Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Subang, ArrahmahMedia.Com. Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar audiensi bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang Beny Rudiono di kantornya.

"Ya intinya kita silaturahmi, selain itu ada beberapa poin yang kita dorongkan untuk kemajukan Kabupaten Subang," ujar Ketua PC PMII Kabupaten Subang Abdul Nasir, Kamis (5/2/2015).

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Rawan Bencana, PMII Subang Desak Pemda Bentuk BPBD

Pihaknya juga menyoroti soal kondisi Subang yang merupakan daerah rawan bencana alam seperti longsor, banjir, angin puting beliung, dan banjir rob. "Maka kami sepakat meminta Pemda Subang untuk segera membentuk Badan Penangulanan Bencana Daerah atau BPBD," kata Nasir.

ArrahmahMedia.Com

Subang merupakan daerah yang cukup luas, yakni terdiri dari 30 kecamatan, 225 desa/ kelurahan, juga  memiliki sekitar 1,5 Juta penduduk. Menurutnya, banyak warga, khusunya di wilayah Pantura, mengeluhkan terkait jauhnya pelayanan kesehatan.

ArrahmahMedia.Com

"Untuk itu, kami meminta kepada Pemda Subang, disampaikan kepada ketua DPRD Subang, untuk segera membentuk rumah sakit umum, khususnya di wilayah pantura, dan adanya damkar (pemadam kebakaran) di setiap kecamatan minimal satu mobil damkar di setiap kecamatan atau di tiga zona Subang, hal itu seiring dengan seringnya peristiwa kebarakaran di wilayah Subang," ujarnya.

Aspirasi  lain yang disampaikan kepada ketua DPRD Subang, tambah Nasir, adalah mendorong DPRD Subang segera menyusun peraturan daerah (Perda) tentang minuman keras (Miras). "Itu kami sampaikan, supaya miras  di Subang tidak beredar seenaknya, sebab miras lah yang menyebabkan moralitas bangsa atau Subang ini akan rusak," paparnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Beny Rudiono, mengapersiasi atas aspirasi yang di sampaikan sahabat-sahbat PMII Kabupaten Subang. "Saya bangga dengan kehadiran mahasiswa ke rungan saya, dengan menyampaikan aspirasi untuk kemajuan Kabupaten Subang," katanya.

Menanggapi beberapa poin yang disampaikan oleh sahabat-sahabat PMII, Beny, berjanji bahwa masukan yang konsturkif itu, akan ia tindaklanjuti semaksimal mungkin. "Bahkan untuk Perda miras dalam waktu dekat akan segera diterbitkan, begitupun dengan BPBD, betul karena Subang rawan bencana kami sudah meminta kepada Bupati  tahun ini atau 2015 Subang harus sudah memiliki BPBD," pungkasnya. (Zenal Mutaqin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Khutbah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 23 Februari 2018

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Presiden Joko Widodo bersama Wapres Jusuf Kalla hadir bersama di tengah kerumunan massa 2 Desember untuk melaksanakan shalat Jumat bersama di silang Monas, Jumat (2/12).

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan Jokowi Usai Shalat Jumat Bareng Massa 2 Desember di Monas

Usai shalat Jumat, Jokowi memberikan orasinya kepada ratusan ribu massa aksi super damai 2 Desember. Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan apresiasinya atas aksi yang telah berjalan dengan tertib dan damai.

“Terima kasih telah melaksanakan istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa,” ujar Jokowi disambut teriakan takbir oleh massa.

Dia juga mengimbau kepada seluruh massa untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

ArrahmahMedia.Com

Dalam menyampaikan orasi singkat tersebut, Jokowi didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menkopolhukam Wiranto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, dan sejumlah tokoh lain.

Sebelumnya, Jokowi dan JK berjalan dari Istana Negara menuju Monas dengan menenteng payung sendiri di bawah guyuran hujan yang cukup deras.

Dia sampai di tengah kerumunan massa tepat ketika kumandang adzan dilantunkan. Massa seketika itu langsung berdiri. Shalat Jumat berlangsung dengan khidmat. Bahkan ketika dilakukan doa qunut, tak sedikit dari mereka yang terlihat menangis tersedu-sedu.

Lapangan Monas putih dipenuhi para peserta aksi. Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Monas juga menggelar sajadah hingga Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, Bundaran Patung Kuda, dan Jalan MH Thamrin. (Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

?

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan ArrahmahMedia.Com

Jumat, 16 Februari 2018

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Jakarta, ArrahmahMedia.Com



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta agar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyiapkan kader untuk menduduki posisi sebagai ketua umum periode 2016-2021 dalam kongres yang akan berlangsung pada akhir November ini.

“Seharusnya Ibu Khofifah sendiri yang tidak mau dicalonkan lagi. Silahkan disiapkan kadernya, siapa yang kira-kira layak untuk melanjutkan kepemimpinan di Muslimat NU,” kata Kiai Said.?

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Khofifah Siapkan Kader Penggantinya

Berdasarkan AD/ART NU, ada batasan masa jabatan yang sudah diatur agar proses kaderisasi berjalan dengan baik. Berikut bunyi Anggaran Dasar NU hasil muktamar ke-33 tahun 2015 pasal 16 ayat 3 yang mengatus soal pembatasan masa jabatan. “Masa Khidmat Ketua Umum Pengurus Badan Otonom adalah 2 (dua) periode, kecuali Ketua Umum Pengurus Badan Otonom yang berbasis usia adalah 1 (satu) periode”.

“Bu Khofifah tokoh Muslimat, tokoh NU, perempuan pinter, cerdas, enerjik, kita akui. Hanya sebagai ketua Muslimat, tolong AD/ART diperhatikan,” jelasnya.?

Ia menagaskan, Khofifah, sekalipun nantinya tidak menjabat sebagai ketua umum Muslimat lagi, akan tetapi menjadi idola bagi kalangan Muslimat NU mengingat kontribusinya yang sangat besar pada masa kepemimpinannya selama tiga periode atau 15 tahun. (Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Tegal, Kyai, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Selasa, 13 Februari 2018

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pengurus harian PBNU dan pengurus Lembaga Takmir Masjid (LTM) Nahdllatul Ulama  memberangkatkan sedikitnya 40 bus pada siang ini di halaman Kantor PBNU, Jakarta, Ahad (12/7) siang. Paket mudik bareng PBNU yang didukung PT Bank Mandiri dan juga Pegadaian Syariah ini, akan mengantarkan para pemudik ke pelbagai tujuan di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

“Selain itu, kita juga menyiapkan 33 posko mudik di sejumlah titik di perlintasan baik pantura maupun jalur selatan,” kata Ketua PP LTM PBNU KH Abdul Mannan Ghani saat sambutan pelepasan.

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM NU dan Bank Mandiri Lepas 40 Bus Mudik Bersama PBNU

Ia menyatakan terima kasih kepada pihak yang mendukung terselenggaranya paket mudik bareng ini.

ArrahmahMedia.Com

Sementara di hadapan pengurus harian PBNU, LTM PBNU, dan utusan Pegadaian Syariah, Direksi PT Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan LTM PBNU sejak 2012 perihal pemberangkatan para pemudik.

ArrahmahMedia.Com

“Secara kultural, berlebaran bersama keluarga menjadi ibadah tersendiri,” kata Kartiko Wirjoatmodjo.

Menurut Kartiko, bus ini akan mengantar pemudik ke pelbagai tujuan hinggga Banyuwangi dan juga Madura. Ia berharap para pemudik sampai dengan selamat di kampung halaman masing-masing.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) dalam sambutannya mengingatkan para pemudik untuk meluruskan niat mudik. “Jangan sampai niat pamer perhiasan atau pamer batu akik di kalangan keluarga maupun tetangga. Kita harus niatkan silatul arham,” kata Kang Said.

Ia juga mendoakan keselamatan pihak Bank Mandiri. “Semoga apa yang semua kita lakukan dihitung pahala oleh Allah. Di akhirat kelak, bus-bus ini akan mengantarkan direksi dan karyawan Mandiri melewati shiratal mustaqim,” kata Kang Said diaminkan sedikitnya 2000 pemudik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 06 Februari 2018

Tiga Macam Puasa Muharram

Puasa muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan setelah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini merujuk kepada hadis riwayat Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Macam Puasa Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Macam Puasa Muharram

Rasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Hadis ini menjelaskan bahwa puasa Muharram adalah puasa yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Karenanya, disunahkan melakukannya bagi yang mampu. Hadis di atas tidak secara spesifik kapan waktu puasa yang dianjurkan, apakah setiap hari atau pada hari tertentu saja di bulan Muharram.

ArrahmahMedia.Com

Terkait hal ini, Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi) menyebutkan:

ArrahmahMedia.Com

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Tiga tawaran ini setidaknya menjadi opsi yang baik dalam mengamalkan puasa sunah di bulan Muharram. Kalaupun tidak begitu, bisa saja puasa Senin-Kamis atau puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh) di bulan Muharram bagi mereka yang terbiasa mengamalkannya di bulan lain. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Nahdlatul, Humor Islam ArrahmahMedia.Com

Senin, 29 Januari 2018

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Penyerangan terhadap umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara Papua di saat Hari Raya Idul Fitri merupakan insiden yang sangat memprihatinkan.?

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Minta Pemerintah Lebih Serius Perhatikan Keamanan di Papua

PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pemerintah masih lemah dalam menangkal aksi-aksi intoleransi antar umat beragama.?

"Ini bukti, bahwa pemerintah tidak serius dalam menjaga keamanan dan mewujudkan toleransi antar umat beragama di Papua," ujar Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Maruf di Jakarta, Sabtu (18/8).?

ArrahmahMedia.Com

Menurut Amin, kejadian pembakaran tersebut harus menjadi bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam menilai kinerja kabinetnya nanti pasca lebaran.?

"Kejadian ini harusnya menjadi bahan evaluasi Presiden untuk menilai kinerja kabinetnya. Kenapa masih ada kecolongan aksi kekerasan atas nama agama di Papua," tandasnya.

ArrahmahMedia.Com

Kejadian pembakaran masjid di saat Hari Raya Idul Fitri, menurut Amin, menunjukkan bahwa keinginan pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Papua dan daerah kawasan timur Indonesia masih belum terbukti.?

"Jaminan keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah itu adalah persoalan fundamental yang harus diberikan pemerintah," tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Nahdlatul Ulama ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 27 Januari 2018

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Phnom Penh,ArrahmahMedia.Com

Hampir dua tahun ini, Ustadz Amir mendirikan pesantren Al-Qur’an yang bernama Jami’ul Muslimin. Imam Masjid Al-Jamee’ Al-Islami itu dibantu oleh Nashirin Syamsuddin, yakni pemuda yang pernah mondok selama 5 tahun di pesantren Sabilul Mukhlasin Magelang, pada 2009 hingga 2014 lalu.

Berbeda dengan di Indonesia, istilah pondok pesantren di Kamboja lebih dikenal dengan sebutan “madrasah”. Adapun istilah santri dalam bahasa Khmer (bahasa lokal Kamboja) dinamakan konsah, sedangkan untuk istilah kiai atau ustadz disebut sebagai "tun" atau "kru", namun istilah kru maknanya lebih luas, seperti guru-guru di sekolah umum.

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)
Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh (Sumber Gambar : Nu Online)

Jejak Islam di Kamboja (3): Perjuangan Pesantren Qur’an di Phnom Penh

Pesantren Jamiul Muslimin didirikan sebagai tempat untuk fokus menghafalkan Al-Quran. Tujuan pendirian pesantren ini untuk ‘menghidupkan’ lingkungan tengah kota Phnom Penh yang masyarakatnya mayoritas beragama Buddha. Santri-santri di pesantren ini hanya berjumlah 20 orang dimana rata-rata berusia di bawah 17 tahun.Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Kamboja.

ArrahmahMedia.Com

Nashirin mengatakan, dengan bahasa Melayu yang lumayan fasih, rencananya kelak setelah khatam hafal Al-Qur’an,santri-santri remaja didikannya itu akan dikirim ke berbagai daerah Kamboja untuk menjadi ustadz. Sebenarnya banyak muslim Kamboja yang mencari lembaga pendidikan Islam semacam pesantren. Hanya saja akses serta jumlah pesantren di sana memang masih sedikit.

ArrahmahMedia.Com

Selain itu, Nashirin yang juga sebagai pembina pesantren Jamiul Muslimin itu mengaku berani menerima 100 santri, namun masalahnya tempatsekarang digunakan tidak mendukung.Di samping itu  tempat tinggal santri juga saat ini masih dalam kompleks masjid. Untuk kegiatan santri selain menghafal Al-Quran, mereka juga mendapatkan jadwal untuk menjadi imam shalat Hajat, bersih lingkungan masjid, dan sebagainya. Beberapa santri ada mempunyai kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis.

Perkembangan Hubungan Keagamaan

Dalam topik lain,Ustadz Amir menambahkan bahwa sekitar sepuluh tahun ini sudah masuk paham Wahabi di kalangan muslim Kamboja, namunjumlah mereka tidak banyak serta tidak berani melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh mayoritas muslim Kamboja yang mayoritas bermazhab Syafiiyah. Situasinya mungkin tak separah paham Wahabi di Indonesia yang sering kali meresahkan masyarakat muslim yang gemar menjalankan tradisi serta ajaran ulama Aswaja dan Wali Songo.

Saya sendiri sebenarnya penasaran tentang keberadaan makam ulama atau wali yang ada di kawasan ibu kota Phnom Penh Kamboja, namun Ustadz Amir tidak mengetahui secara pasti hal yang saya tanyakan itu.

Ia hanya menceritakan bahwa dahulu pernah hidup seorang alim yang bernama Haji Muhammad Kacik Shagid. Tokoh ini dikenal sebagai ulama yang bisa mengetahui artikicauan-kicauan burung.

Dikisahkan dahulu burung-burung biasanya memberikan informasi tertentu yang hendak disampaikan ke penduduk, dan hanya Haji Muhammad Kacik Shagid yang bisa memahami  kicauan burung. Sayangnya,ulama ini tersebut termasuk di antaranya ulama yang dibunuh oleh rezim Pol Pot. Sayangnya lagi, sosok yang punya karomah tersebut makamnya tidak ditemukan sampai sekarang.

Lebih jauh, dalam pandangan ustadz Amir hubungan muslim dengan umat Buddha di Kamboja sampai hari ini tetap terjalin dengan baik. Semenjak berakhir perang saudara yang dahulu pernah terjadi di Kamboja sebab kudeta yang terjadi beberap kali, hingga saat ini tidak ada pergesekan atau konflik antara kedua agama tersebut.

Apalagi Perdana Menteri Kamboja Han Sen juga membebaskan Muslim Kamboja untuk mendirikan masjid dan melaksanakan kegiatan keislaman, termasuk juga sekarang membolehkan anak perempuan memakai jilbab ke sekolah.

Dalam kesempatan selanjutnya, saya hendak mengunjungi kawasan KM. 7, Chrang Chromres, Phnom Penh, dimana kawasan mayoritas tersebut dihuni oleh muslim. Sebagaimana informasi dari dari Ustadz Amir, banyak jejak Islam dan aktivitas muslim Kamboja yang bisa digali lebih banyak di kawasan tersebut. (M. Zidni Nafi’, santri asal Qudsiyyah Kudus, peserta Program Pemuda Magang Luar Negeri 2017 dari Kemenpora RI)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Kajian, Ubudiyah, Amalan ArrahmahMedia.Com

Kamis, 25 Januari 2018

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan

Surabaya, ArrahmahMedia.Com. Tiap daerah memiliki kelebihan sumber daya manusia dan alam. Akan tetapi yang belum juga diupayakan secara serius adalah mengoptimalkan potensi yang ada agar benar-benar bermanfaat. 

Usaha serius pemerintah dalam mendampingi para wirausahawan tercermin dengan dikeluarkannya PNPM atau Program Nasional Masyarakat Mandiri. Beberapa daerah  memanfaatkan Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM (Lakpesdam) NU untuk mendampingi sejumlah pemberdayaan usaha bagi kalangan perempuan. Termasuk yang kini tengah diseriusi PW Lakpesdam NU Jawa Timur di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Berdayakan Perempuan Pedesaan

Yeni Lutfiana, Project Officer kegiatan ini menandaskan sudah banyak potensi lokal di daerah ini yang dijadikan sandaran hidup warga. Randuagung memiliki hasil bumi yang cukup melimpah khususnya buah pisang. “Kehadiran kami melakukan pendampingan usaha yang selama ini sudah digeluti masyarakat, khususnya perempuan,” katanya pada ArrahmahMedia.Com (5/4).

ArrahmahMedia.Com

Untuk usaha pisang yang digeluti masyarakat, Lakpesdam memberikan sejumlah pengetahuan tentang upaya meningkatkan kualitas dan meminimalisir biaya yang tidak perlu. “Kita berikan kepada mereka teknologi tepat guna yang tentunya juga efisien bagi usaha yang tengah digeluti,” tandas alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

ArrahmahMedia.Com

Untuk usaha kripik pisang misalnya, telah dipernalkan vacuum frying yakni alat yang berfungsi melakukan pengeringan. “Alat ini bisa membuat kripik pisang lebih bisa bertahan lama dengan tanpa mengurangi tekstur dan rasanya,” katanya.

Bahkan dengan alat yang ada, para perempuan perajin usaha kripik pisang mampu menyimpan komoditasnya hingga dua tahun. “Ini sangat berbeda dengan model konvensional yang sudah ada,” kata mahasiswa Pasca Sarjana Unair Surabaya ini.

Tidak semata dalam hal produksi hingga distribusi yang dilakukan Lakpesdam. “Yang lebih penting adalah kesadaran para perempuan dan warga untuk berhimpun dalam komunitas,” terangnya. Karena dengan menjadi paguyuban atau perkumpulan, maka akan kian banyak ide kreatif yang muncul.

“Yang juga menjadi tujuan utama kami adalah mengangkat taraf hidup masyarakat serta kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan,” kata Yeni, panggilan akrabnya. Karena dengan kemadirian ekonomi, maka diharapkan posisi tawar para perempuan kian tinggi. “Dengan demikian mereka tidak mudah dimarginalkan,” pungkasnya. 

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Olahraga, Syariah, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Senin, 22 Januari 2018

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik

Jombang, ArrahmahMedia.Com. Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, masih dibayangi adanya pemadaman listrik. Pasalnya, hampir setiap pekan listrik di kota santri ini sering mati tanpa ada pemberitahuan pasti.

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik

Manajer Area PLN Jombang Lusiana membenarkan masih adanya gangguan sehingga listrik padam. Terkait kesiapannya menyambut perhelatan nasional Muktamar NU di Jombang mendatang, pihaknya mengaku belum bisa memastikan.

"Soal itu (listrik padam) kami belum bisa menjamin, namun yang jelas kita berusaha agar saat digelarnya acara besar itu listrik tidak mati," ujarnya saat dihubungi ArrahmahMedia.Com, Ahad (8/2).

ArrahmahMedia.Com

Lusi mengakui bahwa beberapa wilayah di Jombang sempat mengalami gangguan mati listrik karena terdapat gangguan kabel putus akibat hujan dan kerusakan peralatan. "Beberapa waktu lalu memang PLN mengalami gangguan, jaringan putus karena adanya pohon tumbang disebabkan adanya angin dan hujan. Ya, memang ada beberapa banyak faktor penyebab mati listrik ini, " jelasnya.

ArrahmahMedia.Com

Lusi menyarankan, pihak panitia yang menyelenggarakan acara besar? seperti Muktamar menyediakan genset? untuk berjaga jaga di samping pihaknya akan berusaha agar listrik tidak padam. "Ya memang alangkah lebih baiknya sedia genset, biasanya kita juga berkoordinasi dan menyarankan seperti itu di samping kita usahakan agar tidak listrik,” tandasnya.

Kerapnya gangguan listrik padam yang terjadi dihampir seluruh wilayah Kota Santri pada dua bulan terakhir banyak dikeluhkan masyarakat. "Kemarin mati menjelang magrib, listrik mati hampir 4 jam lebih di desa saya, pemadaman tidak pernah ada pemberitahuan, " ujar Amir, salah satu warga Desa Sawiji Jogoroto.

Tidak hanya Jogoroto, di wilayah Peterongan dan Kepatihan Jombang kota, Tembelang dan Sumobito juga mengalami hal yang sama, yakni listrik sering mengalami gangguan dan padam berjam-jam. "Catatan saya, hampir setiap pekan pasti ada listrik mati. Selama Januari hingga minggu pertama Februari saja mati listrik 8 kali. Hari ini saja mati sejak pukul 5.30 hingga pukul 10.00 lebih mati," ujar Muslim, warga Tembelang.

Seperti diketahui, Muktamar ke-33 NU akan digelar di empat pesantren besar di Jombang, yakni Pesantren Tebuireng Diwek, Pesantren Darul Ulum Peterongan, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Pusat kegiatan, seperti pembukaan dan sidang-sidang pleno, forum musyawarah tertinggi NU ini bertempat di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 10 Januari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

ArrahmahMedia.Com

 

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

ArrahmahMedia.Com

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Santri, Aswaja, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Selasa, 09 Januari 2018

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat

Tegal, ArrahmahMedia.Com. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Aqil Siroj mengemukakan, mengapa umat Islam harus lebih menghormati Nabi Muhammad SAW karena hal itu merupakan perintah Allah SWT dan Allah juga sangat menghormati Nabi SAW. 

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustofa Aqil: Allah Hormat kepada Nabi, Umatnya Harus Lebih Hormat

Demikian dijelaskan KH Mustofa Aqil di hadapan warga Nahdliyin saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Amal Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pekan lalu.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon itu, dalam Al-Quran Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan pada para malaikat juga pada orang yang beriman untuk melakukan itu.

"Tidak satu pun dalam Al-Quran, Allah memanggil Nabi SAW dengan menyebutkan namanya, tetapi selalu memakai pangkatnya. Seperti yaa ayyuhannabi, yaa ayyuharrasul," terangnya.

Hal itu, lanjutnya, menunjukan penghormatan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. "Sementara kepada Nabi yang lain tidak demikian," pungkasnya. (Hasan/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Sunnah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak

Sidoarjo, ArrahmahMedia.Com

Puluhan siswa Raudlatul Atfal (RA) Raden Patah Sidoarjo mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan gigi secara gratis yang diadakan oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, di lantai 2, Kamis (28/1).

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasi Kesehatan Gigi pada Anak

Dokter spesialis gigi anak, dr Dini Safitri mengatakan, menggosok gigi sangat penting untuk melindungi gigi agar menjadi kuat. Terutama pada anak usia dini, sebaiknya dilakukan selama tiga kali sehari.

"Menggosok gigi sebaiknya dilakukan rutin sehari tiga kali yakni sesudah sarapan, sore dan sebelum tidur," kata dr Dini.

Ia menegaskan bahwa minum susu sebaiknya jangan dilakukan dengan menggunakan dot. Lebih baik menggunakan gelas saja. Karena minum susu menggunakan dot dapat membuat gigi anak bagian atas bisa ke depan.

ArrahmahMedia.Com

"Minum susu menggunkan dot bisa mengakibatkan gigi anak bagian atas bisa ke depan. Jika minum susu sebelum tidur, sebaiknya langsung dilakukan gosok gigi agar tidak menimbukan kuman pada gigi. Karena pada saat tidur, sisa susu kental di dalam rongga mulut bisa menyebabkan gigi berlubang," saranya.

Lebih jauh dr Dini menyampaikan, anak pada usia 6 tahun, gigi geraham paling belakang sudah keluar. Walaupun tidak ada keluhan, sekitar 6 bulan sekali harus kontrol. Tanpa harus menunggu gigi anak goyang.

"Pada anak yang berusia 6 bulan sampai 2,5 tahun, mereka memiliki 10 gigi susu atas dan 10 gigi bawah. Terkadang ada juga yang sampai 12 atas dan bawah. Pada saat usia 6 tahun ke atas baru tumbuh gigi tetap," jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, salah satu siswa RA Raden Patah Sidoarjo, Danang kelompok B mengaku senang bisa mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh RSI Siti Hajar Sidoarjo.

"Ketika diperiksa gigi saya tadi gak takut. Saya setiap hari gosok gigi, pagi, sore dan malam," ucapnya singkat. (Moh Kholidun/Fathoni)

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com RMI NU, Ubudiyah, Quote ArrahmahMedia.Com

Rabu, 03 Januari 2018

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Jakarta, ArrahmahMedia.Com. Pemukulan bedug oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Senin (1/6) di aula kantor PBNU Jakarta, menandai diluncurkannya Gerakan Nasional “Ayo Mondok” yang dimotori oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

Koordinator Gerakan Nasional “Ayo Mondok, Pesantrenku Keren” KH Lukman Harits Dimyati mengatakan, gerakan ini adalah bentuk kepedulian kalangan pesantren yang tergabung dalam RMI terhadap fenomena dunia pendidikan yang gagal menanamkan pendidikan karakter kepada pelajar dan mahasiswa.

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Diluncurkan

Menurutnya, secara moral, hanya pesantren yang bisa menyelamatkan generasi muda dari kencenderungan-kecenderungan pendidikan yang merusak. Perilaku yang baik hanya bisa dilakukan dengan pembiasaan secara terus menerus untuk bersikap baik.

ArrahmahMedia.Com

“Pembiasaan selama 24 jam dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus adalah bentuk pendidikan karakter yang sudah lama dilakukan di pesantren, jauh sebelum isu pendidikan karakter muncul,” katanya.

ArrahmahMedia.Com

KH Sad Aqil Siroj mengatakan, gerakan Ayo Mondok ini merupakan “action” dari gerakan “Kembali ke Pesantren” yang dicanangkannya sejak Muktamar NU di Makassar 2010 lalu.

“Omong kosong kalau kita ngomong kembali ke khittah kalau tidak kembali ke pesantren. Kembali ke pesantren bisa dalam artian fisik yakni mondok, atau dalam pengertian kembali kepada nilai, akhlaq dan jati diri pesantren,” katanya.

Hadir dalam acara peluncuran Gerakan Nasional “Ayo Mondok” Ketua PP RMI Amin Haedari, Sekjen Miftah Fakih dan para pengurus PP RMI, Ketua RMI Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozien dan Ketua RMI Jawa Timur KH Reza Ahmad Zahid, serta para pengurus lembaga dan badan otonom di lingkungan PBNU. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah, Halaqoh, Ulama ArrahmahMedia.Com

Jumat, 29 Desember 2017

KOPRI PMII Subang Gelar Pelatihan Public Speaking

Subang, ArrahmahMedia.Com. Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Subang menggelar pelatihan Keterampilan berbicara di depan public (Public Speaking,red) di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Subang. 

KOPRI PMII Subang Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI PMII Subang Gelar Pelatihan Public Speaking (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI PMII Subang Gelar Pelatihan Public Speaking

Acara yang diikuti oleh utusan PMII Se Jawa Barat tersebut dilakasanakan selama dua hari, yakni pada hari Sabtu-Ahad (15-16 Juni 2013).

Ketua Panitia, Gita Sugiarti menjelaskan kegiatan tersebut merupakan penjewantahan kaderisasi di tubuh badan semi otonom dari Pergerakan PMII Cabang Subang.

ArrahmahMedia.Com

“Kegiatan ini adalah bagian dari proses kaderisasi yang berjenjang, dimana setiap kader PMII harus mempunyai kemampuan berbicara dengan melakukan permainan bahasa di depan public. Terlebih, PMII sebagai agent of change (agen perubahan) harus menguasai keahlian ini karena ide dan gagasannya sudah sepatutnya menjadi konsumsi publik,” paparnya.

ArrahmahMedia.Com

Ketua KOPRI Cabang Subang, Neneng Nurhasanah menegaskan bahwa dengan kegiatan tersebut akan menjawab segala kegelisahan selama ini bahwa mahasiswi selalu dianggap kurang mahir dalam berbicara di muka umum.

“Ini akan menegaskan dan menjawab segala keresahan yang selama ini selalu menghantui mahasiswi-mahasiswi di berbagai kampus. Dengankemampuan berdialektika dan beretorika di depan umum, tentu suatu saat tidak akan dipandang sebelah mata lagi,” tegas Neneng.

Hadir sebagai pemateri diantaranya Ketua Gerakan Pemuda Ansor cabang Subang, Asep Alamsyah Heridinata, Pengurus Besar (PB) PMII Chepy Aprianto, Ketua Jaringan Kerukunan Antar Ummat Beragama (Jakatarub,red) yang juga sebagai Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Wawan Gunawan, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Subang, Zainal Abidin, Pengurus KOPRI Jawa Barat, Ai Rahma, Evie Nafsiah, dan Yessy Fitrianti, serta dihadiri oleh Ketua Umum PMII Cabang Subang Ade Mahmudin.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Pesantren, Ubudiyah, IMNU ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 23 Desember 2017

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Kebumen, ArrahmahMedia.Com

Bertempat di mushala pondok pesantren Al-Hidayah Wonoyoso berkumpul 50 santri-santriwati dari 18 pesantren se-Kabupaten Kebumen mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Simapes), Sabtu (30/1).?

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan dari Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Kementerian Agama wilayah Jawa Tengah.?

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Kebumen Ikuti Pelatihan Sistem Manajemen Pesantren

Pelatihan ini merupakan upaya agar pesantren mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip almuhafadzatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Selama ini beberapa pesantren masih kekurangan dalam bidang manajemen. Karena itu Simpes bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan manajemen yang selama ini menjadi halangan bagi pesantren.?

"Santri tidak perlu kecil hati. Santri bisa menjadi apa saja sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh para santri,"ungkap Sekretaris RMI NU Jateng Mandzur Labib.?

“Kita harus percaya pada kemampuan yang kita miliki. Bahkan santri ada yang pernah menjadi presiden yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). ? Al-haqqu bila nidhom yaghlibu albathil bi nidhomin. Komunitas pesantren yang tanpa manajemen yang bagus bisa kalah dengan komunitas yang diatur dengan baik. Inilah tantangan ke depan bagi pesantren untuk mulai berbenah diri.” ?

ArrahmahMedia.Com

Sementara itu perwakilan dari Kanwil Kemeng Jawa Tengah Habibul Huda mengungkapkan santri harus tetap nasionalis dan religius karena santri merupakan pimpinan masa depan. (Mukhammad Zulfa/Mukafi Niam)?

ArrahmahMedia.Com

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Kamis, 21 Desember 2017

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai

Kudus, ArrahmahMedia.Com. Statemen anggota Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau, Tulus Abadi di media yang mencurigai masuknya RUU Pertembakauan dalam Prolegnas tahun ini hanya murni kepentingan industri menuai tuduhan balik.

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai (Sumber Gambar : Nu Online)
Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai (Sumber Gambar : Nu Online)

Statemen Negatif atas RUU Pertembakauan Perlu Dicurigai

Pasalnya, ia tidak merinci apa yang dimaksud dengan kalimat "ada sesuatu yang mencurigakan terkait masuknya RUU Pertembakauan". Ia juga menuding klaim untuk melindungi petani tembakau tentang RUU tersebut adalah kedok belaka.

?

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus Zamhuri berpendapat, statemen Tulus Abadi patut dicurigai. Menurutnya, komentar Tulus bisa jadi merupakan pesanan dari kelompok yang ingin menggulingkan industri kretek nasional.

?

ArrahmahMedia.Com

Zamhuri mengatakan, mestinya Tulus bisa mengaji kretek dari berbagai sisi, sehingga akan mendapatkan pemahaman yang utuh terkait industri kretek yang merupakan warisan budaya bangsa ini.

?

ArrahmahMedia.Com

"Kretek sudah ada sejak ratusan tahun silam di bumi Nusantara dan telah terbukti memberi maslahah (manfaat) kepada masyarakat, tetapi kemudian dipersoalkan gara-gara adanya desakan masyarakat internasional," ujarnya, Senin (14/9).

?

Terkait adanya desakan dunia internasional itu, mestinya bukan melemahkan potensi dan kekuatan industri kretek nasional yang harus dilakukan. Sebaliknya, kata Zamhuri, elemen masyarakat di negeri ini harus jeli terhadap agenda terselubung yang bisa mengancam keberlangsungan industri kretek nasional.

?

"Pengaturan masalah tembakau, misalnya, tidak cukup hanya dilihat dari isu kesehatan, karena masalahnya telah melebar menjadi multiproblem. Masalah pertembakauan bukan sekadar bisnis asap semata, namun kekuatan ekonominya sudah jauh merasuk ke dalam tulang sumsum sistem ekonomi masyarakat dan menggerakkan pasar ekonomi dengan omzet ratusan triliun rupiah," paparnya sebagaimana rilis yang diterima ArrahmahMedia.Com.

?

Peneliti Masyarakat Pemangku Kepentingan Kretek Indonesia (MPKKI) ini menambahkan, hingga kini, regulasi yang menjadi landasan yuridis dalam pengaturan masalah pertembakauan, kurang memadai dan lebih banyak merespon isu tembakau dari dimensi kesehatan. Itu pun dari berbagai kajian, soal dampak kesehatan akibat mengonsumsi asap kretek masih bisa diperdebatkan.

?

Hal itu, menurutnya, antara lain bisa dilihat dalam UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan yang menegaskan tembakau sebagai zat adiktif, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

?

"Padahal, dalam negara hukum yang demokratis, mensyaratkan empat perangkat kondisi sosial. Yakni persamaan dalam setiap proses politik, tidak ada kelompok yang memonopoli, berlakunya nilai-nilai yang disebut sebagai kebajikan publik, serta menerima perbedaan dan konflik kepentingan sebagai realitas sosial yang tidak dapat dihindarkan. Pemahaman ini juga mestinya dipahami oleh kelompok anti tembakau, termasuk Tulus Abadi," tambah Zamhuri. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Foto: Ilustrasi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Daerah, Ubudiyah, Hikmah ArrahmahMedia.Com

Rabu, 13 Desember 2017

Cara Bersuci Bagi Pengidap Beser dan Istihadhah

Fikih Islam amat memperhatikan aturan ibadah sehingga benar-benar dijelaskan secara detail menyangkut keadaan-keadaan seorang Muslim. Segala ibadah yang bersifat mahdlah, seperti shalat, membaca Al-Quran, puasa, tidak lepas dari syarat sahnya yaitu tidak berhadats.

Kita mengenal ada dua jenis hadats. Pertama, yang mewajiban seseorang berwudhu, yang disebut hadats kecil. Kedua adalah hadats yang mewajibkan seseorang mandi, yang disebut dengan hadats besar.

Cara Bersuci Bagi Pengidap Beser dan Istihadhah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Bersuci Bagi Pengidap Beser dan Istihadhah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Bersuci Bagi Pengidap Beser dan Istihadhah

Hal-hal yang menyebabkan wudhu, salah satunya adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan kemaluan, yaitu qubul dan dubur. Terkecuali dari hal ini adalah keluarnya mani serta darah haid dan nifas, yang mewajibkan mandi janabat. Selain itu, jika seseorang buang air, kentut, atau keluar darah yang bukan dalam masa haid atau nifas, maka ia wajib berwudhu ketika akan melakukan shalat, thawaf, atau hendak memegang mushaf.

ArrahmahMedia.Com

Ternyata para fuqaha terdahulu sudah mengamati keadaan masyarakat yang memiliki permasalahan dalam ibadah. Masalah ini terjadi pada orang-orang yang mengidap salisul baul, yaitu terus menerus mudah keluar air seni atau beser, serta perempuan yang mengidap istihadhah.

ArrahmahMedia.Com

Masalah yang terjadi pada dua keadaan ini setidaknya adalah permasalahan hadats dan najis. Ketika keluar kencing maupun darah, maka otomatis ia berhadats. Sayangnya keadaan ini tak bisa ditahan-tahan sebagaimana orang lumrahnya yang sehat. Selain mudah berhadats, ketika shalat, darah dan air seni yang keluar tersebut akan membuat orang yang shalat membawa najis. Hal ini tentu membatalkan shalat. Maka dua golongan ini dikategorikan sebagai orang-orang yang senantiasa berhadats (dâimul hadats).

Ulama memberikan tatacaranya sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Madzhabil Imamis Syafi‘.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Perempuan yang mengalami istihadhah membersihkan dahulu darahnya, kemudian membalut/menutup jalan keluar darah, dan berwudhu setiap kali hendak shalat fardhu.”

Rasulullah pernah menyebutkan hal ini dalam hadits, diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA.

? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? - "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Suatu ketika Fatimah binti Abi Hubaisy mendatangi Nabi, kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku mengalami istihadhah, dan aku (selalu) tidak dalam keadaan suci. Apakah aku tinggalkan shalat?’ Rasul SAW menjawab, ‘Tidak, sungguh itu (darah yang keluar) adalah penyakit, bukan bagian dari haid. Ketika kamu mendapati haid, maka tinggalkanlah shalat. Tetapi jika masanya sudah selesai, maka basuhlah darah itu, kemudian shalatlah.’”

Kisah ini sebagaimana dalam Irsyadus Sari syarah Shahih Al-Bukhari karya Imam Al-Qasthalani menyebutkan bahwa Fatimah binti Abi Hubaisy ini menyangka bahwa darah yang keluar setelah masa haidnya tersebut adalah masih merupakan bagian dari haid, dan disangkanya bahwa ia tidak diwajibkan shalat. Nabi tetap menyuruhnya untuk shalat, tetapi dengan menyucikan dulu darah yang keluar dan selanjutnya melakukan wudlu sebagaimana hendak shalat.

Hal ini pun diserupakan bagi pengidap beser. Beser terjadi kebanyakan karena penurunan fungsi otot-otot yang mengendalikan pengeluaran air seni dari kandung kemih sehingga mudah berhasrat buang air kecil, dan air seni menetes dari qubul. Karena sering dan mudah sekali keluar air seni, maka setelah buang air kecil, alat kelamin ditutup atau ditahan agar tidak meneteskan air seni ke sarung, segera berganti sarung yang suci, kemudian bergegas berwudhu untuk setiap shalat fardhu.

Dalam perkembangannya, dikenal juga orang-orang yang mudah kentut dan keluar kotoran dari dubur. Cara bersuci dan berwudhu ketika hendak shalat juga sama. Kotoran yang ada di jalan belakang dibersihkan dahulu, kemudian segera berwudhu tiap shalat fardhu dan mengenakan pakaian yang suci saat hendak shalat.

Demikianlah tatacara yang bisa dilakukan agar seseorang tetap bisa melakukan ibadah dengan sah, suci dari hadats dan najis akibat air seni atau darah. Penting diperhatikan bahwa pengidap istihadhah dan beser ini tetap berkewajiban untuk shalat. Wallahu a‘lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Sholawat, Ubudiyah, AlaSantri ArrahmahMedia.Com

Sabtu, 09 Desember 2017

7 Hal yang Harus Dihindari dalam Shalat

Dalam kitab? Bughyatul Mustarsyidin? karya Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-hadramy menyatakan bahwa ada tujuh hal yang dimakruhkan dalam shalat. Artinya ketujuh hal itu bila dilakukan tidak sampai mengakibatkan batalnya shalat, tetapi lebih baik dihindari karena dianggap tidak sopan.

Ketujuh hal tersebut dikumpulkan dalam sebuah nadham yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? * ? ? ? ?.
7 Hal yang Harus Dihindari dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
7 Hal yang Harus Dihindari dalam Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

7 Hal yang Harus Dihindari dalam Shalat

? ? ? ? * ? ? ? ? ? ?. ? Saudara hindarilah tujuh hal dalam shalat, mengantuk, menggaruk-garuk, menguap, iseng, ragu hati, mengupil, dan bertolah-toleh. Semua itu selalu ditinggalkan oleh Rasulullah saw.

Ketujuh hal tersebut memang tidak membatalkan shalat, tetapi dianggap tidak pantas dilakukan ketika shalat. Mengantuk jelas berbahaya, membahayakan diri sendiri dan juga orang lain. Karena dikhawatirkan akan terucap do’a mohon balak-kerusakan. Menguap, menggauk, mengupil, tolah-toleh, dan berbuat iseng, semua menunjukkan ketidak seriusan bahkan mengarah pada penghinaan lawan pihak yang diajak komunikasi.

ArrahmahMedia.Com

Sungguh hal ini akan menjauhkan seseorang pada kekhusyukan shalat. Apalagi jika masih ada keragu-raguan dalam hati, entah ragu tentang bilangan raka’at, atau ragu batalnya wudhu, atau ragu tentang makanan yang masih tertinggal di meja, ragu tentang keamanan motor yang diparkir di depan masjid dan lain sebagainya. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ulama, Pendidikan, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

ArrahmahMedia.Com

Kamis, 30 November 2017

Pagar Nusa akan Dirikan Padepokan untuk Pendekar

Bekasi, ArrahmahMedia.Com. Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa akan membangun sebuah padepokan baru untuk para pendekar dalam melatih dan mengembangkan pencak silat.

Pagar Nusa akan Dirikan Padepokan untuk Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa akan Dirikan Padepokan untuk Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa akan Dirikan Padepokan untuk Pendekar

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman, padepokan itu merupakan kebutuhan vital untuk silat para pendekar baik secara fisik, maupun spiritual.

“Padepokan tersebut menjadi tempat pembinaan atlet dan wasit pencak silat,” katanya di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan Pusat Pagar Nusa 2012-2017 di Bekasi, Senin (22/10).

ArrahmahMedia.Com

Meski, sambung pria yang akrab disapa Gus Aiz ini, hingga saat ini belum ada kepastian tempat, padepokan tersebut ditargetkan terealisir selama kepemimpinannya. “Nanti tempatnya tidak akan jauh dari Jakarta,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan selama kepengurusannya akan menggali silat secara filosofis, kemudian mengembangkan pula dalam bentuk entertainment.

ArrahmahMedia.Com

“Misalnya akan mengembangkan rampak bedug Pagar Nusa, sehingga bisa dengan mudah diterima banyak kalangan. Ini salah satu bentuk menarik minat orang terhadap pencak silat,” tambahnya.

PP Pagar Nusa juga akan melakukan pendataan perguruan Pagar Nusa dari pusat hingga ranting. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan “plangisasi” perguruan.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Jumat, 24 November 2017

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer

Yogyakarta, ArrahmahMedia.Com. Pimpinan Umum Majalah Bangkit PWNU DIY H.M. Lutfi Hamid mengatakan, Majalah Bangkit akan tampil dengan wajah baru dengan desain yang baru, Ia mengatakan di sela-sela pengajian Ahad Wage, di lantai dua Gedung PWNU DIY, Ahad pagi (9/6).

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Bangkit Akan Tampil Populer (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Bangkit Akan Tampil Populer

“Insya Allah Majalah Bangkit nanti akan lebih populer, bergaya dan diminati serta akan menjadi etalase yang patut untuk dibanggakan PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” katanya.

Tampil ekslusive menginformasikan kegiatan-kegiatan PWNU DIY dalam menyambut Harlah NU ke-90 dengan wajah baru yang lebih segar, lebih besar, dan penuh variasi, Pak Luthfi yakin bahwa Majalah Bangkit akan menjadi angin segar bagi PWNU DIY.

ArrahmahMedia.Com

“Saya yakin, Majalah Bangkit ke depan akan menjadi angin segar bagi PWNU DIY. Oleh karena itu, bagi para kiai sepuh, pengurus-pengurus wilayah, pengurus cabang, banom-banom, kami sangat mengharapkan dukungannya dengan membeli Majalah Bangkit ini,” harapnya.

Lebih jauh Kepala Kemenag Kabupaten Sleman tersebut mengatakan, NU adalah organisasi yang melek informasi, warganya harus disuguhi berita yang tepat, akurat dan elegan.

ArrahmahMedia.Com

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

ArrahmahMedia.Com Berita, Halaqoh, Ubudiyah ArrahmahMedia.Com

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs ArrahmahMedia.Com sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik ArrahmahMedia.Com. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan ArrahmahMedia.Com dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock