yang ada. Namun PWNU tidak akan mengumumkan satu calon secara terbuka.

Demikian ditegaskan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah di sela-sela pembukaan Pameran Haji dan Umrah 2012 yang digelar Majalah Aula PWNU Jatim, Rabu (5/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur.

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Tak Akan Umumkan Calon

KH Mutawakkil mengungkapkan, pihaknya diminta memilih salah satu dari kader potensial NU yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atau Khofifah Indar Parawansa.

ArrahmahMedia.Com

"Tapi, NU tidak akan memilih atau mengumumkan nama calon, karena NU tidak boleh berpolitik praktis. Politik NU adalah politik kebangsaan sesuai dengan Khittah NU 1926. Nama calon akan ditentukan tim yang melibatkan tokoh parpol berbasis Nahdliyyin dan para masyayikh," katanya.

Sementara itu DPW PPP menyatakan akan menunggu sikap PWNU Jatim sebelum memutuskan calon gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jatim 2013.

ArrahmahMedia.Com

"Kami akan menentukan nama calon dalam Rapim PPP se-Jatim pada pertengahan Januari mendatang, tapi kalau PWNU Jatim sudah bisa mengupayakan satu kader NU sebelum itu, maka kami akan menerimanya," kata Ketua DPW PPP Jatim HM Musyafak Noer.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Habib, Lomba ArrahmahMedia.Com

Senin, 25 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, ArrahmahMedia.Com. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

ArrahmahMedia.Com

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Daerah, Habib ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Hasyim: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Gerakan Politik

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) dan umat Islam pada umumnya untuk waspada atas munculnya wacana Khilafah Islamiyah yang kerap dihembuskan oleh kelompok-kelompok Islam radikal. Menurutnya, wacana tersebut pada dasarnya tidak lebih dari sekedar gerakan politik, bukannya gerakan keagamaan.

“Khilafah Islamiyah itu sebenarnya gerakan politik, bukan gerakan agama. Karena di situ lebih kental aspek politiknya daripada aspek agama, ibadah, ubudiyah-nya. Yang difokuskan itu kan sistem kenegaraan, bukan bagaimana membuat madrasah, masjid, menciptakan kesejahteraan umat, dan sebagainya,” ungkap Hasyim saat bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9).

Hasyim: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Gerakan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Gerakan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Khilafah Islamiyah bukan Gerakan Agama, tapi Gerakan Politik

Ditegaskan Hasyim, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, sistem ketatanegaraan berikut sistem kepemimpinannya, sebagaimana tertuang dalam konsep Khilafah Islamiyah, cukuplah mengacu pada sistem yang berlaku di negara masing-masing. “Siapapun yang jadi kepala negara, yang telah diproses secara sah, baik menurut ukuran agama maupun negara, ya dia itu kholifah (pemimpin, red). Nggak usah cari model-model yang lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mencermati tumbuh-suburnya kelompok-kelompok Islam radikal berikut gerakannya di Indonesia. Padahal, katanya, hampir di sebagian besar negara-negara di Eropa dan Timur Tengah, kelompok-kelompok Islam garis keras itu tidak menemukan tempat, bahkan dilarang hidup. “Di Eropa, Timur Tengah, seperti Yordania dan Syria, mereka (kelompok Islam radikal, red) nggak punya tempat. Tapi di Indonesia, mereka bisa hidup leluasa dan semakin merajalela,” tuturnya.

Kepada para pimpinan LDNU, mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini mengingatkan, persoalan yang cukup mengkhawatirkan itu harus segera mendapat sikap dari NU. LDNU, katanya, sebagai sebuah wadah yang memiliki tugas mendakwahkan serta menyosoialisasikan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) ala NU, dituntut tanggungjawabnya. Jika tidak, maka NU akan terikut ke dalam arus gerakan kelompok Islam radikal itu.

Tak Mampu Bikin Masjid Sendiri

ArrahmahMedia.Com

Pengamatan Hasyim juga tak luput dari fenomena diambilalihnya sejumlah masjid milik warga nahdliyyin oleh kelompok Islam ekstrim “kanan”. Menurutnya, hal itu dilakukan karena kelompok yang kerap dengan mudah mem-bid’ah-kan bahkan mengkafirkan warga nahdliyyin itu tak mampu membangun masjid sendiri. Sehingga kemudian mengambilalih masjid-masjid yang selama ini dibangun dan dikelola oleh warga nahdliyyin berikut takmir masjid dan tradisi ritual peribadatannya.

ArrahmahMedia.Com

“Karena mereka tidak mampu membuat masjid sendiri, kemudian mengambilalih masjid milik orang lain (masjid milik warga nahdliyyin, red), terus dipidatoin di situ untuk politisasi. Kan maksudnya begitu. Yang dirugikan akhirnya kan NU,” terang Hasyim. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, News ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Demak, ArrahmahMedia.Com



Tahun ini, 2017 Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak kembali menggelar pementasan teater. Pementasan ini merupakan bagian dari serangkaian acara haflah akhirussanah yang meliputi muwada’ah, khatmil Al-Qur’an dan khatmil kutub. Kegiatan tahunan tersebut insyallah akan dilaksanakan pada hari Ahad malam (21/5) bersama dengan grup Hadlrah al-Muqorrobin Kendal yang dipimpin oleh al-Habib Abdullah Farid bin Masyhur al-Munawwar.?

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Lakon yang akan dipentaskan kali ini ialah berjudul Tak Ada Bintang di Dadanya. Sebuah karya yang ditulis oleh Hamdy Salad dan ditulis ulang oleh dua sutradara muda Fakhrur Rozi dan Abd. Chanan S. Lakon ini bercerita tentang seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pendidikan anak bangsa.

Menurut Rozi, selaku sutradara, lakon ini sangat relevan dipentaskan di dunia pesantren, mengingat pesan-pesan moralnya mengenai dunia pendidikan begitu luhur. “Karena di pesantrenlah ditemui sosok seperti kiai yang dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahannya mendidik para santri dari seluruh pelosok negeri. Sosok seperti kiai inilah yang saya kira sangat sulit ditemui di zaman modern yang materialistik ini,” katanya.?

Kegembiraan juga dirasakan oleh Fathon, salah satu dari aktor Teater Fatah. “Sungguh sebuah lakon yang menurut saya sangat luar biasa, saya senang dapat menjadi salah satu aktor di teater ini, sebuah pengalaman yang cukup berharga dan tak didapatkan di bangku madrasah. Sekali lagi saya sangat bersyukur dapat mengikuti prosesnya dari awal, dimulai dari latihan yang cukup melelahkan, disiplin, penuh dengan aturan main, sampai harus menguji mental level tingkat tinggi, yang paling penting bagi saya bahwa kesenian adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia,“ ungkap Fathon.

ArrahmahMedia.Com

Selain bertujuan untuk menghibur para tamu undangan, acara ini juga sebagai media pembelajaran santri untuk mengenal dunia seni secara lebih dalam. Pengenalan seni melalui teater cukup efektif, mengingat latar belakang para santri yang notabene bukan anak seni. Dengan terjun langsung, mereka tidak dibingungkan oleh banyaknya teori dan kajian seni-kebudayaan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Habib, Hadits ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

Karomah Orang Shalih Lebih Terasa Kala Sudah Wafat

Subang, ArrahmahMedia.Com

Bagi hamba Allah yang rajin ibadah dan beramal shalih, ketika sudah meninggal dunia akan mendapat nikmat kubur dan berpotensi memiliki karomah, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang dijelaskan dalam kitab Tanwirul Qulub.

Karomah Orang Shalih Lebih Terasa Kala Sudah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Karomah Orang Shalih Lebih Terasa Kala Sudah Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Karomah Orang Shalih Lebih Terasa Kala Sudah Wafat

Demikian disampaikan pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon, KH Tb. Ahmad Rifqi Chowas, saat memberikan taushiyah dalam kegiatan walimayus safar haji di Pesantren Al-Huda Pungangan, Subang, akhir pekan lalu (31/7)

"Alam barzakh beda dengan alam dunia, kalau di dunia banyak salah dan khilaf dan macam-macam masalah hidup, kalau di alam barzakh ada nikmat kubur dan tidak ada masalah seperti orang hidup di dunia, maka pantas kalau karomah orang shalih lebih terasa ketika sudah meninggal dunia," ungkap Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan itu Kang Entus menguatkannya dengan firman Allah yang ada dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 124 dan Annisa ayat 69 yang menyatakan bahwa para syuhada, nabi, para pecinta kebenaran dan orang-orang shalih tidak mati dan akan selalu hidup serta akan mendapat nikmat kubur.

"Makanya salah satu tradisi kita adalah ziarah kubur kepada para wali, ulama, karena kita meyakini bahwa para penghuni kubur itu masih hidup," tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Mengenai hal ini, kata dia, ada sebuah kisah nyata yang dialami oleh putra bungsu Kiai Abbas Buntet, yaitu KH Nahdludin Abbas? yang melaksanakan ibadah haji saat berusia sekitar 5 tahun. Karena saat itu Kiai Nahdludin masih balita, ia hanya mengingat dua hal saja.

"Pertama yang diingat Kiai Nahdludin adalah ketika tawaf beliau digendong oleh abahnya (Kiai Abbas, red) dan yang kedua beliau menyaksikan abahnya bertemu dan mengobrol lama dengan ulama ahli hadits di Madinah yaitu Syaikh Ali Ath-Thoyyib Al-Madani Al-Hasani, beliau ini ulama Madinah yang membawa tarekat Tijaniyah ke Tanah Air," ungkap Pengasuh Pesantren Daarussalam Buntet itu.

Kiai Nahdludin, kata dia, saat itu merasa aneh sebab materi obrolan Abahnya dengan Syaikh Ali semuanya membahas tentang alam barzakh. Tidak lama kemudian Kiai Nahdludin baru mengetahui bahwa ternyata Syaikh Ali itu sudah wafat beberapa tahun sebelumnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Khutbah, Sholawat ArrahmahMedia.Com

Jumat, 15 Desember 2017

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Kiai Budi Harjono mulai mengenal KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sejak 1982. Kiai Budi ini mulai membaca Gus Dur melalui tulisan-tulisan yang bertebaran di media masa. Pergumulan membawa kiai Budi hingga akhirnya bertemu langsung dengan beliau secara langsung awal tahun 90-an. 

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Budi: Gus Dur adalah Pejuang Cinta

Kisah tersebut dikemukakan Kiai Budi ketika pesantrennya dijadikan tempat Halaqah Kebangsaan dengan kegiatan Ngaji Wirausaha dengan tema "Kemandirian Ekonomi Umat dalam Perspektif Ulama" di pesantren Al-Ishah Meteseh, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Gus Dur menurutnya memiliki perjalanan intelektual yang cukup unik. Dalam pengamatan Kiai Budi, Gus Dur memiliki intelektual yang original dan komprehensif pada awal-awal pasca kepulangan dari luar negeri dengan melihat karya tulisannya. Kemudian pada awal tahun 90-an pemikiran Gus Dur mulai terlihat ngepop.

"Gus Dur adalah cinta," ungkap Kiai Budi. 

Dalam pemahaman Kiai Budi, cinta bagi Gus Dur tetesannya sangat besar. Sehingga banyak sekali hal-hal kadang menurut kita tak benar akan tetapi bagi Gus Dur terus saja dikerjakan, bahkan sebaliknya. 

ArrahmahMedia.Com

Dunia paradoks yang terbangun ini dalam analisa Kiai Budi terdapat cinta yang amat dalam terhadap kemanusiaan. 

Selain itu, imbuhnya, Gus Dur membangun ukhwah insaniyyah selain menguatkan ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyyah. 

“Dengan ukhuwah insaniyyah inilah Gus Dur mampu dikenal dan dikenang di Indonesia hingga dunia. Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang mampu membangun toleransi,” tutur Kiai Budi.

ArrahmahMedia.Com

Pernah suatu ketika Kiai Budi ziarah di makam Gus Dur. Dia bercerita bertemu dengan etnis Tionghoa dari Yogyakarta. Orang ini sempat menitikkan air mata ketika di makam Gus Dur.

Dalam percakapannya dia menyatakan bahwa tak sempat bertemu langsung dengan Gus Dur. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa yang telah dipelopori oleh Gus Dur dalam membina kerukunan dan membangun bangsa ini. 

Gus Dur memiliki keragaman dalam berpikir ini akan masuk pada Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu Gus Dur ini merupakan rahmat bagi Indonesia yang bisa kita rasakan hingga sekarang ini. Dalam obrolan singkat ini Kiai Budi berpesan agar selalu cinta tanah air. 

"Semoga Semarang ini lahir anak-anak yang memiliki semangat kebangsaan," tegas Kiai Budi. (Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Internasional ArrahmahMedia.Com

Jangkrik ABRI

"Kang, Apa Sampeyan sudah dengar cerita orang Madura jual Jangkrik?" tanya D. Zawawi Imron pada saya.

"Penjual Jangkrik ada di mana-mana, bukan monopoli orang Madura, Kiai?" jawab saya.

Jangkrik ABRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangkrik ABRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangkrik ABRI

"Lho, ini istimewa, Kang. Karena yang dijual Jangkrik ABRI," tukas Zawawi.

ArrahmahMedia.Com

"Bagaimana ceritanya?" saya penasara.

"Jangkrik-jangkrik.. Jangkrik ABRI menangan, Jangkrik ABRI menangan," cerita Zawawi dengan logat Madura yang kental.

ArrahmahMedia.Com

Datang calon pembeli, dan segera berminat.

"Jangkrik ABRI? Maksud Sampeyan apa?" tanya calon pembeli.

"Jangkrik ABRI, karena menangan, Cak. Ayok beli, Jangkrik ABRI menangan," jelas penjual jangkrik.

Tak menunggu lama, orang tadi langsung beli seekor Jangkrik ABRI. Tapi seminggu kemudian, si pembeli Jangkrik ABRI balik lagi, dan langsung marah-marah.

"Cak, gimana Sampeyan, Jangkrik ABRI menangan Jangkrik ABRI menangan? Ini langsung keok, terbanting dengan Jangkrik tetanggaku.

Penjual Jangkrik ABRI tidak terima dibilang jualannya kalah. Dia minta dipertemukan dengan jangkrik yang mengalahkan Jangkrik ABRI. Ketemulah mereka.

"Mana jangkrik yang ngalahin Jangkrik ABRI?" tanya penjual.

"Ini! Ini jangkriknya" langsung nyodorin jangkrik.

"weeeehhhhh... Pantesan menang. Jangkrik teman Sampeyan pangkatnya kapten. Sementara jangkrik yang Sampeyaan beli dari saya kan cuma kopral," jelasnya (Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Habib, Kajian Sunnah ArrahmahMedia.Com

Senin, 11 Desember 2017

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Selama ini perhatian umat Islam tentang awal bulan kalender Islam lebih terfokus pada bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah. Setiap tahun sering dikhawatirkan munculnya perbedaan dalam permulaan Ramadhan dan Idul Fitri. 

Perbedaan ini muncul sebetulnya bukan karena persoalan hisab dan rukyat semata. Tetapi ada persoalan fundamental yang tidak disadari oleh umat Islam, yaitu belum adanya ‘kalender Islam terintegrasi’. Oleh karena itu, perbedaan Lebaran akan senantiasa muncul. Sistem kalender Hijriah mengharuskan adanya kepastian (Muharram sampai Zulhijah) yang dikonstruksi dari hasil pemahaman terhadap nash dan sains dengan pendekatan interdisipliner. 

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Buku ini menjelaskan mengenai penentuan awal bulan pada bulan Qamariah. Terdapat sembilan bab yang memiliki beberapa sub bab. Bab mengenai seluk beluk rukyat dan hisab. Diantaranya: hisab-rukyat menurut fukaha madzhab, ulama kontemporer dan ulama klasik. Buku ini juga membahas mengenai aspek astronomis penentuan awal bulan. Pada bab ini meliputi karakteristik hilal dan fase-fase bulan, data hisab Syawal 1428 H, kelemahan dan kelebihan dari rukyat, kelemahan dan kelebihan dari hisab. Selain itu, buku ini menjelaskan problematika hilal, meliputi terminologi hilal: hilal secara bahasa, hilal berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunnah, hilal secara astronomi dan hilal dalam konteks negara. Hilal dalam konteks negara meliputi di berbagai negara, yaitu hilal Indonesia. Hilal di Indonesia memiliki tiga elemen, hilal NU, hilal Muhammadiyah, dan hilal pemerintah. Selain itu, dijelaskan juga hilal yang terdapat di Mesir, Arab Saudi, dan hilal di Libya. Tidak hanya sekedar menjelaskan teori, buku ini juga menjelaskan konsep dan metode hisab. 

Selain itu, terdapat bab yang membahas mengenai matlak, yaitu: definisi dari matlak, latar belakang munculnya istilah matlak, ukuran dan teritorial matlak, problem dan prospek penerapan matlak, dan matlak di Indonesia.

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Pembahasan dalam buku ini berkisar tentang hisab-rukyat yang merupakan persoalan klasik umat Islam di Indonesia dan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pada buku ini penulis tidak menjustifikasi pilihan hisab atau rukyat, karena sejatinya keduanya ibarat dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya tidak bertentangan selama dipahami dan diposisikan secara benar. Rukyat sebagai observasi empirik adalah proses yang telah teruji dan dipraktikkan dari zaman ke zaman dan terbukti melahirkan berbagai teori-teori sains. Sains pun mencakup hisab, dengan tata kerja dan sifatnya terus berkembang dengan temuan-temuan terkininya hingga mencapai ketepatan presisi sehingga tidak mungkin diabaikan begitu saja.

Buku ini ditulis oleh Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar. Ia adalah alumni S-1 jurusan Syariah Universitas Islam Sumatera Utara (lulus tahun 2003), alumni S-2 dan S-3 “Institute of Arab Research and Studies” Cairo, Mesir  (S-2 lulus tahun 2009-, S-3 lulus tahun 2012).   Data buku

Judul buku : Problematika Penentuan Awal Bulan: Diskursus antara Hisab dan Rukyat

Penulis : Dr. H. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA. 

Penerbit : Madani

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 160 Hlm

ISBN : 978-602-14987-2-9

Peresensi :  Alvi Nurhayati, mahasiswa jurusan sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sholawat, Habib ArrahmahMedia.Com

Minggu, 03 Desember 2017

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

ArrahmahMedia.Com

Pada hari ini kaum Muslimin merayakan Hari Idul Adha dengan melaksanakan shalat id karena telah sampai pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. Shalat Idul Adha adalah peristiwa besar yang setiap tahun umat Islam sedunia melaksanakannya dan setelah itu menyembelih hewan-hewan kurban sebagai sunnah muakkadah. Setiap kali merayakan Idul Adha, kita tidak bisa lepas dari membicarakan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bapak - anak ini menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam banyak hal, seperti dalam ketaatan dan kepasrahan diri kepada Allah SWT, kesabaran dan keikhlasan beribadah, serta dalam menjalani hidup dan kehidupan ini.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Nabi Ibrahim AS adalah seorang ayah sekaligus seorang hamba Allah yang lurus, berhati lembut, lagi penyantun. Beliau seorang Nabi dengan teladan kepemimpinan yang mencerahkan. Sedangkan sang anak, Nabi Ismail AS, adalah seorang anak yang sabar dan berbakti kepada kedua orang tua; dan tentunya juga taat kepada Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Nabi Ibrahim AS menikah dengan Siti Sarah sudah cukup lama–bertahun-tahun—namun belum dikaruinai seorang anak pun. Beliau telah lama mengidamkan hadirnya seorang anak. Kemudian oleh Siti Sarah, Nabi Ibrahim dipersilakan untuk menikah lagi dengan Siti Hajar yang tak lain adalah seorang pembatu bagi keluarga Ibrahim. Dan akhirnya beliau mendapatkan seorang anak hasil pernikahannya dengan Siti Hajar dan diberinya nama Ismail. Beliau merasa senang dan tenang bersama sang buah hati. Beliau melihat Ismail menikmati masa kanak-kanaknya dan menemani kehidupannya dengan tentram dan damai. Tetapi kemudian, Ibrahim bermimpi dalam tidurnya. Beliau menyembelih anak satu-satunya itu. Ibrahim pun menyadari bahwa itu adalah perintah dari Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Kita bisa membayangkan betapa Nabi Ibrahim tengah diuji Allah SWT. Anak satu-satunya yang telah lama beliau nantikan kehadirannya hingga usia beliau hampir 100 tahun, pada akhirnya harus dikorbankan atas perintah Allah dengan cara disembelihnya sendiri. Bagaimanakah sikap Nabi Ibrahim menghadapi perintah tersebut? Nabi Ibrahim adalah seorang rasul. Maka beliau tidak ragu-ragu dalam memahami dan menerima perintrah tersebut. Tidak ada kekacauan dalam pikiran beliau sehingga beliau tidak melakukan protes atau mencoba bertanya kepada Allah untuk meminta klarifikasi. Misalnya dengan bertanya, ”Kenapa ya Allah, harus saya sembelih anak tunggal saya ini?”

Tidak ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Yang ada pada Nabi Ibrahim AS adalah penerimaan total, keridhaan yang mendalam, ketenangan dan kedamaian yang luar biasa. Itulah sebabnya Nabi Ibahim AS mendapat berbagai macam gelar seperti: ulul azmi (orang yang sangat sabar), khalilullah (kekasih Allah), hanifan muslima (orang yang lurus yang berserah diri kepada Allah SWT), abul anbiya (bapak para nabi), dan sebagainya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Kisah bagaimana Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah SWT bisa kita simak sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surat Ash-Shaffat, ayat 102:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu”.

Ayat tersebut merupakan perintah dari Allah SWT agar Nabi Ibrahim menyembelih Ismail yang belum cukup dewasa atau masih anak-anak karena baru berusia kurang dari 14 tahun. Maka Nabi Ibrahim sebagai orang tua bertanya kepada Ismail bagaimana pendapatnya tentang perintah tersebut sebagaimana dikisahkan dalam bagian ayat berikutnya:

? ? ?

Artinya: “Maka pikirkan, apa pendapatmu tentang perintah itu”.

Pertanyaan Nabi Ibrahim kepada Ismail ini sebenarnya mengandung pelajaran berharga bahwa seorang ayah atau orang tua tidak ada jeleknya, bahkan sangat bagus, memberikan hak bertanya atau mengemukakan pendapat bagi anak-anaknya berkaitan dengan masa depan mereka. Apalagi menyangkut soal hidup dan mati. Dengan kata lain, ini sesungguhnya pelajaran tentang demokrasi atau musyawarah dimana dialog untuk mencapai persepsi yang sama diperlukan untuk meraih tujuan baik yang akan dicapai bersama. Dengan cara seperti ini tentu keikhlasan untuk menerima sebuah keputusan bisa dicapai dengan baik secara bersama pula. Maka tidak mengherankan ketika memberikan jawaban kepada Ibrahim , Ismail menjawab dengan jawaban yang sangat bagus, penuh kesabaran dan keikhlasan sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Dengan ketaatan kepada Allah SWT yang luar biasa sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Ismail, maka Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim sebagaimana termaktub dalam Surat As-Shaffat, ayat 104 -105 sebagai berikut:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu; sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang- orang yang berbuat baik”.

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah hanya menghendaki ketundukan dan penyerahan diri Nabi Ibrahim AS, sehingga tiada lagi tersisa dalam diri beliau kecuali ketaatan kepada Allah. Nabi Ibrahim meyakini tidak ada perintah yang lebih berharga dan lebih tinggi daripada perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan segalanya, termasuk yang paling berharga, yakni Ismail dengan pengorbanan yang penuh keridhaan, ketenangan, kedamaian, dan keyakinan akan kebenaran. Maka, Allah kemudian menebus putra itu, Ismail–dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Dengan peristiwa inilah, kemudian dimulailah sunnah berkurban pada shalat Idul Adha hingga sekarang. Disembelihnya hewan-hewan kurban menjadi pengingat kita atas kejadian besar tersebut. Peristiwa itu akan terus menyibak tabiat keimanan yang kita genggam supaya kita lebih paham mengenai bagaimana kita berserah diri seutuhnya kepada Allah SWT; bagaimana kita taat kepada Allah dengan ketaatan yang penuh keridhaan. Semua itu agar kita makin mengerti, bahwa Allah tidak hendak menghinakan manusia dengan cobaan. Pun tidak ingin menganiaya dengan ujian. Melainkan, Allah menghendaki agar kita bersegera memenuhi panggilan tugas dan kewajiban secara total. Namun demikian, Allah mengingatkan kita dalam Surat Al Hajj ayat 37:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Shalat Idul Adha berlangsung pada bulan Dzulhijjah karena dalam bulan ini dilaksanakan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Mungkin, sayup-sayup terdengar oleh kita kalimat talbiyah yang dikumandangkan mereka yang sedang menunaikan ibadah haji melauli berbagai media. Mereka berseru:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya setiap getaran pujian adalah bagi-Mu. Sejatinya, setiap tetes kenikmatan berasal dari-Mu. Sebenar-benarnya, Engkaulah Raja dan Penguasa kami, tiada sekutu bagi-Mu.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah,

Semoga saudara-saudara kita umat Islam sedunia yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci akan menjadi haji yang mabrur. Dan bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji, semoga Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah ini ketika saatnya telah tiba. Amin ya rabbal alamin...

? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.. ? ? ? ?

Khutbah II

? ? (3×) ? ? (4×) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ahlussunnah, Habib, Kyai ArrahmahMedia.Com

Banyak Peminat, Kemenag Akan Tambah Akses ke Madrasah Aliyah

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Madrasah yang merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama kini semakin diminati. Sayangnya, akses untuk masuk ke madrasah, terutama Madrasah Aliyah masih kurang.

Banyak Peminat, Kemenag Akan Tambah Akses ke Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Peminat, Kemenag Akan Tambah Akses ke Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Peminat, Kemenag Akan Tambah Akses ke Madrasah Aliyah

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan, jumlah Madrasah Tsanawiyah sebanyak 17.000an dengan jumlah murid sekitar 3.4 juta sedangkan jumlah Madrasah Aliyah hanya sekitar 7600an, atau tidak ada separuh dari jumlah MTs dengan jumlah siswa sekitar 1.2 juta. 

Untuk mengatasi masalah ini, Direktorat Madrasah menggunakan tiga cara. Pertama adalah menambah akses ke madrasah melalui pendirian Madrasah Aliyah baru di sejumlah daerah. 

ArrahmahMedia.Com

“Maka PR kita di Aliyah adalah menambah akses karena jumlah lembaganya baru separuh dari jumlah MTs, termasuk jumlah siswanya,” jelasnya. 

ArrahmahMedia.Com

Cara kedua adalah dengan meningkatkan kualitas dan tata kelola. Kuantitas yang ditambah tanpa disertai dengan perbaikan tata kelola akan menimbulkan masalah di kemudian hari atau tidak akan menarik minat masyarakat mengirimkan anaknya belajar di madrasah. 

“Tidak mungkin akses kita tambah tetapi tidak kita tambah tata kelola dan kualitasnya,” tegasnya.

Aspek ketiga adalah, signifikansi, yaitu akan menjadi apa para lulusan aliyah nantinya. Dalam hal ini ada tiga jenis madrasah yang dikembangkan. Pertama adalah yang menonjolkan kualitas akademik dengan mengembangkan madrasah unggulan seperti Insan Cendikia di beberapa daerah.

Yang kedua adalah madrasah aliyah yang kuat dalam tafaqquh fiddien yang akan mempersiapkan calon ulama sehingga muatan pelajaran agamanya banyak. Disini terutama difokuskan pada madrasah yang sudah memiliki asrama. Untuk wilayah Jakarta, diantaranya adalah MAN 4 dan MAN 22. 

Terakhir adalah madrasah vokasi yang memfokuskan siswa dengan ketrampilan praktis yang bisa langsung dimanfaatkan di dunia kerja saat mereka lulus. Saat ini sudah terdapat 202 madrasah vokasi di seluruh Indonesia. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Syariah, Habib, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 25 November 2017

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional

Jakarta, ArrahmahMedia.Com
Kebijakan pemerintah melakukan impor beras rupanya masih menjadi perdebatan, meski hak angket dan interpelasi oleh DPR-RI tidak berhasil disepakati. Buktinya, Jumat (17/2) siang Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengadakan diskusi yang bertajuk “Di Balik Kontroversi Pertarungan Beras Impor vs Beras Petani.”

Hadir sebagai pembicara pada diskusi yang digelar di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat itu, Anggota DPR-RI dari F-PDIP Arya Bima dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan-Departemen Pertanian RI, Tjuk Heri Eko.

Arya Bima dalam paparannya menyatakan bahwa impor beras yang dilakukan pemerintah merupakan kebijakan yang tidak rasional. “Sangat tidak rasional pemerintah mengimpor beras dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional yang kurang,” tegasnya. Saat ini, lanjut Arya, banyak daerah-daerah, terutama daerah yang terkenal penghasil beras, sedang mengalami surplus.

Kebijakan yang tidak populis tersebut, menurut Arya hanya memenuhi kepentingan ekonomis sejumlah elit tertentu. “Impor beras itu hanya untuk memenuhi kebutuhan para pemburu rente, bukan benar-benar demi kepentingan rakyat kecil,” terangnya.

Demikian juga dengan kisah tragis dengan gagalnya upaya parlemen untuk melakukan hak angket dan interpelasi kepada pemerintah. Menurut Arya, hal itu bisa dimaklumi, karena tidak sedikit dari para wakil rakyat tersebut berprofesi rangkap sebagai pemburu rente, sebagaimana ia sebut sebelumnya.

“Tidak sedikit dari anggota dewan yang punya jaringan dengan para pengusaha beras, bahkan juga dengan importir beras luar negeri. Kalau hak angket itu lolos berarti kan usahanya juga terancam,” terang Arya bersemangat.

Salah satu yang juga menjadi sasaran kritik Arya adalah Badan Urusan Logistik (Bulog), sebuah lembaga yang memiliki kewenangan dalam hal perberasan nasional. Menurutnya, sejak didirikannya 32 tahun silam, hingga saat ini, lembaga tersebut tidak pernah memberikan keuntungan kepada petani. Hal itu dikarenakan lembaga tersebut tidak pernah membeli secara langsung beras petani.

“Bulog tidak secara langsung membeli beras kepada petani. Ia selalu membeli beras lewat pedagang. Yang terjadi kemudian, selama 32 tahun (pemerintahan Soeharto, Red) dan sampai sekarang, lembaga ini tidak pernah menguntungkan petani,” tegas Arya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Khutbah, Sholawat ArrahmahMedia.Com

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi IPNU, Impor Beras Tidak Rasional

Sabtu, 18 November 2017

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Purbalingga, ArrahmahMedia.Com. Langit cerah dan layar pun sudah terkembang melintang di jalan dusun. Desa yang biasanya sunyi, sore itu tampak sumringah dengan anak-anak yang berlarian di seputaran layar putih yang tertancap.

Malam itu, Sabtu, 3 Mei 2014, Festival Film Purbalingga (FFP) 2014 dimulai di Dusun Karanggedang, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Festival tahunan yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga dan sudah memasuki tahun kedelapan ini dibuka oleh kepala dusun (kadus) ditandai bunyi kendang Jawa yang ditabuh.

?

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Dusun Berhak Nonton Film Berkualitas

Dalam sambutannya, Kadus Karanggedang Tarmono mengatakan kegembiraannya menjadi salah satu titik program Layar Tanjleb sekaligus lokasi pembukaan FFP. “Ini sejarah. Biasanya habis maghrib, orang desa ya ngumpul di rumah nonton tv. Malam ini, ngumpul di jalan nonton film layar besar,” tuturnya.

?

Jalan dusun yang hanya dilewati mobil hingga sore hari, sudah dipadati warga yang datang dari semua penjuru. Mereka antusias, selain tidak pernah ada hiburan di luar rumah juga penasaran dengan film-film yang hendak diputar.

ArrahmahMedia.Com

?

Pada kesempatan pembukaan itu, memutar film-film pendek dan panjang, yaitu “Tuyul” dari SMP 4 Karangmoncol, “Segelas Teh Pahit” dan “Selendang Lengger” dari SMA Rembang, “Penderes dan Pengidep” dari SMA Kutasari keempat film itu karya pelajar Purbalingga.

?

ArrahmahMedia.Com

Sementara film dari luar purbalingga, “Boncengan” dan “Gazebo” sutradara Senoaji Yunus produksi Sanggar Cantrik Yogyakarta serta film bioskop “Sang Penari” sutradara Ifa Isfansyah produksi Salto Films Jakarta.

?

Menurut Direktur FFP Bowo Leksono, menghidangkan tontonan film yang baik bagi warga desa merupakan tugas dari FFP. “Warga desa yang tinggal di pelosok, juga mempunyai hak menonton film-film berkualitas yang tidak mudah mereka akses. Dan dengan layar tanjleb keliling inilah caranya,” ujar anggota IPNU Purbalingga itu.

?

Rencananya, program Layar Tanjleb FFP 2014 berkeliling ke 18 desa di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Banyumas). Selanjutnya, pada Senin malam, 5 Mei 2014, akan menyambangi Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Nasional, Habib, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun

Bandung, ArrahmahMedia.Com. Dari waktu ke waktu, seni kaligrafi selalu berkembang dengan berbagai inovasi baru. Pengembangan tersebut tidak terlepas dari pertemuan seni dengan berbagai kondisi geografis maupun kultural. Salah satu yang mengembangkan kaligrafi dengan inovasi baru adalah Ridwan Hidayat. Aktivis PMII Cabang Kota Bandung ini memanfaatkan daun-daun dari pepohonan untuk mengembangkan seni kaligrafi.

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun

Menurut Ridwan, kaligrafi dari daun bukan merupakan hal baru, namun menjadi hal yang langka. Dia mengaku mulai membuat karya ini sejak Juni 2014 tahun lalu. Terinspirasi ketika sedang melihat pemandangan kebun di depan rumah. 

“Di kebun itu terdapat banyak jenis daun, dan warnanya pun beragam. Kemudian muncullah ide itu,” ungkap Sekretaris Umum PC PMII Kota Bandung ini kepada ArrahmahMedia.Com, Jum’at (20/2).

ArrahmahMedia.Com

Ridwan menambahkan, sebab dirinya memanfaatkan bahan dari daun karena daun memliki warna yang beragam, tidak terlalu keras, dan pembuatnya masih langka. Ditambah kondisi alam Indonesia yang subur, sehingga berbagai jenis daun bisa ditemukan di Indonesia.

“Tidak semua jenis daun bisa digunakan. Daun yang tipis namun kuatlah yang paling bagus digunakan,” cetus Ridwan.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, kaligrafi adalah tulisan indah. Setiap tulisan yang indah, boleh disebut kaligrafi. Pada umumnya kaligrafi memakai tulisan Arab dan menyampaikan isi Al-Quran atau hadits. Namun bagi dia, tidak sekedar itu, kaligrafi merupakan sebuah karya yang dapat memberikan ruang bagi seniman untuk menyampaikan dan mengekspresikan jiwanya.

“Tidak berbeda dengan lukisan. Jika lukisan menggunakan penggambaran objektif atau abstrak, maka kaligrafi menggunakan penggambaran huruf sebagai media penyampai pesannya,” kata mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu.

Ia tidak menyangkal bahwa kaligrafi cukup memberikan kontribusi sebagai media dakwah Islam. Karena mau tidak mau, kaligrafi selalu dikaitkan dengan ajaran Islam, meski sebenarnya bukan berasal dari Islam. Sejak pembukuan Al-Quran, kesenian kaligrafi terus mengalami perkambangan. Sehingga berbagai daerah memiliki gaya penulisan yang berbeda.

Di sini memperlihatkan bahwa ketika Islam berkembang di sebuah wilayah, tersebar pula di sana kesenian kaligrafi sebagai media dakwah dan komunikasi. “Sebagai contoh, kita mengenal gaya ‘farisi’ yang berasal dari Persia,” jelas Ridwan.

Sementara itu, karya-karya Ridwan digolongkan ke dalam dua kategori, yakni kaligrafi dan Lukisan. Dari kedua kategori ini, digolongkan lagi kedalam dua jenis. Pertama, sebagai produk jual, dan kedua sebagai karya seni. Untuk produk jual, biasanya dia membuat lafazh-lafazh yang lumrah seperti basmalah, surat-surat pendek, tahlil, atau pembuatannya sesuai pesanan.

Menariknya, ketika dia membuat karya seni, tidak ada orientasi untuk dijual. Karya yang jenis ini lebih memerlukan waktu yang lama dalam pembuatannya. Dan ketika telah selesai, karyanya akan dipamerkan. “Ada kemungkinan dijual, namun jika penawarannya tidak sesuai, lebih baik disimpan sebagai karya sendiri,” terang Ridwan.

Kini dia menjalankan usaha yang berbasis hobi ini dalam "Ridwan Nature Caligraphy". Motivasinya dalam merintis usaha ini karena keprihatinan dia melihat banyaknya lulusan pesantren yang tidak mempunyai pekerjaan. “Saya ingin memberikan peluang kepada mereka untuk mengembangkan potensinya, sekaligus menjadi pendapatan mereka,” tuturnya mengajak santri-santri yang ingin mengembangkan seni kaligrafi.

Dari situ Ridwan mencoba memerankan usahanya untuk  mengaitkan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Karena dia menilai, NU sangat memberikan perhatian kepada dunia pesantren. Buktinya, hingga kini Ridwan selalu bekerja sama dengan pihak Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi)  NU.

Kaitannya dengan PMII, dia  mengatakan bahwa perlu adanya perubahan maindset berpikir bagi kader PMII. Hal ini dia memandang banyak dari mereka yang mengembangkan karir di bidang politik. Padahal tidak semua kader mempunyai potensi ke arah sana.

“Jika ada kader PMII yang berpotensi dalam menulis, ya jadikan dia penulis yang hebat. Jika dalam bidang seni, jadikan dia seniman yang beraswaja, dan lain-lain,” ujar santri jebolan pesantren Nurul Hidayah Al-Khadijiyyah, Cianjur Jawa Barat itu.

Usaha yang dirintis oleh Ridwan ini memiliki potensi yang bagus. Namun karena masih dalam tahap perkembangan, pasar kaligrafi daun kini belum terkelola dengan luas. Sementara publikasi hanya melalui jaringan media sosial. Selain itu, biasanya dia membuka stand dalam acara-acara di berbagai kota, pameran, dan even lainnya.

“Saya pernah mengirim karya ke Belanda, dan mendapatkan apresiasi yang bagus. Namun belum terbentuk hubungan kerja sama. Saat ini, saya sedang mencari akses ke negara-negara Arab dan Timur Tengah. Menurut saya, pasar di negara-negara tersebut prospeknya bagus,” pungkas Ridwan.

Kini, selain dia mengembangkan seni kaligrafi dari bahan daun, dari bahan daun pula dia memulai untuk membuat lukisan para tokoh, khususnya tokoh-tokoh Ulama Nahdlatul Ulama. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Senin, 13 November 2017

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Dalam menghadapi permasalahan kampanye kondom dan anti rokok, pemerintah diminta berhati-hati karena adanya berbagai kepentingan yang menyertainya.

Demikian kesimpulan diskusi publik Kampanye Kondom dan Anti Rokok, Indah tapi Manipulatif? yang diselenggarakan oleh Lajnah Ta’lief wan Nasr atau Badan Komunikasi, Informasi dan Publikasi NU di gedung PBNU, Senin (16/12).

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Hati-Hati Kampanye Kondom dan Anti Rokok

Dalam kasus Pekan Kondom Nasional, diindikasi terdapat kepentingan industri yang mendompleng isu HIV/AIDS untuk memasarkan produknya tanpa memperhatikan aspek moral bangsa, sampai-sampai ada isu pembagian kondom disertai pesan “Silahkan dicoba dengan pacar ya”.

ArrahmahMedia.Com

dr Syahrizal Syarief PhD, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menegaskan, apa yang dilakukan dalam kampanye tersebut jelas-jelas menyalahi norma.

ArrahmahMedia.Com

“Kampanye kondom tidak sekedar bagi-bagi kondom, tetapi ada caranya dan perlu dipelajari bagaimana agar bisa digunakan secara efektif,” jelas Syahrizal yang juga wakil sekretaris jenderal PBNU ini.

Kondom memiliki dua fungsi, untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit. Untuk KB, penggunaannya kalah populer dengan alat kontrasepsi yang lain, sedangkan untuk pencegahan penularan penyakit, saat ini di Indonesia juga belum efektif karena persentase penggunaannya sangat rendah dan tidak konsisten. Hanya di Jepang yang populasi penggunaan kondomnya sangat tinggi.

Di Amerika Serikat, yang pemerintahnya sudah “pusing” menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan dari remaja usia sekolah, di beberapa institusi pendidikan disediakan kondom, tetapi dengan persyaratan yang ketat. Tentu saja, apa yang berlaku di Amerika Serikat bisa dan cocok diterapkan di Indonesia.

Mengenai rokok, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail NU KH Arwani Faishal menegaskan, NU menyadari adanya dampak negatif yang ditimbulkan oleh rokok sebagaimana dilaporkan oleh berbagai hasil riset tetapi ada nilai manfaat yang diperoleh dari merokok.?

“Karena itu, maksimal hukum merokok bagi NU adalah makruh, bukan haram,” katanya.

Prof Sutiman, guru besar biologi sel dan molekuler Universitas Brawijaya menegaskan, seperti makanan, dalam kadar tertentu, merokok tidak menjadi masalah, tetapi jika berlebihan, juga akan menimbulkan masalah kesehatan.

Sutiman menjelaskan, asap rokok dapat digolongkan sebagai radikal bebas yang mengandung ribuan zat berbahaya, tetapi bisa diminimalisir. Ia mengembangkan teknologi nano biology dengan memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam asap rokok lewat sentuhan teknologi dengan ukuran lebih kecil sehingga radikal bebas tersebut bisa dijinakkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock