Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta agar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyiapkan kader untuk menduduki posisi sebagai ketua umum periode 2016-2021 dalam kongres yang akan berlangsung pada akhir November ini.

“Seharusnya Ibu Khofifah sendiri yang tidak mau dicalonkan lagi. Silahkan disiapkan kadernya, siapa yang kira-kira layak untuk melanjutkan kepemimpinan di Muslimat NU,” kata Kiai Said.?

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Berdasarkan AD/ART NU, ada batasan masa jabatan yang sudah diatur agar proses kaderisasi berjalan dengan baik. Berikut bunyi Anggaran Dasar NU hasil muktamar ke-33 tahun 2015 pasal 16 ayat 3 yang mengatus soal pembatasan masa jabatan. “Masa Khidmat Ketua Umum Pengurus Badan Otonom adalah 2 (dua) periode, kecuali Ketua Umum Pengurus Badan Otonom yang berbasis usia adalah 1 (satu) periode”.

“Bu Khofifah tokoh Muslimat, tokoh NU, perempuan pinter, cerdas, enerjik, kita akui. Hanya sebagai ketua Muslimat, tolong AD/ART diperhatikan,” jelasnya.?

Ia menagaskan, Khofifah, sekalipun nantinya tidak menjabat sebagai ketua umum Muslimat lagi, akan tetapi menjadi idola bagi kalangan Muslimat NU mengingat kontribusinya yang sangat besar pada masa kepemimpinannya selama tiga periode atau 15 tahun. (Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Kyai, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Jumat, 02 Februari 2018

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Bandung, ArrahmahMedia.Com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat berharap pemerintah mengambil langkah pencegahan melalui kurikulum berkaitan dengan propaganda Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya pendidikan cukup efektif dalam menangkal fenomena LGBT ini baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat secara luas.

Demikian disampaikan Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung Nomor 09 Bandung, Kamis (25/02).

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Lebih lanjut H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunuu Jawa Barat berharap pemerintah memasukkan masalah serius ini ke dalam kurikulum nasional untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBT kepada siswa.

“Dengan demikian diharapkan pelajar dan mahasiswa bisa memahami dengan betul bahwa LGBT bukan merupakan perilaku yang normal melainkan perilaku yang menyimpang bahkan bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia,” tutur H Saepuloh

ArrahmahMedia.Com

Ia mengimbau guru-guru yang tergabung dalam Pergunu untuk terlibat aktif mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran.

ArrahmahMedia.Com

Jika ada indikasi penyimpangan terutama ke arah LGBT, peserta didik ini harus segera didampingi dengan memberikan layanan konseling yang berkesinambungan. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Fragmen, AlaNu, Tegal ArrahmahMedia.Com

Selasa, 30 Januari 2018

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Shalat dhuha termasuk salah satu dari shalat sunah yang dianjurkan. Terdapat banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits yang menegaskan keutamaan shalat dhuha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut.

? ? ? ? "? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?..

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Keutamaan dan Hikmah Shalat Dhuha

Artinya, “Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT, ‘Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.’ Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ‘Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.’”

ArrahmahMedia.Com

Wasiat Nabi tersebut tidak hanya khusus bagi Abu Hurairah, tetapi berlaku untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW karena di dalam hadits lain disebutkan shalat dhuha memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Di antara hikmah shalat dhuha ialah sebagai berikut.

Ampunan Dosa

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa orang yang membiasakan shalat dhuha dosanya akan diampuni oleh Allah SWT, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Tidak Dianggap Orang Lalai

Setiap orang tentu tidak ingin dianggap sebagai orang lengah ataupun lalai dalam hal mencari rahmat Tuhan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat lalai adalah mengerjakan shalat dhuha. Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai,” (HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i).

Dhuha sebagai Sedekah

Rasulullah bersabda sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua raka’at,” (HR Muslim).

Selain tiga hikmah di atas, masih banyak hikmah shalat dhuha yang disebutkan dalam hadits Nabi. Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah mulai naik seukuran tombak, atau kisaran jam 7 pagi, sampai tergelincirnya matahari. Minimal raka’at shalat dhuha adalah dua raka’at dan lebih utama dikerjakan sebanyak delapan raka’at. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Tegal, Anti Hoax ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia

Ini catatan perjalanan Ustadz Fauzi Palestin yang beberapa hari lalu melakukan perjalanan ke Malaysia. Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini diundang komunitas masyarakat Indonesia yang berada di negeri Jiran tersebut. Bagaimana seru dan kekhasan yang dirasakan selama kegiatan maulid? Berikut uraiannya.

Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa bulan Rabiul awal merupakan bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Mayoritas umat Islam merayakannya sebagai ekspresi bahagia dan syukur yang tak terhingga atas lahirnya Nabi yang mulia, tak terkecuali penduduk Indonesia yang berada di Malaysia bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi warga Negara Malaysia.

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Maulid Orang Indonesia di Malaysia

Berdasarkan safari dakwah yang saya lakukan di beberapa tempat, seperti di kota Kemuning, Damansara, Sungai Buloh dan sebagainya, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya:

Pertama, saya melihat warga Indonesia di negeri Jiran ini dalam merayakan maulid Nabi sangat antusias bahkan bisa dikatakan sebagai pelopor dzikra maulidir rasul. Hal ini bisa dilihat dari kekompakan dalam pelaksanaan maulid. Kalau di daerah perkotaan sebagian besar penyelenggaranya adalah orang Bawean Gresik yang sudah menjadi warga di sana.

Adapun di daerah perumahan yang masih dalam proses pembangunan, banyak digagas orang Madura. Dalam sebulan, orang Madura bisa menyelenggarakan dua bahkan tiga kali acara pengajian dalam rangka maulidir rasul.

ArrahmahMedia.Com

Kedua, orang Indonesia di Malaysia tidak sekedar menyelenggarakan seremonial yang hanya diikuti mereka yang berasal dari Indonesia, tapi juga ikut bergabung orang Melayu selaku penduduk asli. Mereka seakan dipersatukan, dan terlibat aktif dalam menyukseskan acara dan tentu saja bergabung dalam satu majlis.

Kala itu saya menceritakan betapa dahsyat ulama Indonesia hingga reputasinya yang mendunia. Ada  Syaikh Ihsan Jampes yang menyarahi kitab Minhajul Abidin menjadi Sirajut Thalibin, demikian pula Imam An-Nawawi al-Banteni yang juga mengarang kitab Al-Arbain Nawawi. Kala itu saya tidak lupa mengenalkan kewalian Syaichona Cholil Bangkalan yang dikenal umat Islam di Nusantara bahkan dunia.

Saat di Kota Damansara selepas pengajian, ternyata ada orang Melayu berkeinginan menguliahkan putranya yang sekarang sedang menghafal al-Quran di Indonesia. Yang bersangkutan sempat mencatat nomor hape saya.

Ketiga, teknis pelaksanaan maulid, demikian pula budaya yang digunakan layaknya di Indonesia, Sebagaimana di tanah air, dalam peringatan maulidir rasul yang dibaca adalah qasidah maulid al-Barzanji yang dikarang Sayyid Jakfar bin Abdul Karim. 

ArrahmahMedia.Com

Bahkan shalawat khas Indonesia seperti pembacaan Shalawat Badar karya Kiai Ali Mansur juga dikumandangkan. Dan lagu yang digunakan pun sesuai pola khas di Tanah Air yang disertai musik tradisional compang, yakni sejenis marawis.

Keempat, tidak kalah menarik pula, model berkat atau makanan untuk dibawa pulang yang mereka buat sangat unik dan bervariasi. Kalau orang Madura menggunakan buah sebagai menu pokoknya, mayoritas warga Bawean memanfaatkan aneka ragam jajan dan minuman, bahkan di dalamnya disertakan sarung, sajadah, termasuk sabun mandi. 

Menurut informasi yang saya dapat, untuk membuat satu buah berkat saja dibutuhkan biaya 500 ringgit. Dan waktu yang dibutuhkan untuk membungkus menjadi layak diberikan sampai seminggu lamanya. Itu dilakukan agar berkat terlihat menarik dan menyenangkan para tamu undangan.

Karena didesain sedemikian rupa dan ukurannya lumayan besar, untuk membawa berkat ke rumah harus memakai mobil khusus, termasuk petugas sampai dua hingga tiga orang. Berkat itupun diberikan kepada setiap undangan.

Walau berkat bukan menjadi tujuan, besarnya ukuran menjadi bukti rasa cinta mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, saat diberikan kesempatan memberikan mauidhah, saya katakana bahwa bila dikalkulasi, dana yang dikeluarkan untuk maulid tidaklah melebihi dari biaya para pecandu rokok dalam setahun. Dan para undanganpun yakni jamaah yang hadir tertawa renyah.

Kelima, khusus di Kota Kemuning Taman Wijaya, yang membuat maulid terasa berbeda adalah karena kekompakan anak muda. Saat ceramah, mereka berada di shaf paling depan. Tak hanya itu, secara khusus juga membuat berkat jumbo dengan varian isi yang sangat beragam.

Ketika saya bertanya kepada salah seorang pemuda terkait iuran yang dibutuhkan untuk membuat berkat jumbo tersebut, ternyata masing-masing dikenakan biaya 10 ringgit.

Melihat kekompakan anak-anak muda ini, saya mengurai kisah seorang pemuda di zaman Harun Al-Rasyid yang mendapatkan kenikmatan di alam kubur karena memuluskan bulan Rabiul Awal. Cerita tersebut sebagaimana ditulis Sayyid Satha dalam kitab Ianatul Thalibin.

Segala kisah ini menjadi catatan penting bahwa tradisi Indonesia bisa menjadi kegiatan keagamaan yang membahana di Malaysia. Semoga mereka tidak lupa akan tanah leluhur, terlebih dalam upaya menjaga hubungan antara kedua negara. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Sholawat, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Kamis, 11 Januari 2018

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Lombok Barat ArrahmahMedia.Com. Intruktur Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor turun daerah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpinan pusat. Seperti halnya dilakukan oleh 5 (lima) orang instruktur di daerah NTB dalam rangka mengisi PKD PC GP Ansor Lombok Utara dan PKL Ansor NTB di tempat sama, yaitu pesantren Nurul Yaqin Kec. Pemenang Lombok Utara.

"Kami instruktur nasional berlima turun ke daerah-daerah termasuk ke NTB saat ini," kata M. Luthfi Thomafi ketua Divisi keagamaan PP Ansor Pusat kepada ArrahmahMedia.Com Jumat malam (21/05) di pesantren Darul Quran. 

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Instruktur Nasional Ansor Turun ke NTB

Masih kata Gus Lutfi sapaan akrabnya, Ansor sebagai organisasi kader maka yang perlu dilakukan dan ditingkatkan ialah kaderisasi di semua tingkatan.

"PKD dan PKL adalah merupakan kegiatan Ansor secara nasional karena itu Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Wilayah wajib menyelenggarakan kegiatan tersebut," terangnya.

ArrahmahMedia.Com

"Kalau itu tidak dilakukan maka setatusnya (SK) bisa dicabut oleh Pimpinan Pusat," ancamnya.

ArrahmahMedia.Com

Menurut Gus Lutfi, setidaknya 3 (tiga) tujuan dalam kaderisasi ini pertama, meneguhkan komitmen dalam menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah ala NU. Kedua, meneguhkan komimen kepada NKRI, dan ketiga, menguatkan kaderisasi.

Hadir instruktur Nasional di Antarnya M. Luthfi Thomafi, Faesal Attamimi, M. Aziz Hakim, M. Hakam Aqso, Rahmat Hidayat Pulungan, dan Rizqon Syah. (hadi/mukafi niam)   

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kiai, Sejarah, Tegal ArrahmahMedia.Com

Minggu, 31 Desember 2017

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyatakan, peringatan haul ulama memiliki makna penting. Bukan hanya sekadar bertujuan mendoakan, melainkan mampu menjadi mauidhah atau nasehat bagi umat Islam.

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Peringatan Haul Mauidhah bagi Umat

KH Sya’roni menyampaiakan hal itu pada tahlil dalam rangka peringatan haul ke 56 KHR Asnawi di Komplek Makam Menara Kudus, Jumat sore (25/4).

Diterangkan, Nabi Muhammad mengkategorikan mauidhah dua macam, yakni mauidhah annatiq (yang bisa berbicara) seperi Al-Qur’an dan mauidhah ashshomid (diam ) melalui? kematian sebagaimana halnya acara 7 hari, 40, 100, 1000 hari hingga haul wafatnya seseorang.

ArrahmahMedia.Com

“Jadi kita acara haul ini penting sekali sebagai peringatan untuk kita semua. Bahkan, bila ada umat Islam yang sudah tidak mempan diberi nasehat melalui Al Qur’an dan kematian, maka sudah tidak ada cara lain untuk dinasihati lagi,” tandasnya.

Peringatan haul, terang KH Sya’roni, adalah mempunyai tujuan mendoakan almarhum dan memperingati haul terhadap orang alim akan memberi kemanfaatan dan keberkahan bagi umat Islam yang memperingatinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kita berziarah ke makam Mbah Asnawi ini, jangan hanya sekadar mendoaakan saja. Kita harus? niat menharap keberkahan dari Allah dengan harapan diberi kemudahan rizki, umur panjang, bisa syukur nikmat Allah dan mati husnul khotimah ”katanya

Ulama kharismatik ini menuturkan KHR Asnawi merupakan sosok pendiri NU yang lengkap kealimannya dan mapan dalam perjuangannya. Semasa hayatnya, KHR Asnawi mengajarkan ilmu kepada santrinya? yang sebagian besar kiai-kiai besar Kudus seperti KH Arwani Amin.

“Mbah Asnawi juga meninggalkan shodaqoh jariyah berupa Madrasah Qudsiyyah dan pesantren Raudhotuth Thalibin. Karena sosok lengkap beliau ini ibaratnya seperti Kiai Raden Mas Ngabehi,” tandas Mbah Sya’roni mengenangnya.

Peringatan haul ke 56 KHR Asnawi ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Diawali acara tahtimul Qur’an di pondok dan makam KHR Asnawi, kemudian dilanjutkan tahlil yang Jumat kemarin dihadiri ratusan santri dan kiai.

Diantara kiai tersebut? adalah Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi, KH Aniq Muhammadun (Pati), Wakil Rois PCNU KH Ahmadi Abdul Fatah, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani, KH Noor Halim Ma’ruf, KH Sanusi Yasin dan KH Mujib Sholeh.

Usai tahlil bersama di komplek Makam KHR Asnawi itu, peringatan haul dilanjutkan dengan pengajian umum bersama KH Abdul Qoyyum Mansur (Lasem) dan Habib Umar Muthohar (Semarang). Pengajian dihadiri ribuan masyarakat yang memenuhi halaman pondok pesantren Raudhotuth Thalibin Bendan Kudus. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Kediri, ArrahmahMedia.Com. Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Kediri, dipenuhi politisi dan kental nuasa politik. Dari para tokoh yang hadir, khususnya PKB benar-benar turun gunung. Mulai dari Ketua Umum DPP PKB hingga ranting tumplek-blek. 

Acara yang berlangsung kemarin pagi (8/1) di Masjid An-Nur Pare Kediri misalanya, selain Muhaimin, ikut juga Sekejennya, Imam Nahrowi, Imam Anshori juga tampak duduk di panggung kehormatan. 

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan PCNU Kediri Dipenuhi Politisi

Bersama Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Suriyah PBNU KH Khafabih Mahrus Ali, H Syaifulloh Yusuf(Gus Ipul), Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alalloh, Ketua DPW PKB Jatim, H Halim Iskandar dan lainnya.

ArrahmahMedia.Com

Semua tokoh  yang hadir turut memberikan sambutan, termasuk Muhaminin. Ia menyampaikan proses politik terkait dengan Pilgub Jatim. Menurutnya, saat ini sedang digodok dua tokoh Jatim yang akan maju sebagai Bacagub Jatim, yakni Gus Ipul dan Hj Khofifah. 

ArrahmahMedia.Com

“Kemarin pertemuan sudah kita lakukan. Dan dimediatori oleh Ketua PBNU," ungkap Muhaimin saat memberi sambutan pada acara itu.

Ketika itu, lanjut Muhaimin, belum ada keputusan final komposisi cagub dan wacabub, masih sebatas silaturrahim. “Pertemuan belum sampai pada final penempatan komposisi. Namun, masih  sebatas silaturahim," katanya. 

“Baru minggu depan pertemuan mungkin sudah mengarah ke komposisi. Teknisnya mungkin keduanya akan saya sediakan kamar. Kemudian ada rembukan. Kalau tidak clear biar keduanya sut saja. Siapa yang menang dan yang kalah biar legawa. Sehingga komposisi bisa ditentukan," tambahnya.

Sementara itu, Kiai Said Aqil pada kesempatan itu banyak mengupas makna jihad sesuai ajaran Ahlussunah wal Jamaah, serta amaliyah NU yang harus dilakukan oleh warga NU. Dan tentu saja, ia juga menyinggung soal suksesi kepemimpinan di Jawa Timur, dengan kelakar khas seorang mubalig. 

“Yang kami hormati Bapak Gubernur Jawa Timur Tahun 2013-2018, yakni Gus Ipul," ujar Kang Said itu disambut ger oleh ribuan warga NU yang hadir pada kesempatan itu. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah ArrahmahMedia.Com

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Seluruh lembaga pendidikan tingkat dasar, menengah pertama, dan menengah atas milik Nahdlatul Ulama di Kudus, Jawa Tengah, secara serentak memperingati hari lahir (harlah) ke-85 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU di masing-masing sekolah atau madrasah setempat, Sabtu (20/9).

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Se-Kudus Serentak Peringati Harlah Ke-85 LP Maarif

Menurut Wakil Sekretari LP Maarif NU Kudus Chudlori, harlah LP Maarif? yang jatuh pada 19 September selalu diperingati setiap tahun dengan ragam kegiatan. Namun, tahun ini, kegiatan yang diikuti seluruh dewan guru dan pelajar tingkat MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA NU ini dilaksanakan secara sederhana dengan upacara bendera dan tahlil bersama.

"Biasanya peringatan harlah dilaksanakan tepat hari dan tanggal kelahirannya, namun karena 19 September hari Jumat yang semua madrasah libur sehingga pelaksanaannya diajukan hari Sabtu," terangnya pada ArrahmahMedia.Com, Sabtu (20/9).

ArrahmahMedia.Com

Ia mengatakan peringatan harlah ini bertujuan untuk mengingat sejarah kelahiran Maarif yang menjadi pilar perjuangan NU di bidang pendidikan dan mengenang sekaligus mendoakan para pejuang pendidikan NU dalam mencerdaskan generasi bangsa.

"Makanya, usai upacara bendera diintruksikan melakukan acara tahlil bersama yang diikuti semua siswa dan guru untuk arwah para pejuang Nahdlatul Ulama yang telah mendahului kita," ujar Chudlori.

ArrahmahMedia.Com

Dari pantauan ArrahmahMedia.Com, upacara harlah yang bertema memperkuat ukhuwah pelajar yang berkarakter Ahlussunah wal Jamaah ini berlangsung penuh keserasian nan khidmat. Seperti halnya upacara biasa, rangkaian acaranya berisi pengibaran bendera merah putih, dan Maarif, pembacaan Pancasila dan amanat pembina upacara yang diisi pembacaan sambutan tertulis dari ketua LP Maarif NU Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Bahtsul Masail, Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Rabu, 27 Desember 2017

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’

Pohuwato, ArrahmahMedia.Com. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani menjelaskan, siapapun yang memakmurkan masjid maka Allah akan memakmurkannya. Sesuai dengan keterangan yang ada di dalam Al-Qu’ran, masjid adalah rumah Allah di bumi ini. Sehingga mereka yang memuliakan masjid maka akan dimuliakan Allah. 

“Orang yang memakmurkan masjid akan dimakmurkan Allah,” kata Kiai Manan di acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Pohuwato Provinsi Gorontalo, Rabu (6/12).

Kiai Manan menerangkan, untuk memakmurkan masjid maka harus disusun program-programnya. Baginya, masjid tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga harus difungsikan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat seperti syiar agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya.

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’ (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’ (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Siapa Memakmurkan Masjid, Maka Allah Akan Memakmurkannya’

“Harus diprogramkan agar masjid menjadi pusat peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menghimbau Nahdliyin untuk menjaga masjid mereka agar tidak diambil alih oleh kelompok-kelompok yang mengafirkan dan membid’ahkan mereka yang tidak sepaham dengannya. 

“Maka dari itu, labelisasi masjid itu penting,” cetusnya.

ArrahmahMedia.Com

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Santri, Syariah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Selasa, 26 Desember 2017

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Temanggung, ArrahmahMedia.Com. Madrasah Tsnawiyah Al-Hidayah Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal-Jama’ah kepada peserta didiknya. Hal itu dibuktikan dengan tetap mempertahankan mata pelajaran ke-NU-an dan kerifaiyahan.

Rifaiyah adalah nama organisasi keagamaan di beberapa wilayah Jawa Tengah yang terbentuknya dilatarbelakangi solidaritas keislaman dari santri-santri KH Ahmad Rifai, salah seorang ulama pengarang puluhan kitab berbahasa Jawa tulisan pegon. Ia pahlawan nasional kelahiran Kaliwungu, Kendal yang wafat di Ambon, Maluku zaman penjajahan Belanda.

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Secara akidah, jam’iyah Rifaiyah bepaham Aswaja, syariahnya juga menganut salah satu madzhab empat.

ArrahmahMedia.Com

"Baik mapel ke-NU-an maupun ke-Rifaiyahan dalam KBM-nya yang ditekankan memang sebatas sisi historis atau aspek kesejarahannya. Hal itu lantaran materi syariah dan akidah baik dari NU maupun Rifaiyah kebanyakan sudah diajarkan di madrasah diniyah tiap-tiap desa di mana murid berasal," kata Kepala MTs Al-Hidayah Wonoboyo Supriyanto kepada NU online Selasa (26/1).

Supriyanto menambahkan, walaupun? MTS Al-Hidayah Wonoboyo Temanggung secara institusi atau yayasan tidak lagi bernaung di bawah LP Maarif NU, tetapi kegiatan belajar mengajar serta penyelenggaraan pendidikannya masih terus menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif Temanggung, di antaranya soal-soal untuk mid semester dan semester. "Hanya saja seperti SK guru dan karyawan sudah mandiri, tidak lagi terikat dengan LP Ma’arif," imbuh Supriyanto.

ArrahmahMedia.Com

Banyak program kegiatan telah dibuka untuk menjaga dinamisasi dan relevansi pembelajaran di MTs al-Hidayah untuk tetap menarik minat para siswa. Untuk itu, kata Supriyanto, kegitan kepramukaan selalu diintensifkan. Juga ekstrakulikuler seperti drum band, pembelajaran seni baca Al-Quran, dan pelatihan komputer.

Madrasah tingkat menengah pertama yang berdiri sejak 1983 ini terletak di jalan Candiroro-Wonoboyo dan merupakan satu-satunya MTs yang berada di kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung. Sejak 2013 MTs ini sudan berakreditasi B. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, IMNU, Hadits ArrahmahMedia.Com

Senin, 25 Desember 2017

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Maroko, ArrahmahMedia.Com. Masuknya libur musim semi, PCINU Maroko mengadakan silaturahmi nahdliyin dan orientasi warga baru sekaligus wisata alam di Taman Sidi Bouknadel, Rabat, Sabtu (12/4). Mereka mengisi liburan musim semi itu dengan membahas sejarah PCINU Maroko, pengenalan struktur NU Maroko, dan pembekalan keorganisasian.

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Gelar Kongko Nahdliyin dan Orientasi Warga Baru

Kegiatan yang dimotori Lakpesdam NU Maroko ini bertujuan memperkuat barisan warga NU yang tersebar di beberapa kota di ? Maroko. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kaderisasi warga NU di Maroko.

Mustasyar PCINU Maroko Shofin dalam sambutannya menekankan sepak terjang PCINU memiliki perjuangan yang tidak mudah sejak berdirinya.

ArrahmahMedia.Com

“Kader-kader NU di Maroko perlu selalu merapatkan barisan, bersama-sama membumikan amaliah nahdliyah di negeri seribu benteng, dan mengembangkan pemikiran intelektualitas yang moderat serta berakhlakul karimah,” harap Shofin yang baru saja meraih gelar doktor di Maroko.

ArrahmahMedia.Com

Di sela pemaparan tentang NU Maroko, Ketua PCINU Maroko Ali Syahbana menyatakan apresiasinya atas semangat kebersamaan warga NU di Maroko. Ia meminta warga baru agar turut berperan aktif mengembangkan organisasi serta siap meneruskan perjuangan generasi pendahulu.

Dalam acara kongko warga NU Maroko itu, hadirin menetapkan saudara Fairus Ainun Naim sebagai Ketua Panitia Konfercab ke-2 PCINU Maroko pada 28 Mei mendatang. ? (Kusnadi El Ghewza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Daerah, Habib ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com

Karena terngiang akan cita-citanya menjadi penerbang atau pilot, Siswa MAN 1 Kota Bekasi Ghozy El Fatih (17) mencari informasi apapun tentang pilot. Setelah berselancar kian kemari di dunia maya, Fatih akhirnya menemukan info tentang olimpiade sains penerbangan.

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tertarik Jadi Pilot Antarkan Siswa Madrasah Ini Ikuti Olimpiade Sains Penerbangan

Atas restu Tati Kurniati, sang ibu, anaknya yang kini duduk di kelas XI Jurusan IPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bekasi ini pun langsung mendaftar. “Anak saya cita-citanya jadi pilot. Ikut lomba ini pun dia cari info sendiri di internet, bukan surat resmi ke MAN 1. Mohon doanya semoga berhasil,” ujar Tati kepada ArrahmahMedia.Com.

Tentang cita-cita Fatih menjadi penerbang saat masih balita, lanjut dia, sebenarnya sempat batal lantaran lajang kelahiran Bekasi, 12 Mei 1999 ini takut ketinggian. “Tapi, tahun lalu kok mulai teringat lagi cita-citanya,” ungkap Tati.

Ditanya siapa yang mengenalkan tentang pilot, dengan berkelakar Tati mengatakan, “Ibunya lah.” Adapun ia dan suami, Ahmad Yusuf, sengaja menyekolahkan Fatih di MAN agar memahami ilmu agama.

Olimpiade Sains Penerbangan akan digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDM Hubud) Komplek Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Selasa, 19 April 2016 lusa.

ArrahmahMedia.Com

Sebagaimana dirilis dalam portal PPSDM Hubud, Olimpiade Sains Penerbangan tingkat nasional tahun 2016 ini diselenggarakan PPSDM Hubud Kementerian Perhubungan dalam rangka meningkatkan kecintaan pada budaya iptek bidang penerbangan di lingkungan generasi muda, khususnya siswa SMA/MA/SMK dan sederajat.

ArrahmahMedia.Com

Hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (15/4) petang, terdapat 236 siswa dari berbagai kota di Jawa dan Sumatera terdaftar sebagai peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 13 anak dari madrasah. Selain Fatih (MAN 1 Bekasi), ada enam siswa MAN 1 Bogor, empat siswa MA Daar el-Qolam, dan dua siswa MAN 13 Jakarta. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Aswaja, RMI NU ArrahmahMedia.Com

Kamis, 09 November 2017

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Bandung,ArrahmahMedia.Com

Memasuki hari kedua putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, beberapa tim mengalami nasib sial, mengalami kekalahan telak. Bahkan, karena di hari kedua juga mengalami hal serupa, beberapa tim dipastikan? gagal mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Pada hari pertama, di stadion Siliwangi, Al-Madiniyah Tabalong, Kalimantan Selatan mengalami nasib sial itu. Mereka dikalahkan 0-7 oleh kesebelasan DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Hal serupa dialami Al Huda Lampung Selatan. Mereka kalah 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Pada hari kedua, Selasa (24/10) di stadion sama, kesebelasan Hamzan Wadi dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami nasib serupa. Mereka dicukur lebih telak lagi dibanding Al-Madaniyah, dengan skor 0-8 oleh kesebelasan Walisongo Sragen, Jawa Tengah. ?

ArrahmahMedia.Com

Padahal Hamzan Wadi, sehari sebelumnya juga dikalahkan Nurul Fauzi Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan hasil seperti itu, mereka sulit untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.? ? ?

Menurut pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, umumnya tim-tim yang kalah banyak karena kurang pengalaman bermain di kompetisi level nasional. Mereka demam panggung sehingga tidak bisa bermain maksimal.

ArrahmahMedia.Com

“Jangan berhenti sampai di sini. Tim-tim itu sudah membuktikan diri yang terbaik di regionnya. Pengalaman kali ini justru harus memotivasi untuk tampil lebih maksimal pada tahun-tahun selanjutnya,” pintanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal ArrahmahMedia.Com

Minggu, 05 November 2017

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Kuala Lumpur, ArrahmahMedia.Com. Berbeda dengan camp pertama yang diadakan di sebuah villa, camp ibadah kedua Muslimat ? NU Malaysia kali ini berjalan cukup sederhana. Kamis, (26/11) lalu, Al Nurhayati, Ketua Panitia Kem yang juga anggota Seksi Bidang Pendidikan dan Kaderisasi mengatakan, pihaknya sengaja memilih home stay sederhana seperti ini untuk menghemat dana.

Program yang berjalan pada 22-27 November 2015 ini juga ditempatkan di Ampang, yang masih menjadi bagian wilayah Kuala Lumpur. “Kalau di sini (Ampang) kan semua orang tua dan tamu menjadi mudah mengunjungi anaknya,” lanjut Al Nurhayati yang juga setiap hari standby menjadi juru masak di camp.

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakan Camp Ibadah Ke-2, Muslimat NU Malaysia Utamakan Anak Yatim

Kem kali ini juga lebih menekankan paritisipasi anak yatim. Jika setiap peserta dikenakan iuran sebesar RM 200, maka semua peserta dari anak yatim dibebaskan sepenuhnya. “Untuk iuran anak-anak yatim yang lima jumlahnya, sepenuhnya ditanggung oleh sumbangan kolektif ibu-ibu Muslimat,” kata Mimin Mintarsih, Ketua Muslimat Malaysia.

ArrahmahMedia.Com

Dari sisi bahan ajar, para peserta diberi materi yang cukup sederhana. “Kami hanya fokus pada tiga hal, yaitu fiqih, tajwid, dan akhlaq,” kata Yandi Purnama, mahasiswa master International Islamic University Malaysia (IIUM), yang kali ini menjadi fesi program.?

ArrahmahMedia.Com

“Dari sisi materi, memang terlihat sederhana. Tapi kali ini kita ingin fokus pada sisi tashih (koreksi) dan praktiknya, yang kenyataannya tidak semua anak-anak bisa,” tambah Thoat Hamim, Fesi lain yang juga mahasiswa IIUM.

Camp yang diikuti oleh 18 anak ini ditutup dengan pembagian hadiah dan berbagai pertunjukan. Tiga pelajar terbaik, baik dari lelaki maupun perempuan diberikan masing-masing sebuah piala. Setelah itu, anak-anak juga menampilkan shalawat yang berjudul ya badratin.

Selain itu, Camp ini juga diharapkan menjadi media khidmah dan pemersatu para ibu Muslimat. “Tidak semua anggota muslimat ini paham terhadap agama. Dengan program ini, kita berusaha untuk menarik dan mengajari para ibu Muslimat secara perlahan-lahan,” harap Mimin Mintarsih mengakhiri wawancara. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Anti Hoax, Tegal, Halaqoh ArrahmahMedia.Com

Kamis, 19 Oktober 2017

Ketum PBNU: Pelajar NU Harus Konsisten Bersikap Moderat

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpesan agar kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) konsisten dalam bersikap moderat (tawasuth). Berada di tengah-tengah, tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.?

Ketum PBNU: Pelajar NU Harus Konsisten Bersikap Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Pelajar NU Harus Konsisten Bersikap Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Pelajar NU Harus Konsisten Bersikap Moderat

Demikian disampaikan Ketum PBNU saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakerrnas) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Jumat (23/12) di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan.?

"Tawasuth adalah sikap yang memerlukan kecerdasan dan keberanian. Seperti telah dicontohkan Imam Syafi’i dalam bidang fiqh, Abu Musa Al-Asyari dalam bidang tauhid, Imam Ghazali dalam bidang akhlak dan Hadratusysekh KH M Hasyim Asyari dalam bidang kenegaraan," terangnya.?

Ia menjelaskan, Muhammad bin Idris Asy-Syahfii atau Imam Syafi’i berjasa meletakkan pemikiran tawasuth dalam fiqh. Imam Syafii meletakkan dasar penetapan hukum itu dua, yakni adillah naqliyah dan adillah aqliyyah.?

"Adillah naqliyah, yakni dalil-dalil syariat yang ada dalam Al-Quran dan hadits. Kedua, hujjah aqliyah. Dalil-dalil secara akal yang diambil dengan proses ijma (akal kolektif) dan qiyas (akal personal)," jelas pengasuh Pesantren ats-Tsaqfah tersebut.

ArrahmahMedia.Com

Jadi, imam Syafi’i tidak hanya mempertimbangkan dalil nash saja, tapi juga dalil hasil pemikiran.?

Tokoh berikutnya adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asyari atau dikenal Abu Musa al-Asyari. Ia meletakkan pemikiran tawasuth dalam bidang tauhid. Produknya adalah ilmu kalam, salah satunya sifat 20.?

"Bbeberapa sifat 20 disebutkan dalam Al-Quran. Tapi Al-Asyari tidak menjadikan sifat-sifat itu sebagai sifat yang pertama. Justru, sifat 20 yang pertama adalah wujud, yang tidak ada dalam Al-Quran," paparnya.

ArrahmahMedia.Com

Alasannya, untuk apa sifat-sifat sama (Maha Mendengar), bashar (Maha Melihat), dan yanng lainnya kalau tidak ada wujud.?

Ulama yang bisa tawasut lainnya adalah Abu Hamid Muhammad aGhazali. Imam Ghazali adalah orang cerdas dalam akhlak Kita berakhlak dengan tengah. Syariat dijalankan dengan baik, hakikat diterapkan dalam hati secara khusuk.?

Sementara Hadratusysyekh KH Hasyim Asyari juga cerdas dalam menyandingkan Islam dan nasionalisme.

"Memelihara Indonesia juga memerlukan kecerdasan, dalam menjaga NU juga memerlukan kecerdasan. Agar indonesia menjadi negara moderat dan toleran," tegas guru besar bidang tasawuf tersebut. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Fragmen ArrahmahMedia.Com

Rabu, 18 Oktober 2017

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Mojokerto, ArrahmahMedia.Com. 150 lebih anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dari berbagai Satkorcab di Jatim mengikuti Kursus Banser Lanjutan (Susbalan).Acara berlangsung di Vila Cemara Sajen Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat-Ahad (12-14/8).

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Rudy Tri Wahid mengatakan Susbalan selain sebagai wahana pendidikan dan latihan Banser (tingkat lanjutan), juga diharapkan dapat ? melahirkan anggota Banser yang memiliki kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dapat memimpin dan menggerakkan organisasi Banser di tingkat kelompok, rayon, cabang dan wilayah.

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wadah Pencetak Instruktur Banser itu Bernama Susbalan

Pernyataan mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Ngawi ini disampaikan saat sambutan pembukaan acara Susbalan di Vila Cemara Sajen Pacet Mojokerto, Jumat (12/8).

Disamping itu juga diharapkan akan muncul calon-calon pendidik dan pelatih Banser yang dapat bergabung dalam Corp Instruktur Banser, yang pada saatnya tinggal dimantapkan dalam pelatihan pelatih atau sering disebut kursus pelatih (Suspelat).?

“Jadi pentingnya Susbalan ini sebagai pintu masuk mencetak instruktur di masing-masing cabang, rayon, dan kelompok. Tentunya setelah ini harus melanjutkan ke jenjang selanjutnya, yakni ikut Suspelat,” ungkap Rudy.

ArrahmahMedia.Com

Ikut hadir mendampingi Rudy Tri Wahid, diantaranya Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H. Umar Usman, beserta para pengurus pimpinan PW GP Ansor Jawa Timur beserta para pimpinan Satkorwil Banser-nya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Tegal, Jadwal Kajian, Quote ArrahmahMedia.Com

Kamis, 05 Oktober 2017

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan

Kulon Progo, ArrahmahMedia.Com. Seusai muktamar, persaudaraan harus dijalin dengan sebaik mungkin. Karena sejatinya dalam muktamar adalah momentum merekatkan persaudaraan. Kalaupun ada perbedaan, itu wajar dan alamiah. Semua justru menjadi semangat agar persaudaraan bisa semakin rekat. Momentum syawalan sekaligus melengkapi semangat persaudaraan pasca-muktamar.

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga NU Kulon Progo Gelar Syawalan

Demikian yang disuarakan Keluarga NU Kulon Progo dalam acara Syawalan Bersama PCNU Kolon Progo, LP Maarif NU, PC Mulimat NU Kulon Progo, Pamitan Calon Jamaah Haji KBIH Muslimat NU KP, dan Pelantikan PCNU Kulon Progo, pada Jumat, 07 Agustus 2015.  

Acara yang dihadiri para tokoh NU Kulon Progo ini hadir dengan semangat muktamar sekaligus semangat syawalan. 

ArrahmahMedia.Com

Pelantikan PCNU Kulon Progo dilakukan Rais Syuriyah PWNU DIY, KH Asyhari Abta. Sementara dalam tausiyah, menghadirkan KH Ahmad Ishomuddin, rais syuriyah PBNU. PCNU Kulon Progo kembali dipimpin oleh KH Saefudin sebagai rais syuriyah dan H. Wasiluddin sebagai ketua tanfidziyah. (Madun/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com Aswaja, Lomba, Tegal ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 September 2017

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh

Demak, ArrahmahMedia.Com. Pendidikan pesantren menjadi perhatian Musytasar NU Demak KH M Nurul Huda. Menurut Huda, pesantren dan NU merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pemilik dan pendiri pesantren merupakan pelaku organisasi dan penjaga gawang ideologi ahlussunnah wal jamaah.

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Lembaga Pencetak Ideologi Aswaja dan Anak Saleh

Menurut Kiai Huda, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengandung tidak hanya melalui proses belajar mengajar layaknya sekolah formal namun mencakup kehidupan umat manusia baik secara pribadi dengan Tuhannya maupun dalam berbangsa dan bernegara yang baik. Namun, ia menyarankan pesantren yang berhaluan Aswaja ala NU.

“Pesantren yang kita kenal selama ini merupakan benteng dan basis ideologi NU. Mereka yang masuk kelompok garis keras termasuk ISIS karena tidak pernah masuk pesantren, dasar ilmu agamanya kosong,” kata Kiai Huda saat Halal Bihalal keluarga besar At-Taslim, alumni, dan santri pesantren At-Taslim di aula belakang pesantren, Sabtu (18/7).

ArrahmahMedia.Com

Selain pencetak ideologi, kelestarian pesantren merupakan tanggung jawab alumni dan umat yang didalamnya bisa mencetak anak-anak saleh yang merupakan kader penerus perjuangan ulama yang diakibatkan oleh ilmu yang bermanfaat.

Saat mendampingi KH Machrus Ali di Arab Saudi, Kiai Huda pernah bertanya soal kriteria ilmu yang bermanfaat. Kiai Machrus menjawab dengan singkat dan padat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah orang tua yang pernah ngaji di pesantren diteruskan dengan memondokkan anaknya di pesantren.

ArrahmahMedia.Com

Di samping itu, pendidikan pesantren yang sanadnya sudah jelas sampai pada Nabi Muhammad SAW selama ini sudah berjalan ajarannya, tidak pernah menyimpang dari syariat termasuk juga tidak ada ajaran radikalisme di dalamnya.

“Selama ini yang kita pilih sudah jelas sanadnya. Makanya tidak ada ajaran kekerasan di dalam pesantren,” tambah cucu mbah Maksum Lasem tersebut.

Halal Bihalal yang berjalan rutin setiap tahunnya itu dihadiri selain keluarga juga dihadiri santri serta alumni termasuk Ketua MWCNU Demak Kota Kiai Yatin Ch. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Lomba, Amalan ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 26 Agustus 2017

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ

Serang, ArrahmahMedia.Com. Warga NU Kota Serang dari turut memeriahkan pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) keempat Kota Serang yang bertempat di Kecamatan Walantaka, Selasa (22/01) dimulai pukul 13.00 WIB.?

?

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Serang Meriahkan Pawai Taaruf MTQ

Menurut aktivis NU Kota Serang, Tubagus Qurtubi, warga NU yang mengikuti ta’aruf tersebut adalah ibu-ibu Muslimat, Ansor, dan, Banser.

?

“Di samping itu, turut pula lurah-lurah, anggota KUA, Kapolsek, murid-murid dari dari SD, SMP, SLTA, guru-guru dan masyarakat umum dari 6 kecatamatan,” ujarnya.

ArrahmahMedia.Com

?

Menurut Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Serang Dr. KH. Wawan Wahyudin, MTQ menjadi media yang strategis untuk kembali menghidupkan sekaligus memasyarakatkan Al-Quran.

?

“Dalam pengertian, mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran,” ucapnya sebagaimana dikutip kabar-banten.com.

?

ArrahmahMedia.Com

Lebih penting lagi, kata dia, MTQ bertujuan untuk memasyarakatkan Al-Quran. Pasalnya, dewasa ini hidup dan kehidupan umat Islam banyak yang menyimpang dari tuntunan Al-Quran.

?

MTQ tersebut akan berlangsung selama tiga hari dan diikuti peserta dari 6 kecamatan. Beragam cabang dan jenis perlombaan yang diperlombakan dalam MTQ, antara lain, qiraah Al-Quran, fahmil Quran, syarhil Quran, hifz Quran, dan khath Al-Quran.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Internasional, Tegal, Jadwal Kajian ArrahmahMedia.Com

Kesehatan, Problem yang Sering Menghantui Masyarakat Pascamudik

Brebes, ArrahmahMedia.Com. Pascamudik Lebaran 2016 akan menyisakan sejumlah problematik sehingga pemudik perlu segera mengatasi permasalahannya guna mencegah depresi tak berkesudahan, kata dokter Dito Anurogo.

"Lebaran adalah ritual tahunan, bukan perayaan wajib. Namun, uniknya semua orang senantiasa berjuang mati-matian untuk dapat berlebaran di kampung halaman," katanya kepada Antara di Brebes, Jawa Tengah, Rabu.

Kesehatan, Problem yang Sering Menghantui Masyarakat Pascamudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesehatan, Problem yang Sering Menghantui Masyarakat Pascamudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesehatan, Problem yang Sering Menghantui Masyarakat Pascamudik

Ibarat pesta, kata dokter digital (online) itu, Lebaran memang pantas dirayakan meskipun semua orang tahu bahwa pesta pasti berakhir. Akan tetapi, "pesta pora" itu pun seketika menjelma "bencana" bila berjuta problematika menghadang di depan mata, terutama pascamudik Lebaran.

Ia menyebutkan sejumlah permasalahan, antara lain, kehabisan tiket pulang, merasakan macet yang luar biasa, cucian yang menumpuk, banyak tugas kantor yang belum terselesaikan, dan belum bukanya toko atau swalayan di dekat rumah.

ArrahmahMedia.Com

Penulis 18 buku tentang kesehatan itu menegaskan bahwa depresi merupakan penyakit multifaktorial yang melibatkan faktor-faktor biologis (termasuk genetika dan biologi molekuler), sosial, dan psikologis.

"Semua faktor ini berkontribusi terhadap perkembangan, derajat keparahan, dan lama tidaknya episode depresif. Selama periode depresi, umumnya penderita melaporkan gejala-gejala pada aspek biopsikososial," ujar dokter yang sedang studi S-2 Ilmu Kedokteran Dasar & Biomedis Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta itu.

ArrahmahMedia.Com

Gangguan pada aspek biologis, lanjut Dito, terlihat dari gangguan tidur, perubahan selera makan, dan disharmoni seksualitas bagi yang telah menikah.

Menyinggung gangguan pada aspek psikologis, menurut dia, terdeteksi dari gangguan konsentrasi, mendadak menjadi pelupa, mudah lelah, mudah menyalahkan orang lain, sering berpikir negatif atau berpikir buruk, muncul ide untuk bunuh diri, serta merasa tidak berguna lagi dan masa depan suram.

Oleh karena itu, Dito menekankan perlunya penderita depresi segera berkonsultasi kepada dokter atau psikiater terdekat. Dokter atau psikiater akan melakukan anamnesis (wawancara terstruktur, komprehensif, dan mendetail), pemeriksaan fisik dan psikiatris, pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, dan memberikan tata laksana yang sesuai. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Bahtsul Masail ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock