Sabtu, 17 Maret 2018

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo menyerukan kepada semua pengurus jajaran ranting di wilayah kerja kecamatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga nahdliyin.

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Serukan Ranting Ansor Peringati Maulid Nabi

“Agungkanlah peringatan hari kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan tradisi dari pendiri NU. Tradisi NU ini harus terus dipertahankan oleh pemuda Ansor. Oleh karenanya, pemuda itu harus banyak belajar dari orang yang lebih tua,” ujar Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu Mahfud Hidayatullah kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa (22/1).

Menurut Mahfud, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang ada di perkotaan saja tetapi juga dilakukan warga nahdliyin di pelosok-pelosok desa. Momentum bersejarah tersebut bahkan diperingati dengan sangat menarik. Masyarakat desa biasanya membawa makanan, kue dan buah-buahan yang kemudian dikumpulkan di musholla maupun masjid setempat.

ArrahmahMedia.Com

“Biasanya setelah terkumpul semua, selanjutnya dilakukan pembacaan sholawat Nabi (srakalan) secara bersama-sama. Masyarakat di desa mempercayai pada saat pembacaan tersebut, ruh Nabi Muhammad SAW akan hadir untuk memberikan rahmat,” jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Tidak berhenti sampai disitu saja, sebab setelah prosesi pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW selesai tandas Mahfud, barang bawaan tadi ditukar dengan barang bawaan tetangga sekitar untuk dimakan bersama-sama.

“Disitulah tercipta tali silaturahim antar sesama warga nahdliyin. Tanpa melihat status, mereka makan bersama-sama dalam satu wadah. Dan tradisi itu tidak bisa dihilangkan karena itu tradisi NU,” terangnya.

Untuk tahun ini, PAC GP Ansor Kecamatan Dringu berencana akan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pakaian maupun makanan tergantung porsi kebutuhan dari masing-masing warga nahdliyin.

“Santunan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor Kecamatan Dringu kepada warga yang sangat membutuhkan. Harapannya, santunan ini dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tandasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, Pondok Pesantren ArrahmahMedia.Com

Kamis, 15 Maret 2018

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Subang, ArrahmahMedia.Com. Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar audiensi bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang Beny Rudiono di kantornya.

"Ya intinya kita silaturahmi, selain itu ada beberapa poin yang kita dorongkan untuk kemajukan Kabupaten Subang," ujar Ketua PC PMII Kabupaten Subang Abdul Nasir, Kamis (5/2/2015).

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Pihaknya juga menyoroti soal kondisi Subang yang merupakan daerah rawan bencana alam seperti longsor, banjir, angin puting beliung, dan banjir rob. "Maka kami sepakat meminta Pemda Subang untuk segera membentuk Badan Penangulanan Bencana Daerah atau BPBD," kata Nasir.

ArrahmahMedia.Com

Subang merupakan daerah yang cukup luas, yakni terdiri dari 30 kecamatan, 225 desa/ kelurahan, juga  memiliki sekitar 1,5 Juta penduduk. Menurutnya, banyak warga, khusunya di wilayah Pantura, mengeluhkan terkait jauhnya pelayanan kesehatan.

ArrahmahMedia.Com

"Untuk itu, kami meminta kepada Pemda Subang, disampaikan kepada ketua DPRD Subang, untuk segera membentuk rumah sakit umum, khususnya di wilayah pantura, dan adanya damkar (pemadam kebakaran) di setiap kecamatan minimal satu mobil damkar di setiap kecamatan atau di tiga zona Subang, hal itu seiring dengan seringnya peristiwa kebarakaran di wilayah Subang," ujarnya.

Aspirasi  lain yang disampaikan kepada ketua DPRD Subang, tambah Nasir, adalah mendorong DPRD Subang segera menyusun peraturan daerah (Perda) tentang minuman keras (Miras). "Itu kami sampaikan, supaya miras  di Subang tidak beredar seenaknya, sebab miras lah yang menyebabkan moralitas bangsa atau Subang ini akan rusak," paparnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Beny Rudiono, mengapersiasi atas aspirasi yang di sampaikan sahabat-sahbat PMII Kabupaten Subang. "Saya bangga dengan kehadiran mahasiswa ke rungan saya, dengan menyampaikan aspirasi untuk kemajuan Kabupaten Subang," katanya.

Menanggapi beberapa poin yang disampaikan oleh sahabat-sahabat PMII, Beny, berjanji bahwa masukan yang konsturkif itu, akan ia tindaklanjuti semaksimal mungkin. "Bahkan untuk Perda miras dalam waktu dekat akan segera diterbitkan, begitupun dengan BPBD, betul karena Subang rawan bencana kami sudah meminta kepada Bupati  tahun ini atau 2015 Subang harus sudah memiliki BPBD," pungkasnya. (Zenal Mutaqin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 09 Maret 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, ArrahmahMedia.Com. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

ArrahmahMedia.Com

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

ArrahmahMedia.Com

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pertandingan, Hikmah, Hadits ArrahmahMedia.Com

Kamis, 08 Maret 2018

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh

Banda Aceh, ArrahmahMedia.Com. Warga minta kepada pihak Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah (WH) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) agar sosialisasi seputar salat Jumat lebih diperketat kembali, karena masih banyak umat Islam, khususnya laki-laki tidak melaksanakan ibadah wajib tersebut.

Lia, seorang warga Lamgugop di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan, seharusnya pihak Dinas Syariat Islam dan WH Aceh lebih memperketat sosialisasi salat Jumat, karena selama ini lebih banyak sosialisasi untuk perempuan saja, baik masalah baju ketat maupun pacaran, sementara untuk laki-laki, khususnya salat Jumat sangat minim.

"Mereka lebih memperhatikan masalah khalwat dan minuman keras, padahal kita semua tahu bahwa hukum salat Jumat bagi laki-laki adalah wajib. Saya berharap agar Dinas Syariat Islam dan WH lebih memperhatikan hal itu," katanya.

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Laki-laki Tidak Jumatan di Aceh

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh melalui Kabag Humasnya, Wirzaini Usman mengatakan, semua pihak harus bertanggung jawab dalam hal ini, misalnya pihak keluarga harus menjaga anaknya ketika waktu salat tiba dan ini bukan semata-mata tugas WH saja akan tetapi kewajiban bersama demi penegakan Syariat Islam.

Ia juga menyebutkan, selama ini pihaknya bukan menyepelekan masalah salat Jumat, akan tetapi perbuatan maksiat yang menjurus kepada zina atau pakaian ketat lebih banyak bahayanya daripada orang-orang yang tidak salat.

ArrahmahMedia.Com

Disebutkan, orang-orang yang tidak shalat tidak ada pengaruhnya bagi orang lain, akan tetapi jika ada seorang wanita yang memakai pakaian ketat maka akan menimbulkan fitnah dan bisa menimbulkan dosa bagi orang lain dan khususnya laki-laki dan dari itulah timbul perzinaan dan bisa jadi pemerkosaan.

"Sejauh ini pihak kami juga telah melakukan sosialisasi setiap Jumat dengan cara mengimbau masyarakat, khususnya laki-laki agar melaksanakan salat Jumat ketika sampai waktunya yaitu dengan patroli rutin yang disebut siaran keliling Jumat," katanya.

"Kalau seandainya ada masyarakat yang kedapatan meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut maka kita juga akan memberikan sanksi berupa cambuk atau dipenjara selama enam bulan. Untuk ke depan kita akan meningkatkan sosialisasi dan WH, khususnya personil perempuan akan bekerja sama dengan Polwan Poltabes untuk turun ke lapangan mengatasi masalah ini," ujarnya. (ant/ndi)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Quote, Nahdlatul ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Maret 2018

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Way Kanan, ArrahmahMedia.Com. Penistaan agama sejatinya tidak saja dalam bentuk pernyataan, namun juga melalui perilaku dan itu sering luput dari perhatian. Salah satu contoh ialah abai terhadap persoalan lingkungan hidup. ? Itu salah satu bentuk penistaan agama dan kitab suci. Termasuk sikap anarkis, bengis, dan kesewenang-wenangan.

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Penistaan Agama Ada dalam Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Penistaan Agama Ada dalam Perilaku

Hal ini disampaikan oleh penggiat Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Lampung, Gatot Arifianto, di Bandar Lampung, Ahad (30/10).

"Tapi tenang saja, tidak akan ada yang mendemo. Jadi lanjutkan saja penistaan itu terus menerus dengan membuang sampah sembarangan," sindir penggiat Gusdurian Lampung itu.

The Pew Forum on Religion & Public Life pada 2010 mencatat Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim tertinggi. Dari 205 juta penduduk Indonesia, dilaporkan sedikitnya 88,1 persen beragama Islam. Jumlah tersebut mencapai 12,7 persen dari populasi muslim dunia.

ArrahmahMedia.Com

"Fakta tersebut tentu membanggakan. Tapi sekaligus mencengangkan," kata Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung itu pula.

Pada 2015, lanjutnya, Jambeck mencatat Indonesia menempati peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut, mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Sebelum itu, Guinness Book, pada 2008 mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia atau menghancurkan luas hutan setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Termasuk kejahatan lingkungan melalui kesewenang-wenangan mengubah tata ruang tanpa mempertimbangkan karakteristik ekologi seperti reklamasi berdampak buruk di sejumlah daerah.Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia bahkan diibaratkan sebagaimana kanker memasuki stadium IV.

"Fakta-fakta tersebut patut direnungkan setiap individu muslim negeri ini sebagai bahan untuk menggugat diri masing-masing. Benarkah kita (umat Islam) sama sekali tidak pernah menistakan agama dan Al Quran? Sudahkah kita bijak mengelola sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing?" ujar dia lagi.

ArrahmahMedia.Com

Padahal, perilaku-perilaku mengabaikan kebersihan juga jelas-jelas bertentangan dengan sejumlah ayat suci Al Quran, seperti ? Al-Maidah ayat 6 dan Al-Taubah ayat 108.

Ia menduga, masyarakat muslim Indonesia yang kurang kerjaan mencuci plastik bekas bungkus sayuran dan memanfaatkannya sebagai ecobricks seperti Russell Maier dari Kanada untuk mengurangi pencemaran tanah hingga pembakaran yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker, ? tidak sampai 10 persen.

"Berapa juga dari kita memanfaatkan popok bekas dengan bijak? Nyamankah dengan bungkus snack dalam mobil dan angkutan atau justru kita bergegas membuangnya lewat jendela serampung disantap? Kenapa juga pembalakan liar masih berlangsung? Seberapa kontinu majelis-majelis atau pengajian-pengajian menyampaikan persoalan lingkungan hidup yang jelas berhubungan dengan masa depan manusia?" ujar Gatot lagi.

Jika tidak ada pengabaian dan pengingkaran terhadap QS Al-Rum [30]: 41: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," beragam persoalan lingkungan hidup tidak akan terjadi di Indonesia.

"Benarkah masyarakat muslim Indonesia mempercayai ayat tersebut? Jika percaya, selokan dan sungai-sungai terjaga bersih, jalan-jalan bebas sampah, terumbu karang tidak dirusak, hutan-hutan tidak dijarah adalah niscaya. Tapi adakah itu terjadi? Pengajaran Islam seolah masih sangat bertumpu pada fiqh yang sangat kurang berorientasi pada lingkungan. Serta, pemimpin-pemimpin agama telah gagal menjadi tauladan dalam hal ini," kata dia lagi.

Gatot menambahkan, demontrasi ialah sah dan sesuai undang-undang kebebasan berserikat serta menyatakan pendapat. Dugaan penistaan agama dilakukan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang telah meminta maaf sebaiknya dirampungkan secara hukum.

"Masih banyak persoalan bangsa perlu diselesaikan dan membutuhkan energi besar, seperti ilegal logging, fishing, mining hingga korupsi yang bertentangan dengan QS Al-Muminun [23] : 94 yang artinya: Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim. Kenapa persoalan-persoalan tersebut, bahkan sampah yang setiap hari di depan mata tidak pernah disikapi serius dan gaduh seperti ribuan orang mengeroyok satu orang?" ujarnya. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sejarah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 04 Maret 2018

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, ArrahmahMedia.Com



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

ArrahmahMedia.Com

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

ArrahmahMedia.Com

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Maret 2018

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Organisasi jamaah Thoriqoh Al-Khidmah kabupaten Kudus merupakan bagian dari jamaah Al Khidmah Surabaya yang diprakarsai oleh KH A Asrori Al Ishaqi. Al Khidmah yang mewadahi para jamaah pengamal ajaran Ahlussunnah Waljamaah dan berthoriqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini baru saja menggelar Rapat Kerja Daerah, Ahad (6/9) di Aula Gedung PC NU Kudus.

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Thariqah Al-Khidmah Kudus Gelar Rapat Kerja Daerah

H Fajar Nugroho, Wakil Ketua Al-Khidmah Kudus mengatakan, bahwa ini merupakan agenda kelanjutan setelah pemilihan pengurus bulan Juli lalu. "Rakerda ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Musyawarah Cabang yang kami laksanakan pada 25 Juli 2015 lalu. Muscab waktu itu menghasilkan terpilihnya Ketua H Supriyanto, Wakil Ketua saya sendiri, dan Sekretaris Miftahus Surur," jelasnya.

Fajar menernakan, jamaah Al-Khidmah sendiri memiliki visi untuk mengajak masyarakat agar gemar berdzikir. Selain itu, menjadikan jamaah berakhlakul karimah dan istiqamah dalam beribadah. Harapannya kita benar-benar mampu menjadi Islam rahmatan lil alamin, dengan mengedepankan kejujuran dan tanpa kepentingan, kita khusnunniyyah dan khusnulkhuluq.

ArrahmahMedia.Com

Rakerda tersebut membahas materi program kerja masa khidmah 2015-2019, yakni bidang keorganisasian, bidang kegiatan, usaha dan dana. Di antara bidang keorganisasian menyebutkan peningkatan penataan administrasi organisasi dan administrasi kegiatan, mendaftarkan organisasi Al-Khidmah Daerah Kudus secara kelembagaan ke Pemerintah Daerah Kebupaten Kudus.

Bidang kegiatan menyebutkan bahwa pengurus thoriqoh meningkatkan kualitas dan kuantitas jamaah pada majelis Manaqib Istikomah dan majelis shalat tasbih di Masjid Agung Kudus. Juga disebutkan pelaksaan agenda majelis Haul Akbar Kabupaten Kudus yang direncanakan berlangsung pada tanggal 18 September mendatang di Alun-alun simpang tujuh.

ArrahmahMedia.Com

Rakerda yang mengusung tema "Dengan Rakerda Kita Tingkatkan Semangat Berkhidmah Demi Membahagiakan Guru-guru Kita" ini dihadiri oleh para pengurus daerah, pengurus cabang di sembilan kecamatan se-Kudus, serta Kepala Kantor Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kudus, Jati Soelichah. (Istahiyyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian Islam ArrahmahMedia.Com

Rabu, 28 Februari 2018

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Negeri Maghrib (matahari terbenam), ketika kita mendengar kalimat ini pastinya akan tertuju ke Afrika Utara, tepatnya Kerajaan Maroko. Yah Maroko..., sebuah negara Islam yang bermadzhab Maliki tulen di ujung barat dunia Islam. Agama Islam di negeri ini dikembangkan dengan menghargai tradisi lokal, seperti yang dilakukan oleh para dai atau Walisongo ketika menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Kini Maroko dikenal sebagai negara Arab yang gaul dengan nuansa Eropanya yang kuat, tetapi tak mau kehilangan akar tradisi Arab dan Islam. Kebebasan berpendapat dan tradisi berpikir sangat terbuka di negeri Ibnu Batutah ini. Pemerintah tidak memaksa rakyatnya untuk berpola pikir secara kaku atau seragam. 

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Eksotisme Maroko dalam Balutan Tiga Budaya

Barangkali salah satunya adalah karena faktor penguasa Maroko saat ini, Raja Muhammad VI, seorang lulusan Eropa yang berpikiran modern. Ia bertekad untuk memodernkan Maroko, namun tetap melandaskannya kepada ajaran Islam. Wajar, jika berbagai aliran Islam banyak berkembang di negeri ini. 

ArrahmahMedia.Com

Maroko juga dijuluki dengan “Negeri Tiga Budaya”. Dikarenakan tercampurnya akulturasi tiga budaya yang kental, yaitu budaya Timur Tengah, Eropa, dan Afrika. Letak geografis Maroko yang berada di benua Afrika menjadikan Maroko berbudaya Afrika, Kebudayaan Arab Timur Tengah yang diadopsi di sini menjadikan Maroko bernuansa Negeri Timur Tengah dan letak Maroko yang berdekatan dengan Eropa, membuatnya sangat eksotis dengan nuansa Eropanya.

Dari sisi pariwisata, Maroko merupakan negeri eksotis yang kaya dengan obyek wisatanya, ada Gurun Sahara yang merupakan gurun terluas di Afrika, kemudian multaqol bahrain (pertemuan dua laut) antara laut Pasifik dan laut Mediterania, dimana tempat ini digambarkan dalam Firman Tuhan, Al-Qur’an Surat Al-Rahman ayat 19-20, ada juga kota bersejarah, Fez yang disebut kota budaya dan tentunya masih banyak yang lainnya. Maka tak heran, jika Maroko merupakan salah satu negara favorit wisatawan dunia yang sering mereka kunjungi.

ArrahmahMedia.Com

Buku yang ditulis oleh kader-kader muda NU ini, mengungkap keeksotisan Maroko dari berbagai sisi; kebudayaan, religiusitas keagamaan, sejarah ulama, pariwisata dan peluang beasiswa yang diberikan kepada pelajar-pelajar dunia, termasuk Indonesia. 

Selain versi cetak, terdapat versi ebook yang  dapat didownload di: wayangforce.co.id, getthescoop.com dan qbaca.com

Judul Buku : Maroko Negeri Eksotis di Ujung Barat Dunia Islam

Penulis: Muannif Ridwan, Hafidzul Umam, Kusnadi El Ghezwa dkk.

Editor: Ardian Syam

Penerbit: Jentera Pustaka

Cetakan: I, Januari 2014

Tebal: 295 Halaman

ISBN: 978-602-14169-8-3

Peresensi: Muannif Ridwan

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Hadits ArrahmahMedia.Com

Selasa, 27 Februari 2018

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com - Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jayanti Putri Permatasari, meraih Juara II pada ajang English Essay Competition yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Sabtu 6 Mei 2017 kemarin. Jayanti Putri berhasil masuk babak final bersama enam mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Awalnya ia tidak berharap dan menyangka bahwa esei yang ia tulis masuk babak final. Selain itu, ia satu-satunya wakil dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Universitas NU Sidoarjo Raih Juara II Kompetisi Esei Berbahasa Inggris

"Sayakan wakil UNU satu-satunya, dan harus melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, mungkin se-Indonesia. Jadinya saya tidak berharap menang," kata Putri kepada ArrahmahMedia.Com, Selasa, (9/5).

ArrahmahMedia.Com

Eseinya berjudul Reflecting Cirebon Local Wisdom Through "Memitu" Tradition, ternyata berhasil menarik perhatian juri saat presentasi. Judul tersebut menjelaskan tentang keunikan proses upacara adat dengan pelbagai macam alasan dan filosofinya.

Selain itu, esei itu juga berisi strategi pelestarian upacara itu dengan sistem LLT (love, learn and teach). Artinya, generasi muda harus mencintai kemudian mempelajari dan mengajarkan berbagai hal mengenai Memitu.

ArrahmahMedia.Com

Memitu merupakan upacara adat menyambut kedatangan bayi yang akan dilahirkan. Upacara ini dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Warta, Hadits ArrahmahMedia.Com

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar.

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menshalatkan Jenazah Karena Bunuh Diri (2)

Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

ArrahmahMedia.Com

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Dalam kesempatan kali ini kami berusaha untuk menjawab pertanyaan kedua tentang menshalati orang yang meninggal karena bunuh diri. Apakah ia tetap harus dishalati? Tentunya untuk menjawab pertanyaan ini kami akan merujuk pada penjelasan yang telah disodorkan para ulama.

Dalam kasus orang yang mati karena bunuh diri ternyata para ulama berselisih pendapat. Tetapi, menurut pendapat mayoritas ulama, jenazah tetap dishalati. Berbeda dengan mayoritas ulama adalah Umar bin Abdul Aziz yang memandang bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai.

ArrahmahMedia.Com

Sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, seorang imam tidak perlu menshalatinya tetapi yang menshalati adalah selainnya. Pandangan Imam Ahmad bin Hanbal ini mungkin bisa dipahami bahwa tokoh masyarakat atau kiainya tidak perlu ikut menshalati, tetapi cukup jamaah atau masyarakat yang lain yang menshalatinya.

Salah satu argumen teologi yang bisa digunakan untuk mendukung pendapat mereka adalah riwayat Jabir bin Samurah yang menyatakan ada seorang laki-laki yang melakukan tindakan bunuh diri kemudian meninggal dan Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Ishaq bin Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu adalah bentuk peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama berbeda pendapat mengenai penshalatan orang yang meninggal dunia karena bunuh diri. Menurut pendapat mayoritas ulama, ia tetap dishalati. Sedang Umar bin Abdul Aziz tidak berpendapat untuk menshalatinya. Pandangan Umar bin Abdul Aziz ini juga dipegangi oleh Al-Awzai. Imam Ahmad bin Hanbal berpandapat, imam tidak perlu ikut menshalatinya, sedang yang menshalatinya adalah selain imam. Mereka berhujjah dengan riwayat dari Jabir bin Samurah yang menyatakan bahwa ada seorang laki-laki yang mati karena bunuh diri kemudian Nabi Muhammad SAW tidak menshalatinya. Menurut Al-Hanzhali, sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak ikut menshalati jenazah itu pada dasarnya merupakan peringatan bagi yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.”

Berpijak atas penjelasan ini, setidaknya dapat ditarik sebuah simpulan bahwa jenazah orang yang mati karena bunuh diri sepanjang dia adalah seorang Muslim, tetap dishalati. Sebab, dosa besar perbuatan bunuh diri tidak dengan sertamerta menyebabkan ia keluar dari Islam, sepanjang ia tidak menganggap bahwa tidakan bunuh diri adalah halal.

Adapun sikap dan pandangan Umar bin Abdul Azin dan Al-Awzai adalah cenderung tidak menshalati orang yang mati karena bunuh diri. Kecenderungan ini mesti dibaca sebagai sikap pemakruhan bagi dirinya. Inilah yang kami pahami dari keterangan yang kemukakan Ibnu Bathal dalam kitab Syarhu Shahihil Bukhari-nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para fuqaha` dan ulama dari kalangan Ahlusunnah sepakat bahwa orang yang mati karena bunuh diri tidak keluar dari Islam, ia tetap dishalati, dan wajib menanggung dosa akibat perbuatannya sebagaimana dikemukakan Imam Malik, dimakamkan di pemakaman orang-orang Muslim. Hanya Umar bin Abdul Aziz dan Al-Awzai yang menganggap makruh penshalatan jenazah orang yang meninggal karena bunuh diri di mana keduanya memakruhkan khusus untuk dirinya sendiri,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl, Maktab Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz III, halaman 349).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Makam, Fragmen, Olahraga ArrahmahMedia.Com

Senin, 26 Februari 2018

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila

Judul: Gus Dur dan Negara Pancasila

Penulis: Nur Khalik Ridwan

Penerbit: Tanah Air, Yogyakarta

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Pembelaannya Terhadap Pancasila

Cetakan: I, September 2010

Tebal: xvi + 168 halaman

ISBN: 979-8521-55-2

ArrahmahMedia.Com

Peresensi: Abd. Basid


Masih ingatkah kita ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat akhir tahun lalu? Tidak sedikit masyarakat yang ikut berduka atas wafatnya mantan presiden Republik Indonesia (RI) itu. Tidak hanya dari kalangan muslim, dari non muslim pun merasa kehilangan dan tertampar ditinggalnya.



ArrahmahMedia.Com

Banyak warisan yang ditinggalkannya dan dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Coba kita lihat, ketika Gus Dur menjadi presiden RI, beliau berani mendobrak diskriminasi pada warga Tionghoa, yang selama masa Orde Baru membelenggu mereka. Selain itu, beliau juga berani mengambil risiko untuk memberikan kebebasan beribadah kepada para pemeluk agama Konghucu. Lewat “pasukan” Banser-nya (Barisan Serbaguna Nahdatul Ulama), beliau ikut menjaga kekhusyukan dan keamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah Paskah dan Natal dari ancaman teror.

Gus Dur memang seorang (pemimpin) yang sangat menghargai keberagaman dalam berbagai hal, terutama keberagaman suku, agama, dan ras. Gus Dur berani mengambil risiko untuk mewujudkan keberagaman itu.

Untuk itu, menyebut Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme sangatlah tidak berlebihan. Apalagi jika kita menilik pandangan dan pembacaannya tentang Pancasila. Gus Dur merupakan segelintir tokoh muslim yang dengan lantang menolak adanya negara Islam dan mempertahankan ideologi Pancasila. Baginya, Pancasila tidak hanya sebuah nama dan lambang, melainkan ia merupakan sistem tata nilai yang berlaku bagi masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, Nur Khalik Ridwan lewat buku terbarunya “Gus Dur dan Negara Pancasila” berhasil membaca dan memetakan gagasan Pancasila ala Gus Dur. Di sana Nur Khalik Ridwan dengan begitu lihainya mengolah data menjadikan buku ini begitu sistematis, sehingga tidak harus mengernyitkan dahi bagi mereka yang membacanya.

Pancasila dalam perspektif Gus Dur setidaknya bisa didudukkan dalam beberapa hal. Pertama, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan falsafah negara berstatus sebagai kerangka berpikir yang harus diikuti oleh undang-undang dan produk-produk hukum yang lain. Tata pikir seluruh bangsa, menurutnya, ditentukan oleh falsafah yang harus terus-menerus dijaga keberadaan dan konsistensinya oleh negara.

Kedua, sebagai falsafah dan ideologi negara, harus jelas dikatakan adanya tumpang tindih antara Pancasila dan sebagian sisi kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME).

Di sini, Gus Dur berargumentasi: satu sisi, agama-agama yang ada dan kepercayaan terhadap Tuhan YME mengandung unsur-unsur universal (meskipun semuanya juga mengandung unsur-unsur eksklusif) sehingga sulit dibatasi hanya dalam konteks keindonesiaan, dan pada sisi lain, Pancasila adalah keindonesiaan itu sendiri.

Gus Dur menafsirkan bahwa hal ini langsung tampak dalam upaya Pancasila menekankan sisi kelapangan dada dan toleransi dalam kehidupan antarumat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Meski begitu, wawasan tentang kebersamaan antar-agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME tidak sepenuhnya sama dengan wawasan tentang itu dalam agama-agama dan kepercayaan.

Kegigihan Gus Dur dalam membela dan mengajarkan arti penting Pancasila bagi bangsa Indonesia dinyatakan dalam pernyataan tegasnya bahwa, “Tanpa Pancasila negara akan bubar. Pancasila adalah seperangkat asas, dan ia akan ada selamanya. Ia adalah gagasan tentang negara yang harus kita miliki dan kita perjuangkan. Dan Pancasila ini akan saya pertahankan dengan nyawa saya. Tidak peduli apakah ia akan dikebiri oleh angkatan bersenjata atau dimanipulasi oleh umat Islam, atau disalahgunakan keduanya” (hal. 43).

Sebagai seorang tokoh yang sangat menjunjung tinggi Pancasila dalam hal bernegara, maka sebagai efeknya Gus Dur menolak jika bangsa ini harus menjadi negara Islam. Bagi Gus Dur negara Pancasila adalah sebuah pilihan. Islam tidak bisa dibuat dasar dalam bernegara. Dalam bernegara, Islam tidak memiliki konsep bagaimana harus dibuat dan dipertahankan. Menurut Gus Dur konsep negara Islam itu tidak ditemukan dalam Al-Qur’an dan Islam. Jika ada yang mengatakan ada, itu tidak lebih dari hanya sekedar klaim (hal. 59).

Ada dua alasan yang dipakai Gus Dur dalam mempertanggung jawabkan pernyataanya di atas, yaitu alasan empirik (fakta) dan alasan teks. Alasan empiriknya seperti halnya bahwa Islam tidak mengenal pandangan yang tegas tentang pengertian kepemimpinan. Buktinya Abu Bakar dipilih oleh dewan elit saat itu yang berbaiat kepadanya; Umar dipilih dengan penunjukan oleh Abu Bakar sebelum yang digantikan wafat; Usman dipilih oleh dewan elit saat itu yang dewan ini ditunjuk oleh Umar; dan Ali juga dipilih oleh dewan elit muslim.

Sedangkan alasan soal teks terdapat banyak ayat (baca: teks) yang dikomentari Gus Dur, di antaranya, adigium penting yang sering digunakan argumentasi oleh mereka yang mendukung adanya negara Islam. Adigium itu adalah; la islama illa bil jama’ah, wala jama’ata illa bil imarah, wa la imarata illa bit-tha’ah.

Menurut Gus Dur, adigium ini memang menyatakan adanya sebuah sistem dalam bernegara, akan tetapi sistem itu tidaklah spesifik pada sistem islami. Dengan demikian, semua sistem itu diakui oleh adigium tersebut, asalkan sistem tersebut digunakan untuk memperjuangkan berlakunya ajaran Islam dalam sebuah masyarakat.

Akhir kata, buku ini selain mengupas pandangan Gus Dur tentang Pancasila dan pentingnya negara Pancasila bagi bangsa Indonesia, juga merupakan karya otoritatif yang mengupas prisma pemikiran Gus Dur tentang ideologi bangsa. Dengan kedalaman analisis dan data menempatkan buku ini sebagai buku yang patut menjadi bahan refleksi bagi kita semua yang dewasa ini masih ada kelompok-kelompok tertentu yang masih antipasti negara Pancasila.



*Alumnus pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Madura
Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Kajian Islam, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Minggu, 25 Februari 2018

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana?

Oleh Alif Bareizy 



Sepulang dari harlah GP Ansor di Kutai Timur, teman saya mengirim screen capture lewat WhatsApp. Jagat Twitter lagi ramai soal Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Trending topic urutan satu dan dua milik Banser. Tagarnya #BanserJagaNKRI dan #Banserbubarinpengajianlagi.

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kangen Banser yang Dulu, Banser yang Mana?

Nama Banser memang sedang terkerek dengan berbagai aksinya. Awal mulanya, dari catatan saya, ketika Banser membubarkan pengajian Khalid Basalamah di Sidoarjo. Diikuti dengan penghalauan acara-acara HTI di banyak kota.

Ketika saya masuk ke tempat ngopi favorit saya, tiba-tiba banyak orang di ruangan yang bilang, "Wah ini, mau bubarin Felix Siauw ya?" Saya cuma bisa nyengir. Tapi belakangan orang itu baru paham, lalu mafhum.

Apa yang dilakukan Banser hanyalah ungkapan spontan atas kegelisahan jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU). Misalnya tentang peristiwa di Sidoarjo waktu itu. Penyebabnya adalah serangan agresif Ustadz Khalid Basalamah terhadap amalan Nahdliyin lewat video di Youtube. Kalangan Nahdliyin resah.

Kejadian di Sidoarjo sebenarnya bukan penolakan pertama oleh kalangan Nahdliyin. Ketika HTI ingin merongrong Pancasila dengan agenda khilafah, tentu saja NU meradang. Sudah sejak zaman baheula, NU menyatakan Pancasila adalah final dan NKRI harga mati.

ArrahmahMedia.Com

Setelah beberapa kasus pembubaran, mulailah ada yang nyeletuk kangen Banser yang dulu. Lha, Banser yang dulu itu, yang mana? Dari dulu, Banser ya begini.

Cuma belakangan sudah tidak bisa diam lagi melihat kondisi sekarang. Mulai dari gereja dibom, anti-nasionalisme, sampai tidak mau menyalatkan jenazah karena beda pilihan politik. Mosok, orang waras harus diam terus?

ArrahmahMedia.Com

Yah, walaupun banyak celotehan miring yang dialamatkan ke Banser, terutama oleh akun-akun anonim di media sosial yang entah siapa itu enggak jelas rupanya. Tapi sebenarnya ya, yang kayak gitu sudah ada sedari tahun kapan, semenjak Banser menjaga gereja, melindungi orang-orang yang ingin khusyuk beribadah.

Banser tidak bisa membayangkan kawan-kawan agama lain beribadah di bawah ancaman teror. Mungkin serupa tapi tak sama dengan kegelisahan muslim Amerika pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.

Banser mengupayakan tegaknya kebebasan beribadah di bumi pertiwi, karena ingin menyontohkan Islam yang rahmatan lil alamin dengan perbuatan. Bukan cuma ngejeplak seenteng komentar nyinyir. Itu semua demi agama dan kemanusiaan.

Dari kegiatan menjaga gereja pun sudah jatuh korban dari kalangan Banser. Tapi, seperti kata Dian Sastro, jangan kasih kendor. Sahabat Riyanto yang gugur akibat bom di Gereja Eben Haezar pada tahun 2000 menjadi inspirasi. Komentar negatif menjadi pelecut sekaligus evaluasi – kalau memang patut dijadikan bahan renungan.

Lalu, apakah simpati internal NU berkurang pada Banser dengan sikapnya tersebut? Tidak juga, malah tambah sayang. Nyatanya, rekrutmen anggota Banser terakhir di Samarinda melampaui 150 orang. Perlu diketahui, Samarinda bukanlah kantong NU seperti di Jawa.

Kalaupun ada yang kurang sreg dengan sikap Banser, ya perlu tabayun soal ini. Kalau perlu disiapkan dalil naqli dan aqli-nya. Sulit memang, karena saya sendiri mengalami kesulitan menjelaskan hal ini ketika bapak kos komplain soal gawean Banser.

Memang benar, citra Banser bagi kalangan luar NU terkesan sangar. Tapi Banser punya sisi lain yang jarang diketahui oleh kalangan luar NU. Banyak cerita, beberapa di antaranya, amat berkesan. Meski diulang beberapa kali, tetap saja bikin terpingkal sekaligus terenyuh.

Saya mengenal Banser jauh sebelum menjadi fungsionaris Ansor, malah sejak SD. Sebagai Nahdliyin sejak masih dalam rahim, saya bertemu mereka mulai dari pengajian sampai walimah pernikahan. Tugasnya sebagai pengamanan VVIP hingga parkiran.

Meski tampak gagah, tak pernah merasa ada hawa mencekam dari Banser. Justru merasa diayomi, dilindungi. Paling mentok saya plekiken, karena tak tahan asap rokok mereka.

Banser itu tidak dibayar sepeser pun. Jadi kurang pas, kalau ada adegan di film Tanda Tanya besutan Hanung Bramantyo yang tayang beberapa tahun lalu, yang mendeskripsikan Banser sebagai pekerjaan. Jangankan dibayar, sepatu lars saja beli kadang mencicil. Baju lengkap Banser pun seringkali menunggu jatah.

Apakah kegiatan Banser, misalnya pengamanan dan pengawalan, dibayar? Kalaupun ada konsumsi, malah seringnya dapat paling akhir. Tamu didahulukan. Jika yang punya hajat orang berpunya, baru mereka dapat amplopan, tapi itu tak sering.

Bahkan ada cerita, anggota Banser membawa amplop sendiri supaya istrinya tenang, karena biar dianggap bawa uang setelah bertugas. Padahal sih, tidak. Mirip-mirip kisah khalifah Umar bin Khattab bertemu ibu yang memasak batu di air mendidih untuk mengelabui anaknya yang kelaparan.

Lalu, darimana Banser mendapatkan biaya untuk penghidupan sehari-hari? Ada yang tukang panggul, buruh tani, buruh pabrik, guru, ustadz madrasah diniyah, dan lain-lainnya. Tapi ada juga yang dosen, pedagang, bahkan doktor di kalangan Banser – biasanya golongan ini yang menjadi penyumbang rokok dan jajanan.

Bayangkan saja, siang bekerja mencari nafkah, lalu malam melakukan tugasnya sebagai Banser. Bahkan kadang harus izin meninggalkan pekerjaan untuk menghadiri acara di luar kota atau diklat berhari-hari. Mereka rela berpayah-payah, padahal bisa jadi di rumahnya hanya ada beberapa liter beras.

Sampai-sampai ada guyonan dari almaghfurlah KH Hasyim Muzadi bahwa anggota Banser hanya mampu membeli rokok eceran. "Gagah begitu, rokoknya eceran."

Banyak hal lain yang menjadikan NU begitu sayang kepada Banser. Hal-hal di atas sedikit dari bejibun cerita, tak akan cukup 1.000 kata untuk menceritakannya.

Maka, saya mengaminkan doa dari Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, "Semoga amalmu diterima Gusti Allah dan rezekimu lancar, sehingga dapat memondokkan atau menyekolahkan anakmu sampai jadi profesor. Dan, yang jelas semoga rokokmu tidak dibeli dengan harga eceran."  

Penulis adalah alumnus DTD I PC GP Ansor Samarinda. Jajaran Satkorwil Kalimantan Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com AlaSantri, Fragmen, Cerita ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 24 Februari 2018

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, ArrahmahMedia.Com



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

ArrahmahMedia.Com

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Quote ArrahmahMedia.Com

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan

Semarang, ArrahmahMedia.Com. Dalam sejarahnya, madzhab adalah solusi perpecahan yang terjadi pada umat Islam di masa lalu. Metode, cara atau manhaj dalam agama itu, muncul karena terjadi kekacauan dan instabilitas politik di masa perkembangan Islam.

”Dengan persyaratan ketat yang telah disepakati, jadilah sebuah pedoman yang disesuaikan dengan lingungan alam dan sosial tiap umat Islam. Itulah yang disebut madzhab. Ada Madzhab Maliki, Syafi’i, Hanafi dan Hambali.”

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Madzhab Adalah Solusi Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Madzhab Adalah Solusi Perpecahan

“Madzhab itu merupakan solusi. Dengan pedoman yang baku dalam beribadah dan bermualamah, umat Islam bisa melaksanakan agamanya secara damai dan nyaman. Tak lagi ada perang saudara karena klaim kebenaran sepihak.”

ArrahmahMedia.Com

Demikian disampaikan KH Muhammad Abbas dari Buntet Cirebon dalam Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Nahdlatul Ulama Ke-85 yang diadakan MWC NU Kecamatan Banyumanik di Masjid Mujahidin Srondol Wetan Banyumanik, Semarang, belum lama ini.

ArrahmahMedia.Com

”Pasca terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh kelompok sempalan yang mengkafirkannya, timbullah ontran-ontran. Silih berganti terjadi pemberontakan dan perang saudara. Muncul aliran-aliran dalam Islam. Ada golongan Mutazilah yang menafsirkan Al-Quran? secara mutlak dengan akal. Ada kelompok Khowarij yang berpaham fatalisme. Muncul pula golongan Qodariyah, lalu Syiah, dan seterusnya,” jelas putra dari almarhum KH Fuad Hasyim

”Aliran yang satu dengan yang lainnya suka saling mengkafirkan dan terus terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, pembunuhan, sampai pemberontakan. Politik jadi tak stabil. Para khalifah jadi sebatas sultan dan khilafah jadi semu,? karena tak ada persatuan dan mufakat dalam Islam,” lanjut Kang Babas, demikian KH Muhammad Abbas biasa disapa.

Acar diikuti seribuan umat Islam Banyumanik dan sekitarnya. Turut hadir Rais Syuriah PCNU Kota Semarang KH Ahmad Hadlor Ihsan dan Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom serta jajarannya, sejumlah kyai, serta aktivis organasasi underbow NU.?

Para ulama, kata Kang Babas, mencoba-coba memberi pedoman standar metode menafsirkan Al-Quran, hadits, fiqih, akhlak, dan lain-lain. ”Semuanya dimaksudkan agar tak ada lagi yang mudah mengklaim penafsirannya sendiri lalu menegasikan orang lain,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, hasil dari musyawarah ulama, disepakati perlunya ijma’ dan qiyas, agar suatu masalah bisa diberi solusi secara tepat. Lalu dilakukan pemerincian syariat agar mudah dipakai sebagai pedoman di semua wilayah Islam, yang saat itu membentang dari Eropa Barat hingga Asia Timur. (moi)Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tokoh, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

ArrahmahMedia.Com

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

ArrahmahMedia.Com

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba ArrahmahMedia.Com

Jumat, 23 Februari 2018

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap para pelajar, mahasiswa, dan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yaman agar mengikuti arahan Kedutaan Besar RI (KBRI) setempat dan Tim Evakuasi WNI untuk kembali ke Tanah Air.

"Berjihadlah di Tanah Air membangun peradaban, bukan di negeri orang dengan menumpahkan darah," serunya dalam siaran pers yang diterima ArrahmahMedia.Com, Ahad.

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Pulanglah WNI, Jangan Terlibat Perang di Negeri Orang

Menurut Lukman, situasi keamanan di Yaman kian tak menentu, bahkan makin mencemaskan akibat konflik bersenjata yang terus memanas. Pemerintah RI bertanggungjawab atas keselamatan jiwa setiap WNI. Kewajiban negara menyelamatkan jiwa warga negara. Karenanya, WNI yang ada di Yaman diminta lebih utamakan keselamatan diri.

ArrahmahMedia.Com

WNI, lanjut Menag, tidak perlu ikut-ikutan berperang dengan niat jihad membela salah satu kelompok yang bertikai. Peperangan itu lebih karena perkara politik berebut pengaruh dan kuasa. Masih banyak medan jihad di Tanah Air yang lebih substansial yang lebih dibutuhkan bagi kemaslahatan sesama.

ArrahmahMedia.Com

"Berjihad bukan di negeri orang, apalagi dengan cara kekerasan menumpahkan darah. Berjihadlah di Tanah Air dengan membangun peradaban demi wujudkan kesejahteraan bagi sesama," tuturnya lagi. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, AlaNu ArrahmahMedia.Com

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla hadir bersama di tengah kerumunan massa 2 Desember untuk melaksanakan shalat Jumat bersama di silang Monas, Jumat (2/12).

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Usai shalat Jumat, Jokowi memberikan orasinya kepada ratusan ribu massa aksi super damai 2 Desember. Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan apresiasinya atas aksi yang telah berjalan dengan tertib dan damai.

“Terima kasih telah melaksanakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa,” ujar Jokowi disambut teriakan takbir oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Dalam menyampaikan orasi singkat tersebut, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, dan sejumlah tokoh lain.

Sebelumnya, Jokowi dan JK berjalan dari Istana Negara menuju Monas dengan menenteng payung sendiri di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Dia sampai di tengah kerumunan massa tepat ketika kumandang adzan dilantunkan. Massa seketika itu langsung berdiri. Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat. Bahkan ketika dilakukan doa qunut, tak sedikit dari mereka yang terlihat menangis tersedu-sedu.

Lapangan Monas putih dipenuhi para peserta aksi. Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Monas juga menggelar sajadah hingga Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, Bundaran Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. (Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 22 Februari 2018

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Kabar kiai NU diperiksa Bareskrim Polri hingga terancam bui membuat sejumlah pihak tergerak memberikan dukungan. Apalagi itu melibatkan Ketua PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar dan KH Irfan Soleh, salah satu pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.



Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan di Penjara

“Kita sepenuhnya siap membela para kiai NU. Jika sampai ada kiai dipenjara karena dakwahnya, para pendekar Pagar Nusa siap menggantikannya dipenjara agar para kiai itu bisa tetap bebas dan meneruskan dakwahnya,” kata KH Ali Maksum (Gus Ali) ketua Ikatan Pencak Silat NU (IPSNU) Pagar Nusa Jombang, di Denanyar, Sabtu (25/5) kemarin.

Lebih dari itu pun pihaknya mengaku siap. “Kalau memang genderang perang yang ditabuh, kita tak akan pernah mundur,” tandasnya. Menurutnya, tidak sekali dua kali para pendekar Pagar Nusa bertaruh nyawa demi membela perjuangan kiai NU. “Tidak usah banyak kata, asal kiai yang memerintah, kita pasti berangkat,” tegasnya.

ArrahmahMedia.Com

Meski demikian, pihaknya meminta agar semua elemen NU tidak terrpovokasi. “MTA itu kecil, jangan sampai kita terprovokasi hingga justru melakukan tindakan yang menodai kebesaran dan keharuman nama NU. Tapi kita tetap tak boleh diam saja,” tandasnya.

Segala kemungkinan, menurutnya harus tetap diantisipasi. “Kita tingkatkan kewaspadaan dan persiapan. Tapi jangan sampai terprovokasi,” ucapnya.

ArrahmahMedia.Com

Karena proses hukum masih berjalan, ia berharap semua elemen NU ikut memantau proses tersebut. “NU juga harus memberikan pendampingan secara hukum kepada para kiai itu. Proses hukum harus dilawan dengan hukum pula. Yang lain-lain itu urusan belakangan, tidak usah khawatir,” paparnya.

Dia menegaskan, dari dulu sikap NU tidak pernah agresif. “Kasarannya kita ini tidak mencari musuh, tapi musuh datang kita hadapi. Ceramah Kiai Marzuki itu dalam rangka membentengi umat karena dalam setiap ceramahnya MTA selalu mengharam-haramkan perilaku keagamaan warga NU. Kalau itu dilaporkan polisi, semua warga NU bisa balik melaporkan MTA ke polisi,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga ArrahmahMedia.Com

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi

Jombang,ArrahmahMedia.Com. Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang kembali akan menggelar acara Haul KH Bisri Syansuri yang ke-33 pada Senin malam, 21 Mei 2012 bertempat di kompleks halaman pesantren tersebut.

Puncak acara Haul diagendakan akan dihadiri Ketua Umum PBNU, Dr. KH. Said Aqil Siradj, beberapa penceramah dan wakil Gubernur Jawa Timur, H. Syaifullah Yusuf. 

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Idealisme dan Disiplin Organisasi

Beberapa rangkaian acara haul tahun ini antara lain lomba menghafal nadzam Imrithy, Alfiyah, dan Jauharul Maknun dan juga halaqah pemberdayaan ekonomi pada Kamis (17/05) yang akan mengundang dua menteri, Muhaimin Iskandar dan Helmy Faisal.

ArrahmahMedia.Com

Ditemui ArrahmahMedia.Com pada Ahad (13/05) setelah menerima rombongan panitia olimpiade Aswaja se-Jawa Timur, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif K.H. Abdussalam Shohib menyatakan bahwa memperingati haul Mbah Bisri bermaksud mengenang kembali manaqib (kisah perjuangan kebaikan) nya sebagai tokoh yang dikenal memegang teguh idealisme namun moderat.

ArrahmahMedia.Com

"Mbah Bisri dikenal sebagai tokoh yang memiliki idealisme dalam memegang teguh prinsip politik dan hukum Islam, namun juga moderat," ujar Kiai yang dikenal sebagai aktivis Bahtsul Masail ini.

"Sikap moderat mbah Bisri ditunjukkan antara lain jika ada masyarakat yang menanyakan masalah hukum kepada beliau dan beliau memutuskan hukumnya, sebagai perbandingan beliau juga mempersilahkan masyarakat sowan ke Mbah Wahab untuk mendapatkan hukum alternatif yang dirasa luas."

Ditambahkan cucu pendiri NU ini, bahwa Nahdlatul Ulama hendaknya meneladani pula disiplin organisasi yang kerap dicontohkan Mbah Bisri.

"Beliau ini biasa berbeda pendapat dengan Rais Amm PBNU, KH. Wahab Hasbullah, tapi ketika telah menjadi keputusan organisasi maka beliau taat pada keputusan organisasi itu," ujarnya sembari mecontohkan perbedaan sikap antara Mbah Bisri dan Mbah Wahab dalam masalah DPR Gotong Royong pada 1960 pada zaman Soekarno.

"Disiplin organisasi ini yang semestinya dicontoh para aktivis NU," pungkasnya.

Redaktur     : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Yusuf Muhammad

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com IMNU ArrahmahMedia.Com

Rabu, 21 Februari 2018

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

Bondowoso, ArrahmahMedia.Com. Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Moch. Eksan menegaskan pentingnya pengelola negara mengamalkan Pancasila secara konsekuen. Sebab, tanpa penguatan Pancasila, proses pembangunan negara ini tidak akan berhasil maksimal. 

"Kalau membangun negara, jangan lupa membangun kesadaran masyarakat tentang Pancasila sebagai sumber nilai dalam berbangsa. Jika tidak, maka cita-cita reformasi hanya menjadi mimpi," ujarnya saat  menjadi narasumber dalam Latihan Kader HMI II Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo, di aula Kodim Bondowoso, Jumat (1/12).

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

Menurutnya, era reformasi yang pernah dielu-elukan  sebagai era kebangkitan bangsa menuju Indonesia modern, berkemajuan dengan kesejahteraan yang berkeadilan, ternyata masih jauh panggang dari api. 

Memang, katanya, empat kali Pemilu pasca reformasi dan pemilihan langsung presiden dan kepala daerah, telah membentuk postur kebijakan publik dan alokasi anggaran yang semakin pro-rakyat dan mengarah pada perwujudan  kesejahteraan yang seutuhnya. “Namun sayangnya, hal tersebut  belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang maksimal,” lanjut Eksan.

ArrahmahMedia.Com

Ironi Negara Besar

Ketidakberhasilan tersebut ditandai dengan tetap bercokolnya  IPM (Indeks Pembangunan Manusia), daya saing, dan indeks kesejahteraan rakyat Indonesia di bawah tiga negara lain di kawasan ASEAN. Indonesia “istiqamah” berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Padahal, katanya, dalam segala hal, potensi Indonesia lebih besar dari tiga negara tersebut. Terutama dari segi geografis dan demografis, luas wilayah Indonesia 53 persen dari luas wilayah ASEAN dan penduduk Indonesia 43 persen dari jumlah penduduk di kawasan ASEAN ini.

ArrahmahMedia.Com

“Potensi begitu besar ini, belum dapat mendongkrak posisi Indonesia dalam konstelasi global sebagai negara besar yang diharapkan menjadi macan ASEAN,” jelasnya.

Persoalannya,  sejak 1998 sampai sekarang, proses pembangunan nasional dilakukan tanpa disertai pembangunan ideologi negara. Alih-alih dibangun, menurut Eksan, Pancasila malah diserang habis-habisan oleh ideologi kanan maupun ideologi kiri. Pemerintah dan rakyat seolah membiarkan proses "mutilasi ideologis" terhadap Pancasila tanpa pembelaan sedikit pun. Ini terjadi lantaran takut dicap tidak reformis dan antek Orde Baru yang menggunakan Pancasila sebagai alat hegemoni kekuasaan.

Kegagalan Orde Baru dalam menghadirkan kondisi politik yang demokratis, serta kondisi ekonomi yang berkeadilan, bukanlah salah Pancasila. Namun  kesalahan rezim dalam menerapkan Pancasila secara murni dan konsekuen. "Pendek kata, kalau mau merawat Indonesia, maka wajib merawat Pancasila," ujar  mantan Dosen STAIN Jember itu. (Aryudi A Razaq/Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com PonPes ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock