Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Katakan yang benar meskipun itu pahit. Sabda Rasulullah SAW ini menjiwai ketegaran Asiyah, istri Fir’aun, sejak ribuan tahun silam ketika suaminya yang angkuh itu memaksannya menanggalkan kebenaran.

Dalam ‘Uqudul Lujjain, Syekh Nawawi al-Bantani menceritakan hikayat awal keimanan Asiyah dari kesuksesan Nabi Musa AS mengalahkan tukang sihir suruhan Fir’aun. Penguasa otoriter yang mendaku dirinya sebagai Tuhan ini menantang Nabi Musa adu kebenaran dengan saling “unjuk kebolehan”.

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderitaan Istri Firaun dalam Mempertahankan Kebenaran

Asiyah yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya jatuh cinta pada ajaran Nabi Musa. Mukjizat telah terbentang, dan kebatilan terbukti gugur di hadapan kebenaran tauhid. Istri Fir’aun ini pun mantab menyatakan beriman.

ArrahmahMedia.Com

Fir’aun betul-betul tidak terima dengan keputusan istrinya. Ia mengikat kedua tangan dan kaki Asiyah pada empat buah tiang. Tubuhnya dipaksa menatap sengatan matahari. Fir’aun dan pengikutnya lantas meninggalkan Asiyah begitu saja bak bangkai kadal yang terkapar di atas pasir.

Penderitaan perempuan malang ini belum berakhir. Karena beberapa saat kemudian, Fir’aun memerintahkan anak buahnya melemparinya dengan batu besar. Dalam perih, Asiyah berutur, “Wahai Tuhanku, dirikanlah rumah untukku di sisimu di dalam surga.”

ArrahmahMedia.Com

Seketika itu ia melihat sebuah rumah yang terbuat dari marmer putih. Lalu nyawanya dicabut, sebelum tubuhnya ditimpa batu besar hingga ia tidak merasakan sakit.

Fir’aun dalam kisah ini memperlihatkan kezaliman yang tiada batas. Ia tak segan-segan  menyiksa, bahkan membunuh, setiap orang yang berseberangan dengan dirinya, tak terkecuali istrinya sendiri.

Perilaku Fir’aun ini juga menandai  adanya struktur kekuasaan yang hegemonik dalam kehidupan bernegara sehingga akses kritik atau berpendapat secara bebas menjadi buntu. Dalam konteks kehidupan rumah tangga, Fir’aun sedang memamerkan dominasi laki-laki atas perempuan yang menjadi faktor ketidakharmonisan dan kekerasan dalam sebuah keluarga.

Sebaliknya, Asiyah mengajarkan kepada kita semua tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan berat. Siksaan hebat dari Fir’aun tak menggoyangkan pilihannya terhadap ajaran tauhid. Berkat ketabahan dan keteguhannya menggenggam prinsip ini, Asiyah justru mendapat perlindungan dan kemuliaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Hikmah, Cerita ArrahmahMedia.Com

Kamis, 15 Februari 2018

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo Qurratu Aini mengimbau agar ibu-ibu Muslimat NU mampu meneladani perilaku dan akhlak Nabi Muhammad SAW yang berbudi pekerti yang baik.

Hal tersebut disampaikan Qurratu Aini dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Banyuanyar, Senin (26/12) sore di Kantor MWCNU Kecamatan Banyuanyar.

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Minta Anggota Didik Putranya Sesuai Aswaja

“Kami mengharapkan agar para orang tua, khususnya ibu-ibu Muslimat NU bisa mendidik putra dan putrinya sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja). Setidaknya mampu meneladani perilaku dan akhlak Rasulullah SAW,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Aini, masa depan anak-anak sebagai calon generasi muda yang akan datang tergantung kepada pola pengasuhan yang dilakukan para orang tuanya. Jika pola asuhnya sesuain dengan tuntunan aqidah Aswaja, maka anak-anak akan memiliki perilaku, akhlak dan budi pekerti yang baik.

“Kalau perilaku dan budi pekerti anak baik, tentunya akan membuat bangga orang tuanya. Tetapi sebaliknya, orang tua akan merasa malu jika anaknya tidak memiliki akhlak yang baik. Apalagi sampai menyimpang dari nilai-nilai agama Islam,” tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Aini menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim antara pengurus cabang dengan pengurus anak cabang serta ranting se Kota Kraksaan.

“Ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus terima kasih kepada Nabi Muhammad SAW karena telah mengangkat martabat Muslimat NU ke derajat yang tinggi dan terhormat seperti saat ini,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dihadiri oleh ratusan orang terdiri dari unsur pengurus cabang dan perwakilan masing-masing anak cabang serta ranting. Mereka berbaur menjadi satu dengan tujuan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Rabu, 07 Februari 2018

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka penguatan mutu pendidikan berwawasan internasional, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggandeng Senior Expert Service (SES) Jerman.

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo Gandeng SES Jerman

Ini kali kedua SES mengirimkan tenaga ahli ke UIN Walisongo untuk menularkan ilmu kepada para dosen dan mahasiswa," kata Dekan FITK Dr H Raharjo MEd St saat menyambut kehadiran Martin Arndt PhD di Auditorium Fakultas siang ini Senin (29/8).

Martin, lanjut Raharjo, akan menularkan ilmu bahasa inggris, filsafat, teologi dan kebudayaaan untuk civitas akademika UIN Walisongo. Diharapkan kehadiran dosen tamu dari Jerman ini membawa atmosfir akademik FITK menjadi lebih baik.

ArrahmahMedia.Com

"Potensi civitas akademika kita sudah bagus dan memang perlu ditingkatkan ketrampilannya agar benar-benar membawa manfaat bagi pengembangan lembaga," kata Raharjo. Sehingga, hadirnya dosen tamu Jerman selama satu bulan ini mampu menjadi pendamping pemahaman cross culture understanding dalam pengayaan kearifan lokal yang kita miliki.

ArrahmahMedia.Com

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr H Ikhrom MAg mengapreseasi hadirnya dosen tamu dari Eropa. "Ini menjadi pintu pembuka menuju UIN sebagai world university yang selalu membuka kerja sama dengan Eropa dan negara lainnya," imbuhnya. Tujuan utama menghadirkan dosen tamu juga agar membekali para dosen dengan wawasan internasional.

Kementerian Agama lewat Direktorat Pendidikan Tinggi Islam selalu mendorong agar UIN tampil di depan dalam mengawal visi world university. "FITK UIN menyambutnya dengan menjalin kerja sama dengan lembaga luar negeri terutama Jerman dalam mendampingi dosen," tegasnya.

Gerakan menjadikan kampus kelas dunia perlu dimulai secara serentak. Selain menguatkan jaringan luar negeri, SDM dosen dan mutu lulusan mahasiswa juga perlu dijaga. "Berbekal kegiatan semacam inilah, niatan pengembangan institusi itu akan terwujud," pungkasnya.

Martin Arndt merasa gembira atas sambutan UIN Walisongo yang penuh ramah. "Saya sangat senang bisa hadir di Indonesia dan berbagi ilmu dengan akademisi UIN Walisongo" ungkapnya. Ia pun siap untuk berdiskusi dan mengajar selama berada di UIN. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tampaknnya bisa berbangga hati. Sebab selain disiplin, tertib pengantrean, tertib adminstrasi juga karena ribuan warga Nahdliyin antusias mendatangi pemotretan pembuatan Kartanu yang digelar di masing-masing Ranting NU.

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

“Alhamdulillah warga Nahdliyin sangat antusias mendatangi lokasi pemotretan Kartanu yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap Ranting NU. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU sangat mendukung program Kartanu ini dan memahami manfaat yang diperolehnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending A. Zuhri Muslim disela-sela pemotretan Kartanu di Desa Sebaung, Jum’at (8/3).

Menurut Zuhri, pada dasarnya pembuatan Kartanu ini targetnya bukan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk yang benar-benar warga NU. Sebab buat apa banyak yang buat tetapi didalamnya ada penyusup yang bukan warga NU yang ikut membuat Kartanu.

ArrahmahMedia.Com

“Untuk itu jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah meminta kepada seluruh pengurus ranting yang tahu persis kondisi warganya siapa saja yang bisa direkomendasikan membuat Kartanu. Jadi dalam pembuatan Kartanu ini NU jangan sampai salah sasaran,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’. Menurutnya, Kartanu ini sejatinya untuk data base warga NU, tetapi bukan berarti ketika suatu daerah yang membuat Kartanu hanya ratusan kemudian dikira warga NU nya hanya ratusan. Padahal ada yang pengurus rantingnya yang tidak membuat kemudian dikira ranting tersebut tidak memiliki warga NU.

“Bagi warga NU yang tidak membuat Kartanu kami juga tetap menganggap dan mengakui sebagai warga NU tetapi belum memiliki kesadaran untuk membuat Kartanu. Oleh karena itu bagi semua warga NU silahkan berpartisipasi untuk turut membuat Kartanu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembuatan Kartanu di wilayah MWCNU Gending digelar selama empat hari mulai Kamis (7/3) hingga Ahad (10/3). Demi mensukseskan program Kartanu ini, pengurus MWCNU Gending bersama PAC GP Ansor Gending telah melakukan sosialisasi Kartanu di 13 Ranting se Wilayah Kecamatan Gending. Sosialisasi dilakukan dengan cara mendatangi tempat-tempat pertemuan, arisan, sarwaan, paguyuban, dan lain-lain selama seminggu sebelum pelaksanaan Kartanu.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Sejarah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 03 Januari 2018

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pemukulan bedug oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (1/6) di aula kantor PBNU Jakarta, menandai diluncurkannya Gerakan Nasional “Ayo Mondok” yang dimotori oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Koordinator Gerakan Nasional “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren” KH Lukman Harits Dimyati mengatakan, gerakan ini adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam RMI terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan mahasiswa.

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Menurutnya, secara moral, hanya pesantren yang bisa menyelamatkan generasi muda dari kencenderungan-kecenderungan pendidikan yang merusak. Perilaku yang baik hanya bisa dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus untuk bersikap baik.

ArrahmahMedia.Com

“Pembiasaan selama 24 jam dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus adalah bentuk pendidikan karakter yang sudah lama dilakukan di pesantren, jauh sebelum isu pendidikan karakter muncul,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

KH Sad Aqil Siroj mengatakan, gerakan Ayo Mondok ini merupakan “action” dari gerakan “Kembali ke Pesantren” yang dicanangkannya sejak Muktamar NU di Makassar 2010 lalu.

“Omong kosong kalau kita ngomong kembali ke khittah kalau tidak kembali ke pesantren. Kembali ke pesantren bisa dalam artian fisik yakni mondok, atau dalam pengertian kembali kepada nilai, akhlaq dan jati diri pesantren,” katanya.

Hadir dalam acara peluncuran Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Ketua PP RMI Amin Haedari, Sekjen Miftah Fakih dan para pengurus PP RMI, Ketua RMI Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien dan Ketua RMI Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid, serta para pengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan PBNU. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Halaqoh, Ulama ArrahmahMedia.Com

Jumat, 22 Desember 2017

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa

Semarang, ArrahmahMedia.Com

Dalam rangka menyongsong bulan Muharram serta meramaikan Hari Santri Nasional, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Semarang (Unnes) akan mengadakan lomba esai tingkat mahasiswa se-Pulau Jawa.

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Unnes Buka Lomba Esai untuk Mahasiswa Se-Jawa

Kegiatan perdana ini mengambil tema “Inovasi Muslim untuk Dunia” dengan enam subtema, yakni teknologi, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, lingkungan, dan politik. Pendaftaran lomba tersebut dibuka mulai 10 Agustus hingga 20 September 2016.

Proses registrasi dapat dilakukan melalui pesan singkat (SMS) ke Dani Puspitasari (085600570393) dengan format Nama_Perguruan Tinggi_3 Kata Awal Judul Esai. Untuk mengikuti lomba esai, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp35 ribu per karya.

ArrahmahMedia.Com

Peserta merupakan mahasiswa D3 atau S1 dari perguruan tingi negeri atau swasta di Jawa. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal dua karya untuk dilombakan.

Zainuddin, selaku panitia kegiatan tersebut menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sarana berkreasi bagi mahasiswa. "Lomba ini menjadi ajang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan daya intelektualitas dan kreativitas dengan memberikan gagasan bagi peradaban Islam dunia," tuturnya.

ArrahmahMedia.Com

Informasi lebih lanjut berkenaan dengan lomba tersebut dapat menghubungi ke 085600570393 (Dani Puspitasari) dan 089689310963 (Zaenuddin) atau mengunjungi portal resmi penyelenggara di http://ipnuippnuunnes.or.id.

Hadiah lomba esai tersebut adalah Rp1 juta (Juara 1), Rp750 ribu (Juara 2), dan Rp500 ribu (Juara 3). Selain itu seluruh peserta juga akan mendapatkan e-sertifikat dari panitia. (Mazid Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Fragmen, Makam ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, ArrahmahMedia.Com. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

ArrahmahMedia.Com

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

ArrahmahMedia.Com

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Kyai ArrahmahMedia.Com

Senin, 04 Desember 2017

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Bogor, ArrahmahMedia.Com

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mendirikan PAUD/TK NU Al-Asy’ari 01 untuk masyarakat di Desa Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peluncuran lembaga pendidikan tersebut berlangsung, Ahad (21/8), di desa setempat. Pendirian PAUD/TK NU ini diprakarsai oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande.

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Jakarta Dede Setiawan menekankan, mahasiswa peserta KKN harus mampu melahirkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat yang menjadi mitra KKN. “Saya apresiasi lahirnya lembaga pendidikan ini,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor Kiai Abbas Ma’ruf juga menyampaikan, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cimande sangat penting artinya dalam memperkuat peran Nahdlatul Ulama bagi masyarakat Desa Cimande. “Bahkan saya berharap, melalui pendirian PAUD/TKNU ini, bisa kita jadikan pintu masuk untuk mendirikan lembaga pendidikan formal tingkat dasar dan menengah atas nama NU di Desa Cimande ke depannya,” pesan Kiai Abbas.

ArrahmahMedia.Com

Bayangkan saja, lanjut Kiai Abbas, seluruh masyarakat Cimande ini amaliahnya Nahdlatul Ulama. Tapi sampai sejauh ini belum ada MI/SD, MTs/SMP, atau SMA/MA/SMK bernama Nahdlatul Ulama. “Sekali lagi, atas peran adik-adik mahasiswa, kami menjadi sadar bahwa pendirian pendidikan formal tingkat dasar dan menengah di Cimande sangat mungkin diwujudkan,” pungkas Kiai Abbas.

Ketua Muslimat Kabupaten Bogor yang bertanggung jawab dalam pembinaan lembaga PAUD/TK Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bogor juga memuji karya mahasiswa KKN ini sebagai wujud konkret kepedulian mereka terhadap pendidikan anak sejak dini.

“Saya berharap, pendirian lembaga PAUD/TKNU Al-Asy’ari 01 ini akan menjadi amal jariyah dan wasilah bagi mahasiswa dan masyarakat Cimande nanti di akhirat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat STAINU Jakarta Fatkhu Yasik menilai, pendirian lembaga pendidikan tingkat PAUD/TK merupakan langkah strategis dan cerdas dari mahasiswa peserta KKN. “Mahasiswa melihat lembaga PAUD/TK memiliki peran fundamental dalam pembangunan karakter generasi bangsa yang akan datang,” ujarnya.

Prosesi peluncuran PAUD/TK NU ini dihadiri oleh beberapa komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bogor, di antaranya pengurus Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), pengurus Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Muslimat NU. Di samping juga aparat desa dan tokoh masyarakat Cimande. Ketua MUI Caringin KH Abdul Latif beserta jajarannya juga turut serta menyaksikan lembaga pendidikan yang didirikan oleh mahasiswa STAINU Jakarta tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Halaqoh, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Jumat, 24 November 2017

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer

Yogyakarta, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Umum Majalah Bangkit PWNU DIY H.M. Lutfi Hamid mengatakan, Majalah Bangkit akan tampil dengan wajah baru dengan desain yang baru, Ia mengatakan di sela-sela pengajian Ahad Wage, di lantai dua Gedung PWNU DIY, Ahad pagi (9/6).

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit Akan Tampil Populer (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer

“Insya Allah Majalah Bangkit nanti akan lebih populer, bergaya dan diminati serta akan menjadi etalase yang patut untuk dibanggakan PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” katanya.

Tampil ekslusive menginformasikan kegiatan-kegiatan PWNU DIY dalam menyambut Harlah NU ke-90 dengan wajah baru yang lebih segar, lebih besar, dan penuh variasi, Pak Luthfi yakin bahwa Majalah Bangkit akan menjadi angin segar bagi PWNU DIY.

ArrahmahMedia.Com

“Saya yakin, Majalah Bangkit ke depan akan menjadi angin segar bagi PWNU DIY. Oleh karena itu, bagi para kiai sepuh, pengurus-pengurus wilayah, pengurus cabang, banom-banom, kami sangat mengharapkan dukungannya dengan membeli Majalah Bangkit ini,” harapnya.

Lebih jauh Kepala Kemenag Kabupaten Sleman tersebut mengatakan, NU adalah organisasi yang melek informasi, warganya harus disuguhi berita yang tepat, akurat dan elegan.

ArrahmahMedia.Com

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Berita, Halaqoh, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Senin, 20 November 2017

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Jepara, ArrahmahMedia.Com. Komunitas Matapena Rayon Hasyim Asyari Bangsri menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta menggelar Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) #8. kegiatan yang rencananya diselenggarakan Jum’at-Ahad (29/6-1/7) mendatang bertempat di Rumah Joglo Hasyim Asyari Bangsri.

Materi yang disampaikan Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Obyektif, ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Penanaman Nilai, Menggali Ide, Membuat Setting Cerita, Penokohan, Alur, Tahlilan Sastra, Olah Rasa, Seni Panggung dan Teater. 

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Untuk pemateri Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan Lesbumi), KH Nuruddin Amin (Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri), Adipati Genk Kobra, Ahmad Fikri AF (Pembina Komunitas Matapena) dan kru Matapena Yogyakarta; Akhiriyati Sundari, Arifa Juhas, Pijer Sri Laswiji, Zaki Zarung, Mahbub Djamaluddin, Sachree M Daroini, Hugeng Satya Dharma dan Humam Rimba. 

ArrahmahMedia.Com

KH Zainal Umam, pembina Matapena Rayon Hasyim Asyari menuturkan kegiatan bertujuan mengisi liburan dengan kegiatan bersastra dan berkarya, menggali dan mengasak skill menulis maupun ajang silaturahmi dan berjejaring antar rayon komunitas Matapena yang berada di Kabupaten Jepara dan sekitarnya. 

Untuk syarat pendaftaran; peserta berusia 15-22 tahun, mengisi formulir pendaftaran, membayar kontribusi sebesar Rp.150.000, menyerahkan cerpen karya sendiri, pendaftaran ditutup hingga 28 Juni 2012. 

ArrahmahMedia.Com

Tempat pendaftaran sekretariat Matapena Jl. Wonosari KM 4.5 Gang Musholla Jeruk Legi Bantul Yogyakarta atau MTs Hasyim Asyari Jl. Raya Bangsri-Jepara (depan Masjid An-Nur) Bangsri Jepara. Contact person 085643274002 (Mansyur) atau 085742391972 (Shofaun Nafis). 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Halaqoh, Nasional ArrahmahMedia.Com

Rabu, 15 November 2017

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun

Bandung, ArrahmahMedia.Com. Dari waktu ke waktu, seni kaligrafi selalu berkembang dengan berbagai inovasi baru. Pengembangan tersebut tidak terlepas dari pertemuan seni dengan berbagai kondisi geografis maupun kultural. Salah satu yang mengembangkan kaligrafi dengan inovasi baru adalah Ridwan Hidayat. Aktivis PMII Cabang Kota Bandung ini memanfaatkan daun-daun dari pepohonan untuk mengembangkan seni kaligrafi.

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Bandung Ini Kembangkan Seni Kaligrafi Daun

Menurut Ridwan, kaligrafi dari daun bukan merupakan hal baru, namun menjadi hal yang langka. Dia mengaku mulai membuat karya ini sejak Juni 2014 tahun lalu. Terinspirasi ketika sedang melihat pemandangan kebun di depan rumah. 

“Di kebun itu terdapat banyak jenis daun, dan warnanya pun beragam. Kemudian muncullah ide itu,” ungkap Sekretaris Umum PC PMII Kota Bandung ini kepada ArrahmahMedia.Com, Jum’at (20/2).

ArrahmahMedia.Com

Ridwan menambahkan, sebab dirinya memanfaatkan bahan dari daun karena daun memliki warna yang beragam, tidak terlalu keras, dan pembuatnya masih langka. Ditambah kondisi alam Indonesia yang subur, sehingga berbagai jenis daun bisa ditemukan di Indonesia.

“Tidak semua jenis daun bisa digunakan. Daun yang tipis namun kuatlah yang paling bagus digunakan,” cetus Ridwan.

ArrahmahMedia.Com

Menurutnya, kaligrafi adalah tulisan indah. Setiap tulisan yang indah, boleh disebut kaligrafi. Pada umumnya kaligrafi memakai tulisan Arab dan menyampaikan isi Al-Quran atau hadits. Namun bagi dia, tidak sekedar itu, kaligrafi merupakan sebuah karya yang dapat memberikan ruang bagi seniman untuk menyampaikan dan mengekspresikan jiwanya.

“Tidak berbeda dengan lukisan. Jika lukisan menggunakan penggambaran objektif atau abstrak, maka kaligrafi menggunakan penggambaran huruf sebagai media penyampai pesannya,” kata mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu.

Ia tidak menyangkal bahwa kaligrafi cukup memberikan kontribusi sebagai media dakwah Islam. Karena mau tidak mau, kaligrafi selalu dikaitkan dengan ajaran Islam, meski sebenarnya bukan berasal dari Islam. Sejak pembukuan Al-Quran, kesenian kaligrafi terus mengalami perkambangan. Sehingga berbagai daerah memiliki gaya penulisan yang berbeda.

Di sini memperlihatkan bahwa ketika Islam berkembang di sebuah wilayah, tersebar pula di sana kesenian kaligrafi sebagai media dakwah dan komunikasi. “Sebagai contoh, kita mengenal gaya ‘farisi’ yang berasal dari Persia,” jelas Ridwan.

Sementara itu, karya-karya Ridwan digolongkan ke dalam dua kategori, yakni kaligrafi dan Lukisan. Dari kedua kategori ini, digolongkan lagi kedalam dua jenis. Pertama, sebagai produk jual, dan kedua sebagai karya seni. Untuk produk jual, biasanya dia membuat lafazh-lafazh yang lumrah seperti basmalah, surat-surat pendek, tahlil, atau pembuatannya sesuai pesanan.

Menariknya, ketika dia membuat karya seni, tidak ada orientasi untuk dijual. Karya yang jenis ini lebih memerlukan waktu yang lama dalam pembuatannya. Dan ketika telah selesai, karyanya akan dipamerkan. “Ada kemungkinan dijual, namun jika penawarannya tidak sesuai, lebih baik disimpan sebagai karya sendiri,” terang Ridwan.

Kini dia menjalankan usaha yang berbasis hobi ini dalam "Ridwan Nature Caligraphy". Motivasinya dalam merintis usaha ini karena keprihatinan dia melihat banyaknya lulusan pesantren yang tidak mempunyai pekerjaan. “Saya ingin memberikan peluang kepada mereka untuk mengembangkan potensinya, sekaligus menjadi pendapatan mereka,” tuturnya mengajak santri-santri yang ingin mengembangkan seni kaligrafi.

Dari situ Ridwan mencoba memerankan usahanya untuk  mengaitkan dengan Nahdlatul Ulama (NU). Karena dia menilai, NU sangat memberikan perhatian kepada dunia pesantren. Buktinya, hingga kini Ridwan selalu bekerja sama dengan pihak Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi)  NU.

Kaitannya dengan PMII, dia  mengatakan bahwa perlu adanya perubahan maindset berpikir bagi kader PMII. Hal ini dia memandang banyak dari mereka yang mengembangkan karir di bidang politik. Padahal tidak semua kader mempunyai potensi ke arah sana.

“Jika ada kader PMII yang berpotensi dalam menulis, ya jadikan dia penulis yang hebat. Jika dalam bidang seni, jadikan dia seniman yang beraswaja, dan lain-lain,” ujar santri jebolan pesantren Nurul Hidayah Al-Khadijiyyah, Cianjur Jawa Barat itu.

Usaha yang dirintis oleh Ridwan ini memiliki potensi yang bagus. Namun karena masih dalam tahap perkembangan, pasar kaligrafi daun kini belum terkelola dengan luas. Sementara publikasi hanya melalui jaringan media sosial. Selain itu, biasanya dia membuka stand dalam acara-acara di berbagai kota, pameran, dan even lainnya.

“Saya pernah mengirim karya ke Belanda, dan mendapatkan apresiasi yang bagus. Namun belum terbentuk hubungan kerja sama. Saat ini, saya sedang mencari akses ke negara-negara Arab dan Timur Tengah. Menurut saya, pasar di negara-negara tersebut prospeknya bagus,” pungkas Ridwan.

Kini, selain dia mengembangkan seni kaligrafi dari bahan daun, dari bahan daun pula dia memulai untuk membuat lukisan para tokoh, khususnya tokoh-tokoh Ulama Nahdlatul Ulama. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Habib, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Senin, 06 November 2017

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng

Solo, ArrahmahMedia.Com. Adinda Rafi Az-Zahra siswi SD Ta’mirul Islam Surakarta berhasil menyumbangkan trofi juara untuk kontingen Kota Surakarta dalam Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-20 tahun 2017 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu-Ahad (4-5/11).

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tema Pembiasaan Berwudhu, Siswi SD Ta’mirul Raih Juara MAPSI Jateng

Dalam cabang LKTI tersebut, Adinda mengangkat topik tentang pembiasaan wudhu yang dilakukan di Sekolahnya.

“Dengan mengangkat topik sederhana tentang kegiatan pembentukan karakter islami, yakni pembiasaan wudhu di sekolah, alhamdulillah, kami meraih prestasi sebagai juara pertama LKTI di lomba MAPSI provinsi tahun ini,” terang kepala SD Ta’mirul Islam Aris Paryanto.

Selain dari cabang LKTI, SD Ta’mirul juga berhasil meraih satu torfi dari cabang kewirausahaan. Melalui karya dengan membuat minuman tradisional wedang rempah, Hawwa Iftinan Karimah Ningtyas menjadI juara ketiga.

ArrahmahMedia.Com

Ditambahkan Aris, pada lomba MAPSI kali ini SD Ta’mirul mengirimkan delapan cabang lomba dalam ajang ini. Delapan cabang lomba yang sebelumnya menjadi yang terbaik di tingkat kota tersebut adalah cabang lomba rebana, kewirausahaan, khat, cerita islami putri, khitobah putra, khitobah putri, LKTI, dan tilawah.

Sementara itu, Koordinator Lomba SD Ta’mirul Islam Surakarta, Rio Aditya Danang C, yang ditemui setelah acara pengumuman dan pelepasan MAPSI mengemukakan bahwa timnya sudah berusaha maksimal dan dengan meraih dua medali adalah hasil yang terbaik.

ArrahmahMedia.Com

“Tentunya di level provinsi ini tingkat persaingan semakin ketat, untuk itu, di MAPSI tahun mendatang, kami harus mempersiapkan diri secara lebih baik lagi,” tutup Rio. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Halaqoh, Pertandingan ArrahmahMedia.Com

Minggu, 05 November 2017

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Kuala Lumpur, ArrahmahMedia.Com. Berbeda dengan camp pertama yang diadakan di sebuah villa, camp ibadah kedua Muslimat ? NU Malaysia kali ini berjalan cukup sederhana. Kamis, (26/11) lalu, Al Nurhayati, Ketua Panitia Kem yang juga anggota Seksi Bidang Pendidikan dan Kaderisasi mengatakan, pihaknya sengaja memilih home stay sederhana seperti ini untuk menghemat dana.

Program yang berjalan pada 22-27 November 2015 ini juga ditempatkan di Ampang, yang masih menjadi bagian wilayah Kuala Lumpur. “Kalau di sini (Ampang) kan semua orang tua dan tamu menjadi mudah mengunjungi anaknya,” lanjut Al Nurhayati yang juga setiap hari standby menjadi juru masak di camp.

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Kem kali ini juga lebih menekankan paritisipasi anak yatim. Jika setiap peserta dikenakan iuran sebesar RM 200, maka semua peserta dari anak yatim dibebaskan sepenuhnya. “Untuk iuran anak-anak yatim yang lima jumlahnya, sepenuhnya ditanggung oleh sumbangan kolektif ibu-ibu Muslimat,” kata Mimin Mintarsih, Ketua Muslimat Malaysia.

ArrahmahMedia.Com

Dari sisi bahan ajar, para peserta diberi materi yang cukup sederhana. “Kami hanya fokus pada tiga hal, yaitu fiqih, tajwid, dan akhlaq,” kata Yandi Purnama, mahasiswa master International Islamic University Malaysia (IIUM), yang kali ini menjadi fesi program.?

ArrahmahMedia.Com

“Dari sisi materi, memang terlihat sederhana. Tapi kali ini kita ingin fokus pada sisi tashih (koreksi) dan praktiknya, yang kenyataannya tidak semua anak-anak bisa,” tambah Thoat Hamim, Fesi lain yang juga mahasiswa IIUM.

Camp yang diikuti oleh 18 anak ini ditutup dengan pembagian hadiah dan berbagai pertunjukan. Tiga pelajar terbaik, baik dari lelaki maupun perempuan diberikan masing-masing sebuah piala. Setelah itu, anak-anak juga menampilkan shalawat yang berjudul ya badratin.

Selain itu, Camp ini juga diharapkan menjadi media khidmah dan pemersatu para ibu Muslimat. “Tidak semua anggota muslimat ini paham terhadap agama. Dengan program ini, kita berusaha untuk menarik dan mengajari para ibu Muslimat secara perlahan-lahan,” harap Mimin Mintarsih mengakhiri wawancara. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Tegal, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Rabu, 04 Oktober 2017

Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

Ada sekelompok kecil umat Islam berpendapat bahwa merayakan hari kelahiran Nabi SAW adalah bid’ah tercela, bahkan dituduh haram, dengan alasan Nabi SAW tidak pernah melakukan dan tidak ada hadits shahih yang menganjurkan. “Benarkah pendapat seperti ini, dan perlukah pendapat ini diikuti?”

KH Ma’ruf Asrori mengawali ceramahmya itu pada Peringatan Maulid Nabi Saw yang diselenggarakan Jam’iyyah Al-Islah Jemurwonosari Surabaya, Ahad (12/1)

Seandainya Nabi Saw. memang tidak pernah merayakan hari kelahirannya, dan tidak ada hadits shahih yang secara tekstual menganjurkan merayakan Maulid, maka hal ini tidak serta merta menjadi alasan untuk mengharamkan Maulid Nabi Saw. dan menganggapnya sebagai bid’ah yang tercela,” kata Kiai Ma’ruf.

Menurutnya, umat Islam juga mempertimbangkan dalil-dalil agama yang lain, seperti Qiyas, Ijma’ dan pemahaman secara kontekstual terhadap dalil-dalil syar’i. Karena itu, meskipun telah dimaklumi bahwa Nabi Saw. tidak pernah merayakan Maulid dan tidak ada hadits shahih yang secara tekstual menganjurkan Maulid, para ulama fuqaha dan ahli hadits dari berbagai madzhab tetap menganggap baik dan menganjurkan perayaan Maulid Nabi Saw.

Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?

“Peringatan Mailid Nabi juga didasarkan pada pemahaman secara kontekstual (istinbath/ijtihad) terhadap dalil-dalil al-Qur’an dan hadits,” katanya.

Di antara ayat al-Qur’an yang menjadi dasar perayaan maulid adalah: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. al-Anbiya’ : 107) dan ayat “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” (QS. Yunus : 58).

Nabi Muhammad SAW sendiri mengagungkan hari kelahirannya dengan puasa, sebagaimana hadis, “Dari Abu Qatadah ra., sesungguhnya Rasulullah SAW telah ditanya perihal puasa hari Senin, beliau bersabda: “Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu diturunkan.” (HR. Muslim)?

ArrahmahMedia.Com

Ayat di atas memerintahkan kita agar bergembira dengan karunia Allah dan rahmat-Nya yang diberikan kepada kita. Sahabat Ibnu Abbas ketika menafsirkan ayat tersebut berkata: “Karunia Allah adalah ilmu agama, sedangkan rahmat-Nya adalah Muhammad SAW.” Dari sini dapatlah disimpulkan, bahwa merayakan hari kelahiran Nabi SAW merupakan pengejawantahan dari ayat dan hadits di atas yang memerintahkan kita bergembira dengan rahmat Allah.

“Hal ini secara implisit memuat arti perayaan itu sendiri. Hanya saja cara mengungkapkannya berbeda, namun maksud dan tujuannya tetap sama. Artinya bisa dengan puasa, menjamu makanan, berkumpul guna berdzikir, bershalawat atas Nabi SAW, ataupun menyimak perangainya yang mulia.,” demikian KH Ma’ruf Asrori yang juga penasehat Jam’iyyah Al-Islah sambil mengetengahkan ayat al-Qur’an dan hadits nabi yang mendasarinya.

ArrahmahMedia.Com

Pemahaman seperti ini perlu diketengahkan. “Peringatan maulid Nabi yang setiap tahunnya diadakan tidak sekedar seremonial belaka, tapi juga di-ilmiahi agar bernilai ibadah, dalam rangka mensyukuri rahmat Allah SWT dan menunjukkan kecintaan kita terhadap Rasulullah.

”Apalagi kalau dilihat acaranya sungguh padat dengan ibadah, seperti membaca al-Qur’an, shalawat, istighotsah dan ceramah sekitar akhlak Nabi yang perlu kita teladani, seperti akhlak beliau menjadi kepala keluarga, menerima tamu, dengan tetangga, menghadapi musuhnya dan posisinya sebagai kepala negara,” ungkapnya di tengah ratusan warga nahdliyin. (Red: Anam)

?

Foto: Makam Rasulullah SAW

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hikmah, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 September 2017

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tiris Barat menggelar kegiatan bertemakan “Tarawih Bersama MWC, Ranting dan Warga NU”.

Ahad (12/6) malam, Tarawih bersama ini dilaksanakan di Masjid Darul Falah Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias oleh warga NU. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jamaah yang hadir di masjid yang kebetulan ditempati acara tersebut tidak seperti biasanya.?

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tiris Barat Sapa Nahdliyin dengan Tarawih Keliling

Ketua MWCNU Tiris Barat Imron Hamzah mengatakan kegiatan ini diadakan dengan tujuan supaya ada silaturrahim antara pengurus MWCNU Tiris Barat dengan Pengurus Ranting NU dan warga NU, khususnya takmir masjid di setiap ranting yang ditempati.?

“Selain itu, supaya warga NU lebih faham tentang ibadah puasa yang mereka jalani, karena pada kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dan dialog interaktif seputar Ramadhan yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih,” katanya.?

Kegiatan ini dimulai dari sholat Isyak berjamaah dan dilanjutkan dengan sholat Tarawih yang dipimpin oleh tim Imam dari pengurus MWCNU Tiris Barat yang telah mendapat pelatihan Imam Tarawih.

ArrahmahMedia.Com

“Secara tidak langsung kegiatan ini juga memberi pelatihan dan penyeragaman pada warga NU, khususnya para imam Tarawih di setiap Ranting agar tidak terjadi sholat Tarawih yang prosesnya tidak sesuai dengan tuntunan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini Imron mengharapkan secara umum agar warga NU merasa dekat dan merasa diurusi oleh pengurus NU ditingkat MWCNU, sehingga akan muncul rasa emosional dan simpati yang tinggi terhadap organisasi NU secara keseluruhan. “Agar warga NU bangga terhadap organisasinya sendiri karena merasa didekati oleh NU secara organisasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Syariah, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Selasa, 05 September 2017

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman

Tanggamus,ArrahmahMedia.Com. Tokoh adat Lampung dari Pekon (Kampung) Gunung Tiga, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Buya Sayuti Ibrahim dan tokoh adat Sunda, Suhadi AR berkenan berbagi tumpeng keberagaman yang diberikan Kasat Binmas Polres Tanggamus, AKP Djoko Sarianto pada Festival Bhinneka Tunggal Ika, Jumat (20/11).

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Adat Lampung dan Sunda Berbagi Tumpeng Keberagaman

"Ini simbol bahwa kita Indonesia, beragam tapi bukan persoalan," ujar Ajengan Lembaga Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Teater Jabal Lampung WD Fatchurrochman Syam, di Tanggamus, Sabtu (21/11).

Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung, Teater Jabal memperingati Hari Toleransi Internasional. Kegiatan antara lain memutar film dan mendiskusikan film "Bulan Sabit di Kampung Naga" karya sutradara M. Iskandar Tri Gunawan, didukung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung, Persatuan Guru Nahdlatul Uama (Pergunu) dan Hipsi Lampung, IPNU, Yayasan Nurul Falah dan LP Maarif NU Tanggamus, serta Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, dan Alumni BPUN Waykanan.

ArrahmahMedia.Com

"Mari kita kawal keberagaman yang indah ini bersama-sama," kata Fatchurrochman lagi.

ArrahmahMedia.Com

Selain tokoh adat, tokoh agama KH Junaedi AR, Bc. Hk, Pengasuh YPIPP Nurul Falah Kabupaten Tanggamus, dan Romo Yosef Wiyoto, tokoh agama Katholik dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu juga berkenan saling menyuapi nasi tumpeng keberagaman.

"Bhinneka Tunggal Ika membuat kita nyaman. Membuat suasana aman dan nyaman ialah tugas kita," ujar AKP Djoko. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Cerita, Halaqoh, IMNU ArrahmahMedia.Com

Jumat, 01 September 2017

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Mengambangkan pendidikan ke arah yang lebih baik merupakan tujuan sebuah lembaga pendidikan, baik madrasah maupun sekolah. Program pengembangan pun bisa dalam berbagai bentuk, tak terkecuali dengan membuka kelas jauh. Hal inilah yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Losari.

MTs yang terletak di Jl Raya Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini melakukan program pengembangan madrasah dengan membuka kelas jauh di dua desa, yaitu Desa Karangjunti dan Desa Kalibuntu, Losari yang semuanya dibawah naungan Yayasan Al-Ikhlas.

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Di Desa Karangjunti, MTs Al-Ikhlas yang merupakan madrasah di bawah pengelolaan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) ini membuka kelas jauh pada tahun 1992. Hal ini dilakukan agar lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Losari bisa diakses masyarakat.

ArrahmahMedia.Com

“Karena MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang berdiri di Kecamatan Losari sehingga untuk mengambangkan pendidikan madrasah, saat itu kami membutuhkan pengambangan pendidikan Islam di desa-desa lain,” ujar Ahmad Faozi, SPdI, salah satu pengelola MTs Al-Ikhlas kepada penulis.

Setelah berjalan beberapa tahun, Madrasah kelas jauh di Desa Karangjunti akhirnya direlakan oleh MTs Al-Ikhlas untuk membuat yayasan secara mandiri. Hal ini dilakukan karena sarana dan prasarana kelas jauh di desa ini dinilai sudah memadai sehingga akhirnya mendirikan MTs tersendiri dengan nama MTs An-Nur Karangjunti, Kecamatan Losari, Brebes.

Melihat kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang semakin maju, Yayasan An-Nur memandang, bahwa pihaknya sangat perlu mendirikan sekolah kejuruan. Akhirnya diputuskan mendirikan SMK dengan nama SMK An-Nur Losari.

ArrahmahMedia.Com

Demikian juga dengan kelas jauh di Desa Kalibuntu, MTs Al-Ikhlas berhasil menarik antusiasme warga desa untuk menyekolahkan anaknya di kelas jauh ini. Murid bertambah banyak, sarana dan prasarana pun berkembang sangat baik sehingga MTs Al-Ikhlas pun harus sudah membuat kelas jauh di Desa Kalibuntu ini untuk dijadikan yayasan secara mandiri. Sebab itulah, kelas jauh ini akhirnya resmi mendirikan MTs dengan nama MTs Nurul Huda Kalibuntu.

Satu visi dengan MTs An-Nur Karangjunti, MTs Nurul Huda juga mengembangkan pendidikannya dengan membuka SMK bernama SMK Nurul Huda Losari. Senada dengan MTs An-Nur, warga Desa Kalibuntu membutuhkan lembaga pendidikan dimana anak-anaknya mendapat keterampilan untuk menatap dunia kerja dan dunia usaha.

“Jujur, secara kuantitas, justru murid di MTs An-Nur dan MTs Nurul Huda jumlahnya lebih banyak dibanding MTs Al-Ikhlas sebagai pemrakarsa. Begitu juga dengan pendirian SMK, Yayasan Al-Ikhlas malah lebih belakangan dibanding mereka. Namun demikian, antusiasme warga di sini cukup tinggi,” ungkap Faozi.

Sejarah singkat MTs Al-Ikhlas Losari

Desa Limbangan merupakan salah satu daerah di pesisir pantai utara, selain Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Pengabean. MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang didirikan di Kecamatan Losari atas swadaya masyarakat pada tahun 1984 sehingga warga dari empat desa tersebut mempunyai tempat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam. Bahkan hingga sekarang, MTs Al-Ikhlas masih menjadi pilihan utama warga setempat.

Karena lahir dari swadaya masyarakat, madrasah ini juga terus berusaha membantu masyarakat agar anak-anaknya tidak terbebani dengan biaya madrasah. Selain itu, madrasah ini juga tidak terlepas dengan tradisi dan budaya lokal. Pendidikan agama pun terarah agar peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan amaliyah-amaliyah keagamaan yang telah mengakar di masyarakat. Sampai saat ini, MTs Al-Ikhlas telah mencetak 27 angkatan.?

Madrasah berprestasi

Sejak berdiri 31 tahun lalu, MTs Al-Ikhlas terus berusaha mencetak generasi-generasi berkualitas secara pengetahuan dan akhlak. Menurut penuturan Ahmad Faozi, tahun 2015, MTs Al-Ikhlas berhasil meraih juara pertama dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat pelajar Kabupaten Brebes.

Selain itu, Gerakan Pramuka MTs Al-Ikhlas Losari juga dipercaya oleh Pengurus Cabang LP Ma’arif NU untuk mewakili Kabupaten Brebes dalam Perkemahan Gabungan Ma’arif Nasional (Pergamanas) tahun 2014 di Pondok Pesantren Kempek Palimanan Cirebon.

Untuk terus meningkatkan prestasi dan menggali potensi peserta didik, MTs Al-Ikhlas membuka ekstrakurikuler, seperti Pencak Silat, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, Pramuka, Paskibra, PMR, Qiro’atul Qur’an, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan berbagai keterampilan lain untuk melestarikan budaya lokal, seperti Tari Topeng Losari. (Fathoni)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Senin, 28 Agustus 2017

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Almarhum KH Idham Chalid tercatat sebagai tokoh yang paling lama memimpin Nahdlatul Ulama (NU). Dalam usia 34 tahun, Kiai Idham dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Jabatan tersebut diembannya selama 28 tahun, yaitu hingga tahun 1984. Pada tahun 1984, posisi Kiai Idham di PBNU digantikan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang ditandai dengan fase Khittah 1926 atau NU kembali menegaskan diri sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis.

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PBNU Selama 28 Tahun

KH Idham Chalid lahir pada tanggal 27 Agustus 1922 di Setui, dekat Kecamatan Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, adalah anak sulung dari lima bersaudara. Ayahnya H. Muhammad Chalid, penghulu asal Amuntai, Hulu Sungai Tengah, sekitar 200 km dari Banjarmasin.

ArrahmahMedia.Com

Saat usianya baru enam tahun, keluarganya hijrah ke Amuntai dan tinggal di daerah Tangga Ulin, kampung halaman leluhur ayahnya.

Selain tercatat sebagai salah satu tokoh besar bangsa ini pada zaman Orde Lama maupun Orde Baru. Kiai Idham juga tercatat sebagai "Bapak" pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

ArrahmahMedia.Com

Setelah tidak berkiprah di panggung politik praktis yang telah membesarkan namanya, waktunya dihabiskan bersama keluarga dengan mengelola Pesantren Daarul Maarif di bilangan Cipete. (nam/sam)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pondok Pesantren, Halaqoh, Meme Islam ArrahmahMedia.Com

Minggu, 27 Agustus 2017

Madrasah Swasta Tentukan Masa Depan Pendidikan Islam

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Maju dan tidaknya pendidikan Islam di Indonesia tergantung bagaimana komitmen Pemerintah ? terhadap lembaga pendidikan tersebut. Komitmen ini penting mengingat lebih dari 90 persen madrasah di Indonesia misalnya, dikelola oleh masyarakat atau swasta.

Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Yahya Umar menjelaskan, bahwa madrasah swasta harus mendapat perhatian yang lebih ketimbang madrasah negeri. Sebab, mayoritas madrasah di negeri ini berstatus swasta.?

Madrasah Swasta Tentukan Masa Depan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Swasta Tentukan Masa Depan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Swasta Tentukan Masa Depan Pendidikan Islam

“Berikan yang mereka butuhkan,” katannya saat memberikan materi dalam acara persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Insan Cendekia, di Hotel Horison, Bogor, Sabtu (09/05) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

ArrahmahMedia.Com

Perhatian itu, lanjut Yahya, salah satunya dengan memberikan bantuan penguatan pendidikan, baik sarana prasarana maupun peningkatakan kapasitas SDM. Terkait ini, Yahya menilai pemberian bantuan dengan pola “hujan gerimis”, hanya bersifat stimulus, kurang strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah.?

ArrahmahMedia.Com

“Kebijakan model hujan gerimis yang merata seperti itu harus dihapuskan,” tukasnya.?

Mantan Dirjen Pendis ini berharap, kebijakan pengembangan madrasah ke depan lebih mendahulukan lembaga swasta, mendahulukan yang tidak mampu, mengutamakan pelaku pendidikan dan, mengutamakan kualitas.?

“Lebih baik model jet sprey, fokus dan kencang tapi semprotannya fokus,” kelakarnya.?

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dalam pembukaan acara menjelaskan bahwa cita dan visi Pendis dalam lima tahun ke depan adalah menjadikan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam sebagai primadona anak negeri karena mengedepankan kualitas dan mutu.?

“Selain itu harus unggul, excellent dan kompetitif,” terangnya.

Selain itu, lanjut Kamaruddin, pendidikan Islam juga harus menjadi centre of excellent atau menjadi pusat kajian Islam di dunia, sehingga mampu menjadi referensi tempat belajar kajian keislaman.?

“Pendidikan Islam juga harus menawarkan Islam karekteristik yang moderat dan demokratis, serta menghargai multikultural,” pungkasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Budaya, Ubudiyah, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Selasa, 08 Agustus 2017

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Maimoen) mengingatkan kepada rakyat Indonesia akan pentingnya menjunjung dan menjaga keutuhan bangsa dan negara. Hal ini mengingat kerap kali ditemukan orang atau kelompok orang yang terus berupaya memecah belah bangsa dan menganggu stabilitas negara dengan tindakan teror.

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen Ingatkan Pentingnya Menjunjung Bangsa dan Negara

Ironisnya, sentimen SARA sering dihembuskan sebagai pemicu efektif terhadap kekacauan yang selama ini terjadi. Lain daripada itu, membawa-bawa agama dalam kepentingan politik juga menambah daftar kegagalpahaman sebagian kelompok dalam memaknai dasar negara Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan segala penguatnya.

“Pada masa sekarang ini, sudah tidak ada khalifah. Tidak ada negara Islam. Semuanya negara nasional,” tegas Mbah Maimoen seperti dilansir Majalah Nahdlatul Ulama AULA edisi November 2016.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini menjelaskan, kalau dulu pada saat musim haji semua memakai bendera Islam, sekarang tidak. Mereka membawa bendera nasional, yakni bendera negara masing-masing.?

“Misalnya di Amerika, tidak pakai simbol keislaman Amerika, yang ada simbol negara Amerika. Begitu juga dengan jemaah haji Indonesia, yang mereka bawa adalah bendera merah putih,” terang kiai yang kini telah berusia 88 tahun itu.

ArrahmahMedia.Com

Pada era sekarang, menurut Mbah Maimoen, kalau bangsa dan negaranya tidak dijunjung, maka akan runtuh. Kebesaran Indonesia harus diiringi dan disesuaikan dengan ruh-ruh kebaikan agama yang mewarnai tradisi dan budaya sebagai identitas bangsa.

“Saat ini, kita harus menjunjung bangsa ini. Nabi Muhammad sendiri menjunjung bangsa Arab, karena Nabi berbangsa Arab sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bangsa-bangsa lain,” tutur Ulama kelahiran Rembang, 28 Oktober 1928 ini.

Menurut Mbah Maimoen, Tanah Air adalah pusat mempersatukan bangsa sekaligus kebesaran Islam. Ulama-ulama terdahulu sangat menjunjung tinggi bangsa ini. Sebelum NU berdiri, terlebih dahulu ulama pesantren mendirikan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air), Syubbanul Wathan (Pemuda Cinta Tanah Air), Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Perdagangan).

ArrahmahMedia.Com

“Kenapa perdagangan? Karena itu akan menjadi pusat ekonomi. Dulu Nabi mengubah Bangsa Arab menjadi kebangkitan perdagangan, bukan negara pertanian atau negara industri,” tandas Mbah Maimoen. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Halaqoh, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock